Terkuak! Ratusan Trilyun Dana Asing Untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

Kenaikan-Harga-Rokok-Menjadi-Rp-50-Ribu-per-Bungkus

Terkuak! Ratusan Trilyun Aliran Dana Asing Untuk Kampanye Anti-Rokok di Indonesia

Wacana kenaikan harga rokok di Indonesia sempat menuai polemik. Ada yang setuju, namun tak sedikit pula yang menolak.  Adalah Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, yang menghembuskan harga rokok idealnya lebih dari Rp 50.000 per bungkus. Ini jika ingin menekan jumlah perokok di Tanah Air.

Sejak dimulainya Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control yang disingkat FCTC, hampir negara-negara di seluruh dunia menekan peredaran tembakau. Bahkan, Kuba sebagai negara penghasil cerutu ikut serta dalam perjanjian tersebut.

Meski ikut menandatangani FCTC, namun Indonesia masih enggan untuk mengikuti jejak 183 negara yang sudah meratifikasinya. Presiden Joko Widodo beralasan, penolakan itu dilakukan untuk melindungi nasib petani tembakau.

Namun kampanye antirokok terus bergulir. Banyak aliran dana dari pihak asing masuk ke Indonesia. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan triliun rupiah.

Dana asing ratusan trilyun rupiah masuk Indonesia

Dikutip dari laman tobaccocontrolgrants.org, Bloomberg Initiative (B.I.) telah mengucurkan dana hingga Rp 105,308 triliun ke berbagai Lembaga Swadaya Masarakat ( LSM), universitas dan kementerian, termasuk Muhammadiyah.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/42/Michael_R_Bloomberg.jpg/349px-Michael_R_Bloomberg.jpg

Michael R Bloomberg (pict: wikimedia).

Jumlah uang yang diberikan bervariasi, tergantung bentuk kampanye yang dilakukan masing-masing lembaga.

Bloomberg Initiative sendiri merupakan program anti-tembakau yang didanai oleh Michael R Bloomberg.

Michael Rubens Bloomberg yang tahun 1942 ini adalah pendiri Bloomberg L.P., multi-miliarder dan wali kota di New York City dari 2002 sampai 2014.

Ia adalah mitra umum di Salomon Brothers sebelum mendirikan perusahaan layanan perangkat lunak finansial tahun 1981. Bloomberg adalah seorang Yahudi dan leluhurnya adalah orang Yahudi-Rusia.

Politikus ini adalah anggota Partai Demokrat selama beberapa tahun, namun kemudian berpindah ke Partai Republikan pada tahun 2001, dan dalam partai itulah, ia menjadi wali kota di New York. Ia dipilih kembali pada tahun 2005.

Pada tanggal 19 Juni 2007 Michael Bloomberg meninggalkan Partai Republikan sebagai calon independen. Kini Bloomberg sering disebutkan sebagai calon independen dalam PilPres 2008.

Gerakan Pendanaan Bloomberg di Indonesia

Beberapa strategi dan hasil dari dana Bloomberg dalam hal anti-tembakau dan anti-roko di Indonesia ialah:

Endorsing Good Governance on Tobacco Policy in Indonesia

Indonesia Corruption Watch

To carry out a good governance campaign with anti-tobacco coalition partners that promote transparency and accountability through activities aiming to encourage fundamental changes in government policies related to governance of tobacco. This broad campaign aims to create good governance for the cigarette industry in Indonesia, while reducing the adverse effect of the tobacco industry upon public health.

Country: Indonesia
Amount: $45,470
Start Date: Jul 2010
End Date: Mar 2012


To gain political support to pass draft bill on mitigating impact of tobacco products on health

Indonesian Forum of Parliamentarians on Population and Development (IFPPD)

To gain political commitment through tobacco Control policy Advocacy at National Parliaments to enact the bill on controlling the Impact of tobacco products on Health and FCTC

Country: Indonesia
Amount: $28,753
Start Date: Jan 2007
End Date: Oct 2007


Working to Ban tobacco industry sponsorship in six targeted music and film industries in Indonesia

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (National Commission on Tobacco Control – NCTC)

To work towards a ban on tobacco industry sponsorship in six music and film industries in Indonesia, identify champions among industry representatives to advocate for tobacco-free entertainment.

Country: Indonesia
Amount: $75,348
Start Date: Dec 2009
End Date: Jan 2011


Lembaga Pembinaan Dan Perlindungan Konsumen Semarang

Smoke Free Semarang City

Country: Indonesia
Amount: $85,638
Start Date: Sep 2012
End Date: Mar 2014


Campaign for the socialisation of the provincial smoke-free law of Bali and advocacy towards formulation of a smoke-free law at the district level

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Bali

The project aims to support implementation of the provincial smoke-free perda in all regions of Bali in an effort to protect children and adolescents from the dangers of exposure to second hand smoke. This will be done through the socialization of the provincial perda and supporting its implementation in areas where the provincial government has the jurisdiction. At the district/municipality level, LPA will launch efforts to pass Perda’s initially in three of Bali’s districts (Denpasar City, Badung and Jembrana Districs) to ensure effective smoke-free implementation in those districts.

Country: Indonesia
Amount: $31,973
Start Date: Jan 2012
End Date: Dec 2012


Advocacy for tobacco ads ban in the Broadcasting Bill

Lentera Anak Indonesia

Lentera Anak will advocate for a tobacco advertising ban in the Broadcasting Bill Amendment.

Country: Indonesia
Website: http://lenteraanakindonesia.com
Amount: $46,968
Start Date: Jul 2013
End Date: Aug 2014


Strengthening the existing Kenyan Tobacco Control Act through adoption of a national tobacco control policy and enactment of subsidiary legislation

Tobacco Control Board – Kenya.

The project aims to strengthen the existing Kenyan Tobacco Control Act through adoption of a national tobacco control policy and enactment of subsidiary legislation. It will accomplish this by enhancing the capacity of the Tobacco Control Board to provide advice to the Ministry, making recommendations to strengthen the existing legislation, strengthening intersectoral government implementation through the development of a national tobacco control plan in line with FCTC best practice, regionalizing the work of the board and increasing consultation with stakeholders at the regional level.

Country: Indonesia
Focus: Tobacco Control Policy (general)
Approach: Legislation – implementation
Amount: $101
Start Date: Jun 2011
End Date: Jan 2013


Meeting of Indonesia Tobacco Control Network (NGO) Planning 2009

Tobacco Control Support Center – Indonesian Public Health Association (TCSC-IPHA)

To convene an NGO planning meeting to develop strategic activities to support tobacco control policy advancement in 2009

Country: Indonesia
Amount: $12,800
Start Date: Jan 2009
End Date: May 2009


Enhancing policy issues for advocacy to policy-makers and related agencies

University of Indonesia, Demographic Institute, Faculty of Economics

To influence the policy-makers in Indonesia to undertake effective tobacco tax and price policy,through policy advocacy and capacity building.

Country: Indonesia
Website: www.ldfeui.org
Amount: $40,654
Start Date: Jun 2008
End Date: Aug 2008


Controlling the Impacts and Dangers of Tobacco for Children and Youths through the Establishment of Smoke-Free Area Regulation in North Sumatra

Yayasan Pusaka Indonesia

The project aims to advocate for the passage of a governors decree in North Sumatra to lay the groundwork for the establishment of smoke-free areas in the entire province. The passage of such a decree would instigate and support efforts towards smoke-free environments in the cities of North Sumatra where city level regulations will be pursued.

Country: Indonesia
Amount: $32,010
Start Date: Nov 2011
End Date: Dec 2012


Smoke Free Medan

Yayasan Pusaka Indonesia

The purpose of the project is to protect children and communities at large from the dangers of second hand smoke exposure in Medan City by supporting enforcement of the PerGub NO. 35/2012 with emphasis on the establishment of 100% smoke free areas. Project also seeks to advocate for a smoke free Perda in order to close the gaps in current regulation.

Country: Indonesia
Website: http://www.pusakaindonesia.or.id
Amount: $74,000
Start Date: Dec 2012
End Date: Jul 2014


the power of tobacco tembakau

Penerima aliran dana untuk kampanye anti-rokok di Indonesia

Bloomberg Initiative menerima permintaan pasokan dana dari manapun, baik dari negara miskin, maupun negara berkembang.

Selain Indonesia, Bloomberg Initiative juga mendanai 13 negara lainnya, yakni China, Brazil, Meksiko, Vietnam, Rusia hingga Mesir, dimana negara-negara tersebut diyakini memiliki tingkat konsumsi tembakau terbesar di dunia.

Berikut daftarnya penerima aliran dana untuk kampanye itu:

  • Dinas Kesehatan Bali:
  • Rp 2.110.664.190
  • Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia:
  • Rp 4.249.982.563
  • Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan:
  • Rp 11.449.296.386
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia:
  • Rp 4.446.151.997
  • Indonesian Corruption Watch:
  • Rp 601.447.104
  • Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan:
  • Rp 3.687.462.577
  • Lembaga Indonesia untuk Pembangunan Sosial:
  • Rp 4.266.939.106
  • Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, Tobacco Control Working Group:
  • Rp 16.315.338.387
  • Forum Warga Kota Jakarta (Fakta):
  • Rp 9.344.551.888
  • Komisi Nasional Pengendalian Tembakau:
  • Rp 10.706.785.014
  • Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Semarang:
  • Rp 3.506.880.323
  • Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali:
  • Rp 1.218.865.547
  • Lentera Anak Indonesia:
  • Rp 3.093.876.327
  • MEDICUSS:
  • Rp 373.945.208
  • Pusat Pengendalian Tembakau Muhammadiyah, UMY:
  • Rp 1.821.768.052
  • Komisi Perlindungan Anak Nasional:
  • Rp 10.584.425.691
  • Komunitas Antitembakau:
  • Rp 5.540.142.612
  • Raya Indonesia:
  • Rp 339.622.553
  • Sekolah Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Universitas Udayana:
  • Rp 1.591.224.428
  • Pusat Penelitian Statistik, Ekonomi dan Sosial Negara-Negara Islam:
  • Rp 993.399.452
  • Yayasan Swisscontact Indonesia:
  • Rp 3.971.916.130
  • Badan Pengendalian Tembakau – Kenya:
  • Rp 1.337.315
  • Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia – Pusat Pengendalian Tembakau:
  • Rp 169.299.686
  • Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia:
  • Rp 11.247.480.827
  • Yayasan Pengembangan Media Anak:
  • Rp 461.853.907
  • Yayasan Pusaka Indonesia:
  • Rp 3.800.681.599

Perlu diketahui bahwa yang menghembuskan harga rokok idealnya lebih dari Rp 50.000 per bungkus adalah Hasbullah Thabrany.

Hasbullah Thabrany

Hasbullah Thabrany (pict: liputan6)

Saat ini ia adalah Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Dia menghembuskan perihal kenaikan harga rokok yang spektakuler itu karena ingin menekan jumlah perokok di Tanah Air.

Hasbullah menambahkan, bahwa strategi penaikan harga rokok dalam menurunkan jumlah perokok sudah terbukti efektif di beberapa negara.

Selain itu menurut Hasbullah, tingginya jumlah perokok di Indonesia juga meningkatkan beban ekonomi dari sisi kesehatan.

Ada kepentingan asing di balik harga rokok naik

Rumor kenaikan harga rokok bahkan hingga Rp 50.000 meresahkan banyak pihak mulai dari pelaku usaha, petani tembakau dan konsumen akan terkena imbas dari kenaikan tersebut.

Anggota Komisi II DPR dari PDIP mengatakan pemerintah harus mengakui industri rokok cukup berperan besar menopang perekonomian Indonesia. Industri rokok bisa gulung tikar jika harga rokok dinaikkan.

Suka atau tidak suka industri ini adalah industri strategis yang telah membantu perekonomian kita selama ini dan tak sepakat dengan asumsi kenaikan harga bisa menekan angka perokok di Indonesia. Sebab, industri rokok Indonesia sudah diakui dunia dan membantu perekonomian masyarakat daerah sekitar.

perokok-pasif-dan-kanker-paru-paru

Anggota Komisi II DPR justru khawatir ada kepentingan pihak asing dibalik wacana ini dan bukan kepentingan dari pemerintah karena industri rokok Indonesia sudah cukup mandiri dan kompetitif, sehingga kebijakan ini bisa menjadi alat agar mampu bersaing dengan rokok luar negeri.

Selain itu, pelarangan untuk menghisap rokok bagi jutaan orang di Indonesia adalah karena banyak perusahaan rokok lokal masih tidak dapat dikontrol sepenuhnya oleh kepentingan barat.

Perlu diketahui bahwa perusahaan rokok di Indonesia yang kurang terkenal seperti misalnya di daerah lokal dari Sabang sampai Merauke, seperti di kota kabupaten, jumlahnya puluhan.

A nicotine patch is a transdermal patch that releases nicotine into the body through the skin. It is used as an aid in nicotine replacement therapy (NRT), a process for smoking cessation. On the picture a 21 mg dose patch applied to the left arm. (pict: wikimedia)

A nicotine patch is a transdermal patch that releases nicotine into the body through the skin. It is used as an aid in nicotine replacement therapy (NRT), a process for smoking cessation. On the picture a 21 mg dose patch applied to the left arm. (pict: wikimedia)

Perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia yang jumlahnya puluhan itu tak dapat di kontrol karena begitu banyaknya, padahal keberadaan mereka justru untuk dapat memberikan andil dari pajak rokok dan cukai tembakau untuk pembangunan di Indonesia.

Namun kini sudah ada yang namanya nicotin-patch, yaitu sejenis lembaran yang berisi zat nikotin yang mirip koyo dan dapat ditempelkan di lengan atau di bagian lain dari tubuh pamakai.

Nicotin-patch diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Jed E. Rose, Ph.D., Murray E. Jarvik, M.D., Ph.D. dan K. Daniel Rose.

Jenis mirip “koyo” ini pastinya memiliki lisensi, dan ditujukan untuk mengalahkan rokok konvensional, dan jelas akan dibeli oleh jutaan orang di Indonesia, sebuah bisnis yang sangat bagus, dan membuat mereka mutlak menjadi dapat di kontrol melalui stok dan harga dari luar sana.

Jelas ada agenda tersembunyi untuk mengubah perilaku para penghisap tembakau, menjadi pencandu nikotin. Karena tak semua perokok adalah pencandu nikotin karena sebagian perokok hanya meluangkan waktunya dfengan merokok iseng sebagai gaya hidup, penyesuaian kondisi dan situasi, juga dalam lobby busnis saja.

Namun itu semua dapat berubah jika Anda “diinjeksi” oleh nikotin, dan menjadi pencandu nikotin yang permanan, mirip sebagian lain dari perokok. Hal ini pastinya adalah bisnis multi trilyun dollar, dan semua di kontrol dari perusahaan besar yang di danai oleh pengusaha-pengusaha besar Bilderberger.

Anti-smoking-Patch-Stop-Smoking

Smoking-Patch, pesaing rokok konvensional yang berlesensi dengan hak paten.

Sikap pemerintah RI dan dampak kenaikan harga rokok

Sikap pemerintah sejauh ini masih mengkaji lebih lanjut penerapan Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) di Indonesia. Sembari mengkaji FCTC, ada empat arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang perlu dijalankan untuk mengurangi penggunaan tembakau.

Sebelum konvensi dilakukan maka pertama, diminta seluruh jajaran menteri untuk menekan impor tembakau. Arahan kedua, cukai tembakau impor dinaikkan. Ketiga, menaikkan cukai rokok.

Terakhir mempersempit ruang bagi para perokok. Nantinya, tempat bagi perokok di ruang publik semakin diperkecil sehingga bisa menekan angka perokok.

Arahan tersebut sebagai salah satu upaya mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat dan kompetitif. Selain itu, untuk memutuskan menutup sekaligus ruang bagi perokok masih butuh waktu yang cukup lama.

Namun kebijakan ini tidak akan berlaku dalam waktu dekat karena Kemenkeu belum ada aturan terbaru mengenai harga jual eceran atau tarif rokok dan pemerintah butuh waktu konsultasi dengan DPR.

bloomberg web

Selain itu kebijakan ini bisa mengakibatkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri terkait, maka nasib industri rokok jelas akan bangkrut dan otomatis ribuan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada pabrik tersebut akan kehilangan pekerjaannya.

Akibatnya penerimaan negara akan ambruk, karena industri pertembakauan memberi kontribusi perpajakan terbesar (52,7 persen) dibanding BUMN (8,5 persen), Real estate dan konstruksi (15,7 persen) maupun kesehatan dan farmasi (0,9 persen).

Yang terakhir, jika harga rokok mahal, maka kesempatan ini akan digunakan oleh rokok ilegal yang dijual dengan harga sangat murah dikarenakan mereka tidak membayar cukai. Dengan tingkat cukai saat ini, perdagangan rokok ilegal telah mencapai 11,7 persen dan merugikan negara hingga Rp 9 triliun.

Hal itu berdasarkan studi dari beberapa Universitas nasional, dan tentu kontraproduktif dengan upaya pengendalian konsumsi rokok, peningkatan penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja. (IndoCropCircles.com / sumber: merdeka / beberapa sumber lain)

Pustaka:

Konsumsi rokok dunia 2007 (pict: ERC)

Konsumsi rokok dunia 2007 (pict: ERC)

Jaringan Bilderberg (klik untuk memperbesar)

Jaringan Bilderberg (klik untuk memperbesar)

Kenaikan-Harga-Rokok-Menjadi-Rp-50-Ribu-per-Bungkus header

Artikel Lainnya:

10 Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia? Gila!

Ini Dia, Kebohongan Manfaat Susu Sapi!

Informasi Yang Selama Ini Disembunyikan: Biji Anggur Sebagai Obat Anti Kanker

Bahaya Keripik Kentang Dikuak Dokter Gizi Terkenal!

Epigenetika, Penyebab LGBT Yang Salah Satunya Berasal Dari Makanan

[SILENT KILLER] Kaitan Serangan Jantung dan “Angin Duduk”?

Lebih Dekat: Gejala-Gejala “Miningitis”, Radang Selaput Otak

Mengenal Lebih Dekat: Misteri Penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)

Zat Dalam Minyak Zaitun Extra Virgin Bisa Bunuh Kanker Dalam 30 Menit

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru Hingga 44 Persen

Obat Diabetes: Peneliti Kembangkan “Insulin Pintar” Untuk Kendalikan Diabetes!

Buah Sirsak, Pembunuh Kanker Yang Khasiatnya Disembunyikan Pabrik Obat

Menguak Konspirasi Jahat AS Terhadap Indonesia, Tentang Virus Flu Burung (H5N1)

Kontroversi Menkes Endang Rahayu, NAMRU dan Bisnis AS di Indonesia

Misteri Hubungan Kopi Sebagai Penyembuh Kanker

Fakta Ganja: Obat Kanker Masa Depan!

Ini Dia! Misteri Manusia Masa Lalu Berumur Lebih Panjang

Terkuak, Rahasia Umur Panjang ala Jepang: Hyaluronic Acid, Zat Panjang Umur!


http://wp.me/p1jIGd-7DJ

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Indonesia dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Terkuak! Ratusan Trilyun Dana Asing Untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

  1. Musafir berkata:

    merokoklah agar ikut memajukan perusahaan rokok yang menopang ekonomi Indonesia …hahahaa

  2. Benny berkata:

    berkunjunglah ke daerah2 penghasil rokok di Indonesia sperti kudus, kediri atau malang, maka anda akan tahu manfaat dari perusahaan rokok. belum lagi berliburlah ke daerah2 penghasil tembakau. seandainya harga rokok naik di atas 50rb, maka efek yg ditimbulakn nantinya lebih hebat dibandingkan efek rokoknya.

  3. knek berkata:

    perkara gampang ko di persulit ya.. ntar malah jd boomerang buat pemerintah… di lempar malah kena jidat sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s