Cerita Ajudan Terakhir Soekarno: Maulwi Saelan, Saksi Mata Kekuasaan Bung Karno Dipereteli

maulwi-saelan-header

Cerita Ajudan Terakhir Soekarno:
Maulwi Saelan, Saksi Mata Kekuasaan Bung Karno Dipereteli

maulwi-saelan-penjaga-terakhir-soekarno

Mauli Saelan yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Agustus 1926, adalah satu-satunya ajudan pribadi kepercayaan presiden Soekarno yang masih hidup terakhir, hingga tahun 2016 dengan usia 90 tahun.

maulwi-saelan-penjaga-terakhir-soekarno-coverSelain sebagai satu-satunya ajudan pribadi presiden Soekarno terakhir yang masih hidup, ia juga seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Saelan dikenal juga sebagai pemain sepak bola yang legendaris dan sekaligus pendiri Taman Siswa di Makassar.

Maulwi Saelan adalah anak dari Amin Saelan, seorang tokoh nasional di Makassar, yang bersama anaknya, ia sebagai pendiri Taman Siswa di kota itu juga.

Selama menjadi ajudan pribadi, Saelan sangat dekat dengan presiden Soekarno karena hampir setiap hari ia bertemu.

Saelan menilai kepemimpinan Bung Karno egaliter, namun presiden pertama Indonesia itu sangat menghargai bawahannya.

Pejuang Kemerdekaan

maulwi-saelan-tentara-01Maulwi Saelan sudah bertempur sejak era perang kemerdekaan Indonesia.

Tepatnya yaitu sejak pada serangan agresi militer Belanda pertama, dan serangan agresi militer Belanda kedua.

Saelan kemudian mengikuti pendidikan Polisi Militer hingga menjadi Komandan Batalyon Pomad Para hingga berpangkat Mayor.

Batalyon “Pomad Para” adalah satuan Polisi Militer atau PM pada masa lalu, yang dilatih atau dididik khusus, agar memiliki keahlian dan kemampuan terjun payung.

Resimen Tjakrabirawa

Setelah itu, Saelan menjadi Letnan Kolonel. Kemudian Saelan dipanggil ke Jakarta untuk ikut membentuk Resimen Tjakrabirawa pada tahun 1962.

maulwi-saelan-tentara-02Resimen Tjakrabirawa pada masa kini bisa diibaratkan mirip dengan Pasukan Pengawal Presiden atau Paspampres, yang mana bertugas khusus untuk mengamankan RI-1.

Tak hanya tiga angkatan ketentaraan, pada masa itu kepolisisan masih tergabung juga dalam pasukan pembela tanah air, dan otomatis tergabung juga pada devisi ketentaraan.

Resimen Tjakrabirawa adalah pasukan elite gabungan yang terdiri dari empat angkatan tentara, plus kepolisian, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian, yang semuanya bertugas untuk menjaga keselamatan Bung Karno.

Awalnya Saelan menjabat wakil komandan Tjakrabirawa, kemudian mejadi kepala staf Resimen Tjakrabirawa.

Saksi terakhir dimana kekuasaan Bung Karno dipereteli

Dalam peluncuran buku “Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66“, Saelan mengungkapkan kenyataan pada hari-hari panjang, sewaktu kekuasaan Bung Karno dipreteli.

Selang beberapa lama setelah peristiwa G30S 1965, ring satu yang mengitari Bung Karno mulai disingkirkan. Sebanyak 15 menteri dalam Kabinet Dwikora ditangkap.

Dipenjara karena menolak kesaksian palsu

Lalu, Mauli Saelan pernah dipenjara karena menolak untuk memberikan kesaksian palsu bahwa Bung Karno terlibat G30S. Setelah dibebaskan dari penjara, Maulwi Saelan diberhentikan dari dinas kemiliteran dengan pangkat terakhir Kolonel.

kolonel-maulwi-saelan-pengawal-setia-bung-karno

Tjakrabirawa dibubarkan

Pengawalan terhadap Bung Karno perlahan dikurangi, dan kemudian ditiadakan sama sekali bersamaan pembubaran Tjakrabirawa.

“Fasilitas untuk presiden mulai dikurangi. Pengawalan hanya dilakukan oleh CPM seadanya. Presiden tidak boleh lagi menggunakan helikopter, hanya boleh menggunakan mobil,” kenang Saelan.

Pasca bubarnya Tjakrabirawa pada 1967, pengawalan Bung Karno diserahkan kepada Pomad AD yang pro Soeharto. Sementara untuk keperluan pribadi Presiden, memakai Detasemen Kawal Pribadi (DKP).

Mangil Martowidjojo, yang memimpin DKP, tetap bertugas seperti biasa. Detasemen itu sudah berdiri semenjak awal masa kepresidenan Bung Karno.

Menurut Maulwi, para pengawal dari DKP itu mengalami tekanan batin yang sangat mendalam ketika mengawal Bung Karno di pengujung kekuasaannya.

Tak jarang anggota Pomad AD membentak anggota DKP hanya karena dianggap melayani presiden secara berlebihan kendati sekadar menjalankan kewajiban saja.

Penjaga gawang yang handal dan Ketua PSSI

maulwi-saelan-penjaga-gawang-pssi-02Saelan juga dikenal sebagai pemain bola handal dan telah mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional. Ia bermain luar biasa saat mengawal gawang Timnas Merah Putih di Olimpiade Melbourne 1956.

Saelan adalah kiper Timnas saat Indonesia menahan imbang Uni Soviet 0-0 di Olimpiade 1956.

Saat itu, Maulwi Saelan sukses menahan gempuran pemain Uni Soviet sehingga timnas mampu menahan imbang 0-0. Padahal, Uni Soviet merupakan salah satu tim terkuat di dunia saat itu.

Prestasi tersebut bisa dikatakan fenomenal dan hingga saat ini belum mampu diimbangi oleh timnas saat ini. Dikutip dari Sukarno.org, Mauli Saelan memang punya keinginan sejak kecil untuk menjadi pemain sepak bola yang tampil di Olimpiade. Keinginan itupun tercapai tepatnya 17 November 1956 silam.

“Saya jatuh bangun menahan gelombang serbuan beruang merah. Pokoknya, kami bertekad tidak menyerah. Waktu itu masih belum ada peraturan, kalau hasil pertandingan draw, harus dilakukan sudden death tendangan penalti.” kenangnya. Saelan juga pernah menjadi ketua PSSI periode tahun 1964-1967.

maulwi-saelan-penjaga-gawang-pssi

Hari Tua menekuni dunia pendidikan

Kolonel Maulwi Saelan, saat masih sehat, sangat lancar menceritakan sejarah pada masa lalu. Pria ini pada masa tuanya aktif dalam dunia pendidikan dan mengelola Yayasan Syifa Budi dan memiliki banyak sekolah.

Saelan yang pernah sekolah di Perguruan Cikini Jakarta ini, memiliki hubungan yang baik dengan berbagai kalangan cendekiawan, kalangan agamais Muslim, dan juga dengan banyak kampus-kampus di Indonesia.

Ia pada masa tuanya mendirikan dan sekaligus memiliki beberapa sekolah terkenal, seperti beberapa sekolah SD hingga SMA swasta ternama, dan juga Al-Azhar Kemang, Al-Azhar Syifa dan beberapa sekolah swasta lainnya.

Saksi sejarah yang akhirnya meninggal dunia

Mantan ajudan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan sebagai saksi sejarah terakhir tentang Bung Karno itu, akhirnya telah berpulang untuk selama-lamanya.

Maulwi Saelan, meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, sekitar pukul 18:30 pada Senin (10/10/2016) dan disemayamkan di yayasan yang didirikannya, Al Azhar Syifa Budi.

pemakaman-maulwi-saelan-di-tmp-kalibata-01Pemakaman yang dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016) dan tiba di TMP Kalibata jam 12.30 WIB yang berlangsung khidmat.

Kerabat-kerabat yang datang mewakili tiga dunia yang mencerminkan sosok Maulwi Saelan, yaitu dari dunia militer, olahraga, dan pendidikan.

Kini, sisa-sisa pertanyaan tentang konspirasi yang masih merupakan misteri dan kontroversial, ikut terkubur dengannya di TMP Kalibata Jakarta.

Ia menulis beberapa buku agama dan juga babarapa buku  sejarah bangsa ini yang beberapa diantaranya ditulis oleh beberapa penulis dengan bantuannya, diantaranya yang terkenal adalah buku “Dari Revolusi 45 sampai Kudeta 66” dan juga buku “Maulwi Saelan: Penjaga Terakhir Soekarno”, yang di dalamnya menguak sejarah bangsa ini. Namun, sebagiannya masih merupakan misteri, masih terkubur bersama beliau. (©2016 IndoCropCircles.com / berbagai sumber)

Pustaka:


Gallery:

x-img03515-20161011-00929x-img03492-20161010-2229 x-img03546-20161011-1241x-img03496-20161011-00049x-img03513-20161011-0928mantan-ajudan-soekarno-maulwi-saelan-tutup-usiax-img03523-20161011-1043pemakaman-legenda-timnas-indonesia-maulwi-saelan img-027890300_1476174502-9x-img03525-20161011-1047x-img03529-20161011-1102


VIDEO:

Kol. Mauiwi Saelan, Eks Ajudan Soekarno : Saya Menemukan terlebih Dahulu Lubang Buya, Bukan RPKAD

Pemakaman Kolonel Maulwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno (TMP Kalibata 11-10-2016)


Artikel Lainnya:

Ketika Amerika Serikat Tunduk Kepada Indonesia

Operasi Penyelamatan Bung Karno Oleh Korps Intai Para Amfibi (KIPAM) Dari Wisma Yaso

Pengaruh C.I.A. Di Indonesia

Sukarno Pernah Dikawal Yakuza Dan Agen CIA

Begini Cara Kami Hancurkan Sukarno

Surat Terbuka Istri Soekarno kepada Soeharto

Proses Terjajahnya Kembali Indonesia Sejak November 1967

Mossad di Indonesia: Ketika Orde Baru Mulai “Main Mata” Dengan Israel

Rezim Orde Baru: Ketika Indonesia Menjadi Kapitalis

Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

Riwu Ga, Aksi Bocah Tak Terkenal Ini Membuat Indonesia Merdeka Oleh Proklamasi Sukarno

Sukarno Pernah Dikawal Yakuza Dan Agen CIA

Misteri 9 Istri Presiden Sukarno

Misteri “Suara Panggilan” di Penjara Presiden Soekarno

32 Fakta-Fakta Unik Tentang Indonesia


http://wp.me/p1jIGd-7GB

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Indonesia dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s