Misteri Batu Megalith Al Naslaa: Terbelah Lurus Sempurna Oleh Laser?

Misteri Batu Megalith Al Naslaa: Terbelah Lurus Sempurna Bagai Dibelah Oleh Laser

Ada begitu banyak fenomena aneh di dunia ini yang tak terungkap asal muasalnya dan terus menjadi misteri. Termasuk seperti dari daerah kota kecil bernama Tayma (baca: Tea-ma), 220 km tenggara kota Tabuk, wilayah bagian barat laut Arab Saudi.

Di daerah bernama Tayma ini, ada sebuah bongkahan batu raksasa yang fotogenik dan unik, berada ditengah padang pasir bernama “Batu Al Naslaa”, yang berada di sebelah barat laut Arab Saudi, atau tepatnya berada di rute jalan antara kota Yathrib (Medina) dan Dumah (al-Jawf).

Batu yang dinamakan “Batu Al Naslaa” ini, bukanlah sembarang bongkahan batu besar biasa, namun ada keunikan dan formasinya  tak dimiliki oleh batuan lainnya.

Tayma, Saudi Arabia, lokasi Batu Megalitikum Al Naslaa.

Batu yang diyakini awalnya hanya satu bongkah itu, menjadi terbelah dua, yang masing-masing jarak keduanya hanya beberapa centimeter saja, dan terbelahnya lurus presisi. Mirip seperti dipotong oleh peralatan canggih.

Selain itu, salah satu bidang vertikalnya juga rata, juga seperti dipotong oleh alat modern.

Dan kedua batu ini masing-masing hanya disanggah oleh sebuah gundukan kecil dibawahnya ibarat sebagai “kaki” selama ribuan tahun dan tak pernah bergeser sedikipun.

Oleh karenanya, batu “ajaib” ini diakui sebagai batu yang paling fotogenik di wilayah itu. Batu Al Naslaa ternyata juga telah ada sejak zaman megalitikum dan masih menyimpan misteri yang belum juga terpecahkan secara pasti hingga kini.

Batu era megalit tersebut ditemukan oleh Charles Huver pada tahun 1883, dan sejak penemuannya, telah menjadi bahan perdebatan diantara para ahli yang telah membagi pendapat ketika menyangkut dari asal-usulnya.

Batu yang terbelah dua dengan presisi sempurna

Batu raksasa ini telah terbelah menjadi dua sejak penemuannya pada tahun 1883. Dan menariknya, Batu Al Naslaa terbelah begitu sempurna menjadi dua bagian layaknya dibelah oleh laser.

Tampak Batu Megalitikum Al Naslaa yang terbelah presisi lurus sempurna.

Celah diantara kedua batu yang telah terbelah tersebut terlihat begitu lurus sempurna, dan tak ada bekas terkikis seperti pada batu umumnya.

Oleh karenanya batu ini dianggap sebagai salah satu petroglif paling fotogenik di permukaan planet ini, batu besar terbelah dua dengan presisi yang tinggi.

Uniknya lagi, pada masing-masing bagian bawah dari Batu Al Naslaa yang terbelah ini terlihat bagaikan “penyangga” yang terbentuk oleh batuan yang jauh lebih kecil atau mirip shock absorber, yang mencegahnya menyentuh tanah.

Hal inilah yang kemudian membuat para ahli arkeologi geleng-geleng kepala dan masih terus berusaha untuk memecahkan misteri tersebut hingga saat ini.

Menurut banyak orang, ini adalah salah satu misteri terbesar yang ditemukan oleh manusia, dan struktur batu kuno yang menakjubkan ini menarik ribuan wisatawan setiap tahun yang datang ke Al-Naslaa untuk mengamati kesempurnaan dan keseimbangannya, yang telah melahirkan banyak teori yang mencoba menjelaskan asal usulnya.

Tampak pada masing-masing bagian bawah dari Batu Al Naslaa yang terbelah ini terlihat bagaikan “penyangga” yang terbentuk oleh batuan yang jauh lebih kecil atau mirip shock absorber, yang mencegahnya menyentuh tanah.

Misteri bagaimana terbelahnya batu dengan sempurna

Ada yang beranggapan bahwa formasi pada salah satu sisinya datar itu terbentuk lantaran kandungan mineral yang lebih sedikit dari pada bagian yang terbelah. Namun para arkeolog masih bertanya-tanya, bagaimana batu tersebut bisa terbelah begitu presisi lurus sempurna?

Batu Megalith Al Naslaa yang terbelah sangat presisi dn lurus sempurna

Satu lagi misteri dari batu ini yang belum tersingkap adalah lukisan petroglyph kuno pada permukaan batu itu yang berbentuk kuda, dan lukisan manusia pada sisi dekat yang terbelah.

Beragam pertanyaan lainnya juga muncul, seperti bagaimana batu itu dapat terbelah? Sejak kapan kedua batu terbelah dan dapat berdiri berdampingan di tempat itu?

Semuanya menunjukkan bahwa pada suatu ketika dulu, batu itu pasti dikerjakan oleh alat yang sangat tepat penggunaannya.

Beberapa peneliti bahkan memberanikan diri menyatakan pendapat dan mengatakan bahwa batu itu dibuat oleh alat berat dengan menggunakan pembelah seperti laser.

Pertanyaan-pertanyaan tentang Batu Megalith Al Naslaa itu pun hingga kini belum terjawab. Sampai sekarang, asal muasal lukisan di Al Naslaa tersebut pun belum diketahui secara pasti, siapa yang melukis dan apa maksudnya. Karena bisa jadi lukisan itu dibuat bukan pada masanya.

Ada beberapa peneliti yang beranggapan bahwa Batu Megalith Al Naslaa dapat terbelah lurus sempurna dengan menggunakan teknologi laser.

Terbelah akibat proses alamiah

Pada tahun 2010, Komisi Pariwisata dan Warisan Saudi atau Saudi Commission for Tourism & National Heritage (SCTH) mengumumkan penemuan sebuah batu di dekat Tayma dengan tulisan hieroglif para era Firaun Ramses III.

Berdasarkan penemuan ini, para periset telah berhipotesis bahwa Tayma adalah bagian dari jalur darat penting antara pantai Laut Merah di Semenanjung Arab dan Lembah Nil.

Seorang penduduk lokal menunjuk bagian batu yang terbelah berupa garis lurus dengan presisi yang sempurna.

Penemuan arkeologi terbaru menunjukkan bahwa daerah Tayma telah dihuni peradaban manusia sejak Zaman Perunggu.

Zaman Perunggu adalah periode perkembangan sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu.

Zaman Perunggu terbagi tiga yaitu Zaman Perunggu Awal (3300 SM – 2100 SM), Zaman Perunggu Tengah (2100 SM – 1550 SM), dan Zaman Perunggu Akhir (1550 SM – 1200 SM). Secara urut, zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi.

Salah satu peradaban pertama Zaman Perunggu bermula dari Sumeria, di Mesopotamia, yaitu dataran subur di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat, lahan pertanian bangsa Sumer.

Pada 3500 SM, perkotaan pertama dibangun di Mesopotamia. Di sini orang mulai menggunakan perunggu. Mulailah zaman perunggu di Timur Tengah. Dan pada 500 SM, tulisan gambar muncul di Mesopotamia.

Batu Megalith Al Naslaa yang terbelah lurus sempurna dilihat dari sisi belakang.

Dan SCTH menyatakan bahwa batu Al-Naslaa ini pecah atau terbelah secara alami, dan juga pecahan antara dua batu yang masih berdiri dan permukaannya datar ini merupakan kejadian yang benar-benar alami.

Tapi tentu saja itu hanya teori lain. Jika kita ingin memahami asal usulnya, mungkin kita harus melakukan perjalanan kembali pada waktunya pada masa dulu.

Terlihat bagian kiri dari batu yang terbelah, tampak begitu kecil penyangganya dan selama ribuan tahun tak bergeser apalagi terjatuh.

Jika Anda melihat sendiri batu Al-Naslaa, maka juga akan bertanya-tanya apa tujuan sebenarnya batu itu ada disana.

Apakah perpecahan pada batu benar-benar hanya merupakan hasil dari kekuatan alam, seperti yang dikemukakan beberapa ahli?

Atau mungkinkah bahwa selama ini ada banyak tempat kuno lainnya di Bumi yang juga berasal dari ribuan tahun lalu, juga menampilkan potongan presisi pada batu dan juga belum diketahui, maka batu misterius ini juga dibuat oleh teknologi yang juga tidak diketahui?

Potongan yang sangat tepat, membagi dua batu, telah menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Karena tidak ada satupun batu besar di planet ini yang bisa terbelah dengan presisi garis lurus dan sempurna.

Serta selama ribuan tahun keduanya tidak bergeser apalagi jatuh merebah. Sampai sekarang belum ada teori yang mampu menjawabnya dengan pasti, tentang misteri batu Al Naslaa yang terbelah lurus ditengahnya dan tidak bergeser serta disangga oleh batuan kecil sebagai alasnya ini.

Batu Megalith Al Naslaa yang ada di tengah gurun tampak terbelah pada tengahnya secara presisi dan lurus sempurna. Foto ini yang terbaru, tampak bagian kanan batu sudah terpotong.

Tayma, ada sejak era putra Nabi Ismail a.s.

Menurut laporan, penyebutan tertua dari kota oasis tersebut tampak sebagai Tayma atau orang lokal menyebutnya “Tiamat”, yang terdapat dalam prasasti Asyur, yang berasal dari abad ke-8 SM. Oasis tersebut kemudian berkembang menjadi kota yang makmur, kaya akan sumur air dan bangunan indah.

Aramaic inscription from Tayma (6th century BC.) (wikimedia)

Selanjutnya, arkeolog menyusuri sejarah daerah itu lebih dalam lagi dan telah ditemukan “Tema” pada prasasti Cuneiform.

Pada Cuneiform berbahasa Aramaic yang berasal dari abad ke 6 Sebelum Masehi di kota oasis itu, Tayma disebutkan beberapa kali dalam Perjanjian Lama.

Salah satunya pada Bible, dikatakan:

“The inhabitants of the land of Tema brought water to him that was thirsty, they prevented with their bread him that fled.” (Isa 21:14.7)

Jika dilihat secara anonim dari alkitabiah, rupanya kata Tayma berasal dari kata “Tema”, salah satu putra Nabi Ismail as.

Menariknya, untuk sebagian masa pemerintahannya, raja Babilonia Nabonidus pensiun kemudian ia ke Tayma untuk beribadah dan mencari nubuat.

Kemudian ia  dan mempercayakan kerajaan Babylon (Babel) kepada anaknya, Belsyazar (Belshazzar).

Seperti yang bisa dilihat pada daerah itu, selain menjadi daerah dimana banyak penemuan arkeologi telah dibuat, namun di area ini tempat dimana megalit luar biasa dari Al-Naslaa ini berada, ternyata juga kaya akan sejarah sejak masa lampau.

Pustaka:

Lukisan petroglyph kuno pada permukaan Batu Megalith Al Naslaa yang berbentuk kuda, dan tampak lukisan manusia disebelah kirinya.

Foto yang agak lama, tampak bagian kanan batu belum terpotong.. Lihat belahan lurus pada Batu Al Naslaa yang persis berada dibagian tengah. Dan lihat batu “penyangga” mirip “shock absorber”, yang mencegahnya menyentuh tanah dibawahnya. Coba lihat pada bagian kiri batu yang terbelah, begitu kecil penyangganya dan selama ribuan tahun tak bergeser.

Image from: saudi-archaeology.com

 

Image from: saudi-archaeology.com


VIDEO:

Al-Naslaa Megalith Split Rock, Tayma, Saudi Arabia


Artikel Lainnya:

[Gallery] Ditemukan Ribuan Situs Purbakala Menakjubkan di Arab Saudi

Inilah 10 Teknologi Modern Yang Sudah Ada Sejak Zaman Kuno

Sisa-Sisa Perang Nuklir Mahabaratha (Baratayudha)

Ditemukan di Arab Saudi: Fosil Penghubung Manusia dan Kera “Saadanius hijazensis”

Anunnaki, Alien Kuno Bangsa Sumeria?

Ribuan Tahun Lalu Nenek Moyang Kita Dikunjungi Astronot Bintang Lain

Arkeolog Temukan Tengkorak Mirip Alien

Masih Misteri: Ditemukan Kuburan Kuno di Mesir Tempat Jutaan Mumi Dikuburkan

Ditemukan Dengan Satelit: 17 Piramid Baru di Mesir!

Ditemukan: Geoglyph Misterius Usia 4000 Tahun di Russia

Ditemukan: Ratusan Geoglyphs Misterius di Kazakhstan

10 Misteri Geoglyph Yang Dapat Dilihat Dari Angkasa dan Belum Terpecahkan

10 Piramida Paling Mengagumkan di Dunia (Termasuk Borobudur & Situs Gn Padang)

Ilmuwan: Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia!

Hah? Ilmuwan Buktikan Dinosaurus Berusia Puluhan Ribu Tahun!

Misteri Etnik “Basque”: DNA & Bahasanya Tiada Yang Menyamai, Siapa Leluhur Mereka?

Menguak Misteri: Mengapa Masa Keemasan Dan Kejayaan Islam Di Bidang Sains Pada Masa Lalu Bisa Runtuh?

Resolusi UNESCO: Bukan Milik Yahudi, “Tembok Ratapan” Bagian Komplek Masjid Al-Aqsa

Perangi Taliban Cuma Kedok: AS Kuasai Lithium & Opium Terbesar Sejagat

Dajjal Sudah Ada, Namun Allah Belum Izinkan Untuk Muncul

[Hadist Bukhari] Misteri Penampakan UFO Di Zaman Nabi Muhammad SAW

Agenda Bilderberg 2017: Cabal Akan Peras Emas Indonesia Atau Lebih Banyak Teroris Dan Kekacauan

Menyusup ke ISIS, Jurnalis Muslim Ini Tidak Menemukan Islam

Edward Snowden & Seymour Hersh: “Osama Bin Laden Masih Hidup!”

[Project Seal] Tsunami Aceh Sumatra 2004: Bom Nuklir Bawah Laut


http://wp.me/p1jIGd-88n

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Dunia dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s