CoViD19 Mutasi! Serangan Senyap: Ribuan Positif CoViD19 Tanpa Gejala Infeksi

CoViD19 Mutasi! Awas Silent Attack!
Ribuan Posotif CoViD19 Berkeliaran Tanpa Gejala Infeksi dan Virus Mulai Adaptasi, Menyerang Hewan Peliharaan!

Fakta mengenai infeksi virus corona tanpa gejala diungkapkan oleh Perdana Menteri China Li Keqiang. Dia meminta pemerintah memprioritaskan pelacakan pembawa virus corona atau carrier yang tidak memiliki gejala apapun.

Dalam kurun beberapa hari terakhir, awalnya China melaporkan adanya 130 pasien terinfeksi virus Corona yang tidak menunjukkan gejala. Orang-orang yang terdeteksi positif tetapi tanpa gejala, berpotensi menyebarkan virus kepada orang lain, karena mereka terlihat cukup sehat.

Sementara itu, para ilmuwan belum mendapatkan proporsi orang-orang terinfeksi tanpa gejala. Namun, para ilmuwan menduga jumlahnya cukup besar dan menjadi alasan virus ini menjadi pandemi global.

Ternyata, Ribuan Orang Terinfeksi Tanpa Gejala!

Secara total, pada Selasa 31/3/2020 waktu setempat, seperti dilansir Bloomberg pada Rabu 1/4/2020, Cina melaporkan adanya 1.541 pasien Covid-19 tanpa gejala infeksi!

Tapi tidak dijelaskan lebih lanjut apakah orang-orang itu dalam karantina medis atau termasuk orang-orang yang telah pulih dan dibebaskan.

Mengutip Bloomberg, di China, orang yang dinyatakan positif tetapi tidak memiliki gejala, tidak tercatat sebagai kasus terkonfirmasi. Ini bertentangan dengan praktik di negara-negara lain, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura.

Pemerintah Cina mencatat 1.541 kasus COVID-19 yang tidak disertai gejala sama sekali. Dari jumlah itu, sebanyak 205 diantaranya telah dipastikan kasus impor atau penularan dari luar negeri.

Untuk pertama kalinya data tersebut diungkapkan oleh Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), pada Selasa 31 Maret 2020. Mereka melakukannya setelah mendapat desakan dari masyarakat agar lembaga tertinggi kesehatan itu transparan tentang data orang tanpa gejala.

Seperti diketahui, penularan oleh orang-orang yang terinfeksi virus corona CoViD19 namun tak sakit, diduga telah menjadi motor wabah COVID-19 di Cina. Di negara inilah, epidemi pertama terjadi, tepatnya di Provinsi Hubei, sebelum virus penyebab pneumnia akut itu mewabahke seluruh penjuru dunia.

Selama ini, Pemerintah Cina tidak mempublikasikan jumlah mereka. Caixin Global menulis, NHC berjanji selanjutnya akan mencantumkan data tanpa gejala tersebut dalam laporan harian epidemi.

Sementara itu dalam keterangan tertulis Perdana Menteri Cina Li Keqiang yang diterima ANTARA, pada Rabu 1 April 2020, menekankan pentingnya upaya pengendalian virus lebih ketat lagi, meskipun jumlah gejala infeksi berhasil dikendalikan.

Di Cina, beberapa orang yang tidak memiliki gejala klinis COVID-19 namun hasil pemeriksaan ternyata positif, umumnya dikarantina di pusat isolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dirawat dan dikategorikan dalam kasus positif yang disertai gejala selama menjalani karantina.

CoViD-19 Mulai Beradaptasi: Sudah Bisa Menyerang Hewan Peliharaan

Sementara itu, seekor kucing peliharaan milik seorang pasien COVID-19 di Hong Kong telah dinyatakan positif terjangkit virus corona CoViD19, demikian disampaikan pemerintah Hong Kong, pada Selasa, 31 Maret 2020.

Kucing peliharaan itu dikarantina di fasilitas pemeliharaan hewan yang berlokasi di Pelabuhan Hong Kong pada Senin 30 Maret 2020, setelah sang pemilik dikonfirmasi terinfeksi COVID-19.

Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) pemerintah SAR Hong Kong mengumpulkan sampel dari kucing tersebut untuk diperiksa. Hasil uji pada sampel rongga mulut, hidung serta anus menyatakan bahwa hewan itu positif terinfeksi COVID-19.

Kucing tersebut belum menunjukkan gejala apa pun, ujar seorang juru bicara AFCD. Namun, pihak departemen akan terus memantau mamalia itu dan melakukan tes COVID-19 berulang kali, katanya.

Kucing ini merupakan hewan ketiga yang dinyatakan positif COVID-19 di Hong Kong, setelah dua ekor anjing dinyatakan positif pada tingkat yang lemah atau positif setelah menjalani tes berulang kali untuk virus tersebut.

AFCD akan terus bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Hong Kong dalam menangani kasus-kasus terkait, kata juru bicara itu.

Guna menjamin kesehatan masyarakat dan hewan, AFCD menyarankan agar mamalia peliharaan, seperti anjing dan kucing, yang tinggal bersama orang yang telah dikonfirmasi terinfeksi COVID-19, menjalani karantina di fasilitas AFCD.

Lebih lanjut, juru bicara itu menekankan bahwa saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan bisa menjadi sumber infeksi COVID-19. Para pemilik hewan peliharaan diminta selalu menjaga kebersihan dengan baik dan tidak boleh meninggalkan hewan peliharaan mereka dalam kondisi apa pun! (2020 IndoCropCircles / berbagai sumber)

Pustaka:


Artikel Lainnya:

CoViD-19 “Made in” Laboratorium Amerika Serikat

Wabah Virus CoViD-19 Belum Usai, Flu Burung Varian Ganas H7N3 Sudah Mengancam Dunia!

Fakta Sejarah: 10 Senjata Kimia Yang Dipakai AS dan Sekutunya Yang Mereka Tak Ingin Anda Mengetahuinya

Sedikit Yang Tahu! Flu Outbreak 2018, Ratusan Tewas: Wabah Flu H3N2 Mendunia!

Misteri CoronaVirus CoV-2019: Mengangkat Misteri Virus “Mahkota Baru” Secara Ilmiah

Laboratorium Amerika Kembangkan 324 Senjata Biologis!

MERS Kembali Mewabah: Corona Virus Mirip SARS Yang Misterius

Awas! Lewat Nyamuk, Virus Zika Buat Bayi Keterbelakangan Mental Melalui Radang Otak!

[WASPADA] Indonesia Peluang Tinggi: Virus Mematikan “Nipah” (NiV) Mewabah Bisa Ancam Dunia!

Nyamuk “Culex” Ada Di Indonesia: Menyerang Anak, Merusak Otak, Bikin Generasi Bego!

Mencari Jalan Pengobatan: Virus Flu Burung Buatan Manusia Muncul di Jurnal Ilmiah

Menguak Konspirasi Jahat AS Terhadap Indonesia, Tentang Virus Flu Burung (H5N1)

Kontroversi Mantan Menkes Endang Rahayu, NAMRU dan Bisnis AS di Indonesia

[Bio-Weapon] Virus Zika Disebarkan Oleh Nyamuk Trans-Genetika

MERS, Corona Virus Mirip SARS Yang Misterius

Penyakit Ganas Baru: “Chagas” Penyakit Versi AIDS Yang Kedua?

Virus Misterius Mirip AIDS Incar Orang Asia!

Obat AIDS: Melittin di Racun Lebah Bisa Bunuh Virus HIV

[Obat AIDS Ditemukan] Akhirnya, Pertama Kali HIV Berhasil Hilang Total Pada Binatang Hidup!

Pengakuan Ilmuwan: Ada Hubungan Vaksin MMR dan Autisme

Indonesia Harus Waspadai Ancaman Teroris Biologi

Waspada! Flu Outbreak, Ratusan Tewas: Wabah Flu H3N2 Mendunia!

Ditemukan! Virus “Bodoh” Yang Dapat Mengubah Sifat dan Kepribadian Manusia

Virus Ebola Mematikan dan Tiada Obatnya, Lebih Dari 5.000 Orang Sudah Tewas!

Virus Raksasa Teraneh Sejagad Ini Mungkinkah Alien?

Ditemukan: Virus Penyebab Kegemukan (Obesitas)

Depopulasi Dunia: Pesawat Semprot Zat Kimia Berupa “Chemtrails” di Angkasa

[SCIENCE] Mengapa Babi Haram Dimakan? Life Will Find The Way!


https://wp.me/p1jIGd-9OB

((( IndoCropCircles.com )))

Pos ini dipublikasikan di Penyakit & Kesehatan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke CoViD19 Mutasi! Serangan Senyap: Ribuan Positif CoViD19 Tanpa Gejala Infeksi

  1. ipanase berkata:

    semoga cepat reda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.