Misteri Seputar Pesawat (Air Asia QZ-8501 PART-2)

missing airplane header

Misteri-Misteri Seputar Pesawat (Air Asia QZ-8501 PART-2)

Search and Rescue

Kapal BPPT temukan fenomena menyeramkan di dasar Laut Jawa, selain itu tim SAR menemukan jasad yang masih memakai jaket pelampung, juga ditemukan tangga peluncur turun darurat yang sempat dilepas, pompa hidrolik, serta tabung selam. Selain itu ditemukan ada 3 jasad yang masih berjajar dikursi penumpang lengkap dengan Safety Belt yang masih terpasang, bahkan ada 3-4 jasad yang masih berpegangan tangan. Terlihat pula mirip bayangan pesawat di dalam air, namun kenapa hilang lagi?

Ini menimbulkan sejumlah pertanyaan tentang bagaimana kejadian yang sebenarnya ketika pesawat berpenumpang 162 orang itu jatuh ke laut. Apakah pesawat berhasil mendarat di laut? Apakah para penumpang sempat selamat? Lalu memakai jaket pelampung? Lalu menurunkan tangga darurat? Semua jawaban dari pertanyaan itu masih menjadi misteri.

Pada penghujung tahun 2014 lalu, tepatnya pada hari Minggu pagi 28/12/2014 sebuah pesawat maskapai Malaysia yang dikelola oleh cabangnya di Indonesia, Air Asia nomer penerbangan QZ 8501 hilang dari radar setelah sebelumnya terhadang oleh badai tropis di Laut Jawa.

Para artikel terdahulunya pada bagian satu, yaitu “The Black Hand”, Dibalik Misteri Jatuhnya AirAsia QZ 8501 Rute Surabaya-Singapura, telah dijelaskan bahwa pesawat jenis Airbus A320-200 dengan nomer registrasi PK-ACX itu meminta izin kepada ATC Jakarta untuk berbelok atau bergeser arah sekitar 7 kilometer dari badai tropis yang berada di depannya, dan izin pun diberikan.

Tak lama pilot meminta izin kali kedua, dan kini meminta menaikkan ketinggiannya  dari ketinggian 32.000 kaki menuju ke 38.000 kaki. Namun karena ada pesawat Air Asia lain yang ada diatasnya yakni AirAsia 502, maka izin hanya diberikan ke ketinggian 34.000 kaki.

PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-200 01

Pesawat yang jatuh, AirAsia QZ8501 dari jenis Airbus-A320-200, registradi PK-AXC

Sedangkan badai tropis yang tengah menghadang di depannya, “berdiri” awan cumulonimbus setinggi 48.000 kaki, jauh lebih tinggi dari izin yang dikeluarkan, bahkan lebih tinggi dari permintaan mereka sendiri!

Menilik ketinggiannya saja, pesawat mungkin masih akan berhadapan dengan awan bila naik ke ketinggian 38.000 kaki. Namun, apakah pesawat bisa menghindar dari awan atau tidak, hal itu sangat tergantung pada besarnya awan itu sendiri.

Request to higher level (Permintaan penambahan ketinggian),” ujar Kapten Irianto, pilot Airasia QZ8501, yang saat itu menerbangkan pesawatnya di ketinggian 32.000 kaki.

Setelah itu, petugas ATC Bandara Soekarno-Hatta menjawab langsung permintaan itu.

Intended to what level? (Maksudnya pada ketinggian berapa?)” tanya petugas ATC Jakarta.

Pada saat itu komunikasi baru saja berganti, dari ATC Surabaya ke ATC Jakarta. Maka sepertinya bisa jadi petugas ATC Jakarta tak tahu permasalahan yang sedang dihadapi krew kokpit sedang dihadang awan tinggi bagai raksasa itu.

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing route anim 1004px

AirAsia QZ 8501 PK-AXC lost contact

Pilot yang sedang dihadang awan tinggi bagai raksasa itu menyatakan ingin terbang di ketinggian 38.000 kaki tanpa menyebutkan alasannya. Pihak ATC Bandara Soekarno-Hatta kemudian mengontak ATC Bandara Changi Internasional, Singapura, untuk melakukan koordinasi.

Hanya butuh waktu 2-3 menit untuk berkomunikasi dengan Singapura. Dari situlah, ATC Jakarta memberikan izin agar pesawat naik 34.000 kaki. Namun saat ATC Jakarta menyampaikan jawaban agar naik ke 34.000 kaki, sudah tidak ada lagi jawaban lagi dari AirAsia QZ8501 itu, sekitar pukul 06.14 WIB.

A. Misteri Tehnis dan Prosedural

Berikut misteri teknis dan prosedural dari banyak kejadian yang masih diselimuti semenjak hilang hingga jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di Laut Jawa seputar Kepulan Karimata.

1. Misteri Jadwal Terbang AirAsia Surabaya-Singapura Dimajukan ke Jam Sibuk di Cuaca Yang Buruk

Memajukan jadwal penerbangan ke jam yang sibuk dan pada saat cuaca buruk dianggap sebagai keputusan yang salah. Pesawat itu harusnya berangkat pukul 08:00 AM pagi namun dimajukan menjadi ke pukul 05.30 AM pagi hari.

Pada pagi hari pukul 05.30 AM adalah jam sibuk penerbangan. Semua itu terlihat dari jalur penerbangan diwilayah itu yang padat. Koran The Straits Time Singapura menampilkan grafis yang memperlihatkan posisi pesawat-pesawat yang padat di jalur maut itu sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

airasia_QZ8501 altitude graphicAirAsia 8501 terbang di ketinggian 32 ribu kaki, paling rendah. Di atas AirAsia 8501 ada tujuh pesawat lainnya (lihat gambar di samping). Masuk akal kalau menara pengawas (ATC) tidak memberi izin ke pilot AirAsia 8501 untuk menambah ketinggian.

Apakah boleh dibenarkan atau mengapa dibenarkan AirAsia memajukan jadwal penerbangan dari jadwal semula pukul 08.00 ke pukul 05.30? Apalagi sudah diketahui melalui satelit bahwa terjadi cuaca buruk di perlintasannya. Cuaca juga merah di beberapa spot.

Memajukan jadwal penerbangan ke jam yang sibuk dan pada saat cuaca buruk dianggap sebagai keputusan yang salah. Masalahnya, seperti terlihat pada grafis, dalam kondisi cuaca buruk, pilot membutuhkan ruang manuver yang lebih besar dan lebih tinggi. Hal itulah yang tidak diperoleh pilot berpengalaman dari AirAsia 8501.

Suatu keputusan yang tak bijak, ditengah cuaca buruk pada flight path yang telah terlihat oleh satelit dan ketinggian paling rendah, membuat pilot tidak memiliki ruang untuk menaikan pesawat ditambah jadwal dimajukan ke jam sibuk.

Lalu lintas jalur penerbangan itu ibarat sama saja dengan jalan tol dan biasa disebut  “jalan udara” atau “jalur penerbangan” (flight path) dan sebisa mungkin pilot tidak melenceng walaupun mereka bisa dengan leluasa kemana mereka suka. Dan jalan udara itu bersusun atau bertingkat (lihat pada gambar), dan tiap tingkat berlawan arah sejauh ribuan feet pada tiap tingkatan agar tidak terjadi tabrakan udara. Oleh karenanya sangat berbahaya jika menaiki sebuah tingkatan tanpa konfirmasi dengan ATC terdekat (lihat contoh jalur udara di video youtube).

Namun ada soal yang lebih besar lagi yaitu: Apakah kita bisa menggantung nasib kita, nasib keluarga kita, pada pengelola industri penerbangan? Apakah maskapai penerbangan berbiaya murah benar-benar harganya murah, atau nyawa manusia yang dinilai murah? Inilah inti persoalannya: Seberapa kuat otoritas penerbangan dan pengelola low cost carrier berpihak pada nasib manusia?

2. Direktur AirAsia anggap briefing pilot sebelum penerbangan sebagai cara tradisional alias kuno

pilot-briefingMenteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan sempat marah besar lantaran salah satu Direktur AirAsia menganggap briefing pilot sebelum penerbangan sebagai cara tradisional alias kuno. Padahal aturan itu yang sudah berlaku secara internasional. “Mengambil info cuaca secara fisik dari BMKG itu cara tradisional,” kata Hadi Staf Khusus Menhub, sembari menirukan kata-kata salah satu Direktur AirAsia, Jakarta, Jumat (2/1/2014).

Mendengar jawaban tersebut Jonan nampak kesal dan kemudian memarahi sang direktur tersebut. “Kalau ada aturan Anda harus patuh, jangan coba-coba melawan. Bisa saya cabut izin Anda,” ucap Jonan seperti disampaikan Hadi. Jonan pun meminta agar AirAsia melakukan prosedur yang seharusnya. Permintaan Menhub itu pun disanggupi oleh pihak AirAsia dan berjanji akan segera menindaklanjuti perintah tersebut.

3. Misteri Jadwal Terbang AirAsia Surabaya-Singapura di Hari Minggu, Siapa Izinkan?

AirAsia tujuan Surabaya-Singapura dibekukan izin terbangnya sejak 2 Januari 2015. Salah satu alasannya karena melanggar izin terbang pada hari Minggu. Sesuai izin yang dikeluarkan sejak 26 Oktober 2014, AirAsia hanya diberikan izin terbang pada Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu, atau istilah kode hari adalah: 1, 2, 4, 6. Inilah adalah izin resmi yang dikeluarkan untuk Indonesia AirAsia jurusan Surabaya-Singapura dengan nomer penerbangan 8501 dan izin itu baru berakhir hingga 26 Maret 2015.

tidak boleh terbang di hari minggu not allowed fly on SundayNamun kenyataan pada pelaksanaannya, rute Surabaya-Singapura itu dilaksanakan diluar izin yang diberikan yaitu hari Senin, Rabu, Jum’at dan Minggu, atau istilah kode hari adalah: 1, 3, 5, 7. Inilah adalah illegal dari perjanjian yang telah disepakati Indonesia AirAsia jurusan Surabaya-Singapura dengan nomer penerbangan 8501.

Bila AirAsia tak berizin terbang di hari Minggu, kenapa bisa nekat? Siapa yang memberi izin? Pastinya, Dirjen Perhubungan Udara tak pernah mengeluarkan izin terbang untuk hari Minggu. Bisa jadi ini hanyalah kesempatan untuk menjaring konsumen yang berlimpah dikala liburan akhir tahun 2014, ujungnya hanya karena bisnis dan duit hanya dari satu pihak, yang mereka nilai jauh lebih penting diatas perjanjian serta keselamatan penumpang, dan ini adalah pelanggaran atas persetujuan rute.

Maka penerbangan Indonesia AirAsia pada rute ini dibekukan sementara oleh Menhub dan berlaku sejak 2 Januari 2015. Pembekuan tersebut bisa menjadi kebaikan dan pembelajaran kepada semua maskapai. Pembekuan sementara ini tertuang dalam surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara No.AU. 008/1/1/DRJU-DAU-2015.

4. Terbang tanpa membawa laporan prakiraan cuaca dari BMKG

Pesawat Air Asia QZ8501 terbang tanpa membawa laporan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG Andi E. Sakya mengatakan padahal saat itu citra satelit menangkap beberapa wilayah di Indonesia berawan dan berpotensi tumbuh awan kumulonimbus. Air Asia baru mengambil bahan informasi cuaca 42 menit setelah pesawat Air Asia QZ8501 menghilang. Hal ini terungkap melalui dokumen yang dikirim Kepala BMKG kepada Menteri Perhubungan pada 31 Desember 2014. BMKG tak membantah dokumen tersebut.

surat BMKG kepada menteri perhubungan AirAsia QZ8501“Air Asia mengambil laporan cuaca pada pukul 07.00 WIB,” kata Andi melalui pesan singkat pada Kamis, 1 Januari 2015. Padahal, pesawat tersebut terbang sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas Flight Operations Officer (FOO) tersebut baru mengambil setelah hilang kontak.

Andi menuturkan tidak adanya laporan cuaca yang dibawa Air Asia QZ8501 sempat menjadi pembahasan dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat tersebut, BMKG menunjukkan keharusan maskapai penerbangan mengantongi prakiraan cuaca BMKG dalam menyusun rencana terbang. Keharusan tersebut dituangkan dalam Civil Aviation Safety Regulation bagian 121. Dalam presentasi tersebut juga disebutkan ada dua pesawat yang terbang dari Surabaya dengan tujuan Singapura yaitu Cina Airlines 752 yang terbang pukul 06.05 WIB dan Garuda Airlines pada pukul 07.30 WIB. Kedua pesawat ini mengambil laporan cuaca BMKG.

5 . Terbang Dibawah Peringatan dari European Aviation Safety Agency (EASA)

European Aviation Safety Agency (EASA) memperingatkan seluruh maskapai di dunia yang menggunakan pesawat Airbus tipe tertentu agar mewaspadai potensi pesawat lepas kendali ketika menanjak (stall warning). Dokumen yang dirilis pada 10 Desember 2014 dengan nomer AD #: 2014-25-51, ditujukan kepada seluruh pemilik Airlines:

DATE: December 10, 2014
AD #:
2014-25-51

Emergency Airworthiness Directive (AD) 2014-25-51 is sent to owners and operators of Airbus Model A318, A319, A320, and A321 series airplanes.

An occurrence was reported where an Airbus A321 aeroplane encountered a blockage of two Angle of Attack (AoA) probes during climb, leading to activation of the Alpha Protection (Alpha Prot) while the Mach number increased. The flightcrew managed to regain full control and the flight landed uneventfully.

When Alpha Prot is activated due to blocked AoA probes, the flight control laws order a continuous nose down pitch rate that, in a worst case scenario, cannot be stopped with backward sidestick inputs, even in the full backward position. If the Mach number increases during a nose down order, the AoA value of the Alpha Prot will continue to decrease. As a result, the flight control laws will continue to order a nose down pitch rate, even if the speed is above minimum selectable speed, known as VLS.”

EASA mengeluarkan dokumen tentang bahayanya jenis Airbus jika menanjak dengan tajam

EASA mengeluarkan dokumen tentang bahayanya jenis Airbus jika menanjak dengan tajam yang dikeluarkan pada tanggal 9 Desember 2014. (lihat/download dokumen PDF)

EASA mengeluarkan dokumen yang terdiri dari 4 halaman itu tentang bahaya jika pesawat terbang jenis Airbus model A318, A319, A320, dan seluruh seri Airbus A321 terbang menanjak dengan tajam (lihat/download dokumen PDF).

Memang hal itu bisa dibilang sebagai sebuah keputusan pilot yang sangat jarang terjadi, bahkan tak pernah.

Namun jika terjadi sebuah situasi darurat atau sangat darurat atau harus ditempuh, maka bisa saja manuver seperti itu dilakukan oleh krew cockpit.

Namun nantinya bukan pemecahan masalah yang didapat, tapi justru terjadi hal yang jauh lebih fatal terhadap pesawat dan keselamatan seluruh penumpang terancam.

Dokumen itu diterbitkan pada 10 Desember 2014 oleh EASA dan ditujukan untuk Airbus termasuk jenis A320-216 seperti yang dipakai Air Asia.

6. Tiga menit terakhir yang misterius: Pilot Air Asia tak menyahut ATC sejak tiga menit sebelum hilang

Direktur Keselamatan dan Standar AirNav Indonesia (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) Wisnu Darjono mengatakan air traffic controllers (ATC) Soekarno-Hatta sebenarnya sudah memberikan izin pesawat AirAsia QZ 8501 naik ke ketinggian 34 ribu kaki sebelum dinyatakan hilang.

pilot speaking

Ilustrasi pilot sedang mengadakan kontak dengan ATC.

Persetujuan itu dikirim ke pilot pada pukul 06.14 WIB, Ahad, 28 Desember 2014, tiga menit sebelum pesawat hilang dari radar.

“Di radar, pesawat masih ada, tapi tak ada jawaban,” kata Wisnu di kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin, 29 Desember 2014.

ATC, kata Wisnu, kemudian memanggil kembali pilot AirAsia tapi tetap tak dapat respon. ATC lantas meminta bantuan kepada pesawat AirAsia lainnya agar memanggil pilot QZ 8501 tapi tetap tak ada respon.

“Padahal ATC bisa bicara dengan semua pesawat,” katanya.

Menurut Wisnu, kronologi hilangnya AirAsia bermula ketika pilot meminta izin naik ke ketinggian 38 ribu kaki untuk menghindari gangguan cuaca pada pukul 06.12 WIB. ATC memerintahkan pilot mempertahankan ketinggian tapi mengizinkan pesawat menyimpang sejauh 7 mil ke kiri.

B. Misteri Mistis

Berikut misteri mistis dan spiritual dari banyak kejadian yang masih diselimuti semenjak jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di Laut Jawa seputar Kepulan Karimata.

1. Misteri Bayangan Mirip Pesawat Di Dasar Laut, Membuat Pilot Hercules TNI- AU Merinding

Pilot pesawat Hercules TNI AU Kapten Pnb Irwanda merupakan yang pertama memberikan informasi mengenai penemuan bayangan seperti pesawat. Bayangan tersebut dilihat Irwanda di selatan Perairan Pangkalan Bun, dekat Teluk Air Hitam. Penampakan bayangan pesawat terlihat dari pesawat Hercules A-1320 dalam pencarian hari ketiga pada Selasa (30/12/2014) lalu.

Irwanda menunjukan lokasi penemuan bayangan di peta (Foto:Elza/detikcom)

Irwanda menunjukan lokasi penemuan bayangan di peta (Foto:Elza/detikcom)

Saat itu memang merupakan kali pertama serpihan dan jasad korban pesawat AirAsia QZ8501 terlihat melalui pencarian jalur udara yang dilakukan oleh TNI AU, yang kemudian dilanjutkan lewat jalur laut ke titik lokasi. Bayangan pesawat warna gelap berkesan merah terbalik di dasar laut dilaporkan Irwanda berada dikoordinat 03.54.48.1 S ; 110.31.040 E. Irwanda kemudian melaporkan ke posko di Lanud Halim Perdakusuma sebagai base TNI AU dalam misi SAR ini yang kemudian melanjutkannya ke Basarnas.

“Saya lapor langsung ke posko. Tapi saya nggak bilang ke media, takutnya mata salah lihat dan buat gempar. Tapi kepala Basarnas kan sudah bilang sebelumnya ada penemuan bayangan seperti pesawat, itu atas laporan saya,” ungkap Irwanda saat dikonfirmasi di Posko Base Ops Lanus Halim Perdanakusuma, Jumat (2/1/2015). Menurut Irwanda, lokasi bayangan tersebut berada di dekat tempat pertama kali TNI AU menemukan jenazah pesawat AirAsia melalui pantauan udara. Posisi itu berada di selatan perairan Pangkalan Bun, dekat dengan Teluk Air Hitam.

bangkai serpihan AirAsia 8501 wreckage

Terlihat bangkai serpihan pesawat AirAsia 8501 di dalam Laut Jawa (illustrasi).

“Bayangannya hitam gelap, nggak tahu itu ekor atau kepala. Tapi saya itu pegang Hercules dan Boeing, jadi tahu persis itu seperti bentuk pesawat. Sekitar jam 12.00 WIB waktu itu kami lihat, 2 jam kita putar-putar di area itu,” kata Irwanda.

Dalam operasi pencarian yang membuahkan hasil besar tersebut, Hercules A-1320 berhasil menemukan beberapa barang dan serpihan pesawat AirAsia dan sesosok mayat menyusul temuan pesawat-pesawat TNI AU lainnya. Saat melihat bayangan itu, Irwanda mengaku hanya berani melihat sekali dan tidak lagi ingin melihatnya.

“Saya lihat ada bayangan, itu yang buat saya merinding. Saya nggak mau lihat lagi, saya kepikiran keluarga korban. Saya suruh observer melanjutkan untuk melihat dan saya fokus kemudikan pesawat,” tutup Irwanda.

Timbul beberapa pertanyaan misterius. Bayangan apakah itu? Apakah bayangan karang di dasar laut? Melihat prajurit TNI-AU yang telah pengalaman menjadi pilot ini, rasanya tak mungkin jika ia salah melihat sosok dibawah laut itu. Lalu, kenapa tim SAR lama menemukannya? Padahal titik kordinat sudah diketahui oleh BASARNAS. Kemungkinan bisa jadi bangkai pesawat sudah bergeser akibat arus air laut.

2. Di tubuh Cleaning Service RSUD Sultan Imanuddin Mengalir Darah

Nama: Sarinah
Profesi: Cleaning service RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun

Sarinah, cleaning service (CS) yang bekerja di bagian luar sekitar ruang peti jenazah Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalteng merasa takut. Bau mayat yang menyegat membuatnya merinding. Seperti ditulis oleh JPNN.com, ketakutan wanita itu terus bertambah karena mendengar cerita kondisi jenazah saat ditemukan ada yang sudah tidak dalam keadaan utuh.

“Panas dingin juga sempat saya rasakan karena melihat tetesan darah mengalir,” kata Sarinah seperti yang dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com).

Cerita ketakutan Sarinah tidak berhenti sampai di sini. Bayang-bayang kegelisahan itu semakin menjadi ketika tiba di rumahnya. Oleh anaknya, M Rahman yang berumur tiga tahun, dilihatlah darah yang mengalir di tubuhnya.

“Mama, itu di tubuh dan wajah mama kenapa banyak darah? sambil ia berteriak-teriak,” ujar Sarinah menirukan omongan anaknya.

Sarinah memercayai dan sadar bahwa roh korban yang meninggal telah mengganggu anaknya. Ia segera meminta tolong kepada Sarin, kakek yang dianggap ‘pintar’. Dengan air yang telah dibacakan mantra, Sarin menyerahkan ke Rahman untuk meminumnya.

Selang beberapa menit sang anak tertidur pulas. “Selama lima hari bekerja membantu di rumah sakit anak ini tidak pernah seperti ini. Apalagi selama ini selalu ikut di rumah sakit saat saya bekerja tidak apa-apa, kata kakeknya ada sawan jenazah yang menempel di tubuh saya,” ujarnya.

2. Dibayang-bayangi Pria Besar saat Sendiri di Mobil

Nama: Mulyadi
Profesi: Prajurit TNI AU Lanud Iskandar / tim evakuasi

Mulyadi menceritakan peristiwa yang dialaminya berawal ketika ia turut mengangkat peti jenazah dari ambulans di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng untuk dibawa ke pesawat Hercules pada hari pertama dilakukannya penerbangan jenazah ke Surabaya lalu.

Usai ikut mengangkat jenazah tersebut, kata dia, malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, ia pulang ke rumah menggunakan mobil dengan menyetir sendiri.

Namun saat menyetir mobilnya itu, dirinya kaget karena di sampingnya seperti ada seorang pria tinggi besar menemaninya pulang. “Pria itu tiba-tiba duduk disamping saya. Perawakannya saat itu tinggi dan besar. Saya kaget, setelah itu dia cuman tersenyum kemudian menghilang,” ujarnya seprti yang dirilis oleh JPNN.com.

Dijelaskannya, kemungkinan besar pria itu roh dari jenazah yang diangkut saat itu. Tujuan mendatangi itu, kata dia, kemungkinan untuk mengucapkan terima kasih kepadanya, karena turut membantu mengevakuasi dan mengantarkan ke daerah asalnya.

“Kejadian itu sempat membuat bulu kuduk saya merinding malam itu. Karena itu sampai sekarang saya masih teringat,” ungkapnya.

Hanyut jauh ke arah timur, barang milik korban AirAsia sampai di Kepulauan Selayar Sulsel

barang-diduga-milik-penumpang-airasia-korban-hanyut-sampai-di-kep Selayar

Barang-barang yang di duga milik korban AirAsia yang sampai di Kepulauan Selayar Sulsel. (lensaindonesia)

Berita ini diterima oleh lensaindonesia.com dalam operasi penyisiran pencarian di hari ke 12 Kamis (8/01/2015), Tim Potensi SAR Kepulauan Selayar menemukan ceceran sejumlah barang yang diduga milik korban pesawat nahas tersebut.

Di tempat nan jauh dari lokasi jatuhnya Air Asia 8501, tepatnya di daerah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, tim potensi SAR ditempat itu juga terus melakukan upaya pencarian jenazah korban pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sejumlah barang tersebut terbawa gelombang hingga terdampar di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. Jika dilihat dari jaraknya antara lokasi pencarian korban dan jatuhnya Air Asia QZ 8501 yang berada di lepas pantai Kalimantan Tengah terhadap Kepulauan Selayar yang ada dilepas pantai Sulawesi Selatan, diperkirakan memiliki jarak sekitar 1000 kilometer!

Barang-barang yang ditemukan tersebut terdiri dari kelengkapan properti berupa satu buah jacket wanita berwarna pink dan hijau dengan motif kotak-kotak bertulisan LL Bean, gagang raket, topi berwarna hitam putih, celana anak-anak berwarna pink bantal dan boneka.

Tim Potensi SAR Kepulauan Selayar juga mengevakuasi barang berupa lembaran plastik yang diduga sebagai pembungkus jok (kursi) pesawat. Dari hasil penemuan sejumlah barang ini, Tim Potensi SAR Kepulauan Selayar terus mengitensifkan operasi penyisiran sebab diduga jenazah korban juga terbawa arus sampai di kawasan perairan ini.

segitiga masalembo - puing barang korban airaisa 8501 sampai kepulauan selayar sulawesi selatan sulsel

Jika dilihat dari jaraknya antara lokasi pencarian korban dan jatuhnya Air Asia QZ 8501 yang berada di lepas pantai Kalimantan Tengah terhadap Kepulauan Selayar yang ada dilepas pantai Sulawesi Selatan, diperkirakan memiliki jarak sekitar 1000 kilometer!

(sumber: tribunnews/ jpnn/ lensaindonesia/ berbagai sumber lainnya)

VIDEO:

[MAYDAY / AIR CRASH INVESTIGATION] AIR ASIA 8501: ANATOMY OF A CRASH (40 minutes):

VIDEO: Tribute to MH370 a.k.a. B777 9M-MRO (The Missing Plane) – Taking Off, Boarding, Landing, Taxiing

Artikel Terkait Lainnya:

“The Black Hand”, Dibalik Misteri Jatuhnya AirAsia Rute Surabaya-Singapura (Air Asia QZ-8501 PART-1)

Ini Dia, Beberapa Penyebab Jatuhnya Pesawat (Air Asia QZ-8501 PART-3)

TIMELINE: Persiapan, Pencarian, Penemuan, Pengangkatan Puing (Air Asia QZ-8501 PART-4)

Inilah Penemuan dan Hasil Penyelidikan Blackbox (Air Asia QZ-8501 PART-5)

 

blackhand behind AirAsia QZ8501

Artikel Lainnya:

Hah! Pesawat Air Asia Thailand Berhantu?

Takkan Pernah Ditemukan: Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Jurusan KL – Beijing

Misteri Ditembaknya Malaysian Airlines MH-17 di Udara Ukraina

7 Pesawat Komersil Yang Ditembak Jatuh Sejak 1955

Misteri Segitiga Masalembo, Segitiga Bermudanya Indonesia

[PHOTO] 8 Jenis Awan Yang Manakjubkan

Operasi Woyla 1981: Pembebasan Sandera Pembajakan Pesawat Garuda di Thailand

Eropa Heboh! Tahun 1935: Pesawat ‘Made In’ Bandung Mendarat Di Belanda!

Pesawat N-219 Buatan Indonesia, Sudah Kantongi 100 Pesanan

Pesawat R-80 Buatan Indonesia Yang Canggih Di Kelasnya, Sudah Kantongi 125 Pesanan

Kontroversi Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia

Hasil Investigasi Resmi Versi KNKT: Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100

[GALLERY & VIDEO ISTIMEWA] PENERBANGAN SUKHOI KE-2: Sebelum Jatuh di Gunung Salak

Misteri Gunung Salak Dan Beberapa Kecelakaan Pesawat

Depopulasi Dunia: Pesawat Semprot Zat Kimia Berupa “Chemtrails” di Angkasa

Inilah Penyebab Jatuhnya Lion Air di Bali

[BAHAS TUNTAS] Dibalik Layar: Fakta Nyata Tragedi WTC 9/11/ 2001 Telah di Rakayasa

Flashback: Dikala Kremlin Heboh, Pilot Bocah Tembus Udara Soviet Tahun 1987

Diduga Tabrak UFO: Hidung Pesawat Air China Penyok di Ketinggian 8 Km!

Pilot Airbus saksikan UFO di atas Heathrow Inggris

Pilot Russia dengar Bahasa Alien, lapor ke petugas Air Traffic Control

*****

http://wp.me/p1jIGd-5X5

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Misteri Indonesia, Supernatural dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Misteri Seputar Pesawat (Air Asia QZ-8501 PART-2)

  1. Fikry Hadi berkata:

    Sebagai orang awam saya terusik dengan pikiran sederhana saya kenapa industri pesawat terbang saat ini khususnya Airbus dan Boing hanya memikirkan tehnologi pesawatnya saja tapi dari aspek keselamatan jauh lebih canggih mobil termurah sekalipun yang telah dilengkapi dengan air bag dll, tp pesawat terbang dari dulu hanya dilengkapi jaket pelampung saja padahal hampir semua kecelakaan pesawat dilaut nyaris jaket pelampung tidak ada gunanya. Maka tidakkah terpikir oleh perancang Boing dan Air Bus membuat sejenis Air Bag besar yang mengembang disaat pesawat jatuh di laut sehingga dapat menahan pesawat tidak langsung tenggelam bbrp jam dan penumpang punya waktu untuk menyelamatkan diri atau jika jatuh di darat memberikan signal seperti mercusuar sehingga tim SAR tidak perlu berminggu minggu atau berbulan bulan menemukan posisi pesawat dan mungkin saja jika hal hal diatas dipenuhi pasti akan banyak penumpang yang selamat. thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s