1st Crop Circles in Indonesia, Sleman, Yogyakarta

First Crop Circles in Indonesia

Code Name : CC1 – 11 (BETA-UFO)
Diameter    : about 70 meters, with hole in center.
Pattern        : Muladhara, Chakra Base.
Location      : Gunung Suru, Dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah.
District        : Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Central Java, Indonesia.
Forming      : Sunday Evening January 23th 2011.
Known          : Monday Morning January 24th 2011.
Area              : Paddy field, electric line area, under high voltage electric pole
Coordinate : Lat -7.8175515415913726, Long 110.46409606933594

Ilmuwan periset crop circles asal Amerika Serikat (AS) yang juga sebagai direktur The BLT Research Team Inc, dan berkedudukan di Cambridge, Massachusetts AS, Nancy Talbott menyatakan:

“Lapan terlalu cepat mengambil kesimpulan jika crop circle yang ada di Berbah, Sleman, Yogyakarta, adalah buatan manusia.”

Demikian disampaikan Talbott saat melihat sejumlah foto crop circles tersebut, Rabu (26/1/2011)

Khusus crop circles yang di Yogjakarta, ia menginformasikan bahwa dari foto yang dilihatnya kemungkinan itu bukan buatan manusia. Ia juga menunjukkan bahwa padi tersebut tidak direbahkan begitu saja, tapi diputar, dibengkokkan lalu dirapikan seperti menyisir rambut.

Dan kalaupun hal ini bisa dilakukan manusia, maka dibutuhkan waktu yang lama minimal 2 hari karena jaringan luar dari tanaman sama sekali tidak elastis, gampang patah. Artinya kalau di bengkokkan secara paksa, pasti akan patah.

Dia juga menunjukkan foto hasil perbandingan antara tanaman yang di crop circles dengan yang normal di Indonesia, menunjukkan bahwa pohon padi tersebut tidak direbahkan begitu saja, tetapi seperti di putar lalu di bengkokkan, lalu di sisir dengan rapi. (Kompas)

Crop Circle Muladhara Chakra Base

Crop Circle Muladhara Chakra Base

arti dari simbol ini adalah : Self-centered, insecure and craving security, violent, angry, impatient. Not feeling grounded or stable. (egois, tidak nyaman/aman, kekerasan, kemarahan, tidak sabar dan merasa labil)

arti dari simbol ini adalah : Self-centered, insecure and craving security, violent, angry, impatient. Not feeling grounded or stable. (egois, tidak nyaman/aman, kekerasan, kemarahan, tidak sabar dan merasa labil)

Crop Circle Sleman by Fernando Correa in TV Mexico:

REPORT OF INVESTIGATION : Crop Circles in Sleman, Yogyakarta, Indonesia (by BETA-UFO Indonesia):

Waktu (Time)

  • Waktu : Senin, 24-01-2011 jam 07:00 – 11:00 siang

Lokasi & Lingkungan (Location)

  • Obyek             : Crop Circle pada tanaman padi muda.
  • Kondisi tempat : 5 (lima) petak sawah basah (sedikit air).
  • Letak obyek Menempati lima petak sawah dengan batas-batas sbb :
  • Sisi Timur    : kira-kira 20meter terdapat Jalan Raya Krasakan, Jogotirto
  • Sisi Selatan : kira-kira 100meter terdapat Tower SUTT 150KV
  • Sisi Barat     : terdapat sawah yang masih luas
  • Sisi Timur   : kira-kira 20meter terdapat kebun kacang panjang
  • Tepat diatas obyek  : terdapat jaringan SUTT memotong tengah obyek
  • Enam meter dibawah sawah : terpendam pipa pertamina dengan patok
  • Koordinat Geografis : -7.8175515415913726, 110.46409606933594
  • Lokasi : Dusun Krasakan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman

Obyek (Object)

  • Pemilik sawah : Berdasarkan penuturan Bp. Adirejo warga Rejosari, pemilik sawah
  1. Joyo Sumarto
  2. H. Daldiri
  3. Giran
  4. Jumilan
  5. Mustar
  6. Adirejo (sawah tidak ikut terkena obyek)
  • Bentuk Obyek : Lingkaran utama bulat penuh dengan simbol-simbol didalamnya, ada tambahan 2 (dua) lingkaran kecil di luar lingkaran utama sebelah Timur dan Barat
  • Diameter : lingkaran utama sekitar 60 sd 70 meter. Jarak lingkar luar lingkaran utama dengan lingkaran kecil adalah kira-kira 2 meter, dengan diameter lingkaran luar kira-kira 2,5meter.

Kondisi obyek (Object Condition)

Dari pengamatan pagi hari sekitar jam 07:00 sebelum banyak orang datang. Pengamatan hanya sebatas survei, bukan penelitian secara detail:

  • Batang padi roboh sebatas pangkal dekat akar (air) searah jarum jam.
  • Batang padi tidak ada yang patah maupun pecah.
  • Batang padi tidak ada yang tenggelam dalam air maupun lumpur.
  • Tidak ada jejak kaki di lumpur, tetapi ada beberapa (tidak banyak) jejak kaki dipematang yang kemungkinan jejak kaki pemilik sawah dan panitia pengamanan yang terbuat pada saat melihat lokasi dan memasang tali plastik (rafia).
  • Pada batang padi maupun gabah tidak terlihat adanya akibat panas.
  • Kondisi batang padi roboh dan berdiri masih sama, sehat dan segar.
  • Tidak dirasakan adanya radiasi atau suhu yang berbeda dibeberapa tempat.
  • Tidak dirasakan adanya getaran atau suara aneh yang mencurigakan.
  • Sinyal Hand Phone maupun Radio VHF tidak ada pengaruh (normal).
  • Disekitar lokasi tidak ada hewan (tak terlihat hewan berkeliaran) atau tumbuhan yang terpengaruh atau dicurigai adanya perubahan fisik.
  • Untuk analisis kondisi air, batang padi, dan gabah maka dibutuhkan uji laboratorium.
  • Terdapat satu rumpun batang padi yang telah dicabut dan sudah layu, dengan batang dan daun kekuningan. Tidak diketahui asal batang padi dan siapa yang mencabut.
  • Pengamatan dari lokasi obyek hanya tampak batang padi roboh dan berdiri, tidak ada bentukan simbol.
  • Pengamatan dari lokasi lebih tinggi, obyek tampak lebih jelas dan detail terutama jika dilihat dari udara atau puncak bukit Gunung Suru.

Kronologis (Chronology)

  • Waktu Kejadian : Sabtu Malam sd Minggu dini hari, tanggal 22/23-01-2011, diperkirakan antara jam 23.00 sd 05.00 disaat sudah sepi dan kemungkinan tidak ada orang lewat
  • Cuaca saat kejadian : Malam gelap, tidak ada sinar rembulan, tidak ada hujan, hanya mendung. Angin bertiup perlahan ke arah Timur

Data jaringan SUTT (Data from High Tower)

  • Tinggi Tower kira-kira 50meter
  • Sistem 3 (tiga) phase ganda, tegangan 150KV.
  • Jarak bentangan kabel kanan-kiri kira-kira 5meter
  • Jarak bentangan kabel atas-bawah kira-kira 3meter
  • Ketinggian kabel terbawah kira-kira 40meter
  • Untuk status dan parameter tegangan dan arus saat kejadian diperlukan rentang data tanggal 22-01-2011 jam 22.00 sampai tanggal 23-01-2011 jam 10.00; diperlukan koordinasi dengan PT PLN APJ Sleman (Selatan) dan Klaten (Utara).

Hasil Wawancara (Report result from witnesses):

01. Hedi, warga Rejosari sebagai anggota panitia keamanan. (Foto)

Hedi sempat diwawancara pada saat memasang pengumuman di pinggir jalan raya, sekitar jam 07:15. Isi pengumuman adalah agar pengunjung tidak masuk melewati batas supaya tidak merusak obyek maupun padi.

Hedi menyebutkan, pada malam saat kejadian bersama temannya, ia ngobrol diluar rumah sampai sekitar jam 23:30. Hedi dan teman-temannya tidak mendengar suara-suara aneh atau mencurigakan, juga tidak melihat adanya cahaya, mungkin karena rumahnya agak jauh.

Cuaca saat itu gelap kerena mendung, listrik tetap menyala sampai hari berikutnya. Angin bertiup perlahan ke arah Timur, sinyal HP maupun TV tidak ada yang istimewa.

Hedi menunjukkan hasil print out obyek yang di foto dari Gunung Suru pada hari Minggu. Menurut Hedi, obyek tak mungkin dibuat oleh orang iseng dengan waktu cepat dan gelap.

02. Haryoko, warga Krasakan. (Video)

Haryoko diwawancara pada saat berada di puncak Gunung Suru, sekitar jam 08:20 bersama warga dan pengunjung lain yang semakin banyak. Haryoko adalah petani biasa tetapi punya kepedulian terhadap fenomena obyek asing semisal UFO. Haryoko membawa selembar kertas dan spidol, sesekali mengamati obyek dengan teliti dan mencocokkan lagi gambar yang telah dibuatnya dengan jangka, sesekali berbincang dengan pengunjung lain untuk membetulkan gambar yang kurang tepat. Haryoko tertarik mempelajari fenomena aneh karena sering melihat tayangan TV.

Menurut Haryoko, pada malam minggu saat menonton TV bersama keluarga, mendengar suara-suara ledakan seperti senjata atau petir. Haryoko tidak menghiraukannya karena sudah sering mendengar tembakan TNI yang sedang latihan di sekitar desanya. Dia juga menyebutkan, malam itu gelap dan agak mendung.

Haryoko justru meyakini jika Crop Circle tersebut merupakan hasil kreasi makhluk asing. Hanya saja dia bingung, bagaimana cara membuatnya, karena jika pesawat turun akan terkena jaringan listrik. Setelah wawancara saya cukupkan, wartawan dari MetroTV yang tadi ikut mendengarkan, gantian mewawancarai dan merekamnya.

Saya (Abu) bersama sdr Bondan turun menuju lokasi sawah yang telah dipasang garis polisi sekitar jam 10.00, sehingga semakin sulit untuk memasuki area melewati garis polisi. Untuk melewatinya, harus ada ijin dari Kapolsek Berbah.

03. Adirejo, warga Rejosari sebagai pemilik sawah sebelah selatan. (video)

Wawancara dilakukan dekat dengan obyek sekitar jam 10:30, Menurut pak Adi, pemilik sawah yang terkena obyek ada 5 (lima) petak dan 5 (lima) pemilik. Umurnya sudah sekitar 60th, namun secara lugu mengungkapkan kepercayaannya, bahwa obyek tidak mungkin dibuat oleh manusia, apalagi angin …. Hanya saja dia tidak tahu apa penyebabnya. Pak Adi juga tidak mendengar apa2 pada malam Minggu, karena sedang tidur dan jauh dari lokasi.

Hanya saja saat Sabtu sore, tidak ada tanda2 apapun, normal seperti biasa, begitu pagi sekitar jam 08:00 nyampai disawah, sudah ada org yg berkerumun dan mendapati hal seperti itu … batang padi banyak yang roboh searah jarum jam dan rapi, sehingga tidak percaya jika disebabkan oleh angin.

04. Santo, warga Klaten, perbincangan soal Crop Circle dan UFO

Pak Santo hanya sedikit menambahkan, walaupun sebenarnya banyak perbincangan seputar UFO. Analisanya, siapa yg bisa membuatnya dalam waktu singkat tanpa banyak jejak dan malam gelap, jadi tak mungkin manusia. Kalau pesawat UFO, bagaimana dia turun atau mendekat, karena ada jaringan listrik.

05. Tidak sempat menanyakan namanya, Petugas Dinas Pertanian Kec. Berbah.

Bapak ini hanya memberitahukan bahwa dibawah obyek ada pipa pertamina sedalam 6 meter. Bapak ini tidak terlalu memikirkan fenomena Crop Circle, beliau hanya memperkirakan kerugian petani atas padinya yang rusak.

Namun ada yang menarik dari pertanyaan Bapak ini terhadap pak Adi, pemilik sawah.

Di sebelah barat ada gunung yang lebih tinggi dari Gunung Suru berjarak sekitar 1Km dari lokasi, dan tampak beberapa rumah disana. Bapak ini menanyakan, apakah ada tanda2 gunung itu “bengkah” (terbelah) ? Memang ada tanda seperti terbelah, ada bagian yang tidak ada tanamannya.

Namun menurut pak Adi, hal itu sudah lama terjadi, dan bukannya terbelah, tetapi memang pohonnya ditebangi dan sudah lama terjadi. Pak Adi juga menambahkan bahwa disekitar sisi utara Gunung itu ada sebuah gua yang belum terbiasa dikunjungi, walau pak Adi juga belum pernah mengunjunginya. Hanya informasi dari teman2nya saja.

Laporan Tambahan (Additional reports)

  • Pada siang hari dalam perjalanan dari Berbah menuju Jogja dan melewati Tegaltirto – Piyungan – Pager Gunung – Kota Gede, tidak terdengar kabar atau menyaksikan sendiri adanya obyek Crop Circle kedua. Saat sampai di Tegaltirto sekitar jam 11:30 kami menyaksikan matahari bersinar indah. Halo matahari tampak jelas sekali, dan tidak lupa mengabadikannya.
  • Keuntungan tim investigasi BETA-UFO adalah datang lebih awal, sehingga lokasi dan kondisi Crop Circle relatif belum teracak-acak.
  • Adapun pendapat banyak media menyebutkan kalau batang padi ada yang patah, tercabut dan banyak jejak kaki, adalah hal yang wajar dan tidak mengindikasikan hoax; karena mereka datang pada siang hari setelah lokasi ramai didatangi pengunjung, dan polisi juga telah masuk ke sawah untuk mengamati lokasi dan memasang police line. Sedangkan pada sore hari polisi dan wartawan sudah bersamaan masuk lokasi
  • Tim investigasi LAPAN baru datang keesokan hari Selasa, 25-01-2011 padahal pada hari Senin sore sudah banyak wartawan yg masuk lokasi Crop Circle bersama dengan polisi dan melakukan wawancara.

Demikian Laporan BETA-UFO oleh Abu Mashud & Bondan (BETA-UFO Indonesia)

Wawancara oleh salah satu saksi mata:

Analisis Orientasi Crop Circle Sleman 2011

Analisis orientasi dengan lingkungan:

Ketika diamati kedelapan tombak di Chakra Muladhara itu terdapat satu bagian yang berbeda dengan yang lain, geometri bentuk kepala panah yang lain selalu sepasang, tapi yang satu ini tidak. Dan pada gambar kedua ini juga dilengkapi oleh 2 bulatan orbital satellite di kedua sisi lingkaran luar yang pada analisa pertama terlewatkan.

Beberapa crop circle di Inggris yang membentuk sebuah panah atau menyerupai penunjuk arah biasanya beberapa hari kedepan akan ada crop circle baru yang berada tepat di arah dimana penunjuk arah itu mengacu.

Mengacu pada hal tersebut saya menduga ada kemungkinan akan ada crop circle lagi di dekat situ. Jika melihat arah orientasi chakra di Sleman tersebut.

(Courtesy by Julis Perdana, BETA-UFO Indonesia)

Batang gandum pada crop circles yang bengkok pada ruasnya karena efek pemanasan oleh radiasi (kiri) dan batang gandum yang normal (kanan)

Video: Air Force Checking Crop Circles in Jogjakarta Indonesia

*****

Lihat juga lanjutan penyelidikan:

Temuan Menarik dilokasi Crop Circles. Ada Unsur Nikel, Crop Circles Sleman Bukan Buatan Manusia! Kata BLT Research Team, Cambridge, MA USA dan professor dari Michigan University serta Para Peneliti Undip (Advanced Investigation/Investigasi Lanjutan)

*****

Artikel Lainnya:

7 Crop Circles Terbesar di Dunia

Fenomena Crop Circles dan UFO “Ball of the Lights”

[VIDEO] Angin Ion (Ion Wind) Kemungkinan Teknologi UFO dan Pembuat Crop Circles

Sejak tahun 70-an di Indonesia ada 2 Crop Circles Salahsatunya Berbentuk Segitiga

Inilah Bunyi Pesan dari Crop Circles

3rd Crop Circles, Magelang, Central Java, Indonesia

2nd Crop Circles, Bantul, Yogyakarta, Indonesia

Alien Pernah Mampir di Crop Circle Inggris

10 Bantahan Crop Circle Buatan Manusia, Dibantah

*****

http://wp.me/p1jIGd-1

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Crop Circles Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s