Inilah Daftar Peristiwa-Peristiwa Astronomi Sepanjang Tahun 2016

The Universe

Inilah Daftar Peristiwa-Peristiwa Astronomi Sepanjang Tahun 2016

peristiwa astronomi-universe header small

Selain terjadi hujan meteorid Quadrantid dan Oposisi Jupiter, serta Gerhana Matahari Total pada tanggal 9 Maret 2016 lalu, masih ada beberapa peristiwa astronomi menarik lainnya sepanjang 2016.

Mulai dari gerhana matahari dan bulan lainnya, terjadi beberapa hujan metorit, hingga terjadinya oposisi atau konjungsi dan transitnya beberapa planet di Tata Surya terhadap matahari. Bahkan beberapa diantaranya dapat dilihat dari Indonesia. Berikut peristiwa astronomi sepanjang tahun 2016:

1. Januari 4 – Hujan Meteor Quadrantid

Mari mulai tahun 2016 dengan menyaksikan peristiwa kembang api di langit malam. Bukan sekedar kembang api yang biasa dan tidak mirip juga. Tapi ini adalah lintasan meteor Quadrantid yang sudah berlangsung sejak tgl 28 Desember dan akan berakhir tanggal 12 Januari. Puncaknya tanggal 4 Januari 2016 pukul 15:00 WIB dan bisa disaksikan datang dari rasi Bootes.

Meskipun puncak hujan meteor Quadrantid berlangsung sore hari, para pengamat masih bisa menikmatinya saat malam saat rasi Bootes tampak di langit malam. Pengamatan puncak bisa dilakukan tanggal 4 atau 5 Januari dini hari kala rasi Bootes terbit pukul 3 dini hari sampai sebelum fajar.

Meteor Quadrantids

Hujan Meteor Quadrantid

2. Maret 8 – Oposisi Jupiter

Planet terbesar di Tata Surya akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi dan tampak sangat terang di langit malam. Para pengamat bisa menikmati kehadiran Jupiter sepanjang malam beserta satelit-satelit Galilean pengiringnya.

3. Maret 9 – Gerhana Matahari total

Terjadi di Indonesa pada pagi hari. Jalur Gerhana Matahari Total melintasi Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. Untuk gerhana matahari sebagiabn dapat dilihat diseluruh wilayah Indonesia (baca: Daftar Lokasi, Pembuatan Alat Melihat Gerhana dan Video: Gerhana Matahari Total Indonesia 9 Maret 2016)

4. Maret 20 – Ekuinoks

Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Vernal Ekuinoks atau titik balik musim semi yang menandai awal musim semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret merupakan ekuinoks musim gugur yang menandai awal musim gugur.

5. Maret 23 – Gerhana Bulan Penumbra

Dua minggu setelah GMT, kita kembali bisa menikmati gerhana. Kali ini adalah gerhana bulan penumbra yang terjadi saat Bulan melintasi penumbra Bumi. Saat gerhana penumbra, Bulan akan tampak sedikit gelap. Seluruh Indonesia bisa menikmati Gerhana Bulan Penumbra. Untuk Indonesia Barat dan tengah, Bulan sudah dalam kondisi gerhana saat terbit.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Visibility_Lunar_Eclipse_2016-03-23.png/640px-Visibility_Lunar_Eclipse_2016-03-23.png

Gerhana Bulan 23 Maret 2016. Bagian yang gelap adalah yang tak terkena gerhana bulan.

6. April 22– Hujan Meteor Lyrids

Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 22 April. Akan tetapi, hujan meteor yang akan tampak datang dari rasi Lyra ini akan sulit diamati mengingat Bulan sedang fase Purnama dan terang sepanjang malam.

Meskipun demikian, kamu masih bisa mencari lokasi yang minim polusi cahaya untuk menanti kehadiran meteor ini. Pengamatan bisa dilakukan dari tengah malam sampai sebelum fajar setelah rasi Lyra terbit jam 10 malam. (baca juga: Hujan Meteor Lyrids, Di Akhir bulan April Yang Bikin Wow!)

Meteor Lyrids

Hujan Meteor Lyrid

7. Mei 6 – Hujan Meteor Eta Aquarid

Dimulai tanggal 19 Maret – 28 April, hujan meteor Eta Aquarid akan mencapai puncak tanggal 6 April pukul 03.00 dini hari. Langit yang tanpa Bulan karena Bulan dalam fase Bulan Baru menjadikannya waktu yang tepat untuk menikmati hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak dari rasi Aquarius tersebut. Pengamatan bisa dilakukan setelah rasi Aquarius terbit tengah malam sampai jelang fajar. Tidak akan ada Bulan yang menjadi sumber cahaya di langit malam.

8. Mei 9 – Transit Merkurius

Saatnya melihat kehadiran Merkurius dengan menggunakan teleskop yang sudah dipasang filter Matahari.

Merkurius akan melintas di depan permukaan Matahari. Mirip seperti transit Venus di tahun 2012.

Sayangnya saat transit terjadi Matahari sudah terbenam bagi pengamat di Indonesia.

Meskipun demikian Transit Merkurius ini merupakan satu—satunya transit Merkurius dekade ini.

9. Mei 22 – Oposisi Mars

Akankah isu dua bulan di langit malam muncul lagi? Isu yang diedarkan sejak Oposisi Mars tahun 2003. Namun yang pasti, tahun 2016 kita akan dapat menikmati Mars yang sedang berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi. Tapi, jangan berharap planet merah ini akan tampak lebih besar dari noktah di langit malam.

mars anime animation animasi

Planet Mars

10. Juni 3 – Oposisi Saturnus

Planet yang cincinnya tampak indah itu akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi tanggal 3 Juni. Jadi jangan lewatkan! Saturnus akan tampak lebih terang dibanding waktu lainnya dan akan dapat dinikmati kehadirannya sepanjang malam. Gunakan teleskop dan kameramu untuk memotret planet cincin ini.

11. Juni 21 – Solstice (Summer Solstice – Belahan Utara ; Winter Solstice – Belahan Selatan)

Titik balik musim panas bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim dingin bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan malam terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah siang terpanjang.

12. Juli 30 – Hujan Meteor Delta Aquariid Selatan

Hujan meteor Delta Aquariid dimulai tanggal 12 Juli- 23 Agustus dan mencapai puncak dengan lintasan 16 meteor per jam pada tanggal 30 Juli. Hujan meteor yang akan tampak dari rasi Aquarius ini berasal dari sisa debu komet Marsden and Kracht. Rasi Aquarius akan terbit jam 8 malam, dan pengamatan bisa dilakukan sampai jelang fajar.

13. Agustus 12 – Hujan Meteor Perseids

Perseid Meteors Over Ontario.Image Credit n Copyright by Darryl Van Gaal, Annotation, Judy Schmidt

Perseid Meteors Over Ontario.Image Credit n Copyright by Darryl Van Gaal, Annotation, Judy Schmidt

Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus.

Di malam puncak diperkirakan 150 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus.

Bulan yang sedang cembung besar menjadi polusi cahaya bagi langit. Tapi pengamatan bisa dilakukan sejak tengah malam setelah rasi Perseus terbit.

Bulan terbenam jelang tengah malam. Karena itu pengamatan sebaiknya dilakukan setelah Bulan terbenam untuk memperoleh kondisi yang terbaik. (baca juga: Hujan Meteor Perseids di Bulan Agustus Bikin Wow Astronomer!)

14. Agustus 28 – Konjungsi Venus & Jupiter

Dua planet terang ini akan berada pada posisi terdekatnya. Dan tampak berpapasan sangat dekat di langit malam, hanya terpisah 0,1º dan bisa dinikmati saat senja setelah Matahari terbenam di barat.

15. September 1 – Gerhana Matahari Cincin

gerhana matahari cincinCincin api yang indah akan tampak di langit saat Bulan melintas di depan Matahari. Tapi karena Bulan sedang berada pada posisi yang jauh dari Bumi maka tidak seluruh piringan Bulan menutupi piringan Matahari.

Akibatnya pengamat di Bumi bisa menikmati lingkaran piringan Matahari seperti cincin.

Gerhana Matahari Cincin ini bisa dinikmati oleh masyarakat di Afrika, sebagian masyarakat Arab Saudi, sebagian kecil Indonesia (Sumatera Selatan, Lampung, sebagian Jawa) dan sebagian kecil Australia. Lokasi terbaik untuk GMC ini di Gabon, Kongo, Tanzania, Madagaskar, dan lautan Hindia.

16. September 2 – Oposisi Neptunus

Tidak mudah untuk mengamati planet es biru ini. Tanggal 2 September menandai posisi terdekatnya dengan Bumi. Meskipun demikian, Neptunus tetap hanya obyek titik biru di teleskop anda.

17. September 17 – Gerhana Bulan Penumbra

Inilah Gerhana Bulan Penumbra kedua yang terjadi di tahun 2016. Kali ini seluruh Indonesia bisa menikmati gerhana ini dari awal, meskipun sebagian masyarakat papua akan melihat gerhana yang sudah terjadi saat Bulan terbit.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/95/Visibility_Lunar_Eclipse_2016-09-16.png/640px-Visibility_Lunar_Eclipse_2016-09-16.png

Gerhana Bulan 16-17 September 2016. Bagian yang gelap adalah yang tak terkena gerhana bulan.

18. September 22 – Ekuinoks

Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Ekuinoks Musim Gugur atau titik balik musim gugur yang menandai awal musim gugur. Sebaliknya di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan September merupakan vernal ekuinoks atau ekuinoks musim semi yang menandai awal musim semi.

19. Oktober 8 – Hujan Meteor Draconids

Hujan meteor minor yang tampak datangd ari rasi draco ini akan berlangsung dari tanggal 6 – 10 Oktober. Puncaknya tanggal 8 Oktober dengan laju 10 meteor per jam. Hujan meteor Draconid ini berasal dari sisa debu komet 21P Giacobini-Zinner. Bisa dinikmati setelah Matahari terbenam sampai rasi Draco terbenam jam 9 malam. Bulan masih cukup terang di langit malam. (baca juga: Hujan Meteor Spektakuler Draconids Setiap Bulan Oktober)

draconids meteor shower 2011

Hujan Meteor Draconid

20. Oktober 15 – Oposisi Uranus

Setelah Mars, Jupiter, Saturnus dan Neptunus berada pada posisi terdekatnya dari Bumi, kini giliran Uranus, si planet es raksasa lainnya untuk berada dekat dengan Bumi. Planet yang bergerak menggelinding ini akan tampak unik sebagai titik warna biru kehijauan di teleskop.

21. Oktober 21 – Hujan Meteor Orionids

Oktober, saatnya menikmati lintasan debu komet Halley di langit malam. Hujan meteor Orionid ini akan tampak datang dari rasi pembajak sawah atau rasi Waluku atau rasi Orion si pemburu. Hujan meteor Orionid bisa mulai dinikmati dari tanggal 2 Oktober – 7 November.

Puncaknya tanggal 21 Oktober akan menghadirkan 15-20 meteor setiap jamnya di langit malam. Bulan sedang dalam fase cembung besar dan terbit jam 11 malam. Rasi Orion sendiri terbit jam 10 malam, dan keberadaan Bulan yang cukup terang menjadi polusi cahaya bagi pengamat. Karena itu carilah lokasi yang minim polusi cahaya lampu kota untuk meminimalisir gangguan cahaya saat berburu hujan meteor. (baca juga: Hujan Meteor Orionids Tiap Bulan Oktober Bikin Pengamat Takjub)

meteor orionids

Hujan Meteor Orionid

22. November 5 – Hujan Meteor Taurid Selatan

Hujan meteor minor ini memang hanya menghasilkan 5 -10 meteor di malam puncaknya, Hujan meteor Taurid berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke.

Hujan meteor yang tampak dari rasi taurus ini akan berlangsung dari tanggal 7 September – 10 Desember dengan puncak untuk tanggal 5 Desember. Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam, dan Bulan sedang fase sabit dan terbenam jam 09.22 wib. Karena itu cahaya Bulan tidak akan menjadi masalah.

23. November 12 – Hujan Meteor Taurid Utara

Hujan meteor Taurid Utara juga tampak datang dari rasi Taurus dan dimulai dari tanggal 12 Oktober – 2 Desember dengan puncak pada tanggal 12 November. Saat malam puncak, Hujan Meteor Taurid Utara akan menghiasi langit dnegan 7 meteor per jam.

Kombinasi Hujan meteor Taurid Utara dan Selatan memberikan tontonan menarik bagi para pengamat langit malam. Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam. Bulan dalam fase cembung besar dan baru terbenam jam 3 dini hari. Untuk itu jika ingin tidak ada gangguan cahaya Bulan, pengamatan bisa dilakukan setelah Bulan terbenam sampai jelang fajar.

24. November 17 – Hujan Meteor Leonid

Dulu hujan meteor Leonid pernah tampak luar biasa dengan badai meteornya, akan tetapi sekarang hujan meteor Leonid hanya menyisakan 15 meteor per jam saat puncak. Puncak hujan meteor dengan ratusan meteor per jam hanya terjadi 33 tahun sekali dan yang terakhir terjadi tahun 2001.

Hujan meteor Leonid berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle dan akan tampak dari rasi Leo si singa. Rasi Leo terbit tengah malam dan Bulan masih dalam kondisi cembung besar di langit malam. Cahayanya masih cukup terang bagi para pemburu hujan meteor. Tapi pengamatan bisa dimulai lewat tengah malam sampai fajar. (baca juga: November: Hujan Meteor Leonid Pada Tahun 1999-2002 Lalu Bisa Capai 3000 Meteor per Jam!)

meteor leonids

Hujan Meteor Leonid

25. Desember 14 – Hujan Meteor Geminid

Hujan meteor Leonid, salah satu hujan meteor yang layak ditunggu mengingat puncaknya bisa menghadirkan 120 meteor per jam. Sayang beribu sayang, puncak Hujan Meteor Geminid tahun 2016 bertepatan dengan Bulan Purnama dan bulan baru dua hari meninggalkan titik Perigee atau titik terdekatnya dengan Bumi.

Artinya lagi, Bulan akan tampak lebih terang dari biasanya. Dan ini akan jadi masalah bagi para pemburu meteor. Kalau kamu sangat ingin menikmati Hujan meteor Geminid saat Bulan purnama di perigee, carilah lokasi yang minim polusi cahaya sehingga hanya sinar purnama yang jadi cahaya di langit.

Dan tunggulah hujan meteor. Kamu juga bisa menikmati wajah Bulan dan melihat kawah-kawahnya. Siapa tahu kamu cukup beruntung untuk melihat atau memotret meteor yang melintas. Rasi Kembar Gemini akan terbit jam 8 malam.

26. Desember 21 – Solstice (Winter Solstice – Belahan Selatan ; Summer Solstice – Belahan Utara)

Titik balik musim dingin bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah malam terpanjang.

Demikianlah beberapa peristiwa astronomi yang akan terjadi sepanjang tahun 2016. (sumber: wikipedia / lamgitselatan / nationalgeographic)

peristiwa astronomi 2016 banner

Artikel Lainnya:

Daftar Periodik (Jan-Des): 8 Hujan Meteor Paling Terkenal

Gerhana Matahari Total Indonesia 9 Maret 2016

Inilah Daftar Fenomena Gerhana Matahari Mendatang, Termasuk Yang Lewat Indonesia

Fenomena Misterius: Pancaran Sinar Yang Bergerak Di Atas Awan

Inilah 10 Misteri Cahaya Aneh Dari Langit!

Matahari Meredup? Misteri Lubang Mega Besar di Matahari

Temuan Planet Kerdil “2012 VP113” Indikasikan Adanya Planet Raksasa di Balik Pluto

Ilmuwan Klaim Temukan Planet Misterius Baru Yang Besar, “Planet Nine”!

Ditemukan: Planet Bercincin 200 Kali Lebih Besar Dari Saturnus!

Ini Dia! Planet-Planet Paling Misterius Yang Dikenal Manusia

Misterius, Ada Struktur Bentuk Piramida dan Titik Cahaya Cemerlang di Planet Ceres

Di Galaksi Bimasakti Saja, Planet Mirip Bumi Berjumlah 17 Miliar!

Astronom Gempar: Di Sistim Bintang Ini Diduga Ada Alien!

Planet Sedna Sebabkan Makhluk Bumi Punah

Planet Theia, Benda Besar Yang Menabrak Bumi

Ilmuwan Rusia: Temuan Objek Mengorbit Venus, Bukti Adanya Kehidupan

“UFO” Misterius Mengorbit Matahari, Mendekati Bumi, Lalu Meninggalkan Bumi

Gravitasi Matahari Bisa “Undang” Datangnya Alien

Objek UFO Misterius Bentuk Kubus Mengorbit Matahari

UFO Disekitar Matahari, Bukti Ada Peradaban di Luar Bumi?

Komet ISON Selamat Lewati Matahari Namun Mengecil

Fakta-Fakta Menarik Seputar Astronomi

=>Puluhan Artikel Terkait Misteri Planet<=

=>Puluhan Artikel Terkait Misteri Alam Semesta<=

*****

http://wp.me/p1jIGd-781

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arsip Masa Lalu dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s