[Kuda Nil di Jawa] Ilmuwan Temukan Fosil Gigi Kudanil di Tulungagung

archaeology

Arkeolog Temukan Fosil Gigi Kudanil di Tulungagung: Membuktikan Bahwa Jenis Kuda Nil Pernah Ada di Pulau Jawa!

Indonesian Archeology header

Tim arkeolog dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan fosil pecahan gigi kudanil (Hippopotamus) dan gajah purba saat melakukan penggalian di situs goa Song Gentong, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Menurut Ketua Tim Eskavasi, Prof Rusyad Adi Suriyanto, subfosil Hippopotamus yang ditemukan dalam penggalian 3-8 Juni 2013 lalu, kemungkinan berasal dari zaman pleistosen atau sekitar 25.000 tahun sebelum Masehi .

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5b/Locator_kabupaten_tulungagung.png

Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (wikipedia)

Sementara tim peneliti muda dari Departemen Antropologi FISIP Unair menemukan subfosil gigi gajah purba, babi rusa, serta tapir yang saat ini hanya ada di wilayah Sumatera, temuan yang bisa menjadi petunjuk keragaman fauna Tulungagung pada masa lalu.

“Pendek kata, kehidupan fauna masa lalu di daerah Tulungagung sungguh sangatlah beragam,” kata Rusyad, ahli bioantropologi dan paleoantropologi dari Fakultas Kedokteran UGM.

Ia mengakui, keberadaan Hippopotamus di Pulau Jawa sampai sekarang masih menjadi perdebatan.

Para ahli arkeologi meyakini “kuda sungai purba” yang fosilnya juga pernah ditemukan dalam jumlah banyak di sekitar Sungai Bengawan Solo, di Kudus bahkan di Ciamis tersebut, sudah punah saat memasuki masa holosen sekitar 20.000 tahun sebelum Masehi.

ancient hippopotamus kuda nil di tulungagung

Kudanil Purba

“Mungkin saja itu (subfosil Hippopotamus) ada yang membawa dari luar Tulungagung. Tapi temuan itu tetap menunjukkan adanya indikasi kuat atas temuan Song Gentong,” tandas Rusyad.

Arkeolog dari Fakultas Ilmu Budaya UGM, Agus Tri Hascaryo, mengatakan, temuan subfosil gigi kudanil, gajah purba, dan tapir bisa menjadi petunjuk penting bagi penelitian fauna purba di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

Arkeologi Indonesia di Goa Song

Arkeologi Indonesia di Goa Song Gentong

“Semoga ada kejutan lain yang bisa kami temukan untuk diungkap dalam penelitian selanjutnya,” kata Antropolog Forensik dari Universitas Airlangga, Toetik Koesbardiati.

Eskavasi dan penelitian prasejarah di situs purba Goa Song Gentong, Desa Besole, Kecamatan Besole, Tulungagung dilakukan sejak Senin (3/6/13) hingga Jumat (8/6/13), sebagai bagian dari pelatihan ekskavasi bagi mahasiswa Unair.

Goa purba Song Gentong terletak di area pertambangan marmer dan batu putih di Desa Besole. Tak jauh dari goa, ada cekungan tanah memanjang dengan kedalaman sekitar 15 meter yang diyakini sebagai sungai purba pada zaman neolitikum.

Fosil Telapak Kudanil di Museum Patiayam, Kudus, Jawa Tengah.

Selain dikenal dengan Museum Kretek, ternyata Kudus juga memiliki Museum Patiayam sebagai situs arkeologi. Di dalam museum ini, terdapat sekitar 1.500 fosil dengan usia hingga 1 juta tahun.

Museum Patiayam terletak di Jalan Kudus-Pati, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Fosil telapak kuda nil di musium patiayam, Kudus

Fosil telapak kudanil di musium Patiayam, Kudus

Potensi Situs Patiayam hingga saat ini masih segelintir orang yang tahu, padahal fosil-fosil yang tersimpan juga tidak kalah dengan Situs Sangiran di Karanganyar.

Di Museum Patiayam ada sekitar 1.500 fosil yang disimpan. Fosil-fosil tersebut berusia antara 1 juta sampai 700 ribu tahun. Salah satunya adalah fosil telapak Kudanil.

Fosil Kudanil di Museum Tambaksari, Ciamis, Jawa Barat

Sekitar tahun 1980- an, Darwa Hardiya Ruhyana mengabdi sebagai guru SLTPN di Desa/Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, memegang mata pelajaran bidang studi Biologi.

Sebagai kegiatan ekstrakulernya, Darwa mengajak anak didiknya melakukan pengumpulan benda-benda yang berhubungan dengan pelajaran Biologi.

arkeolog indonesiaPengumpulan benda-benda itu dilakukan di sekitar alur Sungai Cipasang, Cisodong, Cihonje, Cisanca, Urugkasang dan persawahan sekitar alur sungai tersebut.

Fosil pertama ditemukan oleh siswa bernama Yayat Suryati, berupa potongan gigi besar binatang purba yang diperkirakan hidup antara satu-dua juta tahun lalu.

Berkat bimbingannya dan keuletan para siswa, ditemukan juga beberapa batu mirip kepala ular, dan potongan-potongan tulang.

Meski Darwa dan para siswanya tidak mengetahui jenis benda tsb, tapi karena merasa aneh melihat bentuknya, akhirnya bersepakat untuk disimpan di ruang laboratorium sekolah.

fosil 01

Karena begitu banyaknya, fosil-fosil tersebut pernah berserakan di lantai, meja laboratorium, dan sebagian lagi disimpan dalam karung.

Maka sekolah tersebut menyimpan ratusan atau mungkin ribuan fosil vertebrata, mamalia, dan moluska.

Ada fosil Proximal tibia (pangkal tulang kering gajah purba), Astragalus (tulang tumir I), Molat (M) atau geraham, Distal humerus (ujung tulang lengan), Stegodon Sp (gajah purba) dan banyak lagi.

 Bahkan karena begitu banyaknya, fosil-fosil tersebut pernah berserakan di lantai, meja laboratorium, dan sebagian lagi disimpan dalam karung.

Namun rasa penasaran terus menggelayut di benaknya. Benda apakah itu, demikian pertanyaan yang muncul di kepala Darwa.

Setelah diteliti para arkeolog dan ahli Biologi dari ITB, barulah terungkap misteri tentang benda-benda tersebut.

gigi teeth kudanil

Fossil bagian gigi dan rahang Kudanil

Ternyata hasil penemuan para siswa didikan Darwa merupakan fosil binatang purba dan karya manusia purba yang diperkirakan berusia 1,5 s/d 2 juta tahun lalu.

Jenis fosil itu terdiri dari 35 buah kapak batu, 21 buah tanduk rusa, 554 buah tulang hewan, 18 buah taring kudanil, 62 buah gigi hewan, 87 buah fosil kayu, 73 kerang purba dan 132 buah kerang tipis.

Untuk penyelamatan  fosil tersebut, maka berbagai pihak berusaha membantu menyediakan tempat untuk penyimpanan koleksi-koleksinya.

Pihak yang membantu musium tersebut  diantaranya:

  • Pihak Museum Geologi (tahun 1996)
  • Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTN) Yogyakarta,
  • Balai Arkeologi Bandung,

Pusat Pengembangan Geologi pada saat itu bekerja sama dengan Universitas Tennessee dan Universitas Alabama, Amerika Serikat.

Koleksi yang tersimpan di Site Museum Tambaksari  terdiri atas :

  1. Fosil Hewan Kudanil (fosil rusuk, fosil sendi, fosil rahang, fosil gigi, fosil taring)
  2. Fosil Hewan Gajah Purba (fosil tulang belakang, fosil tengkorak belakang, fosil kaki belakang, fosil rahang belakang, fosil gigi belakang, dan fosil engsel belakang)
  3. Fosil Hewan Rusa Purba (fosil sendi, fosil kaki, fosil tulang belakang, fosil rusuk, fosil rahang, fosil tanduk, fosil gigi)
  4. Fosil Hewan Sapi (fosil rahang bawah kiri, fosil rahang bawah kanan)
  5. Fosil Tanah (fosil abu kehitaman, abu kecoklatan, dan hitam)
  6. Fosil Kayu,
  7. Fosil Daun
  8. Fosil Gigi Ikan
  9. Fosil Sisik Ikan
  10. Deposit Kerang
  11. Kerang, dan
  12. Fosil Kura-kura Purba.

Jika dilihat dari hasil ribuan penemuan, situs Tambaksari dianggap sangat potensial, sebagai tempat temuan  fosil-fosil binatang purba, terutama di daerah yang terletak di Urug Kasang.

Untuk upaya penyelamatan dan penyimpanan temuan fosil-fosil tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Ciamis pada awal tahun 2001 berinisiatif membangun site museum yang dinamakan Gedung Penyelamatan Benda Cagar Budaya Tambaksari. Untuk penataan koleksinya turut  dibantu oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Prancis Kembalikan Fosil Kerangka Kuda Air Berusia  1,2 Juta Tahun ke Indonesia

Fosil kerangka kuda air yang diperkirakan berusia 1,2 juta diserahkan dari Pemerintah Prancis ke Pemerintah Indonesia untuk disimpan di Museum Purbakala di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.

Fosil kerangka kuda air tersebut ditemukan saat penelitian di Desa Bukuran, Kalijambe, Sragen, pada tahun lalu. Biaya penelitian ditanggung Pemerintah Prancis.

Museum Purbakala Sangiran (blog.umy.ac.id)

Museum Purbakala Sangiran (blog.umy.ac.id)

Penyerahan dilakukan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Berthan D Harthing kepada Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nuryanti di Museum Purbakala Sangiran, kemarin.

Kepala Balai Pelestarian Manusia Purba di Sangiran, Harry Widianto, fosil kuda air ini merupakan temuan sangat luar biasa. Disebut luar biasa karena usia fosil mencapai jutaan tahun. Selain itu sangat langka ditemukan kerangka kuda air hampir utuh yakni 80 persen.

Penyerahan fosil kuda air ini juga menambah koleksi Museum Purbakala yang mencapai hampir 10 ribu jenis kerangka manusia dan hewan purba.

Museum Purbakala kini menyimpan fosil yang mewakli 65 persen manusia purba di dunia. Tak heran Museum Manusia Purba dijadikan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

(sumber: antara / detik / jabarprov.go.id / berbagai sumber lainnya )

ancient hippopotamus kuda nil di ditemukan di tulungagung banner

Artikel-Artikel Terkait Arkeologi Yang Lainnya:

=>Puluhan Artikel Terkait Arkeologi Indonesia Lainnya <=

=>Puluhan Artikel Terkait Arkeologi Dunia<=

*****

http://wp.me/p1jIGd-3FW

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Indonesia, Flora Fauna Cryptozoology, Penemuan-Penemuan Misterius. Tandai permalink.

3 Balasan ke [Kuda Nil di Jawa] Ilmuwan Temukan Fosil Gigi Kudanil di Tulungagung

  1. op-846 berkata:

    pertamax 7 terus nih si ipan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s