Wow! Ditemukan Batu-Batu “Gong” Misterius Di Wonosobo

Ditemukan Batu-Batu Berbentuk Gong Gamelan Yang Misterius Di Wonosobo

Sejumlah bongkahan batu-batuan kuno ditemukan di sebelah tenggara dari Dusun Sawangan, Desa Tumenggungan, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Misteriusnya, batu-batu itu menyerupai perangkat “Gamelan Jawa” yang seakan tergelar di atas sepetak lahan seluas kurang lebih 700 meter persegi.

Beberapa batuan kuno yang berada di Dusun Sawangan itu ada di dalam tanah, namun ada pula yang tergeletak begitu saja diantara tanaman singkong dan pepohonan yang ditanam warga. Seperangkat gamelan yang terbuat dari batu di lahan tersebut, kemudian disebut sebagai situs Watu Gong (Batu Gong), nyaris lengkap, mulai gong, bonang, kendang, hingga kenong.

Situs yang berada pada kordinat 07°23′13.5″S 109°55′29.1″E ini masih meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum dapat dijawab, oleh karenanya masih terus diteliti.

Batu-batuan yang dikeramatkan

Awal mulanya, warga hanya mendapatkan batu-batu berbentuk alat musik gamelan itu ada diatas tanah yang berbentuk gong. “Mulanya ada batu berbentuk gong di sini. Setelah kami telusuri lagi, ternyata ada perangkat gamelan lainnya dari batu,” kata Udiarno, juru kunci situs Watu Gong, Dusun Sawangan.

Udiarno tidak mengetahui sejak kapan batu itu berada di tempatnya. Leluhurnya tidak pernah bercerita perihal muasal batu tersebut. Sebagian warga hanya meyakini lokasi keberadaan batu berbentuk instrumen Jawa itu keramat.

Salah satu batu berbentuk Gong Di Wonosobo

Dilaporkan oleh warga, pada malam-malam tertentu, biasa mendengar gaungan atau alunan gending gamelan (musik gamelan).

Saat ditelusuri warga, musik itu terdengar ramai dari tegalan. Suara itu kemudian lenyap secara misterius.

Tanah Tegalan adalah tanah yang luas dan rata, yang biasanya ditanami palawija atau sejenisnya dengan tidak menggunakan sistem irigrasi karena bergantung pada air hujan. Tanah tegalan sering juga disebut sebagai ladang atau huma.

“Musik gamelan itu petanda sang raja sedang menyambut tamu dari kerajaan-kerajaan lain di luar Wonosobo,” jelas Udiarno, juru kunci situs Watu Gong.

Kesadaran warga merawat situs Watu Gong perlahan tumbuh. Akhir 2016 lalu, warga didampingi Komunitas Wonosobo Heritage memulai proses penggalian di lahan tersebut. Mereka meyakini temuan perangkat gamelan batu di permukaan tanah itu sebagai kode awal untuk mengungkap situs lain yang terkubur di lahan tersebut.

Salah satu batu berbentuk “Gong” di situs Watu Gong, Wonosobo, Jawa Tengah.

Dilakukan penggalian untuk menemukan fragmen dan situs lainnya

Sekretaris Wonosobo Heritage, Andika Dwi Nugroho mengatakan, observasi situs di Dusun Sawangan telah dilakukan sejak tahun 2012. Setelah memeroleh izin penggalian dari pemerintah pada 2016, tim bersama warga mulai melakukan penggalian pada November 2016 silam.

“Penggalian kami lakukan secara bertahap dari satu titik melebar ke titik lainnya. Lebih banyak yang masih terkubur,” kata Andika.

Tim juga mendapati sejumlah fragmen menyerupai tatanan Batu Candi pada kedalaman sekitar 1 meter. Fragmen tersebut memiliki ukuran, bentuk serta motif beragam.

Ada fragmen menyerupai Kemuncak Candi, terdapat juga fragmen berlukiskan burung dan tanaman. Kala itu, penggalian baru selesai sekitar 30 persen. Masih banyak objek yang belum tergali.

Situs “Watu Gong” di Wonosobo. Tampak bebatuan berbentuk “Gong” dan alat musik Gamelan lainnya yang terkubur di dalam tanah.

Dari zaman Dinasti Ming dan Kerajaan Majapahit

Diantara ratusan artefak tersebut, ada beberapa temuan paling menarik bagi peneliti. Tim menemukan pecahan cawan keramik dari zaman Dinasti Ming, sekitar abad ke-13 Masehi atau zaman pertengahan Kerajaan Majapahit.

Temuan cawan tersebut mengindikasikan bahwa kala itu, sudah terjadi interaksi penduduk setempat dengan peradaban Dinasti Ming yaitu dinasti satu dari dua dinasti pada rentang tahun 1368 – 1644 Masehi, yang didirikan oleh pemberontakan petani sepanjang sejarah Cina. Dinasti ini adalah dinasti bangsa Han yang terakhir memerintah setelah Dinasti Song.

Sedangkan Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia yang berpusat di Jawa Timur, yang berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 Masehi.

Tim juga dikejutkan dengan temuan nampan perunggu pada kedalaman sekitar 2,5 meter di bawah permukaan tanah. Selain batu jenis andesit dan padas, mereka juga menemukan sejumlah batu olahan yang jarang ditemukan di situs lain.

Batu olahan ini menakjubkan karena mengindikasikan peradaban saat itu telah mengenal teknologi pengolahan batu, namun bukan bata.

Tampak sebuah tenda yang dibangun di situs Watu Gong yang juga terdapat pecahan cawan keramik dari zaman Dinasti Ming, sekitar abad ke-13 Masehi atau zaman pertengahan Kerajaan Majapahit.

Apakah fragmen dan artefak itu sengaja di kubur?

Peneliti sekaligus Filolog, Agustin Ariyani mengaku tercengang saat melakukan proses penggalian situs di tegalan warga. Pasalnya, bermacam artefak dan bebatuan mashi utuh dan tersusun dengan rapi saat ditemukan.

Dari bermacam-macam bentuk artefak tersebut misalnya bebatuan menyerupai gamelan, yang ditemukan menumpang pada pondasi batu bata yang tersusun berbentuk garis lurus.

Tenda didirikan saat ekskavasi di situs Watu Gong di Wonosobo

Di kedalaman 30 sentimeter pertama, peneliti ditemukan artefak, dan pada lapisan selanjutnya mereka menemukan batuan yang utuh.

“Benda-benda itu seperti sengaja ditumpuk dan ditata. Juga ada beberapa lapisan tanah yang tidak biasa,” kata Agustin.

Di kedalaman sekitar 50 sentimeter di bawah permukaan tanah, tim menemukan lapisan tanah bertekstur lembut, atau biasa disebut “lemah aji”.

Leman Aji adalah semacan tanah halus layaknya seperti pasir, yang diduga dipakai oleh orang-orang pada masa itu untuk melapisi benda-benda yang sengaja ditimbun tersebut.

Selain itu, para peneliti juga menemukan terdapatnya lapisan berupa batu bata merah yang telah hancur atau mungkin dihancurkan pada kedalaman lebih dari satu meter dari permukaan tanah.

“Dari fakta yang ditemukan, melahirkan pertanyaan, mungkinkah benda-benda itu sengaja dikubur. Jika ini benar, bisa mematahkan pengetahuan selama ini yang menyebut, situs terkubur karena bencana alam,” kata dia.

Beberapa Watu Gong atau batu berbentuk gong yang baru ditemukan diantaranya masih berada di dalam tanah.

Misteri Pasir Pantai sampai ke Goa Watu Gong

Sementara itu, tim peneliti independen dari Institut Teknologi Surabaya, Jawa Timur, berupaya menguak misteri situs Watu Gong di Dusun Sawangan, Desa Tumenggungan, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah tersebut.

Mereka mendatangi dan melakukan serangkaian penelitian di situs purbakala ini. Situs Watu Gong sejauh ini memang masih menyimpan pertanyaan besar yang belum terjawab.

Salah satu dari bebatuan di situs Watu Gong di Wonosobo.

Salah satu pertanyaan besarnya adalah bagaimana mungkin jenis pasir yang mirip pasir pantai mengendap di dinding situs itu.

Hal ini menjadi pertanyaan, sebab secara geografis, Kabupaten Wonosobo merupakan daerah pegunungan dan jauh dari pesisir.

Peneliti mengungkapkan, keberadaan pasir itu diketahui setelah tim menerjunkan sejumlah peralatan yang lebih mumpuni ke lokasi terpendamnya Watu Gong.

Peralatan modern itu seperti drone, stabilizer, GPS, jangka sorong, digital meter, geolistrik, dan sebagainya.

Tim menemukan adanya bahan perekat bangunan atau semen purba dan campuran pasir putih atau pasir laut pada batu olahan penyusun candi. Inilah salah satu yang menjadi pertanyaan besar bagi para peneliti, dari mana asal pasir tersebut?

“Apakah pada kala itu pasir laut sengaja didatangkan ke wilayah Wonosobo untuk ’pabrik’ pengolahan batu, atau apakah bahan tersebut hanya ada di Situs Watu Gong saja,” kata Agustin.

Salah satu dari bebatuan di situs Watu Gong di Wonosobo.

Menurutnya, penelitian ini sekaligus sebagai upaya untuk membuktikan sebuah hepotesis yang menyatakan bahwa situs Watu Gong sengaja dipendam di dalam tanah.

Hepotesis ini telah dipercaya masyarakat sejak lama. Namun butuh kajian lebih dalam lagi untuk membuktikannya.

“Dari penelitian ini kami ingin membuktikan hipotesis tentang bangunan situs yang sengaja dipendam,” tutur Aryani.

Tim peneliti yang terlibat dalam misi ini terdiri dari para ahli berbagai disiplin ilmu, seperti Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Industri serta Teknik Geofisika. Mereka juga dibantu oleh warga sekitarnya.

Agustin menceritakan, selama penelitian pihaknya juga berhasil mendeteksi adanya getaran listrik pada batuan dan tanah yang mampu menembus kedalaman sekitar 40 meter di bawah tanah. Getaran itu terdeteksi dari alat Geolistrik.

Adanya “Ruang” di dalam situs

Selain itu, tim juga menemukan adanya denah ruang simetris di situs yang diduga berusia ribuan tahun itu. “Denah ruang simetris inilah yang dianggap sebagai pintu gerbang penelitian selanjutnya, di mana terdapat sandi-sandi menarik yang harus segera dipecahkan oleh para pakar peneliti dari lintas disiplin ilmu,” ungkap Agustin.

Salah satu dari bebatuan yang terpendam dan berhasil ditemukan di situs Watu Gong di Wonosobo.

Di sisi lain, adanya penemuan-penemuan baru tersebut diharapkan menjadi stimulasi kepada ahli dan stakeholder untuk terus mengkaji benda-benda bersejarah ini.

Sebab, situs Watu Gong masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan, termasuk usia situs ini, yang diperkirakan telah ada sejak Dinasti Ming atau Majapahit, namun  tak menutup kemungkinan, bisa jadi berusia jauh lebih tua.

“Pembacaan sejarah di Kabupaten Wonosobo harus segera dibenahi, karena bisa jadi kisaran usia batuan penyusun bangunan purbakala adalah lebih tua dari catatan-catatan sejarah yang telah ada, dan menggunakan teknik-teknik modern untuk membangunnya,” tandas Agustin.

Masih banyak pertanyaan yang terkait mengenai keberadaan artefak-artefak dan berbagai fragmen di situs ini, dan belum dapat dijawab. Hingga kini, proses penelitian lebih lanjut terhadap situs misterius “Watu Gong” yang berada pada kordinat 07°23′13.5″S 109°55′29.1″E di Wonosobo Jawa Tengah ini akan terus dilakukan. (IndoCropCircles.com).

Pustaka:


Photo Gallery:


VIDEO:

Batu Berbentuk Gong Dan Kendang Di Wonosobo:


Artikel Lainnya:

Ditemukan di Rembang: Perahu Tertua Abad-7 Zaman Mataram Hindu

Heboh Temuan Arca Misterius Tinggi 1,8 Meter Dari Dalam Tanah Di Kediri

Topeng Misterius Langka dari Goa Made Jombang Jatim, diteliti Peneliti Dunia

Ditemukan: Meriam Asal Indonesia Mengubah Catatan Sejarah Australia

Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua

Ini Dia!! Megalith “Gunung Padang” Jabar, “Stone Henge” Versi Indonesia (Gunung Padang – PART 1)

Naskah Kuno Nusantara Dibahas dalam Simposium Internasional

Manusia Jawa Purba Pernah Mendiami Eropa 700.000 Tahun Lalu?

Ilmuwan Kaget!! Fosil di Siberia “Kerabat” Orang Papua!

Peneliti Melongo! Ini Manusia Purba Di Sulawesi Sejak Ratusan Ribu Tahun Lalu

Homo Erectus Sumatra di Goa Harimau Diyakini Moyang Indonesia

Ditemukan Bukti Peradaban Tertua: Lukisan Gua Prasejarah Indonesia Paling Tua Sejagad!

Terkuak, Torehan Kuno Tertua di Dunia Berasal dari Pulau Jawa

Leluhur Suku Sunda dan “Salakanagara”, Kerajaan Tertua Nusantara

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Ilmuwan: Peradaban Dunia Berawal dari Indonesia!

Teori Evolusi Mungkin Berakar dari Indonesia

Mungkinkah, Nusantara adalah The Atlantis yang Hilang dan Kini Dicari?

Prasasti Heboh Bertulis: “Seluruh Manusia Akan Menghadapi Sesuatu” Menarik Perhatian Para Pejabat

10 Mata Uang Paling Tua di Indonesia

Temuan-Temuan Ini Sebut Peradaban Dunia Berasal dari Indonesia


https://wp.me/p1jIGd-8z3

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Indonesia, Misteri Indonesia dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Wow! Ditemukan Batu-Batu “Gong” Misterius Di Wonosobo

  1. ipanase berkata:

    sejarah yang menarik, ditunggu kelanjutannya om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s