6 Fakta Merah Putih Telah Berkibar di Masa Lampau, Bahkan Sejak 13 Abad Lalu

6 Fakta Pernah Berkibarnya Bendera Merah Putih Pada Masa Lampau, Bahkan Sejak 13 Abad Yang Lalu!

Bendera Merah Putih merupakan salah satu lambang negara yang harus dihormati. Merah berarti berani, putih berarti suci. Secara etimologi, bendera merupakan secarik kain kibaran yang berwarna, kadang juga bergambar dan/atau bertulisan, yang dikibarkan sebagai lambang cita dan tanda kehormatan dari yang menggunakan. Kata bendera itu sendiri berasal dari Bahasa Portugis, yaitu Bandara yang berarti kibaran cita.

Nah, dibalik berkibarnya Bendera Merah Putih sebagai bendera negara, ada banyak fakta yang menyimpulkan bahwa Bendera Merah Putih memang sudah pernah berkibar ratusan tahun lalu di tanah Indonesia. Jadi bukan barang baru lagi jika Bendera Merah Putih menyimpan segudang sejarah yang harus kita ketahui. Berikut kami bahas fakta-fakta berkibarnya merah putih sejak 13 abad yang lalu.

1. Kerajaan Majapahit
(Merah Putih Berkibar Menjadi Panji Kerajaan)

Merah Putih, Panji Kerajaan Majapahit

Hingga kini, panji Majapahit Merah Putih masih digunakan dan tampak berkibar di ujung halauan kapal latih TNI-AL, KRI Dewa Ruci.

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia. Wilayahnya pada masa lalu bahkan lebih dari luasnya Pulau Jawa, Pulau Sumatera, sebagian Pulau Kalimantan, Semenanjung Malaya, dan sebagian wilayah Indonesia Timur hingga kepala burung Pulau Papua.

Di masa jayanya, Kerajaan Majapahit sudah menggunakan warna merah dan putih sebagai bendera kerajaan yang pada masa lalu dikenal sebagai “Panji”. Hal ini diketahui dari umbul-umbul yang biasa mereka gunakan, yang disebut sebagai Umbul-umbul “Abang Putih” (Merah Putih).

Warna merah dan putih itulah yang menjadi warna panji-panji prajurit Kerajaan Majapahit kala itu.

Filosofi ini juga tampak pada penamaan pasukan Kerajaan Majapahit yang dinamakan “Prajurit Gula Kelapa”. Gula Kelapa itu berwarna merah dan terbuat dari sari buah kelapa yang berwarna putih.

Hingga kini, panji Majapahit Merah Putih masih digunakan, tampak di ujung halauan kapal latih TNI-AL, KRI Bima Suci 945.

Selain itu, prajurit Majapahit ada juga yang menyebutnya sebagai “Prajurit Getih-Getah” yang bermakna Getih (darah) berwarna merah, dan Getah berwarna putih.

Bahkan pada masa kini, panji kebesaran Kerajaan Maritim Majapahit yang terkenal sebagai kerajaan penguasa wilayah kepulauan terbesar atau Kerajaan Maritim terbesar di planet Bumi yang disegani dan dihormati, karena armada lautnya yang besar dan kuat, yang pada masa lampau membentang hampir sebesar wilayah ASEAN, masih dipakai hingga saat ini.

Panji Majapahit masih dipakai armada laut Indonesia, yaitu oleh armada-armada kapal latih dan tempur Angkatan Laut Indonesia atau TNI-AL sebagai panji yang berkibar di ujung halauan kapal-kapal perang mereka sebagai “pengingat” kejayaan kerajaan maritim terbesar, Kerajaan Majapahit hingga kini.


2. Candi Borobudur
(Merah Putih Berkibar 13 Abad yang Lalu)

Foto kiri, Panji Merah Putih di relief Candi Borobudur. Kanan, dari jarak dekat.

Candi Borobudur juga tak ketinggalan memberikan bukti lekatnya warna merah dan putih terhadap sejarah Bangsa Indonesia. Candi yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra pada abad ke-8 Masehi ini, memiliki bukti relief di salah satu dindingnya.

Pada relief itu menggambarkan tiga orang hulubalang sedang membawa umbul-umbul berwarna gelap dan terang, arkeolog meyakini warna tersebut melambangkan warna merah dan putih.

Keterangan untuk ukiran tersebut menyebutnya sebagai “Pataka” atau Bendera. Catatan-catatan lain di sekitar Borobudur juga sering menyebut Bunga Tunjung Mabang (Merah) dan Bunga Tunjung Maputeh (Putih).

Ukiran yang sama juga tampak di dinding Candi Mendut, tidak jauh dari Candi Borobudur, yang kurang lebih bertarikh sama. Ini berarti, merah putih sudah dikibarkan 13 abad yang lalu.


3. Kerajaan Bone
(Merah Putih Berkibar di Timur Indonesia)

Merah dan Putih menjadi lambang kekuasaan dan kebesaran Kerajaan Bone.

Kerajaan Bone didirikan tahun 1330 Masehi dan setelahnya mengalami penaklukkan oleh Kerajaan Gowa yang berpusat di Makassar. Untuk memperoleh kemerdekaan, Kerajaan Bone harus menunggu sampai tahun 1669 di bawah pimpinan Arung Palakka.

Saat itu Arung Palakka berhasil mengembangkan Bugis menjadi kekuatan maritim besar. Untuk memperoleh kemerdekaan Bone, Arung Palakka bersekutu dengan Belanda untuk mengalahkan Kerajaan Gowa.

Menariknya, bendera berwarna merah dan putih pernah berkibar dalam persekutuan Kerajaan Bone dan Belanda ini. Hal itu diketahui dari penemuan bendera dan lambang Kerajaan Bone oleh Perelaer di pertengahan abad ke-19.

Sebelum era Arung Palakka, bendera Merah dan Putih menjadi lambang kekuasaan dan kebesaran Kerajaan Bone. Bendera Bone itu dikenal dengan nama “Woromporang”.


4. Sisingamangaraja XII
(Merah Putih Berkibar di Tanah Batak)

Bendera merah dan putih pernah menjadi bendera perang Sisingamangaraja.

Sisingamangaraja merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Beliau adalah tokoh pemersatu. Dinasti Sisingamangaraja yang dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 Masehi mulai memerintah.

Kemudian ada 12 orang yang melanjutkan Dinasti Sisingamangaraja, dan yang paling dikenal adalah Sisingamangaraja XII yang ditampilkan dalam mata uang Rp. 1000,- oleh Bank Indonesia.

Apa keterkaitan Sisingamangaraja dengan bendera merah putih? Ternyata warna merah dan putih pernah menjadi bendera perang mereka. Bendera perang tersebut bergambarkan pedang kembar berwarna putih, dengan warna putih sebagai warna dasar serta warna merah yang menyala.

Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Sedangkan dua pedang kembar ini melambangkan “Piso Gaja Dompak”, yaitu pusaka raja-raja Sisingamangaraja I sampai dengan Sisingamangaraja XII.


5. Aceh Darussalam
(Merah Putih Sebagai Lambang Perlawanan Pada Belanda)

Paear pejuang Aceh memakai umbul-umbul berwarna merah dan putih sebagai bendera perlawanan pada Belanda.

Aceh merupakan salah satu wilayah yang cukup sulit ditaklukkan oleh Belanda, padahal posisinya sangat strategis sebagai pusat pertemuan laut dan perdagangan di Semenanjung Malaka.

Saking susahnya, pemerintah Belanda sampai mengirim intelijen khusus, Prof. Chrinstian Snouck Hurgronje untuk melakukan pengamatan di Aceh guna mengetahui kekuatan lawan dari dalam.

Selama melakukan perlawanan, pejuang-pejuang Aceh memakai umbul-umbul berwarna merah dan putih sebagai bendera perlawanan. Dalam bendera itu tergambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Qur’an yang disematkan dalam bendera tersebut.


6. Pangeran Diponegoro
(Merah Putih Lambang Perlawanan Pada Belanda di Perang Jawa)

Pangeran Diponegoro memakai umbul-umbul Merah Putih sebagai lambang perlawanan pada Belanda di Perang Jawa

Bendera berwarna merah dan putih juga pernah berkibar di era perjuangan Pangeran Diponegoro. Beliau merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yang banyak menginspirasi Bangsa Indonesia.

Beliau sebenarnya memiliki darah bangsawan yang seharusnya memberikannya akses mudah untuk berhubungan dengan Belanda. Namun, sebagai seorang pribumi, Pangeran Diponegoro lebih suka membela rakyat kecil ketimbang harus bersahabat dengan Belanda.

Di tahun 1825-1830 Masehi, beliau mengibarkan perang terhadap Belanda yang dikenal sebagai Perang Jawa. Meski pada akhirnya Pangeran Diponegoro harus kalah karena dicurangi dan dikhianati, namun api perlawan Pangeran Diponegoro ini cukup dikenang hingga sekarang.

Nah, dalam Perang Jawa inilah panji-panji berwarna merah dan putih sudah pernah berkibar juga sebagai sebagai bendera perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap Belanda.

Demikianlah fakta-fakta pernah berkibarnya Bendera berwarna Merah Putih pada masa lampau, bahkan sejak 13 abad yang lalu. Ternyata pemilihan warna merah dan putih sebagai bendera kenegaraan memang tidak sembarangan!

Karena warna merah dan putih ternyata memang sudah memiliki akar yang kuat dengan Bangsa Indonesia ini. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menjaga agar bendera Merah Putih sebagai lambang martabat dan kehormatan Indonesia, selalu berkibar sepanjang masa di tanah tumpah darah yang tercinta ini. (IndoCropCircles.com / berbagai sumber).


Artikel Lainnya:

Misteri “Negeri Ophir” Yang Kaya Emas Dalam Kitab, Apakah Di Sumatera?

Misteri Tanah Punt: Ada Hubungan Firaun dengan Suku di Bengkulu?

Leluhur Suku Sunda dan “Salakanagara”, Kerajaan Tertua Nusantara

Misteri Pada Masa Lalu, Ternyata Australia Pernah Jadi Bagian dari Nusantara

Misteri Pulau Jawa: Bentuk Selatan Pulau Bingungkan Penjelajah Samudra Abad 16

Inilah Sejarah Majapahit Yang Terkubur dan Dilupakan

Kekalahan memalukan tentara Mongol di tanah Jawa

Manusia Jawa Purba Pernah Mendiami Eropa 700.000 Tahun Lalu

Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi?

Mungkinkah, Nusantara adalah The Atlantis yang Hilang dan Kini Dicari?

9 Artefak Gunung Padang Cianjur Yang Misterius

Konspirasi: “Mystery of The National Treasures of Indonesian Kingdoms”

Misteri “Lan Fang”, Negara Republik Pertama Di Indonesia Bahkan Asia Tenggara

Asal Mula Nama Indonesia

Inilah Perang Terlama di Indonesia Yang Luput Dari Sejarah

Borobudur Peninggalan Sulaiman Dan Yahudi Adalah Keturunan Bangsa Jawa?

Misteri Hilangnya Ratusan Kepala Arca Candi Borobudur

Misteri Candi Bodobudur Indonesia

Misteri Ras Manusia Berekor dan Suku Kanibal di Borneo

Misteri: Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua

Misteri, Kontroversi dan Konspirasi Pembunuhan RA Kartini

Riwu Ga, Aksi Bocah Tak Terkenal Ini Membuat Indonesia Merdeka Oleh Proklamasi Sukarno

32 Fakta-Fakta Unik Tentang Indonesia

Misteri Harta Karun Ribuan Ton Emas Rampasan Jepang di Indonesia

Misteri Wentira: Salah Satu Wilayah Paling Mistis di Indonesia

Misteri Suku Lingon: Bermata Biru di Belantara Hutan Indonesia

Suku Cia-cia Indonesia, Sejak Dulu Memakai Huruf Korea Hangeul

Misteri Penamaan Gunung Es “Sourabaya” Di Kepulauan Dekat Antartika

Foto-Foto Jejak Tapak Kaki Raksasa Misterius Di Magelang

Wow! Ditemukan Batu-Batu “Gong” Misterius Di Wonosobo

Ditemukan: Gua Yang Mengungkap Sejarah Tsunami di Aceh

Misteri “Suku Kurcaci” Sumatra: Suku Mante dan Orang Pendek

Misteri Arwah Noni Belanda di Lawang Sewu

Misteri “Suara Panggilan” di Penjara Presiden Soekarno

Misteri Kapal “SS Ourang Medan” : Semua Kru Tewas Kaku, Mata Melotot, Dengan Muka Ketakutan!

Kisah Heboh Alan Lamers, Saksi Penculikan Misterius Alien Atau Jin Di Sulawesi

Inilah Pulau Terpencil Paling Utara Jakarta Yang Indah, Berhantu dan Angker

Madagaskar Ditemukan Oleh Wanita Indonesia

8 Kasus Pembunuhan Paling Misterius & Belum Terkuak Di Indonesia

[FOTO] Terkuak: Misteri Luka Jenazah 7 Pahlawan Revolusi!

10 Misteri Indonesia Yang Mungkin Belum Pernah Anda Ketahui Sebelumnya

10 Tempat Paling Angker dan Misterius Seantero Jakarta

Misteri Monas: Wanita Di Obor Api Tugu Monas Jakarta, Nyi Roro Kidul?

Novel Heboh: “The Jacatra Secret” Misteri Satanic Symbols di Jakarta

Star Map Found in Kupang Indonesia

https://wp.me/p1jIGd-a0T

((( IndoCropCircles.com )))

Pos ini dipublikasikan di Misteri Indonesia dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.