Inilah “Oumuamua”, Objek Alien Pertama Yang Masuk Tata Surya (A/2017 U1 PART-2)

Selamat Datang ‘Oumuamua, Objek Alien Pertama Yang Masuk Tata Surya

Sebuah objek antariksa yang pada awalnya “tak dikenal” (atau bisasa disebut alien) antar-bintang pertama telah melewati Tata Surya. Ditemukan pada lintasan berupa hiperbola eksentrik oleh Robert Weryk pada 19 Oktober 2017, atau 40 hari setelah ia berputar mengelilingi Matahari.

Pengamatan pertama dilakukan oleh teleskop Pan-STARRS ketika objek berada pada 0,2 AU (30.000.000 km; 19.000.000 mi) dari Bumi, dengan posisi menjauh dari Matahari.

Objek ini awalnya diasumsikan sebuah komet. Ia dinamai C/2017 U1 (PANSTARRS), kemudian diklasifikasikan sebagai asteroid satu minggu kemudian yang kemudian diubah namanya menjadi Asteroid A/2017 U1. Objek ini adalah benda pertama dari objek antarbintang. (baca artikel sebelumnya: Astronomer Terkejut: Objek Alien Misterius Pertama Kali Masuk Tata Surya! (Part-1)).

Benda langit yang dinamakan “Komet” adalah benda langit yang memang berasal dari luar tata surya. Beda dengan ‘Oumuamua, ia adalah asteroid, yang mana asterod biasanya masih berada di dalam tata surya yang bertebaran dari Merkurius hingga sabuk Kuiper (Kuiper Belt). Inilah yang membuat ‘Oumuamua istimewa.

Para astronom menyebut Astroid A/2017 U1 dengan panggilan 1I/‘Oumuamua, namun secara resmi astroid yang berbentuk panjang dan pipih ini dinamai  1I/2017 U1.

Mulai meninggalkan sistem Tata Surya

Akibat lintasan hiperbola, benda ini akan melewati orbit Neptunus pada tahun 2022 dan meninggalkan sistem Tata Surya kira-kira 20.000 tahun. Jumlah waktu objek tersebut melayang diantara bintang-bintang galaksi cakram tersebut hingga kini belum diketahui.

Berdasarkan 34 hari observasi arc, eksentrisitas orbit ‘Oumuamua ini adalah 1,20, yang paling tinggi dari objek yang belum diamati dalam sistem Tata Surya. Pemegang rekor sebelumnya adalah C/1980 E1 dengan eksentrisitas orbit 1,057.

Eksentrisitas tinggi dari orbit ‘Oumuamua, baik orbit masuk dan keluar, menunjukkan bahwa benda itu tidak pernah terikat gravitasi dengan Tata Surya dan objek antarbintang karena kecepatan masuk yang lebih cepat daripada kecepatan lepas Matahari.

Benda ini bergerak dalam arah yang berlawanan dari orbit planet-planet, pada kemiringan ke ekliptika hingga 60°. Arah gerakan dari ‘Oumuamua adalah 6° dari apeks tata surya.

This very deep combined image shows the interstellar asteroid ‘Oumuamua at the centre of the picture. It is surrounded by the trails of faint stars that are smeared as the telescopes tracked the moving asteroid. This image was created by combining multiple images from ESO’s Very Large Telescope as well as the Gemini South Telescope. The object appears to be a point source, with no surrounding dust.

Pemberian nama ‘Oumuamua

Sebagai objek pertama yang dikenal dari objek yang sama, ‘Oumuamua memberikan kasus unik bagi Persatuan Astronomi Internasional, organisasi yang memberikan sebutan atau nama bagi benda-benda astronomi.

Sebuah sebutan baru, “I“, dibuat untuk objek antarbintang, dengan ‘Oumuamua diberikan nama 1I, dengan mengikuti aturan kelayakan dari benda-benda untuk angka-I dan nama-nama yang akan diberikan untuk objek antarbintang yang namanya belum diberikan.

“Bentuk yang benar untuk mengacu pada objek ini adalah: 1I; 1I/2017 U1; 1I/‘Oumuamua; dan 1I/2017 U1 (‘Oumuamua)”. Karena ditemukan pertama kali oleh observatorim Pan-STARRS yang berada di Hawaii, maka nama ini berasal dari bahasa Hawaii ʻou.mua.mua, yang artinya “pramuka”, (dari ʻou dan mua) dan mencerminkan jalannya objek ini layaknya pramuka atau utusan yang dikirim dari masa lalu untuk menjangkau kita.

Karakter pertama adalah kata dalam bahasa Hawaii ‘okina, bukan menggunakan apostrof, dan diwakili oleh tanda kutip tunggal. Nama ini dipilih oleh tim Pan-STARRS, berkonsultasi dengan Ka’iu Kimura dan Larry Kimura dari Universitas Hawaii di Hilo.

PAN-STARRS Telescope.

Pengamatan

Pengamatan dan pengambilan kesimpulan akan lintasan ‘Oumuamua, terutama diperoleh dari data Teleskop Pan-STARRS1 dan Canada-France-Hawaii Telescope (CFHT), komposisi dan bentuknya, dari teleskop Very Large dan Gemini South di Chili, serta Keck 2 Telescope di Hawaii. Data ini dikumpulkan oleh Karen J. Meech, Robert Weryk, dan rekan-rekannya dan diterbitkan di Nature pada 20 November.

  • Lintasan

‘Oumuamua adalah contoh pertama dari objek antarbintang yang terlihat datang dari arah bintang Vega di rasi bintang Lyra, dengan kecepatan hiperbolanya adalah 26 km/s (16 mi/s) menurut perhitungan Matahari.

Arah gerak ‘Oumuamua dekat dengan apeks Tata Surya, yang kemungkinan besar arahnya dari benda-benda di luar sistem Tata Surya.

Pada 26 Oktober 2017, dua pengamatan dari Catalina Sky Survey ditemukan bertanggal 14 dan 17 Juli. Dua minggu observasi arc telah memastikan sifat hiperbolis yang kuat dari lintasan objek ini.

  • Sifat ke-asteriod-an

Pada awalnya, ‘Oumuamua diumumkan sebagai komet C/2017 U1 (PANSTARRS) pada 25 Oktober 2017 dengan berdasarkan pada orbit hiperbolik yang dimilikinya.

Dalam upaya untuk memberikan konfirmasi setiap aktivitas komet, gambar tumpuk sangat dalam diambil di Very Large Telescope (VLT) pada hari yang sama, tetapi objek tidak menunjukkan kehadiran koma.

Dengan demikian, namanya diubah menjadi A/2017 U1, menjadi komet pertama yang pernah diganti namanya menjadi sebuah asteroid.

Inilah animasi bagaimana “komet” PanSTARRS (A/2017 U1) terlihat pada tanggal 21 Oktober 2017 oleh Observatorium Tenagra di dekat Rio Rico, Arizona. Gambarnya berdurasi 9 menit, selama waktu itu teleskop melacak gerakan benda tersebut, maka bintang di latar belakang tampak seperti garis. Setiap frame selebar 3 arcminutes dengan arah utara adalah ke atas. (Paulo Holvorcem & Michael Schwartz / NASA grant #NNX15AE89G / anim. by IndoCropCircles.com)

  • Penampilan dan bentuk

Spektrum yang direkam oleh Telescope William Herschel pada tanggal 25 Oktober menunjukkan bahwa benda ini berbentuk tidak rapi dan berwarna merah seperti objek di Sabuk Kuiper.

Spektrum dari Telescope Hale menunjukkan bahwa warnanya merah pudar menyerupai inti komet atau Trojan. Spektrumnya sangat mirip dengan asteroid tipe D atau tipe P. ‘Oumuamua memiliki periode rotasi 7,3 hingga ~8.10 (± 0.42) jam, dengan amplitudo 1,8 mag.

This artist’s impression shows the first interstellar asteroid: `Oumuamua.

Hal ini menunjukkan bahwa benda ini merupakan objek memanjang dengan sumbu rasio minimal 5,3:1, yang sebanding dengan atau lebih besar dari kebanyakan objek Tata Surya yang memanjang.

Menurut astronom David Jewitt, objek ini secara fisik biasa-biasa saja, kecuali pada bentuknya yang memanjang. Menganggap itu adalah sebuah batuan dengan albedo dari 10%, benda ini memiliki diameter sekitar 160 m (520 ft).

Dengan asumsi albedo dari 0,1 (khas untuk asteroid tipe D), ‘Oumuamua memiliki ukuran sekitar 180 m × 30 m × 30 m. Bannister dan timnya telah menyarankan bahwa hal itu bisa juga berupa kontak biner, meskipun mungkin tidak kompatibel dengan rotasi yang cepat.

Salah satu spekulasi mengenai bentuknya adalah adalah akibat dari peristiwa, seperti tabrakan atau ledakan bintang, yang menyebabkan ejeksi dari sistem asalnya.

Hipotesis misi ruang angkasa

‘Oumuamua memiliki kecepatan yang terlalu cepat untuk dijangkau oleh pesawat luar angkasa saat ini. Initiative for Interstellar Studies (i4is) telah menyarankan opsi potensial untuk mengirim pesawat ruang angkasa ke ‘Oumuamua dalam waktu 5 sampai 10 tahun, mungkin dengan menggunakan pesawat yang melewati Jupiter diikuti dengan terbang melintas dekat di 3 solar radii untuk mengambil manfaat dari efek Oberth.

Pilihan lain yang lebih canggih adalah menggunakan propulsi solar, laser, listrik, dan laser, berdasarkan teknologi Breakthrough Starshot, juga dipertimbangkan. Tantangannya adalah untuk menjangkau asteroid tersebut dalam jumlah waktu yang wajar (dan pada jarak yang wajar dari Bumi), dan untuk mendapatkan informasi ilmiah.

Jika pesawat investigasi luar angkasa pergi terlalu cepat, ia tidak akan bisa masuk ke orbit atau mendarat di asteroid ini, dan hanya akan terbang melewatinya saja, dengan cara bergerak sejauh diameter asteroid per detik. (IndoCropCircles.com)


VIDEO:

Oumuamua First Interstellar Asteroid Wows Scientists


Artikel Sebelumnya:

Asteroid Bermuka Tengkorak Ini Dekati Bumi Sejak Hari Halloween

Asteroid Aneh Buntuti Bumi Sejak 250 Ribu Tahun Lalu!

Astronom Temukan Benda Langit Misterius Berekor Enam!

Inilah “Oumuamua”, Objek Alien Pertama Yang Masuk Tata Surya

Meteor Sri Lanka Bawa Fosil Makhluk Luar Angkasa

Misteri Meteorit Membawa Alien

Ditemukan Mineral Jenis Baru Yang Misterius di Meteorit

Asteroid 1998 QE2: Asteroid Sepanjang 9 Kapal Pesiar Ini Memiliki Bulan!

Meteorit Dari Mars Ini Lebih Mahal 10 Lipat Dari Sebongkah Emas

8 Asteroid-Asteroid Teraneh di Tata Surya

Mau Berperang, Meteor Jatuh di Tengah Pertempuran Membuat Pasukan Bubar

Parlemen Russia: Meteor Meledak di Russia Adalah Senjata Baru AS

Astronomer Terkejut: Objek Alien Misterius Pertama Kali Masuk Tata Surya! (Part-1)

Meteor Jatuh di Bone Sulawesi 2009 (The Bone Impactor)

Meteor Jatuh Di Pantai Nunukan KalTim: Terdengar Ledakan dan Rumah Bergetar

Asteroid “Apophis” Hantam Bumi tahun 2036?

Asteroid Apophis Saat Melintas Bumi 2013, Prediksi Hantam Bumi 2029 atau 2036

Asteroid 2012-DA14 Melintas Terdekat, 2110 Menumbuk Bumi

AS dan Rusia Sudah Siapkan Nuklir Untuk Hadapi Asteroid


https://wp.me/p1jIGd-8Ay

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asteroid, Meteor & Komet dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Inilah “Oumuamua”, Objek Alien Pertama Yang Masuk Tata Surya (A/2017 U1 PART-2)

  1. sp berkata:

    hallo sy adalah pembaca setia blog mu, trutama jika bahasannya tentang alien,ufo dan kontroversi peradaban canggih masa lalu….
    sy memang penggemar kisah2 xenology dan pseudoscience macam ini.. sy cuma penasaran klo agan sendiri apakah percaya bahwa ufo itu ada? dan bahwa sesungguhnya jaman dulu itu canggih? bahkan bahwa sesungguhnya manusia itu adalah ciptaan kaum annunaki?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s