[Photo] Via Satelit: China Terlihat Bangun Pulau, Pelabuhan dan Bandara di Kepulauan Spratly

spratley islands 09

Via Satelit: China Tiongkok Terlihat Mulai Membangun Pulau, Pelabuhan dan Bandara di Kepulauan Spratly

china bangun bandara di spratly header

Pembangunan pulau yang masih disengketakan itu segera memicu kekhawatiran mengenai niat China Tiongkok untuk mengubah wilayah sengketa yang kaya kandungan mineral tersebut menjadi pangkalan militer yang berujung pada ketegangan dengan negara-negara lain.

Sejumlah gambar satelit menunjukkan bahwa China Tiongkok membangun pulau di atas terumbu karang di Kepulauan Spratly, Laut Tiongkok Selatan, yang luasnya cukup sebagai lapangan terbang, demikian laporan majalah IHS’s Jane.

China Tiongkok, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darusalam, dan Taiwan juga mengklaim kepemilikian atas perairan yang sama di wilayah sengketa Laut China Selatan.

spratly-islands-map

Kawasan Kepulauan Spratley di Laut Cina Selatan.

IHSs Jane menjelaskan bahwa gambar yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pulau yang dibangun China Tiongkok setidaknya mempunyai panjang hingga 3.000 meter dengan lebar 200 hingga 300 meter yang “cukup luas untuk dijadikan sebagai landasan pacu pesawat udara.”

Tindakan pihak Beijing tersebut terungkap di tengah desakan Amerika Serikat (AS) agar semua negara yang bersengketa di Laut Cina Selatan untuk menghentikan aktivitas provokatif.

China Tiongkok menolak kritik dari kegiatan yang mereka lakukan dengan mengatakan bahwa terumbu karang itu masuk wilayah China Tiongkok dan dapat dimodifikasi sesuai keinginan Beijing.

China Tiongkok Bangun Tembok Pasir Raksasa

Pemerintah Amerika Serikat menuduh Beijing melakukan reklamasi di Laut China Selatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. AS menyatakan, China Tiongkok telah membangun tembok pasir raksasa di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan.

Tembok raksasa itu dibangun di atas wilayah seluas sekitar empat kilometer persegi. AS khawatir, tembok raksasa itu sebagai bagian untuk menguatkan klaim teritorial China Tiongkok di kawasan maritim itu.

Berbicara pada Konferensi Angkatan laut di Australia, pejabat Armada Pasifik AS, Laksamana Harry Harris Jr, mengatakan, China Tiongkok telah membangun tembok pasir di terumbu karang yang hidup.

Several recent sets of images have shown land reclamation work in the Spratlys. This shows ships and construction on Mischief Reef (photo: CSIS's Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe).

Several recent sets of images have shown land reclamation work in the Spratlys. This shows ships and construction on Mischief Reef (photo: CSIS’s Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe).

“Paving berdiri ke atas dengan beton. China Tiongkok sekarang telah menciptakan pulau buatan seluasa lebih dari empat kilometer persegi. Tapi apa yang benar-benar menarik banyak perhatian di sini dan saat ini adalah reklamasi lahan belum pernah terjadi sebelumnya, dan saat ini sedang dilakukan oleh China,” ujar Harris.

Terumbu yang terendam di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, telah berubah menjadi pulau buatan dengan bangunan, dermaga dan landasan pacu. China Tiongkok sendiri mengklaim sebagian besar wilayah laut di Laut China Selatan. Tapi klaim itu ditentang Filipina, Vietnam, Taiwan, Brunei, dan Malaysia.

Menurut Haris, kekhawatiran utama AS terkait proyek raksasa China Tiongkok  itu adalah soal tujuan proyek yang diduga untuk basis militer China Tiongkok di Laut China Selatan. “China akan menjadi indikator kunci apakah wilayah ini menuju konfrontasi atau kerjasama,” katanya, seperti dilansir Russia Today.

China Tiongkok Sudah Membuat Empat Pulau Pasir di Spratley

Masyarakat internasional telah mengkhawatirkan eskalasi sengketa meski negara-negara pengklaim sudah berupaya merundingkan pedoman kode perilaku (code of conduct) sebagai penyelesaian.

IHS Janes menganalisis bahwa China Tiongkok di tempat yang sama juga membangun pelabuhan di sebelah timur yang cukup besar untuk menerima peralatan perang berat.

Manila released this photo in May 2014 appearing to show Chinese land reclamation at Johnson South Reef (AP).

Manila released this photo in May 2014 appearing to show Chinese land reclamation at Johnson South Reef (AP).

Saat ditanya mengenai temuan IHS Janes, Kolonel Angkatan Udara China Tiongkok Jin Zhirui menolak berkomentar, namun menegaskan bahwa negaranya perlu membangun sejumlah fasilitas di Laut China Selatan demi tujuan strategis.

“Kami harus keluar untuk turut berpartisipasi dalam penciptaan perdamaian regional dan global. Kami membutuhkan dukungan seperti ini, termasuk radar dan intelijen,” kata Jin.

fiery cross reef before after

Fiery Cross Reef, before and after.

Reklamasi pulau itu merupakan proyek keempat China Tiongkok di Kepulauan Spratly dalam 18 bulan terakhir dan merupakan yang terbesar, demikian laporan IHS Janes layaknya dikutip Reuters.

Dari pelacakan GPS yang dilakukan terhadap Kapal Keruk China Tiongkok, diketahui bahwa Tiongkok China telah reklamasi lahan di lima lokasi setidaknya sejak September 2013, sesuai dengan pernyataan yang dilayangkan Filipina.

Padahal wilayah itu masih menjadi sengketa antara China Tiongkok dan Filipina.

Pengerukan ini merupakan bagian dari proyek reklamasi tanah yang luas yang dilakukan oleh China Tiongkok pada sejumlah terumbu karang dan tumpukan pasir (shoal) di Spratly.

Padahal pembangunan tersebut jelas melanggar kode etik yang ditandatangani oleh semua penuntut dalam sengketa wilayah Laut Cina Selatan.

Nama tempat Beijing membangun pulau, Fiery Cross Reef, merupakan tempat China Tiongkok menempatkan sejumlah tentara dan dilengkapi fasilitas dermaga, sistem pertahanan udara dan laut, peralatan komunikasi, serta rumah hijau.

Hal ini membuat banyak negara terutama negara-negara yang bersengketa di Kepulauan itu menjadi terusik dan berang.

Beijing sebelumnya menolak seruan Washington untuk menghentikan seluruh aktivitas di perairan sengketa dan menegaskan dapat membangun apapun yang diinginkan di Laut China Selatan.

china bangun pulau di spratly

Gaven Reef before (left) and after (right). (Photo credit: CNES 2014, distribution Airbus DS/IHS)

Salah satu kapal yang dikerahkan adalah kapal Tian Jing Hao, merupakan kapal cutter dengan panjang 127 meter yang dirancang oleh perusahaan teknik Jerman Vosta LMG. Dengan bobot 6017 gross ton, kapal ini yang terbesar dari jenisnya di Asia.

Selain di pulau karang Fiery Cross Reef, kapal ini juga telah beroperasi di:

Kapal Tian Jing Hao dibangun oleh galangan kapal China Merchants Heavy Industry di Kota Shenzhen berdasarkan lisensi dan diluncurkan tahun 2010.

kapal Tian Jing Hao.

Kapal pengeruk pasir Tian Jing Hao.

Tian Jing Hao dioperasikan oleh perusahaan pengerukan CCCC Tianjin yang memiliki alat keruk/ pemotong dengan kekuatan 4.200 kW ke dasar laut yang mampu melakukan reklamasi di lepas pantai.

AIS Live telah melacak  aktivitas Kapal  Tian Jing Hao di Laut China Selatan sejak  September 2013 lalu, pada lokasi:

Media di Hong Kong memang pernah memberitakan rencana China Tiongkok untuk membangun pangkalan udara di Fiery Cross Reef.

Pada Agustus 2014 lalu, wakil kepala Departemen Perbatasan dan Urusan Kelautan Kementerian Luar Negeri China Tiongkok mengatakan bahwa tidak mengetahui adanya rencana tersebut.

spratley islands 04

Fiery Cross Reef

China Tiongkok Perkuat Pangkalan Militer di Kepulauan Spratly

China Tiongkok tampaknya memperluas pangkalan militer di wilayah Fiery Cross Reef di Kepulauan Spratly dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan China Tiongkok di teritorial Laut China Selatan yang disengketakan.

Menurut laporan koran Hong Kong Ming Pao, Beijing sangat agresif dalam melakukan kegiatan reklamasi di terumbu karang dan pulau-pulau kecil di Spratly, yang juga diklaim oleh Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei itu.

Setelah periode terakhir dari konstruksi, kini China Tiongkok memiliki lima Pulau baru yang “diciptakan” dari terumbu karang yang ada, termasuk Fiery Cross Reef, yang dilaporkan telah menjadi pulau terbesar di Spratly.

Fiery Cross Reef, yang disebut China Yongshu Reef, masuk ke wilayah administrasi kota Sansha di bawah provinsi Hainan China Tiongkok Selatan dan telah diduduki oleh RRC sejak tahun 1998, ketika sebuah stasiun pengamatan laut UNESCO dibangun di sana.

Sejak itu, China Tiongkok juga telah membangun landasan helikopter, dermaga, bangunan dua lantai dan rumah kaca 500 meter persegi di karang, di mana sekitar 200 prajurit Tentara Pembebasan Rakyat China ditempatkan.

China Tiongkok Bangun Bandara di Kepulauan Spratly

Hal yang menarik adalah landasan udara yang baru dibangun pada Fiery Cross yang terekam oleh satelit Inggris. Landasan pesawat itu berukuran panjang sekitar 3 kilometer dengan lebar sekitar 200-300 meter, akan cukup besar untuk menampung jet pembom China H-6 dan pesawat angkut militer besar Y-20.

Sedangkan hasil citra satelit yang diambil oleh DigitalGlobe dan ditampilkan di situs Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC memperlihatkan sebuah landas pacu sepanjang 3.110 meter yang sudah hampir rampung pembangunannya.

Foto satelit yang pernah diambil juga menampilkan dua bagian landas pacu sepanjang 468 meter dan 200 meter yang masih dalam tahap pembangunan.

spratley islands 03

Satellite images of Fiery Cross Reef (CNES 2015, Distribution Airbus DS / Spot Image / IHS)

Seiring dengan pembangunan pelabuhan baru yang cukup besar untuk dermaga kapal tanker militer, para ahli percaya Beijing bertujuan membangun basis strategis di Fiery Cross.

Ahli militer percaya bahwa pembangunan basis strategis di Fiery Cross akan dijadikan sebagai pijakan keseimbangan di wilayah sengketa Laut Cina Selatan dalam mendukung China Tiongkok, terutama karena karang ini terletak hanya 460 km jauhnya dari pangkalan angkatan laut utama Vietnam di Teluk Cam Ranh.

Beberapa analis mencatat bahwa reklamasi lanjutan dari Fiery Cross Reef berpotensi memperluas wilayah daratan menjadi 30 km persegi, yang akan menyaingi pangkalan angkatan laut Amerika di Diego Garcia di Samudera India.

ASEAN Bungkam Saat Dibutuhkan

Filipina semakin prihatin atas reklamasi yang dilakukan China Tiongkok di terumbu yang disengketakan di Laut China Selatan. Menteri Luar Negeri Filipina, Albert del Rosario mendesak sesama menteri luar negeri ASEAN untuk mencari dukungan internasional dan mendesak China Tiongkok segera menghentikan reklamasi lahan.

Filipina mengingatkan kredibilitas blok regional ASEAN dapat merusak jika tetap diam tentang masalah ini. Del Rosario mengatakan reklamasi besar-besaran China Tiongkok bisa mengancam kebebasan navigasi dan keanekaragaman hayati di wilayah lepas pantai yang luas itu.

Indonesia dan China Tiongkok tidak memiliki sengketa formal, meskipun pada tahun 2010 lalu, angkatan laut Indonesia hampir kontak tembak dengan kapal Cina Tiongkok yang memasuki perairan lapangan gas pulau Natuna. Para pejabat Indonesia mengatakan insiden itu merupakan penyusupan oleh nelayan dan bukan bagian dari sengketa teritorial.

china bangun pulau di spratly 02

China Tiongkok bangun pulau dan pangkalan di Kepulauan Spratly.

Indonesia Siap Tengahi Laut China Selatan

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia siap bertindak sebagai perantara untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat terkait sengketa teritorial di Laut China Selatan. Jokowi mengemukakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan harian Jepang, Asahi.

Presiden Joko Widodo mengatakan kepada Asahi bahwa ia akan bekerja untuk menemukan solusi diplomatik, bukan militer, terhadap konflik yang memanas itu.

Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Klaim tersebut telah menempatkan Beijing dalam posisi berlawanan dengan sejumlah negara, termasuk Filipina dan Vietnam.

“Kami mengharapkan solusi diplomatik dan jika perlu Indonesia siap memainkan peran sebagai perantara,” kata Jokowi sebagaimana tertulis dalam wawancara Asahi, yang diterbitkan dalam bahasa Jepang. “Saya menolak solusi militer,” tambah Jokowi.

Asahi Shimbun wawancarai sikap Presiden Terpilih 2014-2015 soal Laut China Selatan

Asahi Shimbun wawancarai sikap Presiden Terpilih 2014-2015 soal Laut China Selatan.

Indonesia tidak terlibat perselisihan dengan China Tiongkok terkait sengketa di Laut China Selatan itu dan secara tradisional telah melakukan peran mediasi untuk serangkaian perselisihan wilayah perairan.

Jokowi juga mengatakan, ia akan membantu mempercepat penyusunan sebuah kode etik tentang hubungan antara China Tiongkok dan 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Johnson South Reef

Johnson South Reef, before and after.

Komentar Jokowi tersebut muncul saat Beijing menuduh Washington telah sengaja memicu ketegangan di Laut China Selatan dan menolak usulan Washington untuk membekukan tindakan provokatif di wilayah tersebut.

Pemerintah China Tiongkok mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan berdasarkan garis batas yang dipublikasikan dalam peta buatan 1940-an, yang kemudian memicu sengketa wilayah dengan beberapa negara Asia Tenggara.

Pulau karang Fiery Cross yang juga menjadi bagian dari sengketa wilayah itu dikenal dengan nama Yongshu di China Tiongkok, Kagitinan di Filipina, dan Vietnam menyebutnya dengan nama Da Chu Thap.

Negara-negara anggota ASEAN telah menunjukkan berbagai tingkat kewaspadaan atas sikap agresif China Tiongkok yang terus meningkat di wilayah itu.

(Sumber: AntaraNews/ IHS Janes/ Reuters/ Russia Today/ JakartaGreater/ Sindonews/ Kompas)

Pustaka:

spratley union reef Tizard reef johnson reefspratley islands 08spratley islands 07china build spratley islands banner

VIDEO:

Is China building on disputed Spratly Islands reefs? BBC News

Artikel Lainnya:

Penempatan 60% Tentara AS di Australia : 8 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik!

Kekalahan memalukan tentara Mongol di tanah Jawa

Bahas Tuntas: “Pembantaian Glodok” Tahun 1740 (Tragedi Angke / Geger Pacinan)

“The Black Hand”, Dibalik Misteri Jatuhnya AirAsia Rute Surabaya-Singapura

Diduga Tabrak UFO: Hidung Pesawat Air China Penyok di Ketinggian 8 Km!

Ditemukan Keramik China Abad IX dan Pecahan Kaca Dari Persia di Dieng

Hah? Sapi Rekayasa China Hasilkan Susu Manusia?

Waspada! Begini Cara Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan AS Menyadap Indonesia!

Artikel ini juga di forward oleh forum viva.co.id

vivanews china bangun pangkalan militer di Laut Cina Selatan

*****

http://wp.me/p1jIGd-6om

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Perang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s