Temuan Candi di Bedingin Sleman, Dari Kerajaan Mataram Islam?

Ditemukan: Candi Baru di Bedingin Sleman, Dari Kerajaan Mataram Islam?

Indonesian Archeology header

Sebuah candi ditemukan di sebuah perumahan yang baru dibangun di Bedingin, Mlati, Sleman, DIY. Penemuan bermula ketika seorang tukang bangunan di Perumahan Tiara Indah, Bedingin, Sumberadi, Mlati, Sleman, menemukan bebatuan candi saat menggali lubang septic tank untuk sebuah rumah.

Dia menemukan beberapa batu yang diduga reruntuhan candi. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Mlati.

Kontraktor menemukan batu candi kemudian dilaporkan ke penampungan melati dan langsung kami survei. Dari survei memang itu batu-batu candi dan kita aman di Mlati, ujar Anjar Nugroho, Staf Perlindungan BPCB Yogyakarta, Jumat (15/11/13) di lokasi penemuan candi.

Setelah dilakukan analisis oleh tim BPCB dan Jurusan Arkeologi UGM, dipastikan bahwa temuan tersebut adalah candi. Setelah itu barulah ditindaklanjuti dengan melakukan penggalian pada 11-22 November.

https://i2.wp.com/beritajogja.co.id/wp-content/uploads/2013/11/candi.jpg

Batuan candi yang ditemukan di perumahan warga di Mlati, Sleman, Jumat (15/11/2013). (Foto: Kresna) (beritajogja.co.id)

Kami masih melakukan penggalian dan mencari data-data untuk menentukan struktur candi baru, dan sampai hari ini data yang didapat baru sebatas menemukan reruntuhan batu candi, jelas Anjar.

Terlihat reruntuhan candi terdiri dari batuan andesit yang terdapat ukiran pada permukaannya dan batu bata merah yang mungkin menjadi bagian dari candi.

Sejauh ini sudah 19 batu yang diamankan oleh BPCB untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Kami masih terus melakukan penggalian, sampai menemukan tanah budaya atau tanah dasar candi, setelah itu baru bisa menentukan struktur candi, dan bisa melihat pada masa apa candi ini dibangun, lanjut Anjar.

Dari zaman Mataram Islam?

Penemuan runtuhan candi baru di Bedingin, Mlati Sleman, DIY, mengundang sejumlah pertanyaan pada masa apa candi tersebut dibangun. Menurut analisis Anjar Nugroho, Staf Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, dari batuan yang digunakan sebagai bahan bangunan candi, bisa diketahui dari masa apa candi tersebut dibangun.

https://i0.wp.com/static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/situs-bedingin-_131115170644-835.JPG

Situs Bedingin (Nur Aini – republika.co.id)

Menurutnya, jenis candi yang menggunakan batuan andesit biasanya dibangun pada masa Mataram Hindu dan Mataram Buddha. Sedangkan yang menggunakan batu bata merah, biasanya digunakan pada masa Mataram Islam.

Yang ditemukan ada dua jenis batuan, andesit dan juga batu bata, nah ini yang masih kami terus analisis untuk menentukan pada masa apa candi ini dibangun, jelas Anjar di lokasi penemuan, Jumat (15/11/13).

Dilihat dari lokasinya, candi yang baru ditemukan ini berjauhan dengan candi yang lainnya. Candi terdekat dari lokasi penemuan adalah candi di UII yang berjarak sekitar 10 kilometer yang baru ditemukan pada 2010.

Candi yang ini cukup jauh dari candi lainnya, yang terdekat itu penemuan candi di UII. Di sana semua terbuat dari batuan andesit, sementara yang di sini ada bagian yang menggunakan batu bata merah, ungkap Anjar.

candi-baru-di-bedingin-sleman-001

Menurut Anjar, hingga kini pihaknya masih belum bisa menentukan struktur candi karena masih perlu melakukan penggalian lebih dalam lagi. Ini karena lokasinya yang berada di perumahan dan sawah. Untuk itu, pihak BPCB akan bernegosiasi dengan pemilik sawah dan rumah untuk meminta izin melakukan penggalian.

Setelah evakuasi selesai, kami akan bernegosiasi dengan pemilik sawah dan kontraktor rumah, tapi itu masih menunggu hasil dari analisis setelah tanggal 22 nanti, pungkasnya.

Ada Lempengan dan Priuk  Emas di Situs Candi Sleman

Lempengan emas ukuran 2 sentimeter, semacam peripih, guci kecil dari tanah liat, dan sebuah periuk kecil ditemukan di situs candi yang ditemukan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim eskavasi awalnya menemukan 19 blok batu candi. Pada eskavasi Rabu (13/11/13), tim mendapat temuan yang mengejutkan yakni periuk berisi lempengan emas dan perak.

“Lempengan emas itu ada tulisannya tetapi belum bisa kami baca,” ujar Pokja Perlindungan BPCB, Muhammad Taufik kepada Republika, Jumat (15/11/13).

candi-baru-di-bedingin-sleman-002

Temuan sementara, tim mengindikasikan situs tersebut merupakan sebuah candi. Hal itu diketahui dari temuan komponen candi seperti antefik, sisi genta yang merupakan bagian dinding candi dan makara dari tangga candi. “Ada indikasi temuan ini merupakan candi karena kami menemukan komponen seperti antefik dan makara,” ujarnya.

Situs candi tersebut, kata Taufik, tergolong merupakan temuan baru. Karena Situs Bedingin tidak ada dalam catatan perjalanan Raffles yang mendaftar candi di Jawa. Namun, tim belum menemukan struktur atau pondasi utuh dari sebuah candi. “Makanya, kami akan gali terus tanah di sekitar candi,” ujarnya.

“Kami masih mendalami temuan itu, masih dugaan, itu peninggalan Mataram Hindu,” kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Hartono. “Tetapi (kesimpulan) tepatnya nanti kalau sudah diteliti.”

http://hurahura.files.wordpress.com/2013/11/emas.jpg

Selama ini sudah ditemukan sebanyak 26 batu dan enam batu bata berbagai ukuran. Untuk menjaga batu-batu yang sudah ditemukan itu, barang temuan diamankan di kompleks kantor Komando Rayon Militer (Koramil) Mlati, sedangkan periuk kecil diamankan di kantor BPCP.

Ia menambahkan, di dusun itu memang sejak dulu sering ditemukan batu-batu blok yang diduga merupakan bangunan candi. Batu-batu temuan banyak disimpan di kompleks Koramil. “Ada temuan struktur candi, tetapi belum tahu persis seperti apa karena masih awal,” kata Tri.

Setelah ekskavasi selama 10 hari, tim kantor Balai mengkaji temuan itu. Untuk tindakan setelah ekskavasi, kata Tri, masih menunggu kajian-kajian mendalam. (republika/ merdeka).

https://i2.wp.com/media.viva.co.id/images/2013/11/15/229584_candi-di-sleman.jpg

Reruntuhan bebatuan candi si Sleman. (VIVAnews/Daru Waskita)

Artikel Lainnya:

Ditemukan: Situs Candi Bercorak Budha di Sleman Yogyakarta

Belum Sebulan, Sudah Tiga Situs Kuno Ditemukan di Demak

Situs Megalit Gunung Emas (Bukit Puncak Villa) di Suliki Sumbar

Bangunan Bata Peninggalan Majapahit Ditemukan di Halaman Rumah di Sidoarjo

Ratusan Fosil Purba Berusia 40.000 SM Ditemukan di Tulungagung

Ditemukan Keramik China Abad IX dan Pecahan Kaca Dari Persia di Dieng

Ditemukan di Rembang: Perahu Tertua Abad-7 Zaman Mataram Hindu

Ditemukan Benda Purbakala Sarkofagus & Rangka Manusia Megalitikum di Bali

Arkeologi Indonesia

*****

http://wp.me/p1jIGd-4m4

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Indonesia, Misteri Indonesia, Penemuan-Penemuan Misterius. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s