Saksikan Blue Moon, Fenomena Langka 31 Agustus 2012

Saksikan Blue Moon, Fenomena Langka 31 Agustus 20:59 WIB Malam Ini

Meski fenomenanya bernama Bulan Biru, tak berarti saat itu Bulan berwarna biru. Bulan Biru di sini hanyalah kiasan untuk menggambarkan jarangnya kejadian itu.

Langit malam akan kembali memperlihatkan fenomena unik malam ini. Jika beruntung, Anda bisa melihat fenomena blue moon, Jumat malam, 31 Agustus 2012. Fenomena unik bernama “Bulan Biru” ini bisa disaksikan seperti pengamatan Bulan biasa, fenomena ini bisa dilihat dengan mata telanjang.

Meski fenomenanya bernama Bulan Biru, tak berarti saat itu Bulan berwarna biru. Bulan Biru di sini hanyalah kiasan untuk menggambarkan jarangnya kejadian itu.

Definisi ‘bulan biru’ sendiri di bidang astronomi pertama kali muncul di 1946. Saat itu pengamat astronomi James Pruett membaca sebuah frase di Maine Farmers’ Almanac.

Fenomena Bulan Biru yang hanya berlangsung setiap tiga tahun sekali. Foto: Scienceblogs.com

Bulan itu didefinisi sebagai purnama kedua atau ketiga di suatu musim dari empat purnama yang ada. Pruett salah menginterpretasi itu sebagai dua purnama di suatu bulan.

Tapi ada catatan lain mengenai istilah blue moon, yaitu untuk merujuk sesuatu yang jarang terjadi tapi dianggap benar.

Istilah Bulan Biru sendiri muncul karena sejarah dimana saat purnama kedua terjadi, ada kebakaran hutan hebat yang terjadi di Swedia dan Kanada di tahun 1950 dan 1951 dan menghasilkan asap yang menggangu pandangan di atmosfir, sehingga Bulan saat itu terlihat berwarna biru.

Namun Bulan yang nyata berwarna biru pernah terjadi sebelumnya. Saat Gerhana Bulan tanggal 9 Desember 1992 misalnya, bulan berwarna kebiruan akibat pengaruh letusan Gunung Pinatubo.

Bulan saat gerhana yang berwarna biru juga teramati dari Gombong pada gerhana tanggal 10 Desember 2011 lalu.

Terakhir kali, ‘bulan biru’ seperti ini muncul pada bulan Maret 2010, atau tepat 30 bulan lalu. Dan akan terjadi lagi pada bulan Juli 2015!

Tapi perhitungan kemunculan blue moon sendiri tidak mengacu pada warna, melainkan mengacu pada dua purnama penuh dalam satu bulan. Mengutip Guardian, istilah ini mengacu pada suatu akta religi di tahun 1524, yang menyebut:

“If they say the moon is belewe. We must believe that is true”. “Jika mereka mengatakan bulan itu mendua. Kita harus percaya bahwa itu benar”.

Banyak juga yang menyebut peristiwa itu sebagai “belewe moon” atau bulan yang mendua. Karena peristiwa ini akan berlangsung tak lama setelah kematian Neil Armstrong, maka blue moon akan dijadikan penghormatan terakhir untuk astronot Amerika Serikat itu.

Dalam misi Apollo 11, Neil Armstrong merupakan manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan, disusul rekannya, Buzz Aldrin. ‘Bulan biru’ ini akan dieksplorasi dengan Slooh Space Camera.

Bulan purnama kedua yang terjadi pada bulan kali ini dikenal sebagai Blue Moon adalah sebuah kejadian yang termasuk langka. Langkanya fenomena tersebut juga melatar-belakangi munculnya ungkapan “once in a blue moon“.

Dalam arti sebenarnya, fenomena Bulan Biru muncul setiap 3 tahunan. Ini disebabkan oleh lunasi Bulan yang lamanya 29,5 hari sementara satu bulan dalam kalender masehi ada yang 31 hari.

Jika perbedaan hari yang tipis itu ditambahkan secara kumulatif  dalam beberapa puluh bulan ke depan (kurang lebih sekitar 3 tahun), maka akan tercipta satu bulan tambahan seperti ini.

“Blue Moon dan Slooh akan melakukan eksplorasi yang memang langka. Namun tidak selangka seperti keberanian dan talenta mendiang Neil Armstrong, manusia pertama yang menginjakkan kaki di tetangga terdekatnya,” kata Bob Berman, astronom yang juga editor Slooh, dikutip dari Space.com.

Purnama kedua atau Bulan Biru akan bisa disaksikan mulai pukul 20.59 WIB. “Waktu terbaik untuk pengamatan adalah di langit timur sekitar pukul 21.00 saat posisi bulan cukup nyaman untuk dipandang,” jelas Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC)

Menurut Mutoha, saat purnama merupakan saat yang tepat untuk mengamati permukaan Bulan.

Pasalnya, pada saat itu seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi disinari oleh Matahari. Pola gambar yang ada di permukaan Bulan bisa dilihat dengan mata telanjang.

“Ada yang mengatakan mirip gambar wanita, gambar kepiting, mirip gambar wayang, anak burung atau mirip gambar kelinci. Anak saya menyebutnya mirip dinosaurus,” papar Mutoha . Mana yang benar, setiap orang bisa menilaianya lewat pengamatan. (kompas/guardian/space.com/slooh/vivanews/mi)

Blue Moon and Neil Armstrong Memorial Converge Friday

*****

Artikel Terkait:

Misteri & Fakta Bulan, Satelit Alam Bumi Yang Misterius

Bumi Nyaris Punya Dua Bulan Bernama “2006 RH120″

Hubungan Misterius Antara Bulan Purnama Dengan Gunung Meletus

Terompet Isrofil Mulai Ditiup? Misteri Suara Aneh Terdengar di Banyak Negara

Seorang Anak Mengaku Dari Planet Mars, Melihat 2012 Tak Akan Kiamat

*****

((( IndoCropCircles.wordpress.com )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arsip Masa Lalu. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Saksikan Blue Moon, Fenomena Langka 31 Agustus 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s