Penembakan Di Masjid Selandia Baru Dan Kode Tangan Satanisme

Hubungan Penembakan Dua Masjid Di Selandia Baru Dan Kode Tangan Simbol Satanisme Oleh Pelaku Teror

Semua mainstream media menyebut kode tangan pelaku sebagai kode “WP” (white power), padahal bukan!! Info yang sengaja disembunyikan?? Memang ada beberapa hal yang menarik perhatian publik, terutama  kode tangan dan senjata yang digunakan pelaku, yang ditulisi dengan berbagai tulisan berwarna putih. Apa arti semua itu???

Penembakan masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, adalah serangkaian serangan teroris fasisme ultra sayap kanan yang menjunjung supremasi kulit putih dan rasisme, yang terjadi di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre di Christchurch, Selandia Baru, pada pukul 13.40 tanggal 15 Maret 2019 NZDT (07.40 WIB).

Sedikitnya 50 orang tewas dan 50 lainnya terluka akibat serangan ini. Tiga orang tersangka telah ditangkap, satu di antaranya telah didakwa di pengadilan. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dan kepala negara lainnya menyebut serangan ini sebagai serangan teroris.

Serangan ini merupakan serangan paling mematikan di Selandia Baru sejak kerusuhan kamp tawanan perang Featherston tahun 1943 sekaligus penembakan massal pertama di negara ini sejak pembantaian Raurimu tahun 1997.

Serangan

Serangan terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. 49 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka, diantaranya ada warga Indonesia, total ada delapan warga negara Indonesia di dua lokasi penembakan. Setidaknya ada dua orang warga negara berkebangsaan Indonesia yang menjadi korban penembakan yang berada di Linwood Islamic Centre.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa ada 6 WNI yang berada di sekitar tempat kejadian perkara saat berlangsungnya peristiwa ini. Dua orang WNI tersebut dibawa ke rumah sakit setempat. Dari 6 WNI itu, 3 orang diketahui telah menyelamatkan diri.

Polisi mengatakan mereka menemukan senjata api dari kedua masjid. Polisi juga menemukan dua bom mobil di sebuah kendaraan. Angkatan Pertahanan Selandia Baru berhasil menjinakkan kedua bom tersebut.

  • Masjid Al Noor, Riccarton, Christchurch

Masjid Al Noor.

Seorang pelaku bersenjata yang telah diketahui sebagai Brenton Harrison Tarrant (28 tahun) seorang warga Australia, dari Grafton, New South Wales, dengan membawa senjata melaju ke pintu depan, masuk dan menembaki jamaah Masjid Al Noor (43°31′58.6″S 172°36′42″E) di Deans Ave, Riccarton, sekitar pukul 13.40, ia menembaki jamaah selama sekitar lima menit.

Beberapa saat sebelum ia menjalankan aksinya, ia menyanyikan lagu mars tradisional militer “The British Grenadiers” dan juga “Serbia Strong”, lagu nasionalis Serbia selama Perang Bosnia sepanjang 1992-1995 yang memuji-muji Radovan Karadžić, seseorang yang dinyatakan bersalah dalam genosida terhadap umat Islam Bosnia.

Pelaku menyiarkan secara langsung serangannya selama 16 menit di Facebook Live. Dalam siaran tersebut, ia mengaku sebagai supremasi kulit putih Australia berusia 28 tahun. Dalam rekaman itu Tarrant menunjukkan menembaki pria, wanita dan anak-anak.

Senjata yang dipakai oleh pelaku bertuliskan nama-nama tokoh sejarah sejak zaman Perang Salib yang pernah terlibat konflik dengan Muslim. Saat penembakan terjadi, tiga ratus hingga lima ratus orang sedang melakukan salat Jumat di masjid ini.

Teroris bernama Brenton Harrison Tarrant (28 tahun) seorang warga Australia yang menembaki para jamaah shalat Jumat di dua masjid di New Zealand, menyiarkan langsung aksinya di sosial media.

Seorang ‘pahlawan masjid’ melakukan aksi heroik dengan merebut senjata si teroris. Dia pun berhasil menyelamatkan seorang temannya dari penembakan brutal di masjid wilayah Christchurch.

Ada seorang lelaki dari dalam masjid mencoba untuk menangani pri bersenjata tersebut. Pria muda yang biasanya merawat masjid, dia melihat kesempatan dan menyergap pria bersenjata, lalu mengambil senjatanya.

‘Pahlawan masjid’ itu berusaha mengejar pelaku. Sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri menggunakan mobil yang sudah ditunggu rekannya.

Ada 6 warga negara Indonesia yang sedang melaksanakan shalat jumat di masjid Al Noor, dari lima warga negara Indonesia telah melaporkan ke KBRI Wellington bahwa mereka dalam keadaan sehat dan selamat namun salah satu warga negara Indonesia yang teridentifikasi sebagai Muhammad Abdul Hamid hingga kini belum diketahui keberadaanya.

Sampai saat ini, Kedubes RI mengkonfirmasi bahwa ada dua warga negara Indonesia yang menjadi korban penembakan yang merupakan seorang ayah dan anak. Warga yang rumahnya bersebelahan dengan masjid melaporkan bahwa ia melihat pelaku kabur dari masjid dan menjatuhkan senjata api di pintu masuk.

  • Linwood Islamic Centre, Christchurch

Masjid and Islamic Centre on Linwood.

Seusai masuk dan menembaki jamaah Masjid Al Noor di Deans Ave, Riccarton, sekitar pukul 13.40, Tarrant disebutkan mengendarai sekitar 5 km (tiga mil) ke masjid lain yang berada di daerah pinggiran sebelah timur bernama Linwood, di mana penembakan kedua terjadi.

Ia menyerang Linwood Islamic Center atau disebut juga sebagai Linwood Masjid (43°31′56.5″S 172°40′21.2″E).

Seorang jamaah Muslim menggunakan senjata api pribadinya berusaha menghentikan serangan di Linwood Centre. Ia menyerang pelaku dan menembak balik.

Polisi membenarkan bahwa kejadian ini adalah serangan ganda yang dilakukan secara bersamaan. Dari total 7 korban, ada dua korban berkebangsaan Indonesia telah diidentifikasi sebagai ayah dan anak.

Di tengah-tengah peristiwa tragis ini, ada kisah hiroik yang dilakukan oleh salah seorang korban asal Indonesia di Masjid Linwood yang sekaligus sebagai Islamic Center ini.

Foto atas: Zulfirman Syah tergeletak ditemani anaknya setelah tertembak. Foto bawah: Zulfirman Syah dengan anak laki-lakinya Averroes, dan istrinya, Alta Marie.

Sang ayah yang bernama Zulfirman Syah merupakan seniman asal kota Padang, tengah berada di sana bersama dengan anak lakinya yang masih berumur 2 tahun, Averroes.

Ketika teroris Tarrant masuk dan menembaki jemaah masjid, Zulfirman langsung memeluk anaknya dan merebah di lantai, berusaha melindungi anaknya dengan badannya, agar anak lelakinya itu tek terkena peluru.

Namun Zulfirman terkena peluru di beberapa tempat, seperti di kaki, punggung dan bokongnya, tapi anaknya tidak terkena peluru dan hanya mengalami trauma.

Zulfirman langsung tergeletak tak berdaya di lantai Masjid, anaknya yang baru berumur dua tahun merangkak disampingnya sambil memanggil-manggil namanya.

Ia dan anaknya langsung dibawa ke rumah sakit Christchurch dan langsung menjalani operasi darurat.

Istrinya yang bernama Alta Marie, seorang guru Bahasa Inggris, menyatakan bahwa suaminya dalam kondisi yang berangsur stabil setelah menjalani operasi. Zulfirman dirawat di ruang ICU Christchurch Hospital.

Ia dan keluarganya baru pindah selama dua bulan di kota Christchurch. Alta Marie, istri Zulfirman Syah yang berkewarganegaraan Amerika Serikat memberikan informasi tentang korban di akun Facebook-nya.

Tersangka Penembakan

Komisaris Polisi Selandia Baru, Mike Bush awalnya mengatakan bahwa tiga laki-laki yang salah satunya bernama Brenton Harrison Tarrant (28 tahun). Ia adalah seorang warga Australia, dari Grafton, New South Wales, yang sedang berada di  New Zealand, tepatnya di Dunedin, sebuah kota yang berada di pulau bagian selatan  New Zealand.

Ia berikut seorang perempuan, ditangkap dan diduga terlibat dalam serangan ini. Mereka menganut pandangan ekstremis fasis sayap kanan. Satu di antaranya diketahui tidak terlibat dan dibebaskan.

Teroris pelaku penembakan di dua masjid, di Christchurch, Brenton Harrison Tarrant (28 tahun).

Sebelum melancarkan serangan, pelaku menerbitkan manifesto berjudul “The Great Replacement” yang mengacu kepada teori konspirasi genosida orang kulit putih dan versi Perancisnya, di forum Internet 8chan.

Manifesto ini menyebut nama-nama tokoh sayap kanan, meme 4chan, dan ajakan supaya orang-orang mendukung serangan ini dan membuat lebih banyak meme.

Pelaku juga mencap dirinya sendiri sebagai “pemusnah kebab” atau kebab removalist, meme 4chan yang menyindir serangan oleh etnis Kristen Serbia terhadap etnis Bosnia yang Muslim.

Akun Twitter pelaku menampilkan senjata api bertanda neo-Nazi, Black Sun, dan Fourteen Words (ada di dalam manifesto), yang bertuliskan nama-nama pelaku serangan teror di negara-negara Barat. (baca juga: Misteri Kelompok Rahasia “The Black Sun” Klaim Leluhurnya Adalah Alien)

Pasca penembakan

Korban selamat dilarikan ke rumah sakit terdekat salah satunya yaitu Christchurch Hospital dan Canterbury District Health Board (CDHB) beroperasi sesuai rencana terhadap korban massal. Polisi melaporkan bahwa mereka menemukan dua bom rakitan di sebuah mobil dan telah menjinakkan satu bom.

Siaran langsung dari peristiwa ini tersebar di berbagai situs video, termasuk LiveLeak dan YouTube. Polisi, organisasi Muslim, dan pemerintah meminta masyarakat untuk menghapus atau melaporkan rekaman tersebut. Media Australia menuai kritik karena menyiarkan rekaman langsung peristiwa ini di televisi, terlebih setelah diketahui bahwa pelakunya warga negara Australia.

Tampak salah satu korban wanita tergeletak di masjid New Zealand.

Beberapa sekolah di dekat lokasi kejadian langsung ditutup. Pihak berwenang meminta semua masjid di Selandia Baru ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Namun komunitas Muslim New Zealand tidak akan menutup masjid-masjid, karena justru seakan takut dan “memenangkan” teroris. Hal itu disetujui, dan pihak berwenang mengerahkan personel untuk mengamankan semua masjid.

Sebagai upaya antisipasi, semua penerbangan Air New Zealand yang berangkat dari Bandar Udara Christchurch dibatalkan karena tidak ada pemeriksaan keamanan.

Pertandingan kriket ketiga antara Selandia Baru dan Bangladesh yang sebelumnya akan dilaksanakan di Hagley Oval, Christchurch, tanggal 16 Maret dibatalkan atas alasan keamanan.

Tim Bangladesh berencana beribadah di Masjid Al Noor dan belum sempat masuk masjid ketika penembakan terjadi. Para pemain menyelamatkan diri ke Hagley Oval dan berlindung di ruang ganti stadion.

Petugas medis mengevakuasi korban penembakan masjid di New Zealand yang tetap istiqomah berdoa, sembari tangannya menunjuk sebagai representasi “satu”, yaitu Tuhan Maha Esa, atau hanya satu, yaitu hanya Allah SWT.

Officials Committee for Domestic and External Security Co-ordination (ODESC) mengadakan rapat untuk mengarahkan respons pemerintah. Perdana Menteri Jacinda Ardern yang saat itu sedang menghadiri acara di New Plymouth langsung terbang ke Wellington untuk mengadakan rapat.

Di kota Dunedin dimana teroris bertempat tinggal, Armed Offenders Squad dari Kepolisian Selandia Baru menggeledah sebuah rumah di Andersons Bay setelah pelaku menulis di media sosial bahwa ia berencana menyerang Masjid Al Huda.

Polisi mensterilkan area di sekitar kawasan Somerville Street dan mengevakuasi warga di dekat rumah tersebut. Universitas Otago juga menunda parade dies natalis ke-150 tanggal 16 Maret atas alasan keamanan.

Selain itu, ada peristiwa-peristiwa tak terduga lainnya setelah atau pasca penembakan masjid di kota Christchurch, New Zealand, diantaranya:

  • Meninjau kembali kepemilikan senapan otomatis

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengunjungi komunitas Muslim di New Zealand.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern memastikan akan meninjau kembali kebijaksanaan tentang kepemilikan senjata api otomatis di seluruh New Zealand.

Kepemilikan senjata itu akan dilakukan lebih ketat dan meminta para pemilik senjata jenis senapan (rifle) semi-otomatis dan otomatis agar diserahkan ke pihak berwajib, atau dikembalikan ke toko senjata dan akan mendapat uang pengganti.

  • Masyarakat Selandia Baru melakukan Tarian Haka suku Maori sebagai penghormatan kepada korban

Para siswa sekolah melakukan Haka sebagai tanda penghormatan dan kehormatan bagi korban dan keluarga korban dalam tragedi berdarah di dua Masjid di kota Christchurch..

Masyarakat Selandia Baru, mulai dari geng motor, hingga para siswa di kota Christchurch, bahkan di seluruh Selandia Baru memberikan penghormatan kepada para korban penembakan di masjid dengan melakukan tarian Haka.

Tarian Haka, adalah sebuah tradisi seremonial dari penduduk asli Māori di Selandia Baru.

Haka dilakukan sebagai tanda penghormatan dan kehormatan bagi korban dan keluarga korban dalam tragedi berdarah di dua Masjid di kota Christchurch. (video)

  • Pertamakali Adzan berkumandang di Universitas Canterbury, Christchurch

Adzan di Universitas Canterbury, dikumandangkan untuk menghormati umat Muslim Selandia Baru atas tragedi berdarah di dua Masjid di Christchurch.

Adzan diperdengarkan di Universitas Canterbury, Christchurch untuk menghormati umat Muslim Selandia Baru atas tragedi berdarah di dua Masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Ribuan mahasiswa itu berkumpul di lapangan kampus sambil mendengarkan suara adzan yang syahdu dengan hikmat, terpaku dengan posisi berdiri walau berdesakan.

Tampak para mahasiswa antusias mendengarkan suara Adzan, dan semua terdiam, karena suara adzan yang berkumandang di universitas mereka terdengar sangat merdu dan indah. (video)

  • Masyarakat Selandia Baru dan komunitas lainnya menjaga dan mengawal Masjid-Masjid saat umat Muslim shalat atau berdoa

Masyarakat Selandia Baru menjaga Masjid-Masjid saat umat Muslim shalat.

Masyarakat Selandia Baru hingga geng motor paling ditakuti di Selandia Baru, berbondong-bondong mengunjungi Masjid-Masjid saat waktu shalat tiba.

Masyarakat secara sukarela menjaga Masjid-Masjid di seluruh Selandia Baru, terutama di kota Christchurch ketika umat Muslim akan melakukan shalat.

Mereka berjaga di depan Masjid, di halaman Masjid, hingga ke dalam Masjid sambil melihat umat Muslim shalat dari belakang, untuk memastikan bahwa mereka aman dalam menjalankan ibadahnya dengan qhusuk. (video)

  • Pertamakali dalam sejarah, Al-Quran dibacakan di Parlemen Selandia Baru

Pembacaan kitab suci Al Quran di parlemen Selandia Baru.

Untuk menghormati dan sebagai rasa duka mendalam terhadap komunitas Muslim, parlemen Selandia Baru meminta agar dibacakan Al-Quran dalam pembukaan sidang parlemen.

Pembacaan Al-Quran akan dilanjutkan dengan terjemahan dalam bahasa Inggris, dan juga dilanjutkan dengan doa yang juga dalam bahasa Inggris.

Semua anggota parlemen berdiri dan menundukkan kepala ketika Al-Quran dibacakan. Tak hanya anggota parlemen dan ketuanya, PM Selandia Baru dan Uskup New Zealand juga hadir. Qori membacakan empat ayat di dalam Surah Al Baqarah, yaitu ayat 153-156.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (153).

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya (154).

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (155).

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (156). (video)

  • Peristiwa memecahkan telur di kepala Senator yang rasis

Senator Australia, Fraser Anning yang dikenal sebagai penebar kebencian dan Will Connolly yang berdiri dibelakangnya lalu memecahkan sebutir telur ke kepalanya. Video ini langsung viral dan mendapatkan banyak pujian dan dukungan.

Peristiwa memalukan dialami senator Australia, Fraser Anning, yang kepala gundulnya diceploki telur mentah oleh seorang remaja Australia bernama Will Connolly.

Saat itu Fraser Anning sedang diwawancarai oleh media yang menanyakan pendapatnya tentang penembakan yang terjadi di dua masjid di kota Christchurch di New Zealend.

Bukannya menunjukkan rasa simpati, ia malah menuduh semua ini, yaitu akibat diizinkannya imigran Muslim masuk ke New Zealand, begitu menurut Anning.

Senator Australia, Fraser Anning memang dikenal sebagai senator penebar kebencian yang kontroversial, dan Will Connolly tahu akan hal itu. Ia kemudian berdiri dibelakang Fraser Anning.

Dan benar saja, ketika ditanyai wartawan, lagi-lagi Anning menyatakan kebenciannya yang tak masuk akal tersebut. Langsung saja Will merekam dengan kamera ponselnya lalu menceploki kepala Anning dengan telur.

Anning kemudian memukul Will, lalu Will diamankan, yang menurutnya, ia “diamankan” oleh 30 orang petugas keamanan.

Berita dan video ini tiba-tiba viral dan langsung menyebar ke seantero dunia hanya dalam sekejap! Sang remaja, Will Connolly, kemudian dianggap sebagai pahlawan oleh warganet dan dijuluki sebagai the “Egg Boy” Hero. Hashtag #EggBoy langsung jadi trending dunia.

Anehnya, akun twitternya diblokir oleh pihak Twitter dengan alasan menimbulkan “kekerasan” bagi “beberapa pihak”, yaitu your current account has violated twitter rules.

Banyak netizen yang ingin menyampaikan rasa bangga padanya tapi tak bisa melalui Twitter, maka mereka meyampaikannya lewat Instagram, Will Connolly (@willconnolly__). Pengikutnya meroket naik menjadi lebih dari 600k hanya beberapa jam saja setelah videonya viral.

Will Connolly, dianggap pahlawan oleh warganet dan dijuluki sebagai the “Egg Boy” Hero. Hashtag #EggBoy langsung jadi trending dunia.

Hingga ia membuat akun Twitter baru lagi, namun di-suspend lagi, yang akhirnya kali ketiga, akunnya yang bernama Will Connolly AU (@Willl_Connolly) baru bisa tayang kembali.

Ia minta Twitter menjawab secara masuk akal kenapa dua akunnya sebelumnya di-suspend twitter, tapi tak ada tanggapan. Beberapa orang malah menyatakan hormat dan dukungan atas keberaniannya, dan memberikan tawaran, misal bahwa jika ia ke Turki, akan dibiayai di hotel mewah disana selama 10 hari dan bebas memilih hotel bintang lima mana saja, hingga ia ditawari mobil Ferrari oleh orang kaya di Dubai.

  • Shalat Jumat di minggu berikutnya dihadiri ribuan orang dan disiarkan langsung di TV Nasional

Shalat Jumat pertama setelah tragedi berdarah dihadiri oleh ribuan non-muslim dan warga New Zealand yang wanitanya memakai kerudung sebagaio bentuk penghormatan.

Pada hari Jumat 22 Maret 2019 atau tepat seminggu setelah tragedi berdarah penembakan di dua Masjid, umat Muslim di Christchurch masih belum dapat menggunakan Masjid mereka karena masih dalam perbaikan dan penyelidikan.

Maka, mereka diizinkan oleh pemerintah Selandia Baru untuk mengadakan Shalat Jumat di lapangan terbuka bernama Hagley Park, yang berada di seberang Mesjid Al-Nur, dan moment ini disiarkan secara langsung oleh televisi nasional ke seluruh New Zealand.

Warga non-muslim tidak ikut Shalat Jumat, tapi mereka antusias ikut menghadiri dan mendengarkan khotbah sebagai dukungan kepada umat Muslim Selandia Baru.

Shalat Jumat pertama kali setelah tragedi memilukan di Hagley Park itu di hadiri ribuan umat muslim dan non-muslim, termasuk umat Muslim dari kota-kota berbeda, bahkan dari negara-negara mayoritas muslim, juga oleh warga non-muslim lainnya, bahkan dari geng motor, hingga dihadiri oleh PM Selandia Baru, Jacinda Ardern yang hadir menggunakan kerudung hitam. Tak dia saja, wanita-wanita non-muslim juga memakai kerudung sebagai bentuk penghormatan. (video)

Arti tulisan-tulisan berwarna putih di senjata teroris Selandia Baru

Salah satu yang memantik perhatian publik lainnya, adalah soal senjata yang digunakan pelaku dimana ditulisi dengan berbagai tulisan berwarna putih. Tipe senjata itu adalah AR 15, senjata modifikasi dari M16 yang merupakan standar militer atau polisi.

Brenton Tarrant melukis senjata yang digunakannya untuk melancarkan aksi, dengan nama-nama ‘idola’ dan kronologi kemenangan EuroChristianity melawan Muslim, Turki dan Ottomans.

Melalui akun twitter @brentontarrant diunggah gambar senapan dan peralatan militer, yang dihiasi dengan nama-nama dan pesan-pesan yang terkait dengan nasionalisme kulit putih.

Huruf dan angka dari bahasa Latin, Sirilik dan Georgia (Mkhedruli), kata-kata dan tanggal yang berkaitan dengan tempat, orang dan pertempuran yang terkait dengan konflik kekerasan sepanjang sejarah antara Kristen dan Muslim, dapat dilihat di senjata tersebut.

Tak sampai di situ dalam laras senjata yang dipakai Brenton Tarrant untuk menembak 49 warga muslim juga tertulis sangat besar dalam cat putih yaitu Refugees Welcome to Hell yang artinya adalah ‘pengungsi, selamat datang di neraka’.

Tulisan-tulisan warna putih di magazine senjata teroris Selandia Baru. (9news)

Berikut adalah beberapa tokoh yang dituliskan pelaku pada senapannya, seperti dilansir dari Daily Sabah, Jumat 15 Maret 2019:

  • Luca Traini – ekstremis Italia yang menargetkan migran kulit hitam, melukai enam orang pada Februari 2018., yang mana tragedi ini dikenal sebagai “2018 Macerata attack“.
  • Josue Estebanez – neo-Nazi Spanyol yang dengan fatal menikam pemrotes anti-fasis berusia 16 tahun, Carlos Palomino, di kota Madrid pada 2007.
  • Bajo Pivljanin – seorang komandan hadjuk (milisi) abad ke-17 yang terkenal karena berperang melawan pemerintahan Ottoman di Balkan barat laut dan dipuji sebagai “pahlawan” oleh Serbia dan Kroasia.
  • Charles Mantel Raja Deact Franks, dijuluki “The Hammer,” yang memenangkan Battle of Turks.
  • John Hunyadi – seorang jenderal dan gubernur Hungaria dan Voivode of Transylvania. Dia mengalahkan pasukan Ottoman pada tahun 1441 dan pada tahun 1442.
  • Pelayu – atau Don Pelayo atau Pelagius of Asturias, adalah seorang bangsawan Visigoth yang berperan penting dalam kemenangan di Pertempuran Covadonga yang merupakan kemenangan pertama pasukan Kristen di Semenanjung Iberia. Dia dikreditkan dengan memulai Reconquista (penaklukan kembali Kristen atas semenanjung Iberia dari bangsa Moor).
  • Pangeran Fruzhin – atau Fružin adalah seorang bangsawan Bulgaria yang berperang melawan Ottoman dalam penaklukan Kekaisaran Bulgaria Kedua.
  • Sebastiano Venier – atau Veniero atau Doge Venesia yang berperang melawan Turki selama Perang Ottoman-Venetian Keempat.

Tulisan-tulisan warna putih pada senjata milik-penembak Masjid di Selandia Baru.

Lalu ada juga tanggal, momen, dan nomor penting lainnya yang dilukis di senapan yang dipakai teroris, yaitu:

  • 14 Words (atau 14 kata atau Fourteen Words) – sebuah slogan yang berasal dari sebuah bagian dalam otobiografi Adolf Hitler Mein Kampf, “We must secure the existence of our people and a future for white children”. Sekarang juga meme populer yang digunakan oleh alt-right. Paling umum dikenal sebagai: “Kita harus mengamankan keberadaan rakyat kita dan masa depan untuk anak-anak kulit putih.”
  • Refugees Welcome to Hell – atau “pengungsi selamat datang di neraka”, sebagai ungvkapannya yang anti pengungsi atau imigran.
  • Here’s your migrant compact! – rujukan ke “Global Compact for Migration” yang ditandatangani oleh Amerika Serikat pada bulan Desember.
  • Turcophagus (Turk-eater) – nama panggilan yang banyak digunakan oleh milisi Yunani ketika melawan pasukan Ottoman-Turki.
  • Tur 732 – atau Battle of Tours 732 atau Pertempuran Tours di 732 M yang mengakhiri invasi Arab terakhir ke Prancis.
  • Battle of Kagul, 1770 – pertempuran darat terpenting dari Perang Rusia-Turki (40.000 orang Rusia menghadapi 75.000 orang Utsmani).
  • Vienna 1683 – atau Battle of Vienna atau Pengepungan dan Pertempuran Wina, 1683, kemajuan terjauh Ottoman ke Eropa, tetapi kekaisaran dikalahkan di sana dan diusir dari Hongaria.
  • Acre 1189 – atau The Siege of Acre (1189 -1191), adalah Perang Salib Ketiga mengepung kota Muslim berdinding Acre dan merebut kembali pelabuhan di Levant dari Saladin, yang adalah penguasa Muslim Mesir dan Suriah yang mengalahkan Negara Tentara Salib dan merebut Yerusalem.

Tulisan-tulisan putih di magazine senjata teroris Selandia Baru.

Tersangka memberi “kode tangan” Satanisme di persidangan

Awalnya sebanyak 3 pria (termasuk Tarrant dan Burrough) dan 1 wanita ditangkap karena serangan masjid itu, termasuk satu orang pria sebagai tersangka oleh polisi karena membawa senjata untuk melindungi anak-anaknya.

Namun, akhinya polisi hanya mengerucut pada satu orang saja sebagai tersangka, yaitu pria warganegara Australia bernama Brenton Harrison Tarrant yang berusia 28 tahun dan justru belum ditangkap dan masih berkeliaran. Ia pun diburu polisi dan seluruh jajaran aparat di New Zealand lainnya.

Setelah penembakan massal mengerikan pada Jumat (15/3/2019) atau setelah menerima panggilan darurat pukul 01.42 siang waktu setempat, polisi membutuhkan waktu 36 menit untuk melacak dan menahan Tarrant.

Foto yang menunjukkan penangkapan teroris bersenjata Christchurch, Brenton Tarrant oleh petugas kepolisian Selandia Baru setempat. (Supplied).

Brenton Tarrant  pada Sabtu (15/3/2019) menghadapi pengadilan dengan dakawaan kasus pembunuhan di pengadilan Christchurch yang dipimpin oleh hakim daerah, Paul Kaller.

Dalam persidangan itu, polisi menduga bahwa setelah melepaskan tembakan di dalam Masjid Al Noor, Tarrant pergi ke Masjid Linwood di seberang kota dan terus mengamuk.

Tarrant yang mendapatkan kecaman dari berbagai negara mengaku tak menyesali atas apa yang ia lakukan. Saat ditanya apakah dia tak melihat orang-orang yang diserang adalah orang-orang tak berdosa.

Tarrant menjawab, serangan terhadap orang-orang Non Ras Eropa adalah perang. Menurut Tarrant, dalam sebuah perang, tidak ada yang namanya ‘orang tak berdosa’.

Tarrant juga sempat ditanya, apakah dia berencana selamat atau melakukan bunuh diri setelah melakukan serangan. Tarrant menjawab, dia siap mati sebagai resikonya. Tapi dia berniat untuk tetap hidup, sehingga dia bisa terus menyebarkan ajaran supremasi kulit putih yang dia yakini.

Ia telah berencana untuk melakukan penembakan massal selama dua tahun terakhir. “Aku memulai rencana serangan ini sejak dua tahun terakhir. Kemudian menetapkan lokasi di Christchurch dalam tiga bulan terakhir,” katanya.

Brenton Harrison Tarrant triple six (666) hand sign. (Reuters)

Tarrant menuliskan ingin membebaskan tanah milik kaumnya dari ‘para penjajah’, dan terinspirasi dari Anders Breivik, yang merupakan seorang ekstremis sayap kanan yang menyerang kantor pemerintah di Oslo, Norwegia, pada 22 Juli 2011 silam. Dia meledakkan bom mobil di depan kantor pemerintah. Selain itu ia melakukan penembakan di kamp musim panas sayap muda Partai Buruh di Pulau Utoya.

Total ada enam penjaga keamanan dan polisi yang mengenakan rompi pelindung hitam, dua diantaranya menemaninya di balik pintu kaca anti peluru. Sidang itu dilaporkan selesai hanya dalam beberapa menit, dan Tarrant dikembalikan ke tahanan.

Live streaming penembakan Masjid di Selandia Baru yang disiarkan langsung oleh Brenton Harrison Tarrant.

Pengacara yang bertugas mendampingi Tarrant tidak mengajukan satupun bantahan. Tarrant telah didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan, tetapi polisi mengatakan akan lebih banyak lagi tuduhan berlipat yang akan diajukan padanya.

Tarrant pada persidangannya tampak mengenakan pakaian penjara putih dan sesekali terlihat bingung.

Tarrant yang diborgol tanpa mengenakan alas kaki, tampak tersenyum ketika dia muncul di pengadilan. Dari foto-foto yang beredar, Tarrant tampak dijaga sangat ketat. Ia justru menyeringai ketika media mengambil fotonya.

Ia pun membuat simbol menggunakan jarinya, jari telunjuk dan jempol tampak disatukan seperti membentuk simbol ‘OK’. Ada pula media yang menyebutkan sebagai kode “supremasi kulit putih atau “‘white power’” atau supremasi kulit putih atau white supremacy atau white supremacism.

Propaganda dan hoax dari situs zionist Israel yang memberitakan bahwa ras Yahudi adalah ras berbeda dari manusia lainnya.

Supremasi kulit putih adalah kepercayaan rasis bahwa orang kulit putih lebih unggul dari orang-orang dari ras lain, dan karenanya harus lebih dominan daripada mereka (kulit berwarna yang lain).

Supremasi kulit putih berakar pada rasisme ilmiah (scientific racism), dan seringkali bergantung pada argumen pseudo-sains (pseudoscientific) atau “sains semu” atau “ilmu semu”

Supremasi kulit putih hanya terdiri dari pernyataan, kepercayaan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah dan faktual, tetapi tidak sesuai dengan metode ilmiah.

Namun, media-media itu ngaco, apa yang mereka kira itu semua itu salah. Kode tangan atau hand sign itu memang top sebagai tanda “Oke” atau “OK” atau simbol “white people” atau supremasi kulit putih.

Namun sejatinya, kode itu adalah kode satanisme yang melambangkan angka 6 sebanyak 3 kali, atau triple six, atau lebih dikenal sebagai 666 (baca: six six six, atau enam enam enam), dan bukannya kode OK apalagi kode “supremasi kulit putih atau “‘white power’.

Sangat yakin, walau publik salah tafsir, namun Tarrant sangat tau akan hal ini: satanisme, dan ia sedang memberi kode kepada atasan atau “masternya” yang sedang menonton.

Tapi memang supremasi kulit putih juga berkaitan dengan satanisme di grup illuminati dengan membonceng agama, dalam hal ini Nasrani, hanya sebagai tunggangan, dan merekalah yang juga membuat sekte sangat rasis Ku Klux Klan atau yang lebih dikenal dengan singkatan KKK, yang mempresentasikan suprimasi kulit putih terhadap kulit berwarna.

Sekte ultra rasis Ku Klux Klan (KKK) supremasi kulit putih yang memberantas kaum kulit hitam, kaum minoritas dan semua kulit berwarna (non-kulit putih).

Ku Klux Klan dikenal juga sebagai ‘The Klan’ adalah sebuah kelompok rasis ekstrem di Amerika Serikat yang berdiri pada tanggal 24 Desember 1865. Kelompok ini berkeyakinan bahwa ras kulit putih adalah ras yang terbaik.

Awalnya, mereka mendirikan organisasi KKK berhalauan supremasi kulit putih tersebut dengan maksud untuk berjuang memberantas kaum kulit hitam, kaum minoritas dan semua kulit berwarna (non-kulit putih).

Meskipun kelompok KKK empat tahun setelah berdirinya diumumkan pemerintah AS sebagai organisasi ilegal, namun masih tetap menjalankan aksi pembunuhannya terhadap warga kulit hitam. Bahkan, kelompok ini juga menyerang warga kulit putih yang dianggap sebagai pelindung kulit hitam. Aksi KKK memuncak pada dasawarsa 1950-1960-an.

Namun, hingga kini pemerintah AS dianggap belum pernah melakukan usaha serius untuk memberantas kelompok yang dikategorikan berbahaya ini. Akhirnya sekte ultra rasis Ku Klux Klan yang dibentuk untuk supremasi kulit putih ini menjadi inspirasi untuk mengilhami terhadap tragedi-tragedi berdarah yang dilakukan ras kulit putih hingga kini.

FAKTA: Resolusi PBB yang menyatakan dan mensyahkan bahwa Zionis adalah Rasis melalui Resolusi nomer 3379.

Juga pada aksi biadabnya, Tarrant melakukan pembantaian bersamaan dengan memutar lagu metal dengan potongan lirik : “I am the god of Hellfire, and I bring you fire (Aku adalah Dewa dari Neraka, dan Kubawakan Kau Api)”. Jelas sekali bahwa neraka adalah tempat syaitan.

Dari beberapa tanda di atas, jelas ia adalah pemuja, pengagum atau anggota satanisme yang bisa saja dikendalikan oleh illuminati group dibalik layar. Cara pengendaaliannya jelas dengan pengontrolan pikiran yang memiliki dua cara: neuro-science, cuci otak atau melalui hipnotis. Cara kedua adalah dengan zat kimia yang mempengaruhi otaknya, sebagai hasil dari proyek MK-ULTRA, atau kombinasi dari keduanya, yang ia tak sadari.

Hal ini sudah banyak terjadi pada tersangka penembak-penembak lainnya, seperti para penembak di sekolah-sekolah di AS dan ditempat umum, yang tersangkanya tak menyesali perbuatannya, tampak bingung saat persidangan, bahkan tampak tersenyum atau tak begitu menyadari tentang apa yang telah terjadi.

Di Indonesia, cara ini akan membuat teroris berani dan ikhlas untuk mati, atau disebut juga sebagai “pengantin”, sedangkan di negara barat, dikenal sebagai “Manchurian Candidate” atau MC.

Salah satu cara membuat MC adalah melalui hipnotis dengan “memasukkan program” berupa perintah atau doktrin ke dalam otaknya. Setelah disadarkan kembali, maka orang itu akan melakukan perintah berdasarkan doktrin yang sudah “di-instl” di otaknya, tanpa ia sadari. Anda dapat melihat contoh simpelnya pada video dibawah artikel ini.

Beyoncé and Lady Gaga doing the Triple Six (666) satanism hand sign.

Selain terjadi pada tersangka penembak-penembak sebelumnya, hal itu juga telah terjadi sejak era pembunuh JF Kennedy, pembunuh John Lennon, hingga ke pembunuh-pembunuh bersenjata pada saat ini.

Selain semua itu, seperti yang telah dijelaskan para awal artikel, tanda-tanda dari serangan ini adalah serangan teroris fasisme ultra sayap kanan yang menjunjung supremasi kulit putih dan rasisme.

Siapa yang mengajarkan rasis? Israel adalah “profesor” dalam hal rasisme di planet ini, dengan supremasinya, ia adalah “tuan tanah” di planet Bumi denganideologi Zionisnya. Jadi jelas sudah, kemana hulu dari semua kekacauan di dunia ini, termasuk tragedi-tragedi dunia sejak masa lampau.

Zionisme adalah rasisme, yang membuat terciptanya pelanggaran agar ada perbedaan hak, yang terus berubah untuk menciptakan kebingungan, membuat sistem hukum dengan bias terhadap korban kejahatan, merusak otoritas sekolah dan guru, ajaran seks dan homoseksualitas kepada anak-anak dan mempromosikan penyalahgunaan obat terlarang.

Satanis selebriti dengan gestur kode-tangan satanisme 666, yang melingkari satu mata sebagai kode dewa Horus.

Mereka mengosongkan gereja, mesjid dan tempat ibadah lainnya dengan berbagai cara. Jika tak dapat, maka mereka akan membiarkan tempat ibadah tetap ramai, namun dan HARUS membuat akhlak manusia beragama tetap terlihat seperti tak beragama, agar meruntuhkan segala bentuk kohesi sosial

Mereka juga yang membuat manusia dan semua negara memiliki ketergantungan pada pemerintah atau keuntungan bagi pemerintah di negara-negara maju yang menjadi pusat pengendalian karena telah dikuasainya dengan pengontrolan nyaris segala media dan menghancurkan media yang anti padanya, pengontrolan hiburan dan sejenisnya hingga mendorong hancurnya keluarga, dan akhlak orang terutama orang-orang yang beragama. (©2019 IndoCropCircles.com)

Pustaka:


GALLERY:

Korban selamat dari penembakan masjid Al-Nur di Christchurch, New Zealand. (Stacy Squires/Stuff)

Karangan bunga di dekat Masjid Al Noor.

Karangan bunga sebagai tanda duka di dekat Mesjid Al-Nur di jalan Deans Rd di Christchurch, New Zealand.

Masyarakat berbondong membawa karangan bunga hingga malam hari sebagai tanda duka, simpati dan dukungan kepada umat Muslim New Zealand.

Warga Muslim New Zealand menyalakan lilin sambil memegang kitab suci Al-Qur’an tanda berduka dengan terbunuhnya 50 orang Muslim pada tragedi penembakan di Masjid.

Seorang warga lokal berdoa di depan karangan bunga sebagai tanda berduka.

Komunitas motor lokal melakukan “Haka” sebuah tarian tradisional Suku Maori sebagai tanda penghormatan dan duka mendalam di depan karangan bunga. Tarian Haka juga dilakukan oleh banyak komunitas, sampai para murid sekolah di seluruh New Zealand.

Dua pria dari Suku Maori, seorang Muslim dan Kristiani yang membawa bunga, melakukan “adu hidung” sebagai ciri khas dan tradisi “bersalaman” ala Suku Maori Selandia Baru sebagai tanda duka dan simpati.

Anak perempuan kecil meletakkan karangan bunga tanda duka di depan pagar Botanical Garden, di Christchurch, New Zealand.

Seorang pria yang sedang melintas memberhentikan langkahnya untuk melihat karangan bunga berikut bendera Selandia Baru di depan pagar Botanical Garden, di Christchurch, New Zealand.

Penduduk setempat melihat bunga sebagai penghormatan kepada para korban di Christchurch pada 17 Maret 2019, dua hari setelah insiden penembakan di dua masjid di kota itu. – Seorang ekstremis sayap kanan telah didakwa dalam serangan senjata mengerikan di dua masjid Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang dan puluhan lainnya terluka. (Foto oleh Anthony WALLACE / AFP)

Sepasang penduduk lokal tak tahan dengan rasa sedih dan menangis berpelukan di depan karangan bunga tanda duka dan simpati warga kepada korban dan kerabat serta umat Muslim New Zealand.

Seorang warga lokal tampak duduk menangis diantara warga lainnya yang tampak terus berdatangan untuk meletakkan bunga dan tulisan berupa pesan tanda duka di pagar Botanic Gardens, Christchurch, New Zealand.

Warga lokal menangis dan memeluk kerabat korban penembakan di Masjid kota Christchurch, New Zealand.

Para pekerja menggali kuburan di pemakaman Muslim di Christchurch, Selandia Baru, Minggu, 17 Maret 2019, untuk para korban penembakan massal di dua area Masjid.

Pemakaman pertama mulai dilakukan di kota Christchurch untuk para korban penembakan yang terjadi di dua Masjid di Christchurch, New Zealand.

Warga Muslim lainnya ikut menghadiri pemakaman dan juga melakukan shalat jenazah di dalam pemakaman umum kota Christchurch.

Tumpukan karangan bunga dan pesan tanda duka tampak menumpuk di depan pagar Botanical Garden, Christchurch, New Zealand.

Di Amerika Serikat, tokoh masyarakat dan agama memegang nama-nama korban penembakan dari Masjid Selandia Baru oleh Solidaritas Vigil di Pusat Islam Dar Al-Hijrah di Falls Church, VA, AS, pada 16 Maret 2019. Seorang pria bersenjata, yang diyakini sebagai Brenton Harrison Tarrant, menewaskan 50 orang dan 50 lainnya cedera, dengan dua dalam kondisi kritis selama serangan teroris terhadap dua masjid di Selandia Baru pada 15 Maret 2019. (EPA-EFE / TASOS KATOPODIS)

Di Kanada. Seorang wanita di luar balai kota di Toronto, Ontario, Kanada, membawa lilin di tengah aksi simpati untuk korban penembakan masjid di Selandia Baru. (Reuters).


Videos:

Live Stream on Facebook: Pembantaian di Mesjid New Zealand Saat Shalat Jumat (15 Maret 2019)

MESSAGES FROM MUSLIM WOMAN POLICE CHIEF / The Leader of New Zealand Police Dept.

New Zealanders mourn 50 people killed in mosque shootings

Kesaksian WNI Selamat dalam Tragedi Selandia Baru

FIRST FRIDAY PRAYING AFTER “MOSQUES SHOOTINGS” IN NEW ZEALAND

NZ Terrorist in Jailhouse Rock

Jesse Ventura – The Manchurian Candidate (Trailer Hypnosis Sequence)


Artikel Lainnya:

Inilah 15 Simbol Illuminati Yang Harus Diketahui Agar Diwaspadai!

Makam Kolam Mamilla: Saksi Bisu Pembantaian Ribuan Kristen Oleh Yahudi

Kisah Pembantaian Di Aceh Oleh Belanda Tahun 1904

Bahas Tuntas: “Pembantaian Glodok” Tahun 1740 (Tragedi Angke / Geger Pacinan)

Fakta Barcode dan Hubungan Angka Satanic 666

[VIDEO] Kejanggalan Video Tragedi Penembakan Kantor Majalah “Charlie Hebdo” di Paris

Belasan Alasan Paris Attacks Friday 13 Adalah “Operasi Bendera Palsu” Oleh Kelompok Illuminati

“False Flag Operation” Kesekian Kali: Beberapa Keganjilan Tragedi Penembakan Klub “Pulse” Orlando

[ODED YINON PLAN] Pecah-Belah Timur Tengah oleh Israel, Bagaimana Indonesia?

Inilah Puluhan “Operasi Bendera Palsu” (False Flag Operation) Yang Diakui Pemerintah Dunia

Misteri Kelompok Rahasia “The Black Sun” Klaim Leluhurnya Adalah Alien

[Foto dan Video] Beginilah Dalamnya Gereja Setan

Beginilah Dalamnya Loji / Kuil Freemason

Inilah 13 Kota Pemuja Setan Dengan Pengikut Paling Banyak

Misteri Dibalik TV Yang “Membius” Otak Manusia

Misteri Bawah Sadar: Bisa Menjadi Salah Satu Penyebab Kesulitan Mental

Gila! Penyembah Setan Mulai Distribusikan Ajaran Satanic Ke Sekolah di Florida

Kabbalah, Akar Gerakan Illuminati-Freemasonry

Sejarah Singkat: Asal Muasal Illuminati Yang Sebenarnya

Ketika Mereka Membunuh Sepuluh Juta Rakyat Afrika, Mereka Tidak Dijuluki ‘Hitler’

[WARNING] Agenda Bilderberg: Cabal Akan Peras Emas Indonesia Atau Lebih Banyak Teroris Dan Kekacauan


https://wp.me/p1jIGd-9vf

((( IndoCropCircles.com )))

Pos ini dipublikasikan di Pro Satanic dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penembakan Di Masjid Selandia Baru Dan Kode Tangan Satanisme

  1. Ai berkata:

    Kejahatan & kriminalitas hakikatnya tidak mengenal SARA, lantaran pelakunya adalah manusia yg sdh dari ‘sononya’ dibilang bersifat pelupa & tempatnya salah. Soal pelakunya berwarna kulit apa, bersuku kebangsaan apa & berkeyakinan apa tak perlu dibahas krn dlm keyakinan saya musuh utama manusia adakan dirinya sendiri krn memilikinya Hawa nafsu yg cenderung berpotensi membuat kita lupa & berlaku negatif lalu musuh utama dari luar adalah iblis & jin yg telah ingkar serta dikabulkan Tuhan u/ mengganggu manusia selama hidupnya.

    Sejauh ini iblis cs telah berhasil menggunakan haknya membuat onar kehidupan manusia di bumi sejak Nabi Adam AS s/d detik ini. Mrk menggunakan tangan2 manusia sendiri u/ menghancurkan sesama manusia. Jd baik korban kejahatan maupun pelakunya kejahatan hakikatnya sama2 korban dari ‘balas dendam’ iblis cs krn divonis Tuhan dlm insiden yg melibatkan Adam AS & Hawa. Hanya saja manusia yg melakukan kejahatan terhadap manusia lain bukanlah berarti tak luput dari sanksi dunia & akhirat, justru mrk paling merugi krn toh mrk jg bakalan mati sama spt korban yg mrk banyak & iblis cs yg mrk yakini & sembah bakalan berpaling dari mrk bak ibarat, melempar batu sembunyi tangan. Kenapa?

    Krn iblis cs tau & paham bhw si korban/manusia yg dijadikan alat o/ mrk ini punya hawa nafsu yg artinya jg berpotensi bersifat, bersikap & berbuat jahat/salah/melanggar hukum. Jd manusia spt yg membantai orang lain yg sdg shalat jika dia mati dia pun tak bisa berkelit & menyalahkan siapapun yg menyuruhnya hatta iblis cs sekalipun! Mrk yg berhasil menyuruh orang lain melakukan kesalahan/kejahatan cukup hilang, “nape lu mau gue suruh? Lu pan punya otak & nurani, bahkan lu terpelajar & terdidik”. Nah kalo sdh begitu, lu mau ape?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.