Catatan Pendiri PAN, Abdillah Toha: Menjual Agama, Memalukan dan Ilusi Pendukung

pemilu 2014

Lewat surat terbuka, pendiri PAN nilai Hatta Rajasa ‘memalukan’

Cawapres Hatta Rajasa (kiri) dan Capres Prabowo Subianto (kanan).

Cawapres Hatta Rajasa (kiri) dan Capres Prabowo Subianto (kanan). (merdeka.com).

Melalui web blog-nya, salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha menorehkan tulisan. Dari web blog di kompasiana, pendiri PAN ini “hanya” menuliskan artikel mengenai pandangannya mengenai Pemilu 2014 ini.

Seperti diketahui, bahwa PAN mendukung Capres nomer urut 2, yaitu Prabowo Subianto sebagai calon presiden, dan Hatta Rajasa sebagai calon wakilnya. Namun, kata hati dan mata hati tak dapat berkata bohong, jika anda dapat “berbicara” dengan mata hati anda, termasuk Abdillah Toha.

Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha itu tak sungkan mengkritik sang ketua umum yang juga cawapres nomor urut satu, Hatta Rajasa, atas sikapnya yang mengklaim kemenangan berdasar hasil hitung cepat lembaga-lembaga yang tidak kredibel.

Abdillah Toha (abdillahtoha@wordpress)

Abdillah Toha (abdillahtoha@wordpress)

Bahkan, lewat surat terbuka di Kompasiana miliknya, Toha menyebut sikap Hatta tersebut memalukan!

“Menunggu hasil resmi KPU tidaklah salah, tapi menyatakan diri ‘menang’ atas dasar hasil hitung cepat lembaga-lembaga yang tidak bertanggungjawab adalah sikap yang memalukan,” tulisa Toha lewat postingan tertanggal 12 Juli 2014, pukul 21.30 Wib lalu.

Toha adalah adalah sarjana jurusan Commerce, lulus dengan First Class Honors dan meraih J A Wood Memorial Award pada Faculty of Economics and Commerce, University of Western Australia, bersamaan dengan Wakil Presiden RI Prof Dr Boediono, yang lulus pada jurusan Ekonomi di Universitas yang sama pada tahun 1966.

Pada 1998 saat terjadi gerakan reformasi dan setelah turunnya Soeharto, bersama dengan Amien Rais, Abdillah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), dan menjadi salah seorang formatir pertama dan ketua DPP PAN. Dia pernah menjabat sebagai anggota DPR dari PAN pada periode 2004-2009.

Dari web-blog di Kompasiana yang terkenal dan telah tertanda sudah terverifikasi, dapat diyakini bahwa web-blog tersebut adalah milik pribadi dari pendiri PAN Abdillah Toha. Suatu saat nanti, bisa saja kelima artikel pada web-blog tersebut dapat dihapus oleh yang bersangkutan. Untuk itu kami meng-kopinya agar tak hilang.

Berikut kelima torehan keyboard yang telah dituangkan kedalam web-blognya:

line up

Surat Terbuka Untuk Ketua Umum PAN (Partai Amanat Nasional)

Oleh:

Abdillah Toha (Pendiri Partai Amanat Nasional)

Abdillah Toha (Pendiri PAN)

Berikut tulisan lengkap yang diberi judul ‘Surat Terbuka untuk Ketua Umum PAN’:

“Saudaraku Hatta Rajasa yang saya hormati, sebagai orang yang ikut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), dan sebagai mantan pengurus dan mantan ketua fraksi PAN di DPR RI, walau saya sudah agak lama tidak terlibat dalam kegiatan partai, hati saya masih bersama PAN.

Saya bersyukur telah menjadi bagian dari berdirinya sebuah partai yang pada awalnya dimaksudkan sebagai partai plural dan inklusif, bersendikan nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Partai yang menjadi pelopor reformasi tanpa beban masa lalu.

Namun demikian sangat disayangkan, dalam perjalanannya PAN sedikit demi sedikit tapi pasti telah bermetamorfosa menjadi partai pragmatis berorientasi kekuasaan. Tidak ada salahnya sebuah partai berupaya meraih kekuasaan asal dilakukan demi tujuan mulia memperbaiki nasib rakyat banyak melalui prinsip kejujuran, etika, dan kepentingan jangka panjang bangsa.

Puncak kekecewaan saya terjadi ketika PAN bergabung dengan sekelompok partai-partai yang banyak bermasalah dalam mendukung seorang calon presiden 2014 yang latar belakang dan misinya tidak sejalan dengan prinsip utama didirikannya PAN.

Hatta Rajasa (baritoutaranews@blogspot)

Hatta Rajasa (baritoutaranews@blogspot)

Bahkan lebih dari itu, PAN telah menempatkan ketua umumnya sebagai calon wakil presidennya.

Kemudian, dalam proses kampanye untuk mensukseskan calon presiden itu, kita semua tahu bahwa PAN telah membiarkan segala cara termasuk cara-cara yang tidak terhormat untuk menjatuhkan lawannya, tidak peduli konsekwensi buruk yang ditimpakan kepada bangsa yang sedang membangun sistem demokrasi yang sehat.

Saudara Hatta, kita tinggalkan yang sudah terlanjur dan marilah kita sekarang menatap kedepan. Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, PAN boleh dikatakan sebagai partai yang relatif masih lebih bersih dibanding beberapa partai lain yang sudah banyak berlumuran masalah.

Sebagai politisi dan negarawan yang sudah sangat berpengalaman dalam berbagai posisi pemerintahan, anda sendiri saudara Hatta adalah aset partai dan aset bangsa yang tinggi nilainya.

Agar semua ini tidak terbuang sia-sia, pada saat-saat menentukan hari-hari ini, pilihan yang ada di depan kita adalah mengambil sikap yang dapat menyelamatkan partai dan sekaligus menjaga stabilitas negeri atau sikap yang bisa memperpanjang ketidakpastian dan berpotensi menciptakan konflik antar sesama.

Keputusan akhir siapa yang akan memenangkan pemilihan umum presiden tahun ini memang berada ditangan KPU. Kita semua harus menunggu saat KPU mengumumkan dengan resmi pada tanggal 22 Juli mendatang. Namun demikian, delapan lembaga survei yang kredibel telah mengindikasikan melalui hitung cepat bahwa pemenangnya adalah pasangan Jokowi-JK.

Jokowi JK Jusuf kalla sketsaPrestasi lembaga-lembaga survei tersebut telah terbukti akurat pada pemilu-pemilu sebelum ini. Bahkan juga pada pemilu legislatif yang baru lalu.

Menunggu hasil resmi KPU tidaklah salah, tapi menyatakan diri “menang” atas dasar hasil hitung cepat lembaga-lembaga yang tidak bertanggungjawab adalah sikap yang memalukan.

Bahkan menimbulkan kecurigaan macam-macam tentang kemungkinan rencana pengotoran proses penghitungan suara. Lebih dari itu, bahkan bisa menimbulkan konflik antar sesama warga yang membahayakan keamanan dan kelangsungan hidup berdemokrasi.

Pernyataan “akan mengawal kemenangan Prabowo sampai ke Mahkamah Konstitusi” oleh ketua timses Prabowo-Hatta adalah sikap apriori, seakan-akan apapun hasil pengumuman resmi KPU nanti jika mengunggulkan pihak lawan akan digugat. Semua ini membuat kita khawatir pemerintahan macam apa yang akan berkuasa di negeri ini bila Prabowo menang.

Sebagai negarawan dan ketua umum partai yang bercita-cita mewujudkan sebuah demokrasi yang sehat di negeri ini, sudah selayaknya saudara memelopori mengambil sikap kenegarawanan dengan menghormati hasil hitung cepat lembaga-lembaga yang profesional dan kredibel sambil menunggu hasil resmi KPU. Sudah saatnya saudara mengembalikan marwah PAN sebagai partai yang bermartabat dan menjunjung tinggi etika berdemokrasi.

Adalah juga tanggung jawab saudara untuk meyakinkan partai-partai lain pendukung pencalonan anda untuk bersama-sama tidak mencemari proses pemilihan umum ini dan menghormati aspirasi rakyat.

Hanya dengan demikian, insya Allah Partai Amanat Nasional akan terselamatkan dan tetap akan dipandang sebagai partai yang layak dipilih pada pemilu-pemilu mendatang.

Pemilihan umum hanya memberikan mandat untuk lima tahun, sedang prospek PAN dan karier anda sendiri masih terbuka lebar sampai puluhan tahun mendatang. Semoga.

Abdillah Toha, 120714 (sumber: Abdillah Toha@Kompasiana via: Kompas)

line down

Jokowi mencoblos di TPS saat pemilu caleg 2014.

Jokowi mencoblos di TPS saat pemilu caleg 2014.

line up

10 Ilusi Pendukung Prabowo

Oleh:

Abdillah Toha (Pendiri Partai Amanat Nasional)

Abdillah Toha PAN

10 alasan yang sebenarnya hanya ILUSI (khayalan/fantasi) pendukung Prabowo:

prabowo jokowi tegas

Ketegasan adalah aksi nyata. (facebook.com)

1. ILUSI PERTAMA: “Prabowo adalah pemimpin yang tegas dan berani”.

Pertanyaannya: tegas dan berani apakah harus dengan suara lantang dan menggunakan kekerasan? Terhadap siapa ketegasan itu diarahkan? Apakah terhadap rakyat sendiri yang memperjuangkan demokrasi dan hak-haknya?

2. ILUSI KEDUA: “Prabowo seorang nasionalis tulen”.

Perusahaan tambang asing akan dikuasai oleh negara. Bagaimana caranya, tidak pernah dijelaskan secara rinci.

Apakah negara akan menasionalisasikan dengan melanggar kontrak internasional dan menanggung risiko diisolasikan secara global menjadi negara pariah seperti Korea Utara?

3. ILUSI KETIGA: “Prabowo adalah seorang demokrat”.

Apakah seorang demokrat tulen akan merehabilitasi nama dan menganugerahi Suharto yang memerintah Indonesia selama 32 tahun dengan cara otoriter gelar pahlawan nasional?

4. ILUSI KEEMPAT: “Prabowo memperjuangkan aspirasi umat Islam”.

Aspirasi umat yang mana yang akan diperjuangkan? Kelompok garis keras dan gemar memaksakan kehendak atau aspirasi bagian besar umat Islam Indonesia yang cinta damai?

5. ILUSI KELIMA: ”Prabowo adalah capres pro rakyat, bukan pro bisnis”.

Bagaimana mungkin elit kaya raya, pengusaha besar, pemilik istana pribadi, adik yang konglomerat, yang tidak pernah dekat dengan rakyat kecil, bisa dipercaya sebagai pro rakyat?

rekam jejak jokowi6. ILUSI KEENAM: “Prabowo adalah pemimpin yang kompeten”.

Atas dasar apa kalau bukan sekadar ilusi menyatakan seseorang yang belum pernah punya rekam jejak memimpin pemerintahan sipil/birokrasi, tapi hanya sebagai seorang komandan tentara yang memerintah bawahannya bisa dianggap mampu memimpin pemerintahan sipil?

7. ILUSI KETUJUH: “Prabowo akan menciptakan pemerintah yang bersih, memberantas korupsi, dan menghilangkan kebocoran”.

Bagaimana mungkin beliau dapat melakasanakan itu ketika pencalonannya didukung oleh koalisi pimpinan parpol yang bermasalah dan berperkara?

8. ILUSI KEDELAPAN: “Prabowo adalah agen perubahan”.

Kalau benar demikian, mengapa beliau berulang kali menyatakan bahwa pemerintahan SBY berhasil dan akan melanjutkan kebijakannya?

9. ILUSI KESEMBILAN: “Prabowo tidak bisa didikte”.

Bila pernyataan ini benar, mengapa dia bersedia memberi jabatan dan apa saja yang diminta oleh partai politik yang bersedia mendukungnya? (Sebaliknya Jokowi menolak menjual kursi kepada partai yang menawarkan dukungan).

10. ILUSI KESEPULUH: “Prabowo calon presiden yang tampan dan gagah”.

Walau masalah wajah dan penampilan adalah suatu yang relatif, apakah kita akan menentukan pilihan kita atas dasar alasan yang sangat superfisial, dan apakah wajah tampan merupakan persyaratan pemimpin yang sukses?

AT 02-07-14 (sumber: Abdillah Toha@Kompasiana via: Kompas)

line down

Jokowi dan Jusuf Kala saat selfie pada pemilu capres dan cawapres 2014. (twitter.com).

Jokowi dan Jusuf Kala saat selfie pada pemilu capres dan cawapres 2014. (twitter.com).

line up

Menjual Agama Demi Kekuasaan

Oleh:

Abdillah Toha (Pendiri Partai Amanat Nasional)

Abdillah Toha PAN

Saya sebenarnya segan membahas topik ini. Namun karena masalahnya sudah berkembang terlalu jauh belakangan ini, saya merasa harus ikut turun rembug sebagai bagian dari tanggung jawab saya sebagai warga negara dan sebagai bagian dari muslim Indonesia.

Muslim Indonesia? Ya, muslim yang berbeda karakter dari muslim di banyak negara lain, khususnya di beberapa negara Timur Tengah yang sedang dilanda perang antar muslim demi merebut kekuasaan dan mendirikan “Islam yang murni”. Muslim Indonesia berbeda, karena kita adalah muslim yang toleran, menghargai perbedaan, serta sangat luwes dalam mengadaptasikan keislaman kita dengan kearifan lokal.

Sayang sekali karakteristik dan perilaku tasamuh muslim Indonesia yang sudah berjalan ratusan tahun ini belakangan menghadapi serangan kelompok garis keras yang sebenarnya minoritas tetapi militan, fanatik, dan agresif. Toleransi atau tasamuh dianggap sebagai tanda kelemahan.

Orang-orang ini dihinggapi penyakit kejiwaan yang bisa disebut sebagai paranoid, yakni selalu merasa ketakutan kepada segala sesuatu yang berbeda dan diluar diri atau kelompoknya. Pihak luar ini dipersepsi oleh mereka sebagai ancaman terhadap eksistensinya. Inilah kelompok yang hanya mengenal dua warna, hitam dan putih. Tidak boleh ada warna lain diantara keduanya.

Kelompok Islam garis keras ini tidak hanya terjangkit bayangan ancaman dari penganut agama lain tapi justru belakangan ini dia juga khawatir terhadap apa yang dipersepsinya sebagai ancaman atas benteng akidah mereka dari muslim sendiri yang tidak sealiran dengan mereka. Maka satu-satunya jalan adalah melakukan pre-emptive strike kepada lawannya yang dikhawatirkan akan menjadi besar bila dibiarkan.

jokowi-di-aceh2

Warga Aceh dukung Jokowi hadi presiden untuk capres 2014 (lihat videonya di Youtube)

Mereka bergerak dalam semua front, dari masjid-masjid sampai ke pengajian, selebaran, tabloid, media sosial dan bahkan ke kehidupan politik. Pukulan mereka belum sampai kepada menggorok leher lawan seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah, tapi sudah dalam bentuk pengusiran dari rumah tinggal korban, ancaman pembunuhan, intimidasi, provokasi, sampai kepada penyebaran berita-berita bohong dan fitnah.

Modus operandi yang terakhir ini, penyebaran berita bohong dan fitnah, sudah diterapkan dalam kampanye pilpres kali ini dalam rangka menjauhkan konstituen muslim dari memilih lawan politik mereka. Capres Jokowi, seorang muslim yang taat, adalah salah satu korban yang dikampanye hitamkan sebagai penganut kristen dan keturunan Tionghoa yang membahayakan umat Islam Indonesia.

Yang menyedihkan adalah bahwa kampanye hitam yang sistematis ini ternyata cukup efektif. Banyak kalangan Islam yang percaya, dan yang mengherankan pula, tidak kurang dari kalangan warga muslim terdidik yang termakan oleh isu ini, walau berbagai sanggahan telah disampaikan secara lisan, tulisan, dan dalam bentuk video yang menafikan kebenaran dari tuduhan itu. (lihat video : http://m.youtube.com/watch?v=0fRJZIBDztc&sns=tw ).

Tuduhan dan sanggahan saling bergantian ini seakan membuat ramalan Amien Rais tentang “Perang Badar” dalam pilpres kali ini menjadi sebuah kenyataan. Mereka lupa akan adanya hadis Nabi yang setengah mengutuk pengkafiran sesama muslim secara tidak benar.

Masjid Istiqomah Bale Atuh, Bener Mariah, Aceh tengah dibangun jokowi 1986

Masjid Istiqomah di Bale Atuh, Bener Mariah, Aceh Tengah, yang dibangun Jokowi pada tahun 1986. Di tempat ibadah yang ia buat ini, Jokowi kadang menjadi muadzin dan imam. (lihat videonya di Youtube) (lihat videonya di Youtube)

Muhammad SAW bersabda:

”Dan barangsiapa yang menuduh seseorang dengan panggilan “kafir” atau “musuh Allah” padahal dia tidak kafir, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh”. ( Dari Abu Dzar di Shahih Bukhari)

Kasus yang mirip dengan ini pernah pula dialami oleh presiden Amerika Barack Obama yang sempat difitnah ketika menyalonkan diri sebagai presiden. Lawan politiknya, termasuk Hillary Clinton, menyebar luaskan isu bahwa Obama sesungguhnya adalah seorang Muslim yang berkehendak menguasai Gedung Putih di negeri yang mayoritas warganya beragama Kristen. Isu ini disebarkan antara lain dengan menunjuk kenyataan bahwa nama tengah Obama adalah Husein. Namun pada akhirnya Obama tetap terpilih sebagai presiden Amerika.

Inilah salah satu strategi menghalalkan cara demi memenangkan calon yang didukungnya. Inilah pula transaksi menjual agama dengan cara yang paling berbahaya demi meraih kekuasaan. Berbahaya karena isu agama adala isu sara yang sangat peka dan berpotensi memecah belah bangsa.

Bila sesungguhnya hal ini tidak dilakukan oleh tim sukses resmi capres Prabowo tapi oleh para pendukungnya yang fanatik, maka sejauh ini kita tidak mendengar pernyataan tim sukses mereka dan partai-partai Islam pendukungnya yang mengecam kampanye hitam jenis ini. Ketiadaan kritik atau kecaman itu bisa dipersepsi sebagai restu resmi atas cara-cara tidak terpuji itu.

Tulisan ini tidak bermaksud mengatakan bahwa andaikata tuduhan itu benar maka Jokowi tidak layak menduduki jabatan presiden di negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Konstitusi kita menjamin setiap warga negara, apapun agama dan keyakinannya, hak pilih dan hak untuk dipilih dalam semua jabatan.

Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan kita bahwa betapapun keras dan ketatnya persaingan dalam pilpres kali ini, sebagai warga negara yang bertanggung jawab kita harus tetap menjauhkan diri dari cara kampanye yang memojokkan lawan lewat disinformasi, kebohongan, apalagi fitnah.

Abdillah Toha, 22-06-2014 (sumber: Abdillah Toha@Kompasiana via: Kompas)

line down

konser dua 2 jari jokowi JK

Jokowi ditengah-tengah massa pendukungnya di acara “Konser Salam 2 Jari Jokowi-JK” saat berpuasa pada tanggal 7 Ramadhan 2014 di Gelora Bung Karno Jakarta. (Bara). (lihat videonya di Youtube)

line up

10 Alasan Mengapa Saya Memilih Joko Widodo

Oleh:

Abdillah Toha (Pendiri Partai Amanat Nasional)

Abdillah Toha PAN

Sebagai salah seorang pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), bersama beberapa pendiri lain serta beberapa anggota dan ex anggota PAN, saya memutuskan akan memilih calon presiden yang tidak didukung PAN pada pemilihan presiden mendatang. Paling sedikit ada 10 alasan kelebihan Jokowi yang mendasari keputusan saya tersebut.

Pertama, Jokowi tidak tercela.

Jelas dia bukan manusia sempurna, tetapi setidaknya dia tidak punya beban masa lalu yang berpotensi mengganggu tugasnya sebagai presiden. Sejauh ini dia telah terbukti jujur dan bersih, serta tulus, dan terbuka. Ditangan orang bersih seperti inilah kita seharusnya lebih memercayakan program pemberantasan korupsi yang telah menggerogoti negeri ini selama berpuluh tahun.

Kedua, Jokowi berprestasi.

jokowi jokowidodo 01Tidak diragukan lagi bahwa Jokowi telah menunjukkan prestasi kerja masa lalu (track record) yang meyakinkan. Sebagai wali kota Solo, dia adalah salah satu kepala daerah terbaik di negeri ini, bahkan mungkin di dunia.

Kepentingan rakyat didahulukan sehingga ketika terpilih kembali sebagai wali kota untuk periode kedua, dia mendapatkan dukungan tidak kurang dari 90% pemilih.

Sebagai Gubernur DKI Jakarta, walau belum sampai 2 tahun, dia telah menununjukkan hasil kerja yang bagus dengan merancang dan sekaligus mengimplementasikan beberapa program pro rakyat dengan cepat dan tanpa ragu (kartu sehat, kartu pintar, BPMKS di Solo, MRT dsb).

Ketiga, Jokowi bukan pengurus partai.

Walau dia anggota partai dan dicalonkan oleh partai, dia bukan pengurus partai< apalagi ketua umumnya. Sebagai presiden RI dia tidak akan disibukkan dengan rapat-rapat dan persoalan partai sehingga perhatiannya tidak akan terbelah dan dapat memusatkan pikirannya kepada kerja negara. Permintaan ketua umum PDIP kepadanya untuk menjadi “petugas partai” harus diartikan sebagai imbauan untuk menjalankan ideologi partai.

Keempat, Jokowi pengambil keputusan.

Gayanya yang lemah lembut mengelabui kita seakan dia seorang pemimpin yang tidak tegas. Ketegasan dalam mengambil keputusan telah sering dibuktikannya dalam possinya sebagai wali kota Solo (menolak usul pembangunan mall oleh gubernur Jawa Tengah saat itu), memberhentikan pejabat tinggi DKI yang tidak berprestasi (walikota Jakarta Selatan) dan banyak lagi. Ketegasan seseorang tidak dicerminkan oleh cara bicaranya yang keras dan meledak-ledak.

Kelima, Jokowi pluralis.

jokowi_umrah keluarga_bersama_istri_dan_kedua_putranya

Jokowi saat umrah bersama istri dan kedua putranya. &tribunnews)

Sangatlah berbahaya bila di negeri yang sangat majemuk seperti Indonesia, kita dipimpin oleh seorang presiden yang berwatak ekslusif.

Jokowi seorang Muslim yang taat dan telah menunaikan ibadah haji serta empat kali umroh dengan biaya sendiri, tetapi juga sangat toleran terhadap mereka yang beragama dan berkeyakinan lain.

Dia telah membuktikan sebagai pemimpin pluralis yang membela dan melindungi hak minoritas (kasus lurah Susan), dan berkomitmen menjaga kebinekaan bangsa demi keutuhan NKRI.

Jokowi tidak punya program “pemurnian agama” dalam visi misinya yang berbahaya bagi persatuan bangsa.

Keenam, Jokowi bukan pedagang politik.

Walaupun dia berlatar belakang seorang pengusaha, tapi urusan kursi pemerintahan tidak diperdagangkannya. Sejak awal dia telah mengatakan bahwa prinsip koalisinya non-transaksional.

Artinya, dia tidak akan membagi-bagikan posisi kabinet hanya atas dasar garis partai tetapi mencari dan menempatkan the right man in the rght place. Ini sudah dibuktikannya ketika dia menjabat sebagai gubernur DKI dengan melelang berbagai jabatan penting di DKI.

jokowi makan di warteg

Sudah menjadi kebiasaan lama setelah shalat Jum’at atau sehabis blusukan, Jokowi sering makan di warteg.

Ketujuh, Jokowi penyelesai konflik.

Hal ini telah dibuktikannya berkali-kali baik di Solo maupun di DKI seperti dengan menyelesaikan masalah PKL di Solo serta masalah Tanah Abang dan rumah-rumah liar di DKI. Konflik kraton Surakarta yang gagal diselesaikan oleh pemerintah pusat, berhasil diselesaikannya dalam waktu beberapa bulan.

Keunggulannya terletak pada cara penyelesaian yang damai tanpa menimbulkan kerusuhan dan keresahan, karena rakyat kecil “korban” penyelesaian tidak diabaikan begitu saja tetapi ditampung atas tanggungan pemerintah. Kemampuannya di bidang ini akan dilipat gandakan dengan bantuan cawapres Jusuf Kalla yang berprestasi besar menyelesaikan masalah Aceh dan Poso.

Kedelapan, Jokowi reformis.

Sangatlah menonjol ketika belum sampai 2 tahun menjabat gubernur DKI dia telah berhasil membobol kebiasaan-kebiasaan lama birokrasi yang cenderung koruptif dan tidak efisien. Membuat KTP di DKI sekarang hanya memerlukan waktu sehari, bukan sebulan seperti sebelumnya.

Sebagai wira usahawan, cara berpikirnya segar dengan selalu mencari terobosan dan pemikiran out of the box. Bertahap tapi konsisten, rasionalisasi pegawai negeri DKI terus dilaksanakan dan disiplin ditingkatkan. Dia juga memberi suri tauladan dengan menunjukkan dirinya sebagai pekerja keras. Jokowi seorang demokrat tulen yang tidak percaya kepada keuatan uang untuk memenangkan pemilihan.

jokowi shalat di mesjid

Jokowi saat shalat di salah satu Mesjid di Aceh.

Kesembilan, Jokowi sederhana dan hemat.

Kesederhanaan dan wajah kerakyatan Jokowi tak terbantahkan dan kasat mata. Beberapa anggaran DKI yang mubazir dipotongnya sedangkan penerimaan APBD DKI melonjak drastis berkat tarnsparansi pengelolaan pajak. Dia bukan orang yang gila hormat, lebih suka bersepeda dan jalan kaki dan menolak selalu dikawal dengan vorijder. Tidak pandai berbicara tetapi santun. Bukan pendendam dan tidak pernah melayani berbagai kampanye hitam terhadapnya. Menolak menerima gaji sebagai walikota Solo dan Gubernur DKI karena sudah merasa cukup dari penghasilannya sendiri sebagai pengusaha.

Kesepuluh, Jokowi kepala keluarga sakinah.

Memimpin negara atau institusi apapun harus dimulai dengan kemampuan memimpin keluarga. Keluarga Jokowi dikenal sebagai keluarga yang bahagia. Istrinya, Iriana, seorang wanita yang sederhana dan tidak banyak menuntut serta lebih senang mengurusi urusan rumah tangga daripada ikut campur dalam urusan politik suami. Ketiga anaknya adalah anak-anak idaman setiap orang tua. Berpendidikan cukup dan yang sulung seorang pengusaha catering yang tidak mau menggantungkan sumber permodalannya dari orang tuanya.

oleh : Abdillah Toha
Pendiri dan mantan ketua Partai Amanat Nasional (PAN)

(sumber: Abdillah Toha@Kompasiana via: Kompas)

line down

Jokowi di Papua

Jokowi di Papua (lihat videonya di Youtube)

line up

Pantun Rakyat untuk Jokowi

Oleh:

Abdillah Toha (Pendiri Partai Amanat Nasional)

Abdillah Toha PAN

Setelah kunanti begitu lama
Baru sekarang kau tiba
Membawa harapan tuk hari depan
Timbulkan semangat perubahan

Dengan bersahaja kau bicara
Niat tulusmu benahi bangsa
Yang sedang terkoyak kerakusan
Jadi mangsa srigala hutan

jokowi jokowidodo 01Asalmu jelas bahasamu lugas
Kau bagian dari rakyatmu
Bicaramu lepas niatmu ikhlas
Kau baktikan karya luhurmu

Kau difitnah dicaci maki
Tetap tegar dan tak peduli
Kau sadar dan percaya diri
Hanya Tuhan kan balas nanti

Kau melihat dan merasakan
Beban berat tak tertahankan
Dipikul rakyat yang terzalimi
Oleh penjajah bangsa sendiri

Kau perancang kau pekerja
Bukti nyata dimana-mana
Membongkar tradisi bermalas-malas
Membangun disiplin dalam bertugas

Jokowo makan dibawah lesehan sederhanaBukan bangsawan bukan penista
Kau bagian dari kita
Bukan penipu bukan pembual
Kau pegiat revolusi mental

Kau sederhana dan pemberani
Sejahterakan rakyat selamatkan negeri
Ketika lawan bicara posisi
Kau tolak menjual kursi

Bila datang saatnya nanti
Kan kuikuti hati sanubari
Pilih pemimpin berpikiran maju
Tak terbeban masa lalu

Sembilan Juli saat beraksi
Lima tahun nasib diujung jari
Tetapkan tekad pilih yang jitu
Tinggalkan yang mengaku nomor satu

AT 30-07014 (sumber: Abdillah Toha@Kompasiana via: Kompas)

line down

Screenshot Web-blog Abdillah Toha@kompasiana yang sudah terverifikasi.

Screenshot Web-blog Abdillah Toha@kompasiana yang sudah terverifikasi.

masjid-istiqomah-bale-atuh-bener-mariah-aceh-tengah-dibangun-jokowi-sejak 1986

tarian-aceh di bundaran HI dukung-jokowi

Warga Aceh melakukan tarian Saman di Bundaran HI Jakarta, sebagai bentuk dukungannya untuk Jokowi.

warga papua di bundaran HI Jakarta dukung Jokowi

Warga Papua di Jakarta usai melakukan Tarian Perang di Bundaran HI Jakarta, sebagai bentuk dukungannya untuk Jokowi.

Jokowi setika blusukan di Marunda, Jakarta Utara.

Jokowi ketika blusukan seusai shalat Jum’at di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

jokowi di aceh

Spanduk Jokowi-JK sedang memakai pakaian adat Aceh disebuah taman di kota Banda Aceh.

Jokowi blusukan ke Perajin Tempe di Jambi

Jokowi ketika blusukan ke perajin tempe disebuah desa di provinsi Jambi.

jokowi saat acara gerak jalan salam 2 jari di monas

Jokowi saat acara “Gerak Jalan Salam 2 Jari” di Tugu Monas, Jakarta.

Jokowi pidato di istana negara

Joko Widodo saat berpidato di Istana Negara ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta.

 *****

http://wp.me/p1jIGd-5aQ

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Indonesia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catatan Pendiri PAN, Abdillah Toha: Menjual Agama, Memalukan dan Ilusi Pendukung

  1. ayuka berkata:

    jokowi presiden boneka????? sy masi percaya bhw siapapun presiden yg terpilih, itu artinya emg sdh disetting. inget konspirasi NWO. jg jgn terlalu berharap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s