Akar Bajakah, Obat Kanker Payudara Ini Ditemukan Oleh Siswi Indonesia

Gemparkan Dunia Sains:
Akar Bajakah, Obat Kanker Payudara Yang Mujarab Ini Ditemukan Oleh Siswi Indonesia

“Bajakah sebenarnya adalah sebutan bagi batang menjalar yang menjadi bagian dari tanaman. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies tertentu. Akar dari pohon Bajakah tidak hanya mampu menyembuhkan kanker. Tumbuhan tersebut juga dapat digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan tumor ganas, mengurangi radikal bebas dalam tubuh, menangkal radikal bebas, serta meningkatkan kesehatan dan sistem kekebalan.”

Kisah sukses tiga siswa dan siswi SMA yaitu Yazid (Yazid Rafli Akbar, 16 tahun) Aysa (Aysa Aurealya Maharani, 17 tahun), dan Anggi (Anggina Rafitri, 17 tahun), berawal dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah mereka. Saat itu semua siswa jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) diminta menerapkan ilmu yang telah dipelajari sehari-hari.

“Waktu itu kami mencari ide, bahan apa yang bisa diteliti untuk ekstrakurikuler,” ucap Aysa. Lantas ia teringat pada nenek Yazid yang sembuh dari kanker payudara stadium-4, setelah mengonsumsi Akar Bajakah selama tiga bulan.

Keberhasilan ketiga siswa ini berawal dari informasi Yazid, yang mengatakan bahwa ada sebuah tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah yang pernah digunakan kakeknya untuk menyembuhkan kanker payudara ganas yang diderita neneknya, bahkan kanker ganas itu sudah masuk stadium empat.

Dua siswi SMAN 2 Palangkaraya, Aysa dan Anggi saat menampilkan karya ilmiah di Seoul, Korea Selatan, 25-27 Juli 2019 (Kalteng Pos)

Pohon bernama Bajakah adalah tumbuhan sebutan untuk pohon khas Kalimantan Tengah (Kalteng) yang tumbuhnya merambat.

Memang warga yang tinggal di pedalaman sana sering memanfaatkan tetumbuhan untuk mengobati berbagai penyakit. Termasuk tumbuhan Bajakah ini.

Aysa dan tim ekstrakurikuler lantas berburu tumbuhan itu. Mereka mencari sampel di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya.

Aysa juga menemui nenek pengonsumsi Akar Bajakah dan warga pedalaman yang turut mengonsumsi akar tersebut.

“Orang-orang pedalaman ini meyakinkan kami bahwa Akar Bajakah bisa menyembuhkan kanker payudara. Banyak yang telah membuktikan,” terang perempuan yang lahir pada 15 Januari 2002 itu.

Siswa-siswi SMAN 2 yang tergabung dalam tim akhirnya mengambil contoh akar dan mengirimkan ke laboratorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarmasin.

Uji Coba Dengan Tikus Putih

Hasil uji lab membuktikan bahwa Akar Bajakah memiliki kandungan berlimpah yang mampu menyembuhkan kanker payudara. Kandungan itu antara lain saponin, alkoloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik.

Uji lab pada mencit yang diberi sel tumor hingga beberapa hari sel tumor berkembang. lalu diberi Akar Bajakah dan sel tumor hilang. (Aiman / Kompas TV)

Zat-zat tersebut juga diyakini dapat menyembuhkan tumor ganas. Kabar itu langsung direspons Aysa dan teman-temannya. Mereka mengolah akar tersebut menjadi bubuk.

Proses pembuatannya sederhana. Akar Bajakah dikeringkan terlebih dahulu. Dapat secara manual dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Lalu ditumbuk dengan alat tumbuk manual ataupun mesin blender.

“Kami menggunakan alat manual karena belum memiliki alat,” ucap gadis berkulit cerah itu. Bubuk tersebut lantas dikemas mirip teh.

“Mengonsumsinya cukup diseduh layaknya minum teh dengan takaran 1 gram bubuk Akar Bajakah dicampur dengan 500 mililiter air,” jelasnya.

Uji coba dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Mereka memberikan ramuan Akar Bajakah tersebut kepada mencit atau tikus putih. Ternyata, selama sekitar dua minggu, sel tumor yang ada di tikus putih menghilang.

“Bahkan, tikus itu dapat tumbuh besar dan berkembang biak. Sel tumor yang sebelumnya positif, menjadi nol sentimeter,” cerita Anggi, sapaan Anggina Rafitri, yang saat itu juga sedang bersama Aysa.

Beginilah habitat pohon Bajakah yang tumbuh di hutan liar Kalimantan Tengah. Dari akarnya, ditemukanlah obat kanker oleh siswi SMA, Aysa (Aysa Aurealya Maharani) dan Anggi (Anggina Rafitri). (Aiman / Kompas TV)

Pemenang Hasil Karya Ilmiah Di Bandung

Keberhasilan tersebut akhirnya dikemas menjadi karya ilmiah untuk mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Karena cuma mengekspose penelitian di Bandung saja, Yazid mempercayakan temannya saja. Yazid tidak berangkat karena tidak diizinkan ayahnya, Dandin. Namun ternyata menang, dan pemenangnya akan dikirim ke Korea Selatan (Korsel) mewakili Indonesia.

“Di UPI kami mempresentasikan hasil karya ilmiah itu bersamaan dengan beberapa sekolah seluruh Indonesia. Jangankan berpikiran ke Korea, berpikir menang melawan sekolah-sekolah se-Indonesia saja belum tentu,” lanjut Anggi yang lahir di Kota Palangkaraya pada 16 Desember 2002 itu.

Melihat penampilan sekolah-sekolah se-Indonesia membuat mereka sedikit minder. Namun, mereka tetap bersemangat dan percaya diri.

“Tak disangka, kami menjadi perhatian dan menjadi juara, meraih medali emas, terbaik se-Indonesia,” kenang Anggi dengan bangga.

Akar Bajakah (Bajakah roots) setelah dipotong.

Dari 22 Negara, Dapat Medali Emas di Olimpiade Penemuan Kreativitas Dunia

Sukses di Bandung, mereka akhirnya terpilih mewakili Indonesia untuk tampil pada ajang Olimpiade Penemuan Kreativitas Dunia atau World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Kali ini rival mereka adalah perwakilan dari 22 negara sedunia. Ada hal menarik saat ikut kompetisi di Korea, ternyata Yazid juga dilarang ikut oleh orang tuanya. Yazid sama sekali tidak menyesal dilarang berangkat, sebab meski penelitian itu idenya, namun hasil penelitian tetap buah dari kerja sama.

Beban baru makin terasa di pundak mereka. Sebab, mereka kini tak hanya membawa nama sekolah, tapi juga nama negara. “Rasa waswas terasa lebih dibanding sebelumnya. Lantaran yang kami lawan 22 negara,” lanjut Anggi.

Namun, Aysa dan Anggi tak mau kehilangan rasa percaya diri. Keduanya ingin membuktikan bahwa anak-anak Kalteng mampu bersaing di tingkat internasional. Anak-anak Kalteng dapat dikenal masyarakat dunia.

“Kami hanya menampilkan yang terbaik. Kami sudah berusaha. Kami pasrahkan kepada Tuhan, menang atau kalah itu wajar,” tutur Anggi. Untuk kali kedua, mereka mendapat kejutan yang tak disangka. Sebab, karya mereka diumumkan sebagai juara tingkat dunia. Mereka meraih medali emas!

Sertifikat dan Medali Emas yang diraih oleh dua siswi SMAN 2 Palangkaraya Aysa dan Anggi saat menampilkan karya ilmiah di Seoul, Korea Selatan, 25-27 Juli 2019

“Tidak menyangka bisa mengalahkan 22 negara. Kami senang karena bisa membuktikan bahwa anak-anak Kalteng dapat berkreasi dan berinovasi. Mampu bersaing dengan anak-anak di luar Kalteng, bahkan luar negeri,” ujar Anggi bangga.

Dua siswi SMAN 2 Palangka Raya itu berharap kekayaan alam di tanah Dayak dilestarikan dengan baik.

Bila perlu, lanjut mereka, dibudidayakan dan dikembangkan menjadi obat yang beredar luas.

“Kami inginnya penemuan ini dikembangkan dan diketahui masyarakat luas,” ucapnya.

Menurut Anggi, Bajakah tidak hanya mampu menyembuhkan kanker. Tumbuhan tersebut juga dapat digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan tumor ganas, mengurangi radikal bebas dalam tubuh, menangkal radikal bebas, serta meningkatkan kesehatan dan sistem kekebalan.

Untuk Jadi Obat Kanker, Akar Bajakah Harus Melewati Fase-fase Ini

Tumbuhan sebagai obat yang dipastikan bisa menyembuhkan kanker manusia itu haruslah berhasil melewati beberapa fase uji klinis terhadap manusia terlebih dahulu. Dilansir dari situs resmi Cancer Research UK, 13 Ferbuari 2019; berikut adalah lima fase dari uji klinis obat untuk kanker pada manusia.

  • Fase 0

Pada fase ini, ujicoba dilakukan pada sekelompok kecil partisipan, biasanya sekitar 10-20 orang, dengan banyak tipe kanker.

Tes ini mengujikan calon obat dalam dosis yang rendah untuk mengecek apakah berbahaya atau tidak. Pada fase ini, penelitian tidak perlu dilakukan secara acak atau partisipannya dikelompokkan secara acak.

  • Fase 1

Tidak jauh berbeda dengan fase 0, pada fase ini jumlah orang yang dijadikan sampel tes masih dalam kategori kecil, sekitar 20 sampai 50 orang dengan banyak tipe kanker.

Tujuan dari fase ini yaitu menemukan efek samping dan bagaimana obat bereaksi di dalam tubuh orang-orang yang diuji. Sama seperti fase 0, para partisipan dalam uji klinis fase 1 tidak perlu dikelompokkan secara acak.

  • Fase 2

Jumlah partisipan fase ini masuk dalam kategori sedang, dengan melibatkan puluhan orang atau bahkan lebih dari 100 orang. Biasanya uji klinis fase 2 dilakukan untuk satu atau dua tipe kanker, meski kadang bisa lebih dari itu.

Fase ini dilakukan dengan maksud menemukan efek samping dan seberapa efektif terapi bekerja. Tidak seperti fase 0 dan 1, fase 2 biasanya dilakukan secara acak.

  • Fase 3

Fase 3 memiliki sampel besar yang melibatkan ratusan atau ribuan orang. Biasanya, pengujian hanya untuk satu tipe kanker, walaupun sesekali ada yang lebih dari satu.

Tujuan pada fase ini yaitu membandingkan terapi terbaru dengan terapi standar yang biasanya dilakukan. Sampel biasanya dikelompokkan secara acak.

  • Fase 4

Uji coba fase 4 biasanya dilakukan dengan sampel partisipan yang berukuran medium atau besar. Biasanya dilakukan untuk satu tipe kanker atau sesekali lebih. Gunanya untuk manfaat jangka panjang dan efek samping dari terapi yang baru, sehingga uji coba tidak dilakukan secara acak.

Jika sudah melewati fase-fase tersebut, maka Akar Bajakah bisa resmi sebagai obat pembunuh kanker yang pasti dapat diandalkan di planet ini.

Potongan akar pohon Bajakah.

Fakta-Fakta Bajakah

Bajakah sebenarnya adalah sebutan yang digunakan oleh Suku Dayak Kalteng untuk batang pohon yang tumbuhnya menjalar, yang istilah itu akhirnya menjadi bagian atau kelompok keluarga semua jenis pohon-pohonan menjalar. Istilah tanaman bajakah belum merujuk pada jenis spesies tertentu, Berikut beberapa fakta tumbuhan Bajakah.

  • Tanaman Mistis

Tumbuh dalam jumlah terbatas dan hanya ditemukan di wilayah terbatas pula, Bajakah disebut sebagai tanaman mistis. Hal ini karena tidak adanya penelitian secara ilmiah terhadap tanaman yang sudah menjadi obat kanker secara turun-temurun masyarakat Suku Dayak, khususnya di Kalimantan Tengah.

Tidak adanya penelitian ilmiah yang dilakukan sebelumnya, membuat masyarakat setempat mengaitkan adanya manfaat dari tumbuhan bersulur ini dengan hal-hal berbau mistis. Anggapan mistis perlahan berkurang ketika uji laboratorium dilakukan untuk meneliti kandungan dari tanaman yang disebut langka ini.

“Tanaman ini selalu diidentifikasi dengan mistik. Namun, berdasarkan hasil laboratorium yang kami uji, kandungan dalam tanaman ini memang dapat menyembuhkan kanker,” kata guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja SMA N 2 Palangkaraya, Herlina, seperti dikutip dari tayangan Aiman yang disiarkan Kompas TV.

  • Besarnya Kandungan Antioksidan Yang Mencengangkan

Dari uji laboratorium yang dilakukan, Bajakah diketahui memiliki kandungan antioksidan ribuan kali lipat jika dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Selain itu, Bajakah juga teridentifikasi mengandung 40 zat yang bisa mematikan sel-sel kanker dalam tubuh.

Zat-zat itu seperti saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid, dan terpenoid. Peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat, Eko Suhartanto menyebutkan, kandungan-kandungan itu benar ditemukan pada tanaman Bajakah yang diteliti.

Fitokimia atau fitonutrien misalnya, memiliki fungsi bagi kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, memaksimalkan kerja sistem imun, memenuhi kebutuhan vitamin A, mematikan sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, dan mendetoksifikasi senyawa karsinogen.

  • Sembuhkan Kanker Payudara Stadium Akhir

Meski menuai perdebatan dan harus melalui sejumlah uji klinis untuk membenarkan khasiatnya, kesaksian tentang kebenaran fungsi tanaman ini sebagai penyembuh kanker datang dari masyarakat Kabupaten Gunung Mas, Palangkaraya.

Dia adalah Daldin. Menurut pengakuan Daldin, ibunya sembuh dari sakit kanker payudara stadium 4 hanya dengan meminum rebusan tanaman Bajakah, sebagaimana diperintahkan oleh ayahnya.

“Hanya dalam dua minggu reaksi, sebulan sembuh total,” kata Daldin ketika diwawancara oleh Aiman. Sebelumnya, sang ibu sudah menderita kanker payudara selama 10 tahun pada 1970-1980, hingga bagian payudaranya mengeluarkan nanah.

“Sangat parah dan saya melihat sendiri seberapa menderitanya ibu saya. Susu (payudaranya) sudah bernanah dan menetes,” ujarnya. Menolak dilakukan operasi, sang ibu memilih untuk pulang ke rumah dan menjalani pengobatan secara tradisional dengan konsumsi air Bajakah.

Luka itu mongering dan saat diperiksa, kanker dalam payudara ibu Daldin dinyatakan 99 persen sudah tertangani.

Ada 40 macam zat penyembuh kanker dalam kandungan pohon Bajakah.

Pohon Bajakah Tumbuh Liar Di Dalam Hutan Lebat

Pohon Bajakah memiliki batang yang cukup kuat dan besar. Bajakah merambat di ketinggian lebih dari 5 meter hingga mencapai puncak pohon yang menjadi tumpuan rambatnya. Sementara akarnya, ada di tanah yang dialiri air gambut bening kecoklatan, khas hutan Kalimantan.

Pohon Bajakah adalah tumbuhan asli (endemik) pedalaman Kalimantan Tengah dan keberadaannya sudah mulai susah untuk dicari. Untuk mencapai lokasi tanaman ini tumbuh, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari lokasi sekolah.

Awalnya, pihak sekolah enggan menyetujui investigasi kali pertama yang dilakukan jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono karena khawatir terjadi eksploitasi jika informasi ini tersebar.

Akan tetapi, akhirnya pihak sekolah memberikan syarat untuk tak memberi tahu di mana lokasi tumbuhan sehingga Aiman dan tim Kompas TV bisa melihat bajakah secara langsung di dalam hutan.

Bajakah sulit dibedakan dengan tumbuhan lain, hanya saja tanaman ini banyak ditemukan di area hutan yang rimbun di mana sinar matahari sedikit bisa menembus area tersebut.

Jika dipotong, akar pohon Bajakah banyak mengandung air yang biasanya dimanfaatkan warga lokal yang haus ketika masuk hutan, atau sekedar untuk minum.

Bisakah Pohon Bajakah Dibudidayakan?

Peneliti masih menyangsikan apakah jika tanaman Bajakah ini dibudidayakan atau ditanam di tempat budidaya, manfaatnya tetap sama. Hal itu mengingat unsur hara pada tanah di hutan berbeda dengan tanah di perkebunan atau di tempat budidaya.

Namun jika mau, bisa saja unsur hara di tempat budidaya disamakan dengan unsur hara di habitat alamnya. Caranya dengan mengambil sempel atau contoh tanah di tempat Bajakah tumbuh.

Kemudian sempel itu diuji di laboratorium untuk mengetahui zat apa saja yang ada di sampel tanah hutan. Lalu dibuatlah media tanam yang harus memiliki unsur hara yang sama untuk tumbuhan Bajakah yang akan dibudidayakan.

Cara pemanfaatannya untuk obat kanker adalah memotong bagian akarnya menjadi hanya sepanjang kira-kira 20 cm. Kemudian akar tersebut dijemur atau dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah kering kemudian potongan akar itu dicacah atau diiris, atau dapat juga menjadikannya lebih halus dengan cara ditumbuk atau di blender menjadi serbuk.

Setelah akar tumbuhan Bajakah dipotong-potong, kemudian akarnya dikeringkan, lalu diiris atau dicacah, kemudian dicampurkan air dan direbus, setelah itu didinginkan dan siap untuk dikonsumsi.

Untuk mengkonsumsinya, bubuk atau irisan akar tersebut direbus dengan air di atas api kecil selama sekitar 30 menit, atau setelah larutan kimia alami dalam akar bajakah larut dalam air rebusan, yaitu warna air rebusan hingga menjadi coklat atau kekuningan, seperti air teh, kemudian dikonsumsi oleh penderita kanker secara teratur.

Air rebusan memiliki warna dan rasa seperti teh yang hambar itu bisa juga diminum sebagai pengganti air minum harian. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, mengonsumsi air ini secara rutin selama 2 bulan berturut-turut dapat menghilangkan tumor di tubuh seseorang.

Ramuan tumbuhan Bajakah ini sudah terkenal oleh para tetua adat di Kalimantan tengah, dan juga dipakai oleh penduduk lokal sebelumnya, tak hanya untuk kanker tapi untuk sakit lainnya karena kandungan anti-oksidannya yang tinggi.

Dalam beberapa kasus penderita kanker sebelum dilakukan penelitian ini, pasien dengan kanker payudara hingga Stadium-4, dimana payudara sudah mengeluarkan nanah dapat sembuh total!

Para peneliti akan merahasiakan lokasi atau wilayah tempat pohon yang luar biasa ini tumbuh. Hal ini dilakukan untuk menghindari eksploitasi besar-besaran oleh orang-orang atau pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, agar tumbuhan ini dapat tetap terjaga di habitatnya dan juga untuk menjaga kelestarian hutan di wilayah yang dirahasiakan itu.

Banyak Dijual dengan Harga Rp 2 Juta Perkilogram, Kayu Bajakah Dikhawatirkan Punah

Berdasarkan temuan tiga siswa dari SMAN 2 Kota Palangkaraya itu, yang menjadi viral, tanaman Bajakah kini terancam punah. Banyak orang kini mulai masuk ke dalam hutan di Kalimantan Tengah untuk menebang pohon Bajakah dan menjualnya.

Tanaman Bajakah adalah tanaman yang sulit dibudidayakan karena tumbuh di lahan gambut dan suhu lembab, di mana sinar matahari sangat minim. Oleh karenanya, menebang pohon ini secara berlebihan jelas akan membuat tanaman ini akan segera habis dalam waktu dekat.

Kayu Bajakah pun kini sudah beredar di internet dan dijual online. Ada yang menjual Rp 40 ribu per 100 gram. Ada juga yang menjual Rp 450 ribu hingga Rp 2 juta per Kg.

Butuh waktu lama, tahunan, puluhan, bahkan ratusan tahun untuk tumbuh dan hanya dalam beberapa hari akan ‘lenyap’ seluruh Bajakah berbagai jenis dari hutan Borneo. Musnah sudah tanaman harapan untuk kesembuhan umat manusia ini.

Bila eksploitasi terhadap Bajakah terus berlanjut, maka dalam waktu dekat pohon itu tidak akan lagi tersisa di tanah leluhur suku Dayak karena habis untuk memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa memperhatikan kelestarian hutan.

Ada Bahaya Lain Yang Fatal Mengintai Dibalik Pohon Bajakah

Seperti yang telah ditulis di atas, Bajakah sebenarnya adalah sebutan bagi batang pohon yang tumbuhnya menjalar, dan akhirnya pengertiannya jadi meluas, yaitu menjadi sebutan bagi nyaris semua pohon yang tumbuhnya menjalar di Kalteng.

Istilah itu akhirnya menjadi sebutan untuk semua kelompok atau keluarga jenis pohon-pohonan menjalar. Sementara itu, Bajakah justru ada pula yang beracun, maka bijaksanalah sebelum jatuh korban. Maksud hati ingin sembuh, tapi justru mempercepat kematian. (2019 IndoCropCircles.com / courtesy: Aiman & Kompas group).

Pustaka:


VIDEO:

Siswa Juara Dunia Penyembuh Kanker:


Artikel Lainnya:

Heboh Pil Kontrasepsi Pria Ditemukan Ilmuwan Indonesia, Perusahaan Farmasi Besar “Ngiler”


Buah Sirsak, Pembunuh Kanker Yang Khasiatnya Disembunyikan Pabrik Obat!


Informasi Yang Selama Ini Disembunyikan: Biji Anggur Sebagai Obat Anti Kanker!


Fakta Ganja: Obat Kanker Masa Depan!


[KEKUATAN PIKIRAN] TERKUAK: Hebat! Kanker Sembuh Total Hanya Dalam 3 Menit!!


Inilah “Ayahuasca”, Tanaman Hutan Amazon Yang Mampu Bunuh Kanker!


Inilah 6 Makanan Jahat Utama Biang Keladi Penyebab Kanker


Saat Radiasi Ponsel Bisa Sebabkan Kanker & Kemandulan


Enzim Pemicu Kanker Prostat & Payudara Telah Teridentifikasi

KANKER PAYUDARA: Fakta Terselubung, Cara Deteksi, Hindari dan Gejala serta Makanan Yang Memicunya

Ilmuwan: Jahe, Obat Kanker Prostat & Kanker Leukemia!

Buku Medis Tua 1765: “Biji Makasar” Obat Kanker, Parasit, Disentri dan Malaria

Hanya Dengan Antibiotik, Gadis 8 Tahun Bantu Temukan Obat Kanker

Bawang Putih Mentah Turunkan Risiko Kanker Paru-Paru Hingga 44 Persen!

Kanker Stadium-4, Gadis Cilik ini Sembuh Karena Terapi Alkalis Memakan Sayur dan Buah

Wow! Cacing Nematoda Bisa Deteksi Kanker Dini Dengan Akurasi 95%

Zat Dalam Minyak Zaitun Extra Virgin Bisa Bunuh Kanker Dalam 30 Menit

Tanpa Obat, Ternyata Protein di Tubuh Manusia Bisa Hancurkan Kanker

Misteri Hubungan Kopi Sebagai Penyembuh Kanker

Bahaya Fluoride Dalam Air Minum: Picu Kanker & IQ Rendah

Wow! 98 Juta Rakyat Amerika Telah Terinjeksi Oleh Virus Kanker!

Bahaya GMO Picu Kanker: Indonesia Harus Cegah! Tanaman Trans Genetik Membahayakan Kesehatan


https://wp.me/p1jIGd-9Aq

((( IndoCropCircles.com )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Penyakit & Kesehatan dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.