[Electronic Warfare] Perang Elektronik Abad 21 Pengaruhi Otak Hingga Kontrol Populasi Dunia

Perang Electronic Warfare Pertempuran Elektronik header

[Electronic Warfare / Pertempuran Elektronik) Alat Perang Abad 21 Yang Bisa Pengaruhi Otak Hingga Mengontrol Populasi Dunia

Perang Electronic Warfare Pertempuran Elektronik banner

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Elektronika sering digunakan dalam kegiatan dan Operasi Militer seperti dalam sistem komunikasi, sistem penginderaan, sistem kontrol jarak jauh, sistem kendali tembak, sistem senjata dan sistem-sistem lainnya.

Oleh karena itu, sering kita mendengar istilah Electronic Warfare, atau “Perang Elektronika” atau yang sering disingkat Pernika, yaitu tindakan militer yang menggunakan energi elektromagnetik untuk menentukan, memanfaatkan dan mengurangi atau mencegah penggunaan spektrum elektromagnetik lawan serta tindakan untuk menjamin penggunaan spectrum elektromagnetik sendiri.

Pernika atau Pertempuran Elektronika atau Perang Elektronika (Electronic Warfare) mulai mengemuka di negara maju pada saat Perang Dunia Kedua yakni sewaktu kapal Frigate Angkatan Laut Inggris menjadi korban misil Jerman, sehingga Wilston Churchill menyebutnya sebagai Wizard War.

Saat ini pertempuran elektronika secara besar-besaran dilakukan oleh para engineer dan teknisian kedua belah pihak. Sehingga boleh dikatakan bahwa perang dunia kedua merupakan awal era penggunaan teknologi elektronika untuk kepentingan militer.

Pada masa kini, Pernika merupakan penggunaan sistem elektronika termasuk gelombang elektromagnetik, infra red, elektro optical untuk mengacaukan sistem elektronika lawan dan untuk melindungi sistem elektronika sendiri, sehingga dapat memperoleh keunggulan medan laga elektronika dan diharapkan dapat menurunkan daya tempur lawan dan meningkatkan daya tempur sendiri.

ELECTRONIC WARFARE 1

Pengertian pernika secara universal adalah “Tindakan Militer” yang berkaitan dengan adu kekuatan “Sistem Elektronika” antara dua pihak atau lebih yang berhadapan untuk merebut keunggulan “Sistem Elektronika” guna memperoleh manfaat menurunnya daya tempur lawan dan meningkatnya daya tempur sendiri dalam rangka mendukung tindakan militer berikutnya. Lingkup Pernika bisa bersifat taktis dan bisa bersifat strategis tergantung dari sasarannya.

Pernika Taktis ditujukan untuk mengacau sistem elektronika satuan lapangan, sistem senjata, pesawat terbang, kapal dan kendaraan militer yang menggunakan Sistem Elektronika.

Pernika Strategis ditujukan untuk sasaran sistem elektronika markas besar pasukan lawan, kegiatan kedutaan, sistem elektronika pusat pengendali dan sistem Intelijen lawan. Pernika meliputi :

  • Pernika Awal / Electronic Support Measure (ESM)

ESM adalah kegiatan untuk memperoleh data/parameter signal elektronik beserta analisanya. Kegiatannya meliputi, deteksi radar dan analisanya, kegiatan observasi dan monitoring dan analisanya, mencari arah (Direction Finding) dan analisanya serta aktivitas signal Intelijen / Signal Inteligence (Sigint) dan Human Inteligence (Humint Activities) dan analisanya. Sigint meliputi Electronic Inteligence (Elint) dan Communication Inteligence (Comint).

Pernika Awal bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Perintah Operasi Elektronika Lawan / The Enemy Electronic Order of the Battle ( EOB). Peralatan yang digunakan adalah Radio Detection and Ranging ( Radar ) termasuk radar untuk mendeteksi lawan atau kawan Identification Friend and Foe (IFF), Sound Navigation and Ranging (Sonar), Infra Red (IR), Electro Optical (EO) system dan Stealth Technology.

  • Perlawanan Elektronika (Wannika) / Electronic counter Measure (ECM)

ECM adalah kegiatan untuk menyadap, menipu dan menyesatkan serta menanggung lawan dengan menggunakan sistem elektronika. Kegiatannya meliputi jamming dan hacking, misalnya melancarkan serangan virus piranti lunak.

Kegiatan jamming meliputi: noise jamming, sport jamming, barrage jamming, desepsi jamming. Jamming dilakukan pada semua sistem elektronika termasuk sistem komunikasi, seperti sistem kendali tembak, sistem senjata, sistem informasi, sistem penginderaan, sistem radar, infra red, elektro optikal dan sonar.

Peralatan yang digunakan adalah jammer pada masing-masing sistem, misalnya untuk men-jamming sistem kendali tembak digunakan jammer remote control dan sebagainya. Sedangkan hacking untuk merusak sistem komputer lawan dengan mengacaukan piranti lunaknya dengan memasuki sistim pertahanan atau dengan program virus. Masa inkubasi virus ada yang cepat, sedang dan lambat.

  • Pencegahan perlawanan Eelektronika (Gahwannika) / Electronic counter counter Measure (ECCM)

Untuk mencegah lawan melancarkan Wannika, maka dilakukan upaya tersebut diantaranya membuat teknik / sirkuit anti jamming misalnya frequency hopping, scramble, Radar Warning Receiver (RWR).

ELECTRONIC WARFARE 2

Penggunaan Electronic Warfare Pada Masa Lalu

Penggunaan Pernika atau Pertempuran Elektronika atau Perang Elektronika (Electronic Warfare) msebenarnya sudah lama. Berikut beberapa peperangan yang terbukti menggunakan Pernika:

  • Perang Inggris –  Jerman (WW-2)

Terjadinya Pernika atau Pertempuran Elektronika atau Perang Elektronika (Electronic Warfare) mulai mengemuka di negara maju pada saat Perang Dunia Kedua yakni sewaktu kapal Frigate Angkatan Laut Inggris menjadi korban misil Jerman, sehingga Wilston Churchill menyebutnya sebagai Wizard War.

  • Perang Timur Tengah 1973

Perkembangan Pernika berikutnya adalah Perang Timur Tengah 1973. Israel banyak mengalami kerugian akibat serangan misil Mesir buatan Uni Soviet SA-6 yang dilengkapi dengan anti jamming. Radar-radar menggunakan berbagai jenis antena untuk memperoleh efektifitas pancaran, misalnya: antena Marconi S613, untuk memperoleh cakupan azimuth yang luas dan elevasi yang tepat. Radar APG 65 yang dipasang di moncong F-18 Hornet menggunakan antene yang kompak dan kecil.

  • Perang Teluk

Dalam Perang Teluk (Gulf War), Amerika Serikat menggunakan Pernika yang sangat mengagumkan. Sebelum serangan udara, semua sistem elektronika tentara Irak di jamming, sehingga keandalan peluru kendali Scud buatan Rusia yang digunakan oleh Irak “terbang berantakan” dan dapat dihilangkan.

Peluru kendali Patriot buatan Amerika dapat mencegat peluru kendali Scud. Demikian pula peluru kendali Tomahawk yang dibawa oleh kapal perang Amerika Missouri dan Wisconsin dilengkapi dengan alat sensor canggih sehingga dapat mendeteksi sasaran dengan cermat.

Begitu pula Amerika telah mengoperasikan lebih dari 30 buah satelit. Tidak kurang dari 7 satelit beroperasi diatas Irak untuk kepentingan pengintaian udara (Satelit Key Hole / KH) yang dapat mendeteksi obyek dibumi sebesar bola kaki dari ketinggian 800 km.

Satelit Signal Inteligence yang dapat memonitor pembicaraan radio tentara Irak memiliki lebar antena hampir setengah lapangan sepak bola. Satelit mata-mata yang diorbitkan diatas Samudera Indonesia, dapat mengawasi kilatan rudal dalam waktu sepersepuluh detik, dikirim secara cepat dan serentak ke stasiun bumi Angkatan Udara Australia yang berada di Woomera dan US Space Command’s Missile Warning Center (SCMWC) yang berada di pegunungan Cheyenne Colorado.

Di SCMWC signal diolah dan dipilih serta dipisahkan untuk menentukan rudal dan sasaran yang dituju, dan mengirim kembali ke satelit di kawasan Teluk. Kegiatan ini berlangsung selama empat sampai lima menit sebelum rudal menghantam sasaran selama 7 menit.

Amerika juga memiliki peluru kendali anti-radar, Smart Bomb dan juga alat penghancur lainnya dan dikendalikan oleh infra red, laser, optical electronic dan radar.

Selain itu, Amerika juga mempunyai radar Jammer Ravens yang dipasang di moncong pesawat tempur EF-111. Pesawat tempur F-15 Eagle dan Tornado GR-1 (milik Inggris, Royal Air Force/RAF) dilengkapi sistem eletronik yang dapat melindungi kemungkinan serangan musuh dan pengacak signal untuk membutakan radar musuh.

ELECTRONIC WARFARE 3

Pesawat terbang berteknologi Electronic-Warfare

Electronic-warfare aircraft (EWA) atau pesawat terbang peperangan elektronik, adalah pesawat militer dilengkapi peralatan untuk perang elektronik (Electronic-Warfare / EW), yaitu menurunkan efektivitas radar musuh dan sistem radio.

Pada tahun 1943, pesawat Avro Lancaster Inggris dilengkapi dengan chaff untuk membutakan radar pertahanan udara musuh. Mereka dilengkapi dengan pesawat khusus yang dilengkapi dan diterbangkan oleh Group RAF No. 100, yang dioperasikan Halifaxes (telah dimodifikasi), Liberator dan Fortresses dengan membawa berbagai jammers seperti Carpet, Airborne Cigar, Mandrel, Jostle, Piperack dan beberapa yang lainnya.

Berikut beberapa pesawat modern yang berteknologi Electronic-Warfare untuk peperangan elektronik besutan Amerika Serikat, Jepang, China, Israel, Jerman, Itali dan Soviet :

Berikut adalah daftar skuadron tempur Angkatan Laut Amerika Serikat (United States Air Force) yang menggunakan electronic warfare berikut lokasi pangkalannya:

Squadron Lokasi Nickname Notes
16th Electronic Warfare Squadron Eglin AFB, Florida
36th Electronic Warfare Squadron Eglin AFB, Florida
42d Electronic Combat Squadron RAF Upper Heyford United Kingdom EF-111A
68th Electronic Warfare Squadron Eglin AFB,Florida
390th Electronic Combat Squadron Mountain Home AFB, Idaho EF-111A
360th Tactical Electronic Warfare Squadron Tan Son Nhut Air Base, South Vietnam Antique Airlines EC-47
361st Tactical Electronic Warfare Squadron Tan Son Nhut Air Base, South Vietnam EC-47
362d Tactical Electronic Warfare Squadron Tan Son Nhut Air Base, South Vietnam EC-47
453d Electronic Warfare Squadron Lackland AFB, Texas
513th Electronic Warfare Squadron Eglin AFB, Florida

Lima Senjata Tempur Radio Elektronik Terbaik Rusia Yang Sanggup Butakan Radar AS dan Menaklukkan Musuh

Teknologi Rusia tak kalah hebat dengan negara-negara barat sejak dulu. Sebagai contohnya, Rusia adalah negara pertama yang menggunakan satelit di planet ini, bernama bernama Sputnik. Juga senjata HAARP, digunakan oleh militer Rusia terlebih dahulu, sebelum negara lain mencontoh dan menggunakannya.

Juga pesawat ulang-alik pertama dunia bernama Buran, yang disainnya mirip semua pesawat ulang-alik AS hasil contekan. Juga wahana antariksa pertama dunia bernama Soyuz. Juga stasiun antariksa pertama di dunia bermana MIR, Rusia jugalah yang pertamakali memilikinya, dan masih banyak lainnya.

Begitu juga dengan Senjata Elektronik yang canggih milik Rusia. Namun berbeda dengan barat, Rusia tak pernah menggembar-gemborkan semua hasil penemuannya, bahkan tak diberitakan. Apalagi bahasa Rusia yang tak dimengeti banyak penduduk dunia, sehingga berita tentangnya tak digubris banyak orang. Akibatnya, seakan-akan semua penemuan adalah hasil otak negara pro-barat.

ELECTRONIC WARFARE 4

Berbeda dengan kini, dimana internet sudah ada di dalam saku nyaris setiap orang. Namun efeknya adalah terjadi banyak konflik akibat informasi media itu sebagai propaganda, sehingga siapa yang berusaha memegang media secara dominan, maka dialah pemenangnya.

Semakin hari, konflik militer semakin sedikit melibatkan kontak langsung antartentara. Perang di era modern secara bertahap bergeser menjadi realitas virtual, dan angkatan bersenjata kini bukan bersaing dalam pengembangan senjata api, melainkan dalam penggunaan senjata radio elektronik yang efektif.

Berikut adalah lima senjata elektronik (electronic warfare) terbaik Rusia yang dapat membutakan dan melumpuhkan musuh.

1. Khibiny, Sang Teror Penghancur

Senjata berukuran relatif kecil berbentuk torpedo yang terpasang pada ujung sayap pesawat ini bertugas melindungi pesawat dari segala jenis serangan musuh. Setelah kru pesawat tempur menerima peringatan serangan misil, Khibiny langsung beraksi dengan mengaktifkan ‘perlindungan radio elektronik’ yang akan mencegah misil mencapai target dan membuat misil tersebut terbang menyimpang dari seharusnya.

Setelah kru pesawat tempur menerima peringatan serangan misil, Khibiny langsung beraksi dengan mengaktifkan ‘perlindungan radio elektronik’. Khibiny dapat meningkatkan masa penggunaan pesawat hingga 25 – 30 kali lipat.

Berdasarkan keterangan Wakil Direktur Jenderal KRET (perancang dan produsen sistem Khibiny) Vladimir Mikheev, semua pesawat tempur Rusia yang hancur di Georgia merupakan pesawat ‘telanjang’ yang tidak dilengkapi dengan sistem senjata elektronik.

“Rusia butuh sistem persenjataan elektronik supaya tidak terus kehilangan senjata militer,” kata Mikheev. Kini, Khibiny sudah dipasang di pesawat Sukhoi, seperti Su-30, Su-34, dan Su-35 dan akan menyusul di pesawat Sukhoi lainnya.

Setelah kru pesawat tempur menerima peringatan serangan misil, Khibiny langsung beraksi dengan mengaktifkan ‘perlindungan radio elektronik’. (Sumber: Press Photo)

Khibiny, Sang Teror Penghancur. Setelah kru pesawat tempur menerima peringatan serangan misil, Khibiny langsung beraksi dengan mengaktifkan ‘perlindungan radio elektronik’. (Sumber: Press Photo)

2. Moskva-1 (Moskow-1), Sang Pengintai Pasif

Kompleks radar modern yang akan segera didapatkan oleh pasukan Rusia ini dapat ‘melihat’ semua target yang terbang di angkasa pada jarak empat ratus kilometer. Sebelumnya, radar Avtobaza yang dimiliki Rusia hanya dapat melacak objek pada jarak maksimal 150 kilometer.

Moskva-1 (Moskow-1) beroperasi dengan prinsip radar pasif. Artinya, radar ini tidak mengirimkan sinyal apapun, melainkan hanya menerima dan menganalisis kondisi yang dipantau. Tidak seperti radar konvensional lain, radar ini tak dapat terdeteksi oleh musuh.

Saat memindai ruang udara, Moskow-1 dapat mengelompokan objek serta mengklasifikasikan misil dan pesawat tempur dengan tepat. Stasiun radar akan segera mentransmisikan informasi berharga itu ke pos komando dan operator harus memutuskan akan menghancurkan objek tersebut atau tidak. Moskow-1 juga akan membimbing sistem pertahanan udara ke target yang diincar, sehingga sistem tersebut dapat mematikan radar, namun tetap tak terlihat oleh musuh.

Moskva-1 dapat ‘melihat’ semua target yang terbang di angkasa pada jarak empat ratus kilometer. (Sumber: Press Photo)

Moskva-1 (Moskow-1) Sang Pengintai Pasif, dapat ‘melihat’ semua target yang terbang di angkasa pada jarak empat ratus kilometer. (Sumber: Press Photo)

3. Krasukha-2, Pelindung Iskander

Meski namanya terdengar lucu, kompleks senjata elektronik darat ini merupakan teror yang sesungguhnya bagi pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System/Sistem Kontrol dan Peringatan Udara).

Tugas utama Krasukha adalah melindungi pertahanan udara, fasilitas darat, serta pasukan yang tengah bergerak. PTRC Iskander dan kompleks serupa lain tergolong tak berdaya saat sedang bergerak. Krasukha membuat mereka dapat dengan mudah mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Ketika Krasukha menyadari kehadiran musuh AWACS, ia akan mengganggu radar pesawat dengan mengirim radiasi dari radius 250 kilometer. Tekanan dari senjata radio elektronik membuat senjata tersebut tak mungkin bisa dibimbing untuk mencapai target dengan akurat.

Fitur lain Krasukha adalah memengaruhi ‘otak’ misil yang telah ditembakan dan mengubah arah terbangnya. Intervensi Krasukha membuat misil akan ‘melihat’ target yang salah dan mengenainya tapa merusak target yang sebenarnya.

Tugas utama Krasukha adalah melindungi pertahanan udara, fasilitas darat, serta pasukan yang tengah bergerak. PTRC Iskander dan kompleks serupa lain tergolong tak berdaya saat sedang bergerak. (Sumber: press photo)

Krasukha-2, Pelindung Iskander. Tugas utama Krasukha adalah melindungi pertahanan udara, fasilitas darat, serta pasukan yang tengah bergerak. PTRC Iskander dan kompleks serupa lain tergolong tak berdaya saat sedang bergerak. (Sumber: press photo)

4. Rtut’-BM, Pembunuh Frekuensi

Sistem ini merupakan salah satu senjata elektronik tercanggih saat ini. Rtut’ (Raksa) dirancang untuk melindungi tentara dan peralatan militer dari serangan artileri yang dilengkapi dengan proximity fuses.

Untuk dapat menciptakan kerusakan fatal, proximity fuses harus meledak pada ketinggian tiga sampai lima meter. Rtut’ mempengaruhi amunisi proximity-fused dan membuatnya meledak pada ketinggian yang aman, sehingga pasukan tak akan terkena dampak ledakan tersebut.

Namun, bukan hanya fitur tersebut yang dapat dinetralkan oleh kompleks Rtut’-BM. Senjata ini juga dapat digunakan untuk membunuh frekuensi radio yang digunakan oleh musuh untuk berkomunikasi.

Sebuah kompleks yang terlihat seperti kendaraan militer berantena ini dapat melindungi area seluas 50 hektar. Menurut perancang senjata, Rtut’-BM memiliki potensi ekspor yang tinggi dan dapat dijual ke pasar senjata di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.

Rtut’ (Raksa) dirancang untuk melindungi tentara dan peralatan militer dari serangan artileri yang dilengkapi dengan proximity fuses. (Sumber: Press Photo)

Rtut’ (Raksa) Sang Pembunuh Frekuensi, dirancang untuk melindungi tentara dan peralatan militer dari serangan artileri yang dilengkapi dengan proximity fuses. (Sumber: Press Photo)

5. President-S, Penggangu Pemandu Misil

President-S merupakan kompleks supresi optikal elektronik yang dapat melindungi pesawat dari tembakan misil MANPADS. Sistem ini dilengkapi dengan alat pengukur panas, yakni elemen yang bereaksi terhadap panas yang diproduksi oleh mesin pesawat atau helikopter.

Pada saat uji coba, misil ditembakan dari Igla (needle/jarum) pada helikopter Mi-8 yang terpasang di rig khusus. Misil ditembakan dari jarak seribu meter, namun tak satupun berhasil mencapai target. Semua misil terbang menyimpang dari helikopter. Sistem pemandu misil kehilangan target akibat gangguan elektronik yang diciptakan oleh kompleks tersebut.

Senjata Elektronik Terbaru Buatan Rusia Siap Diekspor

Akibat meningkatnya jumlah konflik lokal di seluruh dunia, minat pembelian senjata elektronik buatan Rusia oleh calon pembeli asing pun turut meningkat secara signifikan. Demikian hal tersebut diutarakan perwakilan dari perusahaan Tekonologi Radio (KRET) yang merupakan produsen utama sistem senjata elektronik Rusia.

Menurut Wakil Pertama Direktur Umum KRET Igor Nasenkov, saat ini, KRET bersama dengan Rosoboronexport, sedang mengerjakan kontrak sistem senjata elektronik berbasis darat. Menurut informasi yang ia sampaikan, sistem senjata elektronik yang dimaksud adalah kompleks Krasukha-2, Krasukha-4, dan Moskow-1.

Moskow-1 mulai masuk ke dalam jajaran pasukan Rusia pada Februari 2015 silam. Total sistem elektronik yang diterima angkatan bersenjata Rusia adalah sebanyak sembilan kompleks. Saat ini, menurut pihak pengembang, belum ada analog sistem semacam itu di dunia.

Kompleks Krasukha-4. Sumber: Vitaly V. Kuzmin

Kompleks Krasukha yang terbaru, Krasukha-4 (sumber: Vitaly V. Kuzmin)

Salah satu ciri khas senjata elektronik Moskow-1 adalah kemampuannya untuk melakukan pengintaian dalam mode lokasi pasif. Hal ini memungkinkan senjata elektronik tersebut untuk mendeteksi senjata elektronik musuh tanpa memberikan informasi mengenai keberadaannya sendiri. Selain itu, sistem ini secara bersamaan dapat mengatur sembilan kompleks pertahanan udara dan senjata elektronik.

“Kompleks Moskow-1 akan menjadi semacam ‘otak’ dari seluruh sistem pertahanan elektronik di seluruh wilayah. Ia mampu mengetahui rencana musuh dan menghalangi efektifitas unit tempur musuh,” kata Igor Nasenkov kepada wartawan.

Sementara, Krasukha-2 dan Krasukha-4 dirancang untuk menekan radar pengawasan udara, seperti misalnya pesawat peringatan dini (Airbone Early Warning atau AEW) dan radar darat.

Krashukha-2 dan Krasukha-4 juga mampu menutupi unit teknik lain (misalnya rudal), yang bermanfaat untuk memberikan cukup waktu dalam penyebaran tempur tanpa risiko diketahui oleh musuh. Fitur lain dari kompleks senjata elektronik ini adalah pengaturan umpan palsu untuk memancing rudal musuh.

Sinyal kedua sistem Krasukha ini dapat mengubah misi penerbangan rudal yang menyebabkan ia mengetahui umpan palsu (decoy). Saat ini, kompleks Krasukha-4 ditugaskan di Suriah untuk melindungi pangkalan udara Rusia.

“Pembaruan angkatan bersenjata Rusia akan selesai pada tahun 2020, volume pesanan unit pertahanan negara akan menurun setelah itu, dan kami kami harus mencari kesempatan untuk ekspor,” kata Nasenkov.

Seluruh kompleks senjata elektronik ini diramalkan akan menarik minat banyak negara yang memiliki angkatan bersenjata berteknologi tinggi. Namun, yang harus diingat adalah dengan segala efektivitasnya, kompleks senjata elektronik ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

ELECTRONIC WARFARE 5Namun, dengan adanya perbedaan nilai tukar rubel dan mata uang dunia saat ini, pihak produsen kompleks senjata elektronik tersebut percaya bahwa pembelian peralatan teknik buatan Rusia  justru dinilai akan sangat menguntungkan.

Berdasarkan data, pada 2015, pangsa ekspor KRET adalah sebesar 15–18 persen dari jumlah total produk. Pada 2017, KRET dapat meningkatkan pangsa menjadi 25 persen.

Saat ini, Rusia sedang menjalani pemenuhan kontrak untuk penyediaan sistem pertahanan on-board pada pesawat terbang dan helikopter “Presiden-S” dengan Mesir. Sistem pertahanan on-board “Presiden-S” ini dimaksudkan untuk melindungi pesawat dari misil darat-ke-udara, berbagai sistem artileri, serta rudal jenis udara-ke-udara.

Presiden-S” tidak hanya dapat mendeteksi ancaman, tapi juga mampu memberikan intervensi kepada rudal elektronik sehingga rudal tersebut tidak dapat mencapai target.

Hingga kini, jumlah pasti kompleks yang akan dikirimkan untuk Mesir belum disebutkan. Menurut Nasenkov, “kami di sini berbicara tentang pasokan dalam jumlah besar,” katanya optimis.

 Hadapi Senjata Radio-Elektronik Rusia, Kapal Perusak AS Kabur!

Pada Kamis (10/4/2014) lalu, kapal perusak Amerika “Donald Cook” pernah memasuki perairan Laut Hitam. Dua hari kemudian, pesawat pembom taktis Rusia Su-24 “membekukan” kapal perusak itu, semua peralatan tak berfungsi!

Beberapa media melaporkan bahwa kru Donald Cook gentar saat bertemu dengan pesawat tersebut, hingga 27 pelaut Amerika mengajukan permohonan pengunduran diri dari Angkatan Laut!

Black Sea face-off Video released of Russian fighter jet fly small

Insiden pertama. Pesawat tempur Russia, Sukoi Su-24, yang tak bersenjata sengaja terbang rendah di Laut Hitam (Black Sea) dekat sekali dengan USS Donald Cook, hebatnya peralatan perang elektronik di kapal perang itu tak berfungsi!

Padahal, USS Donald Cook adalah kapal perusak armada generasi ke-4 milik Angkatan Laut AS dengan senjata kunci berupa rudal jelajah Tomahawk yang memiliki jangkauan terbang hingga 2.500 kilometer dengan membawa bahan ledak nuklir.

Ketika itu, kapal ini membawa 56 rudal Tomahawk dalam mode standar, dan 96 rudal untuk mode menyerang. (lihat video: VIDEO: #1st momment (May 2015): Black Sea face-off | Video released of Russian fighter jet flying close to American destroyer)

Kapal perusak ini dilengkapi dengan sistem pertahanan militer rudal balistik Aegis terbaru. Kapal ini dapat memusatkan sistem pertahanan udara dari semua kapal yang terpasang dalam jaringan yang sama dengannya, sehingga kapal dapat melakukan pelacakan dan menembak ratusan target pada saat bersamaan.

Empat radar besar udara standar dipasang di sisi-sisi kapal di atas dek menggantikan radar biasa. Sekitar 50 rudal pencegat dari berbagai kelas dipasang bersama Tomahawk dalam instalasi peluncuran universal pada bagian haluan dan buritan.

Pesawat tempur Russia, Sukoi Su-24, yang tak bersenjata sengaja terbang rendah di Laut Hitam (Black Sea) dekat sekali dengan USS Donald Cook, hebatnya peralatan perang elektronik di kapal perang itu tak berfungsi!

Insiden kedua. Pesawat-pesawat tempur Russia yang tak bersenjata sengaja terbang rendah di Laut Hitam (Black Sea) dekat sekali dengan USS Donald Cook, hebatnya peralatan perang elektronik di kapal perang itu tak berfungsi!

Sementara, pembom taktis Rusia SU-24 yang mendekati Donald Cook tidak membawa bom ataupun rudal, hanya sebuah wadah berisi kompleks militer radio-elektronik Khibiny.

Setelah mendekati kapal perusak itu, Khibiny mematikan radar, sirkuit kendali tempur, dan sistem pertukaran datanya. Dengan kata lain, Su-24 mematikan seluruh Aegis seperti mematikan TV dengan remote control.

Setelah itu, SU-24 melakukan simulasi serangan rudal pada kapal yang sudah “tidak dapat melihat dan mendengar” serangan itu, dan mengulangi manuver tersebut sebanyak 12 kali.

Krew kapal panik. Ketika pesawat tempur Rusia SU-24 yang “bugil” alias tak bersenjata itu pergi, USS Donald Cook segera bergerak menuju pelabuhan Rumania dan tidak pernah mendekati perairan Rusia lagi! (lihat video: VIDEO: #2nd momment (April 2016): Russian Su-24 Making “Fake Attacks” at US Navy Ship USS Donald Cook in Baltic Sea)

Senjata Tak Terlihat

Seperti pada awal artikel, bahwa persenjataan perang pada masa modern kini adalah yang tak terlihat agar tak terdeteksi. Sejatinya, dibanding AS dan beberapa negara pro-barat lainnya, Rusia memang unggul dalam peralatan perang radio-elektronik.

Vladimir Balybin, Kepala Pusat Penelitian Pertempuran Radio-Elektronik dan Efisiensi Persembunyian menyatakan semakin rumit sistem radio-elektronik, semakin mudah mengganggu operasinya dengan peralatan perang radio-elektronik. “Untuk memenangkan perang di zaman sekarang, tidak cukup hanya mendominasi di udara. Kita perlu unggul dalam hal informasi,” ujar Balybin.

Selain Khibiny, industri pertahanan Rusia juga memiliki berbagai peralatan perang radio-elektronik yang dapat mengejutkan musuh, kriminal, bahkan teroris.

Pasukan udara Rusia dilengkapi dengan kompleks Infauna. Kompleks-kompleks ini dipasang pada kendaraan lapis baja atau kendaraan militer lain dan dapat mencari dan mengganggu koneksi radio musuh dalam frekuensi gelombang pendek (Short Wave Frequency / SVF) maupun gelombang ultrapendek (Very Short Frequency / VSF), dan “mematikan” bom darat yang dikendalikan dari jarak jauh (remote controlled). Bom-bom ini tetap akan meledak tetapi setelah pasukan Rusia lewat dan cukup jauh, sehingga aman.

Sedangkan Infauna memiliki fungsi lain. Sensor optik yang terpasang di kedua sisi kendaraan dapat mendeteksi tembakan dan mengaktifkan pengeluaran tabir asap untuk melindungi barisan dari tembakan.

Ada pula perangkat Lesochek yang memiliki fungsi sama seperti Infauna, tapi berbentuk portabel dan dapat masuk ke dalam ransel atau koper. Alat ini berguna dalam perbincangan penting untuk perlindungan terhadap sistem pencegat layanan keamanan yang paling canggih.

Kompleks Borisoglebsk-2 adalah inti peralatan perang radio-elektronik dari unit taktis tentara Rusia. Kompleks ini terdiri dari sebuah titik komando otomatis dan empat jenis stasiun pengganggu. Peralatan ini menggunakan satu algoritma untuk mengidentifikasi sumber aktivitas musuh di udara.

Perangkat Zhitel mencari dan memblokir satelit dan telepon seluler, dan kompleks langganan navigasi GPS. Alat ini terbukti efisien selama konflik di Ossetia Selatan dengan membuat pesawat tanpa awak milik Georgia tersesat. Waduh.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menunjukkan bahwa pembekalan ulang senjata nuklir strategis Rusia dengan peralatan REW mutakhir telah digalakkan. Sementara, secara keseluruhan 70 persen pasukan dan armada akan dibekali ulang pada 2020, dan REW pasukan strategis akan diperbaiki 100 persen.

“Peralatan REW memperkuat persenjataan cerdas kita (Rusia) dan melumpuhkan senjata musuh. Memang begitulah seharusnya,” ujar Rogozin. Bagaimana menurut Anda? Apakah Indonesia perlu membeli dan memilikinya?

(sumber: wikipedia, rbth.com,  Rossiyskaya Gazeta, fiostella.wordpress / editor: IndoCropCircles.com)

Pustaka:

ELECTRONIC WARFARE anim animation animasi

Video:

VIDEO: Russian Fighter Jet Disables US Missle Destroyer Using Electronic Warfare Weapon

Electromagnetic weapon of Russia, English subtitles

Let. Gen. Bob Elder, Jr (USAF) talking about Electronic Warfare, the weapon of the war for TODAY in 21 Century. Population is controlled by electronic radiation, from satellites until cell-phone towers all over the place to control information, controlling your physical condition, controlling your cognition, controlling your perception, controlling your capabilities etc, all over the world! #‎PsycotronicWeaponsAttack‬ ‪#‎MindControlTechnology‬ ‪#‎ElectronicWarfare‬

VIDEO: 21st Century Electronic Warfare

VIDEO: #1st momment (May 2015): Black Sea face-off | Video released of Russian fighter jet flying close to American destroyer

VIDEO: #2nd momment (April 2016): Russian Su-24 Making “Fake Attacks” at US Navy Ship USS Donald Cook in Baltic Sea

Artikel Lainnya:

Awas Mind Control! Senjata Masa Depan Pengendali Pikiran, Teknologi Pengontrol Saraf Otak

Ilmu Psikologi: Bagi Zionist & Satanic, Mengapa Simbologi Begitu Penting?

Peneliti: Awas! Smartphone Adalah Alat Sadap Yang Tak Anda Sadari

Wow! Para Ahli Keamanan Ungkap Beberapa “Spy Cyber” Tingkat Tinggi

Agenda Rahasia AS: Perang Non Militer Milenium Ketiga

[CLASSIFIED] Proyek Mind Control CIA “Project MK-Ultra”

Perang Asimetris Untuk Hancurkan Nasionalisme dan Ideologi

Inilah Puluhan “Operasi Bendera Palsu” (False Flag Operation) Yang Diakui Pemerintah Dunia

Wow! Ilmuwan Berhasil Kendalikan Otak Tikus Menggunakan Remote Control

Kecoa Dibuat Jadi Robot? Cyborg Bio-Robotik Pertama Di Dunia!

Wow! Komunikasi Antar Otak Pertama di Dunia Berhasil Dilakukan

Misteri Kerja Otak dan Menyibak Kerja Otak Dominan Presiden Indonesia

Peralatan-Peralatan Canggih Yang Tak Lama Lagi Mengubah Dunia

=>Puluhan Artikel Terkait Penyadapan<=

=>Puluhan Artikel Terkait Konspirasi Perang<=

*****

http://wp.me/p1jIGd-7oS

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ilmu & Teknologi, Konspirasi Perang dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke [Electronic Warfare] Perang Elektronik Abad 21 Pengaruhi Otak Hingga Kontrol Populasi Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s