Ditemukan: Patung Raksasa “Tuhan” Firaun Ramses-II Setinggi 8 Meter

Arkeolog Temukan Patung Raksasa “Tuhan Paling Narsis” Firaun Ramses-II, Setinggi 8 Meter Yang Berusia 3.000 Tahun

Periset dari Mesir dan Jerman menemukan patung dan bagian bawah kepala patung dari sosok Firaun Ramses II (Pharaoh Ramses II), ia dianggap arkeolog sebagai raja  Firaun “paling narsis” karena paling banyak patung-patungnya dibanding semua Firaun.

Patung Firaun Ramses II tersebar diseluruh negari, namun kali ini ukurannya “raksasa” setinggi 8 meter yang berusia 3.000 tahun itu, ditemukan terkubur disebuah perkampungan kumuh di kota Kairo.

Penemuan ini dipuji sebagai salah satu penemuan terpenting yang pernah ada. Mereka juga menemukan bagian atas patung dari batu kapur limestone berukuran badan yang sesungguhnya atau sama dengan aslinya (life-sized) dari patung Firaun Seti II, cucu Ramses II.

Ditemukan di distrik Mattarya, ibukota kuno Heliopolis

Peta distrik Mattarya, yang pada saat ini berlokasi di sebuah kumpulan distrik kelas pekerja di timur laut kota Kairo.

Penemuan berada di distrik Matariya (Al-Mataria), dekat pusat kota Kairo yang dulu bernama Heliopolis, yang kini berada diantara bangunan yang belum selesai dan pada jalan berlumpur. Ini menunjukkan pentingnya kota Heliopolis yang didedikasikan untuk menyembah Ra – Dewa Matahari.

Mattarya yang merupakan lokasi ibukota kuno Heliopolis. Reruntuhan Heliopolis, yang berarti ‘Kota Matahari’ di Yunani kuno, pada masa kini terletak di bagian timur laut Kairo modern.

Kuil matahari di Heliopolis didirikan oleh Ramses II, yang meningkatkan kemungkinan bahwa patung itu adalah sosoknya. Menurut kepercayaan Fir’aun, Dewa Matahari menciptakan dunia di Heliopolis, di Matariya.

Tampak batu kolumum kuarsitit raja Ramses II tak lama setelah mereka ditemukan di situs arkeologi kuno Heliopolis Mesir.

Jadi menurut kepercayaan fir’aun, dunia diciptakan di Matariya. Itu berarti semuanya harus dibangun di sini, yaitu patung, kuil, obelisk (batu berbentuk tiang atau pilar), dan semuanya. Tapi, raja tidak pernah tinggal di Matariya, karena hanya Tuhan Matahari yang boleh tinggal di sini.

Orang-orang Mesir kuno percaya bahwa Heliopolis adalah tempat di mana Dewa Matahari hidup, yang berarti kota itu terlarang untuk segala tempat tinggal kerajaan dimasa lalu.

Tampak pada foto adalah peneliti yang sedang menggali patung dari situs arkeologi Heliopolis.

Kala itu di wilayah tersebut terdapat bangunan, yang pada masa silam adalah salah satu kuil terbesar di Mesir.

Bangunan itu besarnya hampir dua kali lipat ukuran Karnak Luxor, namun akhirnya musnah, dihancurkan pada zaman Yunani-Romawi.

Banyak batu-batu batu obelisk atau batu berbentuk panjang seperti tiang atau pilar, akhirnya dipindahkan ke Alexandria atau ke Eropa.

Sisa-sisa batu obelisk atau batu berbentuk panjang seperti tiang atau pilar, juga sisa betu-batu lainnya dari lokasi banyak yang dijarah, dihancurkan atau digunakan untuk pembangunan perumahan oleh penduduk kota Kairo dan sekitarnya.

Para ahli juga menemukan potongan-potongan patung lainnya, dan mencoba untuk mengambil sisa potongan kedua yang lumayan besar dari patung tersebut, sebelum menyusunnya kambali menjadi sebuah patung yang utuh.

Jika berhasil dan patung kolosal ini terbukti menggambarkan Ramses II, maka akan dipindahkan ke depan pintu masuk musium besar di Mesir, yaitu Grand Egyptian Museum, yang dibuka pada 2018.

Tampak pada foto adalah bagian dari batu obelisk (batu pilar) Mesir kuno dari kuil yang digali di daerah Matariya di Kairo.

Salah satu penemuan terpenting

Arkeolog dari Mesir dan Jerman telah menemukan patung besar raksasa berukuran 8 meter atau 26 kaki yang setelah digali sempat terendam dalam air tanah di sebuah perkampungan kumuh di wilayah kota Kairo, Mesir.

Periset mengatakan bahwa patung itu mungkin menggambarkan Firaun Ramses II yang dulunya sempat dipuja layaknya sebagai Tuhan, yang ia memerintah Kerajaan Mesir lebih dari 3.000 tahun yang lalu.

Ramses II memerintah Mesir lebih dari 3.000 tahun yang lalu dan era pembangun hebat yang patung-patungnya dapat dilihat di serangkaian situs arkeologi di seluruh negerinya.

Penemuan ini dipuji oleh Kementerian Antiquities Mesir sebagai salah satu yang paling penting, dibuat di dekat reruntuhan kuil Ramses II di kota kuno Heliopolis, yang terletak di bagian timur Kairo modern.

‘Sejak hari Selasa 7 Maret 2017 silam, mereka memanggil saya untuk mengumumkan penemuan besar seorang kolosal seorang raja, kemungkinan besar Ramses II, terbuat dari kuarsit,” kata Menteri Antiquities Mesir, Khaled al-Anani kepada Reuters di lokasi penemuan patung tersebut.

“Kami menemukan patung-patung dan bagian bawah kepala dan sekarang kami melepaskan kepalanya, dan kami menemukan mahkota dan telinga kanan dan juga pecahan mata kanan,” kata Anani.

Dietrich Raue, kepala tim ekspedisi Jerman tersebut, mengatakan bahwa orang Mesir kuno percaya bahwa Heliopolis, tempat patung ini ditemukan, adalah tempat dimana Dewa Matahari hidup, yang artinya wilayah itu terlarang sebagai tempat tinggal kerajaan manapun.

Ekspedisi bersama Mesir-Jerman, termasuk Universitas Leipzig, juga menemukan bagian atas patung batu kapur limestone berukuran badan yang sesungguhnya (life-sized) Firaun Seti II, cucu Ramses II, yang panjangnya 80 sentimeter.

Begitu patung itu dianalisis, patung tersebut akan dipindahkan ke pintu masuk Museum Mesir Raya, yang diperkirakan akan dibuka pada 2018

Siapa Ramses The Great?

“Ramses the Great” adalah julukan penguasa Mesir kuno yang paling kuat dan terkenal. Ketenaran dari Rameses II, raja ketiga dari dinasti ke-19 Mesir Kuno ini, menurunkan bakatnya dalam hal untuk pencitraan diri pada masa itu, salah satunya  dengan cara membuat banyak patung-patung peninggalannya.

Dia juga mengingatkan kepada ilmuwan arkeologi karena patung-patung kolosal yang dia buat adalah untuk program pencitraan, dan ia juga membuat beberapa bangunan yang masif atau sangat besar.

Perbandingan ukuran patung yang ditemukan dengan manusia.

Rameses II lahir sekitar tahun 1303 SM, telah menjadi kapten tentara dikala baru berusia sepuluh tahun. Diangkat menjadi layaknya bupati pada usia 14 tahun oleh ayahnya Seti I. Lalu ia menjadi raja pada usia awal 20-an tahun.

Ia memperluas kekaisarannya, memimpin sebuah pasukan ke utara untuk mengembalikan provinsi-provinsi yang hilang, yang telah gagal dikelola ayahnya secara permanen di zaman modern Syria dan Jerusalem.

Di Nubia, yang sekarang berada di Sudan utara, Rameses II membangun enam kuil, termasuk Abu Simbel, yang bayangan wajahnya memotong sisi berbatuan di Lembah Nil.

Mungkin darinya, telah mengilhami penggambaran patung muka presiden-presiden Amerika di Gunung Rushmore pada masa kini.

Rameses II adalah firaun ketiga dari Dinasti Ninie ke-19 di Mesir, dan memerintah dari 1279 sampai 1213 Sebelum Masehi.

Dijuluki “Rameses the Great” atau Rameses Agung oleh ahli sejarah Mesir pada abad ke 19, menandai puncak terakhir kekuasaan kekaisaran Mesir. Rameses II naik tahta sebagai raja ketiga dari Dinasti ke-19 pada usia dua puluh lima tahun.

Dinasti Firaun ke-19 adalah Dinasti Kedua pada era Kerajaan Mesir Kuno, atau Dynasty of the Ancient Egyptian New Kingdom.

Dinasti Firaun ke-19 atau disebut juga sebagai  Nineteenth Dynasty of Egypt atau Dynasty XIX memiliki 8 penguasa dimasanya, secara urutan mereka adalah:

  1. Ramesses I, dengan nama gelar Menpehtyre berkuasa 1292–1290 SM.
  2. Seti-I, dengan nama gelar Menmaatre, berkuasa 1290–1279 SM.
  3. Ramesses II, dengan nama gelar Usermaatre Setepenre, berkuasa 1279–1213 SM.
  4. Merneptah, dengan nama gelar Baenre Merynetjeru, berkuasa 1213–1203 SM.
  5. Seti-II, dengan nama gelar Userkheperure Setepenre, berkuasa 1203–1197 SM.
  6. Amenmesse, dengan nama gelar Menmire Setepenre, berkuasa 1201–1198 SM.
  7. Siptah, dengan nama gelar Sekhaienre Meryamun, sebelumnya Akhenre Setepenre, berkuasa 1197–1191 SM.
  8. Ratu Twosret, dengan nama gelar Sitre Meryamun, berkuasa 1191–1189 SM.

Ramses II adalah raja Mesir dari 1279 sampai 1213 SM dan juga dikenal sebagai Ramses yang agung. Pekerja Mesir mengangkat sebagian kepala patung dengan derek.

Perlu diketahui bahwa pada masa pemerintahannya selama 67 tahun, Rameses II membangun lebih banyak kuil dan memiliki lebih banyak anak daripada firaun-firaun lainnya.

Di Kadesh, Syria, Rameses II sempat diberi informasi palsu oleh dua mata-mata musuh yang tertangkap, yang melihat Rameses II dan pasukan kecilnya dikelilingi oleh 2.500 kereta musuhnya, yaitu orang Het (Hittite). Dia kemudian diselamatkan oleh bala bantuan.

Meskipun Rameses II telah gagal untuk menguasai Kadesh, firaun tersebut memiliki sebuah cerita panjang tentang pendiriannya yang membanggakan, yang saat ini dipahat di dinding kuil di Mesir.

Rameses II adalah raja yang memiliki istri dan selir atau harem sekitar 100 wanita, dan memiliki lebih dari 100 anak, dan mendedikasikan kuil Abu Simbel kepada ratu kesukaannya, Ratu Nefertari.

Tampak pada foto, kepala dari apa yang diyakini sebagai patung raksasa Ramses the Great itu ditarik dari lumpur dan air tanah oleh buldoser.

Proyek bangunannya termasuk Great Hypostyle Hall, dengan atapnya yang disangga oleh kolom-kolom di Thebes, bagian dari Luxor modern, dan kuil penguburannya sendiri yang dikenal sebagai Ramesseum, menyeberangi Sungai Nil dari Luxor.

Dia juga membangun sebuah kota, Per Ramessu, yang juga dikenal sebagai Pi-Ramesses berada di timur laut Kairo dimana dia tinggal dikelilingi oleh taman dan kebun buah.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e9/Hitt_Egypt_Perseus.png/240px-Hitt_Egypt_Perseus.png

Wilayah Dinasti-9 Firaun, Mesir (hijau) dan Kekaisaran Hittite (coklat muda) dimasa Rameses II, ketika Pertempuran Kadesh / Battle of Kadesh (1274 SM)

Para ahli mengatakan bahwa dia mengerti bahwa visibilitas sangat penting bagi keberhasilan pemerintahannya, dan membangun struktur bombastis untuk memproyeksikan kekuatannya sebagai pemimpin.

Rameses II juga mendirikan sebuah ibukota baru, Piramesse dan membangun kuil-kuil di seluruh Mesir dan Nubia.

Bangunan yang paling terkenal adalah Abu Simbel yang telah disebut diatas, yang terbuat dari batu-batu besar yang dipotong, dan juga ‘Ramesseum’, kuil mumi atau kuil mayatnya yang berada di Thebes.

Makam istri utamanya, Nefertari, adalah salah satu makam kerajaan yang terbaik dan tempat peristirahatan berupa mumi,  berikut beberapa anaknya yang baru-baru ini ditemukan di “Valley of the Kings” atau Lembah Para Raja.

Jika dilihat begitu ditakutinya Rameses II diantara Dinasti Firaun ke-19, dan berkuasa pada 1279–1213 Sebelum Masehi, mengingatkan kita pada kisah Nabi Musa AS kepada Firaun dalam kitab suci agama Samawi, Hebrew, Nasrani dan Islam.

Ramesses-II and-Nefertari – Possibly the King and Queen of the Exodus Forensic Reconstruction.

Menurut perhitungan para pakar arkeolog dan teolog, dan dihitung dengan akurat, hidup Nabi Musa AS adalah dalam rentang tahun 1391–1271 Sebelum Masehi. Jadi, ada kemungkinan Dinasti ke-19 Firaun bertemu dengan Nabi Musa AS karena satu masa di zamannya. Kala itu Firaun mengaku sebagai Tuhan, dan adu ilmu antara penyihir Firaun dan Nabi Musa AS, dengan ular-ularnya. Namun kalah oleh ular Nabi Musa yang lebih besar, yang terbentuk dari tongkatnya.

Ia juga mengejar Nabi Musa AS dan para pengikutnya menyebrangi laut yang dibelah menjadi jalan bagi umat Nabi Musa AS untuk lari menuju ke daerah Palestina atau daerah Kana’an atau tanah Syam. Tapi ketika ia dan pasukannya berada di tengah laut, air laut menyatu kembali setelah Nabi Musa AS sampai di sebrang, dan membuatnya tenggelam.

Dalam Al-Quran surah Yunus disebutkan:

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (maksudnya jasad Firaun-red) supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus 92)

Tafsir ayat ini, mengisyaratkan bahwa jasad Fir’aun akan terus terpelihara sehingga manusia dapat menjadikannya sebagai bahan pelajaran, betapa mengenaskan nasib seseorang yang pernah mengaku Tuhan dan memaksa kaumnya yang bersahaja untuk mengatakan bahwa tiada tuhan selain dia.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f8/Ramesses_II_as_child.jpg

Patung Ramesses II ketika masih kecil. (Cairo Museum)

Allah SWT kemudian mengeluarkan jasadnya dari air, agar penduduk setempat dapat melihat “Tuhan” mereka yang telah mati.

Menurut sejarah, mayat Fir’aun kemudian terdampar di pantai dan ditemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga tetap utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir hingga kini.

Padahal belum tentu mayatnya selamat sampai musium Mesir hingga kini, karena bisa saja dicuri atau dihancurkan atau hilang karena hal lainnya. Tapi dengan mantab, semua itu tertulis di Al-Quran, dan terbukti benar mayatnya bisa dilihat hingga kini sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Diperkirakan, peristiwa eksodus Bani Isrâ’îl itu terjadi di akhir abad ke-13 SM, pada masa salah seorang raja dari Dinasti Firaun XIX, yang pernah memberlakukan kerja paksa terhadap Bani Isrâ’îl untuk membangun ibukota kerajaannya.

Dalam temuan sejarah modern, ibukota yang tertimbun di bawah tanah ini bernama Buramsis. Adapun mengenai sebab terjadinya eksodus adalah dalam upaya menyebarkan agama tauhid sekaligus membebaskan diri dari cengkeraman Fir’aun yang telah memperbudak dan menyiksa Bani Isrâ’îl.

Pelukis mengilustrasikan Nabi Musa AS membelah lautan.

Memang ada beberapa tafsir, bahwa Firaun tersebut sepertinya adalah anak Rameses II, yaitu Minfatah atau Merneptah, dengan nama gelar Baenre Merynetjeru, berkuasa 1213–1203 SM.

Namun dari tahunnya tidak cocok dengan periode Nabi Musa AS di tahun 1391–1271 SM. Yang lebih cocok adalah Firaun Rameses II, dan lebih cocok lagi adalah ayahnya, Seti-I yang berkuasa 1290–1279 SM.

Dan juga lebih cocok adalah kakeknya, yaitu Ramesses-I yang bergelar Menpehtyre, berkuasa 1292–1290 SM. Jadi, Ramesses-I (kakek Rameses II) berkuasa hanya dua tahun, dan anaknya yaitu Seti-I (ayahnya Rameses II) berkuasa 11 tahun. Ketika keduanya berkuasa penuh, bisa bertemu Nabi Musa AS.

Entah Firaun Rameses II atau bukan, bertemu atau tidak, namun diantara rentang umur antara dia dan Nabi Musa AS terpaut sekitar 9 tahun bisa bertemu ketika Rameses II  sudah berkuasa. Rameses II hidup sampai sekitar tahun 90 Masehi. Dia awalnya juga dikuburkan di “Valley of the Kings” atau Lembah Para Raja.

Mumi Rameses II memiliki wajah seorang pria tua dengan bentuk yang panjang dan sempit, hidung yang mencolok mancung, dan rahangnya yang besar, akhirnya mumi itu dipindahkan dari Valley of the Kings ke dekat Deir-el Bahari untuk menghindari penjarahan.

Mummy of Ramses-II yang tak diketahui keberadaannya selama ribuan tahun, akhirnya ditemukan abafi sebagai pelajaran.

Banyak helai rambutnya dan beberapa kulit serta gigi muminya sempat hilang, namun ditemukan kembali pada tahun 1881 dan kini disimpan di Museum Mesir di kota Kairo.

Ia dikenal oleh penerusnya sebagai ‘Leluhur Agung’ atau Great Ancestor, dia memimpin beberapa ekspedisi militer dan memperluas Kekaisaran Mesir yang membentang dari Suriah di timur hingga ke Nubia di selatan.

Begitu besar namanya pada waktu itu, hingga sembilan firaun berikutnya mengambil nama Rameses juga, karena hal itu dipandang sebagai kehormatan untuk diturunkan darinya kepada anak cucunya.

Dan ajaibnya, jasadnya yang kondisi dan keberadaannya antah-berantah di dalam makam tertutup selama ribuan tahun tak ada yang mengetahui dimana tempatnya, akhirnya ditemukan, terlihat, dipajang, menjadi abadi.

Padahal sudah diberitahu dalam Al-Quran, bahwa jasadnya yang keberadaannya tak jelas, antah-berantah hingga ribuan tahun kemudian, tak diketahui dimana keberadaannya.

Ramesses-II – Possibly the King Forensic Reconstruction.

Apalagi Al-Quran diturunkan jauh sesudahnya, dan jasadnya mungkin sudah hancur dikala Al-Quran diturunkan. Walau ada pun, tak ada yang tahu dimana lokasinya. Semua masih tanda tanya. Mungkinkah suatu kebohongan?

Mirip misalnya… jika ada peneliti pada masa kini meyakini bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib antah-berantah, masih utuh dan akan ditemukan, maka orang tak akan pernah percaya kepadanya. Mungkinkah suatu kebohongan?

Tapi suatu saat ternyata pesawat itu ditemukan utuh. Seperti halnya Firaun ini, akhirnya jasad Firaun Ramesses-II ditemukan. Mirip seperti yang ditulis dalam Al-Quran.

Dan setelah ditemukan, akhirnya benar, akan terus terpelihara sehingga dapat menjadikannya sebagai pelajaran kepada manusia… betapa mengenaskan nasib seseorang yang pernah sombong dan mengaku Tuhan. Namun sepertinya hal itu tetap diabaikan karena faktanya, sebagian besar manusia di Bumi, tetap berlaku sombong. (©IndoCropCircles.com)

Pustaka:

Selama 67 tahun Ramses-II berkuasa, dia diyakini telah membangun lebih banyak kuil dan menjadi ayah dengan anak terbanyak daripada firaun lainnya.

Periset menemukan patung patung dan bagian bawah kepala (foto) kemarin. Hal ini diyakini sebagai Ramses the Great, penguasa Mesir kuno yang paling berkuasa dan terkenal, yang memerintah dari 1279 sampai 1213 SM.

Menteri antariksa Mesir Khaled el-Anani berpose untuk gambar dengan pekerja di samping kepala patung dengan tim arkeolog Jerman-Mesir di distrik Mattarya Kairo

Menteri Luar Negeri Mesir Khaled E Nany (berlutut di kiri) memeriksa temuan tersebut, yang dapat membantu negara tersebut untuk menghidupkan kembali pariwisata Mesir.

Kuil Matahari di Heliopolis adalah salah satu kuil terbesar di Mesir, hampir dua kali lipat ukuran Karnak Luxor, namun dihancurkan pada zaman Yunani-Romawi.

Patung itu berdiri setinggi delapan meter (26 kaki) dan diukir dari kuarsit, batu yang keras sebagian besar terdiri dari biji-bijian kuarsa. Digambarkan adalah bagian dari batang tubuh sebelum dipulihkan.

Arkeolog dari Mesir dan Jerman telah menemukan patung besar berukuran 26ft (8 meter) yang terendam air tanah di sebuah perkampungan kumuh di Kairo. Periset mengatakan bahwa hal itu mungkin menggambarkan Firaun Ramses II yang dipuja, yang memerintah Mesir lebih dari 3.000 tahun yang lalu.

Penduduk setempat berkumpul untuk melihat penggalian dan tampak bongkahan patung dari kepala Ramses-II

Patung besar Raja Prajurit bisa dilihat di Luxor, dan monumennya yang paling terkenal ditemukan di Abu Simbel, dekat Sudan. Digambarkan adalah penemuan terakhir di Kairo.


Video:

3000-year-old statue of Pharaoh Ramses II found in Cairo:

The Face of Ramesses II the Great (Artistic Reconstruction):

Egypt Pharaoh Ramesses II – Rameses the Great:


Artikel Lainnya:

Masih Misteri: Ditemukan Kuburan Kuno di Mesir Tempat Jutaan Mumi Dikuburkan

Ditemukan Dengan Satelit: 17 Piramid Baru di Mesir

lmuwan Bingung: Temuan Ratusan “Gerbang” Kuno Misterius di Arab Saudi

Sebaran Kaca Misterius Gurun Sahara Akibat Benda Extra-Terrestrial

Misteri Batu Megalith Al Naslaa: Terbelah Lurus Sempurna Oleh Laser?

Ilmuwan Teliti Mumi Mirip Alien Berjari Tiga Asal Nazca Peru

Ditemukan Lagi: Mumi Anak Mirip Alien Berjari 3 Dalam Sarkofagus Di Peru

Direkam Kamera, Mumi Berusia 300 Tahun Ini Membuka Mata!

Misteri Tanah Punt: Ada Hubungan Firaun dengan Suku di Bengkulu?

Misteri “Negeri Ophir” Yang Kaya Emas Dalam Kitab, Apakah Di Sumatera?

Leluhur Suku Sunda dan “Salakanagara”, Kerajaan Tertua Nusantara


https://wp.me/p1jIGd-8Dn

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Arkeologi Dunia dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Ditemukan: Patung Raksasa “Tuhan” Firaun Ramses-II Setinggi 8 Meter

  1. penggemar_roti_yg_isinya_kacangijo berkata:

    “Begitu besar namanya pada waktu itu, hingga sembilan firaun berikutnya mengambil nama Rameses juga, karena hal itu dipandang sebagai kehormatan untuk diturunkan darinya kepada anak cucunya.
    Padahal sudah diberitahu dalam Al-Quran, bahwa jasadnya akan terus terpelihara sehingga manusia dapat menjadikannya sebagai pelajaran, betapa mengenaskan nasib seseorang yang pernah sombong dan mengaku Tuhan.
    Namun sepertinya hal itu tetap diabaikan karena faktanya, sebagian besar manusia tetap berlaku sombong.”

    Ramesses II, dengan nama gelar Usermaatre Setepenre, berkuasa 1279–1213 SM.

    Al-Quran di turunkan sekitar tahun 600 M.

    Pertanyaan saya…roti kacang ijo ada ga bang ???
    .
    .
    .
    Dah gitu aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s