Perang Media Jelang Pemilu 2014: Petinggi Redaksi “Bedol Mundur Jabatan”

Boneka Bakrie Lapindo

Perang Media Jelang Pemilu 2014: Dari Karyawan Hingga Petinggi Redaksi “Bedol Mundur Jabatan”

CEO Viva.co.id Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie) disebut-sebut geram akibat munculnya iklan bakal calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo di situs berita milik Bakrie itu. Kekesalan Ardi itu disampaikan langsung melalui email ke sejumlah petinggi redaksi viva.co.id.

Para petinggi pengelola redaksi Vivanews.co.id melakukan ‘aksi bedol desa’ alias mundur dari perusahaan group usaha media keluarga Bakrie, menyusul pro dan kontra pemasangan iklan Jokowi dan PDIP.

Meski iklan tersebut sudah dihapus, namun keputusan CEO Ardie Bakrie, tidak disambut baik oleh para petinggi redaksi di Vivanews. Sebut saja Uni Lubis, Pimred Vivanews dan Wakilnya Nezar Patria, serta para redaktur senior sudah mengajukan resign (mengundurkan diri) pekan ini.

Ardi BakrieSumber mengatakan pengunduran diri sejumlah wartawan di Vivanews ini membuat keluarga Bakrie kaget.

Namun hingga saat ini Ardie Bakrie belum memberikan penjelasan sehubungan adanya ‘bedol desa’, menyusul keputusan internal perusahaan medianya yang melarang iklan Jokowi-PDIP.

Sebagaimana diketahui, dalam laman Kompasiana disebutkan bahwa Chief Executive Officer (CEO) atau Presiden Direktur TVOne dan Viva.co.id, Anindra Ardiansyah Bakrie atau biasa disapa Ardie Bakrie murka berat, Kamis malam (3/4/2014).

Munculnya surat elektronik itu diunggah melalui website kompasiana oleh kompasianer dengan nama Susi Avivah pada Senin (7/4/2014). Putra capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mengakui e-mail tersebut adalah miliknya, namun bukan dirinya yang membuat isi e-mail.

“E-mail itu punya saya. Kalau misalnya benar ada e-mail itu, saya rasa yang nulis e-mail itu pintar,” kata Ardi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/4/2014). Selain itu, Ardi menganggap bahwa isi surat elektronik itu bagus dan isinya tepat. Bahkan, secara pribadi, dia pasrah bila adanya email itu dianggap intervensi. “Nggak apa-apa dianggap intervensi kan orang saja yang menilai. Kalau anda semua para wartawan mau nggak gitu,” ujarnya.

Meski demikian, Ardi mengaku marah soal tampilan iklan Jokowi yang ditayangkan viva.co.id sebagai salah satu media keluarga Bakrie, selain TVOne dan ANtv. Namun, kemarahannya bukan karena substansi iklan tentang Jokowi, melainkan posisi iklan tersebut telah melanggar independensi media.

ardi-bakri-abu rizal bakrie

Ical bagi-bagi boneka beruang. (Merdeka.com)

“Iklan di depan itu tentu marah dong, itu telah melanggar independensi media, tempat independensi itu janganlah diisi iklan. Tempat yang pertama kali dilihat di situ ada iklan, kalau di kanan kiri boleh,” tegas Ardi.

Suami artis Nia Ramadhani itu marah karena portal Vivanews.co.id memuat iklan PDI Perjuangan dan Jokowi untuk mencoblos nomor 4. Akibatnya, dia pun mengirimkan email bernada kasar untuk mengganti iklan itu dengan iklan Golkar.

Dia juga meminta sejumlah petinggi redaksi untuk mundur, jika tak mau menerima kebijakan tersebut. Dalam laman tersebut juga disebutkan, Ardi Bakrie menunggu surat pengunduran diri itu dibuat sebelum “ayam berkokok.”

Berikut isi surat elektronik yang diduga dibuat oleh Ardi Bakrie dalam kompasiana:

line up

Para Direksi, khususnya Pemred,

Saya yakin banget di tmpat kita telah disusupi orang yang hatinya tidak satu arah dengan perusahaan yang pernah saya sampaikan.

Kalau keyakinan saya salah mengenai penyusupan, tandanya pada bodoh saja semua yang kerja disitu kalau tidak melihat kesalahan ini.

Baru saja saya lihat, mungkin selama satu jam, di tempat paling sakral kita, yaitu di bagian foto yang selalu berganti-ganti, ada gambar Jokowi coblos no. 4.

Persis sekali seperti iklannya yang ditaruh di sebelah kanan yang memang bagian advertising. Ide siapa sih ?? Bodoh sekali!!! Pura-pura ngga ngerti, sengaja, apa emang dibayar sm partai lain untuk melakukan itu di tempat yang paling sakral itu??

Kalau mengenai iklan PDIP yang ada di sebelah kanan itu, saya bisa sedikit mengerti karena maksudnya berjualan di tmpat jualan, bukan di bagian redaksional. Walaupun saya juga tidak suka dan tolong utk diganti sekarang. Materi akan saya attachkan pada email ini dan berikutnya untuk dipasangkan berganti gantian disitu. Thx.

Apabila ada yang tidak suka akan kebijakan saya ini, silahkan ajukan surat resignation sebelum ayam berkokok besok pagi. Lebih cepat lebih bagus. Saya benci orang2 munafik atau pun orang bodoh yang tidak loyal.

PS:

Saya emailkan dgn gmail krna bisa di attach file lebih besar, bukan karena saya takut.

Kalau hubungannya mengenai orang tua yang di dzolimi, ngga ada takutnya saya. semua halal!!!

Rgds,

 

(sumber)

line down

Yahudi di Tubuh Group Bakrie

Oleh: Artawijaya (Penulis Buku “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”)

Pengusaha-pengusaha Yahudi dimanapun berada selalu berusaha menyusup dalam kekuasaan dan menciptakan kartel politik untuk kepentingan membangun tata dunia baru, Novus Ordo Seclorum, di bawah kendali Zionisme internasional. Akankah Grup Bakrie menjadi ‘kendaraan’ bagi dinasti Yahudi untuk menjalankan “agenda-agenda rahasianya” di Indonesia?

Di tengah ramainya tudingan mengenai kongkalikong Abu Rizal Bakrie dengan mafia pajak Gayus Tambunan, publik Indonesia dikejutkan dengan berita tukar guling perusahaan milik Group Bakrie dengan Vallar Plc yang dimiliki Dinasti Rothschild, keluarga Yahudi terpandang di Eropa yang mempunyai catatan kelam sebagai pebisnis dan pembuat makar politik untuk kepentingan Yahudi internasional.

Adolf Hitler was a RothschildPerjanjian “tukar guling” dua perusahaan besar tersebut dilakukan di Singapura, negeri tetangga Indonesia yang selama ini dikenal sebagai “Satelit Israel di Asia Tenggara”.(Baca: Singapore, Israelnya ASEAN: Nomer Dua “Global Militarization” Sejagat Setelah Israel)

Sudah tak menjadi rahasia umum, karena tak adanya hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia, maka lobi-lobi bisnis pengusaha Yahudi dengan pengusaha di negeri ini dilakukan dengan menggunakan negara ketiga, yakni Singapura.

Bahkan ada yang menyebut, kedubes Israel di Singapura, juga merangkap sebagai kedubes Israel untuk Indonesia!

Theo Kamsa, orang yang baru-baru ini menyelesaikan studi doktornya tentang “Yahudi di Kawasan Selat Malaka” dari Vrije Universitiet, Belanda, menyatakan bahwa orang Yahudi aktif berbisnis kawasan Asia.

Dari Singapura mereka melebarkan bisnis ke Indonesia dan Malaysia, yup dari Singapura mereka mengunjungi Indonesia dan Malaysia.

”Kentara sekali pertautan aktivitas mereka dari Indonesia, ke Malaysia dan Singapura, melampaui batas-batas negara yang formal,” ujar Theo seperti dikutip Radio Nederland.

singapore-israelPekan-pekan ini beberapa media nasional ramai-ramai menurunkan laporan tentang jejaring Yahudi di Indonesia.

Majalah Suara Hidayatullah memuat laporan utama “Hubungan Gelap Indonesia-Zionis-Israel”, Harian Umum Republika, mengutip berita dari The New York Times memuat laporan tentang berdirinya Tugu Menorah milik Yahudi di Manado. (baca: Di Manado Terdapat Tugu Menorah Zionist Yahudi Terbesar di Dunia)

Tugu Menorah yang disebut terbesar di dunia itu, dikabarkan menggunakan dana APBD pemerintah setempat dan melibatkan elit-elit politik dan pengusaha lokal di daerah tersebut.

Sedangkan dua majalah nasional lainnya, Gatra dan Tempo, memuat laporan tentang tukar guling Bakrie Brothers tbk dengan Vallar Plc yang berkedudukan di London, Inggris. Majalah Gatra bahkan memuat headline di sampul depan dengan judul “Jejak Yahudi di Grup Bakrie”.

Sementara itu, situs-situs berita online memuat rencana Dinasti Rothschild untuk menguasai sektor energi, terutama batu bara di Indonesia dengan berkolaborasi lewat Grup Bakrie.

Sebelumnya, Majalah Warta Ekonomi juga memuat laporan utama tentang ekspansi pebisnis Yahudi di Indonesia. Bahkan, bisa dibilang, ekspansi tersebut tak lebih dari “hubungan gelap” antara pengusaha Yahudi dan penguasa di Indonesia yang memuluskan lobi-lobi bisnis mereka di negeri ini. Majalah Warta Ekonomi memuat headline di sampul depan dengan judul “Ekspansi Bisnis Soros dan Israel di Indonesia”.

Roths child

Roths child

Para pebisnis Yahudi selalu melakukan lobi-lobi bisnis dengan high level, top person, atau top leader di negara manapun mereka melakukan ekspansi bisnisnya. Mereka tak mau melakukan lobi-lobi dengan orang ecek-ecek atau non-important person apalagi pengusaha yang tidak memiliki jaringan ke lini kekuasaan.

Karena itu, mereka melakukan lobi-lobi dengan top person di Kadin (Kamar Dagang Industri) Indonesia atau melakukan lobi langsung dengan top leader di negeri ini, seperti pertemuan antara George Soros dengan Wapres Boediono dan pejabat tinggi lainnya di Indonesia beberapa waktu lalu.

Sedangkan Vallar Plc yang dimiliki oleh Nathaniel Philip Victor James Rothschild, generasi kedepalan Dinasti Rothschild sukses melakukan lobi bisnis dengan perusahaan besar milik Grup Bakrie, yang tentu saja akan berimbas pada keuntungan dalam berbagai sisi, tak hanya bisnis, mengingat orang tertua di Grup Bakrie, yakni Abu Rizal Bakrie adalah Ketua Umum Partai Golkar, partai terbesar di Indonesia yang mempunyai jaringan kuat di lini kekuasaan.

yahudi-grup-bakrieBagi Yahudi, bisnis tak semata bisnis, namun ada tujuan pokok yang mereka incar, yakni mengkooptasi kekuasaan.

Mereka berusaha menancapkan taring kekuasaannya di seluruh dunia untuk memuluskan ide besar mereka membangun tata pemeritahan tunggal, Novus Ordo Seclorum, di bawah Kendali Zionisme Internasional.

Upaya mengkooptasi kekuasaan, bahkan dengan cara makar sekalipun, pernah dilakukan Dinasti Yahudi di negara-negara Eropa dan Amerika. Awalnya lewat pengusaan lewat sektor bisnis strategis, seperti telekomunikasi, sumber daya alam, perbankan, persenjataan, pertaniaan, dan sebagainya, yang berujung pada kooptasi kekuasaan.

Untuk memuluskan agendanya, selain dengan top person yang memegang kekuasaan formal, jejaring Yahudi juga berusaha menggunakan LSM-LSM yang dibiayai dan dibentuk oleh mereka.

Benjamin Ketang, antek dan Pro Zionis Israel.

Benjamin Ketang, antek dan Pro Zionis Israel.

Jika di Amerika ada American Israeli Public Affair Comitte (AIPAC), maka di Indonesia pada tahun 2002 lalu dilaunching Indonesia-Israel Public Affair Comitte (IIPAC) yang diketuai oleh Benjamin Ketang, kader muda NU binaan Gus Dur yang berhasil menyelesaikan studi masternya di Hebrew University, Jerussalem.

Kader Zionist Yahudi di Indonesia, Benjamin Ketang berencana maju dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014. Lelaki yang pernah kuliah di Israel ini mohon restu untuk nyaleg DPR RI dari Partai Gerindra, Dapil Jember-Lumajang. (baca: [Artikel +17 thn] Caleg 2014: 90% Muka Lama, 10% “Muka Gila”!)

Benjamin Ketang yang bernama asli Nur Hamid adalah kader muda NU yang diplot untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia. IIPAC yang diketuai Ketang beraliansi ke AIPAC dan Australia Jewish Comitte.

Ekspansi pebisnis Yahudi memiliki tujuan utama terciptanya sebuah “kartel politik” alias persekongkolan politik, antara pengusaha dan penguasa, antara pebisnis dan para komprador.

Freeport, ExxonMobile, dan lain-lain adalah wujud nyata persekongkolan politik yang mengeruk kekayaan Indonesia dan menyengsarakan jutaan rakyat di negeri ini. Sudah terlanjur, semua dikuasai oleh mafia pengusaha! Bahkan Presiden pun tak dapat berbuat apa-apa.

Kader Golkar satu guru satu ilmu jangan ganggu

Satu Guru Satu Ilmu Jangan Ganggu – Dengan “membuka cabang partai” lainnya, orang awam akan berfikir suara mereka akan terpecah. Namun sebaliknya, suara mereka yang terlihat seakan terpecah, justru akan membuat kemungkinan mereka berkuasa jauh lebih besar. Salah satu menang, Orba muncul lagi. Ingatlah bahwa di dunia politik tak ada lawan sejati, dan tak ada musuh sejati. Mereka semua ibarat sekumpulan Gang.

Semuanya berawal dari Rezim Otoriter Suharto, Bapak Moyang Dedengkot yang mendirikan “gang” yang bukan partai, tapi “Golongan” ini, Golongan yang kretif atas “hasil karyanya” dengan mengeruk hasil bumi Indonesia, yaitu Golongan Karya (Golkar), dimana seluruh kekayaan alam Indonesia dijual habis-habisan selama puluhan tahun lamanya akibat dilicinkan jalannya dengan mengesyahkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing atau PMA yang sangat menguntungkan bagi Elite Dunia. (baca: Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport)

Karenanya, upaya Dinasti Rotshcild untuk menguasai sumber daya alam di sektor batu bara di Indonesia, yang berkolaborasi dengan Grup Bakrie perlu diwaspadai, mengingat Abu Rizal Bakrie sebagai sesepuh di perusahaan keluarga ini adalah orang nomor wahid di partai terbesar di Indonesia yang memiliki akses ke jantung kekuasaan di negeri ini!

(Sumber: voa-islam.com / Radio Nederland / The New York Times / Majalah Gatra / Majalah Tempo / Majalah Warta Ekonomi)

email ardiansyah ardi protes iklan PDIP dan Jokowi di vivanews

politikus gangster bandit

rothschild, oppenheimer and rockefeller committee 300

ARDI BAKRIE MURKA IKLAN JOKOWI MUNCUL DI VIVA CO ID

Artikel Terkait Lainnya:

[+17 thn] Caleg 2014: 90% Muka Lama, 10% “Muka Gila”!

[Perang Antar Panglima] Tragedi 1998: Gerakan “Pasukan Liar”, Oleh Prabowo atau Wiranto?

[FOTO] Terkuak: Misteri Luka Jenazah 7 Pahlawan Revolusi!

Prabowo Tegaskan Ada Kekuatan Dunia Ingin Lemahkan Indonesia

Konspirasi JF.Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

[KEKAYAAN SUHARTO] Cakupan, Dampak & Tanggungjawabnya Terhadap Rakyat

Beginilah Cara “Bagi Tugas” 15 Anggota DPR Saat Korupsi Hambalang Rp 2,5 Trilyun!

Terkuak!! Target dan Tujuan Illuminati Melalui Komite 300

TOP SECRET: “Operasi Alpha” Sangat Rahasia Era Rezim Orde Baru, Terkuak!

Wow! Ternyata Indonesia Miliki Cadangan Uranium 70.000 Ton!!

Penempatan 60% Tentara AS di Australia : 8 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik!

Setelah Libya, Target AS Selanjutnya Adalah: Papua

*****

http://wp.me/p1jIGd-4O3

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s