TIMELINE: Persiapan, Pencarian, Penemuan, Pengangkatan Puing (Air Asia QZ-8501 PART-4)

missing airplane header

TIMELINE: Persiapan, Pencarian, Penemuan, Pengangkatan Puing (Air Asia QZ-8501 PART-4)

Search and Rescue

Kapal BPPT temukan fenomena menyeramkan di dasar Laut Jawa, selain itu tim SAR menemukan jasad yang masih memakai jaket pelampung, juga ditemukan tangga peluncur turun darurat yang sempat dilepas, pompa hidrolik, serta tabung selam. Selain itu ditemukan ada 3 jasad yang masih berjajar dikursi penumpang lengkap dengan Safety Belt yang masih terpasang, bahkan ada 3-4 jasad yang masih berpegangan tangan. Terlihat pula mirip bayangan pesawat di dalam air, namun kenapa hilang lagi?

Ini menimbulkan sejumlah pertanyaan tentang bagaimana kejadian yang sebenarnya ketika pesawat berpenumpang 162 orang itu jatuh ke laut. Apakah pesawat berhasil mendarat di laut? Apakah para penumpang sempat selamat? Lalu memakai jaket pelampung? Lalu menurunkan tangga darurat? Semua jawaban dari pertanyaan itu masih menjadi misteri.

Indonesia SAR PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-20002

Akibat tragedi jatuhnya pesawat nahas itu, maka pemerintah Indonesia beserta jajarannya yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan unsur terkait lainnya mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka untuk membantu mencari pesawat AirAsia yang hilang dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura sejak Minggu pagi, 28 Desember 2014 lalu itu.

A. Armada Yang Tergabung Dalam Tim SAR Dikerahkan Untuk Pencarian Pesawat Dan Evakuasi Korban

Dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima pada Senin, 29 Desember 2014, dikerahkan sebanyak 16 pesawat terbang dan 13 kapal perang atau KRI (Kapal Perang Republik Indonesia). Kekuatan Tim SAR yang diturunkan meliputi:

1. Badan SAR Nasional atau BASARNAS (Indonesian National Search and Rescue Agency)

Kapal KN PACITAN KN PURWOREJO BASARNAS shipsBASARNAS adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue/SAR). Sejarah Basarnas dimulai dengan terbitnya Keputusan Presiden No 11 Tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang Badan SAR Indonesia (BASARI), dengan tugas pokok menangani musibah kecelakaan dan pelayaran. BASARI berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Presiden dan sebagai pelaksanan di lapangan diserahkan kepada PUSARNAS (Pusat SAR Nasional) yang diketuai oleh seorang pejabat dari Departemen Perhubungan.

Terakhir, berdasarkan Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2007, BASARNAS ditetapkan sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tanggal 16 September 2014 UU Nomor. 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan disahkan oleh Komisi V DPR-RI. Sejak April 2013 hingga pencarian AirASia QZ8501 kepala BASARNAS adalah seorang perwira tinggi TNI-AU, yaitu Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo, S.Sos, M.A.P. Untuk pencarian AirASia QZ8501, Basarnas menurunkan dua kapal laut canggih terbarunya, dua diantaranya yaitu Kapal Negara KN Pacitan dan KN Purworejo.

2. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)

Indonesia SAR PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-200

Indonesia’s Marine Police (Polisi Laut) pray on board a search and rescue ship before a search operation for the missing plane AirAsia flight number QZ8501.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.

Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Sejak 25 Oktober 2013 hingga hingga pencarian AirASia QZ8501 ini, Kapolri dijabat oleh Jenderal Polisi Sutarman.

Selain membantu tim SAR di darat dan mengamankan area bandara dan posko SAR, pihak POLRI juga menerjunkan Polisi Laut (Marine Police) lengkap dengan kapal-kapal patroli untuk membantu pencarian AirAsia QZ8501.

3. Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT (National Transportation Safety Committee,/NTSC)

KNKT menyelidiki pesawat jatuh

KNKT menyelidiki pesawat jatuh

KNKT adalah sebuah lembaga pemerintahan nonstruktural Indonesia yang melaksanakan tugas dan fungsi investigasi kecelakaan transportasi. KNKT dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 1999.

Komisi ini bertanggung jawab untuk melakukan investigasi atas kecelakaan transportasi baik darat, laut maupun udara kemudian memberikan usulan-usulan perbaikan agar kecelakaan yang sama tidak lagi terjadi pada masa depan. KNKT berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Komisi ini beranggotakan lima orang yang ditunjuk oleh Presiden untuk masa lima tahun. Saat ini ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), adalah Tatang Kurniadi.

KNKT akan turun lebih aktif membantu jika puing-puing, jasad korban dan blackbox Air ASIA QZ8501 telah ditemukan, karena itu adalah “kunci” dari semua pertanyaan kenapa pesawat ini bisa jatuh.

4. BPPT dan LIPI turunkan Kapal-Kapal Riset Oceanography

Selain itu, Indonesia juga mengerahkah kapal riset oceanografinya yang canggih untuk mendetaksi dasar laut, yaitu Baruna Jaya-IV dan Baruna Jaya-I. Kapal riset Baruna Jaya IV yang berangkat lebih dulu ini adalah kapal riset spesialis survey seismic dan dapat digunakan untuk penelitian oseanografi perikanan. Kapal riset Baruna Jaya IV ini hadir sejak Desember 1995 lalu dan merupakan kapal seismic tercanggih selain kapal Geomarine milik PPPGL.

kapal risat baruna-jaya-1 I BPPT

Kapal riset BPPT, Baruna Jaya-I

Selain Baruna Jaya IV, Indonesia juga memiliki sederet kapal riset, yaitu Baruna Jaya-I, Baruna Jaya-II, Baruna Jaya-III, Baruna Jaya-IV, Baruna Jaya-VII dan Baruna Jaya-VIII.

Sedangkan Baruna Jaya-I digunakan untuk survey dibidang oseanografi fisik, survey bathymetri (kedalaman laut) dan studi tentang tiga dimensi lantai samudra atau danau. Sebuah peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis kontur (contour lines) yang disebut kontur kedalaman (depth contours atau isobath), dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi navigasi permukaan.

Kapal riset Baruna Jaya-I , hadir di Indonesia sejak Oktober tahun 1989 dan juga datang serta ikut bergabung dengan tim SAR ke lokasi jatuhnya AirAsia dihari keenam pencariannya, pada Jum’at 2/1/2015. Ikut bergabung juga untuk mencari Air Asia QZ8501, yaitu Kapal MGS GeoSurvey (milik Mahakarya Geo Survey) yang membawa 42 penumpang. Sebanyak 14 di antaranya merupakan surveyor yang melakukan pemetaan lokasi.

Mereka terdiri dari pakar geofisika, robotik, hidrooseanografi, geologi, geodesi, dan hidrografi. Mereka menggunakan alat side scan sonar untuk mendeteksi objek di dasar laut, multibeam echosounder yang biasa digunakan untuk penelitian geologi dan oseanografi, serta mini ROV untuk membuat visualisasi dari lokasi jatuhnya pesawat QZ8501.

kapal risat baruna-jaya-4 IV BPPT

Kapal riset BPPT, Baruna Jaya-IV

Sedangkan kapal riset seri Baruna Jaya lainnya namun tak ikut membantu ke lokasi adalah: Baruna Jaya II berfungsi untuk survey Hidrografi, Oseanografi, dan Survey Seismic (Survey Minyak). Kapal ini hadir pada Maret Tahun 1990. Lain lagi dengan kapal riset Baruna Jaya III, ia merupakan kapal multifungsi yang digunakan untuk survey batimetri, survey geologi/ geofisika, survey oseanografi biologi dan perikanan. Kapal ini hadir selang sebulan setelah Baruna Jaya II, April 1990.

LIPI-Oseanografi Jakarta juga memiliki kapal Baruna Jaya, yaitu Baruna Jaya VII dan VIII. Baruna Jaya VII merupakan kapal spesialis survey Oseanografi Kimia dan ekspedisi laut Indonesia. Kapal ini dibeli dari Prancis pada tahun 1997 dan berlabuh di pelabuhan tanjung Priok Jakarta Utara.

Kapal kedua milik LIPI-Oseanografi Jakarta adalah Baruna Jaya VIII yang dibeli dari Norwegia tahun 1998. dikatakan sebagai kapal riset tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini. Kapal ini berlabuh di Ambon. Kapal ini memiliki alat navigasi dan alat riset yang modern dan tak kalah canggih dengan negara lain. Kapal yang dibeli dengan harga 195 milyar itu memiliki alat yang disebut Simrad Planning System (SPS).

Kapal MGS GeoSurvey

Kapal MGS GeoSurvey

Dengan sistim SPS pada Baruna Jaya VIII ini maka kita hanya perlu membuat track perjalanan kemudian kapal akan berjalan sendiri.

Selain itu, kapal juga dilengkapi dengan 32 sensor yang terletak di badan kapal bagian bawah. Sensor-sensor tersebut akan sangat membantu para peneliti, terutama yang mengamati aspek fisika dan kimia laut.

Beberapa sensornya adalah Bottom Bathymery untuk pengukuran kedalaman laut, Conductivity Teperature Depth (CTD) untuk mengukur salinitas, densitas dan temperatur laut dan Acoustic Doppler Current Profie (ADCP) untuk mengukur dan melihat arah arus. Selain sederet kapal riset Baruna Jaya, Indonesia juga memiliki sederat kapal riset oceanography lainnya bernama Geomarine. Kapal ini milik Pusat Penelitian dan Pengkajian Geologi Laut atau PPPGL yang merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang riset Sumber Daya Geologi Laut. Sejauh ini PPPGL sudah memiliki tiga kapal ini, yaitu kapal Geomarine-I, Geomarine-II dan Geomarine-III yang semuanya bermarkas di Cirebon, Jawa Barat.

5. Tim SAR TNI Angkatan Darat

tim sar TNI-AD indonesian-military-pilots Air Asia 8501

Indonesian Military Pilots briefing before searching debris of Air Asia 8501

TNI Angkatan Darat mengerahkan dua unit helikopter MI35 serta dua unit helikopter Bell 412.

Dan kekuatan yang dikerahkan dari TNI Angkatan Darat sebanyak 714 personel dari Kodam I/Bukit Barisan. Meliputi Korem 031/Pekanbaru 100 personel, Kodim 0303/Bengkalis 31 personel, Kodim 0320/Dumai 31 personel, Yonif 132/Dumai 31 personel, dan Pokko 7 personel.

Personel lain dari Korem 033/Tanjung Pinang 100 personel, terdiri dari Kodim 0315/Bintan 31 personel, Kodim 0316/Batam 31 personel, Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun 31 personel dan Pokko 7 personel, serta Denrudal 004/Dumai 30 orang.

Indonesia SAR PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-200

Indonesia’s marine police pray on board a search and rescue ship before a search operation for the missing plane.

6. Tim SAR TNI Angkatan Laut

TNI Angkatan Laut menurunkan beberapa kapal perang, helikopter dan pesawat, yang terdiri satu pesawat Cassa, dua helikopter Bell, satu helikopter Bolco, dan dua CN235.

Sedangkan Kapal Perang KRI yang dilepas-jangkarkan dan menuju ke area lokasi tempat yang diduga pesawat Air Asia penerbangan QZ8501 ini jatuh adalah:

KRI Yos Sudarso, KRI Hasanudin, KRI Pattimura, KRI Bung Tomo, KRI Sutedi Senaputra, KRI Banda Aceh, KRI Pulau Rengat, dan KRI Pulau Romang. Diterjunkan pula tiga tim Denjaka, dua SSY SRCPB, satu tim Paska, dan satu tim penyelam beserta enam perahu karet, dan enam sea raider.

7. Tim SAR TNI Angkatan Udara

SAR search AirASia 8501 crew-member sedang berdoa di depan pesawat pengintai

A crew member of an Indonesian Maritime Surveillance plane says a prayer before a search mission to look for AirAsia’s Flight QZ8501 in Pangkal Pinang, Bangka island on Dec. 30, 2014. (REUTERS).

Tak ketinggalan dalam pencarian serpihan, puing dan jasad korban Air Asia QZ8501, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau TNI-AU juga ikut dalam tim SAR BASARNAS. TNI-AU untuk sementara menurunkan empat pesawat terbang dan dua buah helikopter.

Diantaranya adalah: satu buah pesawat jenis Boeing 737, dua buah pesawat C130 Herculles, dua buah helikopter Super Puma dan satu buah pesawat CN295.

8. Tim dari Satuan Lainnya (Non SAR)

Bahkan dihari ke delapan, ada “tim manusia perahu” yang berasal dari Berau ikut membantu menjadi pawang untuk proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Airasia QZ8501 di perairan Pangkalan Bun. Mereka adalah Latif (40), Doglas (50) dan Anggun (45). Hal itu disampaikan oleh satu di antara tiga manusia perahu, Latif (40). Dia mengatakan, pemerintah melalui Basarnas meminta tolong kepada mereka untuk bantu.

“Kami orang di laut. Kami ditolong pemerintah, maka kami akan tolong dia,” katanya di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Minggu (4/1/2015). Dia mengatakan, sering menghadapi cuaca buruk di lautan. Hal itu lantaran terbiasa hidup di lautan. Menurutnya, sudah bertahun-tahun dia hidup di lautan.

tiga-manusia-perahu bantu pancarian Air Asia 8501

Tiga manusia perahu Doglas Anggun dan Latif sedang menunggu keberangkatan pesawat ke Banjarmasin di Bandara Sepinggan Balikpapan, Minggu (4/1/2015). Ketiganya rencananya akan membantu Basarnas dalam evakuasi korban pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Pangkalan Bun. (TRIBUN KALTIM / ABDUL ARIF)

Dandim Berau, Letkol Inf Ahmad Hadi Al Jufri yang mendampingi manusia perahu mengatakan, ketiga manusia perahu tersebut dipilih lantaran memiliki kemampuan. “Kalau bahasa umumnya pawang,” ujar Letkol Hadi. “Special team” ini akan terbang ke Banjarmasin menggunakan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1385. Selanjutnya, tim akan bertolak ke Pangkalan Bun.

Sementara itu Dandim 1014 Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Letkol Inf Suparman mendatangkan seorang warga dari Sungai Umbang bernama Asri Izam, yang dianggap punya “kemampuan lain” itu.

“Karena beberapa hari ini belum menemukan pesawat. Semua masih dugaan saja, oleh sebab itu, pihaknya mencari orang yang mempunyai kemampuan lain. Namanya alam, ada yang gaib. Harus percaya, makhluk gaib juga ciptaan Allah,” kata Suparman, di Pangkalanbun, Minggu (4/1/2015). Ritual ini merupakan kepercayaan Ninik Datuk Laut (nenek moyang penguasa laut) supaya bisa memberikan keterangan keberadaan pesawat Air Asia QZ8501.

Sedangkan Bupati Kotawaringin Barat mendatangkan sejumlah tokoh masyarakat dan sesepuh dihari ke-8 pencarian. “Kami di daerah kumpulkan sesepuh dan mereka yang sudah terbiasa dan bersahabat dengan laut,” kata Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar, Minggu (4/1/2015). Mereka melakukan upaya pencarian dengan menggunakan kapal nelayan di sekitar selat Karimata.

Lain lagi dengan Gusti Kadran, pria berjenggot putih yang mengaku keturunan ke-13 kesultanan Kotawaringin, hari ini datang ke Pangkalan Udara Iskandar Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, berniat membantu tim SAR gabungan. Gusti menyatakan, lokasi di sekitar selat Karimata memang sudah lama terkenal angker. Ratu Junjung Buih adalah pemimpin seluruh makhluk gaib di perairan itu.

paranormal-Gusti Kadran

Gusti Kadran, paranormal berjenggot putih ini mengaku keturunan ke-13 kesultanan Kotawaringin. (foto: merdeka.com)

“Kalau di daerah Jawa ada Ratu Laut Kidul. Kalau di Pangkalanbun itu Ratu Junjung Buih namanya,” katanya pada Minggu (3/1/2015). Aura mistis di Selat Karimata menurut penerawangannya sangat kuat. Evakuasi ini dinilai tak akan berhasil, jika hanya mengandalkan kemampuan manusia dan peralatan canggih. “Yang kita tekankan jangan hanya mengandalkan kekuatan manusia. Jangan kekuatan dhohir saja, kita harus hargai kekuatan gaib karena itu lebih dominan,” terang dia. Dia berharap akan ada mukjizat atas hasil proses pencarian. Jika tidak, dirinya akan mendatangi langsung lokasi pencarian guna membujuk makhluk yang menghalang-halangi selama ini.

“Mudah-mudahan hari ini ada hal-hal yang positif. Kalau tidak ada yang positif lebih baik kita komunikasi langsung ke lokasi. Makhluk ini lebih kuat daripada manusia,” pungkas dia. Guna menghalau gangguan makhluk gaib atas pencarian tim SAR gabungan, dia pun membuat ritual khusus. Ritual sederhana itu pun dipanjatkannya ke leluhur-leluhurnya. Dia lantas merapal. “Saya mohon ridho Tuhan dan izin leluhur untuk membantu. Semoga makhluk di sana mau toleransi dan mengikhlaskan walaupun sebenarnya sulit, karena kita beda alam,” ujar dia. Memang nyatanya kemampuan masyarakat lokal tidak boleh diremehkan. Apalagi, masyarakat juga ada yang pernah memberikan informasi dugaan jatuhnya lokasi pesawat.

9. Kapal Laut dan Kapal Perang serta Pesawat Terbang dari negara sahabat

Selain kekuatan SAR nasional dalam upaya pencarian pesawat AirAsia, juga melibatkan negara-negara sahabat, di antaranya, dari Cina menurunkan sebuah kapal, dari Malaysia satu C130 Hercules dan tiga kapal perang, dua diantaranya adalah KD Lekir dan KD Pahang.

pesawat dan kapal perang asing ikut bantu pencarian AirAsia QZ8501Dari Singapura menurunkan tiga C130 Hercules dan tiga kapal perang dua diantaranya RSS Persistence dan RSS Swift. Dari Australia dua pesawat surveillance P3C Orion.

Dari Korea Selatan satu pesawat surveillance P3 Orion. Dari Jepang satu kapal JS Onami.

Dari Amerika yaitu dua kapal perang USS Sampson, USS Fort Worth dan beberapa helikoper Seahawk.

Sedangkan dari Russia menurunkan 2 pesawatnya yakni BE 200 dan Ilyushin II-76 berikut 22 penyelam profesional.

Biro penyidik kecelakaan Perancis (BEA), menurunkan tim pencari spesialis kotak hitam (black box) berikut perlengkapannya. Penyidik BEA membantu investigasi semua kecelakaan pesawat yang melibatkan pesawat Airbus, perusahaan pembuatnya yang berbasis di Prancis.

Mereka datang bersama peralatan pencari termasuk hydrophones yang diperlukan untuk menentukan lokasi acoustic beacons dari kedua flight (data) recorder. Tim dari AS, Russia, Singapura dan lainnya juga dilengkapi oleh robot bawah laut atau Remotely Operated Vehicle (ROV) yang juga dimiliki oleh kapal riset Baruna Jaya. Sedangkan beberapa kapal perang diantaranya juga dilengkapi oleh helikopter serta kapal-kapal perang itu memiliki kemampuan mendeteksi bawah laut.

B. Search and Rescue Mission for AirAsia QZ-8501

Petugas Basarnas beraktivitas di pusat komando pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin (29/12). Beberapa negara seperti Malaysia, Australia, Singapura, Australia dan Korea Selatan turut bergabung dalam upaya pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang di tengah penerbangan Surabaya-Singapura pada hari Minggu 28 Desember 2014. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pd/14.

Petugas Basarnas beraktivitas di pusat komando pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin (29/12). Beberapa negara seperti Malaysia, Australia, Singapura, Australia dan Korea Selatan turut bergabung dalam upaya pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang di tengah penerbangan Surabaya-Singapura pada hari Minggu 28 Desember 2014. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/pd/14.

Berikut misi pencarian posisi jatuhnya pesawat AirAsia, berikut puing, serpihan dan jasad penumpang semenjak pesawat itu dianggap hilang dari radar pada Minggu pagi 28/12/2014.

1. Hari pertama (Minggu 28/12/2014) belum ada titik terang

Lokasi serpihan dan jenazah AirAsia QZ8501 PK-AXC

Lokasi serpihan dan jenazah AirAsia QZ8501

Pesawat hilang pagi ini, tim Badan SAR Nasional atau BASARNAS (Indonesian National Search and Rescue Agency) langsung menuju ke lokasi namun cuaca disekitar lokasi masih buruk. Belum terlihat adanya tanda-tanda dari keberadaan pesawat AirAsia QZ 8501 disekitar lepas pantai Belitung, Selat Karimata, Laut Jawa dan Teluk Kumai, alias belum membuahkan hasil. “Tapi kita tak akan pernah menyerah dan akan terus mencari,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo.

2. Hari kedua (Senin 29/12/2014), Kapal BPPT Temukan Fenomena Menyeramkan di Dasar Laut Jawa

Selama melakukan penyisiran dalam operasi pencarian Pesawat Air Asia QZ8501, banyak fenomena menyeramkan bawah laut yang terpindai sonar dari kapal berteknologi canggih milik BPPT. Fenomena itu ditemukan saat Kapal Baruna Jaya IV melakukan penyisiran dasar laut di sepanjang Laut Utara Jawa hingga ke Laut Karimata di Belitung dengan menggunakan alat sonar canggih milik BPPT.

“Sepanjang perairan banyak sekali ditemukan sisa dan reruntuhan kapal di kedalaman 40-45 meter,” kata Pelaksana Tugas Deputi Menko Maritim, Ridwan Jamaludin, Senin 29 Desember 2014. Sisa dan reruntuhan kapal yang ditemukan Kapal Baruna Jaya IV merupakan bangkai kapal yang tenggelam sejak zaman dahulu.

U-Boat 168 Nazi found in Java Sea

Penampakan bangkai kapal selam yang karam U-Boat 168 milik Nazi Jerman di dasar Laut Jawa.

Laut Jawa memang merupakan satu dari sekian banyak “perairan menyeramkan” di dunia yang banyak dihuni bangkai kapal di dasar lautnya.

Namun dari ratusan bangkai kapal karam seantero Indonesia, banyak peneliti meyakini tak hanya kapal perang yang ada di dalamnya. Sebagian dari padanya, banyak pula kapal dagang dari zaman kerajaan yang juga karam di peairan Indonesia.

Jika sudah menyangkut kapal dagang, maka tak menutup kemungkianan bahwa mereka juga mengangkut harta berupa emas, perak, platina, perunggu dan tembikar serta artifak bersejarah lainnya. (baca: Ada Ratusan Ton Harta Karun Kapal Karam Seantero Indonesia!). Bahkan beberapa waktu lalu, Pasukan Katak Armada Timur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut pernah menemukan bangkai kapal selam milik Jerman yang tenggelam sejak 70 tahun lalu di perairan Laut Jawa. (baca: Misteri Jejak Kapal Selam U-Boat Nazi di Indonesia).

Bangkai Kapal yang kini sengaja dibiarkan di dasar laut itu, hingga kini masih menyisakan misteri. Bangkai kapal yang ditemukan disinyalir milik pasukan Nazi Jerman. Pada hari ke-2 ini belum terlihat jasad korban AirAsia QZ8501.

3. Hari ke-3 (Selasa 30/12/2014), Ditemukan: Serpihan dan korban AirAsia QZ8501, ada 3-4 jasad masih bergandengan tangan

Pada pencarian di hari pertama dan kedua belum membuahkan hasil. Namun pada hari ketiga ini pada Selasa (30/12/2014) tim Badan SAR Nasional (BASARNAS) mulai menemukan titik terang. Mereka akhirnya berhasil menemukan serpihan-serpihan dan beberapa jenazah yang mengapung dilepas pantai perairan Laut Jawa dekat Pangkalan Buun, Kalimantan Tengah, pada Selasa (30/12/2014).

AirAsia 8501 debris and bodies found, serpihan dan mayat jenazah korban AirAsia 8501 ditemukanBerikut ini koordinat dimana serpihan-serpihan dan jenazah tersebut ditemukan pada beberapa koordinat di lepas pantai perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (satellite view | info). Temuan pertama kordinat: 03°52′50″S ; 110°30′53″E. Temuan kedua kordinat: 03°52′73″S ; 110°30′18″E. Temuan ketiga kordinat: 03°52′62″S ; 110°29′39″E.

Serpihan-serpihan tersebut ditemukan tim SAR pesawat CN 235 di perairan yang berjarak sekitar 100 mil dari Pangkalan Buun dengan radian 225 derajat atau di baratdaya. Mereka juga berhasil berhasil memotret dan menandai kordinat sebuah benda yang diduga tubuh orang. Setelah didekati oleh tim SAR helikopter, ternyata benar memang jasad korban QZ8501, inilah penemuan jasad kali pertama.

Jokowi joko widodo lihat pencarian dan evakuasi AirAsia QA 8501

Pada pencarian SAR di hari-3, Presiden Joko Widodo ikut pesawat Hercules untuk melihat langsung pencarian dan evakuasi pesawat AirAsia QA 8501.

Kemudian, tim SAR kembali menemukan kembali benda-benda, serpihan, atau bagian warna putih yang diduga dari pesawat AirAsia QZ8501 yang mengapung. Copilot Lettu Erwin Tri Prabowo berusaha mengambil gambar temuan mayat-mayat tersebut dengan menggunakan kamera dengan lensa panjang. Ia melihat dalam radius 2-3 NM atau sekitar 5 km, ada sekitar 7-8 mayat. Selain itu juga ada sekelompok mayat yang berjejeran dan terlihat sedang bergandengan.

“Ada sekitar 7-8 (mayat). Satu memakai baju putih celana hitam. Saya lihat 3-4 bergandengan, tapi nggak sempat kefoto,” jelas Lettu Erwin. Koordinat penemuan tersebut tercatat di South 03.56,388″ East 110. 29,987″. Berdasarkan waktu, penemuan-penemuan serpihan dan jasad terjadi pada pukul 08.00 WIB, pesawat C-925 TNI-AU, menemukan serpihan pada koordinat 03°46′50″S ; 110°29′27″E. Pukul 11.30 WIB, pesawat C-130 TNI-AU, menemukan potongan logam pada koordinat 03°50′43″S ; 110°29′21″E.

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/92/KRI_Bung_Tomo_357.jpg/640px-KRI_Bung_Tomo_357.jpg

TNI-AL menerjunkan KRI Bung Tomo 357 untuk bergabung dengan Tim SAR

Pukul 12.40 WIB, pesawat C-130 TNI AU, menemukan pintu darurat atau emergency exit pada koordinat 03°54′48″S ; 110°31′40″E. Pukul 14.10 WIB, KRI Bung Tomo, mengevakuasi pintu darurat pada koordinat 04°50′00″S ; 110°16′00″E. Selain kordinat itu, temuan serpihan dan jasad juga terletak di kordinat-kordinat: S-03″56.388′ ; E-110″29.987′ dan 03″53.851′-E 110″34.928′.

Sebanyak tiga dari tujuh jasad berhasil ditemukan oleh KRI Bung Tomo, pada Selasa (30/12/2014) yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Temuan itu didapat dari kronologi Basarnas ketika pesawat Hercules Alpha 1319 milik TNI AU terbang di ketinggian 500 kaki atau sekitar 150 meter di atas permukaan laut. Selain dugaan tubuh manusia, ditemukan beberapa benda mirip serpihan pesawat AirAsia. Benda-benda tersebut ditemukan di titik koordinat 03″53.851′-E 110″34.928′, kurang-lebih 10-20 km dari lokasi QZ8501 hilang kontak. Menurut info dari Basarnas pada hari ke-3 ini ditemukan 7 jasad korban.

4. Hari ke-4 (Rabu 31/12/2014), pencarian besar-besaran terhalang ombak tinggi dan angin kencang

Memasuki hari ke-4 titik terang sudah mulai terbuka dan lokasi sudah diketahui. Maka agar dapat lebih terfokus, Presiden Joko Widodo berencana akan mengerahkan pencarian besar-besaran dihari ke-4 ini. Namun keadaan alam berbicara lain, pagi hari udara baik hanya terjadi 1 jam saja, selebihnya ombak setinggi 2-4 meter mengacak perairan ini, tiupan angin 20 knot atau sekitar 40 km/j menerjang dengan hujan yang lumayan lebat.

Tim Basarnas berdoa di depan jasad korban Air Asia 8501

Tim SAR Berdoa. Dua jenazah berada di kantong warna hitam bertuliskan Basarnas itu ada tulisan Kevin Alexander dan Hayati Lutfiah. Sebelum diangkut oleh helikopter, para kru di kapal sempat membentuk lingkaran mengelilingi jenazah, lalu mendoakannya.

Pukul 06.00 WIB, satu jasad ditemukan KRI Yos Sudarso, dari seragam dan name tag-nya teridentifikasi sebagai pramugari bernama Khairunnisa Haidar. Perempuan itu juga mengenakan cincin di jari manis pada tangan sebelah kiri dan jam tangan Alexandre Christie. Pukul 06.40 WIB, satu jasad anak laki-laki ditemukan, kali ini oleh KRI Hasanuddin dan belum diketahui identitasnya.

Adapun satu jenazah lagi ditemukan oleh kapal Malaysia, KD Lekir, dalam pencarian hari ini. Sekitar pukul 07.55, kapal ini menemukan laki-laki dengan kartu identitas berupa KTP dengan nama “Kevin Alexander Soetjipto” dengan nomor KTP 3575040101940009. Pria itu juga diketahui membeli tiket pada 4 Mei 2014 dan lahir pada tanggal 1 Januari 1994.

Dua jenazah diantaranya sudah dipindahkan ke Pangkalan Bun, yang kemudian diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur. Sisa jenazah masih berada diatas kapal perang karena helikopter tak dapat landing lagi dihalipadnya, akibat ombak yang tinggi dan angin yang kencang. Hari ini tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim juga mengumumkan hasil identifikasi terhadap satu jenazah penumpang wanita atas nama Hayati Lutfiah Hamid. Menurut info dari Basarnas pada hari ke-4 ini ditemukan 3 jasad korban.

5. Hari ke-5 (Kamis 01/01/2015), satu jenazah ditemukan memakai jaket pelampung dan korban pertama telah teridentifikasi

Selepas malam tahun baru 2015, operasi SAR dengan area pencarian 13.500 km² ini mengerahkan kapal sebanyak 19 unit, pesawat 9 unit, termasuk diantaranya adalah milik negara asing yakni Malaysia, Singapura, dan Amerika. Pesawat terdiri dari 4 heli dan 5 fix wing. Cuaca dihari pertama pada tahun 2015 ini dari pagi hingga siang masih hujan lebat. Hal ini diperparah dengan kondisi tinggi gelombang air laut yang mencapai empat meter.

Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Malaysia, Rabu (31/12/2014) memperlihatkan kru AL Malaysia tengah mengemas perosotan darurat yang diduga bagian pesawat AirAsia QZ8501. (AFP PHOTO / MALAYSIAN ROYAL NAVY)

Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Malaysia, Rabu (31/12/2014) memperlihatkan kru AL Malaysia tengah mengemas perosotan darurat yang diduga bagian pesawat AirAsia QZ8501. (AFP PHOTO / MALAYSIAN ROYAL NAVY)

Sekitar pukul 1.00 Wib, kapal KD Lekir milik Malaysia menemukan serpihan yang diduga tangga peluncur evakuasi (evacuation slide) yang biasa dipakai dalam keadaan darurat berikut pompa hidrolik serta tabung selam yang ditemukan pada koordinat 03.53.86 LS, 110.45.42 BT. Sekitar pukul 17.52 WIB, helikopter Basarnas membawa barang/objek/serpihan berupa 2 tas hitam, 1 koper abu-abu yang diambil dari KD Pahang.

Sedangkan Kapal Polisi Punai 5009 membawa potongan tangga, tabung selam, serpihan logam dari KD Lekir ke dermaga Kumai. Satu jenazah diantaranya ditemukan pakai jaket pelampung. Temuan di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, ini menimbulkan sejumlah pertanyaan tentang bagaimana kejadian yang sebenarnya ketika pesawat berpenumpang 162 orang itu jatuh ke laut dan sempat memakai jaket pelampung, menurunkan tangga darurat, sekoci dan tabung oksigen atau tabung selam.

jenazah korban airasia 001

Peti mati berisi jenazah korban AirAsia 8501 bertuliskan angka 001 dan 002 tiba di Surabaya. (liputan6).

Evakuasi terakhir dengan heli Dauphin terhambat cuaca buruk. Heli tidak dapat landing di helideck KRI Yos Sudarso karena kondisi tak memungkinkan, kondisi kapal tidak stabil. Dengan menggunakan hoist seorang rescuer turun menjemput 1 jenasah. Namun dengan alasan keselamatan, mereka tidak memiliki kesempatan untuk kembali turun mengambil 1 jenasah lainnya. Cuaca buruk memaksa Heli Dauphin kembali hanya dengan 1 jenasah menuju Pangkalan Bun. Menurut info dari Basarnas pada hari ke-5 ini ditemukan 9 jasad korban.

6. Hari ke-6 (Jum’at 02/01/2015), Tiga Jasad Korban AirAsia Ditemukan Masih di Satu Deret Kursi dan Safety Belt Masih Terpasang

Memasuki hari keenam, kondisi gelombang dan cuaca pagi di Pangkalan Bun cukup baik meskipun hujan rintik-rintik. Operasi SAR mengerahkan 17 unit unsur udara dan 29 unit unsur laut yang merupakan gabungan dari dalam dan luar negeri. Luas area operasi pencarian masih 13500nm², namun pencarian hari ini bergeser kearah timur.

Jenazah penumpang AirAsia QZ8501 dipindahkan ke KRI Banda Aceh, Sabtu (3-1-2015)

Jenazah penumpang AirAsia QZ8501 dipindahkan ke KRI Banda Aceh. (Kompas).

Pada hari ini 2 kapal riset canggih Baruna Jaya I, MGS GeoSurvey (milik Mahakarya Geo Survey) dan KRI Penyapu Ranjau difokuskan untuk melakukan pencarian bagian badan kapal. Kapal-kapal tersebut merupakan kapal yang memiliki sistem pencarian bawah permukaan air. KRI Bung Tomo menemukan benda terindikasi QZ8501, maka Kapal MGS Geo Survei yang dilengkapi dengan ROV (Remotly Operating Vehicle) langsung diperintahkan untuk merapat ke KRI Bung Tomo.

Pesawat P3-C Orion KN-01 milik Korea Selatan menemukan tiga jasad yang masih duduk di kursi satu deret dan memakai safety belt. Mereka masih memakai pakaian dan sabuk pengaman, sepatu juga masih terpasang pada koordinat 03.52.34.S dan 110.29.50.E.

kursi penumpang AirAsia QZ8501 berisi tiga kursi

Bangku penumpang AirAsia QZ8501 berisi tiga kursi.

Penemuan tiga jasad itu kemudian dilaporkan ke KRI Bung Tomo yang kemudian meluncur ke titik koordinat yang diberikan dan melakukan evakuasi. Lalu ada lagi 2 jasad mengapung bersama dengan kursinya dan dievakuasi juga oleh KRI Bung Tomo. Jadi ada 5 jenazah terikat di kursi pesawat. Sedangkan kapal perang milik Amerika, Sampson 102 di Selat Karimata, Kalimantan Tengah, menemukan enam jenazah.

Penyisiran dasar laut oleh Kapal MGS Geo Survei hingga pukul 20.30 WIB masih dilakukan. Hingga kini, belum ada objek di bawah laut yang terindikasi sebagai main body pesawat AirAsia QZ 8501 yang ditemukan. Menurut info dari Basarnas pada hari ke-6 ini ditemukan 11 jasad korban. Pada hari keenam ini, Basarnas sudah merilis 30 jenazah yang ditemukan dalam pencarian hingga Jumat (2/1/2015) ini.

7. Hari ke-7 (Sabtu 03/01/2015), Penemuan Objek Besar Menjadi Titik Terang Posisi Pesawat Air Asia QZ8501, Penyelam Disiapkan.

Operasi SAR di hari ke tujuh, Basarnas bersama tim SAR gabungan berhasil mendeteksi empat objek dengan ukuran yang cukup besar yang dilakukan oleh MGS GeoSurvey pada:

1. Pukul 23.40 WIB, ditemukan objek 3 dimensi ukuran 9,4 x 4,8 x 0,4 m.
2. Pukul 05:43 WIB, ditemukan objek 2 dimensi ukuran 7,2 x 0,5 m.
3. Pukul 13.30 WIB, ditemukan objek 3 dimensi ukuran 18 x 5,4 x 2,2 m.
4. Pukul 14.25 WIB, ditemukan objek 3 dimensi ukuran 12,4 x 0,6 x 0,5 m.

Air Asia 8501 under water sonar BPPT dibawah laut Baruna jaya temukan objek besar 01

Anomalies in the Java Sea, 3 metres tall detected by sonar from research vessel MGS GeoSurvey. SAR team predicted this is the big debris from Air Asia QZ 8501. (graphic: BASARNAS)

Keempat objek berada di daerah pioritas pencarian dan pada lokasi yang berdekatan antara satu dengan lainnya di kedalaman 30 meter. Alat ROV (remotely operated vehicle) diturunkan ke bawah laut untuk mengambil gambar lebih jelas berupa foto.

Selain ditemukan oleh kapal riset MGS GeoSurvey, sebenarnya penemuan objek-objek sudah terjadi sejak tanggal 1 Januari lalu antara pukul 10 – 11 WIB oleh kapal riset Indonesia lainnya, Baruna Jaya-1, salahsatunya adalah objek setinggi 3 meter pada kedalaman laut 29 meter.

Survei menggunakan Multibeam Echosounder, dilanjutkan dengan Side Scan Sonar dan Magnetometer pada kordinat sekitar 30 52’ 9.44” S; 110o 35’ 11.06E. Temuan adanya empat objek berukuran cukup besar dan genangan bahan bakar minyak yang luas di permukaan air pada hari ini, merupakan temuan yang dapat memastikan posisi pesawat Air Asia QZ 8501 yang selama ini dicari-cari.

Air Asia 8501 under water sonar BPPT dibawah laut Baruna jaya temukan objek besar 02

Tampak objek besar lainnya yang tertangkap sonar kapal riset MGS GeoSurvey di dasar Laut Jawa. (graphic: BASARNAS)

Adapun para penyelam yang disiapkan terdiri dari 12 penyelam yang berada di KN Purworejo, 8 penyelam di kapal Tunda Samudera, dan 47 penyelam di KRI Banda Aceh.

Kemudian, penyelam yang datang hari ini termasuk yang berasal dari Rusia dan jumlah mereka yang punya kualifikasi penyelam khusus ada 22 orang.

Namun para penyelam tersebut belum bisa melakukan penyelaman karena terkendala cuaca yang masih buruk, ombak masih 4-5 meter dan kecepatan arus 15-55 cm per detik. Basarnas kembali mendapat bantuan personil selam dari Rusia sebanyak 22 orang. Rusia menurunkan 2 pesawatnya yakni BE 200 dan Ilyushin II-76 yang akan digunakan untuk transportasi.

Sementara pesawat Russia BE 200 akan melakukan pencarian dan dapat secara mandiri mengevakuasi jenazah atau temuan lainnya. Selain dukungan personil, mereka juga membawa 1 sistem robot summersible. Hingga Sabtu pukul 14.45, total ada 30 jenazah yang diterima RS Bhayangkara. Sebanyak 12 jenazah baru diterima pada siang hari ini untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi. Hari ini Tim SAR fokus oleh upaya pengambilan blackbox, pada hari ini tidak ada jasad korban baru yang ditemukan.

Air Asia 8501 under water sonar BPPT dibawah laut Baruna jaya temukan objek besar 04

8. Hari ke-8 (Minggu 04/01/2015), Penemuan Serpihan-Serpihan Yang Lebih Besar

Operasi SAR di hari ke delapan, tim SAR mengerahkan kekuatan Search Rescue Unit (SRU) baik dari dalam maupun luar negeri. Sebanyak 20 SRU udara akan dikerahkan oleh tim gabungan, sementara SRU laut mengerahkan 27 unit. Jadi jumlah total SRU pada hari ini sebanyak 47 unit.

Diketahui KRI Bung Tomo menjadi andalan dalam proses evakuasi AirAsia QZ8510 dan sudah menemukan beberapa jenazah serta serpihan pesawat.jpg

Serpihan diatas KRI Bung Tomo menjadi andalan dalam proses evakuasi AirAsia QZ8510 dan sudah menemukan beberapa jenazah serta serpihan pesawat (foto: detik.com)

Cuaca pagi ini di Pangkalan Bun cukup kondusif namun di lokasi pencarian terjadi hujan deras. Search area diperluas ke arah timur. Hal itu untuk mengantisipasi objek atau korban yang mungkin terbawa arus. Sedangkan pencarian di bawah air masih tetap sama, baik lokasi maupun luasannya.

Beberapa satuan dari dalam negeri mengerahkan helicopter dari sebanyak 10 unit dan 4 unit FIX Wing. Helicopter ini berasal dari beberapa satuan yaitu Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat, Basarnas serta Polri.

Kekuatan tersebut didukung oleh negara sahabat yaitu helicopter Singapura, Amerika, dan Fix Wing dari Korea dan Rusia. Sedangkan kekuatan laut dari dalam negeri sebanyak 16 unit. Sementara itu kapal milik Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan Jepang mengerahkan kekuatan laut dengan total 11 unit. Selain itu juga ditemukan sebuah objek, yakni objek ke-5 dengan dimensi 9,8 x 1,1 x 0,4 m di lokasi berdekatan dengan penemuan-penemuan objek sebelumnya.

Berikut data lengkap mengenai lokasi objek yang dimaksud:

Air Asia 8501 under water sonar BPPT dibawah laut Baruna jaya temukan objek besar 05∙ Sonar Time at Target: 01/03/2015 11:42:29
∙ Click Position (Lat/Lon Coordinates)
-3.9389116766 110.5856964085 (WGS84)
∙ Click Position (Projected Coordinates)
(X) 454006.16 (Y) 9564613.61
∙ Map Proj: UTM84-49S
∙ Range to Target: 48.83 Meters
∙ Fish Height: 12.17 Meters
∙ Heading: 81.200 degrees
∙ Event Number: 574
∙ Water Depth: += 30m
∙ Line Name: BSR15-AKSLI2-13

Dimensions
Target Height: = 0.35 Meters
Target Length: 9.78 Meters
Target Shadow: 1.47 Meters
Target Width: 1.10 Meters
Description: SO (5), dimension = 9.8×1.1×0.4m

Sementara itu, hasil penyelaman dilaporkan bahwa jarak pandang di dasar laut tersebut adalah nol. Lagi-lagi faktor cuaca menjadi penentu keberhasilan tim mencari jenazah. Dasar laut berwujud lumpur, dan arus 3-5 knot. Untuk sementara upaya penyelaman dihentikan oleh On Scene Comander (OSC). Hari kedelapan pencarian besar-besaran terhadap penumpang AirAsia memang tidak bisa maksimal. ‘Hanya’ empat jenazah yang berhasil dievakuasi. Menurut info dari Basarnas pada hari ke-8 ini ditemukan 4 jasad korban.

Hingga hari kedelapan masa pencarian sudah 34 jenazah dari 162 penumpang dan awak AirAsia QZ8501 yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari perairan Selat Karimata. Sebanyak 30 jenazah sudah diterbangkan ke Surabaya untuk dilakukan identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

9. Hari ke-9 (Senin 05/01/2015), Untuk kali ketiga ada tiga jenazah yang ditemukan masih terikat di satu set kursi penumpang

Hari kesembilan, Tim Disaster Victim Investigation (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi empat korban kecelakaan AirAsia QZ8501. Hasil rapat rekonsiliasi berhasil mengidentifikasi jenazah dengan nomor B005, B022, B021 dan B029. Berikut daftar empat jenazah yang baru teridentifikasi:

BASARNAS saat evakuasi korban Air Asia QA 8501 di atas dek kapal Indonesian Navy landing platform dock ship KRI Banda Aceh (BAC 593)

BASARNAS saat evakuasi korban Air Asia QA 8501 di atas dek KRI Banda Aceh Indonesian Navy landing platform dock ship (BAC 593). (foto:Kompas.com)

Jasad pertama adalah Shiane Josel (45 tahun) nomor B005, asal Makassar. Data primer menunjukkan kesamaan atau identik dengan sampel DNA pembanding dari ibu dan bapak korban.

Jasad kedua: Tony Linaksita (45 tahun) nomor B022, identik atau ada kesesuaian sidik jari.

Jasad ketiga: Liem Yam Koem (61 tahun) nomor B021, setelah ditemukan kesesuaian pada gigi dan sidik jari. Dan

Jasad keempat: Youngki Jou (53 tahun) nomor B029, dengan metode sidik jari. Data sekunder ditemukan adanya kesesuaian jenis kelamin laki-laki dan usia korban 53 tahun. Sedangkan jasad yang ditemukan pada hari kesembilan ini sebanyak tiga jenazah. Ketiganya diketemukan oleh kapal Malaysia, KD Kasturi.

kursi penumpang AirAsia QZ8501 berisi tiga kursi 02

Bangku penumpang AirAsia QZ8501 berisi tiga kursi.

Mirip seperti dua kejadian saat penemuan dihari sebelumya yaitu tepatnya pada hari ke-6 (Jum’at 02/01/2015) dan pada hari terulang untuk kali ketiga, bahwa ada tiga jenazah yang ditemukan dan masih terikat di satu set kursi penumpang yang terdiri dari 3 kursi penumpang. Menurut info dari Basarnas pada hari ke-9 ini ditemukan 3 jasad korban.

Berikut perincian per hari jasad-jasad korban Air Asia QZ8501 yang ditemukan:

Hari pertama dan kedua belum ditemukan jasad korban. Hari-3: tujuh jenazah, hari-4: tiga jenazah, hari-5: sembilan jenazah dan hari-6: sebelas jenazah, hari-7: tidak ada jenazah ditemukan, hari-8: 4 jenazah, hari-9: 3 jenazah.

Total jumlah jenazah yang berhasil ditemukan: 37 jenazah. Sedangkan untuk lengkapnya, lihat daftar manifest korban Air Asia QZ8501 disini yang berada dibagian paling bawah halaman.

Cumulonimbus saat prosesi pengantaran jenazah korban AirAsia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Senin (5-1-15)

10. Hari ke-10 (Selasa 06/01/2015), Panglima TNI Jenderal Moeldoko datang untuk pimpin SAR, dua jenazah ditemukan sudah keluar wilayah prioritas satu (redbox), maka pencarian diperluas ke arah timur.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko datang ke lokasi dan memimpin langsung proses pelaksanaan operasi pengangkatan bagian ekor pesawat AirAsia QZ-8501.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko berjalan usai menuruni heli SeaHawk saat mengunjungi KRI Banda Aceh yang berada di lokasi pencarian, di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. Didampingi sejumlah perwira TNI Panglima TNI mengunjungi tim evakuasi AirAsia. (TEMPO/Dasril Roszandi)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko berjalan usai menuruni heli SeaHawk saat mengunjungi KRI Banda Aceh yang berada di lokasi pencarian, di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa 6 Januari 2015. Didampingi sejumlah perwira TNI Panglima TNI mengunjungi tim evakuasi AirAsia. (TEMPO/Dasril Roszandi)

Dalam memimpin operasi pengangkatan ekor pesawat tersebut, Jenderal TNI Moeldoko didampingi beberapa pejabat TNI antara lain Pangkoops I TNI AU Marsda TNI Dwi Putranto, Pangarmabar Laksda TNI Widodo, Dankormar Mayjen TNI Faridz Washington, Asintel Panglima TNI Laksda Amri Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat, Aster Panglima TNI, Ngakan G. Sugiartha dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan, tim gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga merupakan penumpang AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata.

Ia menambahkan, kedua jenazah itu ditemukan dalam kondisi yang kurang baik. “Ada yang signifikan, kita dapat temuan dua jenazah. Kondisinya mulai kurang bagus,” ujar Soelistyo di Kantor Basarnas, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Tim yang tergabung dalam BASARNAS memberikan penghormatan terakhir kepada koban pesawat Air Asia QA8501 di Pangkalan Bun, Kalimantan Selatan.

Tim SAR yang tergabung dalam BASARNAS memberikan penghormatan terakhir kepada korban pesawat Air Asia QZ8501 di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Soelistyo mengatakan, penemuan dua jenazah tersebut ternyata sudah keluar dari wilayah prioritas satu dengan luasan 1.575 nautical miles. Oleh karena itu, kata dia, wilayah prioritas dua yang diberi tanda kotak merah diperluas ke arah timur.

“Jenazah sudah mulai keluar dari redbox. Kita akan memperluas redbox ke arah kanan,” kata Soelistyo. Dari 39 jenazah yang sudah ditemukan, tim DVI Polri sudah memastikan identitas 16 jenazah, setelah menjalani proses pencocokan data antemortem dan postmortem.

Dengan demikian, masih ada 21 jenazah yang masih menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dan 2 jenazah yang masih berada di Pangkalan Bun. Basarnas pada hari ke-10 ini ditemukan 2 jasad korban. Sehingga total saat ini 39 jenazah.

11. Hari ke-11 (Rabu 07/01/2015), bagian ekor pesawat berhasil ditemukan dan berhasil di identifikasi

Penemuan bagian ekor pesawat AirAsia QZ 8501 oleh tim SAR Gabungan di perairan laut Selat Karimata menjadi temuan menggembirakan. Hasil itu menjadi objek besar ke-12 dari total temuan yang telah diungkap oleh tim pencari.

Temuan ini bermula pada Rabu 7 Januari 2015 pukul 05.00 WIB, saat kapal Geo Survey yang menangkap pantulan objek dari dasar laut di sektor prioritas tambahan yang ada di area pencarian. Objek itu diperkirakan berukuran 10 x 5 x 3 meter di kedalaman 34 meter dengan koordinat 03.3839S (Lintang Selatan) dan 109.4343E (Bujur Timur).

tail debris puing serpihan ekor Air Asia A318-321 (PK-AXC) blackbox found

Wreckage of Air Asia QZ8501

Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB dilakukan pendeteksian kembali dengan menggunakan Multibeam Echo Sounder untuk selanjutnya pada pukul 10.00 WIB diterjunkan ROV (remotely operated vehicle) untuk dilakukan pengambilan gambar.

Dari citra yang telah diambil, akhirnya pada pukul 10.30 WIB dipastikan bahwa objek keduabelas tersebut merupakan bagian dari patahan ekor pesawat milik AirAsia QZ 8501 di mana di citra objek terdapat tulisan ‘Air’ dan huruf X di bagian dinding.

Ekor pesawat tersebut lalu ditandai oleh transmitter yang memancarkan sinyal untuk memberikan posisi ekor, jadi meskipun ekornya bergerak dari lokasi awal ditemukan, tim SAR tetap bisa tahu keberadaan objek tersebut.

Sementara itu, awak kapal nelayan dan kapal tongkang tugboat warga yang tengah melintas di Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada Rabu (7/1/2015) pagi ini, menemukan dua jenazah terapung di perairan dengan lokasi berbeda. KRI Banda Aceh berusaha merapat ke kedua lokasi penemuan. Satu jenazah berhasil dievakuasi ke atas KRI Banda Aceh. Namun, saat KRI tersebut merapat ke lokasi jenazah kedua, rupanya jenazah itu sudah hilang terbawa arus.

Sementara itu Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Rabu (7/1) sore kedatangan ambulans yang memuat jenazah tak biasa. Mayat yang diduga korban AirAsia QZ8501 berjenis kelamin laki-laki itu tidak hanya jasadnya, tapi juga pakaian yang dikenakan masih utuh. Penemuan jenazah yang ke-40 ini tidak biasa sehingga disebut jenazah ajaib.

debris puing serpihan ekor Air Asia A318-321 (PK-AXC) found compare 01

Bagian dari puing yang cocok dengan pesawat Air Asia

Ajaibnya karena mayatnya tidak membusuk, berbeda dengan penemuan korban sebelumnya yang sudah mengeluarkan bau tak sedap dan sebagian badannya sudah tidak ada atau menghilang. Koordinator Tim DVI Polri di RSSI, Kombes Hariyanto tidak memberikan banyak penjelasan mengenai jasad tersebut. Namun ia mengakui jenazah yang baru diterima masih dalam kondisi baik. “Kami hanya menerima saja. Kondisinya memang masih baik,” kata Hariyanto singkat.

Di Posko DVI hingga hari ini, total jenazah yang masuk ke posko DVI Polda Jatim sebanyak 39 jenazah, 24 sudah diidentifikasi, dan 15 lainnya masih proses identifikasi. Dari 24 yang sudah diidentifikasi, 16 jenazah sudah diserahkan kepada keluarga.

40 jenazah yang berhasil ditemukan tersebut,  24 di antaranya yang sudah teridentifikasi Tim DVI Mabes Polri. Mereka adalah Shiane Josal, Tony Linaksita, Yan Koen Lim, Jou Yongki, Indra Yulianto (51), Hindarto Halim (61), Jou Brian Youvito (19), Wismoyo Ari Prambudi, Jie Stevie Gunawan, Juanita Limantara, Hayati Lutfiah Hamid (40), Grayson Herbert Linaksita (11), Khairunisa Haidar Fauzi (22), Kevin Alexander Sutjipto (20), Themeiji Theja Kusuma (44), dan Hendra Gunawan Sawal (23).

Sementara yang berhasil diidentifikasi, Rabu (7/1/2015) adalah  Ratri Sri Andriani, 30 tahun (Surabaya), Ruthnatalia Made Puspitasari, 26 tahun (Blitar), Jou Christine Yuanita, 62 tahun (Surabaya), Soetikno Sia, 60 tahun (Surabaya), Rudy Soetjipto, 54 tahun (Malang), Nico Giofani, 17 tahun (Surabaya), Indah Juliansih, 44 tahun (Surabaya) dan Stefhanie Yulianto, 17 tahun (Probolinggo). Untuk lengkapnya bisa lihat manifest penumpang dibagian bawah halaman pada artikel Air Asia Part-1

Sedangkan dilapangan, Basarnas pada hari ke-11 ini ditemukan 2 jasad namun hanya 1 jasad korban yang berhasil dievakuasi. Sehingga total saat ini 40 jenazah yang berhasil ditemukan dan dievakuasi.

12. Hari ke-12 (Kamis 08/01/2015), ekor pesawat belum dapat dievakuasi

Tim Gabung menemukan 7 serpihan lagi yang diduga merupakan bagian dari pesawat. Tiga orang penyelam berhasil mengangkut tiga bagian kecil pesawat Air Asia pukul 07.15 WIB. Kedua sampel puing berbentuk kubus dan berwarna keperakan yakni sebagai safety box. Satu bagian puing lagi adalah dinding pesawat berukuran 1,5 x 1,5 meter berwarna putih. Sedangkan satu bagian yang berhasil diangkat adalah kantung oksigen darurat.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko di atas KRI Banda Aceh (REUTERS/Antara Foto/Suryanto/Pool)

Panglima TNI Jenderal Moeldoko di atas KRI Banda Aceh (REUTERS/Antara Foto/Suryanto/Pool)

Hujan deras melanda kawasan sekitar kapal sehingga penglihatan menjadi kabur. KRI Banda Aceh belum berhasil mengangkat bagian besar ekor pesawat AirAsia QZ8501 dari dasar Laut Jawa dan belum bisa mengeluarkan kotak hitam atau black box yang tersimpan di ekor pesawat. Tidak melihat adanya jenazah di sekitar ekor pesawat yang ditemukan, bahkan kursi-kursi penumpang juga sudah lepas dari tempatnya.

Padahal, bagian ekor itu cukup panjang, hampir sepertiga badan pesawat. Kondisi kecepatan arus sekitar 4-5 knot membuat kesulitan tim evakuasi untuk memasang lifting bag atau balon pengapung di ekor pesawat. Basarnas pada hari ke-12 ini ditemukan 4 jasad korban. Sehingga total saat ini 44 jenazah.

13. Hari ke-13 (Jum’at 09/01/2015), terdengar Pingers, tim selam belum temukan blackbox namun temukan 2 jenazah yang masih terikat dikursi

Upaya pencarian black box di bagian ekor pesawat belum membuahkan hasil. Tim penyelam gabungan TNI AL yang Jumat (9/1/2014) pagi ini berhasil mencapai lokasi ekor pesawat di kedalaman sekitar 33 meter, tak menemukan black box. Semua bagian pesawt telah ditelusuri, namun ada bagian belakang ekor pesawat yang tidak dapat disusuri karena menancap ke pasir dan lumpur di dasar laut.

Disarankan agar ekor pesawat ditarik terlebih dahulu ke permukaan yang lebih tinggi sehingga tak ada lagi bagian yang tertutup lumpur. Kapal Crest Onyx milik SKK Migas yang dapat menarik beban 50 ton juga akan ikut membantu. Setelah ditarik, ekor pesawat akan berada pada ketinggian 5-7 meter sehingga tak ada lumpur yang menghalangi.

bangku kursi AirAsia

Sepasang kursi penumpang AirAsia QZ8501

Satu penemuan penting pun kembali didapatkan oleh KN. SAR Pacitan yaitu life vest jacket atau jaket pelampung dan sebuah serpihan 1,5×1 meter yang bertuliskan “AIRBUS”.

Dua jenazah ditemukan, satu oleh kapal Basarnas KN SAR Pacitan, dan satu lagi oleh kapal Malaysia, KD Kasturi.

Kembali ditemukan 2 jenazah sepasang pria dan wanita berjarak sekitar 1 mil dari lokasi penemuan ekor pesawat oleh tim SAR di kapal MGS Survey. Saat ditemukan oleh tim penyelam, keduanya masih terikat sabuk pengaman di kursi pesawat di dasar laut. Tim penyelam tidak menemukan bayi walau pada leher jenazah pria terkalung gendongan bayi. Tidak ada kartu identitas atau kartu pengenal yang tertinggal pada keduanya.

Tim SAR gabungan memperkirakan black box terlempar keluar dari ekor pesawat sekitar 1 kilometer. Perkiraan itu berdasar sinyal pinger yang terdengar sejauh 1 kilometer ke arah barat daya dari lokasi penemuan ekor.

Kedua kapal Jepang, JS Onami dan JS Takanami akan menyudahi misi pencarian Jumat (9/1/2015) sore ini. Kapal Basarnas, KN SAR Pacitan dari Kendari serta kapal Tiongkok tiba jam lima sore untuk menggantikan kapal Jepang yang selesai dan sudah meninggalkan area misi perairan Indonesia melalui Filipina.

Hari ini 7 jenazah kembali dapat teridentifikasi 5 pria dan 2 wanita. Total 41 jenazah teridentifikasi. Basarnas pada hari ke-13 ini ditemukan 4 jasad korban. Sehingga total saat ini 48 jenazah.

14. Hari ke-14 (Sabtu 10/01/2015), Blackbox tak ditemukan di ekor pesawat, Pinger dari blackbox terdengar 1 km dari ekor

Tim penyelam tak berhasil menemukan black box (kotak hitam) pada ekor pesawat yang ada di dasar laut. Namun bagian terbesar ekor pesawat sudah dapat diangkat dan dibawa oleh kapal SAR Indonesia, Crest Onyx.

tail AirAsia QZ-8501 lifted found by Crest Onyx

Tail section from AirAsia QZ8501 from seabed lifted off on the deck Indonesian SAR Vessel, Crest Onyx on Saturday, January 10, 2015.

Tim SAR gabungan memperkirakan black box atau kotak hitam AirAsia QZ 8501 terlempar keluar dari ekor pesawat sekitar 1 kilometer.

Dari info yang ditulis menurut jpnn melalui BASARNAS, perkiraan itu berdasar dari sinyal pinger yang diperoleh tim SAR, lokasi kotak hitam terdengar sejauh satu kilometer dari lokasi penemuan ekor pesawat bernomor register PK-AXC itu.

Direktur Operasional Posko Utama Basarnas, Marsma SB Supriyadi mengatakan, lokasi pinger dideteksi dari Kapal Negara Jadayat yang melakukan pencarian. “Lokasi berada satu kilometer ke arah barat daya dari lokasi penemuan ekor. Jadi black box sudah berada di luar ekor,” jelasnya, di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Basarnas pada hari ke-14 ini tidak ditemukan jasad korban. Sehingga total saat ini tetap 48 jenazah.

15. Hari ke-15 (Minggu 11/01/2015), Lokasi Blackbox Pesawat AirAsia Akhirnya Ditemukan

Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo dan sejumlah ilmuwan BPPT saat memberikan keterangan Pers terkait kotak hitam Air Asia di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Minggu (11/1). Dalam jumpa Pers sejumlah ilmuwan BPPT mengatakan Saat ini kapal riset Baruna Jaya I (BPPT), kapal survei Java Imperia (OWSI) dan KN Trisula (KPLP Hubla) sedang berada di lokasi tempat diterimanya sinyal ping diduga dari kotam hitam. Ada 2 sinyal 'ping' diterima dengan jarak keduanya sekitar 20 meter.

Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo dan sejumlah ilmuwan BPPT saat memberikan keterangan Pers terkait kotak hitam Air Asia di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Minggu (11/1). Dalam jumpa Pers sejumlah ilmuwan BPPT mengatakan Saat ini kapal riset Baruna Jaya I (BPPT), kapal survei Java Imperia (OWSI) dan KN Trisula (KPLP Hubla) sedang berada di lokasi tempat diterimanya sinyal ping diduga dari kotam hitam. Ada 2 sinyal ‘ping’ diterima dengan jarak keduanya sekitar 20 meter.

Selang 15 hari sejak mengarungi lautan, dua kapal di bawah koordinasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) disebut telah menemukan sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501.

Dua kapal itu adalah Baruna Jaya I dan kapal survei Java Imperia. Penemuan black box ini lebih cepat dari target awal 17 hari.

Tim Evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 berhasil menemukan sinyal kuat kotak hitam alias black box, benda yang selama ini dicari oleh tim SAR ditemukan oleh Kapal Baruna Jaya 1 milik Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada jam 22.25 WIB.

Adapun kedua lokasi Black box dan ELT hasil survei Baruna Jaya J1BPPT itu adalah di titik kordinat: 03°37′20.7″S 109°42′43″E (lihat via satelitte). Dan sinyal satu lagi berada pada kordinat: 03°37′21.13″S 109°42′42.45″E (lihat via satelitte).

Dua objek yang dikonfirmasi tim penyelam TNI Angkatan laut itu berdekatan dengan posisi sinyal “ping” yang ditangkap oleh kapal peneliti bawah laut (oceanography) dengan fasilitas sonar canggih milik BPPT, yaitu Kapal Baruna Jaya I.

A member of Indonesian Research and Technology Application Agency points at the coordinates where signals of AirAsia flight QZ8501 black box were detected on Sat. (Xinhua).

A member of Indonesian Research and Technology Application Agency points at the coordinates where signals of AirAsia flight QZ8501 black box were detected on Sat. (Xinhua).

Sinyal itu terletak pada yang berjarak 1,9 mil laut dari posisi ekor pesawat. Hingga saat ini, tim belum mendapat gambar terkait objek yang terdeteksi tersebut dari tim SAR gabungan di area pencarian pesawat.

Hari ini tim Rusia yang mengirim satu tim yang terdiri dari dua pesawat dan 22 penyelam sejak 2 Januari 2015 lalu untuk membantu pencarian pesawat AirAsia di perairan Selat Karimata, resmi ditarik dari operasi pencarian tersebut dan pulang.

Pada hari ini kelimabelas pencarian Air Asia QZ8501 ini tim DIV berhasil mengidetifikasi 3 jenazah, yaitu pasangan dari Korea dan seorang dari Indonesia (lihat hasil komplit manifest penumpang dan awak AirAsia QZ8501 disini). Basarnas pada hari ke-15 ini tidak ditemukan jasad korban. Sehingga total saat ini tetap 48 jenazah.

16. Hari ke-16 (Senin 12/01/2015), Blackbox FDR Pesawat AirAsia Akhirnya Ditemukan

Basanas memastikan bahwa tim gabungan berhasil menemukan dan mengangkat perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak sejak enam belas hari yang lalu. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo mengatakan laporan tersebut ia dapatkan ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi.

“Saya dapatkan laporan resmi dari Ketua KNKT pada pukul 07.11 WIB, berhasll diangkat bagoan dari blackbox disebut FDR,”ujar Soelistyo saat jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin (12/1/2015).

Indonesian military police carry the flight data recorder through Iskandar air base in Pangkalan Bun, Central Borneo.

Blackbox FDR Air Asia QZ8501 – Indonesian military police carry the flight data recorder through Iskandar air base in Pangkalan Bun, Central Borneo.

Temuan ini dipastikan dengan adanya plat nomber dan serial number yang melekat pada FDR. Temuan ini berhasil dipastikan oleh tim dari TNI Angakatan Laut yang melakukan penyelaman. FDR ini ditemukan oleh TNI Al di bawah puing-puing sayap AirAsia QZ 8501.

“Itu ada plat nomber dan serial number yaitu PN- 2100-4043-02 dan SN- 000556583,”jelas Soelistyo. Soelistyo menambahkan, tim gabungan akan mencari keberadaan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR). Ia berharap satu perangkat dari blackbox yang lainnya yaitu CVR bisa ditemukan.

“Dua bagian ini yang disebut dengan blackbox, FDR mencatat seluruh data sistem-sistem penerbangan. CVR itu garis besarnya merekam seluruh pembicaraan yang ada di dalam kokpit,”kata Soelistyo.

Untuk melihat foto-foto dan perihal yang lebih jelasnya tentang penemuan dan bagaimana hasil penyelidikan dari blackbox ini anda dapat menuju artikel selajutnya pada bagian-5:  Inilah Penemuan dan Hasil Penyelidikan Blackbox (Air Asia QZ-8501 PART-5)

Hingga hari RS Bhayangkara menerima 48 jenazah korban, tim Disaster Victim Indentification (DIV) berhasil mengidetifikasi sebanyak 34 jenazah, sedangkan 14 jenazah masih akan dilakukan pendalaman dan evaluasi. (lihat hasil komplit manifest penumpang dan awak AirAsia QZ8501 disini). Basarnas pada hari ke-16 ini tidak ditemukan jasad korban. Sehingga total saat ini tetap 48 jenazah.

17. Hari ke-17 (Selasa 13/01/2015), Blackbox CVR Pesawat AirAsia Akhirnya Ditemukan

Pada hari ke-17 sejak SAR diturunkan mengarungi lautan, akhirnya blackbox kedua yaitu Cockpit Voice Recorder atau CVR, berhasil ditemukan tim penyelam di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun pada Selasa (13/10/2014). CVR tersebut berukuran sekitar 30×12,5 cm dan berlapis cat oranye.

air Asia QZ8501 CVR ditemukan foundKomponen tersebut disimpan di dalam boks berwarna hitam. Di dalm boks tersebut sudah lebih dulu diisi air untuk menghindari terjadi korosi.

Untuk melihat foto-foto dan perihal yang lebih jelasnya tentang penemuan dan bagaimana hasil penyelidikan dari blackbox ini anda dapat menuju artikel selajutnya pada bagian-5:  (Inilah Penemuan dan Hasil Penyelidikan Blackbox (Air Asia QZ-8501 PART-5)

Hingga hari ini tim Disaster Victim Indentification (DIV) berhasil mengidetifikasi sebanyak 36 jenazah (lihat hasil komplit manifest penumpang dan awak AirAsia QZ8501 disini). Basarnas pada hari ke-17 ini tidak ditemukan jasad korban. Sehingga total saat ini tetap 48 jenazah.

Walau blackbox sudah ditemukan, namun belum diteliti dan penelitian masih berlanjut. Ada beberapa dugaan yang masih menghantui kenapa pesawat Air Asia nomer penerbangan QZ8501 ini dapat jatuh tetap menjadi perbincangan antar pakar dan ahli penerbangan hingga pilot sedunia. Apa saja kemungkinan yang menyebabkan pesawat itu jatuh? Anda dapat membaca pada artikel sebelumnya: Ini Dia, Beberapa Penyebab Jatuhnya AirAsia QZ 8501 (PART-3)

18. Hari ke-18 (Rabu 14/01/2015), Badan pesawat ditemukan, Operasi Tim Gabungan dihentikan, diganti Operasi Harian

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Henry Bambang Soelistyo mengatakan segera menghentikan operasi pokok gabungan pencarian korban jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di sekitar Selat Karimata, Kalimantan Tengah. Sebagai gantinya, Basarnas berencana menggelar operasi harian yang tidak jauh berbeda dengan operasi gabungan yang dilakukan Basarnas bersama TNI dan negara-negara yang mengirimkan bantuan. Sasarannya pun tetap sama seperti operasi sebelumnya. Yang berbeda, kata dia, hanya jumlah personel yang bakal dilibatkan.

Keluarga korban pesawat Air Asia yang saat ini masih terus menunggu di posko crisis center di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur mengaku pasrah bila Badan SAR Nasional memutuskan menghentikan pencarian.

Discovery: This photo posted on Facebook by Singapore's Defence Minister Ng Eng Hen, show AirAsia's slogan 'Now everyone can fly' on the fuselage. (Ng Eng Hen@Facebook.com)

Discovery: This photo posted on Facebook by Singapore’s Defence Minister Ng Eng Hen, show AirAsia’s slogan ‘Now everyone can fly’ on the fuselage. (Ng Eng Hen@Facebook.com)

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Fransiskus Henry Bambang Soelistyo mengatakan bodi pesawat Air Asia QZ8501 sudah ditemukan pada Rabu sore, pukul 15.05 WIB. Bodi pesawat itu adalah obyek ke-15 yang ditemukan, dan hanya terdiri dari satu sayap yang masih menempel. Bodi yang ditemukan tersebut berdimensi 30 x 10 x 3 meter.

Bayangan badan pesawat itu dilaporkan terlihat di kedalaman 24-30 meter pada posisi 03 54″ 48′ LS/110 31″ 04′ BT. Obyek tersebut juga telah dipotret oleh remotely operated vehicle (ROV) dari kapal Angkatan Laut Singapura RSS Swift.

Hingga hari ini tim Disaster Victim Indentification (DIV) berhasil mengidetifikasi sebanyak 38 jenazah (lihat hasil komplit manifest penumpang dan awak AirAsia QZ8501 disini). Artinya tinggal 10 jenazah yang telah ditemukan belum teridentifikasi. Basarnas pada hari ke-18 ini tidak ditemukan jasad korban. Sehingga total saat ini tetap 48 jenazah.

19. Hari ke-19 (Kamis 15/01/2015), Dua jenazah ditemukan di kursi pesawat, 90 km dari lokasi

Hari ini dikabarkan ditemukan 2 jenazah yang sebenarnya sudah diketemukan kemarin. Namun karena ditemukannnya di Pulau Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang berjarak 90 km dari lokasi, maka baru masuk infonya pada hari ini.

Saat ditemukan, kedua jenazah masih terikat sabuk pengaman lengkap dengan potongan kursi pesawat. Selain itu juga ditemukan pecahan kabin pesawat. Dua jenazah itu belum bisa dipastikan identitasnya, baik untuk jenis kelamin mau pun informasi lainnya. Kondisi kedua jenazah itu sangat mengenaskan dan sulit dikenali secara fisik.

korban air asia hanyut sampai pulau sembilan kalsel

Pulau Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Hari ini Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo ke Pangkalan Bun untuk bertemu dengan dua orang nelayan sebagai saksi mata awal yaitu Rahmat dan Pendi.

Dua nelayan ini dinilai telah memberikan informasi kepada tim gabungan terkait posisi AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Perairan Bun, Selat Karimata tanggal 28 Desember 2014.

Mulai hari ini kapal bantuan asing dari Singapura dan Amerika Serikat meninggalkan daerah operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501. Namun pencarian korban AirAsia masih akan dibantu oleh satu kapal asing yang berasal dari Tiongkok.

Dengan tambahan satu korban yang dikenali, berarti hingga hari ini tim Disaster Victim Indentification (DIV) berhasil mengidetifikasi sebanyak 39 jenazah (lihat hasil komplit manifest penumpang dan awak AirAsia QZ8501 disini). 9 jenazah ditambah temuan hari ini 2 jenazah, maka ada 11 jenazah yang belum teridentifikasi. Basarnas pada hari ke-19 ini ditemukan 2 jasad korban. Sehingga total saat ini 50 jenazah.

20. Hari ke-20 (Jumat 16/01/2015)

Hingga saat ini, jenazah yang ada di RS Bhayangkara masih 48, 40 jenazah sudah teridentifikasi dengan rincian, 18 perempuan dan 22 laki-laki. Sedangkan sisanya, yaitu delapan jenazah masih proses. Jenazah ditemukan: 0, total jenazah ditemukan: 50.

21. Hari ke-21 (Sabtu 17/01/2015)

Hari ini, lima dari 11 jenazah korban AirAsia QZ8501, kembali teridentifikasi. Kelimanya teridentifikasi melalui sampel deoxyribonucleic acid (DNA) barang-barang pribadi korban, bukan berdasarkan data pembanding orang tua maupun anak sedarah.

Dengan demikian, dari 48 jenazah plus tiga tambahan yang baru dikirim hari ini dari Kota Baru, Kalimantan Selatan, RS Bhayangkara Polda Jawa Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 51 jenazah korban AirAsia, dengan rincian 45 telah teridentifikasi, enam sisanya masih dalam proses. Jenazah ditemukan: 0, total jenazah ditemukan: 50.

22. Hari ke-22 (Minggu 18/01/2015)

Hari ini belum ditemukan jenazah baru. Tiga jenazah korban AirAsia yang ditemukan warga di Kotabaru pada Hari ke-19 (Kamis 15/01/2015) lalu, sempat dimakamkan warga. Tiga mayat yang terdiri dari dua perempuan, dan satu laki-laki tersebut dikubur dalam satu liang, dengan dibungkus terpal warna biru. Tim gabungan bersama warga membongkar kuburan untuk dievakuasi ke Kotabaru dan diterbangkan ke Surabaya. Jenazah ditemukan: 0, total jenazah ditemukan: 50.

23. Hari ke-23 (Senin 19/01/2015)

Selama dua hari berturut-turut, sejak hari Minggu kemarin (18/1), tak satupun dari enam jenazah berhasil diidentifikasi. Sehingga, dari 51 jenazah yang sudah dikirim ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, masih tetap 45 jenazah yang baru bisa dikenali.

Sementara jumlah korban yang berhasil ditemukan dan dikirim ke Surabaya terus bertambah. Hari ini saja, ada dua lagi yang dikirim. Yaitu satu jenazah laki-laki dan satu perempuan. Sehingga total penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan Tim SAR bertambah menjadi 53 orang. Jenazah ditemukan: 0, total jenazah ditemukan: 53.

24. Hari ke-24 (Selasa 20/01/2015)

Hari ini teridentifikasi satu jenazah lagi, maka sisa jenazah yang belum teridentifikasi ada tujuh jenazah. Rinciannya, lima jenazah yang selama dua hari (Minggu dan Senin) belum berhasil diidentifikasi, serta dua jenazah yang baru tiba kemarin. Dan dengan bertambahnya satu jenazah teridentifikasi ini, maka jumlah total jenazah yang dikenali sampai hari ke-24 ini adalah 46 jenazah dari total yang sudah ditemukan, yaitu 53 jenazah, termasuk dua jenazah yang baru tiba kemarin. Jenazah ditemukan: 0, total jenazah ditemukan: 53.

25. Hari ke-25 (Rabu 21/01/2015)

Hari ini teridentifikasi satu jenazah lagi, maka total jasad korban AirAsia QZ8501 yang teridentifikasi ada 47 orang, sisa enam yang masih proses. Sementara dari 155 penumpang plus tujuh awak pesawat, yang belum ditemukan masih 109 penumpang. Jenazah ditemukan: 0, total jenazah ditemukan: 53.

26. Hari ke-26 (Kamis 22/01/2015) Badan AirAsia QZ 8501 dan 6 jenazah ditemukan

Tim BASARNAS menemukan body pesawat dan menurunkan penyelam untuk menemukan jenazah dan berusaha mengangkat puing pesawat ke permukaan air. Dengan menggunakan tali baja kekuatan 30 ton, badan kapal diangkat hingga ke permukaan, namun ketika akan dinaikkan ke geladak kapal, tali baja putus dan puing kembali ke dasar laut.

Enam korban berhasil ditemukan tim SAR di dalam badan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata. Dengan demikian hingga hari ke-26 pencarian dan evakuasi korban AirAsia QZ8501 tim SAR berhasil menemukan dan mengevakuasi 59 korban. Jenazah ditemukan: 6, total jenazah ditemukan: 59.

27. Hari ke-27 (Jumat 23/01/2015) Tali baja putus lagi, puing badan pesawat gagal dinaikkan ke dek kapal

Tim BASARNAS masih menyelam disekitar badan pesawat untuk menemukan jenazah dan berusaha mengangkat puing pesawat ke permukaan air.  Sebanyak 10 jenazah korban pesawat Air Asia QZ8501, kembali tiba di Surabaya. Bersamaan dengan itu, tiga jenazah korban juga sudah diidentifikasi. Hingga hari ke-27, sudah total 50 jenazah yang telah diidentifikasi dari total 162 penumpang QZ8501. Di kontainer pendingin, kini tersisa tiga jenazah, ditambah 10 jenazah yang baru datang dari Pangkalan Bun sore tadi. Jenazah ditemukan: 4, total jenazah ditemukan: 63.

28. Hari ke-28 (Sabtu 24/01/2015) TNI hentikan upaya pengangkatan badan pesawat AirAsia

Selama sepekan terakhir, tim SAR gabungan bersama unsur TNI Angkatan Laut berusaha mengangkat badan pesawat dari dasar laut tetapi faktor cuaca menghambat upaya itu. Awalnya di dalam badan pesawat diduga ada banyak jenazah tetapi kini tim pencari meyakini bagian pesawat itu sudah kosong.

Pada Sabtu (24/1/2015) petang, tim Search and Rescue (SAR) gabungan menerbangkan enam jenazah dari Pangkalan Bun ke Surabaya. Keenam jenazah adalah temuan tim penyelam dari badan pesawat AirAsia QZ8501 di kedalaman 30 meter Laut Jawa dalam dua hari terakhir. Total keseluruhan berjumlah 69 jenazah.

Tim DVI mulai mengalami kesulitan identifikasi jenazah. Keenam jenazah tersebut berlabel B 028, B 044, B 049, B 050, B 051, B 053.

Dengan demikian, maka masih ada 93 penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501 yang belum diketahui keberadaan dan nasibnya. Namun, Basarnas memperkirakan sebagian besar korban masih berada di dalam badan utama (main body) pesawat nahas tersebut. Jenazah ditemukan: 6, total jenazah ditemukan: 69

29. Hari ke-29 (Minggu 25/01/2015) Lagi, puing badan pesawat gagal dinaikkan ke dek kapal

Temuan terkini, satu jenazah perempuan dari sekitar badan utama (main body) pesawat dasar Laut Jawa. Saat badan pesawat terangkat, satu jenazah ikut mengapung, kemudian jenazah langsung dievakuasi oleh Tim dengan perahu karet ke KN Pacitan. Selain jenazah, puing-puing pesawat ikut mengapung. 

Dengan temuan tersebut, sudah ada 70 jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil ditemukan. Pengangkatan body pesawat ke permukaan air berhasil, namun ketika ditarik ke atas geladak kapal, tali terputus dan body kapal belum bisa diangkat kembali.

Dari temuan itu, sebanyak 69 jenazah telah diterbangkan dengan pesawat dari Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng ke Lanud Juanda, Surabaya, Jawa Timur, untuk keperluan proses identifikasi. Dengan demikian, maka masih ada 92 penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501 yang belum diketahui keberadaan dan nasibnya. Jenazah ditemukan: 1, total jenazah ditemukan: 70

30. Hari ke-30 (Senin 26/01/2015)

Puing badan pesawat belum dapat dinaikkan ke kapal. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, kembali mengidentifikasi dua jenazah korban AirAsia QZ8501 di hari ke 30 ini. Dengan demikian, dari 155 penumpang plus tujuh awak pesawat, hingga di hari ke 30 ini, jumlah jenazah yang sudah berada di RS Bhayangkara ada 69 jenazah, 52 diantaranya telah teridentifikasi. Sedangkan 17 sisanya masih dalam proses. Satu jenazah yang ditemukan kemarin masih di Pangkalan Bun. Total jenazah ditemukan: 70

31. Hari ke-31 (Selasa 27/01/2015) Operasi pencarian AirAsia dihentikan sementara, operasi Tim DVI no limits

Di hari ke 31 paska kecelakaan AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu, Tim Disasater Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, berhasil mengidentifikasi satu dari 15 jenazah sisa atau yang belum teridentifikasi. Sehingga dari 69 jenazah yang sudah berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, yang teridentifikasi hingga hari ini ada 55 korban, sedangkan 14 jenazah lainnya masih dalam proses. Jumlah jenazah yang sudah teridentifikasi itu rinciannya, 23 jenazah perempuan dan 22 laki-laki. Satu jenazah yang ditemukan kemarin lusa masih di Pangkalan Bun. Total jenazah ditemukan: 70

32. Hari ke-32 (Rabu 28/01/2015) Dua jenazah ditemukan di Mamuju, Sulawesi Barat. Basarnas hentikan sementara operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501, jeda dua hari, lalu memperpanjang selama tujuh hari ke depan. 

Basarnas menyatakan akan memperpanjang operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501. Misi ini akan dilakukan selama tujuh hari ke depan. Operasi ini baru akan dijalankan pada Sabtu (31/1/2015) depan. Hal ini mempertimbangkan kemampuan tim butuh penyegaran lantaran sudah lama berada di laut selama satu bulan lamanya.

“Saya beri jeda dua hari. Pertimbangannya, untuk anak-anak buah kita sudah satu bulan di laut. Kapal-kapal kita perlu melakukan bekal ulang seperti isi makanan, air, dan sebagainya,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Sulistyo. Basarnas juga menyatakan tidak akan melibatkan unsur TNI, dalam pencarian lanjutan korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Teluk Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ini karena unsur TNI dinyatakan sudah ditarik dari lokasi pencarian atas instruksi Panglima TNI.

“Kekuatan yang akan dipakai, udara kita punya helikopter dua unit. Laut, kita punya kapal empat unit masih ada. Kemudian pemkot menyiapkan satu tronton dan satu kapal,” kata Sulistyo. Sementara untuk penyelam, kata Sulistyo, pihaknya akan mengerahkan 45 orang yang terdiri dari 25 penyelam Basarnas dan 20 penyelam dari SKK Migas. Selain itu, terang dia, terdapat 15 penyelam tradisional yang menyatakan ingin terlibat.

Sementara itu diberitakan ada dua sesosok jenazah ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat yang berjarak sekitar 950 kilometer dari lokasi jatuh Air Asia 8501.

Satu jenazah tanpa kepala dan lengan ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat sekitar 3 mil dari Desa Bonda oleh Mashudi seorang nelayan Luaor, Desa Bonda, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Rabu (28/01/2015). Jenazah hanya mengenakan celana jins warna biru yang di saku celanya ditemukan kartu identitas berupa e-KTP. Korban merupakan pegawai swasta bernama Saiful Rahmat, kelahiran Kalijati, 11 September 1976, yang beralamat di Jalan Surya No. 524, RT 005, RW 009, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Jenazah lainnya bernama Joe Jong Fei diketahui beralamat Taman Kendang Sari, Surabaya, Jawa Timur, dengan pekerjaan wiraswasta ,setelah petugas medis setempat melakukan pemeriksaan. Jenazah kedua ini ditemukan seorang nelayan bernama Abdul Rahman di perairan Dusun Batu Taku Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene sekitar 50 kilometer dari bibir pantai. Kedua mayat korban penumpang AirAsia tersebut ditemukan nelayan dalam kondisi rusak.

Foto korban semasa hidup (Foto: Rois Jajeli/detikcom) Surabaya - Hari ini disaster victim identification (DVI) mengidentifikasi 1 jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Jenazah berlabel B053 identik dengan Marianne Claudia Ardhi bocah 11 tahun warga Surabaya. Identifikasi tersebut salah satunya menggunakan metode primer DNA. "Jenazah label B053 teridentifikasi menggunakan metode primer yaitu pemeriksaan DNA dengan pembandingnya adalah baju seragam korban yang belum sempat dicuci (Foto: Rois Jajeli/detikcom) .

Foto Marianne Claudia Ardhi bocah 11 tahun warga Surabaya yang diidentifikasi menggunakan metode primer DNA dengan pembandingnya adalah baju seragam korban yang belum sempat dicuci (Foto: Rois Jajeli/detikcom).

Sementara itu pula, jenazah Marianne Claudia Ardhi, korban AirAsia QZ8501 teridentifikasi hari ini, Rabu (28/1/2015). Bocah 11 tahun yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur itu dikenali lewat pemeriksaan DNA baju korban yang belum di cuci. Saat kejadian korban tengah bepergian bersama kedua orangtua dan dua saudaranya. Mereka pergi berlima ke Singapura pada 28 Desember 2014 lalu.

“Dari lima anggota keluarga ini, baru korban yang teridentifikasi hari ini, sedangkan ayah, ibu dan saudara-saudaranya masih belum ditemukan,” terang Budiyono di Mapolda Jawa Timur. Anggota keluarga Marianne yang belum ditemukan adalah, ayahnya bernama Reggy Ardhi, Caroline Harwon Lioe (ibu), Michele Clemency Ardhi dan Jayden Cruze Ardhi (saudara kandung). Hari ini ada dua jenazah baru dari Majene, maka total jenazah ditemukan: 72.

33. Hari ke-33 (Kamis 29/01/2015)

Hari ini diidentifikasi satu jenazah, maka hingga hari ke 33 pasca-tragedi AirAsia pada 28 Desember 2014 lalu, jenazah yang berhasil dikenali ada 57 korban dengan rincian 24 jenazah perempuan dan 33 laki-laki. Sementara dari 72 jenazah, yang belum teridentifikasi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur ada 15 jenazah. Hari ini tak ditemukan jenazah baru, maka total jenazah ditemukan tetap: 72.

34. Hari ke-34 (Jum’at 30/01/2015) Serpihan pesawat ditemukan hingga Pantai Mamuju, Sulbar

Setelah nelayan Majene menemukan lima jenazah yang diduga korban AirAsia, kini nelayan di Mamuju juga menemukan serpihan pesawat.  Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, hari ini, Jumat (30/1/2015), kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban AirAsia QZ8501. Dari tiga jenazah, dua di antaranya adalah kakak-adik, yang teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dengan sampel celana dalam. Dengan teridentifikasinya tiga jenazah ini, maka jumlah jasad yang dikenali hingga saat ini ada 60 korban, tersisa 12 jenazah yang belum teridentifikasi dan masih tersimpan di cold storage (ruang pendingin). Hari ini tak ditemukan jenazah baru, maka total jenazah ditemukan tetap: 72.

35. Hari ke-35 (Sabtu 31/01/2015) istilah jenazah korban AirAsia diganti “body parts”

Karena banyak jenazah yang kini ditemukan tidak utuh, di hari ke-35 pasca-tragedi maut itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengganti istilah jenazah dengan “body part”, dan mengidentifikasikannya dengan metode pencocokan DNA.

Empat jenazah kembali ditemukan dan sudah dikirim ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, empat jenazah kembali bisa teridentifikasi. Hingga dari 155 penumpang plus tujuh awah pesawat, baru 76 korban yang ditemukan, yang teridentifikasi hingga hari ini baru 64 orang, 12 sisanya masih dalam proses dan tersimpan dalam cold storage atau ruang pendingin. Hari ini ditemukan 4 jenazah, maka total jenazah ditemukan: 76.

36. Hari ke-36 (Minggu 01/02/2015)

Hari ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, gagal mengidentifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501.

37. Hari ke-37 (Senin 02/02/2015) 12 body part (jenazah) yang belum teridentifikasi sampai hari ini

Nelayan di Perairan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat kembali menemukan body parts berupa potongan-potongan tubuh seperti telapak kaki, kaos kaki dan sepatu. Selama dua hari ini, mulai Minggu sampai hari ini, Senin (2/2), Tim Disaster Victim Identification (DVI), kembali gagal mengidentifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501. Masih ada 12 body part (jenazah) yang belum teridentifikasi sampai hari ini adalah B028, B044, B063, B065, B069, B070, B071, B072, B073, B074, B075, B076. Ada dua label jenazah, yaitu B028 dan B044 yang paling sulit diidentifikasi.

Dua jenazah dari 12 jenazah yang sampai saat ini belum berhasil diidentifikasi itu, paling lama berada di RS Bhayangkara dan sampai sekarang masih sulit diidentifikasi oleh Tim DVI. Hari ini DVI juga menerima satu body part, bayi tanpa kepala. Namun tim DVI telah membuktikan bahwa body part bayi itu ternyata seekor monyet. Sementara jumlah yang teridentifikasi total ada 64 orang, 12 sisanya masih proses rekonsiliasi, sehingga jumlah total korban yang sudah dikirim ada 77 orang.

38. Hari ke-38 (Selasa 03/02/2015)

Hari ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, gagal mengidentifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501.

39. Hari ke-39 (Rabu 04/02/2015)

Setelah tiga hari berturut-turut sejak Minggu hingga Selasa kemarin (3/2), Tim DVI Polda Jawa Timur tidak berhasil mengidentifikasi 12 jenazah, namun akhirnya mereka berhasil mengenali tiga body parts (jenazah) lagi. Dengan dianulirnya body part bayi yang ternyata seekor monyet, maka total jenazah yang sudah ada di RS Bhayangkara tetap 77 korban, dengan rincian 68 teridentifikasi dan 9 masih menunggu proses rekonsiliasi.

40. Hari ke-40 (Kamis 05/02/2015) ditemukan 2 kaki dan 13 potongan tubuh

Hari ini, Tim DVI RS Bhayangkara Polda Jatim, gagal mengidentifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501. Polda Jatim kembali terima 2 kaki diduga milik korban AirAsia dan dimasukkan ke dalam peti jenazah berlabel B009. Kemudian pada sore hari, RS Bhayangkara Polda Jatim, kembali menerima 13 potongan tubuh dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Dengan kedatangan 13 potongan tubuh ini, maka korban yang sudah ditemukan atau dikirim ke Surabaya totalnya ada 93 jenazah. Rinciannya, 68 teridentifikasi, dan satu dari non-human atau jenis primate, yang sebelumnya diduga sebagai jenazah bayi korban AirAsia, tapi ternyata potongan tubuh monyet.

Kemudian, 25 sisanya, adalah 10 sisa jenazah yang belum teridentifikasi, dua potongan kaki yang tiba di Surabaya pagi tadi, dan ditambah 13 potongan tubuh yang tiba pada hari ini. Untuk yang dua potongan kaki, saat tiba di Surabaya dikirim satu peti jenazah berlabel B009, dan ketika tiba di RS Bhayangkara, dilabeling ulang dan dipisahkan menjadi dua body part, sehingga totalnya menjadi 93 jenazah.

41. Hari ke-41 (Jum’at 06/02/2015)

Satu lagi body parts korban AirAsia QZ8501 berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim di hari ke 41. Jenazah yang berhasil dikenali itu berlabel B069, yaitu Ingrid Jessica Winata (9), warga Surabaya.Jasad bocah berusia 9 tahun ini, dikenali lewat pemeriksaan DNA dengan pembanding sisir milik korban yang didapat dari tim di rumah korban.

Rinciannya, 69 teridentifikasi, Sedangkan sisa jenazah yang belum teridentifikasi ada 24 body parts terdiri dari 13 jenazah masih pemeriksaan, 11 masih di cold storage (ruang pendingin). Dari total body dan body parts korban AirAsia yang sudah dikirim ke Surabaya, yaitu 93 jasad, kondisi jenazah-jenazah dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah kondisinya masih relatif baik, termasuk 13 jenazah yang tiba Kamis sore kemarin.

42. Hari ke-42 (Sabtu 07/02/2015) Jenazah Berbaju Pilot & Berdasi Air Asia Ditemukan Tim Penyelam

Jenazah pilot atu co-pilot ditemukan di Selat Karimata. Saat ditemukan, jenazah berada di bangkai kokpit pesawat, ditubuhnya masih menggunakan baju pilot kombinasi warna putih-biru. Kondisi jenazah susah dikenali dan tak utuh. Selain baju pilot, jenazah tersebut juga menggunakan dasi bertuliskan Air Asia.

Awalnya, para penyelam hanya melakukan penyelaman di badan pesawat. Setelah semua jenazah di badan pesawat terangkat, mereka bergeser ke area kokpit yang berjarak sekitar 40 meter. Di sanalah, para penyelam menemukan jenazah berpakaian pilot yang masih duduk di kursi kemudi. Jenazah kemudian diangkat ke KM Pacitan. Dengan ditemukannya jenazah yang diduga pilot Air Asia itu, jumlah total korban yang ditemukan sebanyak 101 orang. Sebanyak 94 korban sudah dibawa ke Surabaya. Sedangkan tujuh sisanya masih berada di KM Pacitan.

43. Hari ke-43 (Minggu 08/02/2015)

Hari ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, gagal mengidentifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501. Tim DVI telah menerima tujuh body parts lagi dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sehingga total body maupun body parts yang diterima ada 100 jenazah ditambah potongan tubuh non-human.

44. Hari ke-44 (Senin 09/02/2015) Korban berkewarganegaraan Malaysia berhasil diidentifikasi

Korban AirAsia QZ8501 berkewarganegaraan Malaysia berhasil diidentifikasi hari ini, Senin (9/2). Body parts berlabel B086 atas nama Chung Huei Sii, laki-laki, usia 56 tahun itu, dikenali berdasarkan pemeriksaan gigi dan temuan kartu kredit yang masih melekat di tubuhnya.

Kemarin tim DVI telah menerima tujuh body parts lagi dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sehingga total body maupun body parts yang diterima ada 100 jenazah ditambah potongan tubuh non-human. Dengan tambahan satu jenazah teridentifikasi hari ini, maka total jenazah yang berhasil dikenali Tim DVI ada 73 orang plus satu non-human.  Dengan rincian 73 sudah teridentifikasi, 27 sisanya masih di cold storage (ruang pendingin).

45. Hari ke-45 (Selasa 10/02/2015)

Tim DVI Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi dua body parts korban AirAsia QZ 8501 hari ini, jenazah Co Pilot berlabel B097 atas nama Remi Plesel (46), asal Prancis dan berlabel B098 atas nama Megawati (42), asal Surabaya.

Dengan tambahan dua jenazah teridentifikasi ini, maka jumlah korban AirAsia yang dikenali hingga hari ini ada 76 korban termasuk non human. Sedangkan total jenazah yang ditemukan atau sudah dikirim ke Surabaya ada 101 (tidak termasuk non human) body dan body part, namun sudah termasuk tambahan satu body parts berupa telapak kaki dan sepatu yang dikirim dari RS Bhayangkara Makassar pagi tadi. Untuk 26 sisanya masih tersimpan di cold storage (ruang pendingin).(lihat manifest seluruh penumpang dan krew pada bagian bawah halaman disini).

Berikut rincian jenazah yang telah teridentifikasi:

B001, Hamid, Hayati Lutfiah (42)/Sidoarjo
B002, Linaksita, Grayson Herbert (11)/Surabaya
B003, Gunawan Syawal, Hendra (23)/Surabaya
B004, Khairunisa Haidar Fauzi (22)/Flight Attendant/Palembang
B005, Josel, Shiane (45)/Makassar
B006, Soetjipto, Kevin Alexander (22)/Malang
B007, Andriani, Ratri Sri (30)/Surabaya
B008, Theja kusuma, Themeji (44)/Surabaya
B009, Djomi, Martinus (27)/Surabaya
B010, Puspitasari, Ruth Natalia Made (26)/Blitar

B011, Yuanita, Jou Christine (62)/Surabaya
B012, Sia, Soetikno (60)/Surabaya
B013, Giovanni, Justin (9)/Surabaya
B014, Liangsih, Indahju (44)/Surabaya
B015, Gunawan, Jie Stevie (10)/Surabaya
B016, Limantara, Juanita (30)/Surabaya
B017, Giovani, Nico (17)/ Surabaya
B018, Wismoyo Ari Prambudi (24)/Flight Attendant/Klaten
B019, Soetjipto, Cindy Clarissa (15)/Malang
B020, Sholeh, Marwin (50)/Tulungagung

B021, Liem, Yam Koem (61)/Surabaya
B022, Linaksita, Tony (42)/Surabaya
B023, Soetjipto, Rudy (54)/Malang
B024, Oscar Desano (27)/Flight Attendant/Jakarta
B025, Suseno, Djoko (43)/Sidoarjo
B026, Youvito, Jou Brian (19)/Surabaya
B027, Soewono, Yenni (38)/Surabaya
B028, ? (unidentified)
B029, Youngki, Jou (53)/Surabaya
B030, Youvita, Elisabeth (20)/Surabaya

B031, Yulianto, Indra (51)/Probolinggo
B032, Yulianto. Stephanie (17)/Probolinggo
B033, Halim, Hindarto (61)/Surabaya
B034, Hutama, Christanto Leoma (21)/Tulungangung
B035, Krisputra, Sesha Aldi (15)/Pasuruan
B036, Wijaya, Bob Hartanto (25)/Malang
B037, Kho, Vera Chandra (19)/Tarakan
B038, Gunawan, Jie Stephanie (21)/Surabaya
B039, Astutik, Yuni (40)/Blitar
B040, Yulianto, Albertus Eka Surya (10)/Probolinggo

B041, Liman, Susandhini (38)/Malang
B042, Darmaji, The (67)/Malang
B043, Gunawan, David (37)/Surabaya
B044, ? (unidentified)
B045, Widjaja, Andreas (30)/Surabaya
B046, Kho, Kosuma Chandra (55)/Tarakan
B047, Lee, Kyung Hwa (34)/South Korea
B048, Park, Seongbeom (37)/South Korea
B049, Suseno, Naura Kanita Rosada (9)/Surabaya
B050, Susiyah, Susiyah (40)/Kediri

B051, Utomo, Soesilo (46)/Surabaya
B052, Hartono, David (23) /NTT
B053, Claudia Ardhi, Marianne (11)/Surabaya
B054, Tanus, Herumanto (44)/Surabaya
B055, Putri, Gusti Ayu Made Keisha (10)/Malang
B056, Ann Santiago, Jasmine Rose (15)/Pasuruan
B057, Permata, Gusti Atu Putriyan (16)/Malang
B058, Widodo, Nanang Priyo (44)/ Malang
B059, Nurwatie, Donna Indah (39)/Malang
B060, Fernando, Adrian (13)/Surabaya

B061, Abraham, Viona Florensa (19)/Pulau Leti, Maluku Barat Daya
B062, Sari, Lia (36)/Mojokerto
B063, ? (unidentified)
B064, Oei, Jinny Sentosa Winata (60)/Surabaya
B065, Yuni, Indah (24)/Ponorogo
B066, Biantoro, Djarot (53)/Malang
B067, Harja Subagio, Prawira (31)/Sidoarjo
B068, Wanti Setiawati (30)/Senior Flight Attendant/Bandung
B069, Winata, Inggrid Jessica (9)/Surabaya
B070, ? (unidentified)

B071, Saiful Rakhmad (38)/Flight Engineer/Jakarta
B072, Fei, Joe Jeng (48)/Surabaya
B073, ? (unidentified)
B074, ? (unidentified)
B075, ? (unidentified)
B076, ? (unidentified)
B077, ? (unidentified)
B078, ? (unidentified)
B079, ? (unidentified)
B080, ? (unidentified)

B081, ? (unidentified)
B082, ? (unidentified)
B083, ? (unidentified)
B084, ? (unidentified)
B085, ? (unidentified)
B086, Sii, Chung Huei (56)/Malaysia
B087, ? (unidentified)
B088, ? (unidentified)
B089, ? (unidentified)
B090, ? (unidentified)

B091, ? (unidentified)
B092, ? (unidentified)
B093, ? (unidentified)
B094, ? (unidentified)
B095, ? (unidentified)
B096, ? (unidentified)
B097, Remi Emmanuel Plesel (46)/Flight officer/France
B098, Megawati, Megawati (42)/Surabaya
B099, ? (unidentified)
B0100, ? (unidentified)
B0101, ? (unidentified)

Untuk perkembangan selanjutnya, silahkan baca artikel pada bagian ke-5, Inilah Penemuan dan Hasil Penyelidikan Blackbox (Air Asia QZ-8501 PART-5)

(sumber: AP/ bbc/ cnn/ google/ yahoo/ tribunnews/ tempo/ merdeka/ suara/ kompas/ vivanews/ detik/ wikipedia/ berbagai sumber lainnya)

https://indocropcircles.files.wordpress.com/2012/05/stop-gambar-vulgar1.jpg?w=640


VIDEO:

Video the MISSING Plane: AirAsia A320 PK-AXC taking off at Perth Airport

[MAYDAY / AIR CRASH INVESTIGATION] AIR ASIA 8501: ANATOMY OF A CRASH (40 minutes):

Artikel Terkait Lainnya:

“The Black Hand”, Dibalik Misteri Jatuhnya AirAsia Rute Surabaya-Singapura (Air Asia QZ-8501 PART-1)

Misteri Seputar Pesawat (Air Asia QZ-8501 PART-2)

Ini Dia, Beberapa Penyebab Jatuhnya Pesawat (Air Asia QZ-8501 PART-3)

Inilah Penemuan dan Hasil Penyelidikan Blackbox (Air Asia QZ-8501 PART-5)

blackhand behind AirAsia QZ8501

Artikel Lainnya:

Hah! Pesawat Air Asia Thailand Berhantu?

Takkan Pernah Ditemukan: Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Jurusan KL – Beijing

Misteri Ditembaknya Malaysian Airlines MH-17 di Udara Ukraina

7 Pesawat Komersil Yang Ditembak Jatuh Sejak 1955

Misteri Segitiga Masalembo, Segitiga Bermudanya Indonesia

[PHOTO] 8 Jenis Awan Yang Manakjubkan

Operasi Woyla 1981: Pembebasan Sandera Pembajakan Pesawat Garuda di Thailand

Eropa Heboh! Tahun 1935: Pesawat ‘Made In’ Bandung Mendarat Di Belanda!

Pesawat N-219 Buatan Indonesia, Sudah Kantongi 100 Pesanan

Pesawat R-80 Buatan Indonesia Yang Canggih Di Kelasnya, Sudah Kantongi 125 Pesanan

Kontroversi Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia

Hasil Investigasi Resmi Versi KNKT: Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100

[GALLERY & VIDEO ISTIMEWA] PENERBANGAN SUKHOI KE-2: Sebelum Jatuh di Gunung Salak

Misteri Gunung Salak Dan Beberapa Kecelakaan Pesawat

Depopulasi Dunia: Pesawat Semprot Zat Kimia Berupa “Chemtrails” di Angkasa

Inilah Penyebab Jatuhnya Lion Air di Bali

[BAHAS TUNTAS] Dibalik Layar: Fakta Nyata Tragedi WTC 9/11/ 2001 Telah di Rakayasa

Flashback: Dikala Kremlin Heboh, Pilot Bocah Tembus Udara Soviet Tahun 1987

Diduga Tabrak UFO: Hidung Pesawat Air China Penyok di Ketinggian 8 Km!

Pilot Airbus saksikan UFO di atas Heathrow Inggris

Pilot Russia dengar Bahasa Alien, lapor ke petugas Air Traffic Control

*****

http://wp.me/p1jIGd-5X5

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Misteri Indonesia dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s