Inilah Mereka, Hacker-Hacker Yang Paling Ditakuti Amerika!

hacker-internet header

Inilah Mereka, Hacker-Hacker Yang Paling Ditakuti Amerika Serikat Bahkan Dunia!

Menurut Wikipedia, hacker atau peretas merupakan seseorang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.

Hacker pada masa ini memiliki konotasi negatif karena aksi-aksinya yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web, menyisipkan kode-kode virus, dan sebagainya. Padahal hacker tak hanya hacker yang jahat.

Hacker terbagi dua yakni white hacker yang menggunakan kemampuannya untuk berbuat baik. Serta black hacker atau sering disebut cracker yang menggunakan kemampuannya untuk kejahatan.

Hacker juga memiliki tingkatan-tingkatan yang terdiri dari: elite, semi elite, developed kiddie, smart kiddie, dan lame. Nah, tahukah Anda ada beberapa nama hacker yang ditakuti di dunia karena kemampuannya.

Anonymous-Because-Header

Berikut ini adalah mereka yang sempat membuat nyali banyak perusahaan-perusahaan terkemuka juga beberapa badan negara AS seperti FBI, Secret Service, bahkan NASA menjadi korbannya.

1. Younes Tsouli

hacker Yunus Attsaouly

Younes Tsouli lebih dikenal dengan nama Irhabi 007. Pada awalnya, nama Irhabi 007 hanya dikenal di dunia maya. Irhaby berarti ‘teroris’ dan 007 adalah angka identifikasi terkenal bagi agen rahasia kerajaan Inggris (dalam film) yang bernama James Bond.

Namun Irhabi 007 yang ini tidak membela Ratu Inggris, melainkan memeranginya. Irhabi 007 dikenal sebagai seorang yang sangat aktif dalam dunia maya, khususnya dalam cyber jihad. Tidak ada yang tahu kapan persisnya nama Irhabi 007 mulai malang melintang di jagat Cyber Jihad.

hacker Yunus Attsaouly 2Kemunculan namanya pun tidak serta merta bisa memastikan dimana keberadaannya. Ini juga merupakan salah satu keahlian Irhabi 007.

Kelebihannya yang lain dari Younes Tsouli adalah ia dikenal selalu dalam kondisi online, selama 24 jam penuh.

Setiap harinya Irhabi 007 melakukan aktivitas dengan internet, seperti meng-convert video, termasuk video-video jihad yang bisa ditampilkan di situs.

Ia mulai terkenal saat Amerika menginvasi Irak pada tahun 2003 lalu. Saat itu, ia aktif mengunggah gambar-gambar perang Irak dan mempublikasikan buku bagaimana meretas sebuah situs.

Ia juga dikenal sebagai simpatisan Al Qaeda yang juga seorang ahli komputer dan dunia cyber. Younes Tsouli mulai dicari pihak Amerika beserta sekutunya saat membuat situs youbomit dan menjadi admin Forum Al Anshar Al Islami yang sangat bergengsi karena melibatkan sekitar 4500 member yang kebanyakan adalah Mujahidin.

Aktivis dan Mujahidin yang aktif di forum-forum Islam mulai mengenal dan terkagum-kagum pada keahlian dan keberanian Irhabi 007. Pihak musuh, Amerika dan sekutu-sekutunya pun mulai menyadari keberadaan Irhabi 007, yang dari namanya saja sudah cukup menyakitkan hati mereka.

indo-crop-circles-line

2. Adrian Lamo

hacker Adrian Lamo

Adrian Lamo merupakan seorang jurnalis dan seorang hacker ‘abu-abu’. Ia bisa bertindak untuk kebaikan namun juga bisa meng-hack atas nama kejahatan. Adrian Lamo adalah turunan Colombia-Amerika yang lahir pada 20 Februari 1981 di Boston, Massachusetts.

hacker Adrian Lamo 2Nama Adrian mulai dikenal setelah berhasil menjebol sistem komputer The New York Times, Yahoo! dan Microsoft pada tahun 2002.

Ia pun dapat mengidentifikasi kekurangan dalam keamanan jaringan komputer dari perusahaan ternama.

Adrian Lamo baru ditangkap setahun kemudian pada 2003 setelah FBI berhasil menemukan pelaku peretas The New York Times.

Ia harus menjalani tahanan rumah karena masih di bawah umur. Selain itu, Adrian Lamo juga dikenakan denda sebesar US$65.000.

Pada tahun 2010, Adrian Lamo melaporkan bahwa tentara AS PFC Bradley Manning (sekarang dikenal sebagai Chelsea Manning) kepada otoritas federal dan mengklaim bahwa Manning telah membocorkan ratusan ribu dokumen pemerintah AS yang sensitif kepada WikiLeaks.

Maka, Manning ditangkap dan dipenjara di AS sistem peradilan militer dan kemudian dihukum 35 tahun dalam kurungan atas laporan dari Adrian Lamo tersebut.

indo-crop-circles-line

3. Kevin David Mitnick

hacker Kevin Mitnick

Kisah meretasnya bermula saat Kevin Mitnick pertama kali menjebol sistem pembacaan kartu bus langganan di kota Los Angeles pada saat berusia 15 tahun. Hasilnya, ia bisa pergi ke mana saja dengan gratis.

Kevin Mitnick menggunakan rekayasa sosial untuk memotong sistem punch card yang digunakan dalam sistem bus Los Angeles. Semua berawal saat ia menemukan kartu bekas itu ditempat sampah. Social engineering menjadi metode utamanya untuk mendapatkan informasi, termasuk nama pengguna dan password serta nomor telepon modem.

Pada usia 16 tahun, seorang teman memberinya nomor telepon untuk Tabut dari sistem komputer Digital Equipment Corporation (DEC), yang digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak RSTS/E dalam sistem operasi mereka. Kevin Mitnick masuk ke jaringan komputer DEC dan menyalin (copy) perangkat lunak mereka.

hacker Kevin Mitnick 2Pada tahun 1988 ia dihukum 12 bulan penjara lalu diikuti oleh 3 tahun sebagai tahanan luar. Menjelang akhir saat masih menjadi tahanan luar, Kevin Mitnick menyusup ke komputer pesan suara (voices messange) milik Pacific Bell.

Setelah surat perintah untuk penangkapannya dikeluarkan kembali, Kevin Mitnick melarikan diri, dan menjadi buronan selama dua setengah tahun. Selanjutnya, Kevin Mitnick meretas layanan telepon jarak jauh sehingga ia bisa menelepon dengan gratis.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Kevin Mitnick mendapatkan akses tidak sah ke puluhan jaringan komputer ketika ia masih menjadi buronan. Ia memakai kloning telepon seluler untuk menyembunyikan lokasi dan menyalin perangkat lunak berpemilik yang berharga dari beberapa telepon seluler dan komputer terbesar perusahaan-perusahaan di negara itu.

Kevin Mitnick juga meretas dan mencuri password komputer, mengubah jaringan komputer, masuk ke jaringan komputer dan membaca e-mail pribadi. Kevin Mitnick ditangkap FBI di apartemennya pada 15 Februari 1995 di Raleigh, North Carolina atas tuduhan penyerangan terhadap pemerintahan. Dia ditemukan dengan ponsel kloning seluler berikut lebih dari 100 kode kloning telepon selular, dan beberapa bagian dari identifikasi palsu.

Kevin Mitnick dibesarkan di Los Angeles dan bersekolah di Sekolah Tinggi Monroe. Ia mendaftar di Pierce College dan USC (University of Southern California). Ia bekerja sebagai resepsionis pada Stephen S. Wise Temple. Kevin Mitnick yang kelahiran 6 Agustus 1963 ini juga sempat meretas Digital Equipment Corporation (DEC), IBM, Pacific Bell, Motorola, Nokia, bahkan Fujjitsu.

Kevin Mitnick menjalani hukuman penjara selama 5 tahun. Ia disebut-sebut sebagai “The Most Wanted Computer Criminal in United States History”. Kisah Kevin Mitnick bahkan diadaptasi dalam film Takedown dan Freedom Downtime.

indo-crop-circles-line

4. Jonathan Joseph James

hacker Jonathan James

Jonathan Joseph James (24 tahun) merupakan orang Amerika termuda yang dijatuhi hukuman atas kejahatan di dunia cyber yang dilakukannya ketika berusia 15 tahun pada saat pelanggaran pertama, dan pada usia 16 tahun pada tanggal hukumannya.

Jonathan James meninggal pada 18 Mei 2008 lalu oleh luka tembak, yang pada awalnya tidak ada informasi mengenai penyebab kematiannya dan menuai konspirasi pada masyarakat di AS. Namun pihak kepolisian akhirnya mengeluarkan hasil penyelidikan bahwa ia tewas karena melakukan bunuh diri.

Jonathan James (12 Desember 1983 – 18 Mei 2008) yang berasal dari Florida selatan (South Florida) ini dikirim ke penjara karena menjebol situs pertahanan Amerika Serikat. Ia juga berhasil mencuri software Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang membuat NASA harus mematikan servernya selama tiga minggu selama bulan Juli 2000, dengan kerugian biaya sebesar US$ 41.000 yang dipergunakan untuk memeriksa dan memperbaiki sistemnya.

hacker Jonathan James 2Jonathan James kemudian menjalani hukuman penjara 6 bulan karena masih di bawah umur serta menjadi tahanan rumah hingga berumur 21 tahun. Ia juga tidak diperbolehkan berinteraksi dengan komputer selama itu.

Pada awal kisahnya, Jonathan Joseph James memulai aksinya antara 23 Agustus 1999, dan 27 Oktober 1999.

James melakukan serangkaian penyusupan ke berbagai sistem, termasuk perusahaan BellSouth dan sistem komputer sekolah Miami-Dade.

Apa yang membawanya kepada perhatian pemerintah federal, adalah intrusi ke dalam komputer dari Defense Threat Reduction Agency (DTRA), sebuah divisi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang memiliki fungsi utamanya adalah untuk menganalisis potensi ancaman terhadap Amerika Serikat, baik di dalam maupun di luar negeri.

James kemudian mengakui kepada pihak berwenang bahwa secara illegal telah memasang backdoor pada komputer server di Dulles, Virginia, yang digunakan untuk menginstal sebuah sniffer yang memungkinkannya untuk mencegat (intercept) lebih dari tiga ribu pesan yang lewat ke dan dari karyawan DTRA, bersama dengan banyak username dan password karyawan DTRA lainnya, termasuk sedikitnya 10 pada komputer militer resmi.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa perangkat lunak yang tepat untuk memperolehnya adalah melalui sumber kode (source code) dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station / ISS) yang mengendalikan elemen pada “penopang kehidupan saat kritis” (critical life-sustaining elements) terhadap wahana Iinternasional yang melayang diangkasa itu.

https://i1.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/04/International_Space_Station_after_undocking_of_STS-132.jpg/320px-International_Space_Station_after_undocking_of_STS-132.jpg

International Space Station (ISS) (pict:wikimedia)

Menurut NASA, “perangkat lunaknya didukung oleh lingkungan fisik Stasiun Luar Angkasa Internasional, termasuk sistim pengaturan suhu dan kelembaban di dalam ruang hidup (control of the temperature and humidity within the living space)”.

Pada intrusi ini, ketika terdeteksi, menyebabkan NASA untuk mematikan komputer selama tiga minggu.

Rumah James lalu digerebek sekitar pukul 06:00 pada tanggal 26 Januari 2000, oleh agen dari Departemen Pertahanan, NASA dan Departemen Kepolisian Pinecrest. James secara resmi didakwa enam bulan kemudian. Pada tanggal 21 September 2000, ia menandatangani perjanjian dengan Jaksa Guy Lewis: dia akan mengaku bersalah atas dua tuduhan kenakalan remaja dalam pertukaran untuk hukuman yang lebih ringan.

James dijatuhi hukuman enam bulan tahanan rumah dan masa percobaan sampai usia 18 tahun, dan diminta untuk menulis surat permintaan maaf kepada NASA dan Departemen Pertahanan. Ia juga dilarang menggunakan komputer untuk tujuan rekreasi.

James kemudian melanggar masa percobaan karena ketika ia dites ternyata positif penggunaan narkoba yang kemudian ditahan oleh Marshals Service dan diterbangkan ke fasilitas lembaga pemasyarakatan federal di Alabama, dimana ia akhirnya ditahan selama enam bulan.

Ahli hukum telah menyarankan bahwa mengingat tingkat intrusi, ia bisa melayani setidaknya sepuluh tahun untuk kejahatannya jika ia telah dewasa. Lalu ia menjadi tahanan luar yang diawasi oleh pihak kepolisian dan agen intelijen secara ketat.

Suatu ketika pada tahun 2007, perusahaan TJX menjadi korban yang diretas informasi pribadi dan kartu kredit dari jutaan pelanggannya, dan mengalami gangguan sistem komputer secara massive yang sangat besar kerugiannya.

Jaringan hacker yang sama pada kala itu, juga melakukan intrusi di klub BJ Wholesale, Boston Market, Barnes & Noble, Sports Authority, Forever 21, DSW, OfficeMax, dan Dave & Buster dan dilaporkan telah membuat pemimpin kelompok hacker itu yang bernama Albert Gonzalez, menjadi jutawan (lihat poin 5).

Meskipun Jonathan James telah membantah bahwa ia tak ada hubungan dan tak melakukan apa-apa, namun James memang berteman dengan beberapa hacker yang sedang diselidiki oleh Secret Service tersebut.

Lagi-lagi rumah James digrebek dan ia tewas, juga rumah teman dan saudaranya berikut rumah pacar-pacar mereka. Meskipun mereka tampaknya tidak menemukan hubungannya dengan gangguan server pada perusahaan-perusahaan itu, pihak berwajib menemukan senjata api yang terdaftar secara hukum.

Dalam catatan dan laporan dari kepolisian menunjukkan, bahwa James tewas bunuh diri, sementara itu Ayah dari Jonathan James kemudian mengatakan bahwa anaknya telah rentan terhadap depresi.

indo-crop-circles-line

5. Albert Gonzalez

Albert Gonzalez adalah peretas Amerika kelahiran tahun 1981. Ia adalah seorang hacker komputer dan komputer kriminal yang dituduh mendalangi gabungan pencurian kartu kredit dan menjual kembali dengan lebih dari 170.000.000 (170 juta) kartu ATM dan nomor rekening dari tahun 2005 hingga 2007 dan merupakan penipuan terbesar dalam sejarah.

Gonzalez dan kelompoknya menggunakan injeksi SQL untuk menyebarkan backdoors pada beberapa sistem perusahaan untuk bisa meluncurkan paket sniffing khusus (ARP Spoofing) yang memungkinkan dia untuk mencuri data komputer dari jaringan internal perusahaan.

Ia juga pernah dituduh sebagai dalang dari sekelompok hacker yang disebut kelompok Shadowcrew, yang memperjual-belikan lebih dari 1,5 juta kartu kredit dan nomor kartu ATM yang dicuri. Meskipun dianggap sebagai dalang dari skema yang beroperasi di situs di bawah layar nama dari ”CumbaJohnny”, dia tidak didakwa atau bebas dari segala tuduhan.

Menurut dakwaan, ada sekitar 4.000 orang yang terdaftar di situs Shadowcrew.com, mereka yang terdaftar bisa membeli nomor rekening yang dicuri atau dokumen palsu untuk situs lelang. Moderator dari situs tersebut akan menghukum anggota yang tidak mematuhi aturan situs, termasuk memberikan pengembalian uang kepada pembeli jika nomor kartu dicuri terbukti tidak valid.

Ia telah mendalangi hacking Perusahaan TJX di mana 45.600.000 nomor kartu kredit dan debit dicuri selama periode 18 bulan yang berakhir pada tahun 2007.

Selain nomor kartu kredit yang menjadi targetnya, banyak juga hal-hal lain dari pencurian yang ia lakukan, yaitu identitas untuk lelang barang (auction), termasuk paspor palsu, SIM, kartu Jaminan Sosial, kartu kredit, kartu debit, akte kelahiran, kartu identifikasi mahasiswa, dan kartu asuransi kesehatan. Salah satu anggotanya pernah menjual 18 juta email dengan username terkait, password, tanggal lahir, dan informasi identifikasi pribadi lainnya.

indo-crop-circles-line

6. Evgeniy Mikhailovich Bogachev

Evgeniy Bogachev berasal dari Rusia dan sebenarnya bukan sosok baru dalam kejahatan komputer. Karier hacker-nya sudah lebih dari satu dekade. Namanya tercantum dalam daftar Most Wanted di FBI sejak tahun 2012 lalu.

Oleh FBI di tahun 2012 dan 2014 lalu pernah dicari atas kejahatan meretas sistem. FBI menawarkan hadiah sebesar US$ 3.000.000 atau Rp 38,6 milar bagi penangkap hacker Rusia ini. Pria tersebut juga masuk dalam daftar buronan paling dicari FBI untuk urusan keamanan internet, dan kini hacker kelahiran 1985 itu kembali dicari atas kejahatan serupa.

Pada Desember 2016 silam, Obama menyatakan memang ada indikasi kuat bahwa Rusia meretas email pejabat AS untuk memanipulasi hasil pemilu. Bogachev adalah salah satu nama yang disebut.

Data soal Bogachev ini lumayan lengkap, tapi anehnya FBI tak pernah bisa menangkap. Diduga ada peran Russia di belakangnya. Bogachev telah meretas sejuta komputer. Hal ini sekaligus membuat hacker Rusia itu sebagai buronan paling mahal yang dicari FBI.

Ia dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap sejumlah bank di Amerika Serikat dengan kerugian mencapai US$ 100 juta. Serangan ini ia lakukan dengan bantuan sebuah malware. 

Bogachev yang dikenal di internet sebagai “lucky 12345”, atau “slavik”, membuat malware bernama GameOver Zeus yang dirancang untuk mencuri password dan nomer rekening akun korbannya. Komputer yang terinfeksi malware tersebut kemudian bisa dikendalikan oleh Bogachev dan timnya yang juga berada di Rusia.

Dari sini mereke kemudian bisa melakukan transaksi perbankan seperti mengirim uang ke rekening yang sudah disiapkan. Selain itu Bogachev juga diketahui sebagai pembuat Cryptolocker, program jahat yang mampu menyandera komputer korbannya.

Malware ini bekerja dengan mengenkripsi data lalu kemudian meminta uang tebusan agar data tersebut bisa digunakan kembali. Sejak muncul tahun 2013, Cryptolocker telah digunakan untuk menyerang sekitar 200 ribu komputer, setengahnya ada di AS. Dalam dua bulan serangan, geng hacker berhasil mendapatkan US$27 juta dari korban pemerasan.

Cryptolocker juga sempat terdeteksi di Indonesia, dan kabarnya malware ini sudah ‘menyandera’ lebih dari satu juta komputer di seluruh dunia. Sebagai penjahat siber spesialis pembobol rekening bank, Bogachev juga diketahui punya sejumlah rumah mewah yang salah satunya terletak di Anapa, Russia.

indo-crop-circles-line

7. Ryan Cleary

Ryan Cleary adalah seorang remaja usia 19 tahun asal Inggris. Diduga kuat, ia terlibat dalam kelompok hacker yang bernama Lulz Security.

Kelompok atau grup hacker ini menimbulkan kegemparan banyak pihak keamanan internet karena menyerbu berbagai website papan atas.

Beberapa diantaranya seperti Sony, Senat Amerika Serikat bahkan CIA hingga Pentagon dengan bantuan temannya yang bernama Jake Davis.

Selain itu, keduanya juga menyerbu sistem komputer NHS, News International, Nintendo, Arizona State Police, dan 20th Century Fox. Mereka dituding mengambil banyak data-data penting. Salah satu metodenya dengan DDoS Attack dimana situs dihujani dengan trafik berlebihan hingga “tewas”.

Sumber kepolisian meyakini Ryan adalah pemain penting di kelompok hacker bernama LulzSec, singkatan dari Lulz Security. Orangtua Ryan juga tak mengetahui apa yang telah dilakukannya, karena Ryan adalah remaja penyendiri.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/7c/Lulz_Security.svg/529px-Lulz_Security.svg.png

Lulz Security logo

Dalam kehidupan kesehariannya, bahkan di rumahnya sekalipun, Ryan dikenal penyendiri dan hampir selalu sibuk mengutak-atik komputer di dalam kamarnya dan tak pernah keluar kamar.

Ia keluar kamar hanya untuk ke sekolah atau ke kamar mandi. Bahkan untuk urusan makan pun, ibunya selalu memberikan makan yang diletakkan di depan pintu kamarnya.

Akhirnya Ryan berhasil dibekuk. Penangkapan Ryan melibatkan kepolisian Inggris Scotland Yard dan Federal Bureau Investigation (FBI), lembaga intelijen Amerika Serikat. Jelas, Ryan adalah buronan yang dianggap cukup penting.

Bahkan, sebanyak sepuluh mobil polisi mendatangi rumah Ryan dan aparat menginterogasinya selama 5 jam. Dilaporkan, ia juga menghadapi kemungkinan diekstradisi ke Amerika Serikat dan diadili di sana.

indo-crop-circles-line

8. Kevin Lee Poulsen

Kevin Lee Poulsen (lahir 30 November 1965) adalah “black-hat” hacker yang juga dikenal dengan nickname “Dark Dante”. Dia meretas database FBI.

Karena ia termasuk peretas pada masa awal internet, membuatnya berbeda dengan peretas lainnya yaitu, Kevin sangat mahir meretas melalui internet yang terhubung oleh jaringan telepon.

Selain itu dia juga dapat meretas seluruh saluran telepon tanpa koneksi ke internet, karena memang kemahirannya adalah meretas melalui saluran telepon.

Peretasannya yang “nyeleneh” adalah pengambil-alihan semua saluran telepon stasiun radio Los Angeles KIIS-FM ketika melakukan kuis, dan akhirnya ia memenangkan hadiah Porsche 944 S2!

Ketika tampil di acara Unsolved Mysteries di NBC, 1800 saluran telepon jadi misterius. Saat itulah dia ditangkap pada April 1991. Ketika FBI mulai mengejar Poulsen, ia kemudian bergerak secara “underground” dan menjadi buronan.

Pada bulan Juni 1994, Poulsen mengaku bersalah atas tujuh dakwaan pembajakan surat elektronik, penipuan komputer, pencucian uang, dan obstruksi keadilan. Ia dijatuhi hukuman 51 bulan penjara.

Dia juga mengaku bersalah membobol komputer yang dijalankan FBI dan memperoleh informasi darinya dengan cara menyamar ketika masuk ke sistimnya. Saat ini dia jadi senior editor di Wired News, dan berhasil menangkap lebih dari 1.100 penawaran seks melalui profiles Myspace.

indo-crop-circles-line

9. Karl Werner Lothar Koch

Karl Werner Lothar Koch lahir di Hanover Jerman pada 22 Juli 1965, adalah seorang hacker Jerman di tahun 1980’an, yang menyebut dirinya “hagbard”, setelah Hagbard Celine. Ia terlibat dalam insiden komputer “Spionase Perang Dingin”.

Dia seorang pecandu kokain dan tergabung dalam klub peretas Chaos Computer Club. Ia menamakan komputernya FUCKUP (First Universal Cybernetic-Kinetic Ultramicro Programmer). Dia melakukan beberapa keberhasilan dalam meretas pada kurun waktu 1985-1988.

Karl berhasil membobol beberapa sistem militer AS dan menghack sebuah pusat tenaga nuklir AS pada jaman perang dingin dan hasil hack-annya dijual ke agen rahasia Uni Soviet KGB.

Dia bekerja dengan hacker yang dikenal sebagai DOB (Dirk-Otto Brezinski), Pengo (Hans Heinrich Hübner), dan Urmel (Markus Hess), dan terlibat dalam menjual informasi hasil retasan dari komputer militer AS ke KGB.

Koch ditemukan tewas secara mengenaskan yaitu terbakar dengan bensin di sebuah hutan dekat Celle. Dia ditemukan tewas sekitar 23 Mei 1989, yang menurut info pada masa itu, ia membakar tubuhnya sendiri. Namun siapa tahu ini merupakan konspirasi tingkat tinggi antara US dan Soviet pada perang dingin.

Kisah Koch kemudian difilmkan secara dokumantasi dan dirilis pada tahun 1990 dengan judul  “The KGB, The Computer and Me”. Kemudian pada tahun 1998 film tentangnya juga beredar dengan judul yang singkat dan hanya angka, “23”.

indo-crop-circles-line

10. Gary McKinnon

McKinnon adalah seorang anak yang memiliki tingkat penasaran sangat tinggi dan punya rasa ketertarikan tinggi terhadap UFO.  Karena rasa ingin tahunya yang besar akan UFO, Mckinnon berpikir bahwa informasi tentang UFO dapat diketahui bila dia bisa mendapatkan akses informasi ke server milik NASA.

Gary McKinnon

Ia kemudian menyusup ke dalam 97 basis militer AS dan termasuk komputer NASA, menginstal virus, dan menghapus beberapa file penting di dalamnya. Peretasan Mckinnon merupakan salah satu peretasan terburuk yang dialami oleh NASA.

Mckinnon berhasil ditangkap dan dinyatakan bersalah karena dirinya kedapatan meretas situs militer dan NASA dari rumah kekasihnya yang berada di London.

Pada November 2002 Mckinnon didakwa bersalah oleh juri federal, ada 7 tindakan kriminal dunia maya yang dilakukannya dan dapat membuatnya ditahan selama 70 tahun penjara di AS.

Namun selama 3 tahun, tepatnya sampai Juni 2005, Mckinnon tetap tinggal di UK karena UK tidak memperbolehkan pihak Amerika untuk mengekstradisi warganya ke Amerika.  Selama di UK, Mckinnon dijadikan bahan subjek pembelajaran dan diwajibkan untuk lapor ke pihak berwajib setiap siang hari.

Di malam hari, Mckinnon diharuskan menjadi tahanan rumah. Setelah berbagai banding untuk ekstradisi, permintaan ekstradisi AS akhirnya ditolak di tahun 2012 dengan alasan melanggar hak asasi manusia Gary Mckinnon.

indo-crop-circles-line

11. Michael Calce

Michael Calce yang kelahiran tahun 1986 ini, kala itu hanyalah seorang remaja dari sekolah menengah di Île Bizard, Quebec, Kanada.

Di dunia cyber, ia lebih dikenal dengan nama “MafiaBoy”, namun yang kesal kepadanya menjulukinya Michael “Demon” Calce.

Walau hanya anak SMA, pada tahun 2000 lalu, ia berhasil meretas beberapa situs besar yang paling banyak dikunjungi seperti Yahoo!, FIFA, Amazon, Dell, eBay, dan CNN serta lainnya.

Ia meretas Yahoo! dengan serangan dDOS Attack hingga server dan trafik ke Yahoo! runtuh selama lebih dari satu jam, dan menamakannya sebagai “Project Rivolta”. Dalam bahasa Itali, Rivolta berartti “kerusuhan”. Michael juga memiliki grup hacker yan ia beri nama “TNT”.

Ia meretas tiap server hanya dalam beberapa jam saja, dan hal itu ia lakukan setiap hari selama beberapa minggu, semua server menjadi runtuh dalam beberapa jam. Gilanya, kerugian sistem yang dibuat hancur oleh Michael senilai dengan Rp. 93 miliar rupiah!

indo-crop-circles-line

12. Robert Tappan Morris

Robert Tappan Morris yang kelahiran 8 November 1965 ini adalah ahli komputer dan sekaligus pengusaha.

Aksinya berawal pada tahun 1988 silam, kala ia masih mahasiswa di Cornell University dan juga merupakan mahasiswa dengan gelar ganda dari Harvard University.

Kemudian pada waktu itu, ia memutuskan untuk memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya guna menguji seberapa luas dunia internet.

Lalu ia memutuskan untuk membuat sebuah virus komputer (malware) jenis worm yang digunakan untuk mengacau dunia internet. Siapa sangka bahwa virus tersebut benar-benar behasil.

Virus worm yang diciptakannya ini berhasil menginfeksi lebih dari 6.000 mesin server UNIX yang mengakibatkan semua mesin UNIX tersebut dimatikan. Mengingat internet pada tahun 1988 masih kecil dan tak sebesar sekarang, maka seantero internet nyaris lumpuh. Ia membuat kerugian sebesar jutaan dolar Amerika.

Morris Worm held at floppy disk in Boston Museum of Science.

Hasil perbuataanya tersebut membuat Morris ditangkap, didenda, dan dijatuhi hukuman 3 tahun masa percobaan serta harus melakukan berbagai pelayanan publik.

Teknologi yang digunakan untuk membuat virus worm itu hanya dari sekeping Diskette Floppy 3½ inch yang hanya dapat menampung data sebesar 1,44 Mb.

Karena nyaris melumpuhkan server-server UNIX seantero internet pada masa lampau itu, maka disket kontroversial itu kini dipajang di Boston Museum of Science.

Hal ini membuat nama Robert Tappan Morris sebagai hacker cukup dikenal, Morris sendiri saat ini telah bekerja sebagai profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

indo-crop-circles-line

13. George Hotz

George Hotz adalah seorang ahli jailbreak yang sangat terkenal. Pada masa PlayStation-3 dirumorkan tidak dapat diretas, George Hotz malah berhasil meretasnya dan membuat semua orang bisa memainkan game bajakan.

Namanya sekarang akan selalu dikenal apalagi bagi pencinta PS-3, berkat aksinya yang berhasil meretas Sony. Selain itu, George juga melakukan jailbreak pada produk Apple, dan juga melakukan root pada produk milik Samsung.

Dikenal dengan sebutan “geohot”, Hotz merupakan orang pertama yang berhasil melakukan jailbreak pada salah satu produk buatan Sony yaitu PlayStation-3. Akibat tindakannya tersebut, Sony melayangkan sejumlah tuntutan terhadap Hotz.

Setelah melalui proses hukum yang cukup panjang, Sony dan Hotz akhirnya sepakat menyelesaikan masalah yang terjadi diantara mereka tanpa melalui jalur hukum dengan perjanjian bahwa Hotz tidak akan mengulangi tindakannya yang dilakukan terhadap Sony.

Pada akhir bulan April 2011, sekelompok black-hat hacker tidak dikenal membobol sistem keamanan Sony dan mencuri lebih dari 77 juta data informasi penggunanya.

Hotz membantah bahwa tindakan itu dilakukan oleh dirinya. Hotz mengatakan, mencari tahu kelemahan dari suatu sistem itu menyenangkan dan keren, tapi meretas server dan mencuri informasi penggunanya itu merupakan hal yang tidak keren.

indo-crop-circles-line

14. Jeremy Hammond

Jeremy Hammond (lahir 8 Januari 1985) adalah seorang hacktivist politik dan hacker komputer dari Chicago, Amerika Serikat.

Dia dianggap hacker “paling berani dan gila” karena justru menyerang server dan tim Cyberwars AS! Dengan istilah dalam beberapa situs sebagai “Jeremy Hammond attacks US cyberwars from behind bars”.

Dia divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pada November 2013 lalu selama 10 tahun di Penjara Federal AS.

Ia juga telah meng-hack perusahaan intelijen swasta Stratfor dan melepaskan bocoran tersebut melalui situs whistle-blowing WikiLeaks

Hammond juga mendirikan situs pelatihan keamanan komputer HackThisSite pada tahun 2003.  Pada tanggal 5 Maret 2012, Hammond ditangkap oleh agen FBI di lingkungan Bridgeport Chicago karena tindakan yang berkaitan dengan kebocoran email Stratfor 2012-2013.

Surat dakwaan tersebut dibatalkan pada hari berikutnya di pengadilan distrik federal Lower Manhattan. Dia adalah satu dari enam individu dari Amerika Serikat, Inggris dan Irlandia yang didakwa. Penangkapan tersebut sebagian besar disebabkan oleh informan FBI yang dikenal dengan “Sabu”.

Fox News di Manhattan pertama kali memecahkan cerita berdasarkan “akses ke penangan Sabu” dari tiga penangkapan “di dua benua”, sebuah surat dakwaan federal yang disegel untuk enam orang, dan sebuah “dakwaan terpisah” untuk Hammond. Cerita ini kemudian dikonfirmasi oleh kantor berita lain saat dokumen pengadilan tidak dibuka.

Pada bulan November 2012, setelah ditahan selama delapan bulan tanpa diadili, Hammond ditolak oleh hakim Loretta A. Preska, yang memperingatkan bahwa dia dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup karena bocornya Stratfor.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press, Hammond menduga password-nya yang mudah ditebak menjadi penyebab penahanannya. Sebagai seorang hacker, Hammond dinilai akan sangat menjaga informasi pribadinya. Namun sebaliknya, dia justru menggunakan password yang ternyata sangat mudah yaitu Chewy 123.

Chewy adalah nama kucing peliharaannya. Hammond belum mengetahui secara pasti bagaimana pihak berwenang bisa menembus program enkripsinya dan mengumpulkan bukti, yang membuatnya mendekam di dalam penjara. Dia menduga password lemah tadi yang menjadi penyebabnya.

Setelah mengaku bersalah atas satu tuduhan melanggar Undang-Undang Penipuan dan Pelecehan Komputer (CFAA), Hammond dijatuhi hukuman pada 15 November 2013, sampai batas maksimum sepuluh tahun penjara, diikuti oleh pelepasan tiga tahun yang diawasi.

Diantara tokoh masyarakat yang telah berbicara untuk mendukung pembebasan Hammond adalah aktor Yes Men Andy Bichlbaum, aktivis perangkat lunak bebas Richard Stallman, mantan jurnalis New York Times Chris Hedges yang terpilih dari Pulitzer, Pusat Hak Konstitusional Presiden Emeritus Michael Ratner, wartawan Alexa O’Brien, Direktur Eksekutif Pengacara Hukum dan Pengacara Nasional Heidi Boghosian

Selain itu juga anggota parlemen Islandia Birgitta Jónsdóttir, dan mantan anggota Weather Underground Bill Ayers Profesor Emeritus yang terhormat di bidang Pendidikan (purnawirawan) di University of Illinois di Chicago dan istrinya, Bernardine Dohrn, Associate Professor of Law di Northwestern University, serta profesor filsafat Universitas Northwestern Peter Ludlow.

Juga solidaritas dari Julian Assange editor WikiLeaks, Larry Lessig , direktur Pusat Etika Edmond J. Safra di Universitas Harvard, dan Pentagon Papers whistleblower Daniel Ellsberg.

Sebelumnya, Hammond pernah ditangkap beberapa kali dalam berbagai hal.  Ia ditangkap pada bulan November 2004 dan Desember 2010 karena memiliki ganja. Selama kegiatan demonstrasi Konvensi Nasional Republikan pada tahun 2004 di New York, Hammond ditangkap dalam sebuah demonstrasi “drum-banging”. Hammond mengaku bersalah atas aksinya karena terlibat pertengkaran dengan pemrotes anti-gay dan polisi saat berbaris dalam parade kebanggaan gay.

Selama sebuah demonstrasi yang diprakarsai oleh University of Illinois di Chicago pada tanggal 12 September 2005, Hammond ditangkap saat polisi melakukan intervensi setelah dua puluh demonstran mengunjungi persimpangan lalu lintas Damen dan Milwaukee Wicker Park. Hammond ditangkap bersama 25 orang lainnya karena membantu kelompok Anti-Fasis pada reli Gerakan Sosialis Nasional 10 Desember 2005 di Toledo, Ohio. (©IndoCropCircles.com)

Pustaka:

 

hacker indonesia Jim Geovedi

Seorang peretas dari Indonesia yang berhasil membuat banyak pihak tercengang! Dia bukan meretas bank atau toko online atau sekadar sekelas peretas situs milik presiden saja. Yang dia lakukan adalah langsung meretas satelit! Hacker satu ini bernama Jim Geovedi. Keahlian dia dalam dunia peretasan menjadi pembicaraan banyak pihak, bahkan dia juga pernah menjadi pembicara dalam pertemuan hacker internasional. Memang aksi peretasan satelit ini bukan dilakukan atas dasar iseng atau sejenisnya. Jim melakukan hal tersebut karena pada tahun 2006 (BBC News – 2006) dia pernah menjadi pembicara atas isu keamanan satelit. Dari hal tersebut, Jim mencoba mempelajari sistem dan proses kerja satelit yang akhirnya dia dapat melakukannya. Tidak hanya dapat mengubah arahnya saja, Jim juga mampu menggeser satelit yang dia ‘lumpuhkan’ tersebut. Archive.Cert.Uni-Stuttgart.de , pernah mengulas bahwa Jim mendapatkan kemampuan hackernya ini tidak karena sekolah tinggi atau mempunyai gelar IT. Dia mempelajari sistem internet dan komputer secara otodidak dan pergaulannya yang luas dengan hacker-hacker dunia. Setelah aksinya meretas satelit tersebut, pada bulan Januari 2009 silam (The Register – 2009), hasil penelitian atas kelemahan sistem satelit yang dia dapatkan dijadikan acuan salah satu topik pembicaraan dalam Black Hat Security Conference di Washington, D.C. Uniknya, Jim tidak mau disebut sebagai pakar IT atau ahli. Dia lebih suka dianggap sebagai pengamat atau partisipan aktif saja. Sekarang ini, Jim menetap di London dan mendirikan perusahaan jasa layanan sekuritas teknologi informasi. Tentunya, apabila pemerintah mau sedikit jeli, banyak ahli komputer dan IT di Indonesia ini yang mempunyai keahlian di atas rata-rata. Apabila mereka diberdayakan, maka teknologi IT di negara ini tidak akan kalah dengan negara lain.

Anonymous hacker-indonesia-header

anonymous logo legionanonymous politik adalah kepentinganHacker yang ditakuti AS dan Dunia header pict Jim Urquhart

ARTIKEL BAHASA INDONESIA PERTAMA DI INTERNET


Artikel Lainnya:

Ini Dia! Para Ahli Keamanan Ungkap Beberapa “Spy Cyber” Tingkat Tinggi

Wow! Ini Dia, Virus-Virus Komputer Paling Berbahaya Dalam Sejarah Internet!

Koneksi Internet Lambat Akibat Cracker & Hacker Dunia

“Heartbleed”: Buat Internet “Loyo”, Bahayakan Akun & Password Anda! (Android, Check Disini)

Wow! NSA Dapat Sadap Seluruh Ponsel Dunia

Lebih Dekat, ‘Cyber Forces’ Korea Utara Bisa Tembus 90% Pertahanan Internet Sejagad

Gila! Intelijen AS dan Israel Bisa Sadap Komputer Tanpa Koneksi Internet!

Artikel ini juga di forward oleh forum viva.co.id


http://wp.me/p1jIGd-6ht

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ilmu & Teknologi, Sadap (Spying & Tapping), Yang Paling dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Inilah Mereka, Hacker-Hacker Yang Paling Ditakuti Amerika!

  1. Raihan Cyber berkata:

    Ijin Copas Gan!!!! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s