Ditemukan: Batu Dolmen, Lantai dan Lorong Misterius di Situs Gunung Padang (Gunung Padang – PART 10)

Indonesian Archeology header

Ditemukan: Batu Dolmen, Lantai dan Lorong Misterius di Situs Gunung Padang (Gunung Padang – PART 10)

Gunung Padang Cianjur

Tim Nasional (Timnas) Pelestarian dan Pengelolaan Gunung Padang menemukan struktur batuan unik di situs yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur itu. Struktur “batuan menyerupai jendela” atau menyerupai “meja batu” yang disebut “dolmen” itu ditemukan setelah semak-semak yang menutupinya dibersihkan.

Sekretaris Timnas Pelestarian dan Pengelolaan Gunung Padang, Erick Ridzky, mengatakan, struktur batuan itu diduga merupakan dolmen yang terletak di luar situs, tepatnya di sisi barat laut Gunung Padang.

“Jika pengunjung naik ke atas situs melalui sisi barat (tangga baru), sekitar 25 meter sebelum naik ke Teras-1 Gunung Padang di sebelah kiri kita akan temui dolmen seperti itu yang tertutup semak-belukar,” ujar Erick.

batu dolmen rock gunung padang 01

“Batu Dolmen” di situs Gunung Padang (Foto: dok. TTRM Gunung Padang).

Menurut Erick, dolmen seperti yang ditemukan di Gunung Padang biasanya digunakan sebagai pintu, ceruk saluran air, ventilasi sebuah ruangan, atau bahkan digunakan sebagai nisan makam-makam tradisional, seperti di Toraja.

Dolmen juga dikenal sebagai “batu berlubang” atau portal makam (portal tomb) atau portal kuburan (portal grave), adalah pembentuk sebuah bilik atau ruangan makam pada era megalitik.

Dolmen biasanya terdiri dari dua atau lebih batu tegak yang menyangga sebuah batu horisontal datar dan besar (mirip meja) diatasnya, meskipun begtu pengertian dolmen juga ada variannya yang lebih kompleks.

Kebanyakan batu dolmen berasal dari periode Neolitik awal (4000-3000 SM). Dolmen biasanya juga sering ditutupi dengan tanah atau batu kecil untuk membentuk sebuah ruangan mirip ruang pada gerobak.

Dalam banyak kasus, struktur lengkap dari dolmen ini telah lapuk oleh waktu, dan hanya meninggalkankerangka batudari gundukan sebuah makam yang utuh pada zamannya.

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/75/Paulnabrone.jpg/320px-Paulnabrone.jpg

Batu dolmen di Burren, County Clare, Irlandia. (wikipedia)

Saat ini temuan batu dolmen tersebut sudah didata dan akan segera dikonservasi Timnas yang bekerja sama dengan Balai Cagar dan Pelestarian Budaya (BPCB) Serang.

“Usia batuan sulit untuk diperiksa carbon-dating-nya. Biasanya yang di-carbon-dating adalah material karbon hasil pembakaran aktivitas manusia atau jasad renik pada permukaan di mana dolmen berada. Saat ini kami belum lakukan uji karbon pada permukaan di mana dolmen diletakkan,” kata Erick.

Dari penelusuran, kata Erick, belum ditemukan dolmen serupa di situs yang usianya diperkirakan mencapai 5200 SM itu. Akan tetapi, sebetulnya banyak ditemukan artefak lainnya. Hanya saja, kata dia, Timnas masih melakukan pendataan sehingga belum merilis temuan artefak tersebut.

“Mudah-mudahan Ali Akbar sebagai arkeolog bisa lebih awal merilisnya. Sebagian artefak sedang dalam proses analisis laboratorium multi-sains,” ujar Erick.

File:Antadaaboboreira.jpg

Batu Dólmen di Aboboreira, Baião, Portugal (wikipedia)

Sebelumnya, sejumlah artefak sudah ditemukan di situs Gunung Padang setelah penelitian terhadap situs megalitikum itu dilanjutkan.

Salah satu benda unik yang ditemukan itu berupa logam yang bentuknya menyerupai koin. (baca: Artefak-Artefak Gunung Padang Cianjur Yang Misterius)

Wakil Ketua Tim Nasional (Timnas) Penelitian Gunung Padang Bidang Arkeologi, Ali Akbar, memastikan logam berbentuk koin yang sebelumnya ditemukan merupakan artefak murni lantaran buatan manusia.

Namun artefak berbentuk koin yang ditemukan Senin, 15 September 2014 lalu itu, diyakini bukan sebagai alat transaksi, melainkan menyerupai amulet.

Selain itu, ditemukan juga artefak batu mirip kujang yang sudah terpahat di lokasi ekskavasi di Teras-5 bagian luar. Diduga, artefak itu merupakan buatan manusia lantaran batu tersebut dipangkas dan digosok halus.

Teknik tersebut memang sudah dikenal pada masa prasejarah. Akan tetapi, bentuk yang ditemukan itu kemungkinan besar baru ditemukan di Indonesia bahkan di dunia.

batu dolmen rock gunung padang 02

Batu “Dolmen” Gunung Padang (Foto: dok. TTRM Gunung Padang).

Apakah Lantai dan Lorong Misterius Ini Bukti Piramida di Perut Gunung Padang?

Tim peneliti situs Gunung Padang menyatakan bahwa mereka baru saja menemukan struktur dinding bangunan di bawah permukaan teras 5, area tertinggi dari situs itu.

Penggalian di sejumlah titik yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dibantu TNI Angkatan Darat itu berhasil menemukan lantai dan lorong di kedalaman sekitar 9 meter.

piramida-di-perut-gunung-padangPenemuan lantai dan lorong ini semakin menguatkan bahwa situs megalitikum menyimpan misteri yang jauh lebih besar dari yang pernah dibayangkan sebelumnya.

Penggalian di sejumlah titik ini adalah bagian yang melengkapi metode-metode kebumian yang telah digunakan sebelumnya seperti geolistrik, dan georadar juga LiDar.

Menurut sekretaris tim riset, Erik Rizki, struktur dinding itu menerus pada lubang galian hingga kedalaman 3,3 meter.

Struktur dinding dinyatakan tersusun atas batuan andesit. Bantuan direkatkan oleh semacam semen purba.

Dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/9/2014), Erika mengklaim bahwa struktur itu menjadi bukti adanya ruangan di bawah teras lima.

Struktur itu diduga buatan manusia, sebagaimana sejumlah artefak yang dinyatakan ditemukan pada kedalaman 1-2 meter di teras tersebut.

Ekskavasi Gunung padang berlangsung sejak 14 September 2014 lalu. Sejumlah artefak ditemukan, mulai koin hingga batuan serupa dolmen ini. Namun temuan sempat menuai sejumlah kontroversi. Soal koin misalnya. Sejumlah arkeolog meragukan koin yang ditemukan memang berasal dari masa 5.200 SM seperti yang diklaim tim riset.

the rolling stone gunung padangDalam penelitian yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dibantu TNI Angkatan Darat pada bulan Oktober 2014 lalu, juga ditemukan sebuah batu dengan bentuk yang unik di lorong yang ada di kedalaman 12 meter.

Materi batu itu berbeda dari materi batu yang ada di sekitarnya. Ini membuktikan lorong tersebut dibangun oleh manusia.

Menurut peneliti TTRM Erick Ridzky, sebuah batu lain di dinding dapat diputar-putar dan masih belum diketahui apa fungsinya. Para peneliti sepakat untuk sementara menamakan batu itu batu yang berputar atau rolling stone.

Selain itu, pada penampakan benchmarking citra tomografi rongga bawah tanah Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat juga telah memperlihatkan bukti kuat adanya rongga di dalam Gunung Padang.

rongga gunung_padangTim Tomografi yang dipimpin DR. Bagus Endar masih melanjutkan penelitian di situs megalitikum itu.

Warga disarankan menyempatkan diri membantu penggalian sekaligus ikut mempelajari teknologi tomografi tersebut.

Tim yang dipimpin DR. Bagus merupakan salah satu tim tomografi papan atas di dunia eksplorasi karena keunggulan teknologi dan dedikasi yang mereka miliki. Semua anggota tim adalah putera terbaik bangsa Indonesia.

Erik mengatakan, ekskavasi masih akan dilanjutkan hingga mencapai dasar dari struktur dinding yang ditemukan ini. Ekskavasi Gunung Padang menggunakan dana abadi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dana yang dialokasikan untuk tahap ini adalah Rp 3 miliar. (sumber: Tribunnews / rmol.co / nationalgeographic.co.id)

Lorong misterius gunung padang

Penggalian di sejumlah titik yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang dibantu TNI Angkatan Darat itu berhasil menemukan lantai dan lorong di kedalaman sekitar 9 meter.

gunung padang Cianjur, West Java, Indonesia

Artikel Gunung Padang Cianjur Sebelumnya:

Ini Dia!! Megalith “Gunung Padang” Jabar, “Stone Henge” Versi Indonesia (PART 1)

Hah?? Situs Gunung Padang Cianjur Berusia 109 Abad Sebelum Masehi? (PART 2)

Lima Makam Tua Ditemukan di Situs Gunung Padang (PART 3)

Wow!! Konstruksi Gunung Padang Dirancang Arsitek Purba Ulung! (PART 4)

Situs Megalith Gunung Padang Cianjur Akhirnya di Ekskavasi (PART 5)

Riset Selesai, Gunung Padang Bisa Ubah Peta Peradaban Dunia! (PART 6)

Situs Gunung Padang Akan Dibuat Wisata Seperti Borobudur (Gunung Padang – PART 7)

Waduh! Lebih Tua Dari Machu Picchu, Gunung Padang Dipaculi Asal-Asalan! (Gunung Padang – PART 8)

Artefak-Artefak Gunung Padang Cianjur Yang Misterius (Gunung Padang – PART 9)

Gila! Semakin Mendunia, Riset Gunung Padang Cianjur Ditawar 12 Triliun! (Gunung Padang – PART 11)

Misteri Batuan di Gunung Padang Mengandung Listrik (Gunung Padang – PART 12)

Artikel Terkait:

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Wah!! Ada Lagi, Mirip “Gunung Padang” Misterius di Cilacap!

Wah!! Ada Lagi Situs Megalitikum Ketiga, Kali Ini di Cibedug Banten!

Situs Megalith Gunung Emas (Bukit Puncak Villa) di Suliki Sumbar

Ternyata, Indonesia memiliki beberapa Piramida!

Kini Giliran Jawa Timur, Ditemukan Bangunan Mirip Piramida!

Wow!! Ternyata di Indonesia Sudah Ada Beberapa Piramida!

Ilmuwan: Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia!

12 Peninggalan Sejarah Paling Misterius Di Dunia

Artikel Terkait Gunung Padang Cianjur, Gunung Padang Cilacap dan lainnya klik disini

-=>Puluhan Artikel Arkeologi Indonesia<=-

=>Puluhan Artikel Arkeologi Dunia<=

*****

http://wp.me/p1jIGd-5By

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Indonesia. Tandai permalink.

2 Balasan ke Ditemukan: Batu Dolmen, Lantai dan Lorong Misterius di Situs Gunung Padang (Gunung Padang – PART 10)

  1. widya berkata:

    pak, rolling stonenya apakah tidak memiliki batu yg cocok sebagai kuncinya, hehe, spt alat kunci jadul gitu..maacih

  2. firman simbolon berkata:

    peninggalan bangunan berupa batu raksasa maupun batu batuan yg ada pada zaman megalith terbukti ada dan ditemukan disejumlah negara bukan hanya diindonesia seperti penemuan situs pra sejarah gunung padang kab.cianjur jabar jadi para ahli arkeologi perlu meneliti lebih mendalam apakah manusia purba 7800 sm sudah memiliki kemampuan membuat bangunan seperti temuan temuan sekarang kalau kita hubungkan dengan manusia purba megan tropus erectus maupun pican tropus erectus sangiran karena menurut para ahli arkeologi dan sejarah baru ada kebudayaan thn 5500 sm yaitu ditemukan tembikar yg dikenal dengan kebudayan sungai nil mesir

    .
    .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s