CoViD-19 Belum Usai, Muncul Virus H7N3 Yang Ancam Amerika

Wabah Virus CoViD-19 Belum Usai, Flu Burung Ganas H7N3 Mulai Ancam Amerika Serikat

Di dalam siaran resminya yang dikutip pada Sabtu 11 April 2020, Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) atau Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture), mengkonfirmasi adanya virus flu burung (avian flu) varian terbaru yaitu H7N3 yang tingkat keganasannya tinggi atau HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza).

Kasus baru virus flu burung H7N3 yang tergolong ganas ini, ditemukan pada ayam kalkun di wilayah Carolina Selatan, tepatnya di sebuah peternakan di Chesterfield County, Virginia, AS.

Peristiwa ini adalah kasus HPAI yang dikonfirmasi pertama pada unggas komersial yang berada di Amerika Serikat sejak 2017. Virus flu burung atau avian flu H7N3 itu disebutkan dari jenis yang ganas dan bersifat patogen atau HPAI ini, sangat cepat menyerang ‘host’ atau inangnya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c6/Virginia_in_United_States.svg/320px-Virginia_in_United_States.svg.png

Virginia, AS

Tampaknya strain HPAI ini, awalnya bermutasi dari strain patogen level rendah atau tak begitu berbahaya atau LPAI (Lowly  Pathogenic Avian Influenza) yang sebelumnya telah ditemukan pada unggas di daerah itu baru-baru ini.

Kondisi Amerika Serikat benar-benar tragis, setelah setengah juta penduduk terifeksi Virus Corona atau COVID-19, kini negara “adi kuasa” itu diserang Virus HPAI H7N3.

Avian Flu HPAI H7N3 belum terdeteksi menginfeksi manusia

Meski begitu, Departemen Pertanian memastikan virus H7N3 yang ganas itu tak terdeteksi, atau belum ditemukan pada manusia, dan tidak ada masalah pada kesehatan masyarakat.

“Perlu diingat bahwa penanganan dan pemasakan unggas dan telur yang tepat harus pada suhu internal 165°F atau 75°C, untuk membunuh bakteri dan virus,” tulis APHIS.

Sejauh ini, kawanan kalkun yang terinfeksi telah mengalami peningkatan kematian. Sampel diuji di Pusat Diagnostik Hewan Clemson (Clemson Veterinary Diagnostic Center), yaitu lembaga bagian dari Jaringan Laboratorium Kesehatan Hewan Nasional (The National Animal Health Laboratory Network / NAHLN), dan kemudian dikonfirmasi di Laboratorium Layanan Hewan Nasional milik APHIS (APHIS National Veterinary Services Laboratories / NVSL) di Ames, Iowa, AS.

“Isolasi virus H7N3 sedang berlangsung dan APHIS akan terus bekerja sama dengan Kantor Dokter Hewan Negara Bagian South Carolina (the South Carolina State Veterinarian’s Office), bagian dari Universitas Clemson, pada tanggapan insiden bersama,” tulis APHIS.

Pejabat negara mengkarantina tempat yang terkena dampak, dan unggas-unggas di properti itu dimusnahkan (depopulated) untuk mencegah penyebaran penyakit. Diupayakan unggas dari kawasan ini tidak akan memasuki sistem olahan makanan manusia.

Sebagai bagian dari rencana respons flu burung yang ada, mitra Federal dan pemerintah negara bagian bekerja bersama dalam pengawasan tambahan dan pengujian di daerah terdekat.

ARS mengembangkan kalkun Beltsville Small White sebagai respons terhadap permintaan konsumen. Ini mendominasi pasar dan mengubah cara orang Amerika berpikir tentang Thanksgiving. (USDA Agricultural Research Service)

Avian Flu HPAI H7N3 patut diwapadai AS bahkan dunia

Amerika Serikat memiliki program pengawasan AI (Artificial Intelligence) terkuat di dunia, dan USDA bekerja dengan mitranya untuk secara aktif mencari penyakit dalam operasi unggas komersial, pasar burung hidup dan populasi burung liar yang bermigrasi.

USDA akan melaporkan temuan ini kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (the World Organisation for Animal Health / OIE) serta mitra dagang internasional. USDA juga terus berkomunikasi dengan mitra dagang untuk mendorong kepatuhan terhadap standar OIE dan meminimalkan dampak perdagangan.

Pedoman perdagangan OIE menyerukan kepada negara-negara untuk mendasarkan pembatasan perdagangan pada informasi sains dan, jika mungkin, membatasi larangan pada hewan dan produk hewani dalam wilayah yang telah ditentukan, yang berisiko menyebarkan penyakit yang memprihatinkan ini.

Semua pemilik unggas, baik produsen komersial atau penghobi ternak unggas di belakang pekarangan, harus terus mempraktikkan keamanan biologi atau biosecurity yang baik, mencegah kontak antara unggas peliharaan maupun unggas liar, dan melaporkan unggas yang sakit atau kematiannya yang tidak biasa kepada pejabat negara bagian atau Federal, baik melalui dokter hewan negara mereka atau melalui USDA.

Luka pada ayam setelah infeksi eksperimental dengan virus HPAI Meksiko H7N3 terdeteksi pada postinokulasi di hari kedua. (a) Meringkuk dan edema jaringan periorbital; (b) Pendarahan dibawah kulit (subcutaneous hemorrhage) pada warna kulit ayam dan jengger dan konjungtivitis pada mata dan pembengkakan daerah periorbital; (c) Pendarahan dibawah kulit pada betis kaki; (d) Lendir di pangkal tenggorokan (larynx); (e) Pendarahan berupa bintik kecil berwarna merah atau ungu (petechial hemorrhages) yang disebabkan oleh pendarahan di kulit pada otot dada.

Lebih dekat dengan Avian Flu HPAI H7N3

Subtipe virus influenza A H7N3 (A/H7N3) adalah subtipe dari spesies virus Influenza A (kadang-kadang disebut virus flu burung atau bird flu).

Di Amerika Utara, pada Februari 2004, kehadiran H7N3 dikonfirmasi di beberapa peternakan unggas di British Columbia. Kemudian peternakan memusnahkan ternak ayam mereka untuk menghentikan penyebaran virus.

Dua orang, keduanya pekerja unggas, ternyata telah terinfeksi dan memiliki gejalanya termasuk konjungtivitis dan penyakit ringan seperti influenza. Keduanya pulih sepenuhnya dan diobati dengan Oseltamivir.

Di Inggris, pada tahun 1963, H7N3 pertama kali ditemukan di Inggris, pada hewan ayam kalkun. Kemudian hilang pada tahun 1979. Namun untuk pertama kalinya sejak 1979, H7N3 kembali ditemukan di Inggris pada bulan April 2006.

Virus ini menginfeksi burung dan satu pekerja unggas (salah-satu gejalanya adalah konjungtivitis) di Witford Lodge Farm, Norfolk, England. Oseltamivir digunakan untuk pencegahan dan 35.000 ayam dimusnahkan.

Flu burung adalah penyakit virus unggas yang sangat mematikan. Tampak flu burung H7N3 di jantung kalkun. Courtesy: Dr. John Bingham / LCNA (25 Feb 2004)

Pada tahun 2005, H7N3 terdeteksi di kotoran burung yang bermigrasi di Taiwan. Pada tanggal 27 September 2007, wabah H7N3 lain terdeteksi dalam operasi unggas di Saskatchewan, Kanada.

Badan Inspeksi Makanan Kanada (The Canadian Food Inspection Agency) telah mengumumkan euthanisasi kawanan domba, dan desinfeksi semua bangunan, perlengkapan, bahan dan peralatan yang bersentuhan langsung dengan unggas atau kotorannya.

Pada bulan Juni 2012, wabah ditemukan di sekitar 10 peternakan di Jalisco, Meksiko. Lebih dari 6 juta unggas yang diperiksa, 1,7 juta diantaranya ditemukan sakit. Daerah ini terutama memproduksi lapisan dan memasok telur. Namun virus tidak ditularkan dari ayam ke telurnya.

Maka, kemunculan virus flu burung H7N3 saat ini patut diwapadai oleh Amerika Serikat, sebab di Amerika pernah menjadi negara terparah serangan virus flu burung. Bahkan pada tahun 2014 dan 2015 sebanyak 50 juta unggas mati termasuk ayam-ayam petelur. (2020 IndoCropCircles.com)

Pustaka:

Histopatologi dan pewarnaan imunohistokimia (immunohistochemical) untuk antigen virus avian influenza pada jaringan ayam yang terinfeksi HPAI H7N3 Meksiko (Mexican H7N3 HPAI)

Pohon Filogenetik (Phylogenetic tree) menggambarkan kesamaan antara urutan nukleotida dari gen H7 HA dari isolat yang digunakan dalam penelitian ini (panah). Urutan diselaraskan dengan program Clustal V (Lasergene, version 10.0; DNAStar, Madison, WI). Analisis filogenetik untuk gen H7 dilakukan dengan PAUP *, versi 4.0b10 (Sinauer Associates, Inc., Sunderland, MA), menggunakan metode pembuatan pohon parsimoni maksimum dengan pencarian heuristic dan 500 bootstrap replicates.


Artikel Lainnya:

CoViD-19 Diduga “Made in” Laboratorium Amerika

Laboratorium Amerika Kembangkan 324 Senjata Biologis!

Fakta Sejarah: 10 Senjata Kimia Yang Dipakai AS dan Sekutunya Yang Mereka Tak Ingin Anda Mengetahuinya

Misteri CoronaVirus CoV-2019: Mengangkat Misteri Virus “Mahkota Baru” Secara Ilmiah

MERS Kembali Mewabah: Corona Virus Mirip SARS Yang Misterius

Awas! Lewat Nyamuk, Virus Zika Buat Bayi Keterbelakangan Mental Melalui Radang Otak!

[WASPADA] Indonesia Peluang Tinggi: Virus Mematikan “Nipah” (NiV) Mewabah Bisa Ancam Dunia!

Indonesia Harus Waspadai Ancaman Teroris Biologi

Waspada! Flu Outbreak, Ratusan Tewas: Wabah Flu H3N2 Mendunia!

Ditemukan! Virus “Bodoh” Yang Dapat Mengubah Sifat dan Kepribadian Manusia

Virus Ebola Mematikan dan Tiada Obatnya, Lebih Dari 5.000 Orang Sudah Tewas!

Virus Raksasa Teraneh Sejagad Ini Mungkinkah Alien?

Ditemukan: Virus Penyebab Kegemukan (Obesitas)

Depopulasi Dunia: Pesawat Semprot Zat Kimia Berupa “Chemtrails” di Angkasa

[SCIENCE] Mengapa Babi Haram Dimakan? Life Will Find The Way!


https://wp.me/p1jIGd-9OS

((( IndoCropCircles.com )))

Pos ini dipublikasikan di Penyakit & Kesehatan dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke CoViD-19 Belum Usai, Muncul Virus H7N3 Yang Ancam Amerika

  1. ipanase berkata:

    merinding menyimak konspirasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.