Menguak Misteri “Disunat Jin”, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Menguak Misteri “Disunat Jin”, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Pada fenomena “disunat jin” akan ditemukan ada yang aneh pada penis seseorang, yaitu kulit penutup ujung penis atau “kulup” (forehead) sudah raib, hingga mirip kondisi telah disunat atau dikhitan. Yang membuat lebih aneh, luka tersebut tidak meninggalkan darah maupun sisa potongan kulit yang hilang tadi.

Gambar gua dari Mesir Purba tentang sunat, pada dinding dalam Temple of Khonspekhrod, sekitar 1360 SM. (wikimedia)

Sunat atau khitan atau disebut juga di dalam dunia medis atau kedokteran sebagai “sirkumsisi” (circumcision), adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis.

Frenulum atau kulit yang menutup bagian kepala dari penis, dapat juga dipotong secara bersamaan dan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi.

Kata circumcision berasal dari bahasa Latin circum yang berarti “memutar”, dan caedere yang berarti “memotong”. Jadi circumcision bisa diartikan “memotong memutar” atau “dipotong dengan cara melingkar”.

Fenomena “Disunat Jin” alias Paraphimosis

Fenomena sunat jin, dalam istilah kedokteran dikenal sebagai parafimosis. Parafimosis yaitu berupa tertariknya kulit penutup kepala penis ke arah belakang hingga menyebabkan penampakan seperti terkelupas menyerupai hasil sunat. Tarikan kulit kulup itu berbahaya karena dapat menyebabkan pembengkakan.

Parafimosis ini dapat tampak berkerut tidak wajar, namun juga dapat terlihat rapi, sehingga mungkin terlihat seperti sudah disunat. Pembengkakan itu akan mempunyai efek jepitan pada area batang penis.

Jika situasi itu dibiarkan berlarut akan sangat berbahaya karena pembengkakan yang semakin besar dan jepitan yang terjadi akan mempengaruhi bahkan menghentikan peredaran darah pada area kepala penis.

Hal ini berpotensi bisa merusak organ karena syaraf di kepala (penis) bisa mati nantinya. Lagi pula, organ yang aliran darahnya terganggu, dalam kasus ini penis dapat mengalami nyeri hebat dan cedera permanen.

Gejala utama dari penyakit parafimosis adalah :

  • Pembengkakan pada penis atau kulup,
  • Nyeri pada penis,
  • Kepala penis berubah warna menjadi merah atau hitam-dan-biru.

Cedera dapat dihindari apabila kondisi tersebut segera terdeteksi dan ditangani dengan benar. Salah satu penanganan parafimosis adalah sunat, karena pada sunat kulup akan dibuang.

Parafimosis paling sering terjadi karena trauma fisik yang terjadi di penis. Salah satunya kebiasaan tidak beristinja (cebok) pasca buang air kecil juga bisa memunculkan kelainan ini.

Faktor penyebab utama dari penyakit ini ialah:

  • Luka di area penis,
  • Kulup seringkali tidak ditarik lagi setelah kencing atau dibersihkan,
  • Infeksi dapat disebabkan karena penis yang tidak dibersihkan dengan baik.

Karena itu, mereka yang dianggap disunat jin harus segera mendapat penanganan secara medis karena sifatnya dalam kategori darurat. Penanganan medis kemudian dilakukan dengan melakukan sirkumsisi atau khitan yang sebenarnya.

Menurut beberapa dokter, khususnya di Indonesia selama ini, sudah banyak kasus seperti itu dan pasiennya selalu dilakukan sirkumsisi yang sebenarnya. Karena fenomena sunat jin, termasuk kategori belum disunat.

Tips pengobatan dirumah untuk penderita penyakit parafimosis:

  • Bersihkan area kemaluan Anda setiap hari dengan baik,
  • Selalu menarik kembali kulup penis ke depan setelah kencing dan setelah dibersihkan,
  • Lakukan pengecekan berkala untuk perawatan kesehatan Anda.

Keadaan penis parafimosis sedikit mirip dengan fimosis (phimosis). Hanya saja, fimosis biasa terjadi karena bawaan dan masih bisa ditangguhkan proses sunatnya.

Fimosois merupakan kondisi penis yang kulupnya tidak dapat ditarik seluruhnya melewati kepala penis. Istilah ini juga dapat merujuk pada fimosis klitoral pada perempuan, yaitu kondisi klitoris yang selubungnya tidak dapat ditarik sehingga membatasi paparan ujung klitoris.

Paraphimosis pada penis anak-anak yang masih kulup. Keadaan kulup yang terlihat seperti melipat ini, di Indonesia sering dikatakan sebagai “Disunat Jin”.

Sedangkan parafimosis adalah keadaan berbahaya, dan menyunat penis dengan kelainan demikian sulit ditangguhkan. Harus ada penanganan berkelanjutan oleh dokter ahli ketika lelaki mengalami parafimosis.

Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal sejak dari Zaman Batu dan pada makam Mesir purba. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi. Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan, Amerika, dan Filipina.

Tidak ada kesepakatan di antara masyarakat Islam tentang usia di mana sunat harus dilakukan. Ini dapat dilakukan dari segera setelah lahir sampai sekitar usia 15 tahun, tetapi paling sering dilakukan di sekitar enam sampai tujuh tahun. (©IndoCropCircles.com)

Pustaka:


Photo Gallery

Berikut foto anak-anak yang diyakini telah “disunat jin” yang beritanya banyak beredar di media. Perhatikan, bahwa anak-anak itu bukan “disunat jin” tapi mengalami parafimosis pada penis mereka:



=>Puluhan Artikel Terkait Misteri Dunia Medis Lainnya<=


http://wp.me/p1jIGd-8am

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Penyakit & Kesehatan, Supernatural dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Menguak Misteri “Disunat Jin”, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

  1. Toeyoel berkata:

    kalau di sini uang rakyat juga banyak ‘disunat’ oleh Jin berdasi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s