Misteri Fenomena “Bun Upas” di Dataran Tinggi Dieng

fenomena alami natural phenomenon

Misteri “Bun Upas“, Fenomena Suhu Dingin Ekstrim di Dataran Tinggi Dieng

embun-upas header

Dieng, dipagi hari di Musim Kemarau dalam suhu nol derajat. Butir-butir embun membeku dipucuk rerumputan. Padang rumput yang biasanya hijau berbuah bersepuh putih bagai salju. Pemandangan yang luar biasa, Terutama bagi wisatawan yang berkunjung dimusim itu.

Udara yang dingin tak menghalangi keinginan beberapa wisatawan untuk menikmati sensasi, saat embun beku itu menggelitik telapak kaki mereka. Konon, berjalan dengan kaki telanjang diatas embun memang bagus untuk kesehatan. Terutama untuk kesehatan jantung.

http://starwoss.files.wordpress.com/2011/09/day3-05-welcome-to-dieng1.jpg

Gapura masuk ke Dieng Plateau.

Apalagi sembari menikmati keindahan panorama dan kesegaran udara Kawasan Wisata Dieng yang belum begitu tercemari polusi.

Lain di mata wisatawan, lain pula persepsi masyarakat terhadap embun beku atau yang masyarakat Dataran Tinggi Dieng menyebutnya ‘Bun Upas’ tersebut, justru sebaliknya.

Bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng, Bun Upas adalah pertanda ada pekerjaan tambahan bagi mereka. Tanaman mereka yang terserang bun upas harus segera diselamatkan sebelum terlambat.

Embun Upas atau Bun Upas, adalah fenomena alam yang ada di Dataran Tinggi Dieng atau Dieng Plateau, yaitu turunnya butiran-butiran embun dari atas dan kemudian butiran-butiran embun itu membeku (frosted) oleh suhu dibawah nol derajat di pucuk-pucuk daun tanaman, yang dapat terlihat pada pagi hari.

Dengan suhu dibawah nol derajat celcius maka embun bisa berubah menjadi butiran-butiran kristal es. Kalau dini hari hamparan tanaman kentang berubah menjadi putih seperti diselimuti salju dan masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan ‘Bun Upas’.

bun-upas dieng 03

Tampak hamparan savana yang berwarna putih akibat fenomena “Bun Upas”.

Arti dari istilah Bun Upas adalah “Embun Beracun”, walau tak mengandung racun, namun begitulah orang Dieng menyebutnya. Mungkin julukan atau penamaan itu karena jika Bun Upas ini menempel pada daun-daun tanaman kentang, biasanya daunnya lantas menguning, lalu mati.

Suhu dingin ekstrim yang terjadi di alam tropis dan melanda kawasan dataran tinggi Dieng ini selalu datang pada puncak musim kemarau, antara bulan Juli – Agustus dan biasanya terjadi lebih dari seminggu, dan puncaknya hanya sekitar tiga hari saja.

Biasanya hanya tiga hari masa puncaknya. Itu ditandai dengan tanaman yang mengering seperti terbakar. Biasanya kalau sudah seperti itu, sudah tidak bisa ditanam lagi.

Areal yang biasanya terkena Bun Upas berada pada dataran di ketinggian. Jadi tidak semua lahan terkena bun upas. Hanya lahan yang berada di dataran yang termasuk daerah lembah dengan ketinggian sekitar 2.093 meter dari permukaan laut.

bun-upas dieng 01

Tampak “Bun Upas” di Dataran Tinggi Dieng, menempel pada batang-batang rumput dipagi hari.

Yang paling sering dilanda Bun Upas adalah  kawasan Dieng terutama di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Suhu udara di Dieng pada siang hari hanya pada kisaran 22-24 derajat celcius. Namun pada malam hari, suhu udara bisa turun mencapai di bawah nol, atau minus 1 atau 2 derajat celcius.

Terkadang, pada pukul 21.00 WIB suhu sudah mencapai nol derajat celcius, pada malam hari di bawah nol derajat, melihat termometer yang ada, di dalam rumah saja pada siang hari terpantau minus 1 derajat celcius.

Suhu ekstrim yang melanda kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah membuat puluhan hektar tanaman kentang milik petani di wilayah tersebut mati. Banyak butiran-butiran es yang melekat pada tanaman. Bahkan pada malam hari suhu mencapai nol derajat celcius.

Bun Upas biasanya akan mulai terlihat antara pukul 02.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Begitu hari terlihat terang, Bun Upas itu hilang karena mencair. Tapi terkadang sore hari, sekitar pukul 18.00 juga terjadi Bun Upas. Jika  sore hari ini tidak pasti, karena tergantung temperatur sedang dingin sekali atau tidak.

bun-upas dieng 02

Tampak embun sore turun di Dataran Tinggi Dieng sebagai cikal-bakal “Bun Upas”.

Merusak Tanaman dan Kebun Warga

Fenomena embun beku (frost) oleh masyarakat Dieng disebut Bun Upas tidak disukai oleh masyarakat sekitar karena bisa mematikan tanaman perkebunan. Tanaman kentang misalnya, jika tanaman kentang itu sudah cukup umur, biasanya petani akan memanen tanaman kentang yang terkena bun upas. Tapi kalau belum cukup umur, maka petani akan mengalami kerugian cukup besar.

Sebanyak puluhan hektar tanaman kentang di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah terkadang rusak akibat fenomena ini. Tingkat kerusakan tanaman kentang tersebut berkisar antara 60-80% dan dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen.

Selain tanaman kentang, sebanyak ribuan batang tanaman Carica juga terkena dampak dari Bun Upas. Pihak terkait mengaku telah mensosialisasikan pengaturan pola tanam kepada para petani untuk mengantisipasi fenomena Bun Upas yang selalu datang pada bulan Juli-Agustus yang dimaksudkan agar saat kemarau tiba, usia tanaman sudah lebih dari 70 hari sehingga akan lebih tahan terhadap kondisi suhu ekstrem.

Disarankan pula agar para petani sebaiknya beralih menanam kubis atau kol pada saat suhu ekstrim seperti saat ini, karena tanaman ini dinilai tahan terhadap embun upas. Pemerintah mengakui tidak mampu menangani persoalan tersebut karena Bun Upas adalah fenomena alam yang sulit diprediksi.

bun-upas dieng 04

Pemerintah setempat berharap warga mau beralih dari menanam kentang yang selama ini sering terimbas Bun Upas ke jenis tanaman lain. Lagipula sifat tanaman kentang tidak bisa di tumpangsari dengan tanaman lain.

Selain itu tanaman kentang selama ini memang membuat tanah menjadi tandus, oleh karena itu Pemkab Banjarnegara saat ini tengah mengintensifkan tanaman Carica yang menjadi ciri khas obyek wisata Dieng untuk dikembangkan oleh petani di Dieng. Namun pemerintah setempat kesulitan untuk mengajak petani agar mengganti tanaman kentang dengan tanaman lain yang tahan terhadap Bun Upas.

Untuk meminimalisir dampak Bun Upas, beberapa petani petani mulai menutupi hamparan tanaman kentangnya dengan plastik bening. Namun biasanya tindakan ini agak terlambat, karena baru dilakukan setelah tanaman kentang sudah terpapar Bun Upas. Biasanya masyarakat menyiasatinya dengan menyiram tanaman tersebut pada pagi-pagi buta sebelum Bun Upas tersebut benar-benar bereaksi pada tanaman.

Bun Upas yang muncul pada suhu udara dini hari di bawah nol derajat celcius ini menyerupai butiran es, sehingga pada lahan pertanian di Dieng terlihat seperti hamparan salju. (republika/detik/escoret.net)

bun-upas dieng 06bun-upas dieng 07bun-upas dieng 05bun-upas dieng 08

Artikel Lainnya:

Ditemukan Keramik China Abad IX dan Pecahan Kaca Dari Persia di Dieng

[VIDEO] 7 Misteri-Misteri Alam Yang Sulit Diterima Nalar

Nama Asli Gunung-Gunung di Indonesia Dalam Bahasa Sansekerta

Peristiwa-Peristiwa Mistis di Gunung Salak Jawa Barat

5 Gunung Paling Angker di Indonesia

Situs Megalith Gunung Emas (Bukit Puncak Villa) di Suliki Sumbar

Jejak Astronomis di Borobudur

Prasasti Heboh Bertulis: “Seluruh Manusia Akan Menghadapi Sesuatu” Menarik Perhatian Para Pejabat

Temuan Candi di Bedingin Sleman, Dari Kerajaan Mataram Islam?

Belum Sebulan, Sudah Tiga Situs Kuno Ditemukan di Demak

Piramida Lalakon dan Sadahurip

Ini Dia!! Megalith “Gunung Padang” Jabar, “Stone Henge” Versi Indonesia (Gunung Padang – PART 1)

Artikel ini juga di forward oleh forum viva.co.id

*****

http://wp.me/p1jIGd-5pG

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Fenomena Alami. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Misteri Fenomena “Bun Upas” di Dataran Tinggi Dieng

  1. lbbmpc berkata:

    kira2 kalau tersentuh manusia gimana ya?apakah ada efek samping?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s