Kisah Heboh Alan Lamers, Saksi Penculikan Misterius Alien Atau Jin Di Sulawesi

Mystery of Indonesia

Kisah Heboh Alan Lamers, Saksi Penculikan Misterius Oleh Alien Atau Jin Di Sulawesi

penculikan alien abduction header

Alan Lamers adalah warga negara Kanada keturunan Aborigin yang bekerja sebagai ekspatriat di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia adalah seorang spesialis dalam pembuatan stasiun radio lokal di daerah terpencil dan telah bekerja di Indonesia.

Ia menceritakan peristiwa-peristiwa penculikan oleh makhluk asing atau alien tak dikenal, yang menurutnya dalam tradisi Islam disebut sebagai Jin. Orang-orang yang diculik akan hilang untuk beberapa hari dan kemudian kembali, dan juga banyak juga yang tak pernah kembali lagi.

Diwawancara oleh radio Amerika Serikat

Alan menceritakan kisah-kisah penculikan paling luar biasa yang pernah diketahui peradaban manusia ini, terutama di dunia barat. Ia menceritakan kisah misterius itu kepada temannya yang bernama Whitley yaitu seorang penyiar radio Amerika pada program Coast to Coast.

Alan Lamers Sulawesi IndonesiaSpontan acara di radio yang mewawancarainya itu menjadi terkenal, dan ceritanya banyak yang membahasnya di beberapa artikel hingga forum-forum di internet.

Selama di Sulawesi, Alan belajar bahasa Indonesia dan bahasa lokal dari masyarakat Sulawesi, sehingga dia cukup lancar untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat lokal.

Dia mengatakan tidak hanya cerita tentang hilangnya orang-orang dengan waktu cukup lama yang berlangsung di Sulawesi.

Tetapi juga kisah menakjubkan dari perburuan dan penculikan oleh sekelompok makhluk entitas yang belum pernah ia ketahui sebelumnya, termasuk di dunia barat, dan akhirnya salah satu dari mereka yang diculik bisa kembali lagi.

Makhluk misterius sejenis Kurcaci

Salah satu tempat mistis itu berada di daerah Sandu Batu, dimana masyarakat sana masih percaya mistis yang sangat kental. Anehnya, kisah penculikan ini sudah terjadi ratusan kali dan yang hilang tak kembali pun jumlahnya ratusan.

Misalnya saja, salah satu larangan menurut adat setempat, sangat dianjurkan untuk tidak memakai baju, celana atau pakaian, bahkan apapun yang dikenakan termasuk celana dalam hingga kaus kaki, yang berwarna kuning atau warna terang lainnya. Adat di sana lebih menganjurkan agar seluruh masyarakat memakai warna pakaian yang serba hitam, atau putih.

Menurut masyarakat setempat, siapa yang menculik orang-orang itu adalah sekelompok manusia kerdil yang mereka sebut sebagai Kurcaci, berupa makhluk tak dikenal (alien) atau jin bertubuh cebol atau pendek, ataukah sejenis tuyul?

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/48/Two_V%C3%B6lusp%C3%A1_Dwarves_by_Fr%C3%B8lich.jpg

Kurcaci dalam sketsa pada abad-19 Poetic Edda poem Völuspá (1895) oleh Lorenz Frølich. (wikimedia)

Sedangkan di dunia barat Kurcaci disebut Dwarf, adalah manusia kerdil dalam mitologi Nordik.

Dalam mitologi, penggambaran Kurcaci adalah rupanya yang seperti manusia, namun berukuran lebih kecil dan pendek.

Mereka berjanggut panjang dan tampak lebih tua dari ukuran tubuhnya. Mereka hidup di gua-gua di daerah pegunungan atau di bawah tanah.

Kurcaci mampu beradaptasi di lingkungan bawah tanah dan mampu melihat dengan baik di dalam kegelapan.

Beberapa legenda menyebutkan bahwa mereka mahir dalam menciptakan barang-barang pusaka. Dalam mitologi Nordik, mereka menciptakan rantai pusaka yang mampu mengikat srigala ganas, bernama Fenris.

Dalam kisah dongeng Putih Salju, kurcaci digambarkan sebagai bangsa pekerja keras, polos, sedikit serakah, dan penggerutu.

Dalam kisah-kisah The Lord of the Rings, kurcaci adalah salah satu ras yang menghuni Dunia Tengah. Mereka tinggal di kedalaman gua-gua dan merupakan pengrajin logam yang baik. Mereka memiliki sifat keras kepala dan selalu bersaing dengan peri.

Tradisi Mengenai Pantangan atau Larangan

Suatu waktu, Alan akan menuju ke suatu wilayah untuk membuat sebuah stasiun radio. Karena wilayahnya terpencil, ia menuju ke tempat itu dengan berjalan kaki dan ditemani dengan beberapa warga lokal setempat.

Dalam perjalanannya itu ia dan rombongan harus bermalam di suatu tempat. Pada saat malam hari salah satu dari rombongan berteriak-teriak di dalam tenda seakan ada sesuatu yang menyerangnya. Namun semua orang tak melihat siapa yang menyerang orang itu.

Beberapa orang dari rombongannya ada yang memiliki ilmu setempat, maka sesuatu yang tak terlihat yang sedang menyerang orang itu berhasil dihalau. Kelompok orang itu berucap, bahwa sang korban beruntung karena tidak diseret ke hutan untuk kemudian hilang dan mungkin tak akan kembali lagi.

Setelah diusut, ternyata sang korban memakai kaus kaki berwarna kuning. Kelompok itu yakin karena warna kaus kaki itulah penyebab mengapa ia diserang. Alan sempat melihat luka-luka di badan korban itu. luka tidak seperti gigitan, namun berupa cakaran-cakaran, mirip cakaran binatang buas atau mirip cakaran beruang.

Benarkah di Sulawesi Ada Suku Mirip Kurcaci?

Menemukan orang kerdil atau cebol mirip Kurcaci di Sulawesi tidaklah mudah. Apalagi jika sosok itu dipercaya oleh masyarakat setempat sejenis makhluk multi-dimensional. Namun hingga kini ada yang percaya bahwa suku Kurcaci di Sulawesi memang ada, bahkan ada lebih dari satu suku.

  • Suku Yo Banni (Mamasa, Sulawesi Barat)

Dipercaya bahwa ada suku primitif di Sulawesi Barat yang disebut sebagai suku Yo Banni yang memiliki ukuran manusia kurcaci atau manusia kerdil ini yang kabarnya sebagai penghuni hutan di Sulawesi daerah Mamasa, Sulawesi Barat.

Suku yang sulit di dokumentasikan ini rupanya pernah berhasil ditemui oleh seorang traveller yang akun facebooknya bernama Dario Sulawesi. Bahkan ia sempat mengunggah foto dirinya tengah bercakap dengan suku yang juga disebut To Lappung atau Yo Banni’ yang kerdil ini.

Namun dari fotonya, sepertinya ia mengambil foto dari film Thailand yang disutradarai oleh Bin Bunluerit berjudul “Krasue Kreung Khon” yang ber-genre horor komedi dan telah dirilis lama yaitu sejak bulan Januari 2016.

Pada timeline facebook miliknya, “To Lappung atau Yo Banni ternyata bukan hanya dongeng tetapi memang ada sekelompok penghuni hutan di pulau Sulawesi”, ia menulis dalam facebooknya.

Suku kurcaci Yo Banni di Sulawesi (pic Dario Sulawesi)

Salah satu foto yang diunggah Dario Sulawesi mengambil foto dari film Thailand yang disutradarai oleh Bin Bunluerit berjudul “Krasue Kreung Khon” yang bergenre horor komedi.

Semenjak akun Dario Sulawesi mengunggah 3 foto suku kerdil itu pada 27 Agustus 2016 silam, sontak pengguna facebook dihebohkan dengan temuan Dario, hingga sejumlah netizen seakan-akan tak mempercayai jika suku itu benar-benar ada.

Menurut dia untuk menuju perkampungan suku tersebut berada di daerah Mamasa, dekat perbatasn Mamuju ke Palu. Untuk mencapai kesana butuh treking perjalanan selama 10 hari dan memakan biaya sekitar Rp. 4 juta per orang. Suku yang perempuan tidak mau dilihat karena mereka mayoritas telanjang. “Di pedalaman Sulawesi masih banyak ditemukan Yo Banni, di daerah Palu dan Mamuju juga masih banyak,” ungkap Dario.

Ia pun mencoba meyakinkan netizen dengan menjelaskan lebih detail lagi tentang suku yang selain mereka kerdil potongan rambutnya sama semua. Namun klarifikasi dan pembuktian tentang info darinya secara nyata belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

  • Suku Oni (Bone, Sulawesi Selatan)

Fenomena orang kerdil juga ada di daerah Bone, Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai Suku Oni atau ada yang menyebut juga sebagai Suku Oro. Cerita mengenai keberadaan orang-orang kerdil yang hidup di gua-gua di tengah hutan ini masih simpang siur.

Sebagian warga yang bermukim di sekitar pegunungan Bone menjuluki mereka sebagai makhluk setengah siluman karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai makhluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih kecil.

Adjiep Padinding, budayawan yang juga anggota DPRD Sulawesi Selatan menuturkan, Suku Oni dahulu dikenal sebagai orang-orang yang sangat baik dan mau bergaul dengan warga Dusun Dekko.

Dulu itu kalau ada warga yang mau mengadakan pesta perkawinan, selalu pinjam perabot dari Suku Oni, seperti piring, mangkuk, dan yang lainnya. Tapi karena warga peminjam sering tak jujur, hubungan baik itu tidak berlanjut.

Warga yang dipinjami perabot yang disebutkan sangat bagus, sering kali tidak mengembalikan barang-barang itu. Akibat ketidakpercayaan itu, maka anggota Suku Oni membatasi pergaulan dengan warga desa.

Keberadaan Suku Oni pertama kali diungkapkan oleh Ahmad Lukman, mantan Kepala Desa Mappesangka. Ia mengaku pernah berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 cm ini, bahkan ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan Tanjung Palette.

“Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, sekitar 17 tahun lalu, saya diundang oleh Kepala Suku Oni masuk ke dalam perkampungan mereka. Untuk mencapai permukiman itu, kita harus berjalan sekitar 3 kilometer. Saat hendak masuk memang agak sulit karena mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil. Tapi di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas, bahkan bertingkat-tingkat,” urai Lukman.

Lukman mengatakan, tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke dalam gua ini. Mereka yang ingin masuk harus melalui seorang perantara dan harus orang yang tak punya niat jahat. Dan bahasa yang digunakan suku ini berbeda dengan bahasa kampung sekitarnya, sehingga komunikasi tidak mudah dilakukan.

Cerita lain menyebutkan, Suku Oni bisa “dipancing” keluar dari tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang diletakkan di mulut gua. Namun, beberapa orang yang mencoba cara ini tidak mendapati kehadiran mereka.

Misteri Kurcaci yang diyakini makhluk halus yang tak terpecahkan hingga kini

Apakah suku-suku tersebut benar ada? Seperti halnya kisah “orang pendek” di Kerinci, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar ada. Keberadaan mereka hanya diketahui dari cerita warga yang mengaku pernah melihatnya.

“Saya sering dapat laporan dari warga bahwa kalau malam-malam ada orang kecil bawa obor dan ambil air di sumur,” ujar Amrullah, mantan Kepala Kelurahan Palette, yang kini menjabat Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Dinas Sosial Kabupaten Bone.

Sedangkan pengalaman Alan Lamers juga pernah menceritakan tentang kejadian ada sebuah mobil yang mengalami kecelakaan dan jatuh ke sungai. Namun semua penumpangnya hilang dan tidak pernah ditemukan hingga kini. Penduduk setempat percaya bahwa para penumpangnya diculik oleh Kurcaci.

Ada juga kisah warga setempat yang menceritakan bahwa pernah ada rombongan yang sedang naik perahu di sungai tiba-tiba terbalik, namun semua penumpangnya selamat karena ternyata tubuh mereka diseret ke pinggir sungai oleh para kurcaci.

Menurut Alan, sebenarnya banyak sekali kisah-kisah mistis tentang penculikan disana dan sebagaian besar tak pernah kembali, jumlahnya ratusan, namun jika Alan menanyakan perihal atau kisah itu, masyarakat setempat menolak untuk menceritakannya. Mereka menganggap dan beralasan bahwa masalah itu tidak perlu dan tidak boleh diceritakan, alias tabu.

Oleh karena itulah, maka banyak orang bahkan pihak pemerintah tidak mengetahui siapa yang sebenarnya menculik para penduduk, dan hal mistis ini tetap akan menjadi misteri hingga ke depannya.

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mendengar kisah Alan Lamers diwawancarai pada program radio Coast to Coast ketika ia sedang liburan di Bali pada tautan audio dibawah ini, namun dalam bahasa Inggris. (©IndoCropCircles.com)

ARTIKEL BAHASA INDONESIA PERTAMA DI INTERNET


Berikut ini adalah rekaman suara (audio) dari acara Radio “Coast to Coast” yang mewawancarai Alan Lamers ketika di Sulawesi:


Pustaka:

kurcaci-sulawesi-dwarf-banner



Artikel Lainnya:

Wow! Manusia Purba Misterius Ini Hidup Di Sulawesi Sejak Ratusan Ribu Tahun Lalu

Wow! Mantan Detektif Temukan Pola Misterius Dari Ribuan Kasus Orang Hilang

Tak Terpecahkan: Misteri Hilangnya Satoshi Nakamoto, Sang Penemu BitCoin

Banyak Saksi: UFO mendarat di Desa Maumbi, Kecamatan Airmadidi, Sulawesi Utara

Ini Dia! Kisah Penampakan UFO & Penculikan Pertama Alien

Fakta Ilmiah: Misteri di Balik ‘Penculikan Alien’

Para Ilmuwan Mulai Rancang Pesan Bersama Untuk Alien, Anda Ingin Bergabung?

[VIDEO] PM Rusia Dmitry Medvedev: “Alien Sudah Ada Diantara Kita!”

[VIDEO] Mantan Menteri Pertahanan Kanada: “Alien Ada dan Hidup di Antara Manusia!”

FBI Rilis Dokumen Rahasia Kedatangan Alien dan UFO Dari Dimensi Lain

Inilah 6 Spesies Alien Yang Saat Ini Berjuang dan Berusaha Mengontrol Bumi

[CLASSIFIED] Misteri “Dulce Alien Base”, Pangkalan Sangat Rahasia Alien Di Bumi


http://wp.me/p1jIGd-7DA

((( IndoCropCircles.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Misteri Alien & E.T., Misteri Indonesia, Supernatural dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kisah Heboh Alan Lamers, Saksi Penculikan Misterius Alien Atau Jin Di Sulawesi

  1. Ngeri berkata:

    Ngeri juga ya gan >_<

  2. dab berkata:

    itu bukan manusia kerdil sulawesi
    itu film thailand
    kayaknya diambil pas break syuting
    judulnya “Krasue Kreung Khon”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s