Perangi Taliban Cuma Kedok: AS Kuasai Lithium & Opium Terbesar Sejagat

AS Kuasai Lithium dan Opium Terbesar Sejagat banner

Perangi Taliban Di Afghanistan Cuma Kedok: Kini, AS Dan Sekutunya Kuasai Lithium & Opium Terbesar Sejagat!

U.S. Army Sgt. Robert Newman, Bravo Company, 1st Battalion, 4th Infantry Regiment, U.S. Army Europe, watches the sunrise after a dismounted patrol mission near Forward Operating Base Baylough, Zabul, Afghanistan, March 19, 2009. (U.S. Army photo by Staff Sgt. Adam Mancini/Released)

U.S. Army Sgt. Robert Newman, Bravo Company, 1st Battalion, 4th Infantry Regiment, U.S. Army Europe, watches the sunrise after a dismounted patrol mission near Forward Operating Base Baylough, Zabul, Afghanistan, March 19, 2009. (U.S. Army photo by Staff Sgt. Adam Mancini/Released)

Amerika Serikat menemukan wilayah-wilayah luas di Afghanistan yang mengandung Lithium terbesar di planet bumi yang bernilai paling tidak satu trilyun dollar AS! Selain itu, Afghanistan adalah negara penghasil tanaman Opium terbesar sejagat yang sangat berguna dalam bidang farmasi dan medis untuk keperluan dunia.

Dengan keuntungan yang sangat besar, maka AS dan sekutunya pasti akan menguras habis kekayaan Afghanistan yang rakyatnya sangat miskin dengan kedok memerangi Al-Qaeda dan Taliban.

Plot yang sama oleh pihak barat terhadap Indonesia pada masa lalu, ketika Orde Baru berkuasa, semua tambang dikuasai pihak barat dan kekayaan Indonesia dikeruk habis-habisan selama puluhan tahun lamanya dan tak pernah mensejahterakan rakyatnya.

Illuminati Card Game - Voodoo EconomicsKekayaan mineral kawasan Afghanistan sudah diketahui sejak lama. Namun penelitian beberapa tahun terakhir ini menunjukan, ternyata kekayaan bumi Afghanistan jauh lebih besar daripada yang diduga sebelumnya.

Komandan Komando Pusat Amerika Serikat Jendral David H Petraeus yang dikutip oleh harian The New York Times, mengatakan bahwa potensi yang dimiliki Afghanistan sangat mengagumkan.

Diperkirakan, sumber alam itu adalah baja, tembaga, kobalt, emas dan sejumlah mineral lainnya sedikitnya bernilai 908$ milyar dolar AS!

Kolonel Dave Lapan mengatakan nilai itu belum termasuk sumber-sumber lithium, minyak bumi dan cadangan gas bumi yang ada. Menurut Lapan, penelitian yang dilakukan lembaga survei geologi Amerika Serikat, USGS, merupakan bagian dari upaya AS merancang bantuan bagi Afghanistan untuk membangun sektor industrinya.

Peta tambang-tambang mineral berharga di Afghanistan

Peta tambang-tambang mineral berharga di Afghanistan

Para penasihat asing itu ingin menginformasikan bahwa Kementrian Pertambangan Afghanistan akan menggunakan prosedur dan akutansi transparan yang diakui secara internasional.

Juru bicara Kementerian Pertambangan Afghanistan, Jawad mengatakan, bahwa sumber alam Afghanistan akan berperan besar dalam mengembangkan ekonomi Afghanistan.

Kementrian Luar Negeri AS menyebutkan, akan butuh bertahun-tahun untuk mengembangkan industri pertambangan Afghanistan.

Disebutkan juga, perlu ada rencana agar bisa secara efektif menjamin bahwa hasil kekayaan bumi itu tidak hanya dinikmati kaum elit dan kaya di Afghanistan. Tapi perang AS di Afghanistan dengan alasan memerangi Al-Qaeda dan Taliban sudah terjadi belasan tahun lamanya.

Lalu mana buktinya bahwa bahan-bahan tambang itu dapat mensejahterakan rakyatnya, walau Presiden Afghanistan Hamid Karzai sudah mengatakan bahwa sumber alam yang dimiliki Afghanistan akan sangat membantu mengatasi kemiskinan?

Seorang tentara AS sedang duduk diatas cetakan Lithium. Banyak media menyangka cetakan in adalah emas yang sebenarnya adalah Lithium dari hasil penambangan di Afghanistan.

Seorang tentara AS sedang duduk diatas tumpukan cetakan Lithium yang diangkut sebuah truk dari hasil penambangan AS di Afghanistan yang berkedok perang dengan Al-Qaeda dan Taliban. Banyak media menyangka bahwa cetakan Lithium ini adalah emas milik Irak yang hilang.

Perang AS – Taliban Hanya Kedok AS Untuk Kuasai Lithium Terbesar Dunia

Dalam penelitian terakhir, disebutkan kantong-kantong Lithium di bumi Afganistan memiliki potensi yang lebih besar dari tambang lithium Bolivia, yang selama ini merupakan terbesar di dunia.

Penelitian terakhir yang dilakukan USGS ini merujuk pada pengumpulan data sumber alam yang dilakukan Uni Soviet pada masa pendudukannya seputar tahun 1980-an, serta analisa yang dilakukan pakar geologi AS sejak tahun 2007 silam.

Jesse Ventura

Jesse Ventura

Menurut pakar konspirasi paling ternama AS, Jesse Ventura, yang juga mantan Navy Seal mengatakan bahwa Amerika memang ingin menguasai tambang-tambang di Afghanistan sejak lama.

Apalagi jika itu adalah tambang-tambang besar dunia, yang berguna untuk memperkuat ekonomi AS dengan cepat dan sekaligus dapat menguasai industri-industri dan produk elektronik dunia.

Namun menurut Jesse, pemerintah AS sengaja membuat perang ini berlama-lama agar dapat menguasai tambang-tambang itu, terutama kekayaan Lithium tak terkira yang dimiliki Afghanistan.

Lithium (Li) adalah metal yang paling ringan dari semua bahan metal. Begitu ringannya, bahkan Lithium dapat mengambang jika dicelupkan ke dalam cairan minyak.

Kepadatan lithium adalah setengah dari air, jauh lebih ringan dari apa yang biasanya Anda pikirkan sebagai logam ringan seperti magnesium, berilium, aluminium, titanium, semua ini tiga sampai sembilan kali lebih padat jika dibandingkan dengan lithium!

lithium mine

Metal yang sangat ringan ini kegunaannya sangat beragam, dari obat pil hingga bom nuklir! Lithium dapat dijadikan obat campuran dalam pil yang disebut “Lithium carbonate pills” untuk mengobati penyakit yang disebut sebagai bipolar disorder.

Lithium dapat juga digunakan sebagai campuran gemuk atau biasa yang digunakan sebagai pelicin (grease) yang sangat baik jika dibanding dengan gemuk biasa, karena dapat bertahan lama, lebih licin dan tahan panas. Campuran gemuk dan lihium spesial ini disebut sebagai “lithium grease”.

Lithium-6 sangat bernilai sebagai bahan sumber untuk produksi tritium dan sebagai penyerap neutron dalam fusi nuklir. Lithium alami mengandung sekitar 7,5% lithium-6 yang jumlah besar lithium-6 telah diproduksi dengan cara pemisahan isotop untuk digunakan dalam senjata nuklir. Sedangkan Lithium-7 sangat berguna untuk pendingin reaktor nuklir.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5d/Castle_Bravo_Blast.jpg/320px-Castle_Bravo_Blast.jpg

Awan Jamur pada percobaan bom nuklir hidrogen di Castle Bravo, Kep. Bikini, Laut Pasifik yang menggunakan lithium (wikimedia)

Lithium jika dicampurkan dengan flouride akan menghasilkan Lithium fluoride, ketika sangat diperkaya di lithium-7 isotop, membentuk konstituen dasar campuran garam fluorida LiF-BeF2 digunakan dalam reaktor nuklir fluoride cair. Lithium fluoride ini sangat kimiawi stabil dan LiF-BeF2 campuran memiliki titik leleh yang rendah.

Sementara itu, Lithium deuteride adalah bahan bakar fusi pilihan dalam versi awal dari bom hidrogen. Ketika dibombardir oleh neutron, baik 6Li (Lithium-6) dan 7Li (Lithium-7) menghasilkan tritium.

Reaksi ini tidak sepenuhnya dipahami ketika bom nuklir hidrogen pertama kali diuji-coba oleh AS pada tanggal 1 Maret 1954 silam yang tak bertanggung jawab atas radiasinya.

Penduduk terkena penyakit dari radioaktif dan pelarian dari uji coba bom nuklir hidrogen oleh AS di Castle Bravo, Kepulauan Bikini, di Laut Pasifik tersebut. Lebih gilanya, ikan-ikan laut dengan radius ribuan kilometer terkena radioaktif  akibat percobaan nuklir oleh AS ini, dari Jepang hingga di utara pulau Papua. Ikan terbanyak terkena radiasi tertangkap di Jepang.

Fusi tritium dengan deuterium dalam reaksi fusi  relatif lebih mudah dicapai. Meskipun rincian tetap rahasia, lithium-6 deuteride rupanya masih berperan dalam senjata nuklir modern sebagai bahan fusion.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/70/Castle_Bravo_fish_contamination_map.png/268px-Castle_Bravo_fish_contamination_map.png

Map showing points (X) where contaminated fish were caught or where the sea was found to be excessively radioactive. B=original “danger zone” around Bikini announced by the U.S. government. W=”danger zone” extended later. xF=position of the Lucky Dragon fishing boat. NE, EC, and SE are equatorial currents.

Tak ada habisnya jika kita berbicara tentang kegunaan Lithium seperti telah diuraikan diatas, dari pil hingga bom nuklir, hingga pada masa modern ini dapat pula Lithium dijadikan campuran bahan bakar untuk keperluan peluncuran rudal, terpedo, roket, misile, hingga bahan bakar dan roket pesawat ulang-alik dan roket untuk wahana antariksa.

Namun kini Lithium dilirik pasar global yang sangat teramat besar. Lithium pada penggunaan bersekala besar sangat diperlukan untuk industri elektronika dalam pembuatan batu baterai, seperti batu baterai laptop, phonesel, hingga mobil elektrik, bahkan baterai satelit.

Produk-produk elektronik tersebut sangat banyak konsumennya, milyaran orang membutuhkannya, dan ribuan industri memerlukannya.

Ini adalah bisnis dengan keuntungan yang sangat-sangat besar, trilyunan dollar AS. Namun sayangnya, Lithium yang sangat dibutuhkan oleh peradaban sekarang dan masa depan ini, ternyata tambangnya sangat sedikit di dunia. Itulah sebabnya AS ingin menguasai tambang di Afghanistan itu.

Bagaimana awalnya Lithium ditemukan di Afghanistan? Awalnya adalah penelitian oleh ilmuwan Russia di kawasan ini yang akhirnya terjadi perang dengan Afghanistan.

Oleh karenanya, menurut Jesse Ventura, Russia pernah perang dengan Afghanistan tapi kalah. Begitu juga Inggris pernah perang dengan Afghanistan tapi kalah juga. Maka AS mencoba cara lain dengan alasan membasmi “teroris” di Afghanistan.

as di afganistanMasih menurut Jesse, tambang Lithium di Afghanistan tadinya tak disangka sebanyak itu. Semua terjadi ketika tentara-tentara AS, yang sebenarnya semuanya adalah rakyat biasa yang melalui wajib milter, ditugaskan disana.

Mereka juga meledakkan goa-goa yang dikhawatirkan akan menjadi persembunyian kelompok Taliban dan Al-Qaida ketika berpatroli.

Salah satu diantara tentara AS ternyata adalah ahli geologi. Ketika goa-goa diledakkan dan tertimbun, tentara itu melihat bongkahan-bongkahan batu yang sepertinya mengandung Lithium.

Kemudian ia mengumpulkannya dan menaruhnya ke dalam tas untuk diteliti ketika pulang ke markas. Dan ternyata benar, bongkahan batu-batu itu mengandung Lithium dengan konsentrasi yang sangat baik.

Beberapa geologis dan peneliti memperkirakan nilai tambang Lithium disana sekitar $1 triliun dolasr AS, yang lain lebih optimis sekitar $5 triliun dolar AS. Hal ini pastinya akan lebih besar jika dibandingkan dengan tambang Lithium di Bolivia.

Walau memiliki tambang Lithium terbesar dunia, namun anehnya Bolivia bukanlah produsen Lithium! Produsen lithium terbesar adalah Australia, Chile, China, Argentina, Zimbabwe, Portugal dan Brazil berdasarkan countries by lithium production.

Selain Bolivia, China juga memiliki kandungan lithium terbesar kedua setelah Bolivia, yang sudah mulai ditambang. Awalnya bahan lithium diekspor ke luar negeri dan di produksi menjadi bahan baterai di luar China.

Sekarang China menerapkan ekspor produk lithium harus menjadi barang jadi. Setidaknya sudah dikemas dalam bentuk baterai.

Tidak heran industri elektronik dan sepeda dan motor listrik di China berkembang, karena salah satu komponen penting adalah baterai berada disana.

Bahkan kini China sudah memiliki stasiun luar angkasanya sendiri dan bukan patungan dari banyak negara. Jadi, bukan Soviet atau AS lagi, kini China-lah yang menguasai angkasa.

Namun, Afghanistan memiliki begitu banyak cadangan bahan Lithium ini, hingga para geolog menjulukinya sebagai ‘Arab Saudi-nya lithium’, merujuk pada Arab Saudi yang merupakan prodeusen utama minyak bumi, hal ini disebut dalam sebuah memo internal Pentagon yang dikutip oleh Times.

Lithium carbonate price chart.

Lithium carbonate price chart.

Padahal seperti semua orang tahu, bahwa kelompok Taliban dan Al-Qaida hanya segelintir saja diantara jumlah penduduk Afghanistan, bagaimana mungkin AS harus berperang sedemikan lama?

Maka, perang di Afghanistan akan selalu diperpanjang untuk mengulur-ulur waktu agar AS menguasai Lithiuim terbesar dunia. Warga Afghanistan yakin konflik di wilayahnya sengaja dipelihara dengan cara terus menghidupkan kelompok Taliban. Lalu siapakah biang keladinya?

Sementara dua negara yaitu China dan India, merupakan dua negara yang telah mengajukan tender untuk mengembangkan pertambangan Afghanistan. Dalam prosesnya, China telah memenangkan kontrak untuk menambang tembaga. Akhir tahun 2010 ini, diperkirakan China juga akan memenangkan kontrak pertambangan besi-baja.

AS Sendiri Adalah Sumber Dana Untuk Taliban

Percayakah Anda, bahwa Taliban ternyata mendapat sokongan dana dari Amerika Serikat? Fakta ini dikemukakan oleh sebuah harian yang terbit di Inggris, The Guardian.

opium afghanistan cia_created_afghan_heroin_drug_tradeDalam artikel tertanggal 25 Mei 2010 silam, yang dimuat situs internet harian The Guardian tersebut terungkap bahwa para ahli di Afghanistan yakin AS mendanai Afghanistan. Artikel ini ditulis oleh Daniella Peled.

Artikel itu berjudul ‘Afghans Believe US is Funding Taliban’ (Masyarakat Afghanistan yakin AS Membiayai Taliban).

Kalimat pertama dalam artikel itu menyebutkan bahwa hampir tidak mungkin untuk menemukan orang di Afghanistan yang tidak percaya bahwa AS mendanai Taliban.

Termasuk mereka yang berkerja untuk organisasi internasional, seperti USAID, meyakini fakta tersebut.

Guardian lalu mengutip sumber anonim yang dinyatakan lancar berbahasa Inggris. Sumber itu mengungkapkan bahwa AS punya kepentingan untuk menguasai tambang dan terus memperpanjang konflik di Afghanistan. Dengan demikian pengaruh AS di kawasan itu bisa langgeng.

“Ini seperti orang yang bertepuk tangan dalam unjuk rasa, satu tangan tidaklah mungkin bisa digunakan untuk tepuk tangan. Pihak yang menghendaki tepukan itu terjadi, haruslah menggerakkan tangan yang satu lagi,” kata sumber yang dikutip Guardian itu. 

Sumber ini lalu mengungkapkan bahwa dengan mendukung Israel, AS mampu memberi pengaruh besar di dunia Arab. Saat ini, kata dia, AS ingin melakukan hal yang sama di Afghanistan. Dengan demikian, pengaruh AS di Asia menjadi semakin kuat. Siapa yang mampu menguasai Asia, menurut dia, di masa mendatang akan menguasai dunia!

Selanjutnya Guardian juga menulis bahwa AS juga ikut mendanai madrasah-madrasah di Afghanistan maupun Pakistan yang selama ini dicurigai sebagai tempat mengkader para anggota Taliban.

Tak ada tanda meredanya perang yang berlarut-larut antara AS dan Taliban, membuat warga Afghanistan tak pernah sejahtera dan menganggap Taliban didanai oleh AS sendiri.

Tak ada tanda mereda bahkan berakhirnya perang yang berlarut-larut antara AS dan Taliban, membuat warga Afghanistan tak pernah sejahtera, dan menganggap kelompok Taliban yang diperangi AS didanai oleh AS sendiri.

Warga Afghanistan juga dinyatakan sering melihat helikopter AS mengirimkan bantuan ke garis pertahanan Taliban.

Dalam banyak literatur dan artikel juga disebutkan, bahwa badan intelijen rahasia CIA melakukan bisnis  heroin dengan kartel dan produsen dari hasil opium di Afghanistan.

Itulah sebabnya kenapa Taliban dan Al-Qaeda tak pernah diperangi secara serius. Mungkin perang di Afghanistan akan berlangsung terus hingga bertahun-tahun ke depan.

Perang AS – Taliban Hanya Kedok AS Agar Inggris dan AS Juga Kuasai Perkebunan OpiumTerbesar Dunia

Apakah “Perang Melawan Teror,” memiliki invasi AS dari Afghanistan berubah menjadi “Perang Opium?” Itulah beberapa yang diketahui banyak orang, seperti Tony Blair, mantan perdana menteri Inggris, selama kunjungannya ke Afghanistan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Setelah semua kunjungan itu, mereka melobi untuk menguasai Afghanistan kerena menjadi produsen terbesar opium di dunia, sebagai bahan baku untuk produksi heroin (lihat grafik). Negara ini sendiri menyumbang 90% dari tanaman opium global!

Afghanistan opium production

Afghanistan menjadi produsen terbesar opium di dunia, sebagai bahan baku untuk produksi heroin.

Kedengarannya bagus pada awalnya, bahkan mungkin terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, sebab hal itu akan tampak cukup mulia bagi Washington dan sekutunya, untuk menjadikan pengeluaran negaranya sebesar gazillions dolar dan mengorbankan ribuan nyawa tentara Amerika untuk “melindungi remaja AS dari narkoba heroin”.

Dan satu hal yang kita semua telah belajar dari sejarah adalah, bahwa tidak ada yang “mulia” tentang sekerumunan manusia yang ingin menguasai dunia, dengan kekuatan dan dengan biaya berapapun.

Jadi jika menggali sedikit lebih dalam, kita menemukan bahwa pernyataan Blair adalah tidak lebih dari politisi khas pernyataan seorang yang berstandar ganda.

uk british inggris di afganistanPernyataan Blair ini adalah “Penutup Cerita bagian dua”, karena fakta menunjukkan sebaliknya, bahwa Inggris ingin menguasai opium sedunia.

Opium dapat dijadikan heroin yang berguna dalam industri farmasi dunia. Tanpa opium sebagai obat kekebalan dan obat tidur hingga untuk operasi pembedahan, maka tidak akan ada operasi dan penyembuhan diseluruh dunia.

Apalagi jika AS, NATO dan Inggris dapat memonopoli opium dunia dengan meng”hack” perkebunan opium terbesar di Afghanistan, jelas bahwa hal ini adalah bisnis trilyunan dolar!

Tapi, bagaimana efek dan dampak buruk dari opium yang juga termasuk narkotika ini? Jelas sangat mengerikan. Jika digunakan melebihi standar maka akan membuat pemakainya menjadi pecandu.

Jadi permainan standar ganda juga tak salah jika disimpulkan. Akibat memegang pasar monopoli dunia, tak salah pula jika dipastikan bahwa opium sebagai narkotika juga dipasok oleh AS dan Inggris.

Untuk apa mereka melakukannya? Pastinya untuk keburukan. Keburukan yang akan terjadi terhadap generasi suatu bangsa yang dipasoknya sebagai narkotika. Jika Anda tak dapat memerangi suatu bangsa, maka hancurkan saja generasinya, maka negara itu akan hancur dengan sendirinya pada masa mendatang.

Bunga Opium (Poppi) di Afghanistan. Tampak pasukan AS-NATO sedang berada ditengah poppi opium.

Bunga Opium (Poppi) di Afghanistan. Tampak pasukan AS-NATO sedang berada ditengah poppi opium.

Laporan tahunan PBB tentang perdagangan obat global yang secara konsisten menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir produksi opium di Afghanistan meningkat hampir sebanding dengan percepatan pengiriman pasukan AS, dan sebanding dengan semakin banyaknya pecandu diseluruh dunia, termasuk di AS dan di Indonesia.

Jadi jelas, sebenarnya Afghanistan adalah negara yang alamnya kaya raya akan bahan tambang dan mineral yang dapat ditambang untuk kesejahteraan rakyatnya. Namun nasibnya mirip Indonesia pada masa lalu.

Plot yang sama oleh pihak barat terhadap Indonesia pada masa lalu, ketika Orde Baru berkuasa, semua tambang dikuasai pihak barat dan kekayaan Indonesia dikeruk habis-habisan selama puluhan tahun lamanya, dan tak pernah mensejahterakan rakyatnya.

Tuhan memang Maha Adil, dimana negara-negara yang terlihat kaya, namun miskin tambang. Dan negara yang terlihat miskin, sebenarnya kaya akan hasil alamnya.

Namun pengelolaannya tergantung kepada pemerintah dan rakyat negara itu, mau digali dan dimanfaatkan sendiri, atau dijual dengan harga murah ke negara lain secara sembunyi-sembunyi dan diam, tanpa boleh rakyat mengetahuinya. Hanya menyisakan segelintir orang kaya. Yang kaya hanyalah pejabat dan para kroco-kroconya. Rakyatnya? Ya tetap miskin. (©IndoCropCircles.com, sumber: The Guardian / Times / DW)

Pustaka:

people dont want wars 002

VIDEO:

Video: Jesse Ventura the real reason U.S. is at war in Afghanistan

Video: Minerals in Afghanistan worth $1 trillion, U.S. says – CNN

Video: Afghan minerals: Uncovered conspiracy

Artikel Lainnya:

“The Bali-Nine”: Mereka Sengaja Dijebak Polisi & Intelijen Australia Sendiri!

[CLASSIFIED] Proyek Mind Control CIA “Project MK-Ultra”

Laboratorium Amerika Kembangkan 324 Senjata Biologis!

Ketika Mereka Bunuh Sepuluh Juta Rakyat Afrika, Mereka Tidak Dijuluki ‘Hitler’

Inilah Puluhan “Operasi Bendera Palsu” (False Flag Operation) Yang Diakui Pemerintah Dunia

Ketika Amerika Serikat Tunduk Kepada Indonesia

Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

Pengaruh C.I.A. Di Indonesia

Gila!! Selama Ini Dunia Diatur Yahudi Hanya Oleh Lembaran Kertas!

[Sejarah Ganja Illegal] Peneliti: Ganja Obat Mujarab Sejak Ribuan Tahun

Buah Sirsak, Pembunuh Kanker Yang Khasiatnya Disembunyikan Pabrik Obat

Informasi Yang Selama Ini Disembunyikan: Biji Anggur Sebagai Obat Anti Kanker

Awas! Picu Kanker Ovarium: Jangan Memakai Bedak Di Organ Intim Anda!

[Depopulasi Dunia] Codex Alimentarius: Menguasai Produk Makanan Berarti Mengontrol Manusia

Ini Dia, Kebohongan Manfaat Susu Sapi!

****

http://wp.me/p1jIGd-7qg

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Gila, Konspirasi Perang dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Perangi Taliban Cuma Kedok: AS Kuasai Lithium & Opium Terbesar Sejagat

  1. Insan Perdana berkata:

    InsyaAllah semua ada balasannya… Amin..

  2. Hanya Pembaca berkata:

    KTT = Konspirasi Tingkat Tinggi

    dan mengapa negara Israel tidak diikutsertakan diartikel ini? padahal biasanya ketiga negara tersebut (Amerika, Inggris, & Israel) selalu terlibat dalam penjajahan suatu negara.. ataukah permainan Israel terlalu ‘cantik’ sehingga seakan tidak ikut terlibat langsung?? hmm….

  3. ipanase berkata:

    ajegile logam mulia semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s