Daftar Periodik (Jan-Des): 8 Hujan Meteor Paling Terkenal

komet asteroid meteors comet header

Hujan-Hujan Meteor Paling Terkenal

Hujan meteor atau meteor shower atau disebut juga Shooting star atau Bintang Jatuh, adalah salah satu fenomena alamiah di langit malam yang paling banyak diminati banyak orang sejak ribuan tahun lalu.

Hujan meteor berasal dari debu-debu yang lepas dari sebuah komet saat mulai mendekat ke matahari. Akibat makin panasnya permukaan komet, maka partikel-pertikel es beku yang ada di permukaan komet akan “terpental” menguap ketika itu cukup dekat di bawah panas matahari, biasanya lebih dekat daripada orbit Jupiter.

Hasilnya, track atau alur jejak-jejak lintasan perjalanan komet-komet ini menjadi penuh dengan partikel-partikel yang terpental dari komet-komet tersebut.

Pada saat Bumi melintasi jejak-jejak bekas lintasan komet yang telah lewat untuk mengorbit matahari lalu menjauh lagi dari matahari tersebut, maka partikel-partikel debu itu akan jatuh tertarik ke atmosfir Bumi akibat adanya gravitasi dari Bumi.

Terlihat dari stasiun ruang angkasa, sebuah meteor menyala ketika menyentuh atmosfir Bumi

Nah, akibatnya terjadilah fenomena yang dikenal dengan Hujan Meteor atau Meteor Shower. Namun uniknya tak semua Hujan Meteor selalu terjadi akibat debu dari komet, ada beberapa hujan meteor terjadi oleh debu-debu yang ditinggalkan oleh meteorite itu sendiri. Dalam hal ini maksudnya adalah meteorit yang besar.

Dari banyaknya ‘acara’ meteor shower yang terjadi setidaknya ada 8 hujan meteor paling terkenal. Kedelapan hujan meteor tersebut banyak dinantikan oleh para orang umum, astronom dan khususnya para fotografer.

Sedangkan untuk melihat Tabel Periodik Hujan Meteor (Periodic Table of Meteors Shower) sepanjang tahun, anda dapat melihatnya pada tautan ini. Berikut adalah daftar hujan meteor paling terkenal:

1. Quadrantids

Meteor QuadrantidsDimulai : akhir Desember – awal Januari
Rasi : Quadrans Muralis, constellation Boötes
Asal Hujan Meteor : tak diketahui, sudah ada lebih dari 500 tahun yang lalu

Hujan meteor dengan nama Quadrantids ini adalah hujan meteor tahunan yang selalu muncul di bulan Januari. Namanya berasal dari kwadran muralis (Quadrans Muralis), suatu konstelasi bintang tua yang sekarang merupakan bagian dari rasi Boötes.

Hujan meteor ini sudah lama diobservasi oleh astronom dari China, Jepang dan Korea. Kejadian langit ini ‘menggeliat aktif’ dimulai pada tanggal 28 Desember dan kemungkinan akan berhenti maksimal pada tanggal 12 Januari.

Quadrantids tahun 2013 lalu muncul sekitar tanggal 01 sampai 05 Januari. Sedangkan pada tahun 2014 puncaknya pada 4 Januri. (Quarantids photo gallery)

2. Lyrids

Meteor LyridsDimulai : April
Rasi : constellation Lyra
Asal Hujan Meteor : Comet C/1861 G1 Thatcher

Lyrids adalah hujan meteor yang selalu muncul di bulan April. Karena kemunculannya di bulan ke-4 tersebut, Lyrids disebut juga dengan nama Alpha Lyrids atau April Lyrids. Radiant dari Lyrids berasal dari konstalasi Lyra.

Seperti yang dilansir Huffinton Post, meteor-meteor Lyrids tersebut akan muncul dengan cahaya yang sangat terang seperti halnya bintang-bintang di Big Dipper.

Lyrids adalah hujan meteor yang berasal dari sisa “debu ekor” komet yang ditinggalkan oleh Comet C/1861 G1 Thatcher, yang ditemukan oleh A.E. Thatcher pada 5 April 1861. Biasanya puncak hujan meteor Lyrids akan muncul pada tanggal 22-23 April. (Lyrids photo gallery) (baca: Hujan Meteor Lyrids Ditiap Akhir Bulan April)

3. Eta Aquariids

Meteor Eta AquariidsDimulai : pertengahan April – akhir Mei.
Rasi : constellation Aquarius, dekat bintang Eta Aquarii.
Asal Hujan Meteor : Comet Halley.

Eta Aquariids mulai muncul mulai pertengahan bulan April dan berakhir di akhir bulan Mei. Radiant Eta Aquariids berada di konstalasi Aquarius atau lebih tepatnya berada dekat bintang terang di rasi Aquarius, yaitu Eta Aquarii.

NASA menjelaskan bahwa Eta Aquariids ini adalah pecahan kecil dari komet Halley yang dapat terlihat dari bumi setiap 76 tahun sekali.

Waktu pengelihatan terbaik untuk hujan meteor ini adalah pada saat diatas jam 2 dini hari atau beberapa jam sebelum matahari mulai terbit dari timur. Pada tahun 2013 dan 2014 lalu, puncak Eta Aquariids kembali muncul pada tanggal 5-7 Mei. (Eta Aquariids photo gallery)

4. Delta Aquariids

meteor delta-aquaridsDimulai : pertengahan Juli – pertengahan Agustus
Rasi : constellation Aquarius, dekat bintang Delta Aquarii
Asal Hujan Meteor : Comet Halley

Seperti halnya Eta Aquariids, radiant Delta Aquariids berasal dari konstalasi Aquarius. Komet ini pertamakali diamati oleh seorang astronomer GL Tupman pada tahun 1870.

Seperti yang dilansir Earthsky.com, biasanya pemunculan Delta Aquariids ini akan dibarengi dengan terlihatnya planet Jupiter dan Venus di langit sebelah timur, 3 jam sebelum matahari terbit.

Hujan meteor ini terbagi menjadi dua wilayah, terlihat di belahan bumi Utara dan di Bumi Selatan. Namun pada posisi terlihat dari Bumi bagian selatan, hujan meteor ini lebih banyak dan intens dengan penampakan 15–20 meteor perjam.

Hujan meteor dengan nama Delta Aquariids ini mencapai puncak aktivitas antara tanggal 28 sampai 29 Juli. Sedangkan pada tahun 2014 puncaknya pada tanggal 30 Juli. (Delta Aquarids gallery)

5. Perseids

Perseid Meteors Over Ontario.Image Credit n Copyright by Darryl Van Gaal, Annotation, Judy SchmidtDimulai : Agustus
Rasi : constellation Parseus
Asal Hujan Meteor : comet 109P/Swift-Tuttle

Hujan meteor satu ini dijuluki Shooting Star. Mungkin dari banyaknya hujan meteor yang terlihat dari bumi, Perseids boleh dikatakan salah satu yang terindah. Menurut Wikipedia, Perseids adalah pecahan dari komet Swift-Tuttle. Radiant meteor-meteor ini berasal dari konstalasi Perseus.

Nama Perseids berasal dari nama Rasi bintang Perseus karena hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah Rasi Bintang Parseus. Kecepatan meteor tersebut kira-kira 60 kilometer per jam, dan memiliki kilatan meteor yang terang dengan cahaya yang panjang.

Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet 109P/Swift-Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi. Komet tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1862 itu mengelilingi Matahari setiap 130 tahun sekali. Setiap pertengahan bulan Agustus, Bumi melintasi orbitnya yang mengandung sisa-sisa ekornya yang ditinggalkan. Tahun 2013 dan 2014 lalu, puncak Perseids muncul kembali sekitar tanggal 13 Agustus. (Perseids photo gallery) (baca: Bulan Agustus, Hujan Meteor Perseids)

6. Orionids

meteor orionidsDimulai : pertengahan Oktober – minggu keempat Oktober
Rasi : constellation Orion
Asal Hujan Meteor : comet Halley

Para astronom mengatakan bahwa Orionids ini mempunyai kaitan dengan komet Halley. Radiant meteor-meteor ini berasal dari konstalasi Orion. Orionids adalah hujan meteor tahunan yang selalu muncul di minggu ketiga Oktober.

Orionids adalah hujan meteor paling intense yang dikaitkan dengan komet Halley. Biasanya hujan meteor ini mulai pada minggu keempat atau minggu terakhir di bulan Oktober dengan penampakan 50-70 meteor per jam.

Bagi masyarakat yang tinggal di belahan Bumi utara akan sangat beruntung sekali karena selain dapat melihat Orionids, mereka juga dapat menyaksikan aurora borealis. Di tahun 2013 dan 2014 lalu, puncak Orionids kembali muncul pada tanggal 21 Oktober. (Orionids photo gallery) (baca: Hujan Meteor Orionids Tiap Bulan Oktober)

7. Leonids

meteor leonidsDimulai : November
Rasi : constellation Leo
Asal Hujan Meteor : comet 109P/Swift-Tuttle

Seperti halnya perseids, Leonids juga akan nampak seperti hujan meteor yang intense deras atau disebut juga Shooting Star. Meteor-meteor yang radiant-nya berasal dari konstalasi Leo ini adalah pecahan dari komet Temple-Turtle.

Setiap tahunnya, Leonids akan melakukan perjalanan sejauh 45 mil untuk menghibur jutaan pasang mata di bumi. Debu-debu meteorid dari komet Swift-Tuttle ini datang berlawanan dengan orbit Bumi dan dapat melesat dengan kecepatan 72 km per detik. Di tahun 2013 dan 2014, puncak Leonids kembali muncul pada tanggal 17 November. (Leonids photo gallery)

8. Geminids

meteor geminidsDimulai : Desember
Rasi : constellation Gemini
Asal Hujan Meteor : asteroid Palladian

Hujan meteor Geminids lahir bukan karena oleh jejak komet, melainkan karena aktivitas sebuah asteroid yang dinamakan Palladian atau dari sisa pecahan 3200 Phaethon yang diperkirakan merupakan sebuah asteroid yang sudah punah. Tidak seperti hujan meteor pada umumnya, meteor-meteor Geminids akan bergerak cukup lamban.

Puncak aktivitas Geminids antara tanggal 13-14 Desember. Geminids pertama kali diobservasi sekitar 150 tahun lalu. Radiant dari Geminids berasal dari konstalasi Gemini.

Kecepatan luncuran setiap meteornya diperkirakan sekitar 22 mil/detik. Tempat paling bagus untuk mengobservasi atau sekadar menikmati aktivitas Geminids adalah disepanjang daerah Pasifik di belahan Bumi Selatan, seperti Australia, New Zealand, Hawaii dan Chile. Tahun 2012, Geminids muncul pada tanggal 12 dan 13 Desember. Tahun 2013 lalu, puncak Geminids kembali muncul pada tanggal 14 Desember.

Sedangkan pada tahun 2014, hujan meteor Geminid berlangsung sejak tanggal 4 Desember namun baru akan mencapai puncaknya di tanggal 13-14 Desember 2014 malam dimulai jam 19:00 WIB dengan jumlah rata-rata meteor yang akan tampak adalah 120 meteor per jam. Setelah itu, hujan meteor Geminid akan terus berlangsung sampai dengan tanggal 17 Desember. (Geminids photo gallery) (IndoCropCircles/ Earthsky.com/ merdeka/ wikipedia)

UNTUK MELIHAT TABEL PERIODIK HUJAN METEOR KLIK DISINI


http://wp.me/p1jIGd-2ms

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Asteroid, Meteor & Komet, Yang Paling. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s