Inilah Satwa-Satwa yang Punah Dalam 2 Abad Terakhir

flora fauna

Inilah Satwa-Satwa Yang Punah Dalam Dua Abad Terakhir Akibat Ulah Manusia

Menurut Center for Biological Diversity, kini ada hampir 20.000 spesies satwa dan tanaman yang berada dalam risiko tinggi mengalami kepunahan. Jika hal ini terus berjalan, kepunahan masal bisa terjadi hanya dalam beberapa abad kedepan.

Tak seperti terjadinya perubahan musim, hantaman asteroid atau erupsi gunung api, krisis ini terjadi akibat ulah kita sebagai manusia. Menurut lembaga ini, 99 persen spesies yang kini memiliki label terancam, muncul akibat aktivitas manusia yang menyebabkan hilangnya habitat, pengambilan spesies eksotis untuk peliharaan, dan pemanasan global. Berikut satwa-satwa yang telah punah dalam dua abad terakhir akibat kita:

1. Great Auk (Pinguinus impennis) punah tahun 1850-an

The great auk (Pinguinus impennis)

The great auk (Pinguinus impennis) (pict: wikimedia)

Satwa ini tersebar di Kanada, Greenland, Irlandia, hingga Inggris. Berdasarkan data IUCN, pasangan terakhir yang diketahui, dibunuh di Pulau Eldey pada 1844, dan burung yang tak bisa terbang ini terakhir terlihat di pesisir Newfoundland pada 1852. Great auk diburu karena bulu, daging, lemak, dan minyaknya.

2. Serigala Falkland (Dusicyon australis) punah pada 1870-an

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e1/FalklandIslandFox2.jpg/584px-FalklandIslandFox2.jpg

Serigala Falkland (Dusicyon australis) (pict: wikimedia)

Serigala Kepulauan Falkland (Dusicyon australis) adalah satu-satunya mamalia darat asli Kepulauan Falkland, atau yang disebut juga kepulauan Malvinas, sebuah kawasan terpencil 500 km di sebelah timur daratan Argentina.

Satwa terakhir ditemukan mati di kawasan barat kepulauan Falkland pada tahun 1876. Spesies ini adalah satu-satunya spesies modern dalam genus Dusicyon. Genus yang berhubungan paling dekat dengan hewan ini adalah Lycalopex, termasuk Culpeo, yang dibawa ke Kepulauan Falkland pada zaman modern.

Serigala ini diketahui berasal dari Falkland Barat dan Timur. Pada tahun 1868 dan 1870, 2 serigala terakhir Falkland dibawa ke kebun binatang di Inggris. Keduanya mati beberapa tahun kemudian.

3. Quagga (Equus quagga spp. quagga) punah tahun 1883

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a3/Quagga.jpg

The quagga (kwɑːxɑː/ or /ˈkwæɡə) (Equus quagga quagga) (pict: wikimedia)

Quagga merupakan sub-spesies dari Zebra yang berasal dari Afrika Selatan dan pernah ditemukan dalam jumlah besar pada masa lalu. Kulitnya bercorak seperti Zebra namun warnanya cokelat.

Quagga dapat dibedakan dari Zebra lain dengan memiliki tanda pada bagian depan tubuh. Quagga merupakan campuran dari Kuda dan Zebra. Nama Quagga berasal dari kata Khoikhoi untuk zebra.

Akibat corak kulitnya yang unik, serta anggapan bahwa Quagga menjadi pesaing ternak dalam hal makanan, ia diburu dan dibunuh. Quagga punah akibat perburuan oleh manusia yang berusaha mendapat daging dan kulitnya. Quagga terakhir yang diketahui mati di Amsterdam Zoo, Belanda pada 1883.

4. Sea Mink (Neovison macrodon) punah tahun 1890-an

sea mink (Neovison macrodon)

Sea Mink (Neovison macrodon)

Awalnya daerah jelajah Sea Mink berada di hampir sepanjang pesisir Kanada, terutama di daerah New Brunswick dan Newfoundland sampai ke daerah Amerika Serikat bagian utara dan tengah, dari pantai barat sampai ke pantai timur dan dibagian selatan Amerika Serikat sangat sedikit pada masa lalu.

Kemudian wilayahnya semakin menyempit dan mengecil hingga nyaris punah dan terakhir terlihat di daerah timur laut sekitar Massachusetss dan Maine. Keberadaan satwa ini terakhir tercatat pada 1894. Pada 2008, IUCN mengeluarkan publikasi yang menyatakan bahwa satwa ini menyandang status punah.

5. Passenger Pigeon (Ectopistes migratorius) punah tahun 1900-an

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0e/Ectopistes_migratorius_ULaval_1.jpg/640px-Ectopistes_migratorius_ULaval_1.jpg

Passenger Pigeon (Ectopistes migratorius) (pict: wikimedia)

Burung sejenis ini disebut pula sebagai Wild Pigeon atau Merpati Liar, Passenger Pigeon dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai Merpati Penumpang. Habitat burung ini awalnya berada di hutan-hutan luas di bagian timur Amerika Utara dan merupakan spesies merpati yang merupakan salah satu burung yang paling umum di Amerika Serikat.

Diperkirakan bahwa terdapat 5 miliar Merpati Penumpang di Amerika Serikat ketika Eropa mengkolonisasi Amerika Utara. Mereka hidup pada kumpulan besar, dan selama migrasi, mereka dapat terlihat, membutuhkan beberapa hari untuk melewati dan membawa miliaran burung.

Setelah abad ke-19, spesies ini menjadi salah satu burung yang hampir punah. Berkurangnya populasinya disebabkan oleh hilangnya habitat ketika orang Eropa mulai memasuki daerah dalam. Namun, akibat utama kepunahannya adalah ketika daging merpati dikomersialisasikan sebagai makanan murah untuk budak dan orang miskin pada abad ke-19, menyebabkan perburuan besar-besaran.

Lalu keberadaannya semakin terdesak akibat pembukaan lahan untuk pertanian. Kawanan burung merpati ini sering menggangu proses pertanian. Petani pun memburunya dan memakannya. Berdasarkan data IUCN, burung merpati liar yang terakhir ditembak pada 1900, dan survei yang diadakan pada 1910-1911 gagal menemukan burung ini.

Merpati bernama Martha diketahui sebagai merpati penumpang terakhir di dunia yang meninggal diusia 29 tahun di Kebun Binatang Cincinnati, Ohio pada tanggal 1 September 1914.

6. Bison Kaukasus (Bison bonasus caucasicus) punah tahun 1927

Caucasian Bison - Demidoff 1898

Bison Kaukasus (Bison bonasus caucasicus)

Bison Kaukasus atau Caucasian Wisent (Bison bonasus caucasicus) adalah subspesies bison eropa yang menghuni pegunungan Kaukasus yang memanjang di Eropa Timur. Pada abad ke-17, satwa besar ini menghuni kawasan luas di area Kaukasus Barat.

Ketika manusia mulai banyak yang bermukim di sekitar habitatnya pada abad ke-19, populasinya berkurang hingga hanya sepersepuluh dari jumlahnya pad dua abad sebelumnya.

Pada tahun 1860, diketahui populasinya masih ada sekitar 2000-an individu, namun berkurang drastis hingga hanya tersisa 500-an pada 1917, dan 50 individu pada 1921. Meski demikian, perburuan tak berhenti dan tiga individu terakhir ditembak mati pada 1927.

7. Syrian WIld Ass (Equus hemionus hemippus) punah pada tahun 1928

Syrian Wild Ass-London_Zoo

Syrian WIld Ass (Equus hemionus hemippus) di kebun binatang London 1872.

Syrian Wild Ass (Equus hemionus hemippus) atau sering disebut Hemippe adalah subspesies onager (Equus hemionus), spesies kuda yang paling kecil. Satwa ini pernah menghuni kawasan luas di Syria, Yordania dan Irak. Satwa ini diketahui tidak bisa dijinakkan dan dipelihara.

Keunikan satwa ini adalah kemampuan kulitnya berubah warna mengikuti musim. Kulitnya akan berwarna zaitun kecoklatan pada musim panas dan berubah menjadi kuning pucat pada musim panas.

Spesies ini pernah mempunyai populasi yang besar sekitar abad ke-16 dan abad ke-17 dan berkurang drastis akibat perburuan yang tak terkendali, terutama semasa era perang dunia pertama. Pada 1928, spesies terakhir mati di kebun binatang Vienna, Austria.

8. Rusa Schomburgk (Rucervus schomburgki) punah tahun 1932

Schomburgks Deer - Berlin1911

Schomburgk’s deer

Rusa Schomburgk atau Schomburgk’s deer (Rucervus schomburgki) dulunya menghuni beberapa kawasan di Thailand dan tidak ditemukan di negara lain. Habitatnya adalah dataran rawa-rawa dengan rumput panjang, tebu, dan semak-semak; dan nampaknya menghindari kawasan hutan.

Produksi padi secara besar-besaran pada abad ke-19 di Thailand untuk memenuhi permintaan luar negeri memicu hilangnya sebagian besar kawasan semak dan rawa yang selama ini menjadi habitat rusa cantik ini.

Selain itu, perburuan tak terkendali juga membuatnya makin cepat punah. Rusa ini punah di alam liar pada tahun 1932, dan rusa terakhir mati di kebun binatang pada 1938.

9. Tasmanian Tiger (Thylacinus cynocephalus) punah tahun 1936

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fc/TilacinoMadrid.jpg/640px-TilacinoMadrid.jpg

Tasmanian Tiger (Thylacinus cynocephalus) (pict: wikimedia)

Harimau Tasmania ini sering juga disebut Thylacine, awalnya mereka tersebar dipenjuru benua Australia dan pulau Papua. Hewan ini adalah marsupial karnivora masa modern terbesar yang pernah diketahui. Binatang ini disebut Harimau Tasmania karena punggungnya yang bercorak belang, namun ada juga yang menyebutnya Serigala Tasmania, dan dari mulut ke mulut disebut Harimau Tassie (atau tazzy).

Binatang ini adalah spesies terakhir dari genusnya, Thylacinus. Sebagaian besar spesiesnya ditemukan dalam bentuk fosil yang berasal dari awal zaman Miosen. Namun habitat mereka telah berkurang banyak sejak pendatang dari Eropa menjejakkan kakinya di sana. National Museum of Australia menyebutkan bahwa satwa ini dipercaya memangsa hewan ternak hingga sering ditembaki, dijebak, diracuni bahkan perburuannya dihadiahi bersama dengan sejumlah spesies endemik lainnya, termasuk “Setan Tasmania” atau Tasmanian Devil yang termasuk keluarga terdekat spesies ini.

Selain akibat perburuan berhadiah yang berlebihan, kepunahan hewan ini mungkin juga disebabkan oleh serangan penyakit, anjing, dan gangguan manusia terhadap habitatnya. Sebagaimana Harimau dan Serigala dibelahan utara, Harimau Tasmania merupakan pemangsa yang ada di puncak rantai makanan. Sebagai seekor marsupial, binatang ini tidak terkait dengan eutheria. Kemiripan postur dan adaptasinya disebabkan oleh evolusi konvergen.

Menurut IUCN populasinya juga diduga hilang terkait masuknya anjing peliharaan orang Aborigin sejak beberapa ribu tahun silam. Pada tahun 1933, Tasmanian Tiger liar ditangkap dan dimasukkan ke Hobart Zoo, Australia. Satwa itu mati tiga tahun kemudian pada tahun 1936. Sejak itu tak ada lagi bukti nyata keberadaannya di alam liar.

10. Harimau Bali (Panthera tigris balica) punah tahun 1937

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c8/BaronOscarVojnich3Nov1911Ti.jpg

Harimau Bali (Panthera tigris balica) (pict: wikimedia)

Harimau bali (Panthera tigris balica), atau samong dalam bahasa lokal, adalah subspesies harimau yang dinyatakan sudah punah. Harimau bali adalah satwa endemik pulau Bali dan merupakan satu dari tiga subspesies harimau yang ada di Indonesia yaitu harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) dan harimau jawa (panthera tigris sondaica) yang telah dinyatakan punah.

Harimau bali merupakan harimau terkecil dari ketiga subspesies harimau Indonesia. Harimau bali terakhir kali ditembak mati pada tahun 1925 di Sumber Kima, Bali Barat, dan resmi dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937.

Pulau Bali yang kecil dan tutupan hutannya yang terbatas, membuat para ahli meyakini bahwa populasi satwa ini tak pernah besar. Seluruh foto satwa ini sudah dalam keadaan mati ditembak, menandakan bahwa kepunahannya diduga akibat perburuan yang terus menerus, selain karena faktor hilangnya habitat akibat alih fungsi menjadi lahan pertanian dan pemukiman.

11. Caribbean Monk Seal (Neomonachus tropicalis) punah tahun 1950-an

Caribbean monk seal Cms-newyorkzoologicalsociety1910

Specimen Caribbean Monk Seal di New York Aquarium (1910) (pict: wikimedia)

Anjing laut ini disebut juga sebagai West Indian Seal atau Sea Wolf, dan pertama kali dilaporkan terlihat oleh Colombus pada 1494. Pada 1850 deskripsi ilmiahnya pun dibuat berdasarkan koleksi spesimen.

Pada 1887 satwa ini sudah jarang terlihat, dan pada 1915 sekitar 200 anjing laut jenis ini dibunuh di Triangle Keys, di bagian barat Yucatan dekat Mexico. Dalam survei dari udara yang dilakukan pada 1973 oleh US Fish and Wildlife Service, ditemukan adanya aktivitas penangkapan ikan yang tinggi.

Dalam pelayaran melalui Teluk Meksiko serta Semenanjung Yucatan beberapa saat setelahnya, peneliti tak menemukan sama sekali anjing laut ini. Pada 2008, anjing laut yang tak pernah terlihat sejak 1952 ini dinyatakan punah oleh IUCN.

12. Bubal Hartebeest (Alcelaphus buselaphus ssp. buselaphus) punah tahun 1950-an

Alcelaphus_buselaphus_buselaphus

Alcelaphus_buselaphus buselaphus (ilustrasi 1837) (pict: wikimedia)

Bubal Hartebeest disebut juga sebagai Bubal Antelope merupakan sub-spesies Hartebeest, yang sebelumnya ditemukan di utara Gurun Sahara. Subspesies lain yang masih hidup saat ini di padang rumput selatan Sahara, dari Senegal di barat ke Eritrea dan Ethiopia di timur, hingga turun ke tengah Tanzania dari jenis Hartebeest Merah dan Hartebeest Lichtenstein.

Mereka merupakan atau dianggap subspesies alternatif atau adik spesies dari Hartebeest yang umum hadir di Afrika Selatan. IUCN menyebutkan, satwa terakhir dari spesies Bubal Hartebeest ini ditembak antara 1945-1954 di Algeria. Tak ada individu yang sempat ditangkarkan.

13. Singa Berber (Panthera leo leo) punah tahun 1960-an

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/43/Barbary_lion.jpg

Singa Berber (Panthera leo leo) (pict; wikimedia)

Singa Berber (Panthera leo leo) atau dalam bahasa Inggris disebut Barbary Liona dalah sub spesies singa Afrika yang diperkirakan telah punah di alam liar pada pertengahan abad ke-20.

Berbeda dengan jenis lainnya, singa ini memiliki rambut yang lebih panjang dan berwarna gelap, hingga menutupi pundah dan sebagian perutnya. Ukuran rata-ratanya pun juga lebih besar daripada jenis singa lainnya, yaitu mencapai 3,25 meter (panjang dari kepala hingga ekor). Bandingkan dengan rata-rata singa lainnya yang hanya memiliki panjang 2.8 meter.

Beberapa singa berber terakhir mati karena diburu pada tahun 1950-1960-an di Tizi n’Tichka, kawasan pegunungan barat Maroko. Meskipun telah habis di alam liar,WildLink International berusaha untuk mencari apakah masih ada spesies ini di kebun binatang.

Pada maret 2010, ada 2 individu anak singa dikabarkan dipindakan ke Kebun Binatang Texas (AS) sebagai bagian dari program pembiakan kembali singa tersebut. Hingga kini belum diketahui pasti apakah keduanya adalah benar keturunan dari singa besar Afrika tersebut.

14. Tecopa Pupfish (Cyprinodon nevadensis calidae) punah tahun 1970-an

Tecopapupfish

Tecopa Pupfish (Cyprinodon nevadensis calidae) (pict: wikimedia)

Ikan ini berasal dari Gurun Mojave di California dan bisa hidup di perairan dengan suhu hingga 42 derajat Celsius. Tecopa pupfish adalah subspesies dari Pupfish Amargosa (Cyprinodon nevadensis).

Berbadan kecil dan tahan panas, Pupfish adalah ikan endemik yang hidup pada aliran keluar dari sepasang mata air panas di Gurun Mojave California.

Akibat hadirnya spesies non-pribumi, modifikasi habitat dan pembangunan yang dilakukan manusia di Tecopa Hot Springs pada pertengahan abad ke-20 serta penggabungan dua mata air, menjadikan habitat sumber air panas ini tak cocok untuk ikan-ikan kecil seperti Tecopa Pupfish, hingga mereka punah pada sekitar tahun 1970-an.

15. Harimau Jawa (Panthera tigris ssp. sondaica) punah tahun 1970-an

Panthera tigris sondaica, Harimau Jawa, Javan Tiger1825

Panthera tigris sondaica, Harimau Jawa, Javan Tiger1825

Harimau Jawa adalah subspesies harimau yang hidup terbatas (endemik) di Pulau Jawa. Walaupun mulai hilang keberadaannya dari sebagian besar Pulau Jawa pada tahun 1940-an, keberadaan harimau ini tercatat terakhir di Taman Nasional Meru Betiri pada 1976.

Harimau Jawa punah akibat perburuan serta habitat hutan yang menciut dan akibat perburuan serta perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis.

Seidensticker menulis jurnal ilmiah pada 1987, yang menyatakan bahwa Javan Tiger atau Harimau Jawa nampaknya punah pada pertengahan tahun 1970-an, dalam keterangan laman IUCN. Sayangnya, tak ada Harimau Jawa yang sempat ditangkarkan.

16. Badak Hitam Afrika Barat (Diceros bicornis longipes) punah tahun 2006

Diceros_bicornis_longipes

Tengkorak asli dari Badak Hitam Afrika Barat (The western black rhinoceros / West African black rhinoceros) (pict: wikimedia)

Badak Hitam dari Afrika bagian barat ini disebut pula sebagai The western black rhinoceros atau West African black rhinoceros, yang merupakan sub-spesies dari Badak Hitam.

Alih-alih menemukan jejak keberadaannya berupa kotoran, atau tanda-tanda kegiatan makan, para peneliti malah menemukan tanda-tanda adanyaperburuan liar.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap kegiatan perburuan liar itu, tak adanya tindakan dari pemerintah Kamerun, serta permintaan gading dunia yang terus meningkat.

Menurut IUCN, area jelajah terakhir yang diketahui dari badak ini ada di Kamerun. Namun, survei yang dilakukan pada 2006 lalu tak berhasil menemukan satu pun badak, IUCN menetapkan bahwa spesies ini punah pada 2011 lalu.

VIDEO: Why are we here on Earth?

(Titania Febrianti. Sumber: Wikipedia, IUCN, Huffingtonpost via NatGeo Indonesia)

Artikel Lainnya:

Misteri Harimau Jawa: Benarkah Sudah Punah? Peneliti Akan Membuktikan

Masih Ada Badak Sumatera di Kalimantan! Seekor Betina Tertangkap

[Kuda Nil di Jawa] Ilmuwan Temukan Fosil Gigi Kudanil di Tulungagung

Misteri Katak Sulawesi: Satu-Satunya Spesies Katak Melahirkan Kecebong

Aneh! Monyet Ini Lama Punah, Lalu Ditemukan Lagi di Indonesia

60 Tahun Hilang, Rusa Misterius Bertaring Mirip Vampir Ini Muncul Lagi di Afghanistan

Bangkai Misterius Terdampar di Pantai Kuching, Malaysia

Harimau Purba “Si Taring Panjang” Sabertooth Ternyata Vegetarian!

Binatang Misterius Yang Diduga Chupacabra Tertembak di Amerika

Primata Baru Misterius: Monyet “Tak Berhidung” di Myanmar

Ditemukan, Ikan Yang Tak Punya Otak, Sirip dan Wajah!

Rusa Bertanduk “Unicorn” Lahir di Italia

Spesies Baru: Bunglon Terkecil di Dunia, Cuma Sebesar Kuku!

Ditemukan Cara Kembali Hidupkan “Gajah Raksasa” Mammoth

[PIC & VIDEO] Wow!! Paus Langka Berkepala Dua Terdampar di Meksiko

[FOTO & VIDEO] Makhluk “Yeti” Ini Terekam Kamera di Russia

Nenek Moyang Unta Gurun Hidupnya di Salju!

8 Hewan Dengan Perilaku Paling Misterius di Dunia

10 Makhluk Tertua Yang Masih Hidup Hingga Kini

Ilmuwan Temukan Bukti Eksistensi Monster Laut

Koloni Lebah Menyusut: Jika Lebah Musnah Maka Manusia Ikut Punah!

*****

http://wp.me/p1jIGd-6jz

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Flora Fauna Cryptozoology. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s