Wow! Cacing Nematoda Bisa Deteksi Kanker Dini Dengan Akurasi 95%

Wow! Peneliti Berhasil Temukan Jenis Cacing Nematoda Yang Dapat Deteksi Kanker Dini Melalui Urin Dengan Akurasi Hingga 95,8%

Kanker menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat. Hal ini karena beberapa orang terlambat melakukan deteksi dini penyakit tidak menular tersebut. Oleh karena itu, peneliti dari Jepang melakukan uji coba alat pendeteksi kanker menggunakan sampel urin mereka sendiri.

Melalui peneliti terkini, telah memiliki metode terbaru untuk mendeteksi kanker secara dini, yaitu melalui  cacing Nematoda dengan memanfaatkan indera penciuman cacing tersebut!

Salah satu metode deteksi kanker yang terbaru juga sekaligus murah, akurat, tidak menimbulkan rasa sakit, ekonomis dan terpercaya melalui cacing Nematoda adalah Nematode Scent Detection Test (NSDT) atau tes deteksi dengan memanfaatkan indera penciuman cacing Nematoda.

Cacing Nematoda dapat mendeteksi urin penderita gejala kanker 

Metode ini ditemukan oleh ilmuwan Jepang bernama Takaaki Hirotsu pada tahun 2015 dengan memanfaatkan urine (air seni) sebagai objek yang diteliti dan cacing gilik (nematode) sebagai detektor.

Jenis cacing Nematoda yang digunakan dalam penelitian Takaaki memiliki nama latin Caenorhabditis elegans. Cacing ini merupakan cacing kecil berukuran hanya 1 milimeter yang tidak berbahaya dan banyak hidup di tanah khususnya di dekat akar tanaman dan tersebar di berbagai negara, serta bertahan hidup dengan memakan mikro organisme.

Dalam penelitiannya, Takaaki Hirotsu menggunakan sampel urin penderita kanker dan sampel urin orang yang sehat. Cacing Nematode (Caenorhabditis elegans) tertarik terhadap urine penderita kanker dan mejauhi urine orang yang sehat.

Menurut Takaaki Hirotsu beserta timnya pada tahun 2015 silam, penderita kanker menghasilkan senyawa kimia unik yang dikeluarkan dengan urin dan menarik Nematoda.

Caenorhabditis elegans ini mampu mendeteksi senyawa kimia tersebut karena memiliki indera penciuman yang memiliki lebih dari 1,000 reseptor olfactory atau reseptor bau. Caenorhabditis elegans diprediksi memiliki paling sedikit 1.500 reseptor olfactory.

Cara cacing Nematoda mendeteksi kanker. Nematoda Caenorhabditis elegans akan menjauh dari air seni (urine) jika tak ada gejala kanker (kiri), dan akan mendekati air seni jika ada gejala kanker (kanan).

Deteksi kanker dini yang murah dan akurat

Selain murah dan tidak menimbulkan rasa sakit, metode ini ternyata memiliki akurasi atau tingkat keakuratan yang sangat tinggi.

Seperti yang dilansir dalam japantimes, peneltian Taaki Hirotsu menggunakan sampel urin sebanyak 242 buah untuk menguji performa metode Nematode Scent Detection Test (NSDT).

Hasilnya sangat menggembirakan, ternyata metode ini memiliki akurasi yang luar biasa yaitu keakuratannya hingga 95,8 %, nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan metode deteksi kanker menggunakan sampel darah.

Hebatnya, metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai kanker stadium awal yaitu stadium 0 dan stadium 1 (tingkat 0 atau 1).

Selain itu, mereka mengklaim metode deteksi kanker ini akan sangat menguntungkan bagi anak-anak. Hal ini karena banyaknya anak kecil yang trauma terhadap jarum suntik saat melakukan deteksi penyakit mematikan tersebut.

Kematian akibat kanker disebabkan oleh diagnosis yang terlambat

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi didunia. Menurut WHO, pada tahun 2015 kanker bertanggung jawab terhadap 8,8 juta kematian di seluruh dunia yang kebanyakan terjadi di negara yang memiliki pendapatan menengah ke bawah.

Kebanyakan kematian kanker disebabkan oleh diagnosis yang terlambat, seperti yang dilansir oleh theguardian. Hampir 50% atau separuh penderita kanker telat terdiagnosis, kebanyakan dari mereka terdiagnosis setelah kanker berada di stadium lanjut yang cukup susah untuk disembuhkan.

Selain itu, metode deteksi kanker saat ini memakan waktu yang cukup lama juga memakan biaya yang tidak sedikit, serta menimbulkan rasa sakit seperti tes darah dan lain sebagainya. Hal tersebut mendorong peneliti dan dokter untuk menemukan suatu metode deteksi kanker secara dini dengan waktu yang cepat, akurat, tanpa rasa sakit serta murah.

Apa itu Cacing Nematoda?

Cacing Nematoda spesies Caenorhabditis elegans.

Nematode worm atau cacing Nematoda atau “cacing gilig” merupakan cacing dari filum Nematoda. Mereka adalah filum hewan yang beragam, yang menghuni rentang lingkungan yang sangat luas di Bumi.

Antar spesies Nematoda bisa sangat sulit untuk dibedakan, dan meskipun ada lebih dari 25.000 species yang telah diketahui peneliti dari jumlah spesies Nematoda yang telah diperkirakan ada sekitar 1 juta, namun lebih dari setengahnya dari mereka adalah parasit.

Berbeda dengan filum Cnidaria dan Platyhelminthes (cacing pipih), Nematoda memiliki sistem pencernaan tubular dengan bukaan di kedua ujungnya.

Nematoda telah berhasil beradaptasi dengan hampir setiap ekosistem dari laut (air asin) sampai air tawar, tanah, dan dari daerah kutub sampai daerah tropis, serta ketinggian yang tertinggi sampai yang terendah.

Nematoda ada dimana-mana di air tawar, laut dan lingkungan darat, di mana mereka jumlah mereka melebihi hewan lain baik dari jumlah individu dan spesies, dan karena juga ditemukan di lokasi yang beragam seperti gunung, padang pasir hingga palung samudera.

Nematoda kawin.

Mereka juga ditemukan di setiap bagian dari lapisan litosfer di atmosfir Bumi. Bayangkan semua spesies di dalam lautan dan samudra yang sangat luas dan begitu banyak dan beragamnya, namun Nematoda justru mewakili 90% dari semua hewan di dasar laut!

Dominasi numerik mereka sering melebihi satu juta individu hanya per meter persegi, dan terhitung sekitar 80% dari semua individu binatang di Bumi.

Keragaman daur hidup mereka dan kehadiran mereka di berbagai tingkat tropik menunjuk pada peran penting dalam banyak ekosistem di Bumi. Nematoda bahkan telah ditemukan pada bawah kerak Bumi yang dalam, antara 0,9-3,6 km di bawah permukaan Bumi, yaitu  di tambang emas di Afrika Selatan.

Banyak bentuk parasit Nematoda termasuk patogen di sebagian besar tumbuhan dan hewan, termasuk manusia. Beberapa Nematoda dapat menjalani kriptobiosis. Satu kelompok jamur karnivora, jamur Nematophagous, adalah predator Nematoda tanah. Mereka mengatur “jebakan” untuk Nematoda dalam bentuk semacam tali seperti laso atau struktur perekat untuk dapat menangkapnya.

Hitachi, perusahaan pertama di dunia yang mulai menggunakan metode ini

Hitachi, perusahaan multinasional asal Jepang, menjadi perusahaan pertama di dunia yang menyediakan sarana pendeteksi kanker dengan metode ini. Mereka menciptakan alat yang dapat mendeteksi kanker payudara dan kolon melalui tes urine dengan bantuan Nematoda.

Hitachi menyadari perlu adanya teknologi yang dapat membuat mereka dapat melakukan deteksi kanker tanpa perlu mengunjungi fasilitas medis. Urin menjadi salah satu substansi yang dapat digunakan dalam pendeteksian tersebut.

Juru bicara Hitachi, Chiharu Odaira, mengungkapkan mereka akan melakukan uji coba menggunakan 250 sampel urine. Mereka ingin mengetahui pengujian dengan sampel urin ini akan akurat meski dalam suhu kamar.

Ahli biologi memanfaatkan kekuatan cacing Nematoda kecil dalam proyek yang dapat membentuk kembali cara kanker disaring dan diobati.

Penelitian yang dilakukan oleh Hitachi mendapatkan apresiasi dari lembaga internasional. Hal ini karena perusahaan multinasional asal negara matahari terbit tersebut berhasil menemukan urine yang mengandung metabolit atau produk metabolisme, bisa digunakan untuk mendeteksi kanker.

Sampel urine yang digunakan dalam analisis mengandung 1.300 metabolit, dan 30 di antaranya dianggap sebagai biomarker yang menjadi tanda adanya suatu penyakit.

Kepala ilmuwan dari Pusat Penelitian Eksplorasi Hitachi, Minoru Sakairi mengungkapkan ketigapuluh biomarker (penanda biologis) yang digunakan dapat digunakan untuk mengukur 15 kasus pasien dengan penyakit kanker payudara, kolorektal, dan orang yang sehat. Artinya, sarana yang diciptakan tersebut pun dapat menunjukkan perbedaan mereka yang mengalami kanker maupun tidak.

Pustaka:


VIDEO:

Power of nematode worm: Interview with Takaaki Hirotsu, CEO of Hirotsu Bio Science


Artikel Lainnya:

Telomer Kromosom Mampu Prediksi Kematian Anda

[WASPADA] Indonesia Peluang Tinggi: Virus Mematikan “Nipah” (NiV) Mewabah Bisa Ancam Dunia!

Inilah 6 Makanan Jahat Utama Biang Keladi Penyebab Kanker

Enzim Pemicu Kanker Prostat & Payudara Telah Teridentifikasi

Wow! 98 Juta Rakyat Amerika Telah Terinjeksi Oleh Virus Kanker!

Setengah Warga Britons (Turunan Inggris) Akan Kena Kanker Tahun 2020!!

Tanpa Obat, Ternyata Protein di Tubuh Manusia Bisa Hancurkan Kanker

Hanya Dengan Antibiotik, Gadis 8 Tahun Bantu Temukan Obat Kanker

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru Hingga 44 Persen!

Ilmuwan: Jahe, Obat Kanker Prostat & Kanker Leukemia!

Buku Medis Tua 1765: “Biji Makasar” Obat Kanker, Parasit, Disentri dan Malaria

Zat Dalam Minyak Zaitun Extra Virgin Bisa Bunuh Kanker Dalam 30 Menit

Inilah “Ayahuasca”, Tanaman Hutan Amazon Yang Mampu Bunuh Kanker!

Informasi Yang Selama Ini Disembunyikan: Biji Anggur Sebagai Obat Anti Kanker

Buah Sirsak, Pembunuh Kanker Yang Khasiatnya Disembunyikan Pabrik Obat

Kanker Stadium-4, Gadis Cilik ini Sembuh Karena Terapi Alkalis Memakan Sayur dan Buah

[KEKUATAN PIKIRAN] TERKUAK: Hebat! Kanker Sembuh Total Hanya Dalam 3 Menit!!

Fakta Ganja: Obat Kanker Masa Depan!

[Obat AIDS Ditemukan] Akhirnya, Pertama Kali HIV Berhasil Hilang Total Pada Binatang Hidup!

Awas! Picu Kanker Ovarium: Jangan Memakai Bedak Di Organ Intim Anda!

Saat Radiasi Ponsel Bisa Sebabkan Kanker & Kemandulan

Gelombang Terahertz (THz) Ponsel Bisa Merusak DNA Manusia!

Peneliti: Operasi Sambung Kepala Manusia Bisa Dilakukan

Ditemukan! Virus “Bodoh” Yang Dapat Mengubah Sifat dan Kepribadian Manusia

Heboh Pil Kontrasepsi Pria Ditemukan Ilmuwan Indonesia, Perusahaan Farmasi Besar “Ngiler”

Ini Dia! Misteri Manusia Masa Lalu Berumur Lebih Panjang

Wow!! Peneliti Klaim Temukan Pil Penunda Penuaan

Terkuak, Rahasia Umur Panjang ala Jepang: Hyaluronic Acid, Zat Panjang Umur!!

Gila!! Minuman Pemanis Buatan Sebabkan 200.000 Kematian Per Tahun!

Wow! Ilmuwan Ungkap Bahaya Minuman Soda Bagi Otak dan Tubuh Kita!

Akhirnya Terkuak! Dampak MSG Terhadap Kesehatan Anda

Terkuak! Inilah 15 Bahan Yang Jarang Diketahui di Dalam Makanan Siap Saji

Bahaya Keripik Kentang Dikuak Dokter Gizi Terkenal!

Terkuak! Inilah Bumbu Kentang Goreng McDonald Yang Bikin Gempar

Karyawan ‘Fast Food’ Mengatakan: “Jangan Pesan Makanan Ini!”

Cara Alkohol Pengaruhi Sistem Saraf dan Kemampuan Otak

Menguak Fakta 10 Makanan Buatan AS Yang Ditolak Di Negara Lain

Kontroversi Menkes Endang Rahayu, NAMRU dan Bisnis AS di Indonesia

Laboratorium Amerika Kembangkan 324 Senjata Biologis!

Indonesia Harus Waspadai Ancaman Teroris Biologi

10 Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia? Gila!

Kebohongan Monsanto Pembuat GMO (Genetically Modified Organism)

Bahaya GMO Picu Kanker: Indonesia Harus Cegah! Tanaman Trans Genetik Membahayakan Kesehatan

Peneliti Peringatkan: Serat Plastik Ada Di Air Ledeng Seluruh Dunia!

Bahaya Fluoride Dalam Air Minum: Picu Kanker & IQ Rendah

[Depopulasi Dunia] Codex Alimentarius: Menguasai Produk Makanan Berarti Mengontrol Manusia

Depopulasi Dunia: Pesawat Semprot Zat Kimia Berupa “Chemtrails” di Angkasa


https://wp.me/p1jIGd-9gD

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Flora Fauna Cryptozoology, Penyakit & Kesehatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.