[MEGA KORUPSI] Inilah Daftar Tersangka Korupsi e-KTP

[MEGA KORUPSI] Inilah Daftar Puluhan Tersangka Korupsi e-KTP

Puluhan orang disebut menerima aliran duit suap proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. “Ada 40 nama,” ujar sumber Tempo yang mengetahui isi dakwaan salah satu terdakwa kasus yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu, Senin 6 Maret 2017 silam.

Nama-nama tersebut terdiri atas anggota dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pejabat Kementerian Dalam Negeri, serta swasta.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan adanya sejumlah nama penyelenggara negara yang diduga menerima aliran duit dari proyek di Kementerian Dalam Negeri pada 2011-2012 itu. “Ada indikasi aliran dana pada sejumlah penyelenggara negara,” ujar Febri.

Ini adalah salah satu kasus korupsi yang membutuhkan waktu pengusutan panjang. Pada April 2014, KPK menetapkan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan sekaligus pejabat pembuat komitmen, Sugiharto, sebagai tersangka.

Dua tahun kemudian, pada September 2016, KPK menetapkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman, sebagai tersangka.

Ratusan Saksi Dipanggil KPK

KPK telah memeriksa 283 saksi. Duit proyek itu diduga menjadi banca’an sejumlah anggota Komisi Pemerintahan DPR periode 2009-2014.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto juga sempat diperiksa KPK. Setya adalah mantan Ketua Fraksi Partai Golkar. Dalam sejumlah kesempatan, ia membantah jika disebut ikut menerima suap.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, yang juga mantan anggota Komisi Pemerintahan, beberapa kali membantah terlibat.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang pernah duduk di komisi yang sama, mengatakan, “Saya disebut menerima uang, saya ngamuk betul soal itu.”

KPK menyebut ada tiga klaster atau kelompok besar terkait pengusutan kasus e-KTP, salah satu kelompok itu adalah dari anggota DPR. Di proses penyidikan ada lebih dari 20 anggota DPR yang dipanggil.

“Bahwa ada sejumlah saksi yang diperiksa, ya, lebih dari 200 saksi yang diperiksa. Di antara para saksi tersebut, ada sekitar 23 anggota DPR yang kita panggil juga meskipun tidak semuanya hadir. Anggota DPR yang hadir sekitar 15 orang dalam proses pemeriksaan di penyidikan,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Dalam perjalanan penyidikan selama 3 tahun di kasus itu, KPK memang kerap memanggil para anggota DPR terkait kasus itu. Dari catatan detikcom, ada sekitar 27 anggota DPR yang pernah dipanggil KPK terkait penanganan kasus mega proyek e-KTP.

Sejumlah nama itu datang memenuhi pemeriksaan, tapi ada pula yang tidak hadir, bahkan ada pula yang beberapa kali diperiksa penyidik KPK. Berbagai hal ditanyakan kepada para anggota dewan itu. Biasanya seusai menjalani pemeriksaan, mereka mengaku ditanya seputar pembahasan di Komisi II DPR atau tentang penganggaran.

Selain itu, tak jarang pula dari mereka mengaku bersih dari aliran uang haram proyek itu. Salah satunya disampaikan oleh Chairuman Harahap yang diperiksa KPK selaku mantan Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar.

Saat diperiksa pada Senin, 7 November 2016 silam, Chairuman mengaku diperiksa soal proses penganggaran dalam proyek pengadaan e-KTP. Kemudian tentang aliran dana, sosok M Nazaruddin yang paling sering ‘bernyanyi’.

Chairuman pun pernah membantah pernyataan Nazaruddin bila Komisi II DPR menerima aliran dana e-KTP. Ada pula beberapa saksi yang enggan membeberkan perihal pemeriksaannya. Salah satunya yaitu dari mantan Wakil Ketua Komisi II Taufiq Effendi.

Pun ada pula saksi yang tidak hadir meski dipanggil KPK. Salah satunya yaitu Yasonna Laoly yang memang tengah sibuk menjalankan tugas sebagai Menteri Hukum dan HAM ketika dipanggil KPK.

Sejauh ini, KPK menyebut ada pengembalian uang senilai Rp 250 miliar dari berbagai pihak, yaitu 5 korporasi, 1 konsorsium, dan 14 orang.

Namun juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri, tidak merinci perusahaan dan orang-orang itu. Di antara 14 orang tersebut, ada pula anggota DPR, tetapi Febri lagi-lagi enggan membeberkannya.

Deretan Anggota Dewan yang Pernah Dipanggil KPK di Kasus e-KTP

Berikut nama anggota DPR yang dipanggil KPK terkait kasus itu (nama-nama itu didapat dari penelurusan detikcom dari jadwal pemeriksaan KPK, nama-nama itu ada yang datang menghadiri pemeriksaan, ada pula yang tidak hadir):

Irman (mantan Dirjen Dukcapil) ditahan KPK terkait korupsi e-KTP pada September 2016 lalu.

1. Setya Novanto
2. Anas Urbaningrum
3. M. Nazaruddin
4. Agun Gunandjar
5. Ganjar Pranowo
6. Ade Komarudin
7. Numan Abdul Hakim
8. Rindoko Dahono Wingit
9. Olly Dondokambey
10. Jafar Hafzah

11. Khatibul Umam Wiranu
12. Teguh Juwarno
13. Arif Wibowo
14. Taufiq Effendi
15. Chairuman Harahap
16. Markus Nari
17. Melcias Marcus Mekeng
18. Miryam S Haryani
19. Jazuli Juwaini
20. Tamsil Linrung

Sugiharto, tersangka korupsi e-KTP ditahan KPK pada Oktober 2016 lalu.

21. Yasonna Laoly
22. Mirwan Amir
23. Abdul Malik Haramain
24. Mulyadi
25. Djamal Aziz
26. Mustokoweni Murdi (almh)
27. Ignatius Mulyono (alm)

CATATAN:

Sekali lagi, nama-nama tersebut merupakan nama dari DPR yang dipanggil sebagai saksi.

Dalam kasus e-KTP KPK baru menetapkan dua tersangka yang sama-sama merupakan pejabat Kemendagi yakni Irman (mantan Dirjen Dukcapil) dan Sugiharto (mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil). Belum ada tersangka lain yang ditetapkan setelah keduanya.

Korupsi Di Indonesia

Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan. Dalam seluruh penelitian perbandingan korupsi antar negara, Indonesia selalu menempati posisi paling rendah. Keadaan ini bisa menyebabkan pemberantasan korupsi di Indonesia semakin ditingkatkan oleh pihak yang berwenang.

Perkembangan korupsi di Indonesia juga mendorong pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun hingga kini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah.

Hal ini juga ditunjukkan dari banyaknya kasus-kasus korupsi di Indonesia. Sebenarnya pihak yang berwenang, seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah berusaha melakukan kerja maksimal. Tetapi antara kerja yang harus digarap jauh lebih banyak dibandingkan dengan tenaga dan waktu yang dimiliki KPK.

Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani (Surabaya, 24 Nov. 1914 – Jakarta, 29 Juni 2005 / umur 90 tahun)

Di Era Orde Lama, antara 1951–1956, isu korupsi mulai diangkat oleh koran lokal seperti Indonesia Raya yang dipandu Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar. Pemberitaan dugaan korupsi Ruslan Abdulgani menyebabkan koran tersebut kemudian di bredel.

Kasus 14 Agustus 1956 ini adalah peristiwa kegagalan pemberantasan korupsi yang pertama di Indonesia, dimana atas intervensi PM Ali Sastroamidjoyo, Ruslan Abdulgani, sang menteri luar negeri, gagal ditangkap oleh Polisi Militer.

Sebelumnya Lie Hok Thay mengaku memberikan satu setengah juta rupiah kepada Ruslan Abdulgani, yang diperoleh dari ongkos cetak kartu suara pemilu.

Dalam kasus tersebut mantan Menteri Penerangan kabinet Burhanuddin Harahap (kabinet sebelumnya), Syamsudin Sutan Makmur, dan Direktur Percetakan Negara, Pieter de Queljoe berhasil ditangkap. Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar justru kemudian dipenjara tahun 1961 karena dianggap sebagai lawan politik Sukarno.

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan asing di Indonesia tahun 1958 dipandang sebagai titik awal berkembangnya korupsi di Indonesia. Upaya Jenderal AH Nasution mencegah kekacauan dengan menempatkan perusahaan-perusahaan hasil nasionalisasi di bawah Penguasa Darurat Militer justru melahirkan korupsi di tubuh TNI.

Jenderal Nasution sempat memimpin tim pemberantasan korupsi pada masa ini, namun kurang berhasil. Pertamina adalah suatu organisasi yang merupakan lahan korupsi paling subur mulasi saat ini.

Nasution (kiri) dan Soeharto (kanan)

Kolonel Soeharto, panglima Diponegoro saat itu, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi gula, diperiksa oleh Mayjen Suprapto, S Parman,MT Haryono, dan Sutoyo dari Markas Besar Angkatan Darat. Sebagai hasilnya, jabatan panglima Diponegoro diganti oleh Letkol Pranoto, Kepala Staffnya.

Proses hukum Suharto saat itu dihentikan oleh Mayjen Gatot Subroto, yang kemudian mengirim Suharto ke Seskoad diBandung. Kasus ini membuat DI Panjaitan menolak pencalonan Suharto menjadi ketua Senat Seskoad.

Di Era Orde Baru undang-undang anti korupsi memiliki Dasar Hukum: UU 3 tahun 1971. Korupsi dimulai dari penguasaan tentara atas bisnis-bisnis strategis. Hal inilah yang membuat pemberantasan korupsi justru menjadi tumpul. Sejak saat ini korupsi justru semakin mewabah dan mengakar kuat di segala sendi-sendi penting pemerintahan dan swasta layaknya kanker.

Di Era Reformasi, undang-undang anti korupsi memiliki Dasar Hukum: UU 31 tahun 1999, UU 20 tahun 2001. Pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa institusi:

  1. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi)
  2. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  3. Kepolisian
  4. Kejaksaan
  5. BPKP

(sumber: tempo, detik dan berbagai sumber lainnya)

Pustaka:



Artikel Lainnya:

Gila, e-KTP Sudah Tak Aman! Seluruh Data Penduduk Indonesia “Diberikan” ke Pihak Asing

e-KTP: RFID Micro Chip, Mind Control dan Illuminati

Nazaruddin: “Setya Novanto Ancam Bunuh Saya”, Kini Ketua DPR 2014 Itu Dibidik KPK

Beginilah Cara “Bagi Tugas” 15 Anggota DPR Saat Korupsi Hambalang Rp 2,5 Trilyun!

Inilah Daftar Ribuan Nama Indonesia Di Panama Papers (Alphabetical Order)

“Jokowi Papers”, Lebih Mengerikan Bagi Pengemplang Pajak Indonesia Dibanding “Panama Papers”

Untuk Dana Kampanye: Gila!! Dana Bantuan Sosial Rp.411 Triliun Hilang?

PPATK : 12 Gubernur Miliki Uang Lebih Dari 100 Milyar, 26 Bupati Lebih Dari 1000 Milyar!

WikiLeaks Australia: SBY dan Megawati Terlibat Korupsi Pencetakan Uang Kertas Indonesia

[+17 thn] Caleg 2014: 90% Muka Lama, 10% “Muka Gila”!

Siapa ‘God Father’ Dibalik Pembakaran Hutan dan Lahan?

Terkuak! Ratusan Trilyun Dana Asing Untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

Mossad di Indonesia: Ketika Orde Baru Mulai “Main Mata” Dengan Israel

TOP SECRET: “Operasi Alpha” Sangat Rahasia Era Rezim Orde Baru, Terkuak!

Begini Cara Kami Hancurkan Sukarno

Ratna Sari Dewi: Wafat Bung Karno Tahun 1970 Sengaja Diatur!

Konspirasi JF. Kennedy, Sukarno, Suharto, CIA dan Freeport

Rezim Orde Baru: Ketika Indonesia Menjadi Kapitalis

Proses Terjajahnya Kembali Indonesia Sejak November 1967

Ketika Suharto Dipecat Tidak Hormat Oleh Jenderal Nasution

[FOTO] Terkuak: Misteri Luka Jenazah 7 Pahlawan Revolusi!

[KRONOLOGI KOMPLIT] Tragedi Tanjung Priok 1984: Pembantaian Kaum Muslimin Oleh ABRI

[Tragedi Minggu Berdarah 1982] Militer Era Orba: Tembaki Warga Hingga Tewas Saat Kampanye Pemilu 1982 di Jakarta

[Perang Antar Panglima] Tragedi 1998: Gerakan “Pasukan Liar”?

Mantan Kakostrad Kivlan Zen Mengaku Tahu Dimana Aktivis 1998 Dibantai

Menguak Konspirasi Jahat AS Terhadap Indonesia, Tentang Virus Flu Burung (H5N1)

Kontroversi Menkes Endang Rahayu, NAMRU dan Bisnis AS di Indonesia

Indonesia Harus Waspadai Ancaman Teroris Biologi

Konspirasi “The Bali-Nine”: Mereka Sengaja Dijebak Polisi dan Intelijen Australia Sendiri!

Produk Meragukan: Sertifikat Halal Indonesia Tak Diakui Negara Islam dan Dunia

Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara

Pengaruh C.I.A. Di Indonesia

[Gallery] Sejarah Freemason di Indonesia: Awas! Freemason di Indonesia Bisa Bangkit Kembali..!

Bahas Tuntas: “Pembantaian Glodok” Tahun 1740 (Tragedi Angke / Geger Pacinan)

8 Kasus Pembunuhan Paling Misterius & Belum Terkuak Di Indonesia

Penempatan 60% Tentara AS di Australia : 8 Tahun Lagi, Perang Beralih ke Asia Pasifik?

Setelah Mesir, Libya, Kini Suriah, Target AS Selanjutnya Adalah: Papua

Big Brother Indonesia? Provider Mulai Intai Pelanggan!

Konspirasi: “Mystery of The National Treasures of Indonesian Kingdoms”

Misteri Monas: Wanita Di Obor Api Tugu Monas Jakarta, Nyi Roro Kidul?

Adolf Hitler Masuk Islam dan Mati di Indonesia

Novel Heboh: “The Jacatra Secret” Misteri Satanic Symbols di Jakarta

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Ilmuwan: Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia!

=>Puluhan Artikel Terkait Misteri Indonesia<=

=>Puluhan Artikel Terkait Konspirasi Indonesia<=

=>Kategori Lainnya (Ratusan Artikel Teratas)<=


http://wp.me/p1jIGd-7Qc

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Konspirasi Indonesia dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s