Wow! Ternyata Wahana “New Horizon” Berhasil ke Pluto Karena Mesin PlayStation-1

The Planet

Misi ke Pluto: Wow! Dengan Mesin Dari PlayStation-1, Wahana New Horizon Berhasil ke Pluto!

Planet pluto header

Banyak yang sudah tahu bahwa ponsel pintar yang saat ini kita gunakan lebih canggih dibanding komputer yang dulu digunakan para astronot saat kali pertama mendarat di bulan.

Yang belum banyak diketahui adalah kecanggihan dari prosesor pada konsol game PlayStation generasi pertama. Badan antariksa AS, NASA, telah menerbangkan wahana antariksa menuju Pluto yang menggunakan prosesor dari PlayStation lawas tersebut.

Prosesor itu difungsikan sebagai pendorong tenaga, sensor monitor, dan pengirim data dari alat penyelidikan ruang angkasa milik NASA untuk Pluto, New Horizon yang diluncurkan pada 19 Januari 2006 itu melesat dengan kecepatan 36.373 mph atau setara 58.537 km per jam!

MIPS_R3000A_ New Horizon PlutoProsesor 32 bit RISC microprocessor chipset CPU R3000 buatan MIPS yang digunakan itu, dulunya pernah menghadirkan permainan seperti Final Fantasy VII dan Metal Gear Solid di PlayStation-1 tersebut, dan dimodifikasi oleh NASA pada tahun 2006 silam.

Memodifikasi prosesor jadul besutan MIPS Computer Systems itu memang bukan hal yang baru bagi NASA.

Contoh lainnya adalah prosesor buatan 2002 yang digunakan pada pesawat luar angkasa Orion. Pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk memindahkan manusia ke Mars.

Para Ilmuwan Terima “Telepon” dari Wahana Saat Dekati Pluto

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan bahwa misi menjamah dunia Pluto oleh wahana bernama New Horizon sukses. Pernyataan itu dikeluarkan setelah tim ilmuwan menerima “telepon” dari wahana tersebut pada Rabu (15/7/2015) lalu.

“Telepon” yang aslinya hanyalah kiriman sinyal itu diterima oleh fasilitas piringan raksasa penerima sinyal yang ada di Madrid, Spanyol, salah satu jaringan fasilitas komunikasi yang dimiliki NASA.

Sinyal menempuh jarak 4,7 miliar kilometer dari Pluto ke Bumi dalam waktu 4 jam 25 menit. Kiriman sinyal itu menjadi tanda bahwa New Horizon berhasil lolos dari debris angkasa yang berserakan di lingkungan Pluto untuk menuju titik 12.500 kilometer dari permukaannya.

Pluto diselimuti debris komet dan benda langit lain. Peluang tumbukan memang hanya 1 : 10.000 tetapi jika terjadi akan merusak seluruh misi.

Pluto New Horizon 02

Wahana NASA New Horizon pengamat Pluto. (NASA).

Para ilmuwan di pengontrol misi New Horizon di Laurel, Maryland, Amerika Serikat sangat gembira dengan keberhasilan itu. Ketika sinyal diterima pada Rabu (15/7/2015) pukul 07.53 WIB pagi, para ilmuwan saling berpelukan.

“Kami terkunci dengan telemetri dari wahana antariksa ini. Kita punya wahana yang sehat, kita telah merekam data Pluto,” kata Alice Bowman, manager operasional misi.

Pejabat administrasi NASA, Charles Bolden, mengatakan, “Dengan misi ini, kita berhasil mengunjungi setiap planet di Tata Surya. Sementara pimpinan sains NASA John Grunsfeld, mengatakan, “Ini momen bersejarah.”

Misi melintas di dekat Pluto ini terbilang sulit karena New Horizon harus berada di jalur yang tepat sehingga semua misinya tercapai. Tanpa jalur dan waktu yang tepat, misi New Horizon akan sia-sia karena kemungkinan wahana hanya memotret ruang angkasa yang gelap. New Horizon harus melewati sebuah “terowongan kunci” yang ukurannya hanya sepanjang 100 kilometer dan selebar 150 kilometer.

An ion tail behind Pluto: New Horizons has already revealed much about Pluto’s atmosphere and the solar wind around it. The atmosphere is sluggish rather than turbulent, and it is mostly made of nitrogen. Because of Pluto’s weak gravity, about 500 tons per hour of atmospheric material — nitrogen ice — appears to be evaporating and escaping into space, carried by solar wind. (Mars, by comparison, loses about one ton per hour.)

An ion tail behind Pluto: New Horizons has already revealed much about Pluto’s atmosphere and the solar wind around it. The atmosphere is sluggish rather than turbulent, and it is mostly made of nitrogen. Because of Pluto’s weak gravity, about 500 tons per hour of atmospheric material — nitrogen ice — appears to be evaporating and escaping into space, carried by solar wind. (Mars, by comparison, loses about one ton per hour.)

Bowman yakin bahwa New Horizon juga telah mengumpulkan data-data berharga tentang Pluto. “Segmen sejumlah tertentu pada prekam telah digunakan. Itu menunjukkan bahwa data telah dikoleksi oleh wahana itu,” katanya.

New Horizon diluncurkan pada tahun 2006. Sampai hari ini, wahana itu berarti menempuh 9,5 tahun untuk berjalan dari Bumi ke Pluto. Berbiaya 700 juta dollar AS, New Horizon juga telah mengunjungi dunia Saturnus dan Neptunus. Selanjutnya, targetnya adalah Sabuk Kuiper.

Wajah Pluto Terungkap lewat Foto Wahana New Horizon

Wajah planet kerdil Pluto diabadikan untuk pertama kalinya oleh New Horizon. Memotret dari jarak 202 juta kilometer dengan kamera Long Range Reconnaissance Imager (LORRI), wahana itu menyuguhkan wajah Pluto yang buram.

Pluto by new horizon 01

NASA merilis foto Pluto.

Meskipun demikian, keberhasilan pengambilan wajah Pluto yang diambil beserta salah satu bulannya, Charon, adalah sebuah prestasi setelah 9 tahun wahana milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu menempuh perjalanan miliaran kilometer.

NASA merilis foto Pluto dan Charon pada Rabu (4/2/2015) lalu. Tanggal rilis bertepatan dengan ulang tahun ke 109 Clyde Tombaugh, astronom Observatorium Lowell yang menemukan Pluto pada tahun 1930 lalu.

Anette Tombaugh, putri almarhum Clyde Tombaugh mengungkapkan bahwa misi New Horizon dan foto yang dihasilkannya pasti akan membuat ayahnya bangga bila masih dalam keadaan hidup saat ini.

“Ayah saya pasti akan bangga dengan New Horizon, melihat planet temuannya dan mengetahui lebih tentangnya, melihat bulan-bulan Pluto, dia akan terkejut,” katanya seperti dikutip BBC.

New Horizon diluncurkan NASA pada tahun 2006. Wahana itu mengirim foto-foto terbaik planet kerdil itu dan foto New Horizon mengalahkan foto teleksop Hubble.

Pluto and Charon by New Horizon (NASA).

Pluto and Charon by New Horizon (NASA).

Misterius, Ada Bintik-bintik di Planet Kerdil Pluto

Foto planet Pluto yang diambil oleh wahana antariksa New Horizon memberikan pertanyaan baru bagi para ilmuwan. Ada empat bintik misterius yang terobservasi dari foto tersebut dan hingga kini ilmuwan belum mampu menjelaskannya.

Empat bintik itu masing-masing memiliki diameter sekitar 500 kilometer sementara penyebarannya tidak jelas. Namun demikian, bintik cenderung terletak pada belahan barat Pluto yang sayangnya tak akan dilihat New Horizon saat melintas dekat pada 14 Juli 2015.

Pluto New Horizon charon-1“Ini benar-benar teka-teki, kami tak tahu apa bintik itu dan kami tak sabar untuk mengungkapnya,” kata Alan Stern dari Southwest Research Institute, pimpinan investigasi New Horizon.

“Yang juga menjadi teka-teki adalah pertanyaan lama tentang perbedaan besar warna Pluto dengan bulannya, Charon, yang lebih gelap dan kelabu,” imbuh Stern.

Menurut ilmuwan, bila Pluto dan Charon terbentuk dari peristiwa tumbukan yang sama, seharusnya karakteristik keduanya mirip. Analisis data New Horizon diharapkan mampu memecahkan pertanyaan tentang asal-usul Pluto dan Charon.

New Horizon mencapai jarak terdekat, 12.500 kilometer dari permukaan Pluto, pada 14 Juli 2015 pukul 18.49 WIB. Misi New Horizon bukan hanya Pluto, melainkan juga lima bulannya, yaitu Charon, Styx, Nix, Kerberos, dan Hydra.

Nix and Hydra, the second and third moons: Nix, pictured here on the left with enhanced colors, reveals a reddish region. Hints of a bull’s-eye pattern could mean the area is a crater. Hydra, on the right, shows at least two large craters. It's upper portion looks darker, indicating possible variations in surface composition. (NASA).

Nix and Hydra, the second and third moons: Nix, pictured here on the left with enhanced colors, reveals a reddish region. Hints of a bull’s-eye pattern could mean the area is a crater. Hydra, on the right, shows at least two large craters. It’s upper portion looks darker, indicating possible variations in surface composition. (NASA).

Foto Permukaan, Pluto tampak berbeda dengan yang dibayangkan

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto paling detail planet kerdil Pluto. Foto itu merupakan hasil jepretan wahana antariksa New Horizon kala masuk jam-jam terakhir sebelum melintas dekat. Dalam foto itu, Pluto tampak berbeda dengan yang dibayangkan.

Alih-alih berwarna biru seperti Bumi atau abu-abu sebelum bulan dan asteroid, mantan planet tersebut ternyata berwarna merah, menyerupai Mars.

Hasil jepretan New Horizon itu merupakan foto paling detail Pluto. Foto mengungkap adanya “cinta” di Pluto. Ada area yang berbentuk jantung hati yang dikenal dengan “heart of Pluto”. Ada juga kawah-kawah dan area ekuator yang tak tampak jelas dalam foto lain.

Pluto’s icy mountains: Tombaugh Reggio. Scientists have not yet found a single impact crater on this surface. This means that this is likely a very young surface, probably less than 100 million years old. It might even be active right now. Mountains up to 11,000 feet high are visible and tens of miles wide. (NASA).

Pluto’s icy mountains: Tombaugh Reggio. Scientists have not yet found a single impact crater on this surface. This means that this is likely a very young surface, probably less than 100 million years old. It might even be active right now. Mountains up to 11,000 feet high are visible and tens of miles wide. (NASA).

Kabut Misterius di Pluto

New Horizons memotret Pluto dari jarak 370 ribu km dan 2 juta km yang membuat semua orang di Bumi terpana! Wajah Pluto dari sisi lain. Sisi yang tidak menerima sinar Matahari. Sisi malam dari dunia beku di tepi Tata Surya berhasil dipotret oleh New Horizons aimed its Long Range Reconnaissance Imager (LORRI)

Dalam foto ini Pluto tampak spektakuler karena wajah gelapnya berhiaskan cincin kabut yang bersinar dengan indahnya. Kabut itu adalah atmosfer yang menyelimuti Pluto dan tampak bersinar oleh sinar Matahari yang dihalangi Pluto. Spektakuler! Indah! Cantik!

Lapisan kabut yang melingkari Pluto tersebut tampak melebar sampai dengan ketinggian 130 km di atas permukaan Pluto. Hampir lima kali lebih tinggi dari dugaan para astronom yakni 30 km di atas permukaan.

Pluto New Horizon kabut-yang-menghiasi-pluto

Tampak wajah gelap Pluto berhiaskan cincin kabut yang bersinar dengan indahnya. Kabut itu adalah atmosfer yang menyelimuti Pluto dan tampak bersinar oleh sinar Matahari yang terhalang oleh Pluto. (NASA).

Kabut yang melingkari Pluto memperlihatkan 2 lapisan berbeda. Lapisan pertama berada pada ketinggian 50 km dan yang kedua pada ketinggian 80 km.

Dan untuk pertama kalinya, prakiraan cuaca di Pluto bisa dibuat. Cuacanya: Berkabut, dingin dan kelembaban sangat rendah!

Ada yang menarik dari kisah atmosfer di Pluto. Tahun 1989, Pluto berada pada titik terdekatnya dengan Matahari dan semenjak itu ia kembali menjauh untuk memulai perjalanan 248 tahunnya untuk kembali ke titik terdekatnya itu.

Saat Pluto menjauh, seharusnya atmosfernya membeku dan runtuh ke permukaan. Pada kenyataannya dalam beberapa dekade terakhir atmosfer Pluto justru semakin rapat.

Jelas kalau hasil pengamatan para astronom bertentangan dengan teori yang ada. Atmosfer yang didominasi nitrogen seharusnya membeku dan turun ke permukaan Pluto saat ia menjauh dari Matahari.

Kabut itu bisa terbentuk pada kondisi tekanan yang sangat rendah dan dan nitrogen memainkan peran yang sangat penting untuk membentuk kabut. Selain itu, kehadiran karbon monoksida justru meningkatkan pembentukkan kabut.

Methane ice on Pluto: Spectra from the New Horizons Ralph instrument reveal an abundance and variation of methane ice across the frozen surface of Pluto. The north polar cap is diluted in a thick, transparent slab of nitrogen ice.

Methane ice on Pluto: Spectra from the New Horizons Ralph instrument reveal an abundance and variation of methane ice across the frozen surface of Pluto. The north polar cap is diluted in a thick, transparent slab of nitrogen ice.

Atmosfer di pluto terbentuk ketika es di permukaan Pluto menyublim menjadi gas. Dari informasi komposisi di dataran Sputnik, bisa kita ketahui juga kalau atmosfer di Pluto memiliki komposisi yang hampir mirip yakni disusun oleh es nitrogen, karbon monoksida dan metana. Jadi, dengan komposisi atmosfer es nitrogen, metana dan karbon monoksida maka kabut bisa dengan mudah terbentuk.

Jika kehadiran nitrogen memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukkan kabut, maka kabut di Pluto juga menjadi petunjuk penting akan apa yang terjadi di permukaan.

Pluto New Horizon 04

Dazzling false color: Scientists combined close-up images with color data from the Ralph instrument, creating a false color portrait of Pluto. The two bluish-white “lobes” that extend southwest and northeast from the “heart” may indicate shifting exotic ices. (NASA).

Kabut yang tampak tersebut merupakan elemen utama terbentuknya senyawa hidrokarbon kompleks yang menorehkan warna merah di permukaan Pluto.

Bagaimana itu bisa terjadi? Kabut tersebut terbentuk saat sinar ultraungu Matahari memecah gas metana di lapisan atas atmosfer menjadi gas ethylene dan acetylene. Kedua gas hidrokarbon ini kemudian pindah ke lapisan atmosfer yang lebih rendah dan lebih dingin.

Di lokasi baru tersebut gas hidrokarbon kompleks kemudian berkondensasi menjadi partikel es yang membentuk kabut.

Sinar ultra-ungu Matahari kemudian melakukan tugas berikutnya yakni mengubah kabut menjadi tholin, senyawa hidrokarbon gelap yang kemudian mewarnai permukaan Pluto.

Ternyata Pluto Lebih Besar dan Punya Lebih Banyak Es

Pengamatan dengan wahana antariksa New Horizon mengungkap, Pluto lebih besar dari dugaan. Temuan itu menambah daftar teka-teki planet kerdil Pluto yang sukses terkuak lewat misi wahana berbiaya 700 juta dollar AS itu.

Selama ini para astronom menemukan kesulitan untuk bisa mengetahui dengan pasti ukuran Pluto karena faktor atmosfer. Berbeda dengan satelit Pluto, Charon, yang tidak memiliki atmosfer sehingga lebih mudah diketahui ukurannya dengan teleskop landas Bumi. Hasil pengamatan New Horizons juga mengkonfirmasi ulang diameter Charon yakni 1.208 kilometer.

Pluto’s flowing ice: Toward the north of Sputnik Planum, dark swirls suggest that a surface layer of ice has flowed around obstacles and into depressions, similar to glaciers. (NASA).

Pluto’s flowing ice: Toward the north of Sputnik Planum, dark swirls suggest that a surface layer of ice has flowed around obstacles and into depressions, similar to glaciers. (NASA).

Sementara itu dengan data dari New Horizon, ilmuwan mengungkap bahwa radius Pluto adalah 1.185 kilometer dan diameter Pluto sebenarnya adalah 2.370 kilometer, lebih lebar sekitar 50 kilometer dari semula.

Punya ukuran yang “bertambah”, Pluto kini secara resmi lebih besar dari Eris, salah satu gerombolan planet kerdil yang mengobrit tata surya pada jarak yang lebih jauh dari Neptunus, dan obyek yang turut andil dalam “ditendangnya” Pluto dari statusnya sebagai planet.

Pengetahuan tentang ukuran Pluto penting untuk menguak komposisinya. Sejauh ini, para ilmuwan meyakini bahwa Pluto memiliki lebih banyak es dan lebih sedikit batuan. Namun, kepastiannya masih belum diketahui.

Ukuran yang lebih besar serta temuan-temuan baru New Horizon lainnya, seperti adanya bintik misterius dan “paus” di ekuator Pluto, membuat ilmuwan semakin optimistis mampu mengungkap lebih banyak misteri.

“Pengetahuan yang kami punya sudah sangat menggiurkan. Sistem Pluto memesona karena keanehannya serta kecantikannya yang asing,” kata Alan Stern, pimpinan investigasi New Horizon.

“Sistem Pluto adalah fosil-fosil dari masa awal tata surya. Kami akan terus mempelajari tentangnya,” kata John Grunsfeld, pimpinan tim ilmuwan yang terlibat ekspedisi New Horizon ini.

Pluto’s icy mountains: Tombaugh Reggio. Scientists have not yet found a single impact crater on this surface. This means that this is likely a very young surface, probably less than 100 million years old. It might even be active right now. Mountains up to 11,000 feet high are visible and tens of miles wide. (NASA).

Pluto’s icy mountains: Tombaugh Reggio. Scientists have not yet found a single impact crater on this surface. This means that this is likely a very young surface, probably less than 100 million years old. It might even be active right now. Mountains up to 11,000 feet high are visible and tens of miles wide. (NASA).

Lebih Besar dari Dugaan, Mungkinkah Pluto Menjadi Planet Lagi?

Seiring keberhasilan misi New Horizon menjamah Pluto, debat tentang status Pluto kembali mengemuka. Sejumlah kalangan menginginkan status Pluto sebagai planet yang dilepaskan pada tahun 2006 dikembalikan.

Stuart Clark, seorang penulis astronomi, dalam tulisannya di The Guardian, Rabu (15/7/2015), mengungkapkan langsung lewat judul “Tentu Pluto cukup berhak menjadi planet. Ukuran Bukan Segalanya.”

Clark mengatakan bahwa Pluto memang dunia kecil, diameternya hanya 2.370 kilometer dan volumenya hanya 1 persen Bumi. “Namun, soal ukuran itu tak seharusnya dijadikan alasan untuk menendang Pluto,” katanya.

Menurut Clark, menolak status Pluto sebagai planet merupakan penyangkalan terhadap sejarah. Tahun 1930, Clyde Tombaugh dari Lowell Observatory di Arizona menemukan Pluto sebagai planet. Sejarah itu, menurut Clark, tak seharusnya ditulis ulang.

Keberhasilan New Horizon harus dimanfaatkan untuk melihat ulang status Pluto. “Ini waktunya untuk mengkaji ulang aturan penetapan planet, mengembalikan status Pluto, dan menerima bahwa kita hidup di tata surya yang lebih besar dan bervariasi,” jelasnya.

Sputnik Planum’s southern region: Rich in complexity, this region includes Pluto’s icy plains to the northeast, two mountain ranges and an area where it appears that ancient, heavily cratered terrain has been invaded by much newer icy deposits. The “infilled crater,” labeled above, is about 30 miles wide, approximately the size of the greater D.C. area. (NASA).

Sputnik Planum’s southern region: Rich in complexity, this region includes Pluto’s icy plains to the northeast, two mountain ranges and an area where it appears that ancient, heavily cratered terrain has been invaded by much newer icy deposits. The “infilled crater,” labeled above, is about 30 miles wide, approximately the size of the greater D.C. area. (NASA).

Status Pluto sebagai planet diragukan sejak awal

Status Pluto sebagai planet sebenarnya sudah diragukan sejak awal, sejak masih disebut “Planet X”. Sebulan setelah publikasi penemuannya di jurnal Science pada 21 Maret 1930, artikel di jurnal yang sama meragukan temuan itu.

Pluto kala itu dikatakan berukuran jauh lebih kecil dari dugaan. Sementara bidang orbitnya juga jauh lebih miring dan lebih lebar dibandingkan planet pada umumnya. Sempat diduga bahwa pluto adalah asteroid yang unik.

Kontroversi terus berlanjut, tetapi para ilmuwan yang mendukung keberadaan planet ini “tak peduli”. Bulan Juni 1930, planet X dinamai sebagai Pluto berdasarkan usulan putri salah satu profesor dari Oxford University.

Selama 7 dekade setelah penemuan, Pluto tetap menyandang status planet walaupun masih kontroversi. Baru tahun 2006, status planet Pluto dicabut oleh International Astronomical Union (IAU), badan yang bertanggung jawab pada penamaan dan klasifikasi benda langit.

Penemuan Eris pada tahun 2005 lalu memicu “pemecatan” Pluto. Eris memiliki ukuran sedikit lebih besar dari Pluto. Ilmuwan lantas bingung, apakah lalu bisa dikatakan bahwa Eris adalah planet kesepuluh di tata surya?

Tahun 2006, IAU memaparkan sejumlah syarat utama benda langit bisa disebut planet. Pluto tak memenuhi syarat ukuran dan orbit. Ukuran Pluto terlalu kecil dan orbitnya belum bisa dikatakan “bersih” dari benda langit lain selain satelitnya.

pluto-before-and-after-data

Mungkinkan Pluto ditarik sebagai planet Lagi?

Beberapa saat sebelum New Horizon berhasil melintas dekat Pluto pada jarak 12.500 kilometer dari permukaannya, wahana itu mengungkap bahwa di planet kerdil ternyata berukuran lebih besar dari dugaan.

Akankah ukuran itu membuat Pluto kembali dinyatakan sebagai planet. Sepertinya tidak. Meski diketahui lebih besar, ukuran Pluto tetap setara dengan Eris, belum bisa menyamai ukuran planet terkecil di Tata Surya, Merkurius.

“Dalam tata surya kita, ada perbedaan jelas antara obyek yang besar dan kecil, Pluto, Eris, Ceres, dan planet terkecil di tata surya, Merkurius,” kata astrobom Jonti Homer.

Pluto juga tetap sulit dikategorikan sebagai planet karena orbitnya masih bersinggungan dengan orbit Neptunus dan benda langit lain. Pluto baru mungkin menjadi planet bila kriteria planet itu sendiri diubah.

Susunan planet di Tata Surya.

Susunan planet di Tata Surya.

Alan Stern dari NASA yang kini memimpin misi New Horizon adalah salah satu orang yang percaya bahwa kriteria planet harus diubah. Menurutnya, kriteria planet IAU absurd. Temuan dan gagasan baru hasil riset seharusnya bisa diakomodasi untuk mengklasifikasikan benda langit.

Terlepas dari status Pluto, Lewis Ball dari Organisasi Riset Sains dan Industri Australia (CSRIO) mengatakan, misi New Horizon memegang peran penting dalam upaya menguak rahasia pembentukan tata surya.

“Mencapai Pluto dan wilayah terjauh tata surya menjadi prioritas dalam riset keantariksaan karena dunia itu menyimpan unsur tata surya yang dipendam dalam beku. Dunia beku itu menyimpan material yang membentuk planet-planet,” katanya.

Ukuran yang lebih besar serta temuan-temuan baru New Horizon lainnya, membuat ilmuwan semakin optimistis akan mampu mengungkap lebih banyak misteri lagi tentang Pluto. (sumber: NASA / The Guardian / Washingtonpost / BBC / Kompassains / Langitselatan / Natgeo Indonesia / berbagai sumber lain)

Pustaka:

– NASA.com, New Horizons Videos.

– washingtonpost.com, See the Pluto portrait 85 years in the making.

Pluto New Horizon 01Pluto New Horizon 03

Animated flyover of Pluto's Norgay Montes: Using New Horizons' images, NASA created this animated flyover of Pluto's icy mountains, now named the Norgay Montes. (NASA).

Animated flyover of Pluto’s Norgay Montes: Using New Horizons’ images, NASA created this animated flyover of Pluto’s icy mountains, now named the Norgay Montes. (NASA).

Ternyata Wahana New Horizon Berhasil ke Pluto Karena Mesin PlayStation-1 HEADER

Artikel Lainnya:

Misterius, Ada Struktur Bentuk Piramida dan Titik Cahaya Cemerlang di Planet Ceres

Misteri Bumi Pernah Punya Dua Buah Bulan

Bumi Nyaris Punya Dua Bulan Bernama “2006 RH120″

Planet Theia, Benda Besar Yang Menabrak Bumi

Planet Sedna Sebabkan Makhluk Bumi Punah

Misteri Dua Planet Raksasa Mengelilingi Bintang Ganda

Ilmuwan Temukan Planet Hitam Misterius

Wow!! Planet Mars Basah? Curiosity Temukan Keberadaan Air

Astrobiologist: Ditemukan Gas Methana dan Air di Mars, Bukti Terkuat Ada Alien Disana

Ada Kehidupan Primitif di Planet Venus

Ilmuwan Rusia: Temuan Objek Mengorbit Venus, Bukti Adanya Kehidupan

Wow! Ada “Benda Asing” Merusak Cincin F Saturnus

Ditemukan: Planet Bercincin 200 Kali Lebih Besar Dari Saturnus!

Jupiter Telah Usir Planet Besar Yang Membuat Bumi Selamat!

Gara-gara Planet Jupiter, Ukuran Planet Mars Jadi Kerdil

Di Galaksi Bimasakti Saja, Planet Mirip Bumi Berjumlah 17 Miliar!

Ilmuwan: Ternyata, Ada Puluhan Milyar Planet Serupa Bumi di Jagad Raya

Waduh! Seharusnya Masih Ada Satu Planet Lagi Dalam Tatasurya, Kemana Planet Itu?

Planet-X Besar, Hercolubus atau “Planet Merah” Mendekati Tata Surya?

Wow! Ilmuwan Temukan Tanda-Tanda Ada “Dua Planet Besar Misterius” Dibelakang Pluto!

Temuan Planet Kerdil “2012 VP113″ Indikasikan Adanya Planet Raksasa di Balik Pluto

Ini Dia! Planet-Planet Paling Misterius Yang Dikenal Manusia

*****

http://wp.me/p1jIGd-6BI

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Misteri Planet. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Wow! Ternyata Wahana “New Horizon” Berhasil ke Pluto Karena Mesin PlayStation-1

  1. penakut berkata:

    ps 1 emang keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s