Misteri Batuan di Gunung Padang Mengandung Listrik (Gunung Padang – PART 12)

Gunung Padang Cianjur

Misterius, Batuan di Gunung Padang Mengandung Listrik, Apakah Dulunya Gunung Padang Adalah Pembangklit Listrik? (Gunung Padang – PART 12)

Batu gunung padang mengandung listrik 04

Uji tes kelistrikan di hari Sabtu 4 April 2015 lalu pada salah satu pecahan batuan terkecil di Gunung Padang, membuat banyak orang dilokasi situs menjadi takjub.

Pada salah satu bongkahan batuan terkecil di Gunung Padang, ketika di tes uji kelistrikan terhadap bongkahan itu oleh avometer atau alat pengukur listrik, terlihat pada tampilan digital tertera angka yang menunjukkan besaran voltase!

Batu gunung padang mengandung listrik 01

Uji tes kelistrikan Sabtu 4/4/2015 lalu pada salah satu pecahan batuan terkecil di Gunung Padang mengandung listrik 0,6 volt. (Pic: AtlantisIndonesia@Facebook)

Batu Gunung Padang itu mengandung listrik dengan arus DC sebesar 0,6 volt. Ternyata batu-batu itu mengandung listrik!

Kemudian pada saat batu-batu Gunung Padang itu disusun dalam rangkaian seri, terlihat pada avometer, bahwa voltase dan arus listrik menjadi naik yaitu sebesar 1,2 volt dengan arus sebesar 2,3 ampere!

Tentu hal ini sangat menarik sekaligus menjadi misteri baru dari situs Gunung Padang Cianjur.

Apakah jika ribuan batuan di Gunung Padang disusun lagi akan dapat menghasilkan listrik yang sangat besar?

Dan apakah dapat membuktikan bahwa dahulunya Gunung Padang adalah sebuah reaktor pembangkit listrik berbasis Nano Teknologi atau Nanotech?

Apa itu Nanoteknologi?

Nanoteknologi adalah manipulasi materi pada skala atomik dan skala molekular. Diameter atom berkisar antara 62 pikometer, sedangkan kombinasi dari beberapa atom membentuk molekul dengan kisaran ukuran nano.

Deskripsi awal dari nanoteknologi mengacu pada tujuan penggunaan teknologi untuk memanipulasi atom dan molekul untuk membuat produk berskala makro. Sedangkan deskripsi yang lebih umum untuk Nanoteknologi adalah manipulasi materi dengan ukuran maksimum 100 nanometer.

Di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengembangkan nanoteknologi sejak tahun 2000-an namun belum mampu mengkomersilkannya.

Hal yang paling mendasar dalam menghambat perkembangan teknologi nano di Indonesia adalah ketiadaan alat pengukuran (metrologi) nanomaterial.

Kepala Pusat Inovasi LIPI menyatakan bahwa sudah 13 tahun pengembangan nanoteknologi di Indonesia berjalan sehingga tahap yang dituju sekarang adalah komersialisasi produk nanomaterial berbasis kegiatan riset.

Pembangkit listrik dari Benang Nano

Seiring dengan perkembangan teknologi nano, kini beberapa grup riset yang concern mengembangkan teknologi nano sudah mampu membuat sebuah divais dari struktur nano untuk menghasilkan arus listrik, medan electromagnetic, bahkan mampu mengeluarkan radiasi dalam orde subatomic. Divais/alat berukuran nano yang mampu membangkitkan energi listrik disebut sebagai nano-generator.

Karena baru, maka riset tentang nano-generator baru dilakukan oleh beberapa grup yang berkecimpung di dunia nano. Salah satunya adalah grup riset dari Georgia Institute of Technology, mereka sedang mengembangkan sebuah prototip nano-generator yang menggunakan struktur benang nano (nanowire) untuk menghasilkan listrik ketika wire dalam ukuran nano tersebut bergetar.

nanowire

Bentuk dari ZnO nanowire. Nanowire dari ZnO yang mengkonversi energy mekanik menjadi listrik (chem-is-try.org).

Nanowire pada prototype tersebut terbuat dari bahan ZnO (seng oksida), arus yang timbul dari nanowire tersebut adalah sebagai efek dari piezoelectric (timbulnya sifat listrik akibat perubahan energy mekanis dari material).

 Desain dari nanogenerator tersebut hingga saat ini masih menjadi objek riset dan masih berada dalam tahap pengembangan. Para ilmuwan memprediksikan bahwa nanogenarator akan diperkenalkan ke public sejak tahun 2010-2011.

Hingga saat ini mayoritas dari perangkat elektronik yang portable (contoh: jam tangan, etc), energinya masih sangat tergantung pada baterai. Saat ini para ilmuwan sedang mengembangkan dan mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat elektronik mudah dan praktis dalam suplai energinya.

Hal tersebut dapat direalisasikan dengan metode pengembangkan teknologi benang nano (nanowire) dari bahan murah (ZnO) yang dapat memproduksi energy mekanik yang cukup untuk dikonversikan menjadi energy listrik.

kujang gunung padang 001

Batu “Kujang” yang ditemukan di situs Gunung Padang memiliki alur serat logam.

Bagaimana listrik dihasilkan dari nano wire?

Prof Zhong Lin Wang dari Georgia Tech mengilustrasikan bahwa bila kita berjalan kaki, maka daya listrik yang dihasilkan kira-kira oleh tubuh kita adalah 67 watt, gerakan jari2 kita menghasilkan 0.1 watt, pernapasan kita 1 watt. Nah bila kita mampu mengkonversikan fraksi dari daya tersebut, maka tubuh kita mampu menjadi sumber energi untuk sebuah divais elektronik.

Secara konseptual lanjut Prof Zhong Lin Wang, dia mampu mendemostrasikan konversi daya yang mungkin untuk sebuah divais mencapai 17-30 persen dari total daya yang dihasilkan oleh tubuh kita.

Hasil dari penelitian di grup riset Prof Zhong Lin Wang dapat mengkonfirmasi sebuah teori bahwa: ZnO nanowire akan menunjukkan efek piezoelektrik yang sangat baik, yaitu menghasilkan sifat listrik dari respon tekanan mekanik. Biasanya muatan negative dan positif dari ion Zinc dan Oksigen di dalam kristal ZnO nanowire saling meniadakan.

pzt2

fenomena dihasilkannya arus listrik akibat kontak metal dan semikonduktor. Listrik dihasilkan dari kontak metal (tip AFM) dan semikonduktor (ZnO nanowire). (chem-is-try.org).

Namun ketika wire (kabel atau serat) secara kimiawi tumbuh di permukaan elektroda, wire tersebut membengkok akibat adanya vibrasi external dari tip yang berskala nano.

Tip tersebut adalah tip dari atomic force microscopy (AFM) yang terbuat dari bahan silicon (Si) yang dilapisi oleh platina (Pt). Pembengkokan dari ZnO nanowire menyebabkan terjadinya dipol listrik di dalam sebuah nanowire.

Pada bagian yang mengalami kompresi bermuatan negatif sedangkan bagian yang terekpansi bermuatan positif. Hal itu disebabkan Zn2+ dan pole negatif akibat dari O-2. Maka dengan adanya kontak metal semikonduktor mengakibatkan adanya rektifikasi Schotcky gap seperti pada jembatan semikonduktor tipe positif dan negative (p-n junction).

Kontak antara tip AFM dengan kutub yang bermuatan positif disebut forward bias dan sebaliknya tip AFM dengan kutub negative disebut reverse bias.

Pada keadaan forward, bias elektron akan mudah mengalir ke metal sebaliknya pada reverse bias elektron akan mengalami kesulitan. Fenomena itu dapat dilukiskan oleh grafik hubungan antara tegangan dan arus pada dioda, sedangkan mekanisme tranport-nya dapat diilustrasikan secara mudah dengan melihat diagram energi antara metal dan semikonduktor.

sensor-gula

Sensor gula darah yang berada di bawah permukaan kulit manusia (chem-is-try.org).

 Sungguh luar biasa perkembangan nanoteknologi saat ini, tidak terbayangkan bila hal itu terwujud maka dalam kurun waktu 5 tahun lagi dimungkinkan kita dapat mengcharge ipod melalui sepatu/baju kita yang sudah difasilitasi dengan sumber listrik dari ZnO nanogenerator.

Prof Zhong Lin Wang menjelaskan pula bahwa, meskipun secara individual nanowire menghasilkan sebuah daya yang kecil, dengan banyaknya nanowire secara simultan akan menghasilkan jumlah daya yang besar.

Prof Zhong Lin Wang juga menjelaskan bahwa energi dari nanowire yang dikembangkan di laboratoriumnya disinyalir memiliki cukup energi untuk menjalankan implant medis berukuran kecil. Contoh dari implant tersebut adalah implant dari sensor gula darah di bawah permukaan kulit. (sumber: Atlantis Indonesia@facebook / chem-is-try.org).

Reference:

– Zhong Lin Wang and Jinhui Song, VOL 312 SCIENCE

 kujang gunung padang 002kujang gunung padang 003

gunung padang from drone 01

Citra situs megalitikum Gunung Padang yang direkam drone dari ketinggian yang cukup memperlihatkan bagian sisi situs yang sudah dibersihkan anggota TNI Angkaran Darat sejak bulan Agustus lalu. Gambar rekaan situs Gunung Padang yang dibuat oleh Ir. Pon Purajatnika ternyata memang mirip dengan tampak-permukaan situs ini. (Pict: TTRM).

struktur Piramida Gunung Padang 3d lava neck

gunung padang Cianjur, West Java, Indonesiagunung padang satelitbatu-gunung-padang-mengandung-listrik-banner

VIDEO:

VIDEO: Largest megalithic site in Asia Pacific (2 mnts)

VIDEO: Gunung Padang – Sejarah atau Prasejarah? (3 mnts)

VIDEO: Situs Megalitik Gunung Padang, Kab. Cianjur, Jawa Barat (6 mnts)

VIDEO: Megalithic Gunung Padang +20,000 B.C. (English)

VIDEO by MegalithomaniaUK: Gunung Padang: Exploration of 20,000 year old Hilltop Pyramid Site in Java – Andrew Collins (26 mnts)

VIDEO by Earth Ancients: Gunung Padang : The Mysterious Ancient Pyramid In Indonesia (1 hr 16mnts)

Artikel Gunung Padang Cianjur Sebelumnya:

Ini Dia!! Megalith “Gunung Padang” Jabar, “Stone Henge” Versi Indonesia (PART 1)

Hah?? Situs Gunung Padang Cianjur Berusia 109 Abad Sebelum Masehi? (PART 2)

Lima Makam Tua Ditemukan di Situs Gunung Padang (PART 3)

Wow!! Konstruksi Gunung Padang Dirancang Arsitek Purba Ulung! (PART 4)

Situs Megalith Gunung Padang Cianjur Akhirnya di Ekskavasi (PART 5)

Riset Selesai, Gunung Padang Bisa Ubah Peta Peradaban Dunia! (PART 6)

Situs Gunung Padang Akan Dibuat Wisata Seperti Borobudur (Gunung Padang – PART 7)

Waduh! Lebih Tua Dari Machu Picchu, Gunung Padang Dipaculi Asal-Asalan! (Gunung Padang – PART 8)

Artefak-Artefak Gunung Padang Cianjur Yang Misterius (Gunung Padang – PART 9)

Ditemukan: Batu Dolmen, Lantai dan Lorong Misterius di Situs Gunung Padang (Gunung Padang – PART 10)

Gila! Semakin Mendunia, Riset Gunung Padang Cianjur Ditawar 12 Triliun! (Gunung Padang – PART 11)

*

Artikel Terkait:

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Wah!! Ada Lagi, Mirip “Gunung Padang” Misterius di Cilacap!

Wah!! Ada Lagi Situs Megalitikum Ketiga, Kali Ini di Cibedug Banten!

Situs Megalith Gunung Emas (Bukit Puncak Villa) di Suliki Sumbar

Ternyata, Indonesia memiliki beberapa Piramida!

Kini Giliran Jawa Timur, Ditemukan Bangunan Mirip Piramida!

Wow!! Ternyata di Indonesia Sudah Ada Beberapa Piramida!

Ilmuwan: Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia!

12 Peninggalan Sejarah Paling Misterius Di Dunia

Artikel Terkait Gunung Padang Cianjur, Gunung Padang Cilacap dan lainnya klik disini

-=>Puluhan Artikel Arkeologi Indonesia<=-

=>Puluhan Artikel Arkeologi Dunia<=

Artikel ini juga di forward oleh forum viva.co.id

vivanews gunung padang rock contain electricity - batu

*****

http://wp.me/p1jIGd-6mf

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Indonesia, Ilmu & Teknologi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Misteri Batuan di Gunung Padang Mengandung Listrik (Gunung Padang – PART 12)

  1. Arjoenax berkata:

    Menurut saya mungkin batuan itu juga dipakai buat mendeteksi gempa dengan menggunakan peningkatan arus elektromagnetik dari batuan.

  2. misteri besar yang belum terungkap di gunung ini 🙂

    Nice info

  3. Anggri prima kusuma berkata:

    Menurut saya, ini semua ada hubungannya dengan kisah perahu nabi Nuh As. Semuanya telah terbukti, dari tumpukan bongkahan kayu, batu baterai yang di kirim jibril AS untuk penerangan selama perjalanan, persis seperti baterai yang di temukan di kapal nabi nuh di Turki, dan satu lagi (Paku). Dalam pembentukan kapal kayu pasti butuh paku. Jika di lihat dari udara bentuk gunung padang sama persis seperti bentuk perahu nabi nuh di turki. Jika sebagian nya runtuh sangat wajar karena pada saat kapal mulai berlayar pasti akan ada pergeseran. Banyaknya kerajaan kuno di nusantara, yang sejarahnya banyak di manipulasi, karena sejarah hanya milik pemenang dan penjajah. Jika ingin lebih extreem coba di cocokkan sample bongkahan batu tersebut dengan bahan material kapal nabi nuh di Turki. Itung2 jalan jalan ke turki. Itu semua hanya menurut saya, mohon maaf jika ada kesalahan. Syukur2 mau buka al-quran. Karena semuanya ada di dalam Al-quran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s