Mengerikan! Ilmuwan Temukan “Zona Kematian” di Samudera Atlantik

fenomena alami natural phenomenon

Mengerikan! Ilmuwan Temukan “Zona Kematian” di Samudera Atlantik!

The dead zones could impact the people of Cape Verde

Ilmuwan menemukan ‘zona mati’ di perairan tropis Atlantik Utara. Ikan dan makhluk laut lainnya yang berada zona itu berpotensi mati.

Sebuah tim ahli biologi kelautan Jerman dan Kanada, untuk pertama kalinya menyaksikan daerah yang bisa disebut sebagai ‘zona mati’ atau Dead Zone di Samudera Atlantik.

Dead Zone disini yaitu sebuah kawasan atau tempat dimana tak ada kehidupan yang dapat bertahan, karena nyaris tidak ada oksigen yang terlarut di dalam air laut.

Zona habisnya oksigen di alam ini sebelumnya pernah ditemukan di sepanjang wilayah pesisir lepas pantai bagian timur dan selatan Amerika Serikat dan juga di Laut Baltik. Namun ini adalah pertama kalinya tempat seperti itu berada tengah laut terbuka.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Biogeosciences, peneliti menguraikan adanya “kantong beroksigen rendah’ (low-oxygenated patches) dalam air laut di Samudera Atlantik.

https://i0.wp.com/www.teachoceanscience.net/images/deadzone_diagram_lge.png

Dalam makalah jurnal Biogeosciences, peneliti menguraikan adanya “kantong beroksigen rendah’ (low-oxygenated patches) dalam air laut.

Daerah itu luas, terkadang seluas 100 mil persegi dan zona itu melakukan perjalanan terus-menerus dan juga musiman. Salah satu yang terbesar telah ditemukan sebelumnya dan ada setiap tahun, berada di Teluk Meksiko.

Apa yang membuat wilayah ini lebar, adalah karena tercampur dan teraduknya nutrisi dan mikroba yang datang dari tempat lain secara besar-besaran.

Hal ini adalah proses siklus: nutrisi adalah makanan untuk berkembangnya ganggang atau alga yang pada gilirannya bisa dimakan oleh mikro-organisme.

Hal ini akan menciptakan limbah karena ketika mati, ganggang tersebut akan tenggelam ke dasar laut yang kemudian dimakan oleh mikroba lainnya.

Proses ini menggunakan banyak oksigen, oleh karenanya menciptakan sebuah kawasan yang bebas dari keberadaan oksigen.

Nutrisi yang hilang sini adalah alat transportasi. Tapi jika ada hewan atau ikan, hanya ada dua pilihan: bergerak dan hidup, atau tinggal dan mati. Biasanya hanya mikroorganisme laut tertentu saja yang mampu hidup di area tersebut.

Zona mati atau dead zone biasanya ditemukan di perairan dangkal, di mana tidak banyak pencampuran berlangsung. Sementara samudra Atlantik jelas sangat berbeda, yang menciptakan sebuah teka-teki.

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/96/La-Jolla-Red-Tide.780.jpg

Zona Mati sering disebabkan oleh pembusukan ganggang karena banyaknya kumpulan ganggang, seperti yang satu ini di lepas pantai La Jolla, San Diego, California.

Survei terbaru menunjukkan ada wilayah yang berada di Atlantik Utara, tepatnya barat Afrika, yang punya kandungan oksigen 20 kali lebih rendah dari dugaan semula.

Para peneliti menemukan bahwa dead zone ini menyamar sebagai pusaran atau dikenal dengan istilah ‘eddies’ yang pada dasarnya adalah siklon laut besar di samudera yang berputar menjadi pusaran atau vortex, yang mana fenomena ini tidak berbeda dengan bagaimana cuaca kadang-kadang dapat berbuat hal yang sama seperti terjadi di daratan.

The dead zones could impact the people

Para peneliti menemukan bahwa dead zone ini menyamar sebagai ‘pusaran’ atau dikenal dengan istilah ‘eddies’ yang pada dasarnya adalah siklon laut besar di samudera yang berputar menjadi pusaran atau vortex, yang mana fenomena ini tidak berbeda dengan bagaimana cuaca kadang-kadang dapat berbuat hal yang sama seperti terjadi di daratan.

Mereka dapat berputar tak terganggu selama berbulan-bulan. Putaran pusaran atau spinning vortex ini menciptakandinding’ disekitar inti pusatnya sebuah proses yang dengan cepat dapat menguras oksigen dari wilayah itu, dan sebagai akibatnya, sebuah zona mati atau dead zone akhirnya tercipta.

Seorang penulis studi Johannes Karstensen dari University of Bremen mengatakannya dalam siaran pers di jurnal European Geosciences Union (EGU) mengatakan:

“Rotasi yang cepat dari pusaran membuatnya sangat sulit untuk terjadi perputaran oksigen untuk melewati batas antara zona putaran yang sedang terjadi dengan laut disekitarnya. Selain itu, sirkulasi menciptakan lapisan yang sangat tipis beberapa puluh meter di atas air yang berputar-putar dan mendukung pertumbuhan tanaman yang intens. “

Yang mengejutkan dia dan timnya adalah, bahwa tingkat penipisan oksigen yang ditemukan sebelumnya pada ‘zona mati’ adalah mematikan: sebelum studi, perkiraan umum menempatkan oksigen yang terlarut hanya sekitar 1 mililiter per liter air laut.

Karstensen dan timnya meskipun telah menemukan ujung bawah dari spektrum di Atlantik itupun, hanya berisi 0,3 mililiter kadar oksigen per liter air laut. Sementara, konsentrasi oksigen di luar pusaran mencapai 100 kali lebih besar.

cape_verde_map

Para peneliti khawatir walau berada di tengah samudera Atlantik, keberadaan ‘Zona Mati’ atau Dead Zone ini bahkan bisa memiliki efek pada manusia yang hidup di darat, terutama di Cape Verde.

Secara ekonomi, adanya zona kematian bisa merugikan. Di Laut Baltik misalnya, tangkapan ikan berkurang akibat adanya zona kematian ini.

Semua intensitas fenomena ini tergantung pada kecepatan pusaran, konsentrasi bahan kimia, pola cuaca dan rotasi bumi.

Para peneliti khawatir walau berada di tengah samudera Atlantik, keberadaan ‘Zona Mati’ atau Dead Zone ini bahkan bisa memiliki efek pada manusia yang hidup di darat, terutama di Cape Verde.

“Mengingat bahwa walau beberapa ‘Zona Mati’ yang kita amati tersebar kurang dari 100 kilometer di utara dari kepulauan Cape Verde, namun tidak mungkin bahwa ‘zona mati’ di laut terbuka hanya akan melanda pulau di beberapa titik,” jelas Kartsensen.

“Hal ini dapat menyebabkan pantai akan dibanjiri oleh air yang sangat rendah kadar oksigen, yang dapat menjadikan tekanan berat pada ekosistem pesisir dan bahkan dapat menjadi pemicu matinya ikan dan kehidupan laut atau ekosistim lainnya. “

Ketika mati, alga akan tenggelam ke dasar laut dan akan diuraikan oleh bakteri. Dalam penguraian itu, bakteri membutuhkan oksigen. Area dengan jumlah alga banyak biasanya akan menjadi “Dead Zone” atau Zona Kematian. (sumber: RT)

Pustaka:

– RT.com, Dead zones: Places where no animal can survive found in Atlantic Ocean.
– independent.co.uk, Oxygen-starved ‘dead zones’ with no marine life up to 100-miles long discovered in the Atlantic Ocean.
– theaustralian.com.au, ‘Dead zones’ found far out to sea.

– discovery.com, Massive Dead Zones Threaten Atlantic Sea Life

VIDEO:

Dead Zones: Places Where No Animal Can Survive Found In Atlantic Ocean

The dead zones atlantic banner

Artikel Lainnya:

Misteri Penampakan USO: Cahaya Dalam Air Laut di Wediombo Gunungkidul

Wow! Ternyata Bumi Punya Cadangan Air Tiga Kali Lautan

Ditemukan Struktur Misterius Dibawah Laut California AS, Alien Base?

[FOTO & VIDEO] Misteri Air Laut Surut 1 Kilometer di Serang Banten

Pulau Heboh Nongol Setelah Meletusnya Gunung Api Bawah Laut

Runtuhan Kota Bawah Laut Kuba

Terkuak, Misteri Crop Circles di Dasar Laut Jepang

[VIDEO & FOTO] Gempa Jogjakarta 2006: Akibat Bom Besar di Tengah Laut?

Wow!! Mahluk Laut Aneh Terekam Dalam Video!

Ilmuwan Temukan Bukti Eksistensi Monster Laut

Pavlopetri, Situs Kota Bawah Laut Tertua di Dunia

Misteri: Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua

Ditemukan: Mirip UFO Teronggok di Dasar Laut Baltik

Tak Ada Yang Berani Masuk: “Sentinel” Pulau Paling Misterius Yang Dihuni Suku Buas!

Ditemukan: Gunung Raksasa Sumatra Diameter 50 Km Tinggi 4,6 Km!

[VIDEO] 7 Misteri-Misteri Alam Yang Sulit Diterima Nalar

Artikel ini juga di forward oleh forum viva.co.id

vivanews Zona Kematian di Samudera Atlantik

 *****

http://wp.me/p1jIGd-6s2

((( IndoCropCircles.wordpress.com | fb.com/IndoCropCirclesOfficial )))

Pos ini dipublikasikan di Misteri Dunia, Penemuan-Penemuan Misterius. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s