Misteri Tragedi Bintaro 1987: Kecelakaan Kereta Api Terdahsyat di Indonesia

Misteri Tragedi Bintaro, Senin 19 Oktober 1987, Kecelakaan Kereta Api Terdahsyat di Indonesia

Artikel Komplit Ini Dibuat Sejak Tahun 2012, Untuk Mengenang Tragedi Bintaro 25 Tahun Yang Lalu (1987 – 2012)

“Tragedi Bintaro” adalah peristiwa tabrakan ala “adu banteng” yang menggelegar oleh dua buah kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, pada Senin pagi, 19 Oktober 1987 yang merupakan kecelakaan terdahsyat dan terburuk dalam sejarah perkereta-apian di Indonesia. Peristiwa ini juga menyita perhatian publik dunia.

Setiap kejadian adalah sebuah rentetan peristiwa, detik demi detik. Untuk itulah manusia diberikan akal agar dapat menyelidikinya secara keilmuan, agar peristiwa tragis itu tak terjadi lagi dan menjadikan segalanya menjadi lebih baik serta merubah keadaan untuk kedepannya…pertanyaannya adalah, maukah kita menjadi manusia yang lebih baik lagi?

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tiada pelindung bagi mereka, selain Dia.” (QS: Ar-Ra’d, ayat 11).

Mayat-mayat begelimpangan, sebagian dalam keadaan tidak utuh. Bau darah anyir memenuhi udara. Tubuh-tubuh yang lain terjepit di antara besi-besi, sebagian masih hidup namun sedang meregang nyawa.

Semoga semua korban dapat beristihahat dengan tenang, dan semoga tragedi ini tak akan terulang lagi, aamiin.

Tepat dihari ini, 19 Oktober 1987 di hari Senin pagi yang ramai, 25 tahun lalu.

Dua buah kereta api yakni KA255 jurusan Rangkasbitung – Jakarta dan KA 220 cepat jurusan Tanahabang – Merak bertabrakan di dekat stasiun Sudimara, Bintaro.

Peristiwa itu terjadi persis pada jam sibuk orang berangkat kantor, sehingga jumlah korban juga besar sangat besar yakni 153 orang tewas dan 300 orang luka-luka.

Peristiwa itu merupakan yang terburuk setelah peristiwa tabrakan kereta api tanggal 20 September ditahun yang lebih awal 1968, yang menewaskan 116 orang.

Tabrakan pada tahun 1968 itu terjadi antara kereta api Bumel dengan kereta api cepat di Desa Ratujaya, Depok

*****

Namun pada artikel kali ini, kita mencoba mengenang kembali (flashback) dimasa lalu pada tahun 1980-an, seconds from disaster di pagi hari tepatnya pada Senin tanggal 19 Oktober 1987.

Saat itu adalah detik-detik sebelum dua rangkaian kereta api ekonomi yang berjalan di kedua arah yang berbeda, namun keduanya hanya dalam satu jalur rel kereta api saja… dan akhirnya bertabrakan secara dahsyat!

Lokasi
Lokasi pada saat ini sat kecelakaan terjadi berada di antara Stasiun Pondok Ranji dan Pemakaman Tanah Kusir, sebelah Utara SMUN 86 Bintaro.

Tempat kejadian perkara berada di dekat tikungan yang melengkung (kini jalan tol) Bintaro, tepatnya di lengkungan berpola huruf “S”.

Berjarak kurang lebih 200 meter setelah palang pintu Pondok Betung atau ± 8 km sebelum Stasiun Sudimara. Koordinat 6°15’39.9791”S 106°45’39.96”E (lihat peta lokasi)

Awal Mula Kesalahan
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987. Saat itu, KA 225 Jurusan Rangkasbitung – Jakarta yang dipimpin oleh masinis Slamet Suradio, asistennya Soleh, dan seorang kondektur, Syafei berhenti di jalur 3 Stasiun Sudimara. Kereta yang ditarik oleh lokomotif BB30317 dalam keadaaan sarat penumpang, yaitu sekitar 700 penumpang didalamnya.

Jenis Lokomotif nomer BB303 17 yang dipakai untuk menarik rangkaian kereta bernama KA.225 kelas Ekonomi, dari Merak ke Tanah Abang Jakarta, disaat Tragedi Bintaro 1987. (semboyan35.com)

KA 225 tersebut bersilang dengan KA 220 Patas jurusan Tanah Abang – Merak yang dipimpin oleh masinis Amung Sunarya dengan asistennya Mujiono. Kereta yang ditarik oleh lokomotif BB30617 ini bermuatan kurang lebih 500 penumpang, dan berada di jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.

Jenis Lokomotif nomer BB306 17 yang dipakai untuk menarik rangkaian kereta bernama KA.220 kelas Patas, dari Tanah Abang ke Rangkas Bitung, disaat Tragedi Bintaro 1987. (semboyan35.com)

Agar tak bingung, dibawah ini adalaqh urutan stasiun sepanjang trek sebelum bencana tersebut terjadi. Pada urutan trek masa sekarang, ada tiga stasiun baru yang pada masa lalu belum ada. Jika stasiun diurut dari arah Serpong ke arah Kebayoran pada masa kini, maka:

Rangkas Bitung –>Serpong – Rawa Buntu (stasiun baru) – Sudimara – Jurang Mangu (stasiun baru)Pondok Ranji (stasiun baru)lokasi tabrakan – Kebayoran … <– JakartaKota

Ringkasnya, posisi stasiun KA single trek pada masa lalu itu adalah:

Rangkas Bitung ->Serpong – Sudimara lokasi tabrakan – Kebayoran … <- JakartaKota

Peristiwa bermula atas kesalahan kepala stasiun Serpong yang memberangkatkan KA 225 Ekonomi (Rangkasbitung-Jakarta) ke Stasiun Sudimara, tanpa mengecek kepenuhan jalur KA di Stasiun Sudimara. Dari sini sudah terlihat KESALAHAN PROSEDUR kepala stasiun Serpong, karena tidak adanya komunikasi dan kordinasi dari Kepala Stasiun Serpong kepada Kepala Stasiun Sudimara.

Sehingga ketika KRD no. KA 225 (Rangkas-Jakarta) itu diberangkatkan dari Serpong dan tiba di Stasiun Sudimara pada pukul 6:45 WIB, ternyata benar stasiun Sudimara yang hanya punya 3 jalur saat itu penuh dengan dua KA.

Maka Kepala Stasiun Sudimara pun lantas memerintahkan masinis KRD 225 dilansir masuk jalur 1 (jalur lurus/lacu), dengan posisi di Stasuin Sudimara:

  • Jalur 1: KA 225 (jalur lacu)
  • Jalur 2: KA Indocement hendak ke arah Jakarta juga
  • Jalur 3: KA barang tanpa lokomotif

Memang menurut jadwal, seharusnya keduanya akan bersilang di stasiun Sudimara ini, dimana kalau tepat waktu, KA 225 seharusnya datang pukul 06.40 dan menunggu KA Cepat Patas 220 yang akan lewat pada pukul 06.49 di Stasiun Sudimara. Tapi kenyataannya, KA 225 ini terlambat 5 menit ketika sampai di Sudimara.

Alhasil semua jalur kereta di stasiun Sudimara akan tertutup rapat dan kereta lain tak bisa lewat. Karena penuh, maka kegiatan persilangan juga menjadi suatu yang mustahil.

Karena tak bisa, otomatis persilangan di Sudimara terpaksa dipindahkan lagi saja ke stasiun Kebayoran dengan menyuruh KA 225 jurusan Rangkas-Jakarta yang baru saja tiba dari Serpong dan kini ada di Sudimara dengan waktu yang terlambat itu, segera diberangkatkan ke stasiun Kebayoran.

Jadi pindah stasiun lagi untuk persilangan, yaitu ke stasiun Kebayoran. Namun karena kesalahan prosedur kali inilah, kemudian terjadi rentetan kesalahan prosedur yang akhirnya menyebabkan 139 orang tewas.

Sementara itu, ada kereta kedua KA 220 di stasiun Kebayoran dengan arah tujuan yang berlawanan, yaitu KA Patas yang tak berhenti (KA Cepat) bernomer KA 220 (Jakarta-Merak) yang arahnya berlawanan dengan KA 225 (Rangkas-Jakarta) dan akan diberangkatkan dari Sudimara dan masuk ke stasiun Kebayoran.

Kembali ke stasiun Sudimara yang jalur keretanya penuh, dimana KA 225 sedang berada dan tak mungkin dilakukan persilangan/berpapasan, maka kemudian diberangkatkanlah KA 225 dari stasiun Sudimara ke stasiun Kebayoran agar dapat bersilang/papasan di stasiun Kebayoran.

Semboyan keberangkatan pun ditiup oleh kepala stasiun Sudimara, lalu KA 225 yang ada dijalur 1 Sudimara dan penuh penumpang tersebut, berangkat menuju stasiun Kebayoran….

Kembali lagi kita ke stasiun Kebayoran , disaat yang sama kereta cepat (KA Patas Jakarta-Merak) baru datang dan tak ada prosedur memberhentian tunggu karena KA Cepat tidak berhenti lama, maka tak lama kemudian KA Patas 220 (Jakarta-Merak) juga langsung diberangkatkan dari Kebayoran ke stasiun Sudimara dimana pada saat yang sama KA 225 sedang jalan menuju stasiun Kebayoran dalam satu jalur rel!!

Anehnya, padahal sebelum dilakukan persilangan KA 225 (Rangkas-Jakarta) dari stasiun Sudimara (yang penuh) ke stasiun Kebayoran, sudah dilakukan kontak telepon oleh Kepala Stasiun Sudimara kepada Kepala Stasiun Kebayoran untuk meminta izin.

Pertanyaanya sekarang, mengapa kepala stasiun Kebayoran dengan “gila” telah melepas keberangkatan KA Patas 220 dari stasiun Kebayoran untuk berangkat ke stasiun Sudimara?

Rentetan Kesalahan Prosedur Yang Fatal
Mari kita ulangi kejadiannya lagi. Menurut peraturan, untuk memindahkan persilangan ke Kebayoran, PPKA harus meminta ijin dulu ke Kebayoran, dan setelah diijinkan, baru PPKA membuat surat PTP (Pemindahan Tempat Persilangan) ke masinis KA 225.

Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya. PPKA malah membuat PTP dan memberikannya hanya ke masinis, setelah itu baru menelpon meminta ijin ke Kebayoran, waduhhh! Dan sangat disayangkan, oleh PPKA Kebayoran waktu itu malah menjawab “Gampang, nanti diatur!”

Namun sesaat setelah itu, terjadi pula pergantian petugas PPKA Kebayoran. Padahal PPKA pengganti ini telah diberitahu oleh pendahulunya, bahwa di stasiun Sudimara ada dua KA yang belum masuk, termasuk KA 225. Pada saat itu, KA 220 sudah ada di Kebayoran dan siap berangkat.

Sementara itu di Sudimara, PPKA menyuruh juru langsir untuk melakukan tugasnya. Seharusnya pada saat itu, masinis harus memberikan laporan T-83 ke PPKA dan memberitahu rencana langsiran ke masinis KA 225.

Stasiun KA Kebayoran lama

Tapi entah kenapa, kereta KA 225 tiba-tiba langsung tancap gas dan melesat ke Kebayoran, tanpa ijin dari PPKA. Bahkan Kondekturnya juga tidak sempat naik! Karena kewalahan, juru langsir langsung melapor ke PPKA.

Benar saja, selang 5 menit kemudian, Djamhari, petugas PPKA Stasiun Sudimara menerima telepon dari Umrihadi, Petugas PPKA stasiun Kebayoran Lama yang mengabarkan KA nomer 220 jurusan JakartaKota-Tanahabang-Merak sudah berangkat dan sedang melaju menuju Sudimara.

Seketika, dua petugas PPKA Sudimara, mengejar KA 225 yang baru diberangkatkan dari Sudimara ke Kebayoran dengan berlari mengejar kereta KA 225 tersebut sambil mengibarkan bendera merah. Mereka berdua terus menggoyangkan sinyal secara bergantian untuk menghentikan KA 225 tapi sia-sia.

Salah satu petugas PPKA Sudimara, Djamhari, tak patah arang, dia kejar lagi KA tersebut sambil mengibarkan bendera merah. Tapi inipun juga gagal, karena kecepatan KA di atas 50 km/jam maka tidak mampu dikejar. Hingga ada juga petugas yang naik motor mengejar KA225, namun lalu lintas yang padat saat jam berangkat kantor, maka usaha terakhir ini pun juga sia-sia.

Djamhari melihat dari jauh KA 225 terus melaju semakin kencang ke arah stasiun Kebayoran, pengejarannya pun tetap sia-sia. Seketika ia menangis karena kaget, syok dan lelah, Djamhari pun sempat pingsan ditempat, dan setelah sadar ke stasiun Sudimara, dia pingsan lagi.

Pada saat yang sama, KA Patas 220 yang telah diberangkatkan dari Kebayoran juga terus melaju berangkat dari Kebayoran menuju Sudimara untuk menjemput maut…

Perjalanan Menuju Maut
Ngeri rasanya jika dibayangkan, hanya satu jalur KA antara kedua stasiun tapi diisi oleh dua kereta yang berjalan pada arah yang berlawanan, dengan kecepatan penuh!

Dua kereta api yang sama-sama sarat dengan penumpang, namun seluruhnya tak mengetahui keadaan genting ini, akhirnya pada Senin pagi itu dua KA dengan kecepatan penuh melaju bersama dengan arah saling berlawanan yang pada saat itu hanya ada satu fasilitas jalur rel.

Ditambah, jalur rel di KM 17+252 terdapat tikungan zig-zag yang berbentuk “S” berjarak pendek, tapi dikelilingi pepohonan yang rimbun. Disini sudut pandang cukup terbatas, kedua masinis sama-sama tak dapat melihat dan kedua kereta bertemu secara tiba-tiba.

Dalam keadaan mendadak, tiba-tiba kereta dari arah berlawanan muncul, para masinisnya panik dan tidak sempat mengerem, dan jika dilakukan pun akan percuma, apa yang bisa dilakukan hanyalah meloncat keluar!

Akhirnya tabrakan tak dapat lagi dihindari, kedua KA “bertabrakan muka” di lokasi ± Km 18.75 . Benturannya sedemikian dashyatnya, hingga gerbong pertama persis di belakang lokomotif di kedua kereta langsung menyelimuti masing-masing lokomotifnya.

Efek teleskopik ini menewaskan banyak penumpang, dan mereka yang bernasib malang langsung “tergiling” oleh putaran kipas radiator lokomotif.

Kedua kereta hancur, terguling dan ringsek. Kedua lokomotif, yaitu tipe 303 dengan seri BB 303-17 dan tipe 306 dengan seri BB 306-17 rusak berat. Jumlah korban jiwa 156 orang, dan ratusan penumpang lainnya luka-luka.

Karena itu tidak heran bahwa semua korban tewas berada di gerbong pertama dan di lokomotif. Sesaat setelah tabrakan, tempat itu dipenuhi oleh tangisan, erangan, serta bau darah dari dalam rongsokan kereta.

Jika prosedur dilakukan, maka KA 220 Patas (KA Cepat) yang akan melintas di stasiun Kebayoran secara normal, justru yang harus berhenti menunggu karena stasiun Sudimara penuh, KA 220 yang justru harus mengalah dan berhenti di stasiun Kebayoran untuk menunggu, hingga KA 225 sampai tiba di Kebayoran dan berpapasan di stasiun Kebayoran tersebut dengan KA 220.

Dampak Tragedi
Akibat tragedi tersebut, masinis KA Patas 220 Slamet Suradio diganjar 5 tahun kurungan. Ia juga harus kehilangan pekerjaan, sehingga ia memilih pulang ke kampung halamannya, menjadi petani di Purworejo. Sebelumnya, ia telah berkarya selama 20 tahun di perusahaan KA.

slamet tragedi bintaro

Nasib yang serupa juga menimpa Adung Syafei, kondektur KA 225. Dia harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Sedangkan Umrihadi (Pemimpin Perjalanan Kereta Api, PPKA, Stasiun Kebayoran Lama) dipenjara selama 10 bulan.

Seorang mantan pengatur sinyal kereta api yang juga dinyatakan bersalah kini menapaki masa tua dengan penuh penantian.

Meskipun telah melalui banding, ia diputuskan tidak bersalah, hingga kini hanya bisa menunggu datangnya mukjizat untuk memperoleh pengakuan atas pengabdiannya selama lebih dari dua puluh tahun.

Badan ringkih itu kini acapkali nampak ada di stasiun Rangkas Bitung, sekedar untuk mengenang masa lalu dan tentu saja memperoleh belas kasihan kolega yang juga sama-sama pantas dikasihani.

Kejadian ini sempat ramai diberitakan di berbagai media massa, dan sangat mengejutkan masyarakat. Walaupun kecelakaan kereta api sudah sering terjadi di dekade 1980-an, tapi baru kali ini sampai separah ini.

Namun PJKA tidak tinggal diam. Beberapa operasi penertiban segera dilaksanakan. Hal ini perlu, mengingat KA di jalur sekitar Tanahabang memang dari dulu terkenal karena ketidak-tertibannya. Entah karena banyaknya penumpang di lokomotif maupun di atap, ataupun karena banyak penumpang yang tidak membayar dan suka menghajar kondektur.

film Tragedi Bintaro

Dan pada saat kejadian, lokomotif KA 225 memang dipenuhi penumpang gelap, sebagian bergelantungan di luar.

Selain itu beberapa peningkatan prasarana juga dilakukan untuk pencegahan. Seperti pemasangan radio di lokomotif (pada waktu kejadian, sedikit lokomotif di Indonesia yang punya radio).

Selain itu di antara stasiun Kebayoran dan Sudimara kemudian dibangun stasiun baru, Pondok Ranji lalu disusul stasiun Jurang Mangu. Sistem persinyalan di jalur ini kemudian dirubah dari mekanik menjadi elektrik.

Namun, efek terbesar dari kejadian ini adalah pembangunan double track besar-besaran untuk mencegah tabrakan muka terjadi lagi. Ironisnya, program ini baru terlaksana hampir dua dekade kemudian dan akhirnya jalur ganda ini selesai pada tahun 2007. Andai proyek jalur ganda ini selesai 20 tahun lebih awal…

Kisah memilukan ini sempat diabadikan ke dalam sebuah filem dengan judul yang sama “Tragedi Bintaro”, untuk mengenang para korban dan berharap agar peristiwa ini tak terulang lagi, aamin. Berikut cupikannya, untuk film utuhnya bisa anda saksikan dibawah halaman ini atau klik disini: Cuplikan Film “Tragedi Bintaro”

Selain itu, penyanyi dan pencipta lagu terkenal Iwan Fals yang pada masa orde baru sempat dipidana karena lirik lagunya dan masuk bui, juga ikut mengabadikan peristiwa Tragedi Bintaro yang tragis ini dalam sebuah lagu yang berjudul 1910, berikut liriknya:

Apa kabar kereta yang terkapar di senin pagi
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata… air mata…

Belum usai peluit belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata… air mata…

Berdarahkan tuan yang duduk di belakang meja
Atau cukup hanya ucapkan belasungkawa aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundak

Semudah itukah luka-luka terobati
Nusantara, tangismu terdengar lagi
Nusantara, derita bila terhenti

Bilakah… bilakah…
Sembilan belas oktober tanah Jakarta berwarna merah
Meninggalkan tanya yang tak terjawab
Bangkai kereta lemparkan amarah
Air mata… air mata…

Oooh…
Nusantara langitmu saksi kelabu
Nusantara terdengar lagi tangismu
Ho.. ho… ho…

Nusantara kau simpan kisah kereta
Nusantara kabarkan marah sang duka

Saudaraku pergilah dengan tenang
Sebab luka sudah tak lagi panjang (klip video youtube – Iwan Fals 1910)

Kecelakaan ini juga menyisakan beberapa teka-teki hingga saat ini. Apa sesungguhnya yang menyebabkan masinis KA 225 berjalan tanpa ijin?

Dan setelah kejadian itu, kereta krane yang dijuluki “Si Bongkok”, yang dipakai untuk menolong, sempat mengalami anjlok dalam perjalanan kembali ke stasiun Manggarai.

Hingga saat ini perintah keberangkatan KA 225 yang diberikan PPKA Sudimara masih menjadi perdebatan, apakah akibat semboyan yang diberikan pak Djamhari (PPKA SDM saat itu) adalah semboyan 40 ataukah semboyan 46.

Kereta krane yang dijuluki “Si Bongkok”, yang pernah dipakai untuk menolong Tragedi Bintaro 1987 sempat anjlok di stasiun Manggarai.

Penyelidikan Menurut Saksi Mata dan Terdakwa
Dari hasil laporan terhadap beberapa petugas, di Stasiun Sudimara, terdapat 3 jalur yang saat itu sedang penuh dengan KA. Mengetahui hal tersebut, Djamhari selaku kepala PPKA ( Pengatur Perjalanan Kereta Api ) Stasiun Sudimara menghubungi Stasiun Kebayoran Lama untuk melakukan persilangan jalur di Stasiun Kebayoran Lama, namun Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama, Umriyadi / Umrihadi menolaknya dan tetap meminta persilangan dilakukan di Stasiun Sudimara.

Mau tak mau, Djamhari kemudian mengosongkan jalur 2 (KA Indocement) untuk menampung KA 220 Patas yang telah berangkat dari Stasiun Kebayoran Lama setelah mendapat izin dari Kepala PPKA dengan memindahkan KA 225 ke jalur 1.

Djambhari kemudian memerintahkan Juru Langsir untuk memberi tahu masinis jika KA 225 hendak dipindah ke jalur 1. Juru Langsir kemudian memberi peringatan kepada masinis dan penumpang dengan mengibaskan Bendera Merah dan meniup peluit Semboyan 46 ( tanda kepada masinis dan penumpang jika kereta akan dilangsir )tanpa membatalkan perintah persilangan yang terlanjur diberikan kepada masinis KA 225.

Masinis KA 225 mendengar bunyi peluit Juru Langsir, namun ia tidak dapat memastikan apakah itu bunyi semboyan 46 atau semboyan 40 (tanda ketika petugas peron memberi sinyal hijau kepada kondektur KA, artinya jalur telah aman untuk dilalui).

Karena kondisi kereta yang penuh sesak, masinis pun menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar lokomotif, dan orang tersebut menjawab jika sudah waktunya kereta berangkat yaitu Semboyan 40 tanpa memastikan kembali.

Maka masinis membalas membunyikan Semboyan 41 (tanda yang dibunyikan oleh masinis dan kondektur sebagai respon atas dimengertinya semboyan 40 yang telah diisyaratkan oleh Kepala Stasiun), disusul kemudian dibunyikannya semboyan 35 (masinis membuyikan klakson sebagai tanda kereta akan berangkat).

Padahal sang Masinis tidak tahu jika semboyan 40 belum diberikan oleh Kepala PPKA, yang diberikan hanyalah Semboyan 46 (kereta harus langsir) dan sang masinis KA 225 langsung memberangkatkan kereta, hanya karena jawaban seseorang yang mengatakan jika kereta telah siap untuk berangkat.

Pada pukul 07.00 WIB, KA 225 berangkat tanpa ijin dari Kepala PPKA. Para petugas di Stasiun Sudimara dan Kepala PPKA langsung panik saat mengetahui KA 225 telah berangkat tanpa ijin, apalagi setelah Djamhari dihubungi oleh Kepala PPKA Stasiun Kebayoran Lama jika KA 220 Patas juga telah berangkat menuju Sudimara.

Juru Langsir kemudian langsung mengejar KA 225 dan berhasil naik gerbong paling belakang, namun sayangnya ia tidak dapat memberi tahu sang masinis karena penuhnya penumpang. Maka tragedi tak dapat dihindari. Begitulah versi dan alibi serta kesaksian dari para petugas di tempat kejadian tentang penyebab tragedi ini.

Kamus Kecil:

  • Semboyan 35: Ketika Masinis membunyikan Horn (Klakson) KA, sebagai Tanda KA akan diberangkatkan.
  • Semboyan 40: Ketika Petugas Peron memberikan Sinyal Hijau kepada Kondektur KA, tanda jalur telah aman untuk dilalui.
  • Semboyan 41: Ketika Kondektur membunyikan Peluit sebagai respon atas dimengertinya Semboyan 40 yang telah diberikan.
  • Semboyan 46: Ketika Juru Langsir meniup peluit dan mengibaskan Bendera Merah, sebagai tanda kepada masinis dan penumpang bahwa KA akan segera dilangsir.

Nasib Sang Masinis Tragedi Bintaro
Purworejo – Kecelakaan kereta api di Bintaro tahun 1987 yang menewaskan ratusan penumpang tidak hanya menjadi tragedi bagi mereka yang ditinggalkan. Ini juga sebuah tragedi besar bagi Slamet Suradio yang kala itu jadi masinis kereta nahas itu. Slamet menjadi terpidana dan dipenjara selama tiga tahun lebih. Pemeriksaan yang dialaminya pun penuh kekerasan.

Sejak itu, jalan hidup Slamet, warga Krajan, Desa Gintungan, Purworejo, Jawa Tengah, ini berbalik arah.. Selain dipenjara, lelaki empat anak ini dipecat dengan tidak hormat yang membuat ia kehilangan hak pensiunnya.

Keluar dari bui, untuk menghidupi istri dan anaknya, pria 71 tahun ini berdagang asongan dengan pendapatan Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per hari.

Kenangan saat jadi masinis membuatnya terkadang ingin mengenakan kembali baju kebanggaannya, seragam pegawai PT Kereta Api. Baju yang sudah berumur puluhan tahun itu masih terawat dan bersih. Kartu kepegawaian pun masih disimpannya. Slamet pasrah dengan jalan hidupnya. Hanya saja kalau bisa meminta ia ingin mendapat hak pensiunnya karena dia merasa pernah jadi pegawai negeri.

Slamet bintaro dan istri

Munculnya kisah Slamet Suradio (71) mantan masinis kereta yang mengalami tragedi kecelakaan Bintaro 1987 tersebut ini, dalam pemberitaan di beberapa media pekan lalu membuat kakek tua warga RT 02 RW 02 Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo ini mendadak tenar.

Apalagi setelah Mbah Slamet Bintaro, sapaan akrabnya di daerah tempat tinggalnya, tampil dalam sebuah acara televisi swasta, kisah nestapanya menggugah empati banyak orang.

Beberapa dermawan akhirnya mengulurkan tangannya untuk membantu laki-laki yang saat menjalani hukuman penjara di LP Cipinang istrinya direbut orang itu.

Di dunia maya, nama Mbah Slamet pun tiba-tiba moncer. Di situs jejaring sosial Facebook juga muncul empati dari facebuker (pengguna Facebook) yang membuat grup “Dukung Mbah Slamet Memperjuangkan Uang Pensiunnya”.

Dalam group tersebut, banyak diupload pemberitaan dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik yang mengupas mengenai kisah- kisah kehidupan Mbah Slamet setelah menjalani hukuman akibat diputus bersalah dalam tragedi Bintaro.

Kisah sedih Mbah Slamet juga mampu menggugah rasa iba di kalangan para pengguna situs Kaskus. Di situs tersebut juga muncul seruan untuk mendukung Mbah Slamet untuk memperjuangkan uang pensiuannya. Bahkan beberapa orang menawarkan ide menggalang donasi untuk membantu mantan masinis malang ini.

Slamet masinis Tragedi Bintaro

Layaknya seorang selebriti, ketenaran mendadak itupun ternyata juga meminta “tumbal”. Mungkin bagi Anda sebuah lapak tempat jualan itu menjadi barang yang tidak berharga.

Tapi tidak bagi Mbah Slamet yang hanya memiliki penghasilan Rp 5.000 per hari dari pekerjaanya sebagai pengasong rokok dan tukang kayu.

Lapak tempat dia jualan di perempatan BRI Kutoarjo diambil paksa oleh pemiliknya. Tampilnya Mbah Slamet dalam pemberitaan media dianggap pemilik lapak itu sebagai bukti Mbah Slamet sudah mendapatkan uang pensiun.

“Dikira uang pensiuan saya sudah turun. Keluarga saya memang punya hutang sama orang yang meminjami saya lapak. Hutangnya 5 gram emas dan dijual dulu untuk mengurus pensiuan. Terus saya ditagih hutang. Saya jelaskan uang pensiun belum turun, dia tidak percaya. Akhirnya tempat jualan rokok itu diambil paksa,” keluh Mbah Slamet dengan tertawa polos saat ditemui di sela-sela dia membuat lapak baru di rumahnya, Rabu (13/10/2011).

Apes betul, ketenarannya itu juga membuat orang-orang yang dulu disambati Mbah Slamet menganggap kehidupan suami dari Tuginem (45) ini sudah mapan dan hidup layak. Padahal itu berbanding terbalik. Belum ada perubahan yang mencolok. Blandar rumahnya juga tetap keropos, bahkan dikhawatirkan bisa ambruk.

“Memang karena berita-berita kemarin, ada beberapa orang yang baik hati memberi bantuan. Tapi itu digunakan istri saya untuk memperbaiki rangka atap rumah. Kalau dibiarkan rumah bisa roboh dan menimpa keluarga kami kan bisa celaka semuanya,” katanya.

Slamet Suradio mantan masinis KA Cepat 220 Jurusan Tanahabang – Merak, saat Tragedi Bintaro.

Paiman (51), warga Tegal Kutoarjo yang juga masih saudara dengan Mbah Slamet tadi datang untuk memastikan keselamatan Mbah Slamet.

Sebab dia mendengar kabar lapak Mbah Slamet sempat akan dibakar setelah dia menyatakan benar-benar belum mendapat uang pensiun. “Saya kasihan, makanya untuk memastikan kondisinya saya datang kesini,” katanya, tadi.

Paiman menegaskan, hingga hari ini uang pensiun Mbah Slamet benar-benar belum turun. Oleh karena itu, dia berharap ada orang atau lembaga bantuan hukum yang secara sosial bersedia membantu Mbah Slamet untuk bisa memper-juangkan uang pensiuannya.

Lagi-lagi karena uang pensiun itulah yang menjadi harapan Mbah Slamet yang kini usianya sudah semakin udzur.

Timbul pertanyaan, kenapa selalu masinis yang dipersalahkan dalam setiap kasus tabrakan? Apakah ada yang salah dengan hukum dan keadilan di negeri ini? Apa ada “main-main” di dalam tubuh PT. KAI sendiri? atau ada hal lain?

Masinis hanyalah manusia atau karyawan rendahan PNS yang menjalankan perintah sesuai semboyan perkereta-apian yang diberikan dari atasannya. Justru jika ia tak melaksanakannya, barulah ia melanggar perintah yang telah diberikan kepadanya.

Artikel: Kisah Slamet Suradio, Masinis KA dalam Tragedi Bintaro 1987, Hidupnya Kini Part-1 , Part-2.

Urban Legend Tragedi Bintaro, Glundung Pringis (Kepala Manusia) di lintasan KA Bintaro, Jakarta


Sejumlah kecelakaan yang merenggut ratusan bahkan ribuan jiwa di lintasan kereta api Bintaro menyebebkan daerah ini terkenal keangkerannya. Kabarnya, pada malam-malam tertentu terlihat potongan kepala manusia (glundung pringis)menggelinding dengan sendirinya. Atau hantu perempuan yang mengenakan jubah putih dengan mata merah menyala. Suaranya bagai ringkikan kuda. Menyeramkan!

Lintasan kereta api Bintaro terletak di depan sebuah Sekolah Dasar. Jaraknya kira-kira hanya 500 meter dari Balai Rakyat. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat lintasan ini, keangkeran daerah tersebut sudah dirasakan sejak tahun 1970. Kala itu, sejumlah kecelakaan yang merenggut nyawa manusia mulai terjadi.

Sisa blok radiator salah satu lokomotif eks Tragedi Bintaro di BY Pengok, Yogyakarta, tahun 2004.

Keangkeran kawasan ini lebih menakutkan lagi manakala terjadi kecelakaan kereta api yang maha hebat dan menelan banyak korban.

Peristiwa yang disebut dengan Tragedi Bintaro dan terjadi pada bulan Oktober 1987 semakin mengukuhkan kewingitan daerah ini.

Kabarnya, sejak itu, sejumlah hantu dan arwah penasaran semakin berani menampakkan diri.

Mereka bukan hanya mengganggu masyarakat sekitarnya, tetapi juga para pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Maka, tak ayal lagi bila di daerah ini masih sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Konon, kemunculan setan itu terjadi antara maghrib sampai tengah malam. Atau malam-malam tertentu setelah terjadi sebuah kecelakaan.

Wujud hantu itupun bisa bermacam-macam. Ada warga yang mengaku melihat potongan kepala (glundung pringis) menggelinding dengan sendirinya. Namun, ada pula warga yang melihat hantu perempuan dengan sorot mata nanar dan suara menakutkan.

Tragedi Bintaro, Senin 19 Oktober 1987

Namun kebanyakan warga mengaku, mereka lebih sering mendengar atau melihat suara orang yang merintih kesakitan. Bajunya compang-camping dengan darah dan luka yang memenuhi seluruh tubuhnya.

“Mereka menampakkan dirinya secara bergerombol menuju ke lokasi Tragedi Bintaro, lalu menghilang,” ujar seorang warga sembari menunjukkan rasa ketakutan.

Kebanyakan orang di daerah itu masih percaya bahwa sejumlah kecelakaan yang memakan korban nyawa menyebabkan munculnya arwah gentayangan.

Yang menjadi ketakutan warga bila arwah tersebut mengganggu para pengguna jalan, sehingga dapat mengurangi konsentrasi pengemudi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan baru.

Tentu, kecelakaan seperti ini akan meningkatkan keangkeran wilayah tersebut. Padahal, keangkeran lintasan ini sudah tak diragukan lagi. Sejumlah orang mengaku tidak berani melewati daerah ini bila malam telah menjemputnya. Mereka memilih jalan alternatif agar perjalanannya tak terganggu.

26 Tahun Berlalu, Tak Jauh dari Tragedi Bintaro: Sebuah KRL tabrak Mobil Tangki BBM dan Terbakar Hebat!

Tragedi kecelakaan kereta api kembali terulang di daerah yang tak begitu jauh dari Tragedi Bintaro tahun 1987 yang kini sudah memiliki rel ganda (lihat lokasi via satelit).

Dan uniknya tragedi ini terjadi di hari yang sama, pada hari Senin, namun di tanggal dan bulan yang berbeda, tepatnya pada tanggal 9 Desember 2013 atau 26 tahun kemudian.

Kecelakaan tragis antara Kereta commuter line jurusan Serpong – Tanah Abang, dan Truk Tangki yang melintasi palang pintu didaerah Bintaro yang terjadi Senin (9/12/2013) menelan puluhan korban, baik korban luka-luka maupun korban meninggal.

krl-tabrak-mobil-tangki-di-kranji-9 Desember 2013

Menurut Kronologi kejadian, kecelakaan yang juga ikut menewaskan masinis KRL bernama Sudarman Prasetyo serta Satu teknisi bernama Sofyan Hadi ini berawal ketika sebuah truk tangki bermuatan BBM bensin Premium berisi 24000 liter yang menerobos perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Akibatnya kecelakaan tersebut tidak dapat dihindarkan.

Menurut Kepala Humas PT KAI Daops I, Sukendar Mulya, sebelum kecelakaan terjadi, kereta yang akan melintas sudah memberi peringatan. Tapi tiba-tiba saja, truk tersebut tetap nekat melintas!

“Kejadian awal tiba-tiba truk terobos pintu KRL, padahal sudah ada klakson,” jelas Sukendar saat dihubungi, Senin (9/12/13). Tak hanya membunyikan klakson, petugas perlintasan sudah membunyikan sirene tanda palang pintu akan turun karena bakal ada kereta yang melintas.

Tapi si pengemudi truk tetap nekat. Akibatnya, truk menabrak kereta dan seketika api berkobar hebat. Tak hanya itu, satu gerbong terlihat terguling.

krl-tabrak-mobil-tangki-di-kranji-9 Desember 2013 02

Kejadian tragis ini terjadi pada hari Senin pukul 10:55 WIB saat terjadi tabrakan, setelah 30 menit berlalu yaitu pada pukul 11:25 WIB pemadam kebakaran baru tiba di lokasi, dan pada pukul 12:50 WIB PT KAI memastikan ada 7 korban jiwa dan seluruh korban telah dievakuasi dari tempat kejadian.

Dari foto kecelakaan yang beredar memperlihatkan gerbong terdepan kereta menabrak bagian badan truk. Tak lama kemudian, truk pun terbakar. Sementara gerbong paling depan adalah tempat masinis dan gerbong penumpang khusus wanita, terguling. Sejauh ini terdapat sekitar 75 korban luka, 7 meninggal, 5 luka bakar, total korban sebanyak 85 orang. (lihat: video evakuasi korban tabrakan KA dan Truk Tangki 9 Des. 2013)

Sofyan Hadi, Teknisi Yang Menjadi Pahlawan Termuda Indonesia

Karir Sofyan Hadi sebagai teknisi kereta hanya seumur jagung, 3 bulan. Ia juga tak sempat meraih pekerjaan impiannya sebagai masinis. Kecelakaan maut Tragedi Bintaro II Senin 9 Desember 2013 mengakhiri cita-cita, juga hidupnya.

Namun, meski diselimuti kesedihan, perasaan bangga menyeruak di hati keluarganya yang berduka. Sofyan Hadi tidak meninggal sia-sia. Ia tewas sebagai pahlawan.

Sofyan hadi teknisi KAI korban bintaro-2

Sofyan Hadi, Teknisi Yang Menjadi Pahlawan Termuda Indonesia

Kakak Sofyan, Dewi Anggraini (25), menceritakan bagaimana sang adik menjadi pahlawan saat menyelamatkan balita 4 tahun dan memilih kembali ke kabin masinis sesaat sebelum KRL jurusan Serpong-Tanah Abang itu menabrak truk tangki BBM.

Cerita heriok itu didapat Dewi dari seorang ibu yang tiba-tiba saja datang ke RS Polri Kramat Jati, tempat Sofyan disemayamkan pasca-kecelakaan. Perempuan itu datang sambil menangis dan tak hentinya mengucapkan terima kasih pada Sofyan.

Dewi mengatakan, kala itu sang ibu menceritakan bagaimana Sofyan berusaha menyelamatkan para penumpang. Sesaat sebelum kecelakaan, Sofyan yang berada di kabin masinis tiba-tiba keluar.

Bungsu dari 4 bersaudara itu masuk ke gerbong wanita yang hanya dipisahkan satu pintu dari kabin masinis. Saat itu juga, Sofyan memberitahukan penumpang akan terjadi kecelakaan. Para penumpang diminta oleh Sofyan untuk menuju ke gerbong kedua.

Mendengar kabar itu, para penumpang panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Saat itu, ada balita berusia sekitar 4 tahun yang terlepas dari pengawasan orangtuanya dan menangis. Melihat hal itu, Sofyan menghampiri sang balita dan menggendongnya.

Sofyan hadi teknisi KAI korban bintaro-2 2

Sadar anaknya menghilang, salah seorang wanita menghampiri Sofyan dan mengambil balita yang sedang digendongnya. Tak sampai di situ, Sofyan masih memberitahu agar penumpang mencari tempat aman seperti mendekat ke jendela atau lari ke gerbong lain.

“Ibu cepet pegangan jendela deket pintu. Lari ke gerbong lain!,” lanjut Dewi meniru ucapan adiknya yang diketahui dari saksi-saksi mata.

Bukan menyelamatkan diri, Sofyan malah kembali menuju ke gerbong depan. Lalu Sofyan berusaha menarik tuas rem darurat yang berada tak jauh dari kabin.

Kemudian Sofyan justru kembali ke ruang kabin masinis dan menutup rapat pintu, sehingga semburan api pasca-tabrakan tak menjalar lebih jauh. Namun, terlambat. Kereta yang ditumpanginya keburu menabrak truk tangki, terguling, dan terbakar.

Korban Bintaro-2 dimakamkan 01

Karyawan-karyawan PT. KAI memberikan penghormatan kepada ketiga korban Tragedi Bintaro-II, yang merupakan karyawan PT. KAI di Stasiun Gambir sebelum dimakamkan.

Dewi mengatakan, usai menceritakan jasa Sofyan kepadanya, sang ibu memberi amplop sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkan anak balitanya. Namun, Dewi tak sempat menanyakan nama dan dari mana ibu itu berasal.

“Dia terus ngasih amplop tanda terima kasih. Tapi saya nggak sempat nanya siapa dia,” tambahnya. Kisah itu diakui Dewi, memperingan rasa duka yang menyeruak di dada. “Sekarang cuma bisa berdoa. Semoga dikasih tempat yang baik. Amin. Keluarga juga insya Allah sudah ikhlas,” tutupnya. (lihat video: Sofyan Hadi – Pahlawan Muda di Kecelakaan Bintaro)

Nama Korban Berjiwa Heroik pada Tragedi Bintaro-II Diabadikan Sebagai Panutan

PT Kereta Api Indonesia mengabadikan korban kecelakaan kereta Bintaro, Sofyan Hadi, menjadi sebuah nama Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian di Kota Bekasi, Jawa Barat. Hal itu diberikan sebagai penghargaan kepada Sofyan.

“Dia (almarhum Sofyan Hadi) bekerja hingga titik darah penghabisan, sehingga wajar jika totalitas pengabdiannya itu dikenang serta dicontoh awak kereta serta pegawai yang lain,” kata Direktur Sarana PT KAI Bambang Eko Martono, usai peresmian, di Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis (19/12/13).

Menurutnya, tindakan heroik Sofyan Hadi, sesaat sebelum Commuterline Serpong-Tanah Abang menghantam truk tangki bahan bakar milik Pertamina di perlintasan Pondok Betung, Bintaro menginspirasi PT Kereta Api Indonesia untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada pemuda Bekasi yang bertugas sebagai teknisi kereta tersebut.

Korban Bintaro-2 dimakamkan 02

Tiga korban Tragedi Bintaro-II, yang merupakan karyawan PT. KAI disemayamkan dan di shalatkan oleh rekan-rekannya di Stasiun Gambir sebelum dimakamkan.

Keluarga almarhum Sofyan Hadi turut menyaksikan langsung penyematan nama anak bungsu dari empat bersaudara itu yang dilakukan oleh Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Ignatius Tri Handoyo, dan Vice President Train Crew Management PT KAI Porwanto Handry Nugroho.

Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono menambahkan, nama Sofyan Hadi disematkan pada BPTP dengan harapan, para generasi muda yang tengah menjalani pelatihan perkeretaapian bisa meneladani tindakan patriotik almarhum.

Selain Sofyan Hadi, dua pegawai PT KAI yang juga tewas dalam kecelakaan tersebut, namanya juga disematkan pada balai pelatihan di wilayah berbeda.

Nama masinis Darman Prasetyo disematkan di Balai Pelatihan Teknik Traksi Yogyakarta. Sementara nama asisten masinis Agus Suroto disematkan di Balai Pelatihan Operasional dan Pemasaran Bandung.

“Di Stasiun Tanah Abang juga dibuat prasasti untuk mengenang jasa mereka,” kata Sugeng.

(Sumber: liputan6.com/jelajahunik.us/blogspot:dekade80, panjiploembond, tuanggana, terselubung/wikipedia/wikimapia/semboyan35.com/merdeka/ liputan6/ berbagai sumber/edited: icc.wp.com)

http://www.cp24.com/polopoly_fs/1.1580807!/httpImage/image.jpg_gen/derivatives/landscape_620/image.jpghttp://1-ps.googleusercontent.com/x/www.nst.com.my/w1.nst.com.my/polopoly_fs/1.427171.1386590891!/image/image.jpg_gen/derivatives/landscape_454/image.jpg.pagespeed.ce.Jgs_AhyqF8.jpghttp://w1.nst.com.my/polopoly_fs/1.427179.1386591060!/image/image.jpg_gen/derivatives/landscape_454/image.jpg

 

game the house

Anda Penggemar Game Horor dan Misteri? Silahkan Klik Pada Gambar Diatas Untuk Permainan Game Horor “Rumah Hantu”

Game The House Part-1

Game The House Part-2

FILM “TRAGEDI BINTARO”

Tragedi Bintaro (FULL)

DOWNLOAD “TRAGEDI BINTARO” (2 PARTS) Xvid R5, Format AVI :

PART-1 (105 mb) | PART-2 (95 mb) (MAAF, LINK DOWNLOAD SUDAH TAK ADA)

Artikel Misteri Indonesia Lainnya:

Aneh Tapi Nyata!! Taksi Antar 3 Hantu Wanita Masuk Gang Sempit Dekat TPU Karet Bivak Jakarta, Supir Langsung Pingsan!

10 Tempat Paling Angker dan Misterius Seantero Jakarta

Sejarah dan Misteri Wilayah Ancol Jakarta

Star Map atau Peta Bintang ditemukan di Kupang Indonesia!

Ternyata, Indonesia memiliki beberapa Piramida!

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi!

Manusia Jawa Purba Pernah Mendiami Eropa 700.000 Tahun Lalu

Novel Heboh: “The Jacatra Secret” Misteri Satanic Symbols di Jakarta

32 Fakta-Fakta Unik Tentang Indonesia

Misteri: Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua

Letusan Krakatau Tertulis di Kitab Ronggowarsito: Kitab Raja Purwa

Sejarah Meletusnya Gunung Galunggung Sejak 1822, 1894, 1918 dan 1982

Misteri dan Kronologi Meletusnya Tambora, Tiga Kerajaan Lenyap Seketika!

Misteri Letusan Gunung Toba, satu-satunya Supervolcano di Indonesia

Misteri Monas: Wanita Di Obor Api Tugu Monas Jakarta, Nyi Roro Kidul?

Konspirasi: “Mystery of The National Treasures of Indonesian Kingdoms”

Misteri Segitiga Masalembo, Segitiga Bermudanya Indonesia

Di Manado Terdapat Tugu Menorah Zionist Yahudi Terbesar di Dunia

Misteri Gunung Salak Dan Beberapa Kecelakaan Pesawat

Peristiwa-Peristiwa Mistis di Gunung Salak Jawa Barat

=>Puluhan Artikel Terkait Misteri Indonesia Lainnya<=

Artikel ini juga di forward oleh KapanLagi.com , lintas.me, forum kaskus.co.id (1) , kaskus.co.id (2)

Join Facebook untuk mengetahui artikel-artikel “gila” lainnya:

*****

http://wp.me/p1jIGd-227

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Misteri Indonesia, Supernatural. Tandai permalink.

37 Balasan ke Misteri Tragedi Bintaro 1987: Kecelakaan Kereta Api Terdahsyat di Indonesia

  1. hadiwinoto berkata:

    salam kenal gan, ane kebetulan warga deket TKP,

    yg soal hantu2 di atas terlalu berlebihan, warga sini juga ga heboh ko soal hantu mah, itu mungkin cuma ada yg melebih2kan ceritanya, cmiiw

    cuma yg ane tau, dulu warga sini bbrp waktu sempet “enggak doyan daging” karena (maaf) dulu warga ngelihat secara langsung potongan tubuh berserakan,

    ane sendiri selalu merinding kalo ngenang cerita dr bokap nyokap soal ini,
    tp yg soal hantu di atas, ane anggep terlalu berlebihan hhe
    keep posting gan,

  2. mila berkata:

    Waktu tragedi bintaro, saya masuk sekolah siang, jadi sedang di rumah dan melihat kehebohan para tetangga yg terkejut mendengar suara tabrakannya. Ada juga tetangga yang langsung berkemas-kemas, disangka markas Cilandak meledak lagi (tau ga kejadian yang di Cilandak?), ga taunya tabrakan kereta. Ada tetangga yang jadi korban peristiwa tsb, ada juga yg sempat mau naik kereta dari Kebayoran ke Sudimara tapi ketinggalan. Semula ia marah2, akhirnya alhamduliLlah. Yg pasti, setelah kejadian itu, bolak-balik terdengar bunyi ambulance yang lewat termasuk branwir dan jalan yg dilintasi rel kereta dekat Pasar Bintaro ditutup beberapa hari. Banyak cerita2 seputar kejadian tsb, ga tau bener ga.
    Saya sendiri ga pernah lihat langsung, cuma lihat dari TV.

  3. Rheza berkata:

    Ane lumayan sering lewat TKP alhamdulillah ga ada apa-apa,jangan terlalu mebesar2kan sesuatu,kasian sama korban korban yang udah meninggal masih aja diomongin sampai dibilang jadi arwah penasaran..kasian mereka..jauh lebih baik doain mereka biar diampuni dosa2nya sewaktu hidup da di tempatkan di tempat yang layak di sisi ALLAH SWT..Amieenn..

  4. cahyo berkata:

    Tak ayal kalo memang sebuah kecelakaan akan menjadi misteri namun kita sebagai manusia biasa yg bisanya cuma bisa berdo’a agar arwah mereka diterima disisinya, dan saya adalah orang yg sering menggunakan jalan alternatif itu sebagai pulang pergi kerja dimana pada suatu malam hari motor saya pernah mati. di mana pas perlintasan terjadinya kecelakaan tragedi bintaro,

  5. Achsanul berkata:

    thanks for sharing … aq penggemar blog ente … nice blog … CERITA INI MENJADIKAN MISTERI KECELAKAAN KERETA BAGI SAYA …. karena hal ini semacam ada teka-tekinya dibalik kecelakaan2 kereta di Indonesia… aq tertarik ma hal yang begini .. termasuk runtutan kejadiannya ….

  6. nopita berkata:

    iiihhhhhhhhhhhh sereeeeeeeeeemmmmm

  7. uphie berkata:

    iiihhhhhhhhhh sereeeeeeemmmm

  8. Rahmat purwa Saputra berkata:

    Banyak cerita aneh,namun saya mah gak percaya sih,hanya Allah yang tahu aje ya,gue gak ikutan dah

  9. farhan berkata:

    waw takut kali ya kalo liat ane kata temen ane pernah liat penampakan hantu di salah satu pintu kereta kata ane yg bener ji ya bener ahh…! takut

  10. Isinya lengkap banget… jadi lbh tau kronologisnya

  11. baru tau aku korbanya sebanyak itu 😦 semoga arwahnya di terima disisi ALLAH SWT

  12. Rian berkata:

    tragedi kembali terjadi kawan., tragedi bintaro ini untuk yang kedua kalinya setelah 26 tahun.,

  13. Budi Nurhikmat berkata:

    ADA APA DENGAN BINTARO ??!

  14. Dendy Nurmawan berkata:

    klo boleh tau, judul background lagunya apa ya ?? 😀

  15. Mahesa 1a berkata:

    woww udh 26 th krl terjadi lagi sihhh pasti gentayangan lagi dech kagok yeh klo rmh gw di bintaro

  16. innalillahi wainnailaihi rojiun, takdir emang ga bisa dihindari, sedih banget 😥

  17. ari anto berkata:

    semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi pengendara agar lebih berhatihati klau akan melintasi jalur kereta api.

  18. Ririe_Ramadona berkata:

    turut berduka cita. smg kejadian kyk gni gag terulang lg. n hukum hrs adil. jgn slhkan org2 yg tidak berslh. 🙂

  19. sumafathulbaroq berkata:

    pengendara harus mengikuti rambu rambu supaya tidak terjadi kecelakaan lagi

  20. Mahesa 1a berkata:

    smoga mayat masinis/tekhnisi kereta/asisten masinis pun di trima oleh ALLAH amiin

  21. infogame berkata:

    saya mencari2 artikel nya, ternyata ada disini keep posting sob!!!

  22. Mahesa 1a berkata:

    org yg ada di bumi follow me ~> @ mahesa_sayidina ok

  23. Mahesa 1a berkata:

    semoga kejadian ini jadi pelajaran untuk pengendara agar lebih berhatihati agar melewai jalur kereta api (HASMI) 153-567

  24. syaefa berkata:

    wallohuma’lam bisshowad, dan semua akan kembali kepadaNya, dan semua pasti ada hikmahnya. yang penting kita selslu ingat akan Nikmatnya dan sebelum beraktivitas BerDoa…….. ok

  25. daellamy fazri berkata:

    bintaro II..jangan sampe ada tragedi bintaro III dan selanjutnya…

  26. moji berkata:

    ane sering nih naek kereta jkt-rangkas

  27. ane malah belum pernah naik kereta :O

  28. Hendra berkata:

    Semua manusia yang ada di bumi ini tergantung dari nasib manusia sendri.karna allah telah menurunkan segala ujian, rizki,musibah,dan kematian,bagi umatnya,,.

  29. mika berkata:

    Sedih bgt cerita kak alm.sofyan hadi.. Semoga mendapat tempat terbaik disisi alloh swt..
    Ngeri jg sm perjuangan petugas yg berusaha mengejar kereta untuk memberitau bendera merah sampai pingsan membayangkan apa yg akan terjadu.. Kisah ini bener2 ga bisa diungkapkan dg kata2..

  30. ahasbiyatmoko berkata:

    artikelnya mudah dicerna, enak dibaca.. thanks

  31. selamet purnomo berkata:

    Jadi lebih paham kronologisnya
    Waktu kejadian ini,saya masih berumur 10 tahun.
    Tapi setelah saya baca,ko kayanya ga adil pak slamet yang dijadikan tersangka lalu dipenjara bgitu lama.kalau pake nalar menurut saya pak slamet ga bersalah.IMHO

  32. Ralat, yang bertabrakan itu Lokomotif BB303 16 & BB306 16 #CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s