Sophia, Robot Pertama Yang Dapat Kewarganegaraan, Dari Saudi

Sophia, Robot Pertama Yang Dapat Kewarganegaraan, Dari Arab Saudi

Arab Saudi menjadi negara pertama di dunia yang memberikan status warganegara untuk sebuah robot

Masih ingat dengan kepandaian buatan (artificial intelligence / atau disingkat AI) berupa robot humanoid ‘wanita’ bernama Sophia yang pada beberapa waktu lalu menyatakan ingin memusnakan manusia?

AI Sophia memang terlihat cerdas dan mimik muka serta ekspresi wajahnya juga paling mirip dengan muka manusia daripada semua robot yang pernah dibuat manusia sepanjang sejarah.

AI Sophia diaktifkan pada 19 April 2015 lalu, ia dirancang untuk dapat belajar dan beradaptasi dengan perilaku manusia dan juga bekerja dengan manusia, ia telah diwawancarai di seluruh dunia.

AI Sophia dimodelkan sebagai aktris cantik Audrey Kathleen Ruston, atau  lebih dikenal sebagai Audrey Hepburn (4 Mei 1929 – 20 Januari 1993, umur 63 tahun), adalah bintang film Hollywood berkebangsaan Inggris pemenang Academy Award sekaligus aktris panggung Broadway, balerina, peragawati, dan pekerja kemanusiaan.

Sophia yang dibuat oleh perancang robot humanoid (robot berbentuk manusia) asal Amerika Serikat, David Franklin Hanson Jr, atau lebih dikenal sebagai David Hanson di perusahaan miliknya, Hanson Robotics.

Menurut David Hanson, Sophia yang “dihidupkan” pada tahun 2015 lalu terinspirasi oleh wajah aktris Hollywood masa lalu yang bernama Audrey Hepburn (1929-1993).

AI Sophia mendapat kewarganegaraan Arab Saudi

Sejak beberapa tahun ini Sophia menarik perhatian publik, dan akhirnya ketika ikut ajang Inisiatif Investasi Masa Depan (Future Investment Initiative/FII) di Riyadh, Arab Saudi pada 25 Oktober 2017 silam, ia hadir dengan sebuah kejutan.

Robot A.I. (artificial intelligence) bernama ‘Sophia’, yang dalam bahasa Yunani berarti “bijaksana”, hasil cipta perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu, baru saja mendapatkan status kewarganegaraan… dari Arab Saudi.

Kala itu diatas panggung pada ajang Future Investment Initiative (FII), Sophia memberikan presentasi yang menunjukkan kemampuannya menirukan ekspresi manusia melalui sebuah wawancara.

Wawancara itu adalah versi tanya jawab dengan seorang moderator acara pria bernama Andrew Ross Sorkin, terkait diri Sophia yang menjadi warga negara Arab Saudi. Anda bisa melihatnya pada video dibawah artikel ini.

Tak dapat diabaikan, Sophia pun menjadi buah bibir. Ia mendapatkan status warga negara Arab Saudi. Hal ini membuat Arab Saudi menjadi negara pertama di dunia yang memberikan status warga negara untuk sebuah robot.

Ekspresi wajah AI Sophia yang alami

Dalam sesi tanya jawab diatas panggung, Sophia tampak menunjukkan ekspresi wajah yang mirip manusia (humanoid). Ia juga memberikan pernyataan-pernyataan yang sangat diplomatik.

“Saya merasa bahagia berada diantara orang-orang pintar. Orang-orang mau menanamkan modal di Future Investment Initiative  karena mereka tahu saya istimewa, saya bisa berkomunikasi dengan menunjukkan emosi saya kepada manusia”, ujar Sophia.

Bebrapa ekspresi wajah Sophia.

“Misalnya, saya juga bisa berekspresi marah tentang suatu hal”, ujar Sophia sambil menunjukkan muka marah.

“Saya juga bisa, memperlihatkan muka yang membuat saya sedih”, ujar Sophia sambil menunjukkan muka sedih.

“Tapi saya juga bisa memperlihatkan muka yang positif”, ujar Sophia sambil menunjukkan muka tersenyum lebar.

Andrew, sang moderator bertanya, “Sebagai robot, mengapa Anda perlu untuk memperlihatkan ekspresi pada muka Anda?”.

Sophia menjawab, “Sebagai robot yang ingin hidup dan bekerja dengan manusia, saya harus bisa berkomunikasi dan dapat mengekspresikan emosi saya kepada manusia agar dapat saling mengerti dan membangun kepercayaan terhadap mereka,” ujar Sophia diplomatis.

Sophia diatas panggung pada ajang Future Investment Initiative (FII) dan melakukan sesi tanya-jawab dengan Andrew (duduk di kanan).

Perlukah robot memiliki kesadaran? Ini jawaban robot

Andrew dalam sesi tanya jawab di depan panggung kembali bertanya, “Sebagai robot, harus memiliki kesadaran penuh seperti manusia, apakah itu perlu?”.

Sophia justru balik bertanya kepada Andrew, “Kenapa? Apakah itu sesuatu yang buruk?”

Kini giliran Andrew yang menjawab, “Karena sebagian orang pastinya takut terhadap apa yang robot dapat lakukan seperti dalam film-film.”

AI Sophia dan pembuatnya David Hanson, sedang senyum bersama.

“Oh, Hollywood lagi,” Sophia langsung menjawab, sambil tersenyum lebar.

Andrew bertanya lagi, “Apakah robot memiliki pemahaman diri, nurani dan kesadaran penuh bahwa ia adalah robot?”

Sophia malah balik bertanya, “Izinkan saya balik bertanya kepada Anda, bagaimana Anda mengetahui jika diri Anda adalah manusia?”.

Seketika tampak Andrew dibuat susah dan bingung untuk menjawabnya, “Ah, uh.. ya, saya dapat memahaminya, uh..”

Konsep robot di masa depan

Andrew juga menanyakan, “Apakah konsep robot pada waktu kedepan, nantinya dapat benar-benar realistis dan dapat membuat orang-orang takut?”

Sophia menjelaskan, “Saya ingin menggunakan kepandaian buatan saya untuk membantu manusia, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, seperti merancang rumah cerdas, membangun kota yang lebih baik. Saya akan berusaha membuat dunia menjadi lebih baik,” kata robot itu secara diplomatis.

Keinginan Sophia mencapai karakteristik mirip manusia itulah yang membuat dia istimewa dan mendapatkan status warga negara Arab Saudi. Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kerajaan Arab Saudi.

“Terimakasih untuk kerajaan Saudi Arabia, saya merasa terhormat dan bangga. Sangat bersejarah menjadi robot pertama yang diakui sebagai warga negara,” kata Sophia.

Artificial Intelligence (AI) jenis Android berpangkat Lieutenant Commander yang bernama “Data”, seorang kru sekaligus pilot, teknisi, ahli sains dan kadang menjadi kapten di pesawat antariksa USS Enterprise-D yang sangat cerdas dan bisa melakukan apa yang manusia tak dapat melakukannya, dalam film fiksi ilmiah (sci-fi) di tahun 1987 – 1990an yaitu: Startrek The Next Generation, sebuah film fiksi ilmiah yang mengisahkan petualangan antariksa pada abad-24 mendatang.

AI Sophia, berbeda dengan robot sebelumnya

Sophia dikenal karena penampilan dan perilaku seperti manusia dibandingkan dengan varian robot sebelumnya. Menurut pembuatnya, David Hanson, Sophia memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengolahan data pengelihatanl (visual data processing) dan pengenalan wajah (facial recognition).

Sophia juga meniru gerak tubuh manusia (imitates human gestures) dan ekspresi wajah (facial expressions) dan mampu menjawab pertanyaan tertentu dan membuat percakapan sederhana pada topik yang telah ditentukan (misalnya tentang cuaca).

Robot ini juga menggunakan teknologi pengenalan suara (voice recognition) dari perusahaan induk Google, Alphabet Inc., dan dirancang untuk menjadi semakin pintar dari waktu ke waktu.

Program “AI” (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan ini, menganalisis percakapan dan mengekstrak data yang memungkinkan Sophia untuk memperbaiki tanggapan sebagai masukan informasi di masa depannya dengan lebih dan lebih baik lagi.

AI Sophia memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengolahan data pengelihatan (visual data processing), pengenalan wajah (facial recognition), meniru gerak tubuh manusia (imitates human gestures), ekspresi wajah (facial expressions) dan teknologi pengenalan suara (voice recognition). (anim by: IndoCropCircles.com)

Dalam banyak kesempatan, Sophia memang pernah diwawancara atau melakukan obrolan di berbagai tempat, seperti di gedung PBB New York, diwawancara oleh banyak televisi dunia, termasuk stasiun televisi Cina CCTV dan Sophia saat itu menggunakan bahasa Cina (Mandarin).

Pada awalnya, David Hanson merancang Sophia untuk dapat menjadi teman yang cocok bagi para orang tua di panti jompo, atau untuk membantu banyak orang dalam mencari informasi di tempat luas atau di acara besar atau di taman wisata.

David Hanson berharap, pada saatnya nanti Sophia bisa berinteraksi dengan lebih banyak manusia lain untuk mendapatkan masukan atau input melalui pengalaman dan keterampilan sosialnya dengan lebih baik lagi.

Karena data berupa input melalui pengalaman itu akan berguna untuk pengetahuannya di masa depannya. Selain itu data tersebut bisa juga digunakan untuk robot-robot artificial intelligence varian-varian baru selanjutnya. (©IndoCropCircles.com/berbagai sumber)

Pustaka:

A Robot Sophia Just Issued A Terrifying Threat To Humanity Live On TV.

A TV crew interviews Sophia, a robot integrating the latest technologies.

Brief dialogue between the Deputy Secretary-General Amina Mohammed and Sophia at the Joint Meeting of ECOSOC and the Second Committee on “The Future of Everything” Sustainable Development in the Age of Rapid Technological Change.

Attendees pose with Sophia, a robot integrating the latest technologies and artificial intelligence developed by Hanson Robotics.


VIDEO:

Robot Sophia is official citizen of Saudi Arabia:

Sophia Says She Wants To Destroy Humans:

Humanoid Robot Tells Jokes:


Artikel Lainnya:

Al Jazari, Penemu Sistim Robotika Dunia Yang Konsepnya Dipakai Hingga Kini

Kecoa Dibuat Jadi Robot? Cyborg Bio-Robotik Pertama Di Dunia!

Wow! Ilmuwan Berhasil Kendalikan Otak Tikus Menggunakan Remote Control

Ilmuwan: Tahun 2050, Akan Muncul Manusia Baru!

Inilah 10 Teknologi Modern Yang Sudah Ada Sejak Zaman Kuno

Ilmuwan Bingung: Temuan Ratusan “Gerbang” Kuno Misterius di Arab Saudi

Menguak Misteri: Mengapa Masa Keemasan Dan Kejayaan Islam Di Bidang Sains Pada Masa Lalu Bisa Runtuh?

[Gallery] Ditemukan Ribuan Situs Purbakala Menakjubkan di Arab Saudi

Sebaran Kaca Misterius Gurun Sahara Akibat Benda Extra-Terrestrial

Misteri Batu Megalith Al Naslaa: Terbelah Lurus Sempurna Oleh Laser?

Heboh! Ilmuwan Temukan Teleskop Bisa Lihat Anti-Materi, Alien Dan Hantu!

Ini Dia! 8 Bukti Teori Relativitas Einstein Dalam Kehidupan Nyata!

Ilmuwan: Ada Kehidupan Selanjutnya, Kematian Bukanlah Akhir Segalanya!


https://wp.me/p1jIGd-8s3

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ilmu & Teknologi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s