Misteri Tubuh Melayang: Badan Bergetar Hebat dan Bantuan ‘Roh’?

Misteri Tubuh Melayang, Bergetar Hebat dan Bantuan ‘Roh’?

Tiba-tiba tubuh itu naik, dan melayang-layang di udara. Hampir-hampir kepalanya menyundul langit-langit ruangan. Ternyata selain tukang sulap dengan teknik ilusinya, ada manusia yang bisa melakukannya tanpa bantuan alat apa pun, seperti mengingkari kodrat dan hukum alam.

Suatu tontonan yang biasa dalam pertunjukan sulap, seorang wanita terbaring di ujung dua mata pedang yang runcing. Dengan gerakan lembut, pesulap menggerakkan tangannya ke atas.

Tubuh yang diam terbujur itu pun terangkat naik sampai ketinggian tertentu sebelum diturunkan kembali. Dengan kemajuan teknologi kejadian itu bukan lagi barang yang muskil di zaman sekarang.

Ada peralatan sulap yang mampu menopang wanita itu, tanpa penonton bisa mengetahui bentuk dan letak alat itu. Atau istilah yang sering digunakan para ilusionis: membuat penonton mengalami halusinasi massa.

Lalu bagaimana kalau gerakan itu bukan cuma naik-turun, bahkan di ruang terang benderang tetapi melayang di udara dan bergerak menyeberangi dua jendela?

Tubuh Daniel Dunglas Home bergetar hebat

Pada tanggal 16 Desember 1868 tiga pemuka masyarakat London menjadi saksi mata suatu kejadian aneh dan tak masuk akal yang masih menimbulkan pertanyaan hingga sekarang.

Daniel Dunglas Home (1833–1886 / umur 53)

Di Ashley House, Viscount Adare, Master of Lindsay dan Kapten Wymme melihat sendiri Daniel Dunglas Home (1833–1886 / umur 53)  melayang di udara.

Seperti terbang, Home (baca: Hum) keluar dari jendela kamar di sebelah ruangan tempat mereka duduk. Dengan cara yang sama, ia terbang kembali memasuki kamar itu lagi.

Lahir di Skotlandia, Home yang bertubuh kecil dan dibesarkan di Amerika ini dikenal sebagai seorang ‘mediumship‘ atau cenayang, adalah orang yang dapat berhubungan atau berinteraksi atau berkomunikasi antara dunia arwah atau makhluk halus dengan dunia manusia.

Kemampuan cenayang adalah mendapatkan informasi, energi, atau kekuatan di dalam kesadaran kosmik, serta kemampuan untuk memanfaatkan informasi, energi, atau kekuatan yang telah diperoleh.

Kariernya sebagai medium dimulai saat berumur 13 tahun, tapi kemampuannya untuk melayang atau menerbangkan benda-benda didapatnya setelah berusia 19 tahun.

Levitasi oleh Daniel Dunglas Home di rumah Ward Cheney ditafsirkan dalam sebuah litograf dari Louis Figuier, Les Mystères de la science 1887

Nama Daniel Dunglas Home pun semakin berkibar setelah peristiwa mencengangkan di Ashley House itu.

Ward Chenney, seorang pedagang sutera, mengadakan ritus di rumahnya di Connecticut bulan Agustus 1852.

Saat itu, Home diundang untuk membuktikan kemampuan spiritualnya, misalnya memutar meja, membuat terompet melayang, dan menimbulkan sinar-sinar aneh.

Di tengah-tengah pertunjukannya, terjadi sesuatu yang mengagetkan seisi ruangan itu, termasuk Home sendiri.

Tiba-tiba Home naik dan melayang-layang di udara, hampir-hampir kepalanya menyundul langit-langit ruangan.

Di antara para pengunjung terdapat seorang penulis, F.L. Burr dari Hartford Times. la sungguh terkesan dengan peristiwa yang terjadi tiba-tiba ini. Burr menceritakan pengalamannya dengan sebuah tulisan di Hartford Times yang berbunyi:

“… Tiba-tiba Home melayang ke udara. Saat kakinya sudah berada 30 cm di atas lantai, saya berhasil memegang satu tangan dan kakinya.

Saya merasakan seluruh tubuhnya bergetar hebat, karena gembira sekaligus ngeri. Saking gugupnya, ia tak mampu mengucapkan kata-katanya dengan jelas.

Setelah naik-turun dua kali, akhirnya pada kali ketiga, ia melayang sampai kaki dan tangannya dapat menyentuh langit-langit.”

Bantuan roh halus?

Ternyata semua yang dialaminya di Connecticut, merupakan awal munculnya sensasi yang selalu mengikuti Home. Beberapa orang telah merasakan dan melihat sendiri peristiwa-peristiwa aneh dan misterius yang menyertai Home.

Misalnya, angin berembus kencang di sebuah ruangan yang tertutup rapat, ratusan kuntum bunga luruh dari langit-langit, pintu yang terus-menerus membuka dan menutup, bola api yang berputar-putar  menjelajahi ruangan. Dan akhirnya yang dinantikan banyak orang pun tiba, Home melayang di udara. Namun yang paling terkenal memang peristiwa di Ashley House tadi.

Master of Lindsay mengungkapkan pengalamannya tentang peristiwa yang menggemparkan itu:

Lukisan ilustrasi ketika Daniel Dunglas Home melayang di luar jendela ruangan.

“Aku duduk bersama dengan Home, Lord Adare, dan Kapten Wymme. Home yang dalam keadaan kerasukan keluar dari jendela kamar sebelah lalu masuk ke ruangan lewat jendela.

Mula-mula kami mendengar jendela sebelah dibuka. Sesaat kemudian ia sudah ada di luar jendela ruangan kami.

Di bawah sinar Bulan kami melihatnya berada 15 cm di atas ambang jendela dan diam terpaku selama beberapa detik.

Baru setelah itu ia mengangkat jendela, lalu melayang masuk ke ruangan kami dengan kaki dulu dan kembali duduk di kursinya.

Jarak antara kedua jendela itu sekitar 2,3 m dan tidak ada sedikit bagian pun yang menghubungkan keduanya. Lebar ambang jendela pun tak lebih dari 30 cm, seperti yang biasa ada di tiap rumah untuk meletakkan pot bunga,”

Bertentangan dengan tuduhan sementara orang, bahwa ia menggunakan hipnotis dan memanfaatkan halusinasi massa, Home justru tak pernah meminta penontonnya agar bergandengan tangan dan berkonsentrasi atau memadamkan lampu untuk menciptakan suasana “magis”.

Lukisan ketika Daniel Dunglas Home melayang horisontal posisi telentang. Ia selalu mempersilakan penonton untuk mengobrol sewajarnya. Ia pun lebih suka keadaan terang benderang daripada remang-remang.

Ia malah selalu mempersilakan para tamu atau penontonnya untuk mengobrol biasa saja, dengan sewajarnya.

Ia pun lebih suka melakukan levitasi (melayang) dalam keadaan yang terang-benderang, daripada dalam keadaan remang-remang.

Meskipun di masa tuanya Home bisa melayang atas kemauannya sendiri, namun ada kalanya ia dapat melayang secara tak disengaja atau tanpa kemauannya.

Salah satu contoh misalnya, ketika mukanya nampak betul-betul terkejut, ketika suatu kali tuan rumah memberi tahu kepadanya bahwa ia sedang melayang di atas bantalan kursi yang sedang didudukinya.

Daniel Dunglas Home sendiri pernah menggambarkan pengalaman melayang atau levitasinya dalam sebuah tulisan, ia menulis:

“Aku tak merasa ada yang menyangga, dan sejak pertama kali melakukannya, aku tidak pernah merasa takut, meskipun kalau sampai jatuh dari langit-langit ruangan tempat aku melayang-layang itu, aku pasti akan cedera berat.

Biasanya, aku melayang tegak lurus, tanganku sering kali menjadi kaku, dan terjulur ke atas seakan sedang menjangkau sesuatu yang tak kelihatan.”

Memang sampai akhir hidupnya, Home bersiteguh, semua yang dilakukannya atas bantuan roh-roh halus!

Misteri Tubuh Melayang Kaku Tanpa Penopang, Normal Setelah Disiram Air Dingin.

Pada kisah lain, dalam kunjungannya ke India, P.Y. Plunkett sempat mengabadikan kemampuan melayang seorang fakir bernama Yogi Pullavar, atau dikenal juga sebagai Subbayah Pullavar.

Malah foto-foto karyanya itu muncul dalam Illustrated London News pada tanggal 6 Juni 1936. Suasana siang itu tercatat dalam pikiran P.Y. Plunkett:

Saat itu pukul 12.30 dan matahari tepat berada di atas kepala sehingga tak ada lagi bayangan yang terpantul dalam pertunjukan itu.

Berdiri diam di dekat saya adalah Subbayah Pullavar. Sinar matanya nampak liar. la menyalami kami semua dan mengobrol sejenak.

la telah mempraktekkan salah satu cabang yoga ini sekitar 20 tahun (sebagai bagian dari kebiasaan keluarganya). Kami minta izin untuk dapat mengabadikan penampilannya dan ia pun mengangguk setuju ….”

Tubuh melayang Yogi Pullavar atau dikenal juga sebagai Subbayah Pullavar.

Saat Subbayah melakukan persiapan, Plunkett mengumpulkan sekitar 150 penonton. Di tengah kerumunan, berdiri sebuah tenda kecil. Air disiramkan di sekeliling tenda, sementara sepatu-sepatu dengan sol kulit diminta untuk dilepaskan di luar lingkaran penonton.

Subbayah memasuki tenda kecil itu sendirian. Beberapa menit kemudian beberapa orang membantu mengangkat tenda itu, dan nampaklah si fakir tengah melayang di udara ± 1 m dari tanah.

Subbayah melayang dalam posisi horizontal, sementara tangan kanannya berpegangan pada sebuah tongkat yang dibungkus kain yang hanya berfungsi sebagai penjaga keseimbangan, bukan untuk menopangnya.

Subbayah melayang dalam posisi horizontal, sementara tangan kanannya berpegangan pada sebuah tongkat yang dibungkus kain yang hanya berfungsi sebagai penjaga keseimbangan, bukan untuk menopangnya.

Plunkett dan temannya meneliti tempat sekitar dan di bawah tubuh Subbayah, namun tak ditemukan seutas tali ataupun alat-alat yang digunakan.

Tak dapat dibantah bahwa fakir itu memang melayang dalam keadaan tak sadar.

Peristiwa itu berlangsung selama empat menit sampai akhirnya tenda kecil itu kembali didirikan melingkupi Subbayah.

Namun mata Plunkett masih mampu menembus tenda tipis, dan beginilah kesaksiannya:

“Selama sekitar satu menit ia tampak berayun-ayun lalu, masih dalam posisi horizontal, badannya mulai turun dengan perlahan. Untuk turun dari ketinggian satu meter sampai ke tanah, diperlukan lima menit.

Segera setelah Subbayah ada di atas tanah, pembantunya menjunjungnya ke tempat kami dan meminta kami untuk menekuk tubuhnya. Meskipun dibantu beberapa orang lainnya, kami tak sanggup melakukannya. Tubuhnya kaku!”

Subbayah baru mendapatkan kesadarannya kembali setelah selama 5 menit tubuhnya diusap dan disiram air dingin.

“Setelah melayang diluar tenda, lalu kembali ditutup tenda dan selama sekitar satu menit ia tampak berayun-ayun dalam posisi masih horizontal, badannya mulai turun dengan perlahan dari ketinggian satu meter sampai ke tanah, diperlukan lima menit. Segera setelah Subbayah ada di atas tanah, pembantunya menjunjungnya ke tempat kami dan meminta kami untuk menekuk tubuhnya. Meskipun dibantu beberapa orang lainnya, kami tak sanggup melakukannya. Tubuhnya kaku!”

Perlu latihan mental

Ada kelompok yang berpendapat kemampuan melayang itu bisa dipelajari. Satu di antaranya adalah mereka yang mengikuti pelajaran di Meditasi Transendental (TM) di Swiss.

“Kami hanya perlu melakukan latihan fisik dan mental secara disiplin dan benar, maka kami akan mampu menolak gravitasi,” ujar mereka yakin. Pengalaman yang mereka dapatkan selama melakukan latihan pun sama dengan apa yang dilakukan Subbayah.

“Sebelum melayang tubuh kami bergoyang perlahan, makin lama makin kencang, lalu tubuh naik perlahan-lahan. Kami harus dalam posisi bunga teratai, kalau tidak, kami bisa cedera saat turun karena ada bagian tubuh yang ‘nongol’ ke bawah.”

Alexandra David-Neel (1868 – 1969 / umur 100 tahun) adalah penulis, spiritualis, Buddha, anarkis politik, agama, dan penjelajah pembaharu Prancis.

“Saat pertama kali mencoba, ‘pendaratan’ kami memang jauh dari mulus. Itulah sebabnya kami duduk dengan beralaskan kasur busa, untuk menghindari luka berat. Kita baru akan merasakan enaknya bisa melayang, kalau sudah bisa mengendalikannya dengan baik.”

Alexandra David-Neel, seorang wanita perantau yang menghabiskan waktu 14 tahun menjelajahi Tibet mengatakan pernah melihat seorang pria telanjang yang tubuhnya dibebani pemberat dari besi.

Temannya mengatakan, latihan yang dilakukannya sekian lama telah membuat tubuhnya begitu ringan. Itulah sebabnya ia harus dirantai, kalau tidak ia akan melayang ke mana-mana. Ada lagi pengalaman Alexandra saat berpapasan dengan seorang pria yang berlari setengah melayang.

“Ia seperti bola memantul yang mental jauh setiap kali kakinya menyentuh tanah. Ayunan langkahnya pun begitu teratur seperti ayunan pendulum. Sementara mata pria ini menatap ke satu titik tertentu di kejauhan.”

Alexandra David-Neel, yang memiliki nama samaran Louise Marie Eugenie Alexandrine David (lahir di Saint-Mande, 24 Oktober 1868 – meninggal di Digne-les-Bains, 8 September 1969 / umur 100 tahun) adalah orang terkenal, ia adalah penulis, spiritualis, Buddha, anarkis politik, agama, dan penjelajah pembaharu Prancis.

Seperti banyak hal aneh lainnya, kemampuan melayang ini sepertinya tidak bermanfaat. Ketinggian yang bisa dicapai pun jarang sekali yang lebih dari satu meter, atau kalaupun tinggi paling hanya setinggi langit-langit rumah yang berguna hanya untuk kegiatan membersihkan rumah.

Namun beberapa orang percaya bahwa zaman dulu, orang bisa melayang dengan mudah, dan menggunakan kelebihannya itu untuk membentuk ragam hias di permukaan Bumi yang hanya bisa dilihat dari udara, seperti “lukisan” kuda putih di dataran rendah di Inggris dan pola-pola geolyph diseluruh dunia termasuk yang tertera di Gurun Nazca yang berada di Peru.

Salah satu geolyph di gurun Nazca Peru dilihat dari atas, menampilkan figur mirip “astronot”. Mungkinkah orang bisa melayang dengan mudah pada masa lalu, juga bermanfaat untuk dapat melihat kejauhan pada ketinggian setelah membuat artefak di masa lalu, seperti dapat melihat “lukisan” dan pola-pola geolyph diseluruh dunia termasuk yang tertera di Gurun Nazca yang berada di Peru.

Mengolah “Tenaga Dalam” (Inner Power)

Memang melayang merupakan fenomena aneh yang jarang sekali terjadi, sehingga ada peneliti yang menganggap kejadian itu bukan dalam wujud fisik, melainkan jiwa atau perjalanan astral.

Tentunya banyak juga yang menganggap proses itu seperti mimpi yang menjadi nyata. Hal ini bisa disamakan dengan seseorang yang mimpi terbang. Ketika terbangun, beberapa pemimpi itu menganggap mereka be,ar-benar telah terbang.

Dengan sedikit pengecualian, tampaknya orang butuh  latihan panjang dan disiplin baja untuk dapat melayang. Dalam hal ini, tubuh dengan proses yang misterius memungkinkan terjadinya penolakan terhadap gravitasi.

‘Master John Chang’ atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Magus of Java’ atau ‘Dynamo Jack’

Bahkan mungkin ada rumus rahasia  yang serta merta memungkinkan penolakan itu. Lihat saja fenomena ibu yang mampu mengangkat sebuah mobil untuk menyelamatkan sang anak yang terjepit di bawahnya, atau mereka yang mampu berjalan-jalan diatas bara api.

Biasanya dalam konsentrasi tinggi atau dalam keadaan sangat mendesak, manusia baru seakan memiliki tenaga yang super, dan hanya dapat digunakan dalam keadaan tertentu tersebut.

Lalu, bagaimana agar “tenaga dalam” atau “inner power” tersebut dapat digunakan dalam keadaan biasa? Tentunya harus mengolah tenaga tersebut. Dalam beberapa hal di Indonesia, terutama oleh para spritual hingga pencak silat, hal ini bukan sesuatu yang tak mungkin.

Cara Kerja “Tenaga Dalam”

Dalam keadaan terdesak, paru-paru menghasilkan zat yang bernama Adrenalin Tripospate (A.T.P). Maka dengan bantuan permainan nafas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh.

Dalam pencak silat, untuk dapat membuat tubuh mengambang, memiliki teori lain. Di dalam tubuh kita terdapat pembuluh darah disekujur badan. Dalam aliran darah juga terdapat ion-ion listrik. Dan darah mengalir dari dan kembali ke jantung tanpa henti.

Tubuh manusia ibarat sebuah magnet: Paku = Tubuh manusia, Kawat lilit = Pembuluh darah, Listrik yang mengalir = aliran darah,Batere = Jantung yang membuat darah mengalir

Pembuluh darah ibarat kabel tembaga yang mana peredaran darah yang bolak-balik ini memiliki aliran listrik.

Sementara tubuh manusia memiliki ion-ion besi (zinc), garam (salt) dan lainnya, dan bermuatan listrik juga. Namun kebanyakan darinya memiliki banyak ion positif.

Dengan banyaknya latihan pernafasan untuk mengolah jantung, paru-paru dan darah untuk mengaliri tubuhmaka akan tercipta suatu medam magnet statis. Jadi tubuh manusia ibarat magnet alami.

Cara kerjanya mirip  kabel-kabel tembaga yang melilit (dalam hal ini pembuluh-pembuluh darah dalam tubuh) dan teraliri listrik alami itu, meliliti tubuhnya sendiri.

Dalam hal ini tubuh ibarat sebuah besi dan pembuluh darah adalah kabel tembaga yang melilitnya. Maka akan menimbulkan getaran (vibration) dan membentuk medan magnet berupa aura alami pada tubuh.

Pada diri manusia, magnet yang dihasilkan di daerah kepala adalah medan magnet positif, dan sebaliknya yaitu medan magnet negatif ada di daerah bawah, terutama kaki.

Ketika manusia duduk di atas tanah, seperti yang kita ketahui bahwa tanah (ground) adalah sumber listrik negatif, sementara pada bagian bawah tubuh manusia tadi yaitu daerah kaki, adalah negatif juga.

Tubuh manusia adalah magnet alami. (Info graphic by: IndoCropCircles.com)

Akibat medan magnet negatif yang dihasilkan pada daerah bawah (kaki) manusia, dan pada tanah juga terdapat medan magnet yang sama, yaitu negatif, maka terjadilah tolak-menolak.

Jika Anda ingat pelajaran SD pasti tahu bahwa dua kutub magnet yang polaritasnya sama, misal positif dengan positif, atau negatif dengan negatif, maka akan saling tolak menolak.

Hasilnya, tubuh manusia bagian bawah yang bermedan magnet negatif, akan menolak dengan tanah (ground) yang bermedan magnet negatif juga. Akibatnya: tubuh terangkat dari tanah!

Semakin konsentrasi dan semakin dapat mengendalikan nafas untuk dapat membuat aliran pembuluh darah cepat atau lambat, sangat mempengaruhi besaran medan magnet, mirip aliran listrik pada kabel tembaga yang melilit tubuh Anda.

Dalam keadaan ini tubuh Anda juga menghasilkan apa yang disebut sebagai vibration power atau “tenaga getaran”. Hal ini lah yang membuat manusia dapat mengambang atau melayang dari tanah.

Aliran darah menghasilkan medan magnet berupa aura. Kutub negatif di bawah tubuh saling tolak-menolak dengan tanah (ground) yang juga negatif, membuat tubuh naik ke atas dan melayang. (Info graphic by: IndoCropCircles.com)

Sementara itu untuk kemampuan tenaga dalam lainnya, semua juga dihasilkan dari “listrik” yang memiliki kekuatan besar dalam tubuh manusia tersebut. Dan tidak seperti orang awam yang mana “listrik” itu hanya dapat digunakan dalam keadaan terdesak, maka untuk yang banyak latihan, listrik yang telah dihasilkan dapat disimpan dalam cakra di perut bagian bawah untuk dapat digunakan kapan pun, namun kali ini dapat digunakan dalam keadaan sadar.

IndoCropCircles mengamati ini dan membuat teori seperti ini yang juga sedang dipelajari di Amerika Serikat, setelah salah satu pencak silat terkenal asal Indonesia, yaitu Merpati Putih, membuka cabangnya disana.

Walaupun belum dapat melakukan hal ini di AS, namun di Indonesia sudah pernah terjadi beberapa kali dalam ruang lingkup khusus dan tak diperlihatkan pada publlik, bahwa manusia bisa mengambang atau melayang.

Sementara di AS baru ilmu getaran yang digunakan untuk melihat dalam keadaan mata tertutup, getaran untuk “melihat”  ini disebut sebagai “getaran untuk melihat” atau “Vibra-Vision”.

Warga Amerika Serikat memperagakan gerakan dari salah satu pencak silat terkenal asal Indonesia, yaitu pencak silat bela diri tangan kosong Merpati Putih.

Semua ilmuwan takjub dan melongo oleh kemampuan manusia dalam demonstrasi Vibra-Vision, karena sangat tak masuk akal dan kini membuat heboh juga di banyak negara. Keajaiban dan rahasia pada diri manusia yang tersimpan ini, kini masih terus diteliti.

Namun yang jelas, kini semakin banyak sekali tuna netra yang kembali dapat “melihat” melalui “getaran” yang dihasilkan dari listrik alami dalam tubuh manusia tersebut. Sebuah aset kuno dari bangsa ini mungkin dapat mengubah dunia.

Sebelum akhirnya kita bisa menemukan rahasia di balik fenomena itu, bahwa kemampuan manusia untuk melayang memang benar adanya, namun akan tetap merupakan misteri sampai suatu saat akan terkuak secara saintifik, dan menjadikannya tak lagi sebagai hal yang klenik. Bisa jadi teori kami benar. Wallahu a’lam bishawab. (©IndoCropCircles.com)

Pustaka:

Tipuan (trik) tubuh melayang menggunakan penyangga. (1) Tempat untuk duduk, (2) Penyangga berupa tongkat, (3) Lempengan dasar sebagai penyeimbang agar tak jatuh.


VIDEO:

10 Levitations That Were Caught on Tape:

Real Proof of psychic energy (Amazing footage) – TV Documentary:

Telekinesis/Psychokinesis Documentary (Is it real?):


(Video from Facebook) SECRET OF HUMAN ABILITIES – MYSTERY OF “VIBRA-VISION”, HUMAN’S INNER POWER THE HERITAGE FROM INDONESIA TO THE WORLD (Video on Youtube):


(Video from Facebook) GOING VIRAL IN USA – The Legend Of The Indonesian Silat / Martial Arts, Merpati Putih (MP) on FoxNews13:


Artikel lainnya:

VIDEO] Wow!! Pria Indonesia Ini Tubuhnya Mampu Hasilkan Listrik dan Membuat Api

Inilah 10 Manusia “Super Human” Di Dunia Nyata (Diantaranya Dari Indonesia)

Anak Indigo vs Reptilian dan Project Camelot

Natasha Demkina si “Gadis X-Ray”: Bisa Lihat Tembus Tubuh Manusia

Misteri “Clairvoyance”, Kemampuan Melihat Sesuatu yang Jauh

Apih dari Cilebut, Orang Sakti?

Ilmuwan: Nenek Moyang Manusia Memiliki Indra Keenam!

Wow! Ilmuwan Berhasil Temukan Letak Indra Keenam Pada Manusia

Misteri Bawah Sadar: Bisa Menjadi Salah Satu Penyebab Kesulitan Mental

Misteri Etnik “Basque”: DNA & Bahasanya Tiada Yang Menyamai, Siapa Leluhur Mereka?

Misteri “Black Eyed Child”, Anak Bermata Hitam!

[Photo Gallery] Nyaris Semua Manusia Punya Saudara “Kembar Identik”

11 Anak Luar Biasa Unik Dalam Sejarah

12 Manusia Dengan Kebiasaan Aneh

Seorang Anak Mengaku Dari Mars, Melihat 2012 Lalu Memang Tak Akan Kiamat

Misteri Gen Unik Keluarga Yang Berjalan Nungging Dan Merangkak

=>Puluhan Artikel Terkait Keanehan Manusia Lainnya<=

=>Puluhan Artikel Terkait Supranatural Lainnya<=


https://wp.me/p1jIGd-8rI

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keanehan Manusia, Supernatural dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.