Ditemukan di Sragen Jawa Tengah: “Homo Erectus Arkaik” Yaitu Homo Erectus Tertua Dunia

fosil-tengkorak-homo-erectus arkaik-di-sragen Indonesia header

Pria di Sragen Jawa Tengah Temukan Fosil Spektakuler “Homo Erectus Arkaik” Yaitu Homo Erectus Tertua di Dunia!

Penemuan spektakuler fosil manusia purba telah ditemukan seorang pria bernama Setu Wiryorejo (56), yang kini fosil itu menjadi milik Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sangiran ini berlokasi di Sungau Bojong di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Fosil tengkorak Homo Erectus yang ditemukan, tampak lebih kecil jika dibandingkan dengan tengkorak Homo Sapien (manusia modern) pada zaman ini. Setelah diteliti oleh ahli Paleoantropologi, Dr Harry Widianto, fosil tengkorak Homo Erectus ini merupakan yang paling tua, yang hidup sekitar 1,5 juta hingga 1 juta tahun yang lalu.

Untuk ukuran Homo Erectus memiliki panjang 14 cm, lebar 12 cm dan tinggi 10 cm. Sedangkan Homo Sapien memiliki ukuran panjang 18 cm, lebar 14 cm dan tinggi 10 cm.

Homo Erectus Arkaik, Jenis Homo Erectus Tertua

Menurut ahli Paleoantropologi, Dr Harry Widianto, indikasi bahwa temuan fosil di Sungai Bojong, Sangiran, itu merupakan fragmen tengkorak Homo erectus arkaik bersifat sangat kuat. Beberapa hal yang menguatkan antara lain lempung hitam yang melekat pada fosil dan morfologi fragmen tengkorak tersebut.

Petugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba dan fosil tengkorak Homo Erectus Arkaik di Sragen

Petugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba saat memperlihatkan hasil temuannya berupa fosil tengkorak bagian atas Homo Erectus Arkaik di Sragen.

Menurut Harry, dari lempung hitam yang melekat pada fosil, kita mengetahui fosil berasal dari Formasi Pucangan (lapisan endapan lempung hitam periode 1,8 juta- 900.000 tahun lalu).

Homo erectus arkaik berada pada lapisan Pucangan bagian atas, sekitar 1,5 juta tahun lalu. Kemudian, dari sisi konstruksi morfologi, ukuran tengkorak bagian atas dan bawahnya pendek dengan volume otak hanya 870 cc.

Artinya, volume otak Homo erectus arkaik ini jauh lebih kecil ketimbang otak manusia modern (1.200-1.400 cc) dan sedikit lebih besar daripada volume otak kera (600 cc).

Jika dibandingkan dengan volume otak jenis Homo erectus lainnya, Homo erectus arkaik memiliki volume otak paling kecil.

Selain bervolume otak kecil, tulang tengkorak Homo erectus arkaik itu juga memiliki ketebalan yang signifikan, sekitar 1 sentimeter.

Penebalan terdapat pada bagian kanan dan kiri tengkorak yang melingkar ke belakang. Ciri ini persis dengan fosil Sangiran-4 (S4) temuan GHR von Koenigswald pada 1936 yang juga berasal dari Formasi Pucangan. Tipe ini merupakan homo erectus yang paling tua yang hidup 1,5 juta hingga 1 juta tahun yang lalu.

Ditemukan Oleh Pencari Fosil Amatir

Setu Wiryorejo (56) menemukan fosil tengkorak manusia itu saat ia sedang mencari tulang purbakala di Sungai Bojong, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Sabtu, 6 Februari 2016 lalu. Namun ia tak menyangka jika fosil yang ia temukan tersebut tergolong langka dan spektakuler.

“Saya sering nyari tulang fosil di sungai atau longsoran kalau musim hujan seperti ini. Kalau dapet ya saya bersihkan dan saya serahkan ke balai (Balai Pelestarian Situs Manusia Purba). Sangiran,” ujar Setu di rumahnya.

Setu Wiryorejo sudah memperoleh 7 sertifikat penemuan fosil (Pict courtesy: Arie Sunaryo).

Setu Wiryorejo sudah memperoleh 7 sertifikat penemuan fosil (Pict courtesy: Arie Sunaryo).

Meski tahu bahwa temuan tersebut merupakan tengkorak manusia purba, Setu tak menyangka jika atau tengkorak itu merupakan jenis Homo Erectus Arkaik.

Setu Wiryorejo suka mencari fosil dan mengaku bahwa ia sudah sering menemukan beberapa fosil ketika sedang mencarinya terutama di aliran sungai atau longsoran.

Penemuan fosil fragmen tengkorak di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, Februari lalu tersebut, melengkapi koleksi Homo erectus arkaik atau Homo erectus tertua yang jumlahnya baru sekitar 20 individu. Temuan itu menegaskan Indonesia sebagai “ladang subur” bagi riset manusia purba.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harry Widianto mengatakan, selama ini, penemuan fosil Homo erectus arkaik atau manusia berjalan tegak yang hidup pada 1,5 juta-1 juta tahun lalu tergolong sedikit.

Penemuan Homo erectus arkaik terakhir terjadi pada 2007 di Glagahombo, Sangiran. Pada masa lalu, fosil tengkorak Homo erectus arkaik ini pernah ditemukan di daerah Mojokerto, maka dinamakan “Homo erectus arkaik (modjokertensis)”.

Homo erectus arkaik modjokertensis

Pada masa lalu, fosil tengkorak Homo erectus arkaik ini pernah ditemukan di daerah Mojokerto, maka dinamakan “Homo erectus arkaik (modjokertensis)”

Proses Penanggalan Libatkan Peneliti Perancis

Berdasarkan periode kehidupannya, terdapat tiga jenis Homo erectus, yaitu Homo erectus arkaik yang hidup 1,5 juta-1 juta tahun lalu; Homo erectus tipik yang hidup 730.000-300.000 tahun lalu; dan Homo erectus progresif yang hidup pada 200.000- 100.000 tahun lalu.

homo erectus-01

Homo erectus (pict: Kompas)

Homo erectus arkaik hidup saat lingkungan Sangiran masih berupa rawa-rawa (1,8 juta- 900.000 tahun lalu), yang ditandai dengan lapisan tanah lempung berwarna hitam atau disebut Formasi Pucangan.

Pada masa itu, Homo erectus arkaik tinggal di pinggir sungai-sungai purba yang mengalir di tengah-tengah rawa.

“Artefak peninggalan Homo erectus juga ditemukan di endapan sungai purba, yakni berupa alat-alat dari serpihan batuan kalsedon,” ucap Harry.

Para peneliti menemukan pula fosil-fosil fauna yang hidup berdampingan atau semasa dengan Homo erectus arkaik. Jenis fauna yang ditemukan memang belum beragam. Beberapa di antaranya ialah kuda nil purba, kura-kura raksasa, dan sejumlah jenis hewan rusa.

Penemuan fosil fauna menjadi lebih beragam pada periode kehidupan Homo erectus tipik (730.000-300.000 tahun lalu). Pada masa tersebut, lingkungan Sangiran telah berubah menjadi hutan terbuka.

Perbandingan besarnya tengkorak antara tengkorak manusia modern atau Homo sapiens (kiri) dan fosil tengkorak Homo erectus arkaik (kanan) yang ditemukan di Sragen (Pict courtesy: Arie Sunaryo)

Tampak belakang. Perbandingan besarnya tengkorak antara tengkorak manusia modern atau Homo sapiens (kiri) dan fosil tengkorak Homo erectus arkaik (kanan) yang ditemukan di Sragen (Pict courtesy: Arie Sunaryo).

Sering temukan fosil, Setu Wiryorejo peroleh 7 sertifikat

Pada 6 Februari 2016 itu, Setu Wiryorejo, warga Grogolan Manyarejo, Sragen, menemukan fosil atap tengkorak belakang manusia purba. Tak jarang temuan fosil oleh Setu Wiryorejo yang ia serahkan tersebut dihargai penghargaan berupa sertifikat.

Setu mengaku hingga saat ini ia sudah menerima 7 sertifikat, yakni di bulan Desember tahun 2011, Maret 2012, Desember 2012, Mei 2013, Februari, Mei dan Oktober dan tahun 2015. Namun imbalan berupa uang belum ia terima.

Setu Wiryorejo mengaku, dulu pada tahun 2003 ia pernah diberi Rp 300 ribu atas temuan fosilnyua, sedangkan yang lainnya diberi sertifikat. Ia menyatakan, bahwa hatinya ikhlas saja jika diberikan sertifikat karena fosil yang ia temukan adalah barang bersejarah, milik negara, ujarnya.

fosil-tengkorak-Homo Erectus Arkaik-di-sragen Jawa Indonesia

Fosil tengkorak Homo Erectus Arkaik (gambar kiri), dan (gambar kanan) Setu Wiryorejo berdiri disebelah kiri beserta temannya. sedang menunjukkan beberapa sertifikat hasil temuan fosil-fosilnya (Pict courtesy: Arie Sunaryo)

Setu juga mengaku tak pernah berniat menjual benda purbakala temuannya ke pihak swasta, meskipun bisa saja ditawari uang banyak. Pasalnya di situs Sangiran beberapa tahun lalu marak jual beli benda purbakala yang dilakukan oleh wisatawan asing. Namun praktek tersebut terbongkar oleh kepolisian setempat.

“Belum ada sih yang menawari uang atau mau dibeli. Saya tidak mau, karena ini benda langka bersejarah, bukan milik saya. Ini kekayaan negara,” ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia melalui kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba, Sangiran, Sukronedi, berjanji untuk segera memberikan penghargaan kepada Setu Wiryorejo (56), serta penemu fosil lainnya.

Penghargaan berupa sertifikat berikan, dan Dirjen serta Bupati yang menyerahkan. Selain itu pihak pemerintah juga menyerahkan sejumlah uang sekitar Rp 20 juta, ujar Sukronedi. (©IndoCropCircles.com / sumber: kompas , merdeka)

fosil-tengkorak-homo-erectus arkaik-di-sragen Indonesia allfosil-tengkorak-homo-erectus arkaik-di-sragen Indonesia banner

Artikel Lainnya:

Ditemukan: Goa Purba Fosil “Manusia Wajakensis” Temuan Dubois

Dari Ngandong di Jawa, Rahasia Misterius Homo Erectus Dikuak!

Homo Erectus Sumatra di Goa Harimau Diyakini Moyang Indonesia

Misteri manusia raksasa Indonesia Meganthropus Erectus

Manusia Jawa Purba Pernah Mendiami Eropa 700.000 Tahun Lalu

Ditemukan Benda Purbakala Sarkofagus & Rangka Manusia Megalitikum di Bali

Ratusan Fosil Purba Berusia 40.000 SM Ditemukan di Tulungagung

Hobbit Adalah Keturunan Manusia Dari Dimensi Keluarga Yang Berbeda?

Orang Katai Perempuan dari Flores “Diwajahkan”

Ditemukan: Australopithecus Deyiremeda, ‘Spesies Baru’ Manusia Purba

Lagi, Peneliti Temukan “Mata Rantai yang Hilang”, Homo Habilis

Ditemukan di Arab Saudi: Fosil Penghubung Manusia dan Kera “Saadanius hijazensis”

[Gallery] Ditemukan Ribuan Situs Purbakala Menakjubkan di Arab Saudi

Kerangka Manusia Purba Tertua Patahkan Teori Darwin!

Riset Genetik Beri Petunjuk Adanya Spesies Manusia Misterius

Ditemukan: Perkakas Batu Tertua di Dunia Berumur 3,3 Juta Tahun!

Wow!! Disain Gelang Purba 9.500 Tahun Lalu Sangat Canggih! Buatan Alien?

Ditemukan: Sekrup Purba Yang Misterius, Bukti Alien Pernah Ke Bumi Pada Masa Lalu?

Inilah 6 Tengkorak “Alien” Misterius Yang Membuat Peneliti Tak Bisa Menjelaskannya

Wow! Ditemukan Jejak Misterius Kendaraan Peradaban Maju 14 Juta Tahun Lalu

Ternyata Ada Virus Purba Misterius Dalam DNA Manusia, Dari Mana Asalnya?

Piramida Lalakon dan Sadahurip

Papua Kaya Situs Arkeologi Kuno

Prasasti Heboh Bertulis: “Seluruh Manusia Akan Menghadapi Sesuatu” Menarik Perhatian Para Pejabat

Misteri “Batu Tulis” Desa Jabranti, Kuningan, Jawa Barat

Belum Sebulan, Sudah Tiga Situs Kuno Ditemukan di Demak

Ilmuwan Kaget!! Fosil di Siberia “Kerabat” Orang Papua!

Hah?? Situs Gunung Padang Cianjur Berusia 109 Abad Sebelum Masehi?

Terkuak, Torehan Kuno Tertua di Dunia Berasal dari Pulau Jawa

Ditemukan Bukti Peradaban Tertua: Lukisan Gua Prasejarah Indonesia Tertua Sejagad!

Teori Evolusi Mungkin Berakar dari Indonesia

Temuan-Temuan Ini Sebut Peradaban Dunia Berasal dari Indonesia

Artikel ini juga di forward oleh forum viva.co.id

Homo erectus arkaik modjokertensis vivanews

=>Puluhan Artikel Terkait Arkeologi Indonesia<=

=>Puluhan Artikel Terkait Arkeologi Dunia<=

=>Puluhan Artikel Terkait Penemuan² Misterius<=

*****

http://wp.me/p1jIGd-7kl

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Indonesia, Penemuan-Penemuan Misterius dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s