Inilah Penyebab Jatuhnya Lion Air di Bali!

lion air PK-LKS crash bali indonesia 13 April 2013 headerKecelakaan Lion Air di Bali Masih Misterius, Kemungkinan Penyebab Utama Adalah Gejala Alamiah: “Microburst”

microburst lion air crashed in bali indonesia

Kondisi pesawat yang masih baru, belum tiga bulan dibeli dan di piloti oleh pilot berpengalaman, juga cuaca yang baik disekitar bandara saat mendekati landas pacu membuat keanehan tersendiri.

Belum lagi ditambah keanehan tidak diumumkannya keadaan akan mendarat oleh krew, dan posisi roda tidak keluar saat akan mendarat serta tidak adanya kontak atau laporan serta komunikasi dari kokpit kepada ATC atau Air Traffic Controller bandara menambah anomali dan keanehan-keanehan yang tak wajar. Apa yang sebenarnya terjadi di kokpit??

11 lion air crash bali indonesia 13 April 2013Airline             : Lion Air
Aircraft           : Boeing 737-800
ModeS             : 75FC7C
Typecode      : B738
Type                : Boeing 737-8GP (WL)
Serial No.      : 38728
Reg. No.         : PK-LKS
Flight No.      : CT 904
First flight     : 05 Feb. 2013 (2 months)
Engines          : 2 CFMI CFM56-7BE

Crash Accident
Rute               : Bandung – Denpasar
Date Crash  : 13 April 2013
Time             : 13:53 WITA (Local Time)
Passengers : Fatalities: 0 /Occupants: 101
Crew             : Fatalities: 0 / Occupants: 7
Total             : Fatalities: 0 /Occupants: 108
Dead             : o (none)
Airplane damage          : Written off
Airplane fate                  : Written off (damaged beyond repair)
Location    : Denpasar-Ngurah Rai Bali International Airport (DPS) (Indonesia)
Phase                                : Approach (APR)
Nature                              : Domestic Scheduled Passenger
Departure airport        :  Bandung Airport (BDO/WICC), Indonesia
Destination airport     : Denpasar-Ngurah Rai Bali International Airport (DPS/WADD), Indonesia

12 lion air crash bali indonesia 13 April 2013Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan Lion Air di Bandara Ngurah Rai 13 April 2013 lalu.

Tapi hingga kini penyebab pesawat Lion Air mendarat di laut dekat Bandara Ngurah Rai Bali belum diketahui secara pasti.

Pihak Lion Air juga belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat yang mengangkut 101 penumpang itu.

Penyelidikan penyebab jatuh pesawat Lion Air Boeing 737 800 NG tersebut akan dilakukan oleh KNKT.  Namun hingga kini publik masih bertanya-tanya mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

Ada tiga “dugaan” akibat jatuhnya pesawat Lion Air PK-LKS jurusan Bandung – Denpasar dengan nomer penerbangan CT 960 yang mengangkut 101 penumpang dan 8 krew ini, yaitu:

Dugaan pertama, penyebab kecelakaan karena adanya “cross wind” atau angin kuat dari sisi samping pesawat yang membuat pesawat bergeser kearah samping.

Dugaan kedua, karena roda pesawat tidak bisa keluar saat akan landing sehingga pilot memutuskan melakukan pendaratan di laut.

Dugaan ketiga, menurut KNKT karena akibat “undershoot”. Artinya pilot terlalu cepat mendaratkan pesawat.

“Mungkin undershoot. Kenapa undershoot? Itu yang masih kita cari,” kata Kepala Sub Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara KNKT Masruri dalam jumpa pers di Bali, Minggu (14/4/2013).

KEGANJILAN PENDARATAN YANG MASIH MISTERIUS

Kecelakaan pesawat itu pun hingga kini masih menimbulkan tanda tanya besar karena adanya keganjilan-keganjilan yang belum dapat dijelaskan.

Pesawat Masih Sangat Baru

Pesawat Lion Air dengan nomor ekor PK-LKS ini masih baru. Pesawat Boeing 737 800 NG itu baru dua minggu digunakan oleh Lion. Baru beroperasi sekitar dua bulan, mengawali penerbangan (first flight) dari pabriknya pada bulan Februari 2013.

“Ini adalah pesawat baru, bukan bekas. Pesawat ini kami terima langsung dari pabriknya, yaitu Boeing Company di Amerika Serikat (AS) pada bulan Maret 2013,” kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Lion Air, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013).

Setelah diterima Lion Air, pesawat tersebut segera di operasikan pada 28 Maret 2013 lalu. Pesawat itu dibeli dengan kisaran harga USD 80 juta hingga USD 90 juta.

“Jadi, kalau dihitung-hitung lagi, pesawat itu baru beroperasi selama kurang lebih dua minggu. Pesawat itu memiliki kapasitas 180 penumpang. Setelah pesawat sampai di sini, kami lakukan cek ulang secara keseluruhan sebelum benar-benar dioperasikan,” ujar Edward.

Pilot Sehat dan Mahir

Faktor kecelakaan selain karena pesawat, bisa juga karena faktor manusia. Salah satu yang paling berperan dalam kasus jatuhnya pesawat tentu adalah kondisi sang pilot. Lalu bagaimana dengan pilot Lion Air?

“Pilot kondisinya sehat. Sebelum terbang juga sehat,” ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait dalam konferensi pers, Sabtu (13/4).

Edward menambahkan standar operasional seorang pilot maksimal lima kali melakukan penerbangan. M. Gazali sendiri pada hari ini baru melakukan beberapa penerbangan.

“Dia baru terbang tiga kali landing hari ini. Dia juga sudah mengantongi lebih dari 10 ribu jam terbang,” katanya.

Kapten pesawat yang merupakan warga Indonesia memiliki pengalaman 15 ribu jam terbang. Dia juga memegang lisensi instruktur dan menjadi pihak yang mengontrol pesawat itu.

Sementara pilot kedua pesawat Lion Air, yang merupakan warga negara India dengan pengalaman 2.000 jam terbang, bertanggung jawab untuk perjalanan domestik yang dijadwalkan akan berlangsung selama satu jam 40 menit itu.

Cuaca Yang Baik Saat Pendaratan

Faktor cuaca juga kerap dituding menjadi penyebab kecelakaan pesawat. Saat Lion Air mendarat di laut, kondisi di Bandara Ngurah Rai memang mendung dan gerimis. Namun hal ini tetap dianggap baik dalam dunia penerbangan.

“Dalam dunia penerbangan, kondisi di Ngurah Rai saat pesawat  jatuh tergolong baik. Karena kalau buruk pasti sudah ditutup oleh pihak ATC atau bandara sehingga tidak ada pesawat yang masuk,” ujar pengamat penerbangan, Alvin Lie, Sabtu (13/4/2013).

Pilot Tak Umumkan Pesawat Akan Mendarat

pilot speakingSetiap pesawat akan landing, pilot biasanya mengumumkan kepada penumpang.

Penumpang diminta untuk memasang sabuk pengaman karena pesawat akan segera mendarat.

Namun salah seorang penumpang Lion Air, Rusmaya Laksmi Wardani (53) menyebut dalam peristiwa itu, pilot tidak mengumumkan hal itu.

“Jadi pada saat sebelum kecelakaan kami semua tidak mendapat informasi bahwa pesawat tiba-tiba akan landing,” jelas salah satu penumpang,  Rusmaya, Sabtu (13/4).

“Tau-taunya ada suara brakk dan ternyata sudah di tengah laut. Saya berusaha menyelamatkan diri dengan luka di bibir yang berdarah, akhirnya saya juga sempat mencari pertolongan tapi tim SAR dengan sigap membantu,” ucapnya.

Pilot Tak Berkomunikasi Dengan ATC

Sebelum pesawat Lion Air mendarat di laut, sang pilot tidak memberikan informasi kepada pihak Air Traffic Controller (ATC) Bandara Ngurah Rai Bali. Tiba-tiba pesawat nahas itu mendarat di laut dekat bandara.

atc air traffic controlling“Tidak ada informasi yang diterima bahwa pesawat akan mengalami crash,” ujar petugas ATC Bandara Ngurah Rai, Bali, Tri Basuki.

“Tiba-tiba saja pesawat itu mendarat di laut,” jelas Tri Basuki dalam jumpa pers, Sabtu (13/4/2013).

Karena tidak ada informasi inilah pihak ATC tidak bisa memastikan penyebab pesawat dengan nomor penerbangan JT 904 itu tiba-tiba jatuh.

Roda Pendaratan Tidak Diturunkan

Salah satu indikasi pesawat Lion Air mendarat di laut karena ban tidak bisa terbuka saat akan landing. Karena hal itulah pilot kemudian mendaratkan pesawat di laut untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal.

lion air gears not downNamun dari pihak maskapai Lion Air sendiri, masih enggan untuk menjawab tentang spekulasi ini.

“Itu bukan kewenangan kami untuk menjawabnya. Nanti ada KNKT yang bisa menjawabnya,” ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Lion Air, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Lalu apa penyebab Lion Air mendarat di laut? Hingga kini masih merupakan misteri karena belum ada jawaban pasti. Lihat video dibawah ini dengan simulasi komputer, detik-detik saat mendarat dan mengalami kecelakaan.

Penyebab Kecelakaan Akibat Gejala Alam

Pilot pesawat Lion Air menjelaskan bahwa saat peristiwa itu, dirinya merasa pesawat seperti “terseret ke bawah” oleh angin. Dikutip dari sumber Reuters, pilot itu mengaku saat itu terus berjuang untuk mendapatkan kembali kontrol pesawat.

microburst lion air crashed in bali indonesia

Saat ini, kecelakaan itu sedang diselidiki oleh KNKT dan pihak berwenang serta mendapat bantuan dari penyelidik kecelakaan Boeing Amerika Serikat.

Namun, dari pernyataan para saksi dan laporan cuaca sebelumnya menekankan adanya kemungkinan kecelakaan itu disebabkan oleh pergeseran angin atau penurunan grafik badai yang dikenal sebagai microburst.

Ilustrasi microburst. Udara bergerak mengalir ke arah bawah sampai menyentuh permukaan tanah. Kemudian menyebar ke luar ke segala arah. arah angin microburst adalah berlawanan dengan tornado. (wikipedia)

Microburst adalah hembusan udara dari atas yang mirip sebuah “dinding air” atau “air terjun” berupa angin, dalam radius lokal atau berada pada kawasan yang tidak terlalu luas.

Jika pesawat melewatinya maka pesawat akan terseret menurun secara drastis dan dapat menyebabkan kehilangan daya angkat tenaga mesinnya (engine power failure)

Karena keberadaan pesawat dan adanya peristiwa alam ini hanya pada ketinggian yang rendah, maka kemampuan pesawat untuk naik kembali sangat kecil.

Skema Microburst Basah (wet microburst schematic)

Pesawat akan “tetap terseret” ke bawah akibat tak adanya daya dorong kembali ke atas, lalu pesawat akan terhempas ke tanah.

Dinding dengan ketinggian hanya beberapa ratus meter tersebut membuat udara diatasnya mengalir atau berhembus ke arah bawah dengan cepat dan mengalir kearah luarnya. Pilot Lion Air menjelaskan pesawat terbang melalui dinding air sekitar 121 sampai 60 meter.

“Semburan deras” angin microburst dan hilangnya kemampuan jarak pandang merupakan hal yang tidak biasa di daerah tropis. Namun, dengan semakin rendahnya pesawat berarti membuat awak pesawat hanya memiliki sedikit waktu untuk bertindak.

Lantaran tidak bisa melihat lampu atau tanda di landasan, kapten pesawat akhirnya memutuskan untuk membatalkan pendaratan dan mulai berputar. Hal ini merupakan tindakan yang menjadi manuver rutin dari semua pilot yang terlatih dengan baik.

Namun, kapten pesawat mengatakan kepada pihak berwenang bahwa pesawat bukannya menaik, namun justru mulai menurun tidak terkendali.

“Kapten mengatakan dia bermaksud untuk berputar, namun dia merasa pesawat itu seperti terseret oleh angin. Ini sebabnya pesawat itu jatuh di laut,” kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya. “Hujan datang dari arah timur ke barat dan sangat deras.”

Pepohonan yang rubuh karena adanya efek “downburst”

Ada dua jenis microbursts: microbursts basah (wet microburst) disertai dengan hujan dan microbursts kering (dry microburst) yang hanya berupa angin.

Gejala alam yang langka ini melalui tiga tahapan dalam siklusnya: the downburst, outburst dan cushion stages.

Hembusan yang tiba-tiba dari microburst menjadi bahaya yang besar untuk pesawat karena angin mengalir kearah bawah atau ke tempat yang lebih rendah lalu berhembus ke arah depan.

Hal ini akan membuat beberapa kecelakaan fatal pesawat terbang yang telah dikaitkan dengan fenomena alami ini selama beberapa dekade terakhir. (reuters/merdeka/berbagai sumber)

Angin microburst yang kuat dapat mengangkat kontainer dengan berat beberapa ton hingga ke sisi bukit, di Vaughan Ontario, Kanada

Kronologi Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LKS Menurut Versi Menteri Perhubungan:

Berikut kronologis kecelakaan pesawat yang mengangkut 108 penumpang itu seperti disampaikan Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Senin 15 April 2013.

15:08 WITA (Waktu Indonesia Bagian Tengah) : Petugas lalu lintas penerbangan Bandara Ngurah Rai memperkenankan pesawat Lion Air Boeing 737-800 untuk mendarat. (Clear to land).

15:10 WITA: Selang dua menit kemudian pesawat malah mendarat di laut, tepatnya sebelah barat runway 09. Petugas ATC langsung menekan crash bell. Pada saat yang sama ada pesawat Garuda 415 yang berada pada posisi holding position runway 09 yang rencananya akan mendarat setelah pesawat Lion Air mendarat. Pilot Garuda memberitahu pada tower bahwa pesawat Lion mendarat di laut. Saat insiden terjadi, cuaca di bandara sedikit berawan dan turun hujan rintik-rintik atau hujan ringan di ujung runway 09.

15:11 WITA: Bantuan seperti petugas Otorita Bandara, Basarnas, TNI-AU, Polri, dan petugas handling, airline, dan engineer sudah menuju lokasi dan memberi pertolongan. Mereka juga mulai melakukan evakuasi penumpang.

15:55 WITA: Semua penumpang dan awak pesawat dievakuasi untuk mendapatkan perawatan. Penumpang yang tidak mengalami luka dikumpulkan di Crisis Center dan yang menderita luka dilarikan ke beberapa rumah sakit seperti RS Kasih Ibu, RS Sanglah, RS Siloam, dan RS BIMC.

Sejak jam 15:10-17:00 WITA bandara langsung ditutup.

Mangindaan mengatakan penutupan bandara telah menyebabkan 10 penerbangan sempat terlambat, 8 penerbangan tertahan di udara, 3 penerbangan mendarat di bandara alternatif, 4 penerbangan ditunda, dan 6 penerbangan mengalami flight divert.

Pesawat yang mengalami kecelakaan dibuat pada 2013 dan memiliki jam terbang 146 jam dan 48 menit per 11 April 2013. Sementara pilot pesawat, Kapten Mahlup Ghozali total memiliki jam terbang 12 ribu jam.

Jam terbang Ghozali saat mengendarai jenis Boeing 737-800 mencapai kurang lebih 5 ribu jam. Ghozali memiliki Pilot Proficiency Check (PPC) yang berlaku dari 31 Oktober 2012 sampai 31 April 2013 dan memiliki hasil memenuhi syarat. (ANANDA TERESIA)

VIDEO:

[VIDEO SIMULATOR] Lion Air PK-LKS crash in Bali – 13 April 2013 (SIMULATOR, NEWS & PICTURES) http://youtu.be/HfXn65y9uMA

03 lion air crash bali indonesia 13 April 2013 05 lion air crash bali indonesia 13 April 2013

04 lion air crash bali indonesia 13 April 2013 02 lion air crash bali indonesia 13 April 2013

09 lion air crash bali indonesia 13 April 2013 13 lion air crash bali indonesia 13 April 2013

08 lion air crash bali indonesia 13 April 2013 01 lion air crash bali indonesia 13 April 2013

 Artikel Terkait Kecelakaan Pesawat Lainnya:

[GALLERY & VIDEO ISTIMEWA] PENERBANGAN SUKHOI KE-2: Sebelum Jatuh di Gunung Salak

Akhirnya, Misteri Keberadaan Black Box Sukhoi Ditemukan

Misteri FDR Sukhoi: Akhirnya Ditemukan Setelah Lebih Dari 20 Hari

Hasil Investigasi Resmi Versi KNKT: Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100

*****

((( IndoCropCircles.wordpress.com )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Misteri Indonesia. Tandai permalink.

3 Balasan ke Inilah Penyebab Jatuhnya Lion Air di Bali!

  1. Analisisnya bagus Mas, sekalian saya minta ijin untuk merepublish (sebagian) artikel di atas ke blog saya di alamat ini dkopas.blogspot.com/2013/04/inilah-dugaan-penyebab-jatuhnya-lion.html, tentu saja saya menyebutkan sumber aslinya. Thx b4…

  2. kangdede berkata:

    analisanya cukup menarik, tapi yang heran mengapa berita ini seakan menguapa hilang entah kemana. tidak ada lagi pembahasan ataupun berita tentang perkembangan terakhir hasil penyelidikan KNKT. apakah ini digunakan sebagai pengalihan berita ato ada kebenaran yang ditutupi oleh pihak terkait soal kasus ini?

  3. b3langT4runG berkata:

    Bagus lah cerita yg di olah… sangat menarik dibaca… walaupun ade perkataan yg agak sukar dfahami… semuanya tidak mnjadi masalah kerana jalan cerita yg mudah dfahami… pengisisan juga sangat menarik.. padat dan tepat.. good job… teruskan usaha untuk membongkar segala kjadian misteri di Indonesia khususnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s