[SCIENCE] Mengapa Babi Haram Dimakan? Life Will Find The Way!

Sebagai “Inang” dan “Inkubator” Virus:
Mengapa Babi Haram Dimakan? Life Will Find The Way!

IndoCropCircles menurunkan artikel ini berdasarkan pandangan melalui rekam jejak atau riset yang pernah dan telah terjadi di dunia medis terhadap kemampuan babi  sebagai “inang” atau “inkubator” berbagai virus yang menimbulkan penyakit menular yang berbahaya dan mematikan sebelum mereka dapat menulari manusia.

Manusia sejatinya memang tidak boleh memakan babi, karena secara ilmu pengatahuan dan juga secara saintifik dalam dunia genetika, pathologist dan kedokteran di era modern ini, babi sudah dipastikan sebagai penyebab banyaknya penyakit dapat menyerang ke manusia.

Hal itu dapat terjadi karena DNA babi dan manusia sangat mirip yaitu diatas 90%, padahal babi bukanlah primata, tapi berada diantara binatang mamalia dan primata. Babi ibarat “binatang jembatan” bagi virus hewan yang akhirnya dapat menulari manusia.

Kenapa Babi Diharamkan di Kitab-Kitab Suci

Kenapa babi diharamkan di Kitab Suci? Banyak umat tak tahu jawabannya. Padahal menurut yang sudah pernah mencobanya diakui rasanya sangat lezat.

Kita akan membahasnya secara ilmiah dan hanya dari IndoCropCircles yang sudah mempelajari kaidah ini secara keilmuwan pada era modern, yang mana pada masa lalu belum banyak yang mengerti.

Tapi manusia tetap ingin mengatahui apa koneksinya, antara diciptakannya babi dan larangan untuk mengkonsumsinya.

Perlu diingat bagi umat religius, bahwa hidup ini adalah ujian, test, yang mana banyak cobaan di depan mata, dari yang biasa hingga yang menggoda bahkan luar biasa menggoda.

Termasuk babi, hewan yang dibuilang “enak dan lezat” diciptakan sebagai ujian bagi umat manusia. Dalam Kitab Suci juga sudah diperingatkan bahwa babi haram untuk dimakan. Jadi hanya dari ayat-ayat di dalam Kitab Suci ini saja, sudah dipastikan babi tidak boleh dikonsumsi.

Dalam Al-Qur’an

Dalam Kitab Suci Al-Qur’an, haramnya babi sudah diperingatkan dalam surat Al-Baqarah 173, l-Maidah 3, dan Al-Nahk 115.

  • QS. Al-Baqarah: 173

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” (QS. Al-Baqarah: 173)

  • QS. Al-Maidah: 3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,” (QS. Al-Maidah: 3)

  • QS. Al-Nahk: 115

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah;” (QS. Al-Nahk: 115)


Dalam Al-Kitab

Dalam Alkitab, haramnya babi sudah diperingatkan dalam surat Imamat 11:7-8 dan Ulangan 14:8.

  • Alkitab cetakan 1941:

Imamat 11:7-8: Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe. Djangan  kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamoe.

  • Alkitab cetakan 1991:

Imamat11:7-8: Demikian juga  babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.

  • Alkitab cetakan 1996-2005

Imamat 11:7-8: Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.

Ulangan 14:8: juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.


Dalam Hukum Yahudi

Sama seperti telah disebutkan diatas, kitab Taurat (Pentateukh) dalam Perjanjian Lama dan Alkitab Ibrani memiliki pasal-pasal dalam Kitab Imamat yang berisi daftar hewan yang orang-orang boleh santap. Dalam Hukum Khoser (Kashruth) dalam kitan Yahudi, tidak mengkonsumsi daging babi adalah tradisi yang menentukan dalam Yudaisme, sebagai salah satu aturan utama menjaga makanan halal dalam hukum makanan Yahudi.

Dalam kitab Imamat, Tuhan memberi tahu orang Israel bahwa mereka dapat memakan binatang apa pun yang memiliki dua kuku yang terpisah dan mengunyah tanaman kembali (memamah biak), termasuk lembu, domba, kambing, rusa dan sapi. Namun, Tuhan melarang orang Yahudi makan babi, karena mereka adalah hewan yang memiliki dua kuku yang terpisah tetapi tidak mengunyah kunyahan (tidak memamah biak).

  • Leviticus 11:7–8

And the pig, because it has a cloven hoof that is completely split, but will not regurgitate its cud; it is unclean for you. You shall not eat of their flesh, and you shall not touch their carcasses; they are unclean for you. (Leviticus 11:7–8)

(Terjemahan) Dan babi itu, karena ia memiliki kuku berkuku belah yang benar-benar terpisah, tetapi tidak akan memuntahkan biaknya; itu najis bagimu. Anda tidak akan memakan daging mereka, dan Anda tidak akan menyentuh bangkainya; mereka najis bagimu. (Imamat 11: 7–8)

Image generated by GPL Ghostscript (device=pnmraw)


Metode adaptasi pada “Hewan Jembatan”

Dalam metode dapat menyerangnya penyakit suatu binatang ke manusia, nyaris semuanya menggunakan babi sebagai “inang” penyakit untuk dapat bermutasi, sebelum dapat menyerang manusia. Jadi, bagi virus, babi layaknya sebagai “jembatan” antara binatang dan manusia. Cara penularannya pun tidak langsung, namun bertahap.

Misalnya sebagai contoh virus flu burung atau avian influenza sebagai contoh kasus dibawah ini:

  • Fase-1 (hewan lain ke babi)

Pada tahap awal, virus flu burung hanya dapat menular antar burung, karena tak bisa mempengaruhi manusia karena belum pernah atau “ketidaktahuan” virus terhadap sistim kekebalan atau cara imunmitas pada manusia.

Untuk dapat “meloncat” ke manusia, semua virus, termasuk virus flu burung, harus dapat menulari spesies atau hewan sebagai “jembatan”, dalam hal ini adalah babi.

Sebelum semua itu terjadi, maka, virus flu burung ini hanya saling menularkan antar-unggas saja. Namun ketika virus ini mulai menulari babi, maka virus dalam tubuh babi berusaha beradaptasi dan bertahan.

Dan nyaris semua virus bisa bertahan pada hewan babi, dunia kedokteran tahu hal ini. Dan inilah salah satu “keunikan” dari babi. Dalam fase dapat bertahannya suatu virus hewan ke babi ini, kadang disebut sebagai Fase-1, yaitu dapat menularnya virus suatu hewan ke babi, dan bertahan lalu bermutasi.

Selama virus flu burung tersebut bertahan hidup di dalam tubuh babi, virus tidak menularkan dirinya kepada babi sebagai inangnya, tempat dimana mereka sedang beradaptasi, ia hanya bertahan menjadi makin kebal karena berusaha untuk tetap dapat bertahan hidup dan “mempelajari” sistim imunisasi babi dan juga kelemahan sistim imunisasi alamiah pada babi.

  • Fase-2 (babi sebagai inkubator)

Setelah virus-virus berhasil beradaptasi, berhasil bertahan hidup dan dapat berkembang biak di dalam babi, namun belum tentu virus tersebut mematikan inangnya. Dari banyak kasus, mereka tetap tidak akan mematikan inangnya dan bertahan hidup sebagai “inkubator”.

Namun jika sudah dapat mengetahui sistim kekebalan dan kelemahan pada babi (inangnya), maka virus flu burung sudah memiliki kemampuan untuk menulari dan menyerang babi-babi lainnya!

Pada saat babi lainnya dapat tertular, itu artinya virus flu burung sudah dapat beradaptasi hingga bisa menulari antar-babi. Pada fase ini kadang disebut sebagai Fase-2, yaitu dapat menularnya virus dari suatu hewan ke babi (Fase-1).

  • Fase-3 (babi ke babi)

Pada saat flu burung sudah dapat beradaptasi dan berkembang biak, lalu dapat menulari antar-babi, kadang disebut sebagai Fase-3, yaitu sudah dapatnya virus flu burung untuk menulari dari babi ke babi lainnya, atau antar-babi.

Pada fase ini, virus flu burung tidak bisa atau belum bisa untuk dapat menular ke manusia. dan hanya dapat menular antar-babi.

Tapi seperti diketahui di awal tadi, bahwa genome babi dan manusia sangat mirip yaitu diatas 98%, padahal babi bukanlah primata, tapi berada diantara binatang mamalia dan primata. Inilah salah-satu ketidakmungkinan teori evolusi oleh Darwin. Bagaimana binatang seperrti babi bisa memiliki genome 98% yang dimiliki manusia, tapi secara fisik sangat berbeda jauh dari manusia? No way!

Kemiripan genome babi ini memungkinkan virus flu burung untuk memiliki kemampuan menulari manusia, sudah sangat-sangat mungkin, karena lebih mudah bermutasi dan beradaptasi dibanding pada Fase-1 (pertama) dari unggas ke mamalia babi.

Itu artinya, pada fase saat itu, semua tinggal menunggu waktunya saja. Sumbu pada bom sudah tersulut, tinggal menunggu untuk meledak. Hingga suatu ketika, virus flu burung dapat menulari manusia dengan lebih mudah dibanding pada Fase-1 dan Fase-2.

  • Fase-4 (babi ke manusia)

Ketika virus flu burung dari babi sudah dapat menulari manusia untuk pertama kali, kadang disebut sebagai Fase-4, yaitu dapat menularnya virus flu burung dari babi ke manusia untuk pertama kali. Kemudian setelah semua step atau langkah atau fase dilewati, virus kembali bermutasi hingga ke Fase-4 ini.

Sifat virus flu burung ini akan sama seperti pada Fase-1 di dalam tubuh babi untuk pertama kalinya, ia hanya bertahan dalam tubuh inangnya, mirip pada Fase-1 pada babi, tapi kali ini adalah dalam tubuh manusia.

Pada fase ini, virus flu burung dari babi juga tak akan menyerang inangnya, manusia. Tapi masih berusaha bertahan dan beradaptasi, sembari “mempelajari” sistim kekebalan atau imunisasi tubuh manusia, berikut mempelajari kelamahannya.

Lagi-lagi, sumbu pada bom sudah tersulut, tinggal menunggu waktunya saja untuk meledak menjadi pendemik yang akan mewabah pada spesies manusia. Hingga suatu ketika, virus flu burung dapat menulari antar-manusia dengan lebih sangat mudah dibanding pada Fase-1 hingga Fase-4.

  • Fase-5 (manusia ke manusia)

Pada saat virus yang berasal dari unggas burung yang sudah berhasil melalui beberapa kali fase untuk dapat beradaptasi ini bisa bertahan pada tubuh manusia yang tertular.

Maka virus akan berkembang biak, memiliki imunisasi dan kekebalan alaminya sendiri untuk dapat bertahan dari sistim kekebalan atau imunitas alami pada tubuh manusia.

Selanjutnya, virus flu burung mulai dapat menulari antar-manusia, akibatnya akan mengerikan karena dapat menjadi meluas, merebak, menjadi pandemik, outbreaks, menyebar ke seantero dunia.

Semua itu bukan karena kesalahan virus itu sendiri, karena semua makhluk hidup akan berusaha bertahan untuk dapat terus hidup walau harus menempuh dangan cara bertahan dan beradaptasi.

CATATAN: Ketika semakin tinggi fase yang telah dilewati oleh suatu virus, itu artinya virus tetap bisa hidup pada fase sebelumnya, atau dapat balik lagi ke fase awal. Namun mereka sudah memiliki “ilmu”, atau telah mencolong ilmu tentang kelemahan imunitas pada babi, atau pada manusia. Dengan begitu, sudah tak masalah bagi virus untuk langsung menulari manusia walau dari hewan asalnya.

Nyaris semua penyakit hewan yang sudah dapat menulari antar manusia, berasal dari babi

Seperti kata pepatah yang berpendapat: “Life will find the way”. Atau sama artinya dengan, “kehidupan akan berusaha mencari jalannya”, artinya untuk tetap bertahan hidup. Jadi, virus flu burung pada kasus diatas tidaklah salah, life will find the way. Hewan terbang, avian atau unggas pun tak salah, jika tak ada babi.

Tak hanya virus flu burung, banyak virus lain yang dulu hanya dapat menular antar hewan sejenisnya saja, butuh babi sebagai “hewan jembatan” bagi virus hewan untuk dapat menulari manusia.

Jadi, bisa dikatakan bahwa:

Babi adalah “tempat berlatihnya” virus untuk belajar bertahan, beradaptasi atau bahkan berevolusi, dan sekaligus mempelajari kekebalan dan kelemahan imunitas pada hewan babi, sebelum dapat menulari manusia.

Misalnya saja virus strain flu lainnya sepert SARS juga bisa menulari antar manusia abibat “pengalamannya” yang sudah pernah menulari babi dan sudah melampaui Fase-5.

Selain itu juga virus Ebola, peneliti menyatakan semua berawal dari salah satu spesies monyet, lalu ke babi dan virus mempelajarinya, lalu kembali ke monyet, lalu ke manusia lagi dan sudah melampaui Fase-5.

Virus perusak kekebalan manusia, HIV, juga melakukan adaptasi dengan cara yang sama, yang keduanya diketahui juga bisa hidup pada tubuh babi dan sudah melampaui Fase-5.

Virus seperti flu lainnya, MERS, yang berasal dari hewan seperti lembu dan juga unta, bisa ke babi, karena diketahui juga bisa hidup pada tubuh babi.

Bahkan menular juga ke kelelawar yang mungkin mengkonsumsi darah unta atau sejenisnya yang sudah mengandung MERS dan sudah melampaui Fase-5.

Virus pada sapi juga sudah dapat menulari manusia, yang ternyata diketahui juga bisa hidup pada tubuh babi.

Jika Anda ingat “virus hidung dan mulut sapi”, yang sempat menulari manusia dari makanan steak yang tak diolah dengan baik, dan virus ini juga sudah melampaui Fase-5.

Virus leptospirosis pada kencing tikus. masih dalam Fase-4, juga awalnya tak bisa menulari manusia, hanya antar hewan. Namun  kini sudah bisa menulari manusia akibat babi, karena virus ini juga bisa bertahan dalam babi, itu artinya ada campur tangan babi dalam proses adaptasi virus ini higga dapat menulari manusia.

Tapi virus leptospirosis ini baru dapat menular dari tikus atau babi ke manusia, virus ini “baru” dalam Fase-4 (proses menuju Fase-5). Tapi suatu saat bisa beradaptasi lebih lanjut hingga mencapai Fase-5 dan dapat menulari antar manusia.

Misalnya juga rabies, yang masih pada Fase-4 (proses menuju Fase-5) adalah penyakit pada anjing dan hewan berkaki empat lainnya, yang awalnya hanya menular antar spesies terkait. Tapi virus ini diketahui juga bisa hidup pada tubuh babi.

Namun setelah rabies bisa menulari babi dan kemudian dari babi kembali ke anjing, maka rabies sudah mempelajari imunitas babi, dan dapat juga menulari manusia, walau virus itu sudah kembali ke anjing atau hewan kaki empat lainnya, tapi sejak itu manusia sudah terancam.

Belum dilaporkan adanya rabies yang dapat menular antar-manusia, jika ini terjadi, maka Fase-5 pada rabies sudah terjadi, yaitu menular tanrat manusia, mungkinkah jika Fase-5 terjadi, akan ada wabah manusia terlihat seperti zombie?

Lain lagi dengan virus Nipah (NiV) yang kali pertama terindikasi di daerah bernama Nipah di Malaysia.

Diketahui bahwa virus ini awalnya berasal dari kelelawar pemakan buah, namun kelelawar yang membawa virus Nipah ini tidak terlihat mengindikasikan penyakit apapun terhadap kelelawar, alias mereka tetap normal dan sehat.

Kemudian di daerah Nipah itu banyak terdapat peternakan babi yang kotor dan tumpang tindih, tidak bersih atau higienis.

Wilayah peternakan babi yang banyak ditumbuhi pepohonan buah ini juga ramai dikunjungi kelelawar di saat musim buah.

Hingga suatu saat, kelelawar-kelelawar itu mengeluarkan kotoran-kotorannya, yang beberapa diantaranya jatuh dan masuk ke dalam makanan babi, untuk kemudian termakan oleh babi. Maka, Virus Nipah bersemayam di dalam badan babi sebagai inangnya.

Hingga pada titik ini, tak ada yang mengetahui “bom waktu” yang telah dilakukan oleh virus mematikan ini, karena babi juga nampak biasa saja dan sehat. Setelah berhasil beradaptasi dalam “inkubator” pada inangnya, yaitu babi, hingga akhirnya virus Nipah dapat menulari para peternak.

Maka wabah penyakit yang kala itu masih misterius pun akhinya merebak dan mambuat kepanikan. Sedikitnya ada sekitar 10 orang yang tewas di Malaysia oleh virus Nipah ini. Virus ini dapat bersemayam kembali ke dalam kelelawar, dan yang yang mengerikannya adalah karena kelelawar melingkupi wilayah luas, mereka dapat terbang jauh untuk mencari korban-korban lainnya dalam wilayah lain.

Itu sebabnya Virus Nipah (NiV) disinyalir akan menjadi salah satu virus paling berbahaya, mematikan dan mengancam umat manusia akibat kemampuan panyebarannya pada wilayah yang luas di masa mendatang bagi dunia! Dan menyedihkannya, Indonesia termasuk daerah yang paling rawan di antara seluruh wilayah di dunia. (baca juga: [WASPADA] Indonesia Peluang Tinggi: Virus Mematikan “Nipah” (NiV) Mewabah Bisa Ancam Dunia!)

Genetically Modified Pork

Jadi, jika suatu virus, apapun itu, jika sudah bisa menulari manusia, dan ternyata virus itu bisa “hidup santai” di dalam tubuh babi, itu artinya bahwa virus tersebut sudah pernah “kenal” dengan tubuh babi sebelumnya, sebagai “inangnya” pada waktu lalu.

Dunia medis pun mengakuinya, namun peneliti dan juga kita tak tahu dimana virus-virus itu sempat menulari babi. Para peneliti berpendapat, virus-virus yang sudah dapat menular ke manusia atau antar-manusia, mungkin adalah virus yang sempat menulari babi di hutan atau di peternakan pada masa lalu.

Karena tak mungkin suatu virus yang “didisain” hanya untuk dapat mengenali kepada spesiaes hewan terkait, bisa ke manusia dengan begitu saja. Itu tak mungkin. Karena melalui percobaan laboratotium, hal itu tak akan pernah berhasil.

Jadi “satu-satunya jalan” adalah melalui “hewan jembatan” untuk beradaptasi sebelum ke manusia, yang melalui uji laboratoriun, semuanya dipastikan dari hewan jembatan, yaitu adalah babi.

Dan uniknya, manusia yang tak memakan daging atau bagian dari babi selama hidupnya, biasanya agak sulit tertular, walau tetap bisa tertular. Dalam pandangan ulama, babi hanya boleh dimakan untuk dapat bertahan hidup, dengan catatan: Jika tak ada lagi makanan apapun, kecuali babi.

Jadi, mungkinkah jika memakan daging babi, maka akan membuat organ-organ dalam tubuh manusia akan terbentuk sedemikian rupa akibat dari dagingnya, sehingga dikenali virus dan akan lebih mudah untuk menularinya?

Bisa aja, kenapa tidak. Kitab Suci yang sudah ada sejak dulu kala memang tak menjelaskan secara detail. Tapi menurut keilmuwan masa kini dan juga dari fakta kehidupan, telah berbicara. “Life… will find the way!”. (©2018 IndoCropCircles.com)

Pustaka:


Artikel Lainnya:

Mengerikan!! Penderita AIDS di Indonesia Terus Naik!

Awas!! Virus Misterius Baru Mirip AIDS Incar Orang Asia!

Penyakit Ganas Baru: “Chagas” Penyakit Versi AIDS Yang Kedua?

Waduh! Ditemukan HIV Agresif di Kuba: Hanya 3 Tahun Sudah Menjadi AIDS

Virus Ebola Mematikan dan Tiada Obatnya, Lebih Dari 5.000 Orang Sudah Tewas!

MERS Kembali Mewabah: Corona Virus Mirip SARS Yang Misterius

WASPADA] Indonesia Peluang Tinggi: Virus Mematikan “Nipah” (NiV) Mewabah Bisa Ancam Dunia!

Awas! Lewat Nyamuk, Virus Zika Buat Bayi Keterbelakangan Mental Melalui Radang Otak!

[Bio-Weapon] Virus Zika Disebarkan Oleh Nyamuk Trans-Genetika

Mencari Jalan Pengobatan: Virus Flu Burung Buatan Manusia Muncul di Jurnal Ilmiah

Waspada! [Flu Outbreak 2018] Ratusan Tewas: Wabah Flu H3N2 Mendunia!

Ternyata Ada Virus Purba Misterius Dalam DNA Manusia, Dari Mana Asalnya?

Laboratorium Amerika Kembangkan 324 Senjata Biologis!

Kontroversi Menkes Endang Rahayu, NAMRU dan Bisnis AS di Indonesia

Indonesia Harus Waspadai Ancaman Teroris Biologi

Ditemukan! Virus “Bodoh” Yang Dapat Mengubah Sifat dan Kepribadian Manusia

4 Misteri “Culture-Bound Syndromes” Penyakit Penyimpangan Perilaku

Bahaya Fluoride Dalam Air Minum: Picu Kanker & IQ Rendah

Gila! Minuman Pemanis Buatan Sebabkan 200.000 Kematian Per Tahun!

Wow! 98 Juta Rakyat Amerika Telah Terinjeksi Oleh Virus Kanker!

Setengah Warga Britons (Turunan Inggris) Akan Kena Kanker Tahun 2020!

Bahaya GMO Picu Kanker: Indonesia Harus Cegah! Tanaman Trans Genetik Membahayakan Kesehatan

Tanpa Obat, Ternyata Protein di Tubuh Manusia Bisa Hancurkan Kanker

[KEKUATAN PIKIRAN] TERKUAK: Hebat! Kanker Sembuh Total Hanya Dalam 3 Menit!!

Saat Radiasi Ponsel Bisa Sebabkan Kanker & Kemandulan

Fakta Ganja: Obat Kanker Masa Depan!

Gila!! Depopulasi Dunia Sedang Berjalan! Depopulation Is On The Way!


https://wp.me/p1jIGd-8Pl

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Flora Fauna Cryptozoology, Penyakit & Kesehatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.