Fakta Ganja: Obat Kanker Masa Depan!

medical disease headers

Fakta Ganja: Obat Kanker dan Obat Penyakit-Penyakit Lainnya di Masa Depan

cannabis_header

Fakta bukanlah Dunia Khayalan, karena hanya Elite Dunia yang telah merekayasa dan menciptakan semua khayalan itu agar masuk ke dalam otak mereka yang minim ilmu pengetahuan, supaya para Elit Dunia dapat selalu mempertahankan bisnis multi trilyun dollar melalui industri-industri farmasi raksasa milik mereka, agar tetap dapat mengontrol penyakit dan obat yang dikonsumsi oleh tiap insan manusia sejagad.

laboratory laboratorium banner

Tanaman ganja memang sangat unik karena memiliki efek yang berseberangan. Di satu sisi, tanaman tersebut dapat menyedapkan makanan yang dimasak. Tapi di sisi lain juga memberikan efek negatif karena masuk dalam salah satu jenis narkotika.

Keadaan itu sangat kontras dengan konsidi di dunia belahan Barat yang selalu mengedepankan riset atau penelitian. Di sana, masyarakat mengenal ganja sebagai bahan pembunuh sel kanker dan di legalkan alias diperbolehkan. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih pernah menyatakan pendapatnya mengenai legalisasi ganja ini.

“Bahan apapun kalau dia jadi obat, itu sih boleh. Morphin itu kan enggak legal, tapi kalau dia jadi obat ‘kan boleh. Kalau segala sesuatu jadi obat, ya boleh. Asal bukan dilegalkan untuk hal-hal negatif,” paparnya.

Ganja Hentikan Penyebaran Sel Kanker

Ganja yang penjualan dan pemakaiannya dilarang, terbukti dapat menjadi obat alternatif kanker. Sebuah senyawa dalam ganja yang ditemukan oleh peneliti di  California Pasific Medical Centre, San Fransisco, dapat berpotensi mematikan sel-sel kanker. “Butuh waktu sekitar 20 tahun untuk penelitian ini, dan hasilnya sangat menggembirakan” ujat Pierre Despres, seorang peneliti pada Huffington Post.

cannabis legal 01Desprezm seorang ahli biologi molekuler, menghabiskan waktu tahunan untuk mempelajari gen penyebaran kanker.

Sedangkan, Sean McAllister mempelajari efek Cannabidiol, atau CBD, senyawa kimia yang berada dalam ganja.

Akhirnya, pasangan ini pun mencoba memadukan dua penelitian yang telah mereka lakukan. Menggabungkan CBD dengan sel kanker dalam sebuah cawan petri.

“Kami menemukan Cannabidiol memiliki sifat dasar ‘mematikan’, dan ini terjadi pada sel kanker,” sambungnya. Meski telah berhasil pada hewan uji laboratorium. Penelitian ini belum dapat diterapkan pada manusia. Para ahli masih menunggu izin untuk uji klinik pada manusia.

Pengobatan Ganja (Medical Marijuana) Bukanlah Narkotika

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang jenis lain yang menggunakan bahan-bahan sintetik atau semi sintetik dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia.

tumor cells with cannabis

Efek ganja terhadap tumor otak

Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia (rasa gembira) yang berlebihan serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir.

Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya.

Untuk itulah maka ganja tak bisa dijadikan obat untuk semua manusia, apalagi yang tak suka mabuk. Maka ilmuwan akan membuat efek mabuk itu menjadi hilang agar semua orang dapat menggunakannya sebagai penyembuh dan pengobatan berbagai penyakit.

Astroglia (Astrocytes)

Para peneliti mempelajari bagaimana reaksi tikus terhadap komponen aktif ganja dan beberapa unsur kimia lain yang mirip. Perhatian difokuskan kepada reseptor pada sel-sel otak yang bereaksi terhadap zat kimia yang bernama cannabinoid, sebuah senyawa yang mirip dengan komponen aktif pada ganja, yaitu Tetrahydrocannabinol (THC). Reseptor otak yang bereaksi terdapat pada neuron (sel syaraf) dan astroglia atau disebut juga astrocytes.

Para peneliti tersebut melakukan rekayasa terhadap tikus untuk melakukan percobaan. Tikus-tikus tersebut dibagi dalam 3 kelompok:

  1. Kelompok pertama tidak mempunyai reseptor cannabinoid di otaknya
  2. Kelompok kedua hanya mempunyai reseptor pada neuron (sel syaraf)
  3. Kelompok terakhir hanya mempunyai reseptor pada astroglia.

Astroglia astrocytesTikus-tikus tersebut diajarkan untuk melewati sebuah labirin. Setelah dianggap menguasai labirin, tikus-tikus tersebut lalu diberikan sejumlah dosis THC atau senyawa lain yang mirip dengan cannabinoid untuk mengetes kemampuan mereka dalam mengingat labirin.

Kelompok tikus yang dengan reseptor cannabinoid pada astroglia (kelompok-1) ternyata bermasalah dalam mengingat arah. Kelompok lain yang hanya memiliki reseptor pada neuron (kelompok-2) tanpa masalah berhasil melewati labirin.

Hal tersebut menunjukkan bahwa THC tidak mempengaruhi memori melalui neuron (sel syaraf), namun melalui astroglia. Para peneliti juga memperhatikan sel-sel astroglial pada bagian potongan otak yang berasal dari hippocampus (bagian otak yang berkaitan dengan pembentukan memori).

cannabis and tobbacoSetelah terkena cannabinoid, astroglia melepaskan senyawa yang mengganggu pengiriman sinyal antar neuron. Hal tersebut bisa menjelaskan mengapa ganja bisa memengaruhi memori.

Efek lain dari ganja yang bisa dikatakan bermanfaat adalah dalam mengobati rasa sakit, kejang, dan beberapa penyakit lainnya terjadi melalui neuron.

Jika zat cannabinoid bisa didesain hanya untuk memengaruhi neuron, pengaruh buruk ganja pada memori tentu bisa dihindari dan tentu saja pengobatan menggunakan ganja dimasa depan untuk banyak penyakit akan bisa dilakukan.

Untuk Obat, Ilmuwan Ciptakan Ganja Tidak Memabukkan

Ilmuwan Israel berhasil menciptakan ganja sintetis yang bentuk, bau, dan rasanya menyerupai daun ganja asli. Satu-satunya yang menjadi yang pembeda adalah, ganja sintetis ini tidak menimbulkan efek memabukkan selayaknya ganja sungguhan. Dan karena memiliki bau, bentuk dan rasa menyerupai ganja asli, produk ini berhasil menipu pasien.

cannabis legal cancer Free

Ganja sudah dikenal sebagai tanaman obat dan pemulih kesehatan sejak ribuan tahun yang lampau.

Tikkun Olam, perusahaan yang mengembangkan ganja sintetis ini memang sengaja tidak membuat efek tersebut. Sebab, mereka memang berniat membuat hanya mirip secara bentuk, namun kandungan yang berbeda.

“Setelah mencoba ganja sintetis ini, banyak pasien kami kembali dan mengaku tertipu. Mereka mengira kami memberi semacam plasebo pada mereka,” kata Tzahi Klein, kepala bagian pengembangan Tikkun Olam, seperti dikutip Daily Mail, Jumat 1 Juni 2012.

Efek mati rasa yang biasa didapat seseorang saat mengonsumsi ganja, berasal dari zat THC atau tetra-hydro-cannabinol yang terkandung di dalamnya.

Para ilmuwan Israel lebih memilih untuk meningkatkan efek zat yang lebih ringan, yaitu cannabidiol, yang seringkali digunakan untuk meringankan efek gangguan mental. Di Israel, ganja digolongkan ke dalam obat-obatan kelas B.

Di negara ini, ilegal bagi warganya untuk memiliki dan menghisap ganja. Penggunaan daun ini diperbolehkan di Israel untuk tujuan medis. Tikun Olam adalah salah satu perusahaan Israel yang menumbuhkan ganja untuk keperluan ini.

Kanker Pankreas hakim kenamaan asal New York ini berhasil sembuh total berkat ganja

https://indocropcircles.files.wordpress.com/2012/12/aad8e-image.jpg

Gustin L. Reichbach

Gustin L. Reichbach, adalah seorang hakim kenamaan dari New York State Supreme Court, yang juga adalah pengidap kanker.

Beberapa saat lalu, tulisannya di New York Times tentang pengakuannya menggunakan ganja medis kontan sedikit membuat gempar kota yang konon katanya tak pernah tidur itu.

Kisah ini merasa perlu diangkat sebagai sebuah artikel berdasarkan pertimbangan; penyakit, kelainan dan wabah bisa terjadi kepada siapapun, lintas profesi ataupun usia.

Menyikapi pernyataan-pernyataan yang sang hakim beberkan terkait profesinya juga keterlibatannya dengan tindak kriminal, dalam hal ini penggunaan ganja, harusnya bisa sedikit menghapuskan stigma-stigma buruk tentang pengguna ganja, yang umum diketahui berperilaku buruk dan tidak menyenangkan.

Juga secara lantang (harusnya) membantah undang-undang yang mengklasifikasikan ganja sebagai narkotika berbahaya, tanpa nilai medis sedikitpun.

ganja cannabis vs alcohol alkohol

Perbandingan bahaya alkohol dengan ganja.

Pernyataan dari Gustin L. Reichbach ini diutarakannya dalam sebuah artikel di New York Times setelah menerima vonis kanker pankreas 3 setengah tahun lalu, ketika dia baru saja berulang tahun ke-62.

Kanker stadium 3 dinyatakan dokternya bersamaan dengan vonis sisa usia yang maksimal hanya bisa bertahan 6 bulan saja!

Pada 16 Mei 2012, 3 setengah tahun setelah divonis, sang hakim angkat bicara. Bukan tanpa risiko, tentunya.

Dia bisa saja kehilangan pekerjaannya dan mendapatkan masalah dengan hukum yang berlaku, mengingat hukum negara bagiannya dimana segala bentuk penggunaan ganja adalah ilegal.

Menurutnya, tidak ada lagi yang perlu disembunyikan jika faktanya, ganja yang pemerintah federalnya larang sepenuh hati ini, ternyata sangat bermanfaat untuk kanker yang dideritanya.

“My survival has demanded an enormous price, including months of chemotherapy, radiation hell and brutal surgery.”

Segala perawatan yang dia jalani setelah diagnosis bagaimanapun telah memperpanjang usianya.

Illuminati Card Game Agenda - Rewriting History

Illuminati Card Game Agenda – Rewriting History

Meskipun, lanjutnya lagi, biaya yang dikeluarkan, efek samping chemoteraphy, dan puluhan obat-obatan yang hanya bersifat menenangkan sementara dengan efek-efek samping yang tak kalah mengganggu, seperti mual, hilangnya selera makan dan susah tidur.

Setiap obat pabrikan yang dokternya sarankan untuk meringankan satu gejala selalu berujung kepada pengkonsumsian obat-obatan lainnya untuk sekedar meredakan efek samping dari obat tersebut.

Obat penghilang rasa sakit contohnya, selalu berujung kepada hilangnya nafsu makan dan sembelit.

Juga obat anti-mual, ungkapnya, malah mengakibatkan masalah lain seperti melangitnya kadar gula dalam tubuh rentannya.

Begitu seterusnya, dan bisa dibayangkan nominal uang yang harus disediakan untuk sekedar berusaha mempertahankan keberlangsungan hidup belaka.

Selepas setahun perawatan yang menyengsarakan, kanker pankreas Gustin akhirnya hilang, meskipun dia sadar bahwa kanker itu hilang hanya untuk kembali merongrong nyawanya.

https://i2.wp.com/www.rnw.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/article/2012/05/ganja.jpg

Mual dan nyeri adalah kesetiaan yang senantiasa menemani kapanpun selepas perawatan “IV Booster of Chemoteraphy“. Bahkan “makan”, salah satu hal paling menyenangkan dalam hidup, kini baginya adalah peperangan yang menyengsarakan setiap harinya, dimana setiap suapan sendok adalah sebuah kemenangan.

Juga tidur, satu aspek paling vital untuk membantu proses recovery dan hiburan untuk kesengsaraan sehari-harinya, kini menjadi satu hal yang sangat sulit untuk dimiliki.

“This is not a law-and-order issue; it’s a medical and human rights issue.“

“Menghisap ganja adalah satu-satunya cara untukku meredakan mual, meningkatkan nafsu makan dan memudahkan kantuk untuk datang di akhir hari.”

Beruntunglah beberapa temannya, yang tentunya tak tega melihat kesengsaraan sang hakim rela (dengan risiko pribadi) menyediakan akses untuk ketersediaan ganja medisnya.

Pos ini dipublikasikan di Flora Fauna Cryptozoology, Penyakit & Kesehatan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Fakta Ganja: Obat Kanker Masa Depan!

  1. kundalini berkata:

    aceh bisa jadi prcontohan nih..

  2. Indra Wahyudi berkata:

    hari ngebaks sedunia…ya gak min? 😀

    • tri suli berkata:

      sesekali diteliti dunk jgn dicap sebagai jeleek aj ciptaan tuhan alami yng tumbuh dengan sendirinya pasti banyak kegunannya,negeri yang bodoh…..

  3. arifin berkata:

    mantap dah

  4. wicaksono berkata:

    chemical no…herbal yes..

  5. Ryan M. berkata:

    Kalo saya melihatnya begini Mas, “Semua yang diciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya”. Bukankah memang secara tradisional konon katanya tanaman ganja digunakan sebagai penambah nafsu makan?

    Jadi, apa hak kita menghakimi suatu entitas (dalam hal ini ganja) sebagai sesuatu yang terlarang? Yang perlu diatur adalah takaran penggunaannya karena semua yang “terlalu” pasti tidak baik.

    Nice share 🙂

  6. Faris berkata:

    BAKS dulu min..

  7. john berkata:

    Salam Rasta,
    Sebenarnya perusahaan farmasi dunia milik kapitalis antek antek si mata Satu ( baca Zionist ) sangat tahu manfaat Ganja untuk pengobatan tetapi kenapa mereka juga berkoar koar itu illegal
    mau tau kenapa ? yah logikanya karena mereka diam diam mau MONOPOLI zat suci yang ada pada ganja untuk produk dan kepentingan perusahaan mereka sendiri, biasa maling teriak maling gitu loh..
    Oh ya kenapa simbol illuminati itu matanya satu ? maknanya mudah koq ,lho iya to kalau mata satu pasti lebih Focus dibanding mata dua jadi intinya mereka sangat Fokus pada kejahatan yang mereka rancang unutk menguasai dunia, coba fokus mana sinarnya dua senter dengan sinar satu senter lha iya to mas ??? Hidup Rasta Ganyang Zionist

  8. nugi berkata:

    indonesia hrs merevisi undang2 anti ganja & jangan tunduk pada kemauan industri pharmaka terutama asing..

  9. Ratna Karmila berkata:

    ingin menyelamatkan jenis spesies ganja aceh yang hampir punah

  10. Dirjo berkata:

    ”’Teliti dulu…klw memang aman & membawa manfaat buat rakyat, pemerintah RI jangan ragu2 legalkan saja, abaikan konspirasi industri farmasi US yg meng haramkan ganja, kebun kita di Aceh klw di olah dg baik bisa merugikan miliaran dolar bisnis farmasi & obat2an mereka…itu perang yg sesunguhnya…bukan ganjanya yg di perangi…

  11. ekal berkata:

    Tunggu aja….. nanti juga kalo isi MPR/DPR semua rastaman, pasti GANJA jadi LEGAL……

  12. syeh berkata:

    GANJA=OBAT HERBAL

  13. madskiba berkata:

    suka banget blog ini

  14. Lukman Fitrianto berkata:

    Semoga banyak insan yang mengetahui fakta baru ini,

  15. oshigita berkata:

    izin reblog ya min…. makasih.

  16. Aries Nursanto P berkata:

    Saya membutuhkan obat kanker, Di indonesia udah ada obatnya? Dimana bisa membelinya?
    kalo ada krm lewat email saya. Trims

  17. yan benchii bacoot berkata:

    mantaaaaaf gaan….

  18. qjun berkata:

    Dengan kesadaran, bertangungjawab dan kebijaksanaan dari masing masing individu, semua dapat terealisasi.
    #contoh kecil buang sampah pada tempatnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s