[FOTO] Terkuak: Misteri Luka Jenazah 7 Pahlawan Revolusi!

wikileaks

Misteri dan Kontroversi Luka-Luka Pada Jenazah 7 Pahlawan Revolusi

“…only in four months, five times as many people died in Indonesia as in Vietnam, in only twelve years…”
(Bertrand Russell, 1966)

suharto ibu tien patung 7 jenderal lubang buaya

!!! WARNING GRAPHIC CONTENT !!!
!!! PERHATIAN GAMBAR MEMILUKAN !!!

content 17 yoMeski sudah puluhan tahun lamanya, namun peristiwa tragis pemberontakan partai G 30 S / PKI 1965 yang diberitakan dan diisyukan akan mengudeta negeri ini tak akan pernah terlupakan. Peristiwa tersebut masih banyak menimbulkan kenangan pahit dan banyak pertanyaan daripada jawabannya.

Illuminati Card Game Agenda - Rewriting History

Illuminati Card Game Agenda – Rewriting History

Untuk mengenang jasa dan pengorbanan tak ternilai dari ketujuh Pahlawan Revolusi dan juga untuk memperingati serta mengenang peristiwa tersebut agar tak pernah ada lagi.

Maka kami akan menguak sedikit dari banyaknya tandatanya-tandatanya besar yang masih tersimpan di saku tiap rakyat Indonesia yang tercinta ini dan belum terjawab, bahkan tak akan pernah terjawab.

Hal itu dilakukan karena pada masa rezim New Order atau Orde Baru itu, banyak sekali sejarah-sejarah yang tak boleh dipublikasikan, ditulis ulang, dibengkokkan, lalu di propagandakan melalui media-media zombie yang pada masa lalu, bagai ‘media peliharaan’.

Mungkin ada benarnya kata pepatah, jika kita berada diwilayah orang yang sangat-sangat berkuasa dimana informasi apapun sangat-sangat terbatas dan penuh rekayasa, maka terkadang kebenaran akan terungkap belakangan karena kebenaran takkan pernah hilang, walau terlihat “seperti hilang” oleh waktu.

A. Kronologi Pengangkatan Jenazah Dari Dalam Sumur

Suharto, sebagai komandan Abri saat memimpin pasukan untuk memerangi G-30/S-PKI

Suharto, sebagai komandan Abri saat memimpin pasukan untuk memerangi G-30/S-PKI

Mengangkat jenazah tujuh pahlawan revolusi di Lubang Buaya bukan perkara gampang. Kondisi sumur yang dalam dan mayat yang mulai membusuk, membuat evakuasi sulit dilakukan.

Tapi para prajurit Kompi Intai Amfibi Korps Komando Angkatan Laut (KIPAM KKO-AL), tak mau menyerah.

Sebenarnya jenazah sudah ditemukan sejak sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 3 Oktober 1965, atas bantuan polisi Sukitman dan masyarakat sekitar.

Peleton I RPKAD yang dipimpin Letnan Sintong Panjaitan segera melakukan penggalian.

Tapi mereka tak mampu mengangkat jenazah karena bau yang menyengat.

Jenderal Soeharto pun memerintahkan kepada pasukan evakuasi bahwa penggalian dihentikan pada malam hari.

g30s pki gestapu 1965 01

Pasukan KKO bersiap masuk ke sumur dengan menggunakan peralatan selam dan masker

Maka penggalian pun ditunda dan penggalian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya.

Dalam buku Sintong Panjaitan, perjalanan seorang prajurit para komando yang ditulis wartawan senior Hendro Subroto, dilukiskan peristiwa seputar pengangkatan jenazah.

Kala itu Sintong berdiskusi dengan Kopral Anang, anggota RPKAD yang dilatih oleh Pasukan Katak TNI AL.

Anang mengatakan peralatan selam milik RPKAD ada di Cilacap, hanya KKO yang punya peralatan selam di Jakarta.

Maka singkat cerita, KKO meminjamkan peralatan selam tersebut untuk operasi pengangkatan jenazah dari dalam lubang sumur di daerah lubang Buaya tersebut.

Tanggal 4 Oktober, Tim KKO dipimpin oleh Komandan KIPAM KKO-AL Kapten Winanto melakukan evakuasi jenazah pahlawan revolusi. Satu persatu pasukan KKO turun ke dalam lubang yang sempit itu.

Pukul 12.05 WIB, anggota RPKAD Kopral Anang turun lebih dulu ke Lubang Buaya. Dia mengenakan masker dan tabung oksigen. Anang mengikatkan tali pada salah satu jenazah. Setelah ditarik, yang pertama adalah jenazah Lettu Pierre Tendean, ajudan Jenderal Nasution.

Pukul 12.15 WIB, Serma KKO Suparimin turun, dia memasang tali pada salah satu jenazah, tapi rupanya jenazah itu tertindih jenazah lain sehingga tak bisa ditarik.

Pukul 12.30 WIB, giliran Prako KKO Subekti yang turun. Dua jenazah berhasil ditarik, Mayjen S Parman dan Mayjen Suprapto.

Pukul 12.55 WIB, Kopral KKO Hartono memasang tali untuk mengangkat jenazah Mayjen MT Haryono dan Brigjen Sutoyo.

Pukul 13.30 WIB, Serma KKO Suparimin turun untuk kedua kalinya. Dia berhasil mengangkat jenazah Letjen Ahmad Yani. Dengan demikian, sudah enam jenazah pahlawan revolusi yang ditemukan.

Pengangkatan_Jenazah 7 Jenderal korban PKI di_Lubang_BuayaSebagai langkah terakhir, harus ada seorang lagi yang turun ke sumur untuk mengecek apakah sumur sudah benar-benar kosong.

Tapi semua penyelam KKO dan RPKAD sudah tak ada lagi yang mampu masuk lagi. Mereka semua kelelahan.

Bahkan ada yang keracunan bau busuk hingga terus muntah-muntah.

Maka Kapten Winanto sebagai komandan terpanggil melakukan pekerjaan terakhir itu. Dia turun dengan membawa alat penerangan.

Ternyata benar, di dalam sumur masih ada satu jenazah lagi. Jenazah itu adalah Brigjen D.I. Panjaitan.

Dengan demikian lengkaplah sudah jenazah enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD yang dinyatakan telah hilang diculik Gerakan PKI pada tanggal 30 September 1965.

pengangkatan-jenazah-pahlawan-revolusi g30s pki di lubang buaya

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/79/Winanto_KKO.jpg

Kapten Winanto (wikipedia)

Kapten KKO Winanto sendiri terus melanjutkan karirnya di TNI AL. Kapten Winanto terakhir berpangkat Mayor Jenderal KKO (Purn.)

Ia lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 6 Maret 1935. Tentara lulusan Akademi Angkatan laut tahun 1959 ini pernah menjabat Komandan Resimen Latihan Korps Marinir, Komandan Brigade Infanteri 2/Marinir sebelum pensiun sebagai Gubernur AAL.

Ia meninggal pada Minggu, 2 September 2012 pukul 22.15 WIB dalam usia 77 tahun di kediamannya Jl Pramuka no 7, Kompleks TNI AL, Jakarta Pusat. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara militer di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

B. Kronologi Visum et Epertum Dokter Forensik

4 Oktober 1965. Pukul 4.30 sore saat itu. Lima dokter yang diperintahkan Pangkostrad dan Pangkopkamtib Mayor Jenderal Soeharto memulai tugas mereka.
Jenazah enam Jenderal dan satu perwira menengah korban penculikan dan pembunuhnan yang dilakukan kelompok Letkol Untung pada dinihari 1 Oktober mereka periksa satu persatu. Ketujuh korban itu adalah:

1. Ahmad Yani, Letnan Jenderal (Menteri Panglima Angkatan Darat).

2. R. Soeprapto, Mayor Jenderal. (Deputi II Menpangad).

3. MT. Harjono, Mayor Jenderal. (Deputi III Menpangad).

4. S. Parman, Mayor Jenderal. (Asisten I Menpangad).

5. D. Isac Panjaitan, Brigardir Jenderal. (Deputi IV Menpangad).

6. Soetojo Siswomihardjo, Brigardir Jenderal. (Oditur Jenderal/ Inspektur Kehakiman AD).

7. Pierre Andreas Tendean, Letnan Satu. (Ajudan Menko Hankam/ KASAB Jenderal AH Nasution).

Jenazah enam jenderal dan satu perwira muda Angkatan Darat ini ditemukan di sebuah sumur tua di desa Lubang Buaya, Pondokgede, Jakarta Timur. Dari lima anggota tim dokter yang mengautopsi ketujuh mayat itu dua di antaranya adalah dokter Angkatan Darat, yakni:

1. dr. Brigardir Jenderal Roebiono Kertopati (perwira tinggi yang diperbantukan di RSP Angkatan Darat)

2. dr. Kolonel Frans Pattiasina (perwira kesehatan RSP Angkatan Darat)

Sementara tiga lainnya adalah dokter Kehakiman, masing-masing:

3. Prof. dr. Sutomo Tjokronegoro (ahli Ilmu Urai Sakit Dalam dan ahli Kedokteran Kehakiman, juga profesor di FK UI)

4. dr. Liauw Yan Siang (lektor dalam Ilmu Kedokteran Kehakiman FK UI)

5. dr. Liem Joe Thay (atau dikenal sebagai dr. Arief Budianto, lektor Ilmu Kedokteran Kehakiman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), anda dapat membaca kisahnya di akhir halaman ini)

Akhirnya lewat tengah malam, pukul 12.30 atau dinihari pada tanggal 5 Oktober 1965, dr. Roebiono dkk menyelesaikan tugas mereka. Beberapa jam kemudian, saat matahari sudah cukup tinggi, ketujuh jenazah korban penculikan dan pembunuhan yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Revolusi ini, dimakamkan di TMP Kalibata.

Tampak salah satu peti jenazah Pahlawan Revolusi sedang diangkat dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Tampak salah satu peti jenazah Pahlawan Revolusi sedang diangkat untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

C. Hasil Visum et Repertum Jenazah Tiap Korban

Ketika diperiksa ketujuh mayat telah dalam keadaan membusuk dan diperkirakan tewas empat hari sebelumnya. Dapat dipastikan ketujuh perwira tinggi dan pertama Angkatan Darat ini tewas mengenaskan dengan tubuh dihujani peluru dan tusukan.

1. Ahmad Yani (Menteri Panglima Angkatan Darat).

Jenazah Letjen Ahmad Yani diidentifikasi oleh Ajudan Menpangad Mayor CPM Soedarto dan dokter pribadinya, Kolonel CDM Abdullah Hassan, dengan penanda utama parut pada punggung tangan kiri dan pakaian yang dikenakannya serta kelebihan gigi berbentuk kerucut pada garis pertengahan rahang atas diantara gigi-gigi seri pertama.

Tim dokter menemukan delapan luka tembakan dari arah depan dan dua tembakan dari arah belakang. Sementara di bagian perut terdapat dua buah luka tembak yang tembus dan sebuah luka tembak yang tembus di bagian punggung.

a. Info dari Indo Leaks

Sebelumnya, dokumen visum et repertum Ahmad Yani yang dirilis Indoleaks juga hanya menyebutkan luka tembak.

Visum et Repertum Jenderal Ahmad Yani (Klik untuk memperbesar)

Visum et Repertum Jenderal Ahmad Yani (Klik untuk memperbesar). (sumber: blogs.swa-jkt.com/swa/10693/2013/01/29/30-september-1965)

Padahal Orde Baru mencatat kalau PKI telah mencungkil mata Pahlawan Revolusi itu.

2. R. Soeprapto (Deputi II Menpangad)

Jenazah Mayjen R. Soeprapto diidentifikasi oleh dokter gigi RSPAD Kho Oe Thian dari susunan gigi geligi sang jenderal.

Pada jenazah R. Soeprapto ditemukan:

(a) tiga luka tembak masuk di bagian depan,
(b) delapan luka tembak masuk di bagian belakang,
(c) tiga luka tembak keluar di bagian depan,
(d) dua luka tembak keluar di bagian belakang,
(e) tiga luka tusuk,
(f) luka-luka dan patah tulang karena kekerasaan tumpul di bagian kepala dan muka,
(g) satu luka karena kekesaran tumpul di betis kanan, dan
(h) luka-luka dan patah tulang karena kekerasan tumpul yang berat sekali di daerah panggul dan bagian atas paha kanan.

a. Indoleaks: Ternyata Saat Wafat, Organ Tubuh Letnan Jenderal Soeprapto Masih Utuh!

Letjen Suprapto adalah pahlawan revolusi yang menjadi korban pembunuhan G30 S PKI pimpinan DN Aidit dan Kolonel Untung. Beliau lahir di Purwokerto 20 Juni 1920 dan wafat di Lubang Buaya 1 Oktober 1965.

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/57/Soeprapto.jpg/369px-Soeprapto.jpg

Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto (lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 20 Juni 1920 – meninggal di Lubangbuaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 45 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan salah satu korban dalam G30SPKI dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Pendidikan umum yang berhasil ia tamatkan adalah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yakni pendidikan setingkat SMP dan AMS (Algemne Middelberge School) yaitu pendidikan setingkat SMA.

Suprapto pernah mengikuti pendidikan militer Koninklijke Militaire Akademie di Bandung namun tidak tamat karena pendudukan Jepang.

Pada pemberontakan yang dilancarkan oleh PKI pada tanggal 30 September 1965, dirinya menjadi salah satu target yang akan diculik dan dibunuh.

Hingga meredupnya peristiwa tersebut, tak ada lagi yang membahasnya karena kini telah sibuk oleh brainwashed dunia lainnya dan mulai menganggap bahwa sejarah sudah lewat dan bukanlah apa-apa lagi. Padahal melalui sejarah, kita dapat belajar, karena sejarah adalah fakta, dan fakta adalah sejarah. Sejarah adalah track record.

b. Dokumen Visum et Repertum Letjen Suprapto

Kisah sadis menyertai peristiwa G30S PKI dalam sejarah yang dicatat Orde Baru. Letjen Anumerta R Soeprapto misalnya, disebut disilet-silet dan dipotong alat kelaminnya. Namun sebuah dokumen visum et repertum yang dirilis situs whistle blower Indoleaks, menunjukkan hal yang berbeda.

Dari situs resminya yang dikeluarkan sejak beberapa tahun lalu, Senin (13/12/2010), ada lagi sebuah dokumen visum et repertum yang dibuat oleh 4 dokter RSPAD yaitu dr Roebino Kertopati, dr Frans Pattiasina, dr Sutomo Tjokronegoro, dr Liaw Yan Siang, dr Lim Joe Thay, pada 5 Oktober 1965. Bagian nama, tempat tanggal lahir, pangkat, jabatan dan alamat sengaja dihitamkan.

Tampak dokumen Visum et repertum oleh dokter dituliskan pro justitia. Bahwa sumpah pro justitia tidak boleh bohong, tidak boleh menambah, tidak boleh mengurangi. Apa kenyataan itu, harus dimasukkan dalam visum et repertum itu harus jadi pegangan, sebab ini satu kenyataan, bukan khayalan.

Dokumen BPKI visum suprapto

Visum et Repertum Jenderal Suprapto (Klik untuk memperbesar). (sumber: blogs.swa-jkt.com/swa/10693/2013/01/29/30-september-1965)

Visum et Repertum Jenderal Suprapto (Klik untuk memperbesar). (sumber: blogs.swa-jkt.com/swa/10693/2013/01/29/30-september-1965)

Namun dari deskripsi luka, diduga kuat bahwa dokumen itu adalah dokumen visum et repertum Letjen TNI Anumerta R Soeprapto. Data pembandingnya adalah keterangan visum Letjen R Soeprapto yang pernah disebutkan dalam makalah pakar politik Indonesia dari Cornell University, AS, Ben Anderson, pada jurnal ‘Indonesia‘ edisi April 1987.

Ada kain sarung dan kemeja yang melekat pada korban. Ada beberapa persamaan dan banyak juga perbedaan antara luka Letjen Soeprapto versi Orde Baru dan dokumen visum yang asli. Berbeda dengan Ahmad Yani, Soeprapto masih hidup saat diculik dari rumahnya. Dia baru gugur di Lubang Buaya.

Dalam versi Orde Baru dan juga dilansir Harian Berita Yudha 9 Oktober 1965, wajah dan tulang kepala Soeprapto remuk namun masih dapat diidentifikasi. Hasil visum juga menunjukkan kalau ada luka dan pukulan benda tumpul yang menyebabkan patah tulang di bagian kepala dan muka.

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/5/55/Lubang_Buaya.jpg

Lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S/PKI. Sumur tua itu berdiameter 75 Cm.

Nah, justru perbedaannya yang mencolok. Versi TNI menyebutkan ada pengakuan anggota Gerwani, bahwa mereka menyilet-nyilet korban, bahkan memotong alat kelamin korban. Namun, rupanya dalam dokumen yang diungkap Indoleaks, hal itu tidak terbukti.

Laporan visum untuk Soeprapto, selain patah/retak tulang tengkorak di enam titik, adalah patah tulang di betis kanan dan paha kanan.

Luka benda tumpul diduga batu atau popor senapan. Soeprapto memang mengalami 3 luka tusuk, namun dari bayonet dan bukan silet. Soeprapto juga gugur akibat 11 luka tembak di berbagai bagian tubuh. Selain itu tidak ada luka lagi. Tidak ada bukti penyiletan apalagi mutilasi alat kelamin.

Pembunuhan Letjen Soeprapto tentu saja tragis, namun tidak sesadis yang dijabarkan dalam catatan sejarah versi Orde Baru.

Ia juga salah satu perwira TNI yang menolak pembentukan angkatan kelima yang diusulkan PKI sehingga menjadi target pembunuhan PKI bersama Ahmad Yani, MT Haryono, DI Pandjaitan,Sutoyo Siswo Miharjo dan S.Parman.

https://i2.wp.com/farm4.staticflickr.com/3139/2871472539_1cf0b6f6a5_o.jpg

https://i2.wp.com/letusexplore.com/albums/Jakarta/Lubang%20Buaya%20Jakarta.jpg

Monumen Pancasila Sakti, yang berada di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur ini, berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G30S – PKI, seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi.

d. Perbandingan Informasi

Mari kita coba kembali flashback dari info diatas mengenai janazah Soeprapto, menurut info dari ABRI dan Indo Leaks.

i. Versi Orba dan TNI:

– Wajah dan tulang kepala Soeprapto remuk namun masih dapat diidentifikasi.
– Luka dan pukulan benda tumpul yang menyebabkan patah tulang di bagian kepala dan muka.
– Menurut versi TNI menyebutkan ada pengakuan anggota Gerwani, bahwa mereka menyilet-nyilet korban, bahkan memotong alat kelamin korban.

ii. Versi Indoleaks:

– Ada kain sarung dan kemeja yang masih melekat pada korban.
– Jenderal Soeprapto masih hidup saat diculik dari rumahnya.
– Dalam dokumen yang diungkap Indoleaks, Jendral ini tak disilet-silet, dan alat kelamin korban tak dipotong.
– Terdapat patah/retak tulang tengkorak di enam titik, adalah patah tulang di betis kanan dan paha kanan. Luka benda tumpul diduga batu atau popor senapan.
– Soeprapto memang mengalami 3 luka tusuk, namun dari bayonet dan bukan silet.
– Soeprapto juga gugur akibat 11 luka tembak di berbagai bagian tubuh. Selain itu tidak ada luka lagi. Tidak ada bukti penyiletan apalagi mutilasi alat kelamin.

3. MT. Harjono (Deputi III Menpangad)

Di bagian perut Mayjen MT. Harjono ditemukan sebuah luka tusuk benda tajam yang menembus sampai ke rongga perut. Luka tusuk benda tajam juga ditemukan di punggung, namun tidak menembus rongga dada. Dan di tangan kiri dan pergelangan tangan kanan terdapat luka karena kekerasan tumpul yang berat.

Jenazah Mayjen MT. Harjono diidentifikasi oleh saudara kandungnya, MT. Moeljono, pegawai Perusahaan Negara Gaya Motor. Salah satu tanda pengenal jenazah ini adalah cincin kawin bertuliskan “Mariatna”, nama sang istri.

Cincin kawin, bertuliskan “SPM” juga menjadi salah satu penanda jenazah Mayjen S. Parman, selain kartu tanda anggota AD dan surat izin mengemudi serta foto di dalam dompetnya.

4. S. Parman (Asisten I Menpangad)

Jenazah S. Parman diidentifikasi oleh dr. Kolenel CDM Abdullah Hasan.

Pada mayat S. Parman ditemukan:

(a) tiga luka tembak masuk di kepala bagian depan,
(b) satu luka tembak masuk di paha bagian depan,
(c) satu luka tembak masuk di pantat sebelah kiri,
(d) dua luka tembak keluar di kepala,
(e) satu luka tembak keluar di paha kanan bagian belakang, dan
(f) luka-luka dan patah tulang karena kekerasan tumpul yang berat di kepala, rahang dan tungkai bawah kiri.

5. D. Isac Panjaitan (Deputi IV Menpangad)

Mayat Brigjen DI. Panjaitan diidentifikasi oleh adiknya, Copar Panjaitan dan Samuel Panjaitan, dan dikenali dari pakaian dinas yang dikenakannya serta cincin mas di tangan kiri yang bertuliskan “DI. Panjaitan”.

Tim dokter menemukan luka tembak masuk di bagian depan kepala, juga sebuah luka tembak masuk di bagian belakang kepala. Sementara itu di bagian kiri kepala terdapat dua luka tembak keluar. Terakhir, di punggung tangan kiri terdapat luka iris.

6. Soetojo Siswomihardjo (Oditur Jenderal/ Inspektur Kehakiman AD).

Mayat berikutnya adalah Brigjen Soetojo Siswomihardjo yang diidentifikasi oleh adiknya, dokter hewan Soetopo. Jenazah Brigjen Soetojo dikenali dari kaki kanannya yang tidak ber-ibujari, pakaian yang dikenakannya, arloji merek Omega dan dua cincin emas masing-masing bertuliskan “SR” dan “SS”.

Pada mayat Brigjen Soetojo ditemukan:

(a) dua luka tembak masuk di tungkai bawah kanan bagian depan,
(b) sebuah luka tembak masuk di kepala sebelah kanan yang menuju ke depan,
(c) sebuah luka tembak keluar di betis kanan sebagian tengah,
(d) sebuah luka tembak keluar di kepala sebelah depan, dan
(e) tangan kanan dan tengkorak retak karena kekerasan tumpul yang keras atau yang berat.

7. Pierre Andreas Tendean (Ajudan Menko Hankam/ KASAB Jenderal AH Nasution)

Selanjutnya adalah mayat Lettu P. Tendean yang dikenali perwira kesehatan Dirkes AD CDM Amoro Gondoutomo yang menjadi dokter pribadi Menko Hankam/KASAB.

Mayat P. Tendean dikenali dari pakaian yang dikenakannya, gigi geligi dan sebuah cincin logam dengan batu cincin berwarna biru.

Pada mayat P. Tendean tim dokter menemukan:

(a) empat luka tembak masuk di bagian belakang,
(b) dua luka tembak keluar bagian depan,
(c) luka-luka lecet di dahi dan tangan kiri, dan
(d) tiga luka ternganga karena kekerasan tumpul di bagian kepala.

D. Format Dokumen Visum et Repertum 7 Jenazah Korban

Dokumen visum et repertum ketujuh korban yang saya peroleh dituliskan dalam format yang sama. Di pojok kanan atas halaman depan terdapat tulisan “Departmen Angkatan Darat, Direktortat Kesehatan, Rumah Sakit Pusat, Pro Justicia”.

Sementara di pojok kiri halaman depan tertulis “Salinan dari salinan.”

Bagian kepala laporan bertuliskan “Visum et Repertum” diikuti nomor laporan pada baris bawah yang dimulai dari H.103 (Letjen Ahmad Yani) hingga H.109 (Lettu P. Tendean).

Bagian awal laporan adalah mengenai dasar hukum tim dokter tersebut. Pada bagian ini tertulis rangkaian kalimat sebagai berikut:

“Atas perintah Panglima Kostrad selau Panglima Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban kepada Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat di Jakarta, dengan surat perintah tanggal empat Oktober tahun seribu sembilan ratus enam puluh lima, nomor PRIN-03/10/1965 yang ditandatangani oleh Mayor Jenderal TNI Soeharto, yang oleh Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat diteruskan kepada kami yang bertandatangan di bawah ini.”

Diikuti nama dan jabatan kelima dokter anggota tim. Setelah itu adalah bagian yang menjelaskan kapan dan dimana visum et repertum dilakukan. Pada bagian ini tertulis kalimat:

“maka kami, pada tanggal empat Oktober tahun seribu sembilan ratus enam pulu limam mulai jam setengah lima sore sampai tanggal lima Oktober tahun seribu sembilan ratus enam puluh lima jam setengah satu pagi, di Kamar Seksi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Jakarta, telah melakukan pemeriksaan luar atas jenazah yang menurut surat perintah tersebut di atas adalah jenazah dari pada.”

Bagian ini diikuti oleh bagian berikutnya yang menjelaskan jati diri jenazah dimulai dari nama, umur/tanggal lahir, jenis kelamin, bangsa, agama, pangkat, dan terakhir jabatan.

Selanjutnya ada sebuah paragraph yang menjelaskan kondisi terakhir jenazah sebelum ditemukan dan diperiksa. Pada bagian ini tertulis:

“Korban tembakan dan/atau penganiayaan pada tanggal satu Oktober tahun seribu sembilan ratus enam pulu lima pada peristiwa apa yang dinamakan Gerakan 30 September.”

Bagian ini dikuti oleh penjelasan identifikasi; siapa yang mengidentifikasi dan apa-apa saja tanda utama yang dijadikan patokan dalam identifikasi itu.

Setelah bagian indentifikasi, barulah tim dokter memaparkan temuan mereka dari “hasil pemeriksaan luar” yang dilakukan terhadap jenazah sebelum mengkahirinya dengan “kesimpulan”.

http://teguhtimur.files.wordpress.com/2009/04/dsc05291.jpg?w=300&h=200 dsc05293

Keterangan gambar atas: Diorama penyiksaan para Jenderal dan Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, Jakarta (klik untuk memperbesar, sumber gambar: insulinda.wordpress.com)

Bagian penutup diawali dengan tulisan “Dibuat dengan sesungguhnya mengingat sumpah jabatan” pada bagian kanan. Diikuti nama dan tanda tangan serta cap kelima dokter anggota tim.

Bagian paling akhir dari dokumen-dokumen yang saya peroleh ini mengenai autentifikasi dokumen. Karena dokumen ini merupakan “salinan dari salinan” maka ada dua penanda autentifikasi dokumen ini.

Bagian pertama bertuliskan “Disalin sesuai aslinya” dan ditandatangani oleh “Yang menyalin” yakni Kapten CKU Hamzil Rusli Bc. Hk. (Nrp. 303840) selaku panitera.

Bagian kedua autentifikasi bertuliskan “Disalin sesuai dengan salinan” dan ditandatangani oleh “Panitera dalam Perkara Ex LKU” Letnan Udara Satu Soedarjo Bc. Hk. (Nrp. 473726). Namun tidak ditemukan petunjuk waktu kapan dokumen ini disalin dan disalin ulang.

E. Kisah dr. Arif yang Ikut Mengotopsi Mayat Tujuh Pahlawan Revolusi 1965 (oleh T. Santosa)

Di atas kursi roda, mengenakan kaos oblong putih dan sarung biru bergaris-garis, Lim Joe Thay duduk terdiam. Bibirnya mengatup, sering kedua telapak tangannya ditangkupkan di depan dada dan sekali-sekali diletakkan di atas paha. Rambutnya telah memutih sempurna. Dia tak banyak bicara. Kalau pun bersuara, kata-katanya terdengar sayup dan samar.

dr. Liem Joey Thay alias Arief Budianto dokter visum jenderal pahlawan revolusi 2

dr. Liem Joey Thay alias Arief Budianto sedang duduk di kursi roda.

Bulan Juni 2008 yang lalu, dr. Arif sempat dirawat di RS St. Carolus. Ketika menerima kabar itu dari salah seorang kerabat dr. Arif, saya dan Dandhy menyempatkan diri menjenguknya.

Di RS. St. Carolus kami sama-sama mengabadikan dr. Arif. Bedanya, Dandhy menggunakan video kamera merek Panasonic, sementara saya menggunakan kamera saku digital merek Canon.

Tadinya, informasi yang kami terima menyebutkan bahwa dr. Arif terkena serangan struk. Setelah kami bertemu dengan beliau di paviliun St. Carolus, dan berbicara dengan istrinya, Ny. Arif, barulah kami ketahui bahwa dr. Arif dirawat karena terjatuh saat hendak naik ke kursi rodanya.

Sekali waktu laki-laki yang kini berusia 83 tahun itu bergumam. Mumbling. Saya mencoba menangkap isi ceritanya. Tidak jelas. Terpotong-potong, patah-patah. Kalau disambungkan seperti cerita tentang sepasukan tentara yang bergerak di sebuah tempat, entah di mana. Tapi cerita itu tak tuntas. Dia menutup sendiri ceritanya, mengalihkan pandangan mata ke sembarang arah, sebelum kembali menenggelamkan diri dalam diam.

Di saat yang lain, dia kembali menanyakan nama saya. Dan kalau sudah begini, saya memegang tangannya, menyebutkan nama saya sambil menatap matanya. Setelah itu senyumnya sedikit mengembang.

dr. Liem Joey Thay alias Arief Budianto dokter visum jenderal pahlawan revolusiDikenal dengan nama dr. Arief Budianto, tak banyak yang menyadari Lim Joey Thay adalah tokoh penting. Sangat penting, bahkan.

Dia adalah satu dari segelintir orang yang berada di titik paling menentukan dalam sejarah negara ini setelah Proklamasi 1945.

Lim Joey Thay yang ketika itu adalah lektor Ilmu Kedokteran Kehakiman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) merupakan satu dari lima ahli forensik (lihat daftar dokter diatas halaman) yang berdasarkan perintah Soeharto memeriksa kondisi ketujuh mayat tersebut sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, siang hari 5 Oktober.

Kini dari lima anggota tim otopsi itu, tinggal Lim Joey Thay dan Liu Yang Siang yang masih hidup.

Lim Joey Thay kini sakit-sakitan, sementara sejak beberapa tahun lalu, Liu Yan Siang menetap di Amerika Serikat dan tidak diketahui pasti kabar beritanya.

Berpacu dengan waktu dan proses pembusukan, mereka berlima bekerja keras selama delapan jam, dari pukul 4.30 sore tanggal 4 Oktober, hingga pukul 12.30 tengah malam 5 Oktober, di kamar mayat RSP Angkatan Darat.

suharto g30sPKI_victim 02

g30s pki gestapu 1965 03 g30s pki gestapu 1965 04

Keterangan gambar atas (klik untuk memperbesar): Para pengikut partai PKI yang ditangkap sedang dijaga ABRI (kiri). Sebelum dibunuh para korban diarak warga menuju tempat pembantaian (kanan).

Sedangkan beberapa tahun lalu, Benedict Anderson telah menggunakan hasil visum et repertum ini sebagai rujukan dalam artikelnya di jurnal Indonesia Vol. 43, (Apr., 1987), pp. 109-134, How Did the Generals Die?  

Saya mendapatkan copy visum et repertum itu dari Dandhy DL, jurnalis RCTI. Tahun lalu, dia juga menurunkan liputan mengenai dr. Arif dan visum et repertum ketujuh pahlawan revolusi korban, meminjam istilah Bung Karno, intrik internal Angkatan Darat dan petualangan petinggi PKI yang keblinger, serta konspirasi nekolim.

g30s pki gestapu 1965 05 g30s pki gestapu 1965 07

Keterangan gambar atas (klik untuk memperbesar): Para korban pembantaian diinterogasi terlebih dahulu agar memberitahukan siapa lagi yang ikut PKI (kiri). Sebelum dibantai, para korban disuruh untuk menggali liang lahatnya sendiri (kanan).

Ketujuh pahlawan revolusi itu jelas mati dibunuh. Namun dari hasil otopsi yang mereka lakukan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda pencungkilan bola mata, atau apalagi, pemotongan alat kelamin seperti yang digosipkan oleh media massa yang dikuasai Angkatan Darat ketika itu.

Gosip mengenai pemotongan alat kelamin, bahkan ada gosip yang menyebutkan ada anggota Gerwani yang setelah memotong alat kelamin salah seorang korban, lantas memakannya– telah membangkitkan amarah di akar rumput.

Gosip-gosip ini, menurut Ben Anderson dalam artikelnya yang lain (saya sedang lupa judulnya) sengaja disebarkan oleh pihak militer.

g30s pki gestapu 1965 06 g30s pki gestapu 1965 08 g30s pki gestapu 1965 09

Keterangan gambar atas (klik untuk memperbesar): Sebelum dibunuh, korban dipertontonkan dimuka umum (kiri). Dengan kondisi tali melingkar di leher dan tangan terikat, korban masuk ke liang lahat pembantaian yang digali oleh calon korban sendiri (tengah). Eksekutor mengatur posisi korban sebelum pembantaian (kanan).

Maka gosip-gosip dan propaganda-propaganda yang dihembuskan dengan kuat tersebut bagai minyak tanah yang disiramkan ke api. Menyambar-nyambar. Membuat rakyat marah, bahkan sangat marah.

Selanjutnya, pembantaian besar-besaran terhadap anggota PKI dan/atau siapa saja yang dituduh menjadi anggota PKI atau memiliki relasi dengan PKI, terjadi di mana-mana, seantero Indonesia.

Youth armed to the teeth ready to kill communists at Mount Merapi area, November 1965

Youth armed to the teeth ready to kill communists at Mount Merapi area, November 1965.

g30s pki gestapu 1965 15

Markas PKI dibakar Pemuda Anshor dan spanduk-spanduk pemancing amarah rakyat tampak memenuhi kota-kota di Indonesia. (PKI headquarters burned down by Muslim Ansor Youth, 8 October 1965)

g30s pki gestapu 1965 10 g30s pki gestapu 1965 12

Keterangan gambar atas (klik untuk memperbesar): Eksekutor mengatur para calon korban pembantaian yang kebanyakan masih remaja (kiri). Tampak eksekutor menghujamkan pisau bayonet berkali-kali ke tubuh korban pembantaian yang terikat tanpa daya itu satu demi satu sehingga korban mati perlahan karena rusaknya organ dalam dan kehabisan darah, suasana sadis itu bahkan ditonton dimuka umum termasuk anak-anak kecil (kanan).

https://i2.wp.com/i408.photobucket.com/albums/pp162/orangnet/2013-04-23142432_zps2c710cad.jpg

2 jilid buku ukuran besar berjudul “Dibawah Bendera Revolusi” tulisan Bung Karno

Bahkan walau tak masuk PKI, namun semua masyarakat yang mencintai Bung Karno dapat juga menjadi korbannya. Hanya dengan memajang foto atau lukisan sang Proklamator saja, maka sudah cukup bukti bagi anda dan akan merasakan akibatnya, dituduh sebagai PKI walau tanpa bukti-bukti lain.

Dengan hanya berbekal foto Bung Karno yang dipajang di dinding rumah, sudah cukup membuat tentara-tentara menyeret anda keluar rumah menuju ke dalam liang lahat pada masa itu!

Masih ingatkah anda, ada 2 jilid buku ukuran besar berjudul “Dibawah Bendera Revolusi” tulisan Bung Karno?

Buku tersebut sempat hilang diperedaran setelah era Orde Baru (New World Order) mulai berkuasa. Tak ada yang berani mengeluarkannya dari dalam lemari atau laci, semua tersimpan rapi.

g30s pki gestapu 1965 13

Tampak korban pembantaian yang tewas ditusuk lalu mayatnya dibiarkan dipinggir jalan.

Dulu, karena hanya dengan memiliki buku itupun, sudah cukup bukti bagi tentara untuk dapat menyeret anda masuk ke liang lahat.

Oleh sebab itulah, setelah rezim Orde Baru tumbang di tahun 1998, sepasang buku “Dibawah Bendera Revolusi” tulisan Bung Karno tersebut kembali marak.

Untuk buku asli cetakan pertama pada masa lalu itu harganya sangat tinggi, bahkan untuk sepasang buku Jilid-1 dan Jilid-2 dan keduanya adalah cetakan pertama yang asli harganya antara 25 juta hingga bisa mencapai ratusan juta rupiah! Namun buku yang tak boleh beredar pada masa Orde Baru tersebut pada masa kini sudah dicetak kembali.

Soldiers rescuing an ethnic-Chinese youth from the mob, 1966

Soldiers rescuing an ethnic-Chinese youth from the mob, 1966.

Respublika University, run by Communist China government, was attacked by anti-communist mob. The university was taken over by the military and became Trisakti University.

Indonesian soldiers burned down a hut suspected as hiding place of PGRS-Paraku communist insurgents in West Borneo.

Indonesian soldiers burned down a hut suspected as hiding place of PGRS-Paraku communist insurgents in West Borneo.

Dr Soebandrio, Sukarno’s foreign minister who’s responsible for aligning Indonesia with Communist China, was sentenced to death by a military tribunal.jpg

Dr Soebandrio, Sukarno’s foreign minister who’s responsible for aligning Indonesia with Communist China, was sentenced to death by a military tribunal

Suharto declared the banning of Indonesian Communist Party, 8 March 1966.

Suharto declared the banning of Indonesian Communist Party, 8 March 1966.

tempo1 tempo2

Catatan tidak resmi menyebutkan setidaknya 500 ribu hingga 3 juta orang tewas dalam pembantaian massal yang terjadi hanya dalam beberapa tahun itu.

Namun pada masa itu, tak ada satupun media yang berani menyatakan kira-kira banyaknya korban pembantaian ini secara terbuka.

g30s pki gestapu 1965 17

Tampak pemberitaan tentang peristiwa tragis Gerakan 30 September ini, menjadi Headline di surat kabar Harian Rakjat.

Media pada masa itu benar-benar harus pro pemerintah (mirip di A.S. sekarang – pen) dan semua media harus menyaring informasi yang akan dicetak untuk masyarakat Indonesia.

Pada tanggal 22 November 2011 lalu, sekitar pukul 19.00 WIB, akhirnya dr. Lim Joe Thay atau Arief Budianto meninggal dunia dengan tenang.

Pria berusia 85 tahun itu menghembuskan nafas terakhir di kediamannya di Jalan Johar Baru, Salemba, Jakarta Pusat.

Oleh karenanya, saksi sejarah itu pun ikut serta membawa kenangan pahit Indonesia tentang sejarah visum et repertum ketujuh Pahlawan Revolusi Indonesia, yang mungkin masih banyak ia sembunyikan di dalam pikirannya saja. Maka sebagian besar kebenaran sejarah pun ikut terkubur bersamanya.

g30s pki gestapu 1965 16

Upacara penaikan dan pengibaran bendera setengah tiang di Istana Presiden Jakarta, sebagai simbol negara tengah berduka pasca wafatnya 7 Pahlawan Revolusi di tahun 1965.

Daftar tokoh yang meninggal dalam pembersihan anti-komunis Indonesia

Berikut adalah daftar tokoh penting di Indonesia yang hilang, terbunuh atau dihukum mati pada masa pembantaian terduga komunis 1965-1966 di Indonesia pasca Gerakan 30 September tahun 1965.

  • Chaerul Saleh, pejuang dan tokoh politik Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri, wakil perdana menteri, dan ketua MPRS antara tahun 1957 sampai 1966. Salah satu pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok (meninggal 1967 sebagai tahanan).
  • D.N. Aidit, ketua PKI (meninggal dibunuh 1965).
  • Lettu Doel Arif, tokoh kunci dalam penculikan jenderal-jenderal Angkatan Darat yang diduga akan membentuk Dewan Jenderal oleh PKI dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 (hilang).
  • Lukman Njoto, Menteri Negara pada masa pemerintahan Soekarno dan wakil Ketua CC PKI yang sangat dekat dengan D.N. Aidit (ditangkap 1966 dan hilang).
  • Ibnu Parna, politisi fraksi PKI, pemimpin Partai Acoma, dan aktivis buruh (dibunuh).
  • Muhammad Arief, pencipta lagu “Genjer-genjer” (dibunuh).
  • M.H. Lukman, Wakil Ketua CC Partai Komunis Indonesia. (dihukum mati 1965)
  • Ir. Sakirman, petinggi Politbiro CC PKI dan kakak kandung dari Siswondo Parman, salah satu korban yang diculik meninggal dalam peristiwa G30S (hilang).
  • Brigjen Soepardjo, Komandan TNI Divisi Kalimantan Barat yang memiliki peran penting dalam peristiwa Gerakan 30 September (dihukum mati).
  • Sudisman, anggota Politbiro CC PKI (dihukum mati).
  • Syam Kamaruzzaman, tokoh kunci G30S dan orang nomor satu di Politbiro PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS (dijatuhi hukuman mati 1968, dieksekusi 1986).
  • Letkol Untung Syamsuri, Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang memimpin Gerakan 30 September pada tahun 1965 (dihukum mati 1969).
  • Trubus Soedarsono, pematung dan pelukis naturalis Indonesia (dibunuh).
  • Wikana, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, bersama Chaerul Saleh dan Sukarni termasuk dalam pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok. (hilang)

Lima Versi Utama Peristiwa G30S/PKI

Hingga kini siapa dalang di balik peristiwa Gerakan 30 September (G30S) masih diselimuti mendung tebal. Namun, peristiwa coup d’etat yang disertai penculikan 6 jenderal Angkatan Darat (AD) itu tetap menggugah untuk diperdebatkan dan dicari kebenarannya.

https://i0.wp.com/heymancenter.org/images/made/images/persons/lacapra_200_170_s_c1.jpg

Dominick LaCapra

Sejarah memang tidak mengenal kata akhir, kata sejarawan Cornell University, Amerika Serikat (AS), Dominick LaCapra.

Pasca jatuhnya New Order atau Orde Baru, versi tunggal milik pemerintah, yang menyatakan PKI sebagai dalang G30S, digugat (tapi kini akronim “G30S/PKI” diwajibkan kembali dalam buku pelajaran sejarah SMP-SMA).

Sejak saat itu, tinjauan sejarah terhadap peristiwa kelabu tersebut kembali mendapat ‘angin surga’. Berbagai fakta baru tertungkap dan sejumlah versi pun bermunculan.

Namun, setidaknya ada 5 versi mainstream yang tetap bertahan mengenai peristiwa yang berbuntut pada pembantaian sekitar 500 ribu simpatisan PKI–paling tragis di Jawa dan Bali–hingga 1967 itu. Versi lain sebenarnya cukup bertebaran, tapi umumnya merupakan sempalan dari kelima analisa pokok tersebut.

1. Versi Pertama, adalah versi Angkatan Darat yang didukung oleh pemerintah otoriter Soeharto.

buku putih berjudul “Gerakan 30 September, Pemberontakan Partai Komunis Indonesia, Latar Belakang, Aksi, dan Penumpasannya”.

Buku Putih berjudul “Gerakan 30 September, Pemberontakan Partai Komunis Indonesia, Latar Belakang, Aksi, dan Penumpasannya”.

Tahun 1994, sekretariat negara menerbitkan buku putih berjudul “Gerakan 30 September, Pemberontakan Partai Komunis Indonesia, Latar Belakang, Aksi, dan Penumpasannya”.

Istilah “Buku Putih” (White Papers) adalah sebuah laporan resmi yang biasanya dikeluarkan oleh pemerintah untuk menguraikan suatu kebijakan atau memberikan penjelasan resmi mengenai suatu masalah atau keputusan.

Secara jelas, buku tersebut menuduh bahwa PKI-lah yang menjadi pelaku kup (kudeta).

Versi B uku Putih inilah yang menjadi “the final and the whole truth” atau “buku final dan semua kebenaran” yang sesungguhnya, serta haram untuk dibantah selama puluhan tahun!

Namun, sejarawan LIPI Asvi Warman Adam mencatat, kalau buku putih itu dibaca dengan seksama, akan diperoleh kesimpulan yang tentu tidak diharapkan oleh pembuatnya.

Mengapa bisa begitu? Karena ternyata banyak nama yang disebutkan secara berulang-ulang hingga ratusan kali.

https://indocropcircles.files.wordpress.com/2013/09/ac0ff-pki-aidit-2.jpg

Aidit (blogspot)

Cara penulisan dalam buku ini mungkin sengaja dibuat untuk mengalihkan inti permasalahan dan memfokuskan pembaca hanya pada tokoh-tokoh yang disebut berkali-kali.

Hal ini dilakukan agar terjadi pengontrolan pemikiran (mind control) dan pembaca terbius, ibarat doktrin.

Terdapat indeks nama sebanyak 306 orang tokoh dalam buku itu. Dan beberapa diantaranya disebut secara berulang-ulang:

1) Presiden Soekarno disebut 128 kali,

2) Dua tokoh PKI (Aidit dan Syam, 77 kali), dan

3) Dua kubu perwira ABRI (107 kali).

https://i2.wp.com/i35.tinypic.com/n36uq9.jpg

Pengamat sejarawan LIPI, Dr Asvi Marwan Adam

Sedangkan dalam ‘indeks kata penting’, tiga kata yang paling sering muncul adalah:

1) Gerakan Tiga Puluh September,

2) Dewan Revolusi,

3) Dewan Jenderal.

Sedangkan kata ‘PKI’ justru hanya disebut dua kali.

Jadi, buku ini lebih berbicara tentang tokoh PKI (atau menurut istilah Orde Baru, oknum)

Oknum tersebut yaitu Aidit dan Syam, ketimbang mengenai PKI sebagai sebuah organisasi sosial-politik,” kata Asvi (Majalah TEMPO edisi 2-8 Oktober 2000).

2. Versi Kedua, datang dari kolega LaCapra, B.R.O.G Anderson dan Ruth McVey yang dikenal sebagai ‘Cornell Paper’.

Tahun 1966, dua Indonesianis terkemuka itu menerbitkan tulisan berjudul “A Preliminary Analysis of The October 1, 1965: Coup in Indonesia,”.

Tulisan yang lebih dikenal dengan sebutan “Cornell Paper” itu menyatakan bahwa PKI tidak memainkan peran sama sekali dalam kup.

Ben-Anderson-Cornell-Paper

Ben Anderson alias Prof. Emeritus Benedict Anderson alias Soebeno alias Bargowo dari Cornell University, USA.

A Preliminary Analysis of the October 1, 1965, Coup in Indonesia (bahasa Indonesia: Analisis Awal Kudeta 1 Oktober 1965 di Indonesia), atau lebih umum dikenal sebagai Cornell Paper ini adalah publikasi ilmiah yang mengungkapkan kegagalan kudeta oleh Gerakan 30 September dengan sangat rinci.

Artikel ini dipublikasikan pada tanggal 10 Januari 1966. Studi paper ini ditulis oleh Benedict Anderson and Ruth Mcvey, dengan pertolongan Frederick Burnell, dengan menggunakan informasi dari berbagai sumber berita Indonesia pada saat itu.

Pada saat paper ini ditulis, ketiga orang ini adalah anggota dari Ikatan Alumni Universitas Cornell dan adalah ahli dalam bidang sejarah Asia Tenggara.

Dalam paper ini Anderson dan Mcvey memaparkan teori bahwa PKI maupun Sukarno tidak terlibat dalam gerakan kudeta ini; bahkan mereka adalah korban dari gerakan ini.

Berdasarkan informasi dan dokumen-dokumen yang Anderson dan McVey gunakan, mereka memberikan teori bahwa kudeta adalah sebuah masalah internal dalam tentara yang bertujuan menggeser beberapa jendral yang dikatakan bekerja sama dengan CIA.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/5/55/Cover_book_of_A_Preliminary_Analysis.jpg

pict: wikimedia

Dalam waktu seminggu Gerakan 30 September diberantas oleh Mayor Jendral Suharto, yang mengambil alih pertanggung jawaban untuk menggalakkan keamamanan.

Paper ini juga mengajukan alternative teori yang akhirnya ditolak. Salah satu diantaranya adalah teori yang didukung secara resmi oleh pemerintah Indonesia sampa saat ini yaitu PKI adalah dalang dari kudeta ini.

Publikasi ini awalnya dirahasiakan, tetapi bocor pada tanggal 5 Maret 1966 dengan munculnya artikel di Koran The Washington Post oleh jurnalis Joseph Kraft.

Sampai tahun 1971, Cornell menolak aksess ke publikasi ini dan artikel ini banyak disalahgunakan atau diinterpretasikan tidak benar.

Permintaan kepada pemerintah Indonesia untuk menyumbangkan dokumen-dokumen tambahan yang berhubungan dengan kejadian kudeta ditolak oleh pemerintah Indonesia.

https://indocropcircles.files.wordpress.com/2013/09/a43d4-kudeta1oktober1965.jpgAkhirnya paper ini dipublikasikan pada tahun 1971 tanpa tambahan apa-apa. Sejak publikasi resmi, paper ini menjadi bahan analisa dan juga bahan koreksi.

Jadi, menurut paper ini PKI tidak mempunyai motif apa pun untuk melakukan kudeta, karena partai pimpinan Aidit ini telah menikmati keuntungan yang besar di bawah pemerintah Soekarno.

Kup yang dilakukan sangat cepat itu adalah murni persoalan internal AD. “Kudeta gagal” tersebut, kata Prof.  Emeritus Benedict Anderson alias Soebeno alias Bargowo dari Cornell University, USA dan juga McVey, dipicu oleh kesenjangan yang dirasakan oleh beberapa kolonel divisi Diponegoro, Semarang.

Kolonel seperti Untung, Supardjo, serta Latief kecewa atas kepemimpinan AD di pusat yang dianggap tercemar oleh gemerlap kehidupan Jakarta serta lemah sikap anti-komunisnya. Akhirnya ketiga orang itu lalu melancarkan pemberontakan.

3. Versi Ketiga, adalah kesimpulan dari John Hughes dan Antonie C.A. Dake.

Buku Soekarno File, Berkas-berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan (Antonie C.A. Dake)

Buku Soekarno File, Berkas-berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan (Antonie C.A. Dake)

Hughes melalui bukunya “The End of Soekarno” (1967) berpendapat bahwa Presiden Soekarno-lah yang justru bertanggung jawab atas semua rangkaian peristiwa kelam itu.

Menurutnya, tindakan Untung menciptakan Gerakan 30 September adalah atas dasar restu dari Soekarno.

Sedangkan Antonie C.A. Dake dalam bukunya “Soekarno File, Berkas-berkas Soekarno 1965-1967, Kronologi Suatu Keruntuhan” mengatakan bahwa mastermind dari G30S adalah Soekarno.

Tulisan di dalam buku Antonie C.A. Dake yang muncul sekitar tahun 2006 lalu tersebut langsung mendapat reaksi cukup keras dari keluarga Soekarno.

4. Versi Keempat, menurut Wertheim, Guru Besar Universitas Amsterdam

Guru Besar Universitas Amsterdam, Wertheim punya pandangan lain mengenai G30S yang kemudian menjadi versi keempat.

suharto di musium lubang buaya

Tampak Suharto sedang menatap salah seorang Jenderal yang sedang diinterogasi oleh PKI di dalam diorama saat berada di musium Lubang Buaya. (Setneg)

Ia mengatakan, kuat dugaan bahwa Soeharto berada di balik kup tersebut.

Hal itu didasari oleh pertanyaan simpel, mengapa Soeharto tidak menjadi target penculikan?

Soeharto, yang juga berasal dari Kodam Diponegoro, tidak puas dengan kepemimpinan AD di bawah Ahmad Yani yang lemah terhadap PKI.

Hal keterlibatan Soeharto ini juga didukung oleh kedekatannya dengan Latief, pemimpin gerakan. Latief diketahui menjenguk anaknya Soeharto, yaitu Tommy Soeharto yang sedang sakit sebelum terjadinya kup.

5. Versi Kelima, dikembangkan oleh Peter Dale Scott.

Peter Dale Scott dari University of California, Berkeley, mensinyalir keterlibatan pihak asing, khususnya AS melalui Central Intelligence Agency (CIA). (lihat videonya dibawah mengenai “Black Operation” atau klik disini)

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3f/Peter_dale_scott.png

Peter Dale Scott (wikipedia)

Scott berusaha menarik hubungan antara kepentingan CIA dengan penggulingan Soekarno serta kedekatan badan intelijen AS tersebut dengan AD pada waktu itu.

Menurutnya, Gestapu, respons yang ditunjukkan Seharto dengan mengambil alih keadaan, serta pertumpahan darah, adalah skenario AD untuk merebut kekuasaan.

Soeharto dikatakannya bermuka dua, seolah-olah memihak status quo, namun sebenarnya punya rencana untuk menumbangkan Soekarno.

Jadi, hampir seluruh penelitian maupun kesaksian dari pelaku yang diterbitkan belakangan ini memiliki kecenderungan satu dari 5 tesis di atas.

Peristiwa Yang Masih Kontroversi

Entah sampai kapan misteri peristiwa yang menjadi pertanda beralihnya rezim Soekarno ke Soeharto itu akan terbuka secara utuh, sehingga tidak ada lagi pertanyaan yang muncul. Akan tetapi sejarah memang akan terus hidup, karena ia adalah dialog antara masa lalu dan masa kini.

Sukarno and Aidit (sjsu.edu)

Maka, sejarah yang selalu ditulis oleh sang pemenang, kembali menuai banyak partanyaan tambahan, namun kini ikut terkubur.

Pada masa kini yang tersisa adalah ketakutan dunia yang selama puluhan tahun selalu di propagandakan oleh Dunia Barat sebagai pemimpin New World Order melalui Iluuminati dan faham satanisme.

Yaitu ketakutan banyak orang terhadap Nazi, musuh masa lalu mereka, juga Komunis musuh lalu dan hingga kini, dan pada masa sekarang ketakutan terhadap agama Islam dengan diciptakannya ISIS oleh dunia barat sebagai musuh yang harus diperangi oleh Barat.

Ketiga ideologi tersebut seakan sangat terlarang bagi dunia barat, bahkan lambangnya pun haram, dan pastinya haram juga bagi dunia Anda.

logo isis komunis nazi dilarang lambang setanisme boleh dimana2

Propaganda dan cuci-otak dunia Barat. Logo Komunis, Nazi dan ISIS dilarang seakan haram oleh mereka. Sedangkan logo dan simbol dajjal dan satanisme grup seperti simbol illumimati, skull and bones, dewa rha (mata satu) dan zionis, banyak bertebaran dimana-mana, bahkan disekeliling Anda.

Sedangkan faham satanis besutan mereka tak ada yang melarangnya. Bahkan lambang, simbol dan logo faham satanisme itu ada disekeliling Anda, bahkan digunakan sebagai logo perusahaan dan tersebar dimana-mana tanpa Anda sadari.

Seperti, tahukah Anda bahwa ratusan negara di dunia memiliki partai komunis? Kita ciutkan saja, khusus negara yang mayoritas Muslim.

Nyaris di semua negara mayoritas Islam, partai komunis ada. Hanya tiga negara mayoritas Muslim yang tidak memiliki partai komunis, yaitu: Indonesia, Maroko dan Brunei Darussalam.

Sisanya semua memilikinya. Bahkan Turki dan Bangladesh masuk dalam negara yang memiliki partai komunis terbanyak sejagat. (baca: Komunistophobia: Komunis Di Indonesia Merupakan Kata Haram Dan Menakutkan)

Tapi yang pasti, tak akan ada lagi partai komunis di Indonesia. Mengapa? Karena selama dua buah undang-undang yang dikeluarkan MPR/DPR dan Presiden tahun 1966 tentang PELARANGAN pendirian partai komunis di Indonesia tidak dicabut, maka mungkin sampai kiamat pun, tak akan pernah ada lagi partai komunis di Indonesia.

Jadi jangan terkecoh oleh hasutan-hasutan, isyu-isyu dan hoax tentang kebangkitan atau adanya lagi Partai Komunis Indonesia. Mereka sengaja menyebarkan isyu itu agar membuat bingung rakyat sebagai kepanjangan tangan dari pihak barat.

Awas, brainwashed atau misi cuci otak mereka sangat canggih, atau Anda yang telah dibodohi karena tak menyadarinya? Jika pun ada partai seperti itu, maka harus ditangkap dan dihukum karena melanggar undang-undang negara Republik Indonesia.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan sejarah pahit takkan terulang kembali di negeri tercinta ini. Aamiin.

Special Thanks to: teguhtimur.com, kageri.blogdetik.com

(sumber: detiknewsblogs.swa-jkt.com/teguhtimur.com/insulinda.wordpress.com/ Jakartabeat.net/ wikipedia/ edited by: icc)


Sukarno addressing a PKI rally.

Sukarno addressing a PKI rally.

korban pki di lubang-buayasuharto piye kabare enak dijamanku toh

misteri 7 jenazah pahlawan revolusi bannersby lukisan sukarno


VIDEOs:

(Bhs Inggris) CIA bantu Suharto menggulingkan Sukarno melalui PKI dan “Black Operation”

Sejarah PKI Sebenarnya – Saksimata (English / TEKS INDONESIA) (PART-1 | PART-2 | PART-3 | PART-4 | PART-5 | PART-6 | PART-7 | PART-8 | PART-9)

Kuburan Massal di Indonesia (Mass Grave in Indonesia) (PART-1PART-2) (FULL VERSION)

G30S/PKI : Kudeta Terselubung (PART-1 | PART-2)

Shadow Play – True Story G30sPKI (full movie – 1 hr 20 mnts) 

40 Years Of Silence: An Indonesian Tragedy (long movie – 2 hrs 30 mnts)

Jagal – The Act of Killing – 2013 (full movie – 2 hrs 40 mnts) 


Artikel Lainnya:

Komunistophobia: Komunis Di Indonesia Merupakan Kata Haram Dan Menakutkan

Mau Tahu Partai Komunis Ada Dimana Saja? Komunistophobia: Komunis Di Indonesia Merupakan Kata Haram Dan Menakutkan!

Ketika Suharto Dipecat Secara Tidak Hormat Oleh Jenderal Nasution

Mantan Kakostrad Kivlan Zen Mengaku Tahu Dimana Aktivis 1998 Dibantai

[Perang Panglima] Konspirasi Kudeta Militer 1998: Ada Pergerakan “Pasukan Liar” di Kediaman Presiden Habibie, Siapa Yang Mengerahkan? Prabowo Atau Wiranto?

Begini Cara Kami Hancurkan Sukarno!

Penempatan 60% Militer AS di Australia Fokus ke Asia, Penyadapan Antar Negara Marak Pula, “Zona Perang” AS dari Timur Tengah Kini Beralih ke Asia

Top Secret Terkuak: “Operasi Alpha” Saat Rezim Orde Baru!

Bongkar Konspirasi JF.Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

Konspirasi: “Mystery of The National Treasures of Indonesian Kingdoms”

Misteri Supersemar, Surat Perintah 11 Maret 1966

[INI DIA KEKAYAAN SUHARTO] Cakupan, Dampak & Tanggungjawabnya Terhadap Rakyat

[SEJARAH DIBENGKOKKAN?] Bahas Tuntas: Fakta Baru Serangan Umum 1 Maret 1949

Ketika Amerika Serikat Tunduk Kepada Indonesia

Sekolah Obama di Menteng Dahulunya Milik Freemasonry

Pengaruh CIA di Indonesia

Ratna Sari Dewi: Wafat Bung Karno Tahun 1970 Sengaja Diatur!

Calon Legislatif 2014: 90% Muka Lama, 10% “Muka Gila”, yaitu Bekas Model Porno, Orang Temperamental, Gentho (Preman), Germo PSK, Terpidana hingga Pro-Zionist!

=>Puluhan Artikel Konspirasi Indonesia<=

=>Puluhan Artikel Misteri Indonesia<=

Artikel ini juga di forward oleh lintas.me , forum kaskus.co.id dan forum viva.co.id


http://wp.me/p1jIGd-3z1

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

“… will blow up your mind…”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Indonesia, Misteri Indonesia dan tag , , , , . Tandai permalink.

136 Balasan ke [FOTO] Terkuak: Misteri Luka Jenazah 7 Pahlawan Revolusi!

  1. Azhar Muhammad berkata:

    Aktual, tapi seberapa orang yang tertarik memperhatikan fakta sejarah, catatan sejarah selalu dipengaruhi subyektif rejim yangg berkuasa.

  2. Anak Bangsa berkata:

    Terimakasih untuk yang sudah share fakta-fakta sejarah ini, kita anak bangsa semakin mengerti apa yang sebenarnya terjadi

  3. Wong Cilik berkata:

    Ngilu liatnya…
    Banyak2lah bersyukur Kita yg hidup di jaman sekarang yg tinggal enaknya aja..
    Bersyukur bisa dimulai bkin hidup kita bernilai bagi orang lain, bangsa dan negara

  4. resya berkata:

    Terlalu pilu !!!

  5. Joy Abdi berkata:

    Sense of belonging yg berlebihan pasti berujung pembenaran2 yang biasanya dibarengi dengan kebrutalan.. apapun ideologinya, apapun agamanya, apapun sukunya, apapun golongannya, apapun rasnya..

  6. teguh g berkata:

    Para pembaca harus hati2….WASPADAI NEO KOMUNISME yg Merongrong KEDAULATAN NKRI….Waspada…..

  7. Cahyo Darmo berkata:

    Semoga bangsa ini bisa belajar dr pengalaman sejarah yg kelam, agar tidak terulang kembali di masa depan.

  8. khalid berkata:

    ya Allah ampuni dosa orang2 yg tidak tahu namun harus terbawa situasi saat itu dan meninggal sia2, juga ampuni orang2 yg menyiksa karna juga ketidaktahuan akibat politik yg kotor ..
    namun perberatlah hukuman Engkau utk Otak2 manusia Pelaku yg membuat semua keburukan masa kelam bangsa kami dulu, apapun alasannya…
    “sungguh idiologi apapun apabila hasil buatan manusia… tidak ada yg murni berpijak diatas kebaikan, krn idiologi tsb semua berangkat dari yg namanya Nafsu Semu Dunia & keserakahan Manusia” …..

    Naudzubillah min dzalik
    (Aku berlindung kepada Allah dari yang demikian itu..)

  9. “Bangsa yang besar , adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya”
    Soekarno

  10. masyaallah tega sekali yg membunuh itu….

  11. anti binatang berkata:

    mau TNI mau NU mau komunis sama saja kalau dasarnya binatang cenderung biadab
    ibu ibu kompleks juga kalau memfitnah kayak orde baru dan komunis

  12. wawan berkata:

    namanya politik itu kejam, ibarat harta karun atau pesugihan, itu jenisnya sama tapi beda aliran politik untuk menguwasai wilayah dan pendudukanya dengan janji manisnya, sedangkan pesugihan untuk menunjukan bahwa dirinya mampu sedangkan harta karun ditemukan dengan tidak sengaja..tapi teman tidak mau dibagi dengan sama seseorang dengan serakahnya ingin menguwasai sendiri pasti terjadi perkelahian ……….. semua jugga pasti ada darah mengalir dan tumpah kebumi ini……..buat tumbal

  13. ASTAROTH berkata:

    dlm politik. susah dibedakan mana yg benar, mana yg salah. kdng yg dihukum blm tentu bersalah. kdng yg dianggap pahlawan, blm tentu yg benar. penuh rekayasa. memutar balikkan fakta.

  14. Bambang Poso berkata:

    Kalau kejadiannya terhadap rakyat kecil perilaku yang begini seperti dibiarkan, bukannya membuka kembali memori yang lalu, kejadian yang lebih bengis dan sadis dari PKI terjadi juga di Poso, korban pembantaian dimasukkan dalam sumur disamping Puskesmas Tagulo diatasnya ditutup dengan seekor babi belum juga yang lain dibakar dengan ban mobil bekas.Inikah wajah Indonesiaku. Sedih bila mengingat peristiwa itu.

  15. ayu tama berkata:

    merinding…….

  16. Liana berkata:

    ideologi komunisme itu memang mempersenjatai buruh dan tani dan menciptakan kehidupan tanpa kelas dan uang, revolusi berdarah memang opsi yg boleh diambil untuk menciptakan revolusi di dalam ajaran komunisme, pengusaha swasta harus rela menyerahkan perusahaannya kepada negara meski itu hasil jerih payahnya sendiri.

    ya benar PKI melakukan makar tapi ceritanya dilebih-lebihkan. pembunuhan 7 pahlawan revolusi dibuat lebih sadis daripada aslinya. ada banyak gosip beredar yg ternyata tidak benar. banyak aktifis2 politik-sosial yg dituduh antek PKI seperti Gerwani yg ditangkap dan disiksa. bahkan dibunuh. DAN saking Suharto dan antek2nya anti PKI, warga keturunan tionghoa pun jadi kena getahnya antara lain dilarang mengekspresikan budayanya.

    • tigorpanggabean berkata:

      Gak juga… budha, islam, kristen… apa gak bercucuran darah…

      komunisne sifatnya sementara, karena kemiskinan.. tdak ada yg sana rata.. nanti sudah makmur ada kelebihan.. mulailah jadi kapitalis… lihat china dan vietnam.. china semakin kaya dengan investasi modal dimana-mana.. hutang USA terbesar. Yah ke china ..

      segala faham tidak mengijinkan segala cara.. komunis juga demikian… individu yg gelap mata saja yg berlaku demikian.. jepang, hitler musolini…

  17. chandra berkata:

    Fakta sejarah…. Komunis itu kejam… done!
    yang turut prihatin… mereka yang menjadi korban kemauan PKI dan korban fitnah…
    untuk Anggota PKI nya sendiri… Go To Hell…!!!

    • Mr M berkata:

      maksud elo? org anti komunis boleh menyiksa/membunuh org komunis ?
      ck…ck…ck coba dipikir lagi. apabedanya dong anda dengan komunis? malah bisa dikatakan anda lebih jahat, lebih buruk dari komunis.
      yg ditakutkan malah yg membunuh komunis tadi yang “go to hell…”
      fakta sejarah bilang PKI kejam,
      fakta sejarah juga bilang, yg membantai PKI lebih kejam lagi. krn jml pembantaian lebih besar.
      jd intinya adalah… kita boleh punya ideologi tapi jgn sampai membutakan anda sehingga melakukan kekejaman dengan dalih membela ideologi anda. krn dengan melakukan itu sama halnya anda menampar wajah anda sendiri keras-keras…

      • Dewi Khristiana berkata:

        chandra tdk menyimak dgn baik..coba di baca lg dan di pahami siapa dalang dr semua ini..jgn sampe salah persepsi lg..perlu di tegaskan ini adalah kudeta yg di lakukan oleh suharto dan temannya CIA..

  18. anti-reformasi berkata:

    Jadi? Sekarang Aidit dan PKI jadi pahlawan?
    Bagus. Indonesia memang tidak bisa belajar dari sejarah. Selamanya akan jadi bangsa yang kerdil.

  19. Rina berkata:

    susah untuk memberikan penilaian

  20. emon berkata:

    bagaimana kalau semua yang kita tau itu salah??
    dan bagaimakan kalo kebenaran itu palsu ??
    siapa yang memutuskan salah dan benar??
    hakim yang paling adil hanya 1, dan dia mah adil,
    dan aku??
    aku hanya belajar sejarah untuk mengisi essay pada ujian

  21. salam berkata:

    informasi ini sebagian besar benar akantetapi ada sedikit kesalahan dalam Daftar tokoh yang meninggal dalam pembersihan anti-komunis Indonesia karena disitu ada beberapa tokoh yang sebenarnya tidak terlibat dalam pki tapi ikut ditangkap dan beliau tidak meninggal dan terus hidup sampai masa abdurahman wahid bahkan ikut menjadi menteri zaman soeharto

  22. manusia berkata:

    kok bisa setega itu ya menghilangkan nyawa manusia..
    Ya Tuhan, berikan kami KASIH yang sejati untuk mengasihi TUHAN dan SESAMA MANUSIA..
    Berikan kami hati nurani untuk senantiasa mengasihiMU dan mengasihi SESAMA KAMI..
    sedih melihat sesama saling bantai..

  23. jie berkata:

    G30SPKI
    Soeharto
    Soekarno
    JF Kennedy
    CIA
    Freeport
    benang merah sudah jelas
    masih kurang apa lagi

  24. Yang jelas SOEKARNO itu pahlawan, kenapa ada yg nganggp dia dalangnya ? Kalo emang demi kepentingan pribadi, ngapain dia baca proklamasi dmi nyatuin NKRI ?
    Itu mh soeharto aja yg numpang tenar.

    • sugiman berkata:

      Sejarah hidup mansia tdk berhenti,benar sekali Beliau adalah pahalawan Proklamator aku sangat hormat,..di sisi lain manusia dlm perjalanan hidupnya tidak akn lepas dari perubahan sesuai dg situasi dn knodisi saat itu,..Begitu pula Anda ,..krn dah anti Soeharto dn Orde baru,.. meski ditunjukkan ribuan jasa jend.Soeharto,tdk mungkin Anda akan mau menghomati dn menghargai Soeharto dlm membangun bangsa ini,pasti hanya kebencian yg ada dlm lubuk hati Anda.

      • Juztin berkata:

        Ia Soeharto emang berjasa membangun NKRI, Sembako Murah, Tapi itu semua hasil dia MEMINJAM UANG/MODAL sama IMF/BANK Dunia …dan dia ga mau ngelola sumber daya alam yg ada di darat dan di laut oleh SDM yg ada di indonesia, mau nya instan biar warga indonesia yg awam nganggap dia berhasil mimpin indonesia, biasa pencitraan ….
        Dan ALHAMDULILAH berkat dia hutang Negara sampe sekarang masih ada ….
        Itu jasa asli dia untuk indonesia .
        Aku cinta negri ini tapi aku benci pemerintahan yang ada .

    • Yehezkiel Dwi berkata:

      apa kabar ya soeharto di alan neraka? hahaha

  25. wise_n berkata:

    hanya Allah yg maha tahu………
    setiap perbuatan akan menerima akibatnya…………

  26. rahayu berkata:

    dgn logika waras, kalo benar pki bersalah..mengapa pki memberontak sedangkan pada waktu itu partainya sebagai incumben..??
    pki hanya di jadikan alat, karna dahulu rakyat masih bodoh..

  27. Indra berkata:

    Soekarno dan PKI hanyalah korban (kambing hitam) dari oknum yang serakah, yang tidak bertanggung jawab, yang memutarbalikkan fakta dan yang menebar fitnah kepada rakyat Indonesia.
    Dan saya sangat tidak setuju sekali dengan gambar dari Soeharto yang bertuliskan “pie kabare? sih uenak dijamanku toh” .. jika kita pahamai lebih jauh, kesulitan ekonomi yang sekarang ini dirasakan oleh bangsa ini dan yang lain-lainnya adalah imbas dari korupnya rezim Orde Baru.

    • Mr M berkata:

      benar sekali kata anda…
      yg benar dulu kabare : org2 tertentu yg menyedot kekayaan indonesia ini…
      jaman sekarang susah? ya susah lah wong diwarisi dlm kondisi hancur-hancuran…
      jaman sekarang banyak korupsi? iya keliatan byk krn masuk tv, koran dll.
      tapi itu tanda bagus, krn korupsi diberantas.
      kalau jaman order baru? ya jelas aja ngga ada berita korupsi. yg berani aneh-aneh disikat…

  28. ih… ngeri bgt ya,,.. ko tega2nya bunuh2an sama sodara sendiri,, caranya sadis bgt lg…

  29. SimonS berkata:

    MAJU TERUS BURUH-TANI-RAKYAT MISKIN INDONESIA, KALIAN TIDAK AKAN KEHILANGAN SESUATU APAPUN KECUALI BELUNGGU PARA BORJUIS KORUPTOR-KAPITALIS. ALLAH SWT SELALU BERSAMA MEREKA YANG KESUSAHAN DAN TERANIAYA. ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ

  30. Wolly berkata:

    Ke-tujuh jendral itu adalah orang2 hebat. Cinta negara dan bangsa. Sungguh disayangkan mereka hilang karena keserakahan oknum2 luar dan dalam negeri. Bisa jadi NKRI kita bisa maju bila ke tujuh orang ini masih hidup dan bisa bersumbangsih kepada negara dan bangsa. Sekarang ini mencari bibit2 pemimpin yang benar-benar cinta NKRI itu tidak mudah (lebih banyak yang cinta kuasa dan uang). Semoga rasa nasionalisme kepada NKRI menjadi lebih kuat setelah semua ini naik ke permukaan (thanks to globalization and internets!). Rekonsiliasi.. rekonsiliasi.. No more killing.

  31. hakim catur berkata:

    Saya punya versi sendiri. Informasi ini saya dapat dari pensiunan jenderal yang saat itu menjadi salah satu komandan kopasus. Menurut beliau, konflik segitiga dimana saat itu presiden sendiri berusaha mencari penyelesaian atau tidak tegas karena semua sekenario korbannya sama besarnya. Kelompok pertama PKI dan komunis dibelakangnya, pak Harto dengan CIA dibelakangnya dan kelompok nasionalis yaitu Bung Karno bersama 7 pahlawan revolusi. Kudeta dilakukan dua Pihak yaitu PKI dan kel P. Harto. Kel nasionalis paling parah hancurnya karena di tengah konflik dua kekuatan besar Komunis dan Liberal.

    • SANGPEMIMPIKEBANKITANINDONESIA berkata:

      saya setuju, hampir sama cuma sedikit berbeda dgn pendapat dan analisis pribadi saya,.

      menurut saya situasi indonesia saat itu di kuasai oleh 3 kelompok IDELOGI besar, NASIONALISEM di pakari Soekarno dan yg berkuasa saat itu juga. 2 KOMUNISME di pakari AIDIT dan Kol. UNTUNG. dan yang ke 3. LIBERALISME yg di pakari JEND.SOEHARTO dan CIA. ke 2 dan ke 3 sama” merasakan ketidak puasan dari pemerintahan yang berjalan saat itu dan sama” ingin melakukan Kudeta terhadap pemerintahan,.
      uniknya pemimpin kelompok ini mempunyai hubungan kekerabatan yg erat 1 sama yg lain. karena pada saat itu abri berada d bawah presiden. jadi soeharto menunggu blunder yg di lakukan oleh aidit CS .Gerakan pertama di lakukan oleh kelompok komunisme, yg sebelumnya sudah tercium dan di tunggu” oleh soeharto besarta CIA,.
      memanfaat kan peluang ini maka soeharto melakukan gerakan ke 2 dan mengkambing hitamkan komunisme dan nasinalisme, akhirnya pemenang yg keluar adalah liberaisme.

      NB : perlu di ketahuai amerika dan CIA adalah kelompok yg sangat menakuti kelompok Komunisme, dan membenci soekarno yg pada saat itu adalah orang paling berkuasa dan berani berbicara lantang di PBB dari kawasan asia dimana pada saat itu banyak negara yg ingin bergabung dalam keanggotaan PBB tapi soekarno dan indonesia malah keluar dari PBB.
      ketakutan akan komunisme di indonesia saat itu bukan tanpa alasan. ,mengingat besarnya dan kuatnya indonesia saat itu. bukan tidak mungkin jika saat itu indonesia menjadi negara komunis, negara yg paling di takuti amerika saat ini adalah indonesia, bukan rusia atau iran saat ini. maka CIA mencari” orang yg bisa menjadi kaki tangan amerika dan menemukan sosok otoriter paling tepat yaitu soeharto.

      perlu di ketahui pula bahwa negara adidaya amerika blm punya trackrecord atau sejarah kemenangan mutlak melalui perang melawan negara komunisme,
      IRAN, RUSIA, KORUT dan bahkan negara komunis kecil sekecil Vietnam tidak bisa di kalahkan sampai sekarang.

  32. mbuh berkata:

    dulu korupsi nggak kelihatan karena rakyat kecil dikasih program padat karya, jadi ada kerja, ada duit, bisa makan, nggak ikut-ikut urusan negara. bedanya ma jaman sekarang, rakyat banyak yang nganggur, jadi dampak dari korupsi kerasa sampai rakyat, dan nggak ada program buat kesejahteraan rakyat. di indonesia jika kapitalis yang berkuasa, maka yang pinter dan modal gede yang kaya, namun jika sosialis dan komunis yang berkuasa, banyak orang males jadi kaya gara-gara orang pinter.. IMHO

  33. Deni berkata:

    Begitu mengesankan… ternyata bgtu sejarahnya…yg sya tau hanya dari omongan-omongan orang sja,, tpi ni sangat kumplit..
    terimakasih .

  34. jayacomputer berkata:

    Masya Allah.. Lillahi…

  35. Eka berkata:

    Yang belain Soeharto yah sama aja munafik dan musriknya. Jelas fakta2 yang ada sekarang membuktikan Soeharto, baik dgn kaki tangan CIA atau bukan, adalah dalang dari G30S yg katanya bikinan PKI. Semoga yg terlibat dan nyata2 boong arwahnya tetep aja gentayangan ngga dapat tempat dimanapun. Mampuslu !!

  36. SUJIANTO berkata:

    Terima kasih dengan semua tulisan ini
    Smoga bisa jadi wawasan pembacanya
    Ter Utama warga Indonesia

  37. qazaqa berkata:

    Senang sekali mengetahui bahwa ada orang2 yang menyadari bahwa jaman Suharto itu brengsek, karena banyak orang yang mengatakan sebaliknya, lebih senang jaman Suharto.
    Ada yang mengatakan pada saya: “Jaman Suharto itu enak, uang spuluh ribu bisa untuk beli macam2, sekarwng?”
    Maka saya balik bertanya: “Dulu pendapatan anda berapa? Sekarang berapa? Dulu anda punya kendaraan nggak? Sekarang punya nggak? Dulu tetangga2 anda yang punya kendaraan berapa orang? Sekarang berapa orang?
    Bungkam dia!
    Jadi buat anda2 sekalian yang mendengar orang memuji jaman Suharto, ajukan pertanyaan2 di atas. Pasti bungkam dia. Saya tidak pernah ketemu rakyat jelata yang menjadi lebih miskin dibanding jaman Suharto. Kalau mantan pejabat orde baru, banyak!

    • power berkata:

      ya, skrang saya tanya, lu yakin bisa beli kendaraan dan semua2nya itu dibayar TUNAI hah ? dulu kgk ada kredit bung krna dianggap menyusahkan, klo gk mampu ya jngan maksain, itu kata kakekku dulu, bner skrng smua pnya kendaraan, KREDIT SMUA, MACET GK KARUAN, PIKIR DULU KLO NGOMONG G*BL*K, TNYA MBAHMU KLO SEJARAH, JNGAN HNYA NGIKUTIN ARUS DERAS INTERNET AJA

  38. mahasiswabiasa berkata:

    saya netral, saya cuma mahasiswa biasa. singkat saja, kalo ada pertanyaan “kenapa pak harto waktu itu tidak termasuk target jendral yg dibunuh” ? perlu kita ketahui, dari suatu peristiwa atau pertandingan sepakbola misalnya, ada namanya faktor “LUCK”. menurut saya, kenapa pak harto tidak menjadi target, ya karena faktor keberuntungan pak harto. Ibarat bencana alam (tsunami misalnya), siapa yang bisa memastikan yg di pinggir pantai selamat atau tidak selamat ?

    okelah itu bisa disanggah. ada yang lebih penting dan pasti. Dari yang saya baca dari buku “Kunang-kunang kebenaran di langit malam” (buku kesaksian keluarga Jenderal korban). sebenarnya ke 7 Jenderal itu pun tau akan dibunuh, tapi para jenderal itu menolak pengamanan pribadi. jadi bukan hanya pak harto yg tau, para calon korban jenderal pun juga tau akan akan adanya penyerangan ke diri mereka masing2

    Wallahualam Bishawab

  39. OmDompet berkata:

    lengkap sekali,
    kebenaran hanya milik Allah,
    semoga menjadi hikmah…amin

  40. ariev berkata:

    Trima kasih atas wacana diatas yang cukup netral dan tidak berpihak pada rezim apapun. . .
    trus terang saya merasa sakit hati, ketika mendengar cerita kakek buyut saya yang di pecat secara tidak hormat dari jabatan’a sebagai kepala bag. divisi IV PJKA kota Tegal, seluruh keturunan’a haram untuk menjadi PNS oleh rezim suharto. . .
    padahal kakek saya hanya simpatisan PKI belaka, bukan pelaku oknum dari kekejam peristiwa 30S. tersebut. . .
    sungguh kami keturunan dari ketidak adilan rezim suharto ingin tahu fakta sesungguhnya dalang dari gerakan 30S. tersebut, agar memulihkan kepercayaan diri kami terhadap pemerintah RI. kami pro Presiden Sukarno, dan anti suharto. . .
    otoritas suharto telah membodohi bangsa ini, n membuat bangsa ini menjadi bangsa yang tertinggal di bandingkn bangsa tetangga yang notabene’a merdeka setelah bangsa kita merdeka. . .

  41. DR WEB berkata:

    TULISAN YANG HEBATDISERTAI FAKTA AN BUKTI2 SEJARAH LENGKAP….2 THUMB UP

  42. Herman berkata:

    Demi Tuhan saya baru tahu info ini yang sebenarnya. Benar2 biadab, PKI dijadikan kambing hitam. Ratusan ribu nyawa di korbankan.

  43. Maimanah berkata:

    Sangat Mengesankan .
    I Like it 🙂

  44. JOKO GEMBLUNG berkata:

    org indo ternyata lbh kejam drpd hitler, belanda dan jepang.

  45. MAS ARDI berkata:

    menurut saya, yg membunuh 7jendral adalah TNI AD anak buah soeharto. tujuan nya utk mengkambing hitamkan pki. supaya soeharto punya alasan memberantas pki. krn pki penghalang utama soeharto utk merebut kekuasaan soekarno. krn pki pendukung soekarno.

  46. gunung Shadu berkata:

    yg lalu smoga bisa menjadi pelajaran untuk kita smua masyarakat Indonesia. perbedaan ideologi atau pendapat jangan dijadikan alasan untuk berbuat jahat tapi jadikanlah perbedaan itu bermanfaat untuk membangun masyarakat menjadi sejahtera.

    ketika Soekarno membuat GNB & membuat slogan Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme) Indonesia menjadi perhatian dunia internasional, krn Indonesia bisa menjadi negara yg damai walaupun mereka berbeda ideologi & saat itu negara komunis & negara anti komunis yg sedang bertikaipun mulai meredup(korut-korsel, vietnam, kamboja) akan tetapi USA & Uni Sovyet yg merasa ladang bisnisnya diganggu oleh Indo tidak ingin prdamaian terjadi(USA & Uni Sovyet sbg pemasok senjata,USA & Unisovyet sbnrnya pura2 bertikai agar dpt untung dlm bisnis senjata, jasa keamanan & bebas mengeksplorasi negara2 yg dilindungi). ada yg mnyatakan bahwa sbenarnya USA & Unisovyet berada dibelakang kejadian G30S/PKI tapi teori ini hilang krn masyarakat sudah lama didoktrin klw USA & UniSovyet(Russia saat ini) bermusuhan pdahal dlm sejarah belum pernah ada catatan perang terbuka antara USA & Unisovyet(Russia).
    hati2 dlm mengolah informasi atau isu krn bukan rahasia lagi politik adu domba (devide at impera) masih berlangsung hingga saat ini & tujuannya cuma satu agar negara kita menjadi tidak bersatu & tidak pernah menjadi negara maju & hanya boleh menjadi negara berkembang. jika ada informasi atau isu yg dapat mmemcah belah rakyat diharapkan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu pada orang2 yg berkait, jangan sampai kita mnjadi korban politik adu domba!!

  47. Jeje Milanisti berkata:

    sejarah yang silam dan bukan untuk acuan ku.yang terlintas dalam benak ku saja..
    karena aku lahir untuk menjalani hidupku sebagai manusia,
    dan masa depan masih akn datang. yang lama hanya bikin pusing,
    yang penting tenagaku akan tetap siaga untuk menopang kaki ku melangkah dan udara masih banyak untuk ku hirup.
    masalah uang dan kebenaran..keduannya sudah bersepakat untuk membuat manusia slalu punya takaran dalam hal pandangan, tapi kejujuran akan lahir ketika masa sekarat datang.
    hahahahaha….duli amat dgn smuanya…karena jalan stp org berbeda beda. dan tentu kita tidak bisa memfonis pikiran manusia tanpa pengakuan dari manusia itu sendiri.

  48. Winarto berkata:

    Sangat mengesankan& mengharukan

  49. rakyat berkata:

    sudah pernah baca sih. di buku. Tambah ini mungkin benar adanya.
    Tapi seperti salah satu komentar di atas, kita pelajari sejarah hanya untuk mengisi jawaban essay di ujian saat sekolah dulu. Kita tidak tahu kalau cerita di buku sejarah itu tidak benar. Kita tidak tahu cerita mengerikan masa lalu itu ternyata di setir oleh pihak-pihak yang berkepentingan, pihak-pihak yang ingin mendapatkan kekuasaan. Mengorbankan orang-orang yang tidak tahu mengapa mereka dibunuh, orang-orang yang dibodohi untuk membantai sesamanya. Mengerikan.
    Satu hal yang perlu disyukuri kita tidak hidup di zaman itu..

  50. Afni Sriwahyu berkata:

    Pki berusaha bangkit, pki sangat2 licik, dari situ hati2 lah, sebab itu Indonesia, kuatkanlah dirimu dengan iman pada Tuhan. Kita tak lan pernah ada tanpa adanya Tuhan. Komunis adalah sebetul betul iblis..

    • Kharisma Mega berkata:

      Didikan Orba ya, Mas?

      Pantes keliatannya sseperti “Katak Dalam Tempurung”…

      • Haris berkata:

        LO YANG TOLOL.. KOMUNIS ITU HARUS DIBASMI HABIS.. APA LU ANGGAP GA ADA TUHAN.. JANGAN2 LO KOMUNIS..

      • yudi berkata:

        Tak akan dibiarkan komunis bangkit. kita liat aja.. Klo ada komunis yang berani2, akan terulang lagi PEMBANTAIAN PKI JILID 2. Anda camkan itu wahai para Ateis dan antek2nya. di dunia kalian sudah kena hukuman apalagi diakhirat nanti, Neraka lah tempat tinggal kalian selamanya..

  51. ipoen berkata:

    kalian tau siapa dalang sebenarnya???

    amerika dgn CIA nya.. mereka gak ingin negri ini menjadi maju di bawah pimpinan soekarno..

    • Kharisma Mega berkata:

      Bukan begitu mas. Orang barat, menurut saya. Memanfaatkan kejadian ini untuk membuka Ladang bisnisnya. Mereka pasti punya cara untuk melancarkan keinginan itu. Dan yang pasti, Saya nggak mau berkomentar bahwa mereka menghalalkan segala cara…

      Karena, Kaum Kiri sendiri sering difitnah seperti itu…

  52. anto berkata:

    kadang sulit memang menilai sejarah..biarkan yang maha kuasa yang menentuka peradilan terbaiknya

  53. IZNA AYU AKASIANI YUSHARTIWI berkata:

    siapa saja yang membunuh para jendral,akan mendapatkan hukuman nantinya!

  54. Anonymouse berkata:

    Aku Sedih tiap mengingat bagaimana perasaan Bapak Negara Kita 😥 Pak Soekarno We Miss U

  55. sungguh hebat ya gan pejuang pejuang kita masa lalu mereka tidak kenal lelah untuk kemerdekaan negri ini
    terimakasih pahlawan ku
    namamu akan tetap harum sampai ahir nanti

  56. FREE WEST PAPUA berkata:

    lakukanlah hal-hal yang wajar,sebab Manusia tinggal di dunia hanya sementara saja tsk akan sampai selamanya.
    sebab segala sesuatu yang manusia lakukan selama hidup di Dunia yang panah ini siap-siaplah untuk terima kompensasi dari Pencipta..

  57. CAK KONTONK berkata:

    komunis sdh gk ada. di cina dan korut, partai nya doank komunis tp faham nya kapitalis. di indo partai komunis gk ada, tp faham komunis msh ada, meski ngaku nya anti komunis, tp tanpa disadari berfaham komunis.. misal: ada org lbh mementingkan org bnyk drpd diri sendiri, itu termasuk faham komunis. maka nya, jangan mementingkan kepetingan org bnyk. biar gk dianggap komunis. mending mementingkan diri alias kapitalis.

  58. Safa Nindita berkata:

    cerita para pahlawan revolusi ini mengingatkan kita semua betapa para pahlawan merelakan nyawanya demi persatuan Indonesia dan keutuhan Pancasila PKI partai komunis Indonesia sangat kejam rakyat yang tidak berdosa mereka bunuh panglima TnI yang tidak berdosa mereka siksa. bagaimana keutuhan pancasia dan persatuan Indonesia jika mereka tidak mengorbankan jiwa dan raga mereka bahkan nyawa jadi taruhan nya. masa depan Indonesia ada di tangan rakyat Indonesia makanya jagalah persatuan Indonesia dan keutuhan pancasila

  59. JOKO SABLENX berkata:

    menurut gw cakrabirawa, tni-ad nya soeharto, petinggi pki terlibat g30s tp cakrabirawa dan pki hanya pingin menculik saja. tp tni-ad nya soeharto niat nya beda, yaitu membunuh tanpa sepengetahuan cakrabirawa dan pki. kmdian stlh jendral2 terbunuh tiba tiba tni-ad nya soeharto mengkambing hitamkan cakrabirawa dan pki.. dan menumpas mrk. krn mrk pengikut setia soekarno. mrk penghalang soeharto merebut kekuasaan soekarno.

    • fandi nusantara A berkata:

      Ibarat pedang bermata dua, 1965. Ketika Soeharto membabat habis ribuan simpatisan PKI, banyak yang menyimpulkan bahwa itu adalah kejahatan kemanusiaan yang paling kejam. Tapi perlu diingat, saat itu Amerika dan sekutu bersiap mengahadapi kekuatan Komunis Rusia dan Beijing dengan kekuatan penuh.
      Jika memang coup berhasil, komunis menduduki tahta tertinggi negeri ini, bukan tidak mungkin INDONESIA memiliki kenangan lebih buruk dari pembersihan komunis, yaitu pembantaian massal oleh Amerika dan sekutu yang akan menghabisi negara berhaluan komunis saat itu.

      Berterima kasihlah kepada Soeharto yang dengan kecerdikannya (jika tidak mau dibilang licik) berhasil memulihkan Indonesia dari jurang kematian massal tersebut.

      Jika coup berhasil, kemungkinan besar kalian semua tidak akan ada untuk comment di blog ini.

      Ibarat pepatah, lebih baik diingatkan oleh saudara sendiri, di kepruk saudara sendiri, daripada di kepruk orang tak dikenal.

      • Ichibana berkata:

        Kalo emang ky gitu,,mungkin Rusia bakal belain Indo, gak mungkin Rusia bakal diam aja,,partner nya dibombardir oleh musuh nya USA dibalik ASU.

  60. ajus nana berkata:

    sekarang gmana PKI baek PNI jahat gtu,jmn dulu kalo PKI menang PNI yg dibante,bgitu sebaliknya,tua2 dulu rajin makan sayur tanpa pestisida jd sehat jasmani dan rohani bisa membedakan yg jahat dan baek,yg saya ragukan anak2 jmn sekarang?

  61. RudeBoy Dodix berkata:

    Tulisan yang sangat menggugah dan penting untuk diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Hanya ada 1 foto yang agak mengganggu dimana korban sudah digantung lalu dipukuli dengan kursi. Saya temukan foto itu dalah cover album “Holiday in Cambodia” dari band Dead Kennedys. Apakah ada informasi resmi apabila foto itu memang dari kejadian 1965?

  62. Arista Bintan berkata:

    Untuk yang menulis artikel ini,,,, Mantaf Gan,
    Untuk Agan-agan yang koment : Semoga bisa lebih menghargai perbedaan (Binneka Tunggal Ika) dan tidak mudah terprovokasi oleh karena masalah internal segelintir orang yang menjabat di pemerintahan,

  63. yuna berkata:

    Pembantaian, pembunuhan secara sadis nggak punya hati dan jiwa peri kemanusiaan… Semua perbuatan pasti ada akibatnya….
    Salam perdana to all ..silahkan klo mau berkunjung balik…

  64. MAS SINIS berkata:

    amerika tergiur dg kekayaan alam indo. amerika berencana mengeruk kekayaan alam indo, tp soekarno dan pki selalu menghalangi. shg amerika menghasut lawan politik soekarno dan pki utk menggulingkan soekarno dan menghancurkan pki. org2 indo yg sengsara, tp amerika yg mengambil keuntungan nya. dendam org2 yg pernah jadi korban pki, dimanfaatkan amerika utk menghancurkan pki, dg berbagai macam cara. contoh nya dg G30S.

  65. dian salsabila berkata:

    Hanya Tuhan dan pelaku sejarah,nya yang tau…
    Qt wktu ithu belum lahir 🙂

    🙂 🙂

  66. Sabrina berkata:

    PKI mungkin kejam, tapi jika diselidik lagi pemerintah ORBA tak kalah kejam.
    mempertontonkan kekerasan dihadapan anak-anak itu merupakan pembunuhan jati diri untuk anak itu sendiri.
    Terimakasih sudah berbagi pada kami.
    Anak bangsa yang terlahir 2o tahun sejak tragedi yang mengerikan,

  67. Mao Tje Dong berkata:

    soeharto is a public enemy
    Bilamana saya jadi megawati Soekarnoputri ketika berkuasa, tindakan yg saya lakukan :
    1. Merestorasi sejarah berdasarkan fakta yg benar
    2. Membatalkan sebutan soeharto sbg pahlawan & bapak pembangunan
    3. Mengusut & memiskinkan harta soeharto beserta seluruh keluarga & kerabat dari hasil KKN
    4. Mengadili keluarga & kerabat soeharto yg KKN serta melanggar HAM
    5. Hukuman penjara/mati bagi keluarga & kerabat soeharto
    6. Jasad soeharto tidak diperbolehkan dimakamkan di tanah Indonesia
    7. Seluruh asset keluarga cendana diambil alih negara
    Go to hell soeharto & family

  68. kiki ahmad berkata:

    kayaknya yg coment keturunan PKI semua deh…. komunis….. berani PKI muncul…. umat islam siap menghadang…. takbirrrrr

    • Habieb Rizieq Shihab Asli berkata:

      Setubuhh sama akhi! Take beer!!!
      ngomong ngomong afa urusanya agama sama komunisme?
      mangaf ane kefo bin bahlul

  69. Jimmy Ahyari berkata:

    Binggung harus komentar apa.. Terutama tentang pembantaian yang tanpa proses peradilan; hanya berdasarkan dugaan? Pengadilan Tuhan kelak yang akan memperlihatkan kebenaran yang hakiki..

  70. astagfirullah..
    setelah baca artikel dan melihat foto-foto di atas begitu sedih yang saya rasakan..
    begitu tragis kematian para pahlawan kita..
    mungkin tanpa perjuangan mereka Indonesia tidak akan maju seperti ini..
    terimakasih untuk par pahlawan kita, atas jasa dan pengorbananmu sampai saat ini Indonesia masih tetp merdeka 🙂
    terimakasih

  71. lut paiker berkata:

    Sesungguhnya demi jabatan atawa kekuasaan berani memfitnah saudara sebangsa dan membantai bangsa sendiri,…sedangkan jabatan tidak lebih lama dari alam kubur,….manusia seperti ini adalah golongan orang2 bodoh,walau mereka mendapat kekuasaan dan harta,…karena bodoh menghitung hukuman dan kesenangan akherat yg dijanjikan Allah

  72. bimbos berkata:

    pembunuhan para jendral meskipun tidak sesadis beritanya memang sadis,tetapi lebih sadis pembantaian masal setelahnya, dari jumlah dan prilaku memprihatinkan sekali.banyak orang tua2 cerita, jaman itu meskipun bukan aktivis PKI banyak jg orng yg terbantai. semoga tidak pernah terjadi lagi di indonesia.hukumlah secara adil .’janganlah kamu membalas musuhmu secara berlebihan……”

  73. arief berkata:

    mencermati tulisan diatas ada kejanggalan spt Kapten Winanto yg meninggal pada tahun 2012 dalam usia 77 tahun berarti saat dia jadi komandan tentara pd tahun 1965 baru berusia 12 tahun?????

    • mengamati saja berkata:

      Kapten Winanto yg meninggal pada tahun 2012 dalam usia 77 tahun
      pada tahun 1965 berarti usianya 30 mas

  74. adi tunjung berkata:

    ketika kulit disangka isi
    ketika permukaan disangka kedalaman
    ketika mainan disangka sesembahan

  75. Aryo berkata:

    Mengapa suharto tidak termasuk dalam daftar jenderal yg di bunuh? Ada 2 kemungkinan,mungkin suharto bukan jenderal berbahaya, atau suharto mendukung gerakan trsebut

  76. Lina berkata:

    Tulisan diatas sangat berguna,semoga kebenaran akan terungkap,sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa ini untuk menjadi lebih dewasa dan dapat ,mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

  77. Tengku Irham berkata:

    Setuju dgn Hughes… !!!
    Btw, photo pak Harto yg menyaksikan interogasi oleh PKI terhadap salah seorang jenderal dalam diorama lubang buaya, versi keempat, editan ya pak ? Masak di thn 1965/1966 Soeharto udah tua dan ubanan bgtu ? Bandingkan juga busana/pakaian yang dikenakan tokoh yg mengintrogasi dengan stelan jas pak Harto dan pakaian yg dikenakan oleh orang-orang di belakang dan samping kanan pak Harto, beda zaman toh model pakaiannya…

  78. juliharto riduan berkata:

    Setiap negara memiliki jalan sejarah yg kelam, dgn kekelaman sejarah tsb hendaknya menjadi pelajaran untuk melangkah ke depan, jgn ada lagi luka dan pertumpahan darah dari sesama kita

  79. semoga bangsa ini semakin maju dan belajar dengan sejarah

  80. bronto saurus berkata:

    mirip ISIS bro dibentuk dan didanai unutk dihancurkan dengan tujuan mendapat simpati dunia…padahal yg ngebentuknya yg mengatasnamakan perdamaian dunia……mungkin manusia sudah lelah dengan perdamaian waktunya angkat senjata….begitu sudah lelah dengan peperangan ….waktunya cari perdamaian berulang-ulang terus bro……kronologinya..

  81. lembut berkata:

    ijin kopas

    Sabrina berkata:
    September 28, 2014 pukul 2:18 pm
    PKI mungkin kejam, tapi jika diselidik lagi pemerintah ORBA tak kalah kejam.
    mempertontonkan kekerasan dihadapan anak-anak itu merupakan pembunuhan jati diri untuk anak itu sendiri.
    Terimakasih sudah berbagi pada kami.

  82. Indra berkata:

    saya cinta indonesia. saya gamau indonesia terus2an jadi negara yang susah. indonesia udah jadi negara susah gara2 kena imbasnya dari kelakuan bodoh jaman dulu. indonesia butuh seorang pemimpin yang bener2 nasionalis. tapi mungkin susah. seorang yang nasionalis, untuk jadi pemimpin mungkin akan bernasib sama seperti ke-7 pahlawan revolusi diatas. mungkin akan dicari dan akan dilenyapkan oleh berbagai pihak yang memang tidak menginginkan indonesia untuk maju. apakah kita hanya berdiam saja? mari dari sekarang, kita bangsa muda yang diberi kepintaran, janganlah kita tergoda akan niat2 buruk yang diluar logika dan dapat merugikan orang banyak bahkan negara ini.

  83. Mahesablog berkata:

    Bener2 blow up my mind

  84. JENDERALKU berkata:

    KALAU MENURUT SAYA APA YANG DILAKUKAN ORBA ITU UNTUK MENUMPAS SAMPAI TUNTAS BIBIT PKI DAN TIDAK LAGI MUNCUL PKI JILID 3 TAHUN 1948 PKI BERULAH, TAHUN 1965 PKI LAGI, YAAA PANTAS HARUS SEPERTI BEGITU SUPAYA TIDAK ADA BIBIT…. DAN PEMBANTAIAN YANG DILAKUKAN PKI TAHUN 1948 DAN 1960-1965 ITU TIKUS YANG DI BANTAI PKI, DASAR KOMENTAR ORANG2 TIDAK MEMILIKI PAHAM IDEOLOGIS PANCASILA

    • gedekus berkata:

      Betul. Memang keji, memang tidak manusiawi. Tapi itulah cara efektif untuk membasmi komunis di Indonesia. Kol. Untung, Aidit itu orang2 yang sebelumnya terlibat dengan Madiun 1948. Di peristiwa madiun 48, eksekusi mati utk orang2 yang menentang PKI tidak kalah kejinya dengan pembataian 65 – 67. Sasaran utamanya para santri dan kyai. Cara2 yg dilakukan: sembelih, gergaji, dpukul, dipotong, mengeluarkan isi perut, dll..Sayang banyak fans komunis skrg lupa dgn itu..

  85. Jenderal berkata:

    Coba cari fakta mengapa DR.Moh.Hatta meninggalkan Ir.Soekarno, apa kaitannya dengan paham komunisme. Berhubung keduanya sang proklamator.

  86. Andyra berkata:

    Yg jelas mendingan suharto daripada jokowi…

    Jauh banget mendingnya…
    Hadehh..

  87. Ki Joko Bondol berkata:

    Ya kalau perang, wajar. Terbunuh atau membunuh. Kalo PKI yang menang malah nasib bisa lebih buruk. Mana ada negara komunis yang bikin bahagia warganya ? Semua sadis sama bangsanya sendiri. Lihat Rusia dulu, Cina yang menggilas rakyatnya dengan tank. Kalo ada simpatisan PKI, tembak mati aja atau masukin sumur. Karena kalo mereka menang, mereka akan lebih kejam lagi.

  88. amirl berkata:

    jangan protes kalau tidak tau proses apalagi progres

  89. yu5 berkata:

    Ingat pesan Negara dan Pahlawan Revolusi dengan adanya BAHAYA LATEN KOMUNIS.

    KOMUNIS TIDAK ADA RUANG DI NKRI.

    Melalui propaganda ORDE BARU REZIM KEJAM, Komunis berusaha bangkit.

    Waspada kebangkitan komunis di Partai Politik.

    Siapa yg mencetuskan NASAKOM?
    Siapa yg memberi ruang komunis?
    TENTU ANAK KETURUNAN NASAKOM.

  90. dianhs berkata:

    Ikutan sharing Bro-Siz…,
    Mnrt gue ini mmng benar ada suatu penyimpangan atau pembelokan sejarah atau bs jg pembodohan sejarah yg d lakukan soeharto utk melancarkan misi n menikmati hasil nya(ttng trjd nya G30SPKI-President)
    Biar tdk terjerumus info n mencari pndekatan kebenaran..,Tonton d TV One Senin-Minggu Jam 01.00….thank u.

  91. ayahe. berkata:

    komunis itu beda dengan atheis …… tapi yang pasti itu sosialis !

  92. AM-NM berkata:

    Hati-hati ! Komunis = Kapitalis, kedua2nya penjajah dan perampas hak rakyat semua negara di dunia ini. Jadi waspada-lah dengan bahaya Neo Komunis, Neo Kapitalis, Neo Atheis, Neo Feminis, Neo Pragmatis dan Neo Satanis. Perkuat iman dan raih-lah Taqwa kepada Allah SWT agar kita selamat dan sukses di dunia dan akhirat.

  93. Lukman Hakim berkata:

    Ikut sharing ya boss… Trims

  94. gw ganteng berkata:

    langsung ketemu dalang semuanya ,… kalo baca sejarah freeport, SUHARTO F*CK

  95. Aries Gunawan berkata:

    tidak mudah untuk menuju kemerdekaan dan membangun bangsa yang maju….sungguh menangislah para pahlawan yang telah gugur bila melihat keadaan bangsa indonesia sekarang yang di pimpin oleh orang orang yang tak menghargai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan …….sungguh susah untuk mengajarkan agar berbuat baik dan berlaku jujur kepada negara ini.

  96. Nila berkata:

    Sampe detik ini aq gk yakin pki yg mmbunuh ke6 jendral dan 1 prwira.
    Krna sejatinya mereka setia kpda sukarno.
    Tpi klw mereka itu adalah atasan suharto itu psti.
    Klw targetnya jendral ad.
    Ya suharto trmasuk target yg harus diculik.
    Knpa suharto tdk msk daftar.
    Bak pahlawan dlm film itu
    Dia langsung tau lokasi .
    Klw suharto yg mmbabat para jendral itu mgkin sja.
    Krna bila sukarno
    Maka yg ditunjuk sbgai pengganti yah ahmad yani atw pak nas.
    Atw yg lainnya….
    Krna smwa jendral ad sdh gk da…
    Jdilah suharto pilihan 1,1nya

  97. fukky berkata:

    KOMUNIS TIDAK BERTUHAN… WASPADA PADA MEDIA ATAU TULISAN YANG MENGARAH PADA HAL YANG FAPAT MEMBANGKITKAN KOMUNIS GAYA BARU..

  98. andry scarton berkata:

    setelah membaca artikel ini,ternyata suharto sama kejamnya atau bahkan lebih kejam daripada diktator diktator seperti adolf hitler,josef stalin,dan mao zedong..terima kasih untuk pembuat artikel ini yang sudah membuka lebar kebobrokan kebobrokan rezim suharto..izin share ya,agar lebih banyak orang indonesia yang tahu

  99. Yang lalu biar berlalu, Terpenting PKI jangan lagi hidup di Negri ini, karena jelas2 musuh umat Muslim. Yang Kafir harus kita bantai dan PKI harus kita KUBUR !!
    Allohu Akbar 3x

  100. Slamet Zakaria berkata:

    yang namanya PKI dan Antik-antiknya harus di tumpas dari bumi pertiwi Indonesia, karena mereka sudah banyak terbukti merongrong negara kesatuan ini, dan menjadi biang kerok kurusakan moral bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s