Lebih Dekat: Gejala-Gejala “Miningitis”, Radang Selaput Otak

medical disease headers

Lebih Dekat: Ini Gejala-Gejala “Miningitis”, Radang Selaput Otak

Apakah penyakit radang selaput otak Olga Syahputra menular?

Apa itu meningitis, apa penyebabnya, dan bagaimana gejalanya? Menurut ilmu kedokteran, Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada selaput otak atau dikenal dengan menigen (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Meningitis memang penyakit yang serius. Penyakit radang selaput otak ini dapat disebabkan oleh berbagai mikro-organisme, seperti virus, bakteri, protozoa dan jamur.

Meningitis yang disebabkan virus umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa perawatan spesifik. Namun, meningitis akibat bakteri dapat berakibat serius, seperti kerusakan otak dan kehilangan pendengaran.

Meningitis terdapat dua jenis

Secara umum, meningitis terdapat dua jenis, yaitu:

1. Meningitis Bakterialis

Disebabkan bakteri Neisseria meningitidis atau Streptococcus dan dapat menyebar melalui kontak jarak dekat.

2. Meningitis Virus

Disebabkan virus dan dapat menyebar melalui batuk, bersin, bahkan lingkungan tidak higenis.

Biasanya, meningitis memang paling rawan menyerang jemaah haji, Arab Saudi adalah negara epidemis penyakit meningokokus, penyebab meningitis. Selain itu, jemaah haji yang datang ke Mekkah sebagian besar berasal dari negara Sub-Sahara Afrika yang merupakan meningitis belt, atau daerah endemis penyakit ini. Itulah sebabnya, mengapa sebelum melakukan perjalanan haji dan umroh, orang diwajibkan melakukan vaksinasi.

Tanda-tanda awal meningitis hampir mirip dengan influenza. Dan gejala penyakit ini dapat berkembang selama beberapa jam atau lebih, atau selama dua hari.

Gejala awal

Orang yang terinfeksi meningitis akan mengalami beberapa gejala khas, mulai dari mual, muntah, demam tinggi mendadak, serta rasa kaku di belakang leher.

Kakunya bagian kuduk tersebut disebabkan serangan kuman meningitis ke daerah selaput dan korda spinalis yang merupakan sistem saraf pusat. Masifnya serangan menimbulkan rasa kaku pada penderita yang bisa timbul 2-3 hari setelah tertular kuman meningitis.

Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan melakukan tes darah serta mengambil cairan serebrospinal dan tempat infeksi lainnya. Gejala awal yang mungkin terjadi pada orang yang terjangkit meningitis:

– Demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba.
– Sakit kepala parah yang terus-menerus.
– Hilang fokus/Sulit berkonsentrasi.
– Muntah.
– Leher kaku.
– Tidak nafsu makan.
– Kejang.

Karena meningits kemunculannya kerap dikira seperti flu, membuat penderitanya kerap mengabaikan. Padahal meningitis merupakan penyakit sangat serius.

Penyebab Meningitis

Penularan bakteri yang bersifat langsung dapat terjadi melalui udara atau kontak dengan cairan pada saluran pernapasan, misalnya, pemakaian gelas bersama. Kuman akan menempati daerah nasofaring, kemudian menembus selaput lendir.

Dalam kondisi tubuh lemah, mikroorganisme dari nasofaring dapat masuk ke dalam sirkulasi darah, kemudian menyebar ke selaput otak, sendi, jantung, serta ke seluruh tubuh.

Meningitis umumnya berasal dari infeksi virus, tetapi itu juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi jamur juga dapat menyebabkan meningitis, namun kondisi ini masih jarang terjadi.

Berikut adalah beberapa penyebab meningitis:

– Meningitis bakteri akut

Meningitis bakteri akut umumnya terjadi karena masuknya bakteri ke aliran darah dan berpindah ke otak dan sumsum tulang belakang. Namun, hal itu juga bisa terjadi sebagai akibat dari infeksi sinus atau telinga, patah tulang tengkorak, atau setelah operasi, sehingga bakteri langsung menyerang meninges.

– Meningitis viral

Meningitis viral tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sekelompok virus yang dikenal sebagai enterovirus menjadi penyebab dari jenis meningitis ini. Virus terebut cenderung menyebar di akhir musim panas dan awal musim gugur. Virus seperti virus herpes simplex, HIV, gondok, virus West Nile dan lain-lain juga dapat menyebabkan meningitis viral.

– Meningitis kronis

Meningitis kronis terjadi ketika organisme tumbuh secara lambat dan kemudian menyerang selaput dan cairan otak. Meskipun meningitis akut menyerang secara tiba-tiba, meningitis kronis berkembang lebih dari dua minggu atau lebih. Namun demikian, tanda-tanda awal meningitis kronis – sakit kepala, demam, muntah dan sulit fokus – serupa dengan meningitis akut.

– Meningitis jamur

Meningitis jamur relatif jarang ditemui dan dapat berubah menjadi meningitis kronis. Namun, jenis meningitis ini tidak menular dari orang ke orang. Meningitis kriptokokus adalah jenis jamur yang umum ditemukan pada penyakit yang mempengaruhi orang-orang dengan defisiensi imun, seperti AIDS.

– Penyebab lainnya

Meningitis juga bisa dipicu oleh sesuatu yang tidak menular, seperti reaksi kimia, alergi obat, beberapa jenis kanker dan penyakit inflamasi seperti sarkoidosis.

Apakah penyakit radang selaput otak Olga Syahputra menular?

Faktor Resiko terjangkit meningitis

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko terjangkit meningitis:

– Tidak menerima vaksin

Orang yang belum pernah mendapatkan vaksin meningitis memiliki risiko lebih tinggi terjangkit penyakit ini.

– Usia

Sebagian besar kasus meningitis viral terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Sementara itu, meningitis bakteri biasanya mempengaruhi orang di bawah 20 tahun, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkampungan.

– Hidup di daerah yang padat

Mereka yang tinggal di daerah yang padat memiliki risiko lebih tinggi terjangkit meningitis meningokokus. Peningkatan risiko ini terjadi karena bakteri menyebar melalui pernapasan dan cenderung menyebar dengan cepat di mana pun kelompok besar berkumpul.

– Kehamilan

Wanita hamil juga memiliki peningkatan risiko tertular listeriosis, infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jika Anda memiliki listeriosis, bayi Anda yang belum lahir juga berisiko terjangkit.

– Sistem kekebalan tubuh

Faktor-faktor yang dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh – termasuk AIDS, kecanduan alkohol, diabetes dan penggunaan obat imunosupresan – juga membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap meningitis.

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi pada penyakit ini bisa sangat fatal. Penderita bisa mengalami ketulian, kejang dan infark otak yang menjurus ke cacat menetap, bahkan kematian. Komplikasi dari meningitis bisa sangat parah, termasuk:

– Gangguan pendengaran (tuli).
– Kesulitan mengingat.
– Ketidakmampuan untuk belajar.
– Kerusakan otak.
– Susah berjalan.
– Kejang.
– Gagal ginjal.
– Syok.
– Kematian.

Jika meningitis sudah memasuki tahapan akut, membran yang menutup otak dan sumsum tulang belakang akan terganggu fungsinya. Akibatnya, kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.

Obat Miningitis

Ada pertanyaan mendasar, apakah ada obat yang dapat menyembuhkan dari penyakit ini? Menurut Ketua Masyarakat Ilmuwan Teknolog Indonesia (MITI) yang juga founder sekaligus CEO dari CTECH Lab EdWar Technology, Profesor Warsito P. Taruno mengatakan bahwa obat atau teknologi sifatnya hanya membantu tubuh melawan penyakit atau membuat sistem imunitas artifisial yang sifatnya sementara.

Profesor Warsito mengatakan bahwa Meningitis adalah radang otak, obat yang paling efektif adalah daya imunitas yang berasal dari dalam tubuh sendiri. Tetapi kalau ada masalah dalam sistem imunitas tubuh sendiri, maka obat apa pun tak akan mampu menahan.

Meski begitu, ada teknologi lain yang bisa menyembuhkan meningitis yakni dengan teknologi imunoterapi.

“Ada (teknologi), tetapi obatnya sifatnya harus membantu sistem imunitas tubuh. Teknologi itu disebut imunoterapi,” ungkap Profesor Warsito.

Teknologi ini cukup berkembang di Jepang, mekanisme kerjanya dengan mengambil serum dari plasma darah yang mengandung antibodi, kemudian serum itu diperbanyak secara laboratorium dan disuntikkan kembali ke dalam tubuh. Dengan begitu, maka sebenarnya tubuh sendirilah yang melawan penyakit itu dengan antibodinya sendiri.

Siapa yang Rentan Terkena Meningitis?

Meningitis yang terjadi ketika disebabkan oleh bakteri akan lebih bahaya dibandingkan viris. Pneumokokus merupakan bakteri jahat yang dapat menjadikanseseorang kehilangan nyawanya terutama anak-anak.

Bakteri ini dapat hidup dalam tenggorokan dengan persentase 10 persen pada orang yang sehat, baik pada anak-anak, bayi maupun orang dewasa. Orang-orang yang rentan terkena meningitis adalah :

– Usia

Meningitis dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Bakteri atau virusini bisa terjadi pada anak-anak terutama mereka yang berusia di bawah 5 tahun. Pada tahun 1980-an ditemukanya viksin untuk anak, dan usia pasien meningitis mulai bergeser dari usia 15 bulan hingga 25 tahun.

– Orang yang berkumpul atau tinggal di hunian padat penduduk

Hidup dengan kepadatan penduduk yang tinggi merupakan ancaman terjadinya penyakit meningitis. Misalkan seorang siswa yang bertempat di asrama atau bagi orang tua yang menitipkan anaknya di penitipan anak akan lebih tinggi resikonya terkena meningitis. Masalah ini di sebabkan karena penyakit ini akan lebih mudah menyebar ke kelompok orang yang berkumpul.

– Ibu hamil

Masalah meningitis juga dapat menyerang bagi mereka wanita hamil. Hal ini karena terjadi peningkatan kontraksi akibat meningitis yang  disebabkan oleh bakteri yang bernama listeria, adalah salah satu bakteri penyebab meningitis. Wanita hamil yang terjangkit listerosis maka bayi yang masih dalam kandungan dapat terancam terkena.

– Bekerja di lingkungan yang berhubungan dengan hewan

Resiko terkena meningitis juga bisa terjadi pada mausia akibat tertular oleh hewan. Apalagi bagi para pekerja yang berhubungan dengan hewan.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah antara lain:

  • Bayi yang lahir kurang bulan (prematur) dan berat lahir rendah
  • Bayi yang hanya diberi ASI sebentar atau sedikit
  • Orang yang sering terpapar asap rokok
  • Orang yang sering mengalami infeksi virus di saluran pernapasan
  • Penderita penyakit kronis seperti kanker dan diabetes, penderita HIV
  • Pengguna obat immunosuppresan juga lebih rentan terhadap meningitis.

Obat Miningitis

Ada pertanyaan mendasar, apakah ada obat yang dapat menyembuhkan dari penyakit ini? Menurut Ketua Masyarakat Ilmuwan Teknolog Indonesia (MITI) yang juga founder sekaligus CEO dari CTECH Lab EdWar Technology, Profesor Warsito P. Taruno mengatakan bahwa obat atau teknologi sifatnya hanya membantu tubuh melawan penyakit atau membuat sistem imunitas artifisial yang sifatnya sementara.

Profesor Warsito mengatakan bahwa Meningitis adalah radang otak, obat yang paling efektif adalah daya imunitas yang berasal dari dalam tubuh sendiri. Tetapi kalau ada masalah dalam sistem imunitas tubuh sendiri, maka obat apa pun tak akan mampu menahan.

Meski begitu, ada teknologi lain yang bisa menyembuhkan meningitis yakni dengan teknologi imunoterapi.

“Ada (teknologi), tetapi obatnya sifatnya harus membantu sistem imunitas tubuh. Teknologi itu disebut imunoterapi,” ungkap Profesor Warsito.

Teknologi ini cukup berkembang di Jepang, mekanisme kerjanya dengan mengambil serum dari plasma darah yang mengandung antibodi, kemudian serum itu diperbanyak secara laboratorium dan disuntikkan kembali ke dalam tubuh.

Dengan begitu, maka sebenarnya tubuh sendirilah yang melawan penyakit itu dengan antibodinya sendiri. Demikianlah beberapa penjelasan tentang penyakit meningitis. Keep healthy.

(sumber: Mayo Clinic / facebook / merdeka / nationalgeographic)

*****

http://wp.me/p1jIGd-6lk

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Penyakit & Kesehatan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s