10 Bantahan Crop Circle Buatan Manusia, Dibantah.

Perbedaan Crops Circles Sleman CC1–11 (kiri) dan Crop Circles Bantul CC2–11 (kanan)

Kisah seputar Crop Circles (CC) masih berlanjut dengan pro kontra, dan semua tentu ada jawaban yang juga berupa pro-kontra:

1. Ada penduduk sekitar yang memberi kesaksian mendengar suara gemuruh. Coba simak logika saya ini: Mengapa kesaksian suara tersebut hanya oleh satu dua orang? Ingat bahwa kejadian pada area sawah di perkampungan yang terbilang tidak sepi penduduk. Jadi bila ada suara gemuruh di lokasi pasti akan banyak yang mendengarnya, bukan hanya satu dua orang. Apalagi ini terjadi di malam hari yang logikanya pasti sangat hening, suara motor di kejauhan saja bisa terdengar apalagi gemuruh UFO dengan diameter sebesar itu.

Bantahan dengan Logika:
Bagaimana mungkin ditengah desa berbukit dan berjalur tegangan tinggi (sutet) banyak penduduk? yang ada hanya cenderung gelap (lihatlah lokasi TKP pada peta di google map). Jalur sutet dipedesaan adalah daerah paling sepi, apalagi di malam hari. Dan jangan beranggapan kejadian alam ini bersuara karena jika selalu bersuara, semua crop circle pasti telah lama terkuak sejak dahulu.

==============================

2. Ada yang mengakui melihat CC tersebut setelah angin puting beliung, tapi analisa telematika pada gambar seputar CC tidak ada ciri yang mencerminkan bekas angin puting beliung.

Bantahan dengan Logika:
Tidak ada hubungannya keberadaan angin puting beliung dengan terciptanya pola crop circle (NatGeo)

Dan perlu diingat, bahwa warga itu tidak melihat angin puting beliung, akan tetapi melihat “seperti” angin puting beliung, jadi belum pasti angin puting beliung. Angin tidak akan bisa membuat lukisan indah yang telah terencana seperti itu. Kemudian, bagaimana jika puting beliung yg dimaksud adalah UFO atau lainnya yg sedang berputar-putar dgn kencangnya sehingga terlihat seperti puting beliung? apalagi ketika itu malam hari??

==============================

3. Apabila CC dilakukan oleh Alien dan ternyata tidak pernah mendarat (berdasarkan teori 1 dan 2 di atas) berarti satu-satunya kemungkinan (kalau ini dianggap dilakukan oleh Alien) adalah pencitraan gambar terhadap padi tersebut dilakukan dari jauh di atas sana (via laser dan sejenis). Tetapi itu hanya mungkin bila tanaman yang rubuh atau tanah di bawahnya gosong atau setidaknya ada sedikit kehangusan. Ternyata atas bukti lapangan (oleh rekan saya yang ada di sana, dia kabari saya via Facebook) tidak ada perbedaan suhu antara tanaman yang rubuh dengan yang berdiri.

Bantahan dengan Logika:
Alien? belum tentu ini olah alien 😀 karena UFO tidak selalu berhubungan dengan alien. Sebenarnya apakah bapak ini mengerti apa definisi dari UFO?

Sedangkan crop circle itu bukan “bekas tempat pendaratan UFO” atau pesawat asing lainnya, melainkan hanya pola yg dibuat oleh UFO atau lainnya dgn cara terbang diatasnya yg mungkin dengan menembakkan suatu gelombang radiasi ke padi tesebut. Sebabnya, padi langsung layu dan rebah dengan sendirinya dan berpola arah yang rebahnya searah yang juga menunjukkan arah pembuatannya.

Tanaman dapat hangus? Tidak ada satupun peristiwa crop circle di dunia ini yang hingga menyebabkan kehangusan oleh panas terhadap tanamannya. Sedangkan suhu dapat menurun dengan cepat, namun tidak halnya dengan radiasi, apakah telah diselidiki dengan alat pendeteksi radiasi? Yang pastinya Anda tidak tahu, justru tananam yang terkena radiasi pada crop circles akan lebih segar dibanding yang normal…!

(Klik gambar untuk memperbesar) BETA-UFO saat penelitian dilapangan. Beda akar padi setelah dipanen, yang normal (kiri) terlihat telah mengering dan yang rebah (kanan) terlihat masih segar. Buatan manusia? Apakah hal mendasar dan mudah seperti ini masih bisa luput dan terlewati dalam penyelidikan LAPAN dan “sejenisnya”??? Aneh. (Courtesy by: Nur Agustinus on Thursday, February 3rd, 2011 at 5:24pm – BETA-UFO)

==============================

4. Bukti secara Telematika lainnya, dari berbagai tayangan video dan gambar jelas terlihat rubuhnya tanaman tersebut secara tertekuk ke satu arah. Bukan tertekan dari atas, padahal selayaknya kalau terinjak benda dari arah atas pasti rubuh tidak beraturan dan patah-patah.

Bantahan dengan Logika:
Tanaman tersebut tidak selalu tertekuk satu arah apalagi terinjak-injak, namun “tertekuk berpola”.

==============================

5. Dari bukti video-video di YouTube yang saya sharing kemarin jelas terlihat begitu mudah membuat CC, perangkatnya pun sangat amat sederhana (bilah kayu, tali, tiang pancang dan meteran panjang, tidak lebih dari 4 alat itu sudah cukup). CC buatan manusia dengan alat sederhana ini gampang dicirikan yaitu hasilnya yang tidak jauh dari:
a. Unsur lingkaran (mudah dibuat seperti membuat lingkaran pakai Jangka)
b. Unsur garis (lebih mudah lagi karena cukup merentang tali lalu menginjak padi sejajar tali)
c. Unsur segitiga (masih mudah, toh garis adalah bagian dari segitiga bukan?)
d. Unsur busur (mudah juga, toh itu bagian dari lingkaran bukan?)

Bantahan dengan Logika:
Ada dua jenis pola Crop circle, yang berpola mudah dan yang berpola rumit. Yang berpola mudah juga ada dua jenis, yang batanganya terkekuk berpola atau yang batangnya tertekuk patah tidak berpola. Sedangkan yang berpola rumit sebagian bukan buatan manusia, karena semua kejadian hanya beberapa jam saja. Namun perlu diingat bahwa justru banyak ditemukan pola cropcircle yang sederhana, namun dari hasil penelitian justru bukan buatan manusia.

==============================

6. Dalam hal bentuknya, CC di Sleman konon suatu bentuk Muladhara Chakra, bila itu benar, kalau kita perhatikan ciri Muladhara Chakra ternyata semua terdiri dari bentuk yang saya utarakan pada butir 4, dengan demikian menggunakan cara dan alat di atas mudah membuatnya bukan?

Bantahan dengan Logika:
Bantahan ini sudah ada di point sebelumnya, dan tidak menjawab bagaimana bisa dibuat dalam beberapa jam saja. Sebuah Crop Circle untuk advertising (periklanan – Red) saja memerlukan waktu seharian oleh beberapa orang professional dibidangnya dan itupun disaat terang (siang / sore – Red).

==============================

Abimanyu Wachjoewidajat atau biasa disapa Abah yang membuat pernyataan tanpa penelitian adalah dosen Technopreneurship Fakultas Sains & Teknologi UIN Syarif Hidayatullah. Ia bisa dihubungi via Facebook  dan Twitter: @me_abah

7. Ada yang menyanggah analisa saya – thanks for that, katanya untuk membuat gambar di tengah sawah bagaimana pelaku masuk ke tengah tanpa merusak sawahnya?

Jawaban saya:  Coba perhatikan dengan seksama gambar tersebut, antara satu obyek dengan yang lain pasti ada pematang yang menyambungnya bukan? Saat tidak ingin merusak areal maka Pelaku mungkin saja berpindah tempat melalui pematang tersebut (itu yang dilakukan pada contoh video yang sudah saya berikan sebelum ini).

Lagi pula bila kita melangkah bukan dengan cara menginjak padi maka padi-padi itu tidak akan patah.

Bantahan dengan Logika:
Sama juga pak, para peneliti diluar negeri yang mendapati banyak keganjilan alias “unhuman made” tentang crop circle juga banyak yang menyanggah dan tidak mempercayainya. Sanggah-menyanggah sudah biasa, the freedom of speech, apalagi masalah iptek untuk membuka daya pikir manusia. Tapi justru dari statement diatas adalah kebalikan dari statement sebelumnya, jika mengandalkan jalan di pematang sawah justru memakan banyak waktu 😀 Kira-kira berapa lama membuatnya pak? sedangkan kalo kita menginjak sudah jelas akan meninggalkan tanda, namun jauh lebih cepat. Bahkan pembuat crop circle advertising professional pun membuatnya seharian bahkan lebih dari satu hari, itupun dengan cara menginjak-injaknya.

Terlihat padi setelah dipanen, akar padi terhilat tetap berbeda antara akar padi normal dan akar padi yang rebah. Buatan manusia?

Terlihat padi setelah dipanen, akar padi terlihat tetap berbeda antara akar padi normal dan akar padi yang rebah. Buatan manusia?
(klik gambar untuk memperbesar)

==============================

8. Beberapa pihak berlogika bila benar oleh manusia, bagaimana membuat CC hanya dalam satu malam dan di malam hari? Teorinya seperti berikut:
a. Dengan bentuk yang sederhana, tentu mudah apabila dilakukan oleh sekitar minimal 4 orang.
b. Ingat bahwa desa sangat sedikit penerang, itu justru sangat menguntungkan dalam pekerjaan ini karena dengan gelap malam di tempat terbuka maka dalam beberapa menit saja mata kita sudah bisa menyesuaikan dengan gelapnya malam sehingga bisa melihat dalam gelap dan tanpa senter. Saya tahu ini saat latihan pramuka waktu muda dulu.
c. Komunikasi antar pelaku bisa pakai handy talky atau ponsel bukan?
d. Yang terpenting dalam menggambar dengan pola tersebut adalah kita dapat menentukan lokasi secara matematis.
e. Gambar tersebut hanya 1 dimensi jadi tidak perlu repot melakukannya bukan? Tidak perlu melukis. Hanya menginjak sudah lebih dari cukup.
f. Tentu perlu adanya koordinasi, setidaknya latihan kecil atau briefing untuk kegiatan tersebut.

Bantahan dengan Logika:
Jika disuatu desa ada orang berkumpul di suatu sawah, (apalagi orang tersebut orang luar dari wilayah tersebut) apakah tidak menimbulkan kecurigaan??? Ditambah lagi jika mereka membawa penerangan seperti lampu atau petromax.

Buat alasan? Oke, buatlah sebuah alasan oleh sekelompok orang tersebut kepada penduduk lokal dan pemilik sawah, agar penduduk lokal “merestui” untuk mengacak-acak sawahnya, namun pastilah esoknya akan heboh jika telah terbentuk crop circle sedemikian besar dan pastilah sudah tau siapa pembuatnya. Alasan lain? Mencari kodok? 😀 Okelah mencari kodok dengan menggunakan petromax, namun jika sekelompok orang mencari kodok akan berjalan pelan kesetiap persawahan dan lama-kelamaan mereka hilang menuju sawah-sawah lainnya dan tidak disatu wilayah atau satu sawah saja. Jika demikian justru pastilah akan menimbulkan kecurigaan warga sekitarnya dan akan menegurnya.

Semua orang “awam” akan “berbicara” buat crop circle adalah mudah, saya tantang Anda. Buatlah pola Crop Circle dalam semalam ditengah gelapnya malam, saya akan membuat videonya dari kejauhan sebagai bukti, jika Anda dapat membuatnya dengan pola yang baik didalam kegelapan hanya dalam beberapa jam saja, saya tidak akan menjuluki Anda sebagai orang omdo (omong doank – Red) seperti layaknya orang “awam” yang tanpa “praktek” secara saintis, alias hanya mengikuti analisis dari orang lain lalu meneruskannya layaknya sebagai analisis yang tercipta dari diri sendiri.

==============================

9. Satu yang dianggap menarik di Sleman adalah kemampuan membentuk gambar sedemikian. Tapi tanpa mengecilkan arti para seniman yang telah melakukannya di Sleman ini saya telah melakukan pencarian di internet dan menemukan seni yang lebih mempesona, yaitu petani Jepang bisa membuat lukisan pada hamparan padi dengan ukuran yang berkali lipat luas yang di Sleman. Selain itu dibuat empat warna (hijau, kuning, putih dan coklat), semua itu bukan di cat tapi memang jenis tanaman tersebut pada dasarnya memiliki 4 warna. Hebatnya gambar tersebut tidak dengan unsur bentukan dasar, melainkan benar-benar bagai lukisan profesional. Contohnya seperti link berikut ini:
http://www.funforever.net/archives/rice-field-art/
http://www.hoax-slayer.com/japanese-rice-crop-art.shtml

Atau anda bisa liat videonya

Bantahan dengan Logika:
Pemberian contoh dan pembandingan analisis yang tidak relevan. Akibat ketidakmengertian manusia, kini memang ada beberapa kegiatan manusia untuk mata pencaharian yang telah diilhami akibat oleh adanya peristiwa crop circle ini.

Para oportunis yang kebanyakan para advertiser dan seniman ikut membuat beramai-ramai. Beramai-ramai? bukan sesuatu yang aneh, apalagi disiang bolong 😀

Jangankan seperti yang di Jepang tersebut, sejak dari tahun 1990-an telah muncul banyak crop circle untuk advertising, dan biasanya disewalah sawah dan ladang di dekat bandara untuk advertising tersebut. Karena wilayah seperti itu lebih cocok untuk dilihat olah ratusan manusia yang sedang landing dengan pesawat komersial.

Dan perlu diingat berkali-kali, bahwa pembuatan tersebut oleh para professional dibidangnya, namun tetap membutuhkan waktu seharian dan disiang hari, oleh karenanya kadang dibantu oleh banyak orang agar semakin cepat menyelesaikannya.

==============================

10. Bukti lain, menurut para pengamat UFO pada beberapa bekas CC yang bekas UFO harusnya ada sisa radioaktif, saya tidak dapat mengomentari hal ini.

Bantahan dengan Logika:
Justru itulah, terlihat ketidak-professional-nya peneliti di Indonesia, seperti LAPAN dan banyak lainnya. Bagaimana mungkin, mengeluarkan statement yang disiarkan melalui TV diatas TKP hanya beberapa saat setelah datang ke lokasi??? dan menyatakan melalui TV itu bahwa crop circle tersebut adalah buatan manusia? Tanpa mengumpulkan objek, materi, dan lain sebagainya untuk diselidiki lebih lanjut di laboratorium secara tuntas? Dan statement dilontarkan beberapa saat oleh peneliti dengan “hanya” melihat beberapa saat dan diatas TKP pula? Weleh…

Peneliti dinegara lain tidak akan melakukan dan menyatakan statement seperti itu. Peneliti (apalagi di negara maju) akan menelitinya lebih jauh dan mendalam lagi selama berminggu-minggu, berbulan bahkan tahunan untuk menyibak dan mengungkap suatu fenomena baru… dan tidak akan melontarkan statement “asal” bahkan dalam waktu hanya beberapa jam.

Seorang peneliti harus mempunyai kredibilitas yang sangat tinggi dan selalu menjaga nama baik dirinya dan penelitiannya, serta penelitiannya harus akurat. Jika masih merupakan misteri, maka ilmuwan dan peneliti harus juga mengakuinya dan bukan sesuatu yang memalukan tetapi akan tetap mencari tau lebih lanjut di dalam hidupnya.

Mereka (para peneliti luar negeri – Red) pastinya akan menahan jawaban jika ada suatu fenomena yang belum terpecahkan dan terungkap, dengan alasan akan dilakukan test lebih lanjut di laboratorium. Karena masih dapat diteliti lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya kandungan radioaktif tingkat rendah (tidak hanya diteliti di TKP saja) dan oleh apa batang tumbuhan (padi -Red) tersebut bisa tertekuk? sudah berapa lamakah tertekuk? oleh panas atau karena diinjakan manusiakah tertekuknya?

Selidiki pula melalui mikroskop, apakah ada materi mikro di dalam batang padi tersebut dan juga penellitian² selanjutnya.

Juga dapat dilakukan studi banding, bandingkan dengan tumbuhan padi yang normal, bagaimanakah dilihat dengan mikroskop? Bandingkan juga dengan crop circle lainnya diluar negeri dan sebagainya.

Uji DNA juga dapat dilakukan, apakah DNA, genetik dan lainnya mengalami perubahan antara padi yang normal dengan padi yang telah mengalami tekukan??? dan masih buuuanyak sekali yang perlu dilakukan sebelum membuat penyataan konyol.

Bahkan pada kala itu, ada pula yang menyatakan bahwa crop circle tersebut buatan manusia “hanya” karena dilokasi crop circle tersebut telah banyak bekas pijakan kaki manusia? C’mon, get real…

Tahukah anda, bahwa polisi baru menarik “tali garis batas polisi” sudah berjam-jam lamanya dari laporan awal terjadinya fenomena ini?. Dan ternyata penelitian oleh badan-badan negara dan lainnya ke area TKP crop circle tersebut baru datang setelah lebih dari 24 jam?

Dengan begitu jelas saja, pasti, sudah banyak warga dan para pengunjung yang telah menginjak-injak area TKP tersebut. Sedangkan ada salahsatu komunitas UFO yang ternyata datang “lebih dahulu” ketimbang badan-badan negara tersebut.

Bahkan ada pula ketua suatu badan pemerintahan astronomi yang menyatakan statement bahwa pola crop circle di Sleman tersebut bisa jadi terbentuk akibat debu vulkanik dari gunung Merapi dan membentuk pola. Weleh…

Tahukah bahwa kita akan malu jika diolok-olok oleh saintis luar negeri dengan penyataan saintis kita seperti layaknya orang awam kemaren sore yang jauh lebih mengerti tentang sinetron ketimbang iptek?

Dan yang perlu digaris-bawahi dari ini semua adalah bahwa kualitas SDM, kemajuan dan kepintaran rakyat suatu bangsa salah-satunya adalah: dari setinggi apa cara berfikir dan kualitas para peneliti dan para ahli di negara tersebut.

Janganlah asal memberikan statement tanpa pembuktian lanjutan, karena jika tidak ada bukti maka carilah, jika telah berbukti maka carilah bukti lainnya, dan lainnya dan lainnya, dan begitulah seterusnya, carilah bukti sebanyak-banyaknya sebelum terungkap secara logika yang benar… (Sumber : detikinet)

Think again…

Sementara, Menurut Ilmuwan Pakar Crop Circles dari Inggris, Colin Andrews

Colin Andrews, ilmuwan Inggris yang juga pakar crop circle atau pola geometris yang diasosiasikan dengan UFO, tertarik dengan crop circle yang ditemukan di sawah di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Andrews mengikuti perkembangan dan mengumpulkan data dari berbagai media soal crop circle dengan diameter lebih dari 60 meter tersebut.

Colin Andrews (newcrystalmind)

Colin Andrews (newcrystalmind)

“Setelah saya lihat dari beberapa foto, crop circle di Sleman sebelumnya telah terlihat di beberapa negara lain,” kata Andrews melalui surat elektronik, Kamis (27/1/2011).

Tapi untuk menjelaskan lebih jauh, dia membutuhkan foto yang diambil dari helikopter.

Selama 30 tahun terakhir, Andrews meneliti secara mendalam fenomena crop circle di berbagai dunia. Ahli elektro dari Inggris ini juga menjadi penasihat Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Ratu Elizabeth. Dia juga menulis berbagai buku tentang crop circle, di antaranya Crop Circles, Signs or Contact dan Government Circles.

Andrews juga melakukan penelitian khusus tentang crop circle pada 1999 hingga 2000. Hasilnya, kata Andrews, “Sebanyak 80 persen crop circle adalah buatan manusia. Sedangkan 20 persen lagi tidak terpecahkan dan masih menjadi misteri,” ujarnya.

Andrews menjelaskan dari 20 persen yang masih menjadi misteri memiliki ciri:

– lingkarannya lebih sederhana dan tidak rumit,
– tidak ada jejak manusia terutama bagian tengahnya,
– tanahya tidak mendapat tekanan juga ada unsur magnetik yang cukup tinggi di sekitar crop cirle.
– tanamannya tidak rusak hanya bengkok atau merunduk.
– struktur tanamannya mengandung efek biofisika yang tidak biasa dan sulit dipecahkan, tidak ada alat yang bisa membuat lingkaran ini seperti crop circle yang dibuat manusia (hoax).

Nah, untuk membuktikan crop circle Sleman ini buatan manusia atau bukan, selain perlu foto dari atas, juga pengecekan langsung di lapangan. “Sayangnya kalau saya lihat, lokasinya sudah tidak lagi steril, terlalu banyak orang di sana, ini sudah terlambat,” kata Andrews.

Namun Andrews sangat mengapresasi langkah pemerintah Indonesia yang bergerak cepat untuk meneliti crop circle ini. “Saya juga terkesan dengan otoritas di Indonesia yang memiliki pikiran terbuka soal ini,” ujarnya. (Tempo)

LIHAT JUGA:

Ada Unsur Nikel, Crop Circles Sleman Bukan Buatan Manusia! [BLT Research Team, Cambridge, MA USA dan Michigan University serta Peneliti Undip]

*****

((( IndoCropCircles.wordpress.com )))

Pos ini dipublikasikan di Crop Circles Indonesia. Tandai permalink.

13 Balasan ke 10 Bantahan Crop Circle Buatan Manusia, Dibantah.

  1. udin berkata:

    kayaknya agan ini terobsesi sama mahluk luar angkasa nih.

    komentar untuk bantahan yg ke-10 : kyknya klo harus ada penelitian berlanjut apalagi harus sampai ke luar negeri harus membutuhkan dana yang lumayan. apakah bisa diuraikan berapa kira” dana yg harus keluar untuk penelitian itu? sedangkan di negara kita sendiri aja masih banyak yg kelaparan.

    • spedaonthel berkata:

      Banyak org tdk mengerti bahkan tdk pernah mau mengingat, bahwa UFO (Unidentified Flying Object) tdk selalu berkaitan dgn makhluk luar angkasa. Spt pengertiannya “Unidentified Object”, yaitu benda “Tak Dikenal”. Lalu ditambah dgn kata “Flying” yg artinya terbang/ mengambang/ melayang/ tdk menyentuh tanah, baik itu tinggi ataupun rendah. Jadi pengertiannya adalah “Benda yg tdk teridentifikasi/ tdk diketahui/ aneh secara ilmiah yang dapat mengambang/ melayang/ terbang/ tdk menyentuh tanah, baik itu tinggi ataupun rendah.”

      Benda terbang tsb bisa bermacam2, bahkan benda tsb sbnrnya sdh teridentifikasi, namun krn jauh dan tdk jelas dan sejenisnya, maka benda tsb tetap tidak diketahui, lalu melalui penelitian ilmiahlah maka benda tsb teridentifikasi, bahkan ada yg tidak teridentifikasi secara ilmiah hingga kini.

      Misalkan, benda tersebut terlihat melayang aneh atau tdk teridentiifkasi lalu dilakukan penelitian dan ternyata benda tsb adalah sampah luar angkasa, pesawat, satelit, layangan, burung atau apapun jenis yg telah diketahui, maka benda tersebut yg tadinya UFO barubah statusnya menjadi IFO (Identified Flying Object). Bahkan kancut seorang astronot yg melayag diangkasa dan tertangkap mata atau kamera dan terlihat aneh dan tdk teridentifikasi jg bisa dinyatakan UFO, ini serius, hehehe…

      Selain UFO ada juga yg dinamakan USO (Unidentified Submerged Object) alias benda tak teridentifikasi yang ada dibawah laut/ air.

      Apa hubungannya penelitian dgn kelaparan? tdk ada relevansinya. Kelaparan itu hanya utk org2 yg malas, tdk mau berusaha, menganggap semuanya susah, pesimis, kalah sblm bertanding serta tdk mau menjadi wiraswasta yg berdiri sendiri dan dpt membuka lapangan2 kerja bagi banyak org.

      Bangsa kita baru berpatokan hanya mau bekerja utk org saja atau hanya mau bekerja utk perusahaan asing krn gaji yg besar. Padahal dimasa kini, pinjaman modal tanpa agunan sangatlah mudah utk org yg mau berusaha. Dan perlu diingat bhw semakin maju suatu negara diimbangi oleh semakin banyaknya entrepreneur atau wirausahawan dan diimbangi juga oleh banyaknya peneliti (scientist) dinegara tsb.

      Di negara yg jauh lbh miskin sekalipun, penelitian tetap hrs dilakukan. Dan pasti banyak dari peneliti2 di negara maju yg mau membantu, asalkan kita juga mau berhubungan dgn mereka, bekerjasama dan mau memberikan hasil penelitiannya utk mereka juga. Krn hasil penelitiannya nanti berguna utk literatur mereka.

      Tapi dr pihak peneliti Indonesia saja yg menganggap penelitiannya sudah final dan tdk mau bekerja sama dgn peneliti2 luar negeri di negara2 maju yg dpt meneliti lbh dalam lagi.

      Sejak dulu hingga detik ini dan mungkin dimasa mendatang, penelitian di Indonesia justru didominasi dan dimotori oleh ajakan dari peneliti luar negeri, bukan justru dari peneliti2 Indonesia itu sendiri.

      Banyak peneliti dr luar sana yg suka dgn Indonesia dan menganggap Indonesia sbg “surganya” para peneliti asing tsb krn masih banyaknya segala sesuatunya yg blm tercatat di log book peneliti dunia, baik itu dibidang vulkanologi, geografi, kebudayaan kuno bahkan flora dan fauna serta banyak bidang lainnya… masih banyak misteri yg belum tercatat dunia ada di negeri ini.

      Peneliti2 asing tsb layaknya seorang anak yg dilepas di toko mainan, sangat girang. Mrk bisa meneliti banyak hal, spt gunung Toba, Krakatau, Tambora, artifak2 kuno, vulkanologi, gempa, gerak lempeng bumi, kebudayaan, sejarah dan lainnya. Suatu contoh kecil, banyak spesies flora dan fauna yg blm tercatat di dunia ditemukan di Indonesia, justru berpindah tangan ke log catatan mereka dan bukannya ke catatan peneliti Indonesia.

      Sangat disayangkan, peneliti2 kita masih sedikit dan selalu menganggap semuanya sepele, tdk bermakna dan bagi kebanyakan dr mereka, penelitian mendalam tdklah begitu penting, tapi mereka sudah berani menyimpulkan penelitainnya yg bisa jadi masih dianggap “mentah” oleh rata2 peneliti luar negeri. Ironis memang.

    • mark berkata:

      kelaparan…. dana … kalau uang masalahnya kenapa tidak menyalahkan orang orang yang korupsi, ini ilmu pengetahuan, bukan ilmu sosial.

  2. no name berkata:

    balasan logika yang masuk akal. anda tentunya orang yang kompeten dalam hal crop circle. orang2 seperti anda lah yg membuat dunia lebih menarik dengan misteri2 diskitarnya. saya yg cuma random viewer merasa berterimakasih. salam.

  3. Bagus Wirawan berkata:

    beginilah seharusnya manusia…manusia sendiri yang dapat menjadikan dirinya sebagai dewa…dan manusia sendiri yang bisa menjadikan dirinya sebagai binatang (makhluk paling rendah) … kita sangat menghornati dengan apa yang dinamakan agama ….agama2 tercipta sebenarnya hanya satu….agar kita terletak di tengah-tengahnya…tidak sebagai dewa maupun makhluk paling rendah…agar manusia tetap selaras dengan dunianya…. jangan karena agama semua jadi saling bunuh.. dan saya sangat percaya banyak sekali misteri -misteri manusia dari asal usulnya… dan saya percaya di indonesia lah semua manusia akan menemukan dan mendapat jawaban-jawaban dari perntanyaan/pernyataan selama ini…Banggalah menjadi orang Indonesia.. buanglah pola pikir sempit anda yang bersifat kearab-araban, ke cina-cinaan ke india-indiaan, sampai yang kebarat-baratan.. teruslah mencari jati diri anda sebagai Orang Nusantara

  4. Jehezkiel berkata:

    Kedua orang pendebat itu pintar dalam menjabarkan hal-hal bodoh.

  5. terong-belanda berkata:

    Mereka (penguasa) sudah tau yang “sebenarnya”. Tapi berusaha mencegah kepanikan masyarakat. The truth is still out there…

  6. koplax berkata:

    Di negara kita kalo menanggapi masalah2 seperti ini hanya di pandang dengan beberapa argumen,yang pertama dari sains dangkal kemudian yang kedua dari sumber berita yaitu orang2 yg berada disekitar kejadian ataupun dari luar dan beritanya akan berbeda2 dan di bumbui dengan pernyataan lain, yang ketiga yang paling utama yaitu dari segi mistis,dari mbah ini kek dari mbah itu kek atau anak gendruwo lagi belajar menggambar dan yang terakhir kepasrahan yaitu kehendak Yang Kuasa…..
    thanks…..

  7. saya ambil jalan tengah nya saja ya.
    kita sebagai manusia memang bagus punya sifat kritis dalam apa yang dihadapi, dan tidak begitu mudah percaya atau langsung diterima mentah2.Dengan cara penelitian mungkin kita akan tahu kebenarannya, bukan berarti mau mendahului Tuhan, Toh…Kita tidak tahu benar dan salah, kita bisa apa coba???….Tolong jangan samakan penelitian dengan keadaan bangsa ini, Tidak semua bangsa atau rakyat kita Indonesia ini punya keterampilan yang sama…..Mungkin dia tahu cuma bertani, atau sampai apa yang kita bahas sekarang…”PENELITIAN”…kita seharusnya berterimakasih juga sama ini blog, berkat ini blog kita jadi tahu apa yang asli atau yang palsu….Jangan serta-merta menyakut-pautkan dengan keadaan Indonesia dgn serba kekurangan….Sapa tahu dengan cara ini akan menemukan Generasi Peneliti Dunia ini, yang dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab….so,nantinya tidak yang ngeluh maslaah gajih lagi…krn ini bidang sesuai apa yang ia dia tekuni….ketimbang S1 Agribisnis kerja sebagai Kepala Cabang SPBU apa gak aneh….Sepatutnya kita hargai penemuan mereka bukan menyakutpautkan kemiskinan atau kelaparan…sapa tahu ini jadi area gerak manusia….OK

  8. themyth thekill berkata:

    saya cenderung setuju dengan CC bukan human-made.

    tapi maaf, apa mungkin lebih bijaksana jika anda melihat sisi lain dari pernyataan prematur para pengamat UFO yg anda vonis sebagai bentuk “ketidak profesionalan” itu sebagai anti keresahan masyarakat awam?
    saya menduga MUNGKIN itu memang sengaja disampaikan oleh peneliti lapan agar membungkam dengan cepat kehebohan CC lewat awak media yg rakus sensasi. artinya agar fenomena pro-kontra tersebut “cukup sampai sekian” saja tanpa ada pemberitaan yg dibesar besarkan lagi.
    kita tidak pernah tahu kebenaran yg tak terungkap oleh fenomena CC tersebut, sebagaimana juga ketidak tahuan kita atas biro/badan rahasia yg dimiliki negara kita untuk hal semacam ini. biarlah masyarakat hanya tahu biro pembuatan KTP & sejenisnya. biarlah menjadi tugas negara supaya masyarakat merasa aman & suasana tetap kondusif tanpa ada campur tangan media & atau oknum tertentu. meski terkadang seperti pepatah “sepandai pandainya tupai melompat akhirnya akan jatuh juga”,
    kebocoran pasti akan ada. entah kapan.
    yg pasti peneliti anak negeri tak sebodoh yg mayoritas masyarakat pikir. optimis lah bahwa peneliti anak negeri sama hebat seperti peneliti impor. percayalah MEREKA ADA DISEKITAR KITA.

  9. Bang Uddin berkata:

    Ijin ninggalin jejak ya gan… thx

  10. seru bacanya, lumayan nambah ilmu. thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s